Jakarta, Biskom– Amazon Web Services (AWS), sebuah perusahaan Amazon.com, Inc., hari ini mengumumkan bahwa perusahaan all-commerce Indonesia pertama yang melantai di bursa, Bukalapak, telah mengembangkan produk layanan perbankan digital bernama BukaTabungan, bekerja sama dengan kelompok perbankan internasional Standard Chartered pada platform AWS.

Sebagai upaya menghadirkan layanan finansial kepada masyarakat yang tidak memiliki akses ke layanan perbankan serta kalangan usaha di Indonesia, Standard Chartered menghadirkan nexus, yakni solusi banking-as-a-service (BaaS) yang memungkinkan platform digital seperti e-commerce, media sosial, atau penyedia jasa ride-hailing untuk menawarkan produk finansial seperti kartu debit dan rekening tabungan menggunakan merek mereka. Dengan memanfaatkan cakupan layanan dan solusi AWS yang luas dan mendalam, termasuk untuk penyimpanan, kontainer, dan database, BukaTabungan menjanjikan akses perbankan digital secara nyaman dan mudah bagi lebih dari 110 juta pengguna Bukalapak. Dengan AWS, BukaTabungan terhubung dengan program identifikasi berbasis biometrik pada Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E-KTP) nasional Indonesia, sehingga calon nasabah dapat membuka rekening bank secara online hanya dalam waktu lima menit tanpa memerlukan dokumen fisik.

Industri e-commerce Indonesia saat ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 22% tiap tahun, tapi hanya 23% penduduk Indonesia yang memiliki akses ke layanan perbankan atau finansial. Untuk mendukung ketersediaan layanan finansial yang secara otomatus terhubung ke platform online dan offline, Bukalapak ingin mengembangkan BukaTabungan di atas infrastruktur yang cepat dan tangkas, aman, dan dengan skalabilitas tinggi.

Solusi nexus dari Standard Chartered memiliki repositori yang dibangun dengan menggunakan Amazon Simple Storage Service (Amazon S3), sebuah layanan penyimpanan objek, untuk menyimpan data terstruktur maupun tidak terstruktur dalam jumlah hingga satuan terabyte secara terpusat, termasuk informasi transaksi dan rekening nasabah. Dengan Amazon Relational Database Service (Amazon RDS), yang memudahkan penyiapan, pengoperasian, dan peningkatan ukuran database relasional di cloud, Standard Chartered nexus menarik data dari repositori, termasuk data riwayat keuangan dan kelayakan pelanggan, untuk menyediakan akses cepat dan mudah ke berbagai layanan keuangan melalui BukaTabungan dari Bukalapak. Sebagai contoh, pengguna BukaTabungan dapat dengan mudah mengajukan berbagai layanan keuangan dan menggunakannya untuk berbelanja di platform Bukalapak. Dengan memanfaatkan dukungan dari AWS Asia Pacific (Jakarta) Region, Standard Chartered nexus memudahkan Bukalapak untuk memenuhi persyaratan residensi data, dengan ketahanan tinggi, latensi rendah, dan toleransi kesalahan yang lebih besar.

“Dengan AWS, Standard Chartered nexus mampu menciptakan berbagai solusi yang inovatif dan mudah diakses bagi perusahaan-perusahaan seperti Bukalapak sekaligus menghadirkan layanan finansial yang penting untuk masyarakat Indonesia yang tidak terjangkau layanan perbankan,” jelas Mathias Faure, Chief Technology Officer, Standard Chartered nexus. “Melalui peluncuran BukaTabungan di AWS ini, masyarakat Indonesia akan mendapatkan akses mudah kepada layanan perbankan digital yang akan turut mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat, sekaligus mendukung Bukalapak untuk menciptakan pengalaman pelanggan yang lebih baik di platform e-commerce.”

“Sektor jasa finansial tengah berkembang pesat di seluruh kawasan Asia Tenggara, yang ditandai oleh – salah satunya – kemunculan lebih banyak perusahaan seperti Bukalapak yang ingin menawarkan layanan perbankan digital sebagai upaya mendorong akses masyarakat Indonesia kepada layanan finansial,” papar Gunawan Susanto, Country Manager AWS Indonesia. “Seiring dengan pertumbuhan industri e-commerce Indonesia, solusi-solusi praktis seperti layanan perbankan digital BukaTabungan kian berperan dalam mendorong inklusi finansial di seluruh negeri. Dengan kehadiran AWS Region di Jakarta, Standard Chartered dapat menyimpan data mereka di sini di Indonesia dan di saat yang sama menikmati manfaat dari standar keamanan terbaik yang dihadirkan oleh infrastruktur kelas dunia ini.”