BISKOM, Jakarta – Dalam kesempatan ini Armansyah Daulay selaku Pimpinan Redaksi Cetak dan Online Media Istana Rakyat Merasa di rugikan terhadap Pemberitaan yang di terbitkan oleh “Kabar One Com” media online Lokal, Terkait Pemberitaan yang berjudul ” Mengaku Staf Ahli Presiden diduga JP Gelapkan uang Ratusan Juta Rupiah, Alih alih komitmen Fee Pencairan Dana Hibah” ( narsum Hartono)

Menurut Daulay sebenarnya permasalahan ini adalah permasalahan internal managemen Media Istana Rakyat, yang tidak harus berkembang ke Media Lainya, seharusnya Hartono yang merupakan Kepala Perwakilan MIR tersebut dapat melakukan Konfirmasi terlebih dahulu kepada Pimrednya Armansyah Daulay (AD) bila merasa dirugikan atas permasalahan pemberitaan tersebut jadi berita dapat berimbang dan tidak ada yang merasa dirugikan. Sabtu (28/01/2023).

Kalau seperti ini akulah yang merasa di rugikan niatnya mau membantu membesarkan media dengan menggandeng rekan malah kesan nya kena fitnah, malah membawa institusi Staf Presiden segala itu kan tidak santun dan elok ungkap Daulay dengan nada jengkel. Lebih lanjut Daulay menjelaskan itu akan dilakukan dan akan dilaksanakan dengan Riil bersama Rekan nya Joko Purnomo (JP) namun ketika dikonfirmasi Daulay ke pihak Bank Hartono yang akan menerima Hibah ternyata Blak Lis Namanya di Beberapa Bank, jadi menurut Daulay menjadi Tidak Mungkin akan terjadi penurunan Dana.

Begitupula saat pemberian dana yang diserahkan antara pihak Hartono dan Pihak JP yang besarnya 120 Juta Rupiah tersebut itu langsung mereka berdua dan tanpa melibatkan saya, saya hadir diawal adalah sebatas perantara jadi soal dana dan hal lain itu di luar kewenangan saya. Begitu keterangan daulay kepada diinvestigasi. Bahwa selanjutnya persoalan ini akan di upayakan dengan Jalan Mediasi serta mengganti Dana yang telah keluar 120 juta milik Hartono di ganti dengan 150 juta oleh Pihak JP. Namun karena sudah ada Berita Yang Terbit dari Kabar One com jadi Saya merasa sangat amat dirugikan begitu beber Daulay.

disisi lain sangat para pimred dan senior menyayangkan pemberitaan yang di tayangkan Oleh Pihak Kabar One com. Disamping wartawan membuat berita sepihak tanpa konfirmasi pihak lainya, sehingga Daulay sebagai Mitra kerja serta pimred MIR
merasa perlu klarifikasi. Disamping itu pula tidak ada identitas nama nara sumber serta wartawan yang menulis pemberitaan ini. Untuk itu kepada masyarakat serta pihak yang berkepentingan di pemberitaan tersebut dapat mengambil sikap serta pelajaran terhadap media, agar tidak terprovokasi dan menerima isi berita begitu saja, /B/SH/D/28/01/2023/Red.

Sumber : Ketum AWDI.
Tembusan : DPP Penerbitan