Gereja Bethel Indonesia (GBI) Jemaat Petra Kota Bitung yang digembalakan oleh Pdt Vino Makahinda, menggelar Ibadah Perpisahan tahun, Sabtu (31/12/202).

Ibadah yang dipimpin oleh, Pdt Octavianus Barauntu, mengangkat Tema “Tinggalkan tahun yang lama dan alamilah hidup yang baru” berangkat dari pembacaan kitab Yesaya 59:1-2.

Dalam ibadah tersebut, Pdt Octavianus Barauntu menjelaskan mengapa Doa-doa kita tidak terkabulkan walaupun sudah bertahun-tahun kita doakan dan apa sebenarnya arti Dosa menurut Alkitab.

“Sangat jelas bahwa salah satu penyebab doa kita tidak dikabulkan adalah terpisahnya kita dengan Tuhan oleh karena Dosa” ujar Octa yang sangat Aktiv dalam pendampingan masyarakat kecil untuk memperjuangkan aspirasi dan hak-hak mereka.

Ia menambahkan bahwa orang yang berbuat dosa berarti dia sementara mengalami penyakit yang sangat serius yang akan mengakibatkan kematian kekal, karena itu menurutnya, umat Tuhan harus mengakui setiap dosanya dan harus didoakan.

“Mungkin anda bertanya Bagaimana caranya mengalami kesembuhan? Jawabannya adalah anda harus mengakui dan didoakan agar diberi kemampuan dari Tuhan untuk hidup didalam pertobatan, sebab diluar Tuhan, manusia itu tidak bisa berbuat apa-apa. (Yakobus 5:16 dan Yohanes 15:5)”. Tegas octa yang baru-baru ini menerima SK sebagai ketua Organisasi Pers SPRI (Serikat Pers Republik Indonesia) Cabang Bitung.

Lanjutnya, mengalami kesembuhan berarti dosa sudah dibereskan, maka jangan berbuat dosa lagi.

“Ketika kita saling mengaku dosa dan saling mendoakan, maka kita akan menjadi sembuh secara rohani, artinya hidup kita sudah tidak terpisah lagi dengan Tuhan, karena itu ketika kita sudah sembuh jangan berbuat dosa lagi supaya tidak terjadi hal yang lebih buruk dalam hidup ini”. Tutupnya.

Selesai khotbah, gembala sidang Pdt Vino Makahinda diberi kesempatan untuk berdoa, dan sebelum berdoa, ia mengajak semua jemaat dan pelayan-pelayan Tuhan yang hadir untuk meresponi firman Tuhan dengan menuliskan dosa-dosa ditahun 2022 yang belum diakui dan menuliskan harapan-harapan di tahun 2023.

“Mari Bapak ibu, meninggalkan tahun 2022 dan memasuki tahun baru 2023, sebagai respon dari Firman Tuhan, kita akan menulis dosa-dosa yang belum diakui dan dibereskan, tulis didalam kertas yang sudah disiapkan sebagai bukti pengakuan kita dan nantinya akan didoakan, setelah itu kertas tersebut akan dibakar, ingat keterbukaan adalah awal dari Pemulihan, dan nantinya harapan-harapan yang sudah ditulis akan diisi dalam kotak doa”. Ucapnya.

Ibadah akhir tahun ini berlangsung sangat luar biasa karena semua pelayan – pelayan Tuhan saling mendoakan satu dengan yang lain, sambil juga mereka mendoakan para jemaat yang hadir sehingga pemulihan benar-benar terjadi.

Terpantau, suasana kehadiran Tuhan melalui Pekerjaan Roh Kudus sangat nyata karena ada begitu banyak penyataan Tuhan dalam ibadah tersebut.

Ibadah ditutup dengan kesaksian singkat dari Pdt. Octavianus Barauntu yang menceritakan bagaimana Tuhan Yesus memakainya dengan mempertemukan dengan begitu banyak relasi dan koneksi sebagai jalan untuk memperjuangkan hak-hak masyarakat kecil dan menjadi berkat bagi banyak orang.

Kegiatan yang dimulai dari jam 9 Malam ini berakhir sampai jam 1 dini hari. (****redpel)