Jayapura, BISKOM — Komunitas pers dan para pemangku kepentingan di Papua mendeklarasikan Kelompok Kerja (Pokja) Keselamatan Jurnalis Tanah Papua. Para deklarator terdiri atas perwakilan organisasi pers, masyarakat adat, Dewan Pers, tokoh agama, dan aparat penegak hukum.

Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Sasmito Madrim, menyambut baik pembentukan pokja tersebut. “Ini terobosan yang sangat bagus,” tuturnya di sela-sela Diskusi Kelompok Terarah Wilayah Timur untuk Pemetaan Keselamatan Jurnalis yang digelar oleh AJI dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah setempat di Jayapura, Papua, akhir pekan lalu (1/3) .

Sedangkan anggota Dewan Pers yang juga Ketua Komisi Kemitraan dan Infrastruktur Organisasi, Asep Setiawan, mengutarakan adanya pokja ini akan lebih menekankan dan memperkuat upaya untuk menjaga keselamatan insan pers. Tujuannya agar para jurnalis dapat melaksanakan tugas dengan baik dalam rangka membangun kemerdekaan dan demokrasi di Indonesia.

“Dewan Pers berharap tidak ada lagi oknum-oknum yang mengganggu para jurnalis saat melaksanakan tugasnya. Para jurnalis dalam melaksanakan tugasnya dilindungi oleh hukum,” kata Asep.

Asep yang juga wakil ketua Komisi Hukum dan Perundang-undangan Dewan Pers mengutarakan, adanya pokja ini merupakan salah satu kontribusi masyarakat dalam membangun pers di tanah Papua. Ia berharap, dengan kehadiran pokja tersebut indeks kemerdekaan pers di Papua akan semakin tinggi.

Pokja nantinya juga dapat berbagi pengalaman dan pelatihan dalam kiprahnya mengembangkan profesi di dunia jurnalisme. Ia yakin, dengan profesionalisme, jurnalis akan memberikan kontribusi memadai dalam membangun tanah Papua.

Menurut Ketua AJI Jayapura, Lucky Ireeuw, keselamatan jurnalis di Papua tidak hanya menjadi tanggung jawab perusahaan media setempat namun melibatkan semua pihak yang terkait. Ia memandang perlunya sinergitas semua pemangku kepentingan.

Ketua Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Papua, Eveerth Joumilena, percaya keberadaan pokja akan semakin memotivasi dan mendorong semangat para jurnalis untuk menjalankan tugasnya. Ia berharap tak ada lagi ancaman terhadap profesi jurnalis.

Sementara itu Ketua Ikatan Jurnalis Televisi (IJTI) Papua, Meirto Tangkepayung, sangat menghargai lahirnya pokja ini. “Pokja ini merupakan wadah setiap organisasi pers di Papua saling bekerja sama memperjuangkan kebebasan pers dan keselamatan jurnalis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat, ” paparnya. (***/Zul)