Dua artikel sebelumnya mengangkat hal mendasar dalam transformasi digital, yaitu People, atau orang, atau sumber daya manusia. Sekarang kita akan mulai masuk ke dalam pembahasan berikutnya, yaitu proses. 

Proses yang dimaksud kali ini adalah proses bisnis tentunya. Mengapa? Karena dalam tiap perusahaan dan instansi, selalu ada proses bisnis, urutan proses yang dilakukan dalam melakukan usaha. 

Lalu apa tahapannya?

Saya sering menyebutnya sebagai 3-D. Pertama, adalah digitization, digitasi, merubah yang belum digital (baca: manual, analog) menjadi digital. Proses tahapan ini seringkali tidak mudah. Ini merubah yang tadinya menggunakan kertas isian, manual ditulis tangan, menjadi menggunakan form berbasis komputer. Ini juga mengubah, apa yang dibaca dengan mata dan ditulis ke kertas, sekarang diambil dari sensor yang dipasang di tempat. Proses digitasi ini jelas akan merubah banyak hal. Dan ini yang paling sulit. 

Tapi bukannya tidak mudah ya, seringkali yang jadi kendala adalah budget (anggaran) yang disiapkan untuk mendukung digitasi ini, dan kendala lain adalah penolakan sumber daya manusia. 

Berikutnya digitalization, digitalisasi. Proses digitalisasi lebih dari digitasi, lebih dari merubah yang manual jadi masuk ke komputer, lebih dari mengambil data manual jadi ke sensor. Proses digitalisasi telah sedikit banyak merubah proses bisnis yang kita lakukan. Proses yang tadinya ditulis manual, sekarang dibaca oleh scanner digital. Tidak hanya diinput ke komputer, tapi diinput ke sistem aplikasi yang bisa langsung mengolah data yang ada. 

Proses digitalisasi akan merubah banyak hal, termasuk sistem prosedur operasi yang dilakukan perusahaan. Apa yang tadinya manual sekarang otomatis masuk ke sistem. 

Lalu bagaimana dengan transformasi digital? Inilah sentral dari digitasasi dan digitalisasi yang dilakukan perusahaan dan instansi. Pendekatan yang dilakukan bukan hanya dengan merubah yang manual ke sistem aplikasi, merubah dari yang analog ke digital, tapi proses nya terjadi lebih luas. Transformasi digital bicara soal nilai (value) yang bisa diberikan kepada pelanggan perusahaan / instansi. Tidak hanya soal bagaimana karyawan menggunakan sistem aplikasi yang canggih, tapi bagaimana mereka bisa membantu pelanggan lebih baik lagi dari waktu ke waktu.

Jelas akan ada perubahan dalam SOP, tapi fokusnya adalah konsumen, pelanggan. Bagaimana kita merasakan perubahan dalam layanan yang diberikan perusahaan atau instansi, dari yang rumit menjadi sederhana. 

Dari yang harus antri lama, sekarang semua hanya via whatsapp dan telegram, semua bisa dilakukan dengan mudah. Dan semua hasilnya tetap sama. Inilah konteks sebenarnya dari transformasi digital. Pelanggan, konsumen jadi happy.

Itu yang kelihatan dan dirasakan pelanggan, konsumen menjadi sangat penting dalam transformasi digital.

Bagaimana dengan anda? sudah memulai? belum terlambat. Kami membahasnya dalam beberapa webinar EVENTCERDAS sepanjang bulan ini.

Sumber : https://www.kompasiana.com/startmeup/62f0729608a8b520201144b2/proses-bisnis-dalam-transformasi-digital

loading...