BISKOM, Jakarta – Nariti sukses bikin haru biru penontonnya, film yang skenarionya ditulis Novie Irianne ini juga menghadirkan talenta dari Sumatra Barat, yakni Yofi Newei yang menangani urusan desain grafis.

“Kita selalu berharap dan mengupayakan film-film layar lebar yang diproduksi di Sumatra Utara melibatkan seniman dan pekerja kreatif lokal. Dengan begini akan terjadi transfer ilmu kepada orang-orang lokal sehingga siap jika dibutuhkan kapan saja,” imbuh produser eksekutif Ponti Gea didampingi Burhanuddin, SE yang optimis bisa raih 5 Juta Penonton.

“Dengan tagline romansa Danau Toba, Nariti menyuguhkan kisah cinta remaja yang melibatkan konflik keluarga. Penuh drama dan penuh kejutan. Bersyukur akhirnya tayang setelah tertunda akibat pandemi,” tambahnya saat dijumpai di Epicentrum XXI. (23/10)

Nariti berseloroh tentang Jefrey (Bastian Steel) yang kembali ke kampung halaman di tepian Danau Toba dari perantauan mengikuti orangtuanya. Di sekolah baru, dia bertemu Nariti (Zoe Jackson) dan kemudian jatuh cinta. Tapi, perasaannya itu terhalang oleh teman sekolahnya, Rico (Yogi Werner), yang juga menyukai Nariti.

Karena menyandang status bad boy, Jefrey menantang Rico untuk membuktikan siapa diantara mereka yang pantas menjadi kekasih Nariti. Namun tantangannya ternyata tidak cukup sampai disitu, penolakan juga muncul dari Sarma (Paramitha Rusady), ibu Nariti. Perempuan yang bekerja sebagai penenun ulos ini melarang hubungan anaknya dengan Jefrey.

Menanggapi dirinya yang ditaksir oleh sosok bad boy, Zoe Jackson punya pandangan tersendiri dengan karakter tersebut. “Kamu bukan cuma ngerasain indahnya jatuh cinta sama bad boy, tapi juga sakitnya waktu kamu pacaran sama bad boy. Bad boy itu sexy tahu!” ucap Zoe sambil tertawa.

Konflik yang dijalani Zoe di film pertamanya ini dianggap sangat berat karena perannya seakan harus memilih antara Ibu dengan pujaan hati.

“Berat! Aku aja nggak kebayang sebelumnya bisa dapat peran Nariti. Tapi pas menjalani peran Nariti di film, aku ngerasa Nariti ini banyak banget ya cobaan hidupnya. Tapi untungnya masih banyak yang sayang Nariti, pokoknya seru deh filmnya. Kamu harus nonton” pesan Zoe.

Sebagai salah satu aktris berpengalaman, Paramitha Rusady ternyata juga memiliki tantangan ketika menjalani peran sebagai orangtua tunggal dari Nariti.

“Yang berat menjadi seorang single parent bukan hanya soal mencari nafkah tapi bagaimana menjalin hubungan yang baik dengan anak. Memberikan kebahagian pada anak yang pastinya banyak hal beda keinginan anak dan ibu. Anak maunya begini, ibu maunya begitu. Apalagi kita dibesarkan di zaman yang berbeda, zaman saya hidup nggak kayak sekarang yang wow banget soal teknologi, terutama gadget ya.” papar Paramitha.

Ketika ditanya soal perannya sebagai Salma di film ini dan apa yang menarik dari proyek terbarunya Itu, ia menjawab “Semuanya menarik! Kamu harus nonton biar tahu gimana sih menjadi ibu? Nggak mudah pastinya. Apalagi tokoh yang saya perankan punya trauma masa lalu, itu dahsyat banget buat saya.

Tokoh Salma bener-bener seorang ibu yang kuat.”

Film ini bukan hanya menceritakan kisah cinta Nariti, tapi lebih dari itu, penonton akan merasakan ketulusan kasih sayang seorang ibu pada anaknya, bagaimana menjalin hubungan anak dan orang tua agar tetap harmonis di tengah-tengah cobaan hidup yang selalu menyapa serta hubungan persahabatan Nariti dengan teman-temannya yang terasa begitu natural layaknya kehidupan remaja masa kini.

Sepanjang film kita akan disuguhkan dengan gambar-gambar yang cantik di Sumatera Utara dengan panaroma Danau Toba sebagai ikon layar lebar tersebut. Sesuai tagline film, Romansa Danau Toba, maka tidak berlebihan jika film ini mengeksplor keindahan wisata Danau Toba.

Apa yang terjadi sebenarnya dengan Jefri? Mengapa ibu kandung Nariti berusaha keras memisahkan Jefri dan Nariti?

Bagaimana akhir kisah cinta Nariti? Saksikan film Nariti yang juga didukung sederet artis ternama seperti August Melasz, Asrul Dahlan, dan Tasman Taher ini di bioskop mulai 3 November 2022 mendatang.

“Terima kasih kepada Bapak Menteri Yosanna, Sekjen PDI P Bapak Hasto, Ketua MPR dan seluruh Anggota DPR I yang hadir, Dirut BNI, CEO OT Group, Kyai Eman PBNU, Habib Lutfi Bin Yahya dan seluruh undangan tokoh politik yang tidak kami sebutkan satu persatu, yang telah hadir dalam acara Gala Primiere Film Nariti (Romansa danau Toba)… Film Nariti Go Internasional.” Tutur Burhanuddin, SE. (Arul)

Artikel Terkait:

FILM PENDEK IBU (Inspirasi Bersama Untuk) INDONESIA disingkat FFII

Filmmaker Goes To School 2022 Bincang-Bincang Sinema Di 5 Sekolah DKI Jaya

Nonton Film Atas Nama Surga Yuk, Tayang 16 Juni 2022!

TVRI Menjadi Rumah Film Indonesia

Milad DFI Ke-8: Konsisten Kampanye Nonton Film Nasional

Daftar Lengkap Pemenang Piala Gunungan FFWI XI 2021

Inilah Para Unggulan dari 3 Genre FFWI XI

Pemenang FFWI Dianugerahi Piala Gunungan

Penjurian Unggulan FFWI XI Makin Mengerucut

Webinar FFWI XI: Peluang Mengembangkan Ekosistem Perfilman Indonesia Di Era Pandemi

Dukungan Kepada FFWI XI Terus dan Makin Deras, Kali ini dari Reza Rahadian

Slamet Rahardjo Djarot, Raam Punjabi Hingga Ketua LSF Dukung FFWI XI

BPI Dukung Sepenuhnya FFWI 2021

Festival Film Wartawan Indonesia (FFWI) Sediakan 30 Piala

Persatuan Perusahaan Film Indonesia (PPFI) Dukung Penuh FFWI

FFWI, Golden Globe-nya Indonesia

Christine Hakim; Inner Power Perempuan dalam Dunia Perfilman Indonesia Luar Biasa

Mau Tahu 5 Rahasia Film Laris Ala Anggy Umbara & Ody Mulya Hidayat ?

Garin Nugroho; Keberagaman Festival Film Adalah Anugerah

loading...