BISKOM, Bogor – Dukungan Arus Bawah Jokowi (ABJ) terhadap figur bakal calon Presiden Republik Indonesia masih menunggu komando dari Presiden Joko Widodo selaku Penasehat Utama ABJ. Hal itu ditegaskan Ketua Umum ABJ Michael F. Umbas saat menyampaikan sambutannya di depan Presiden Joko Widodo pada Rapat Kerja Nasional relawan Arus Bawah Jokowi di Hotel  Grand Savero Bogor, baru-baru ini (15/7/2023).

“Kalau sebelumnya temanya adalah Setia kawal Hingga Akhir, kini kami memilih tema Setia Kawal, Satu Komando Jokowi. Kemana kami menentukan pilihan, tunggu komando dan arahan bapak,” tegas Michael F. Umbas saat menyampaikan sambutannya. Sosok yang pernah berprofesi sebagai jurnalis di negeri Paman Sam ini menyatakan ABJ tidak salah memilih Joko Widodo sebagai pemimpin, terbukti dengan tingkat kepercayaan publik yang masih tinggi hingga saat ini.

Menanggapi sikap relawannya yang tetap setia menunggu satu komando, Presiden Joko Widodo langsung memberi apresiasi di awal sambutannya. Joko Widodo selaku Penasehat Utama ABJ mengaku senang atas sikap relawan ABJ yang mengikuti sarannya untuk tidak grasah-grusuh dalam situasi tahun politik yang masih belum jelas. ”Jadi kalau saya ditarik ke sana, ya, boleh enggak apa-apa senyum, tarik ke sini, ya, boleh senyum. Jangan kita terlalu ketarik ke dalam situasi, suasana tahun politik yang sampai saat ini, kita lihat semuanya belum jelas,” ujar Jokowi, di Rakernas ABJ.

Secara tegas Presiden mengatakan, koalisi partai belum terbentuk dengan jelas. ”Koalisinya siapa dengan siapa, partai mana dengan partai mana, belum jelas. Kalau koalisinya saja belum jelas, apa yang mau kita lakukan, ya, bekerja saja. Setuju? Bapak ibu bekerja saja nanti kalau saatnya sudah sampai, ya pasti akan tahu,” kata Presiden yang disambut riuh para pendukungnya.

Karena pasangan capres-cawapres juga belum jelas, Presiden meminta ABJ fokus bekerja. ”Cawapresnya siapa belum jelas. Capresnya, siapa cawapresnya? Masih belum jelas, bapak ibu milih, ya enggak? Jadi jangan ngejar-ngejar Pak Ketum (Ketua Umum ABJ) suruh nanya ke saya,” ungkap Presiden.

Pada kesempatan ini Presiden justru curhat ke para pendukungnya mengenai betapa sulitnya mengelola negara. Menurut Presiden, saat krisis covid-19 dan kemudian terjadi perang Rusia – Ukraina, ada negara di Eropa yang menaikan harga gas sampai 700 persen dan bahkan harga pangan sempat naik dua kali lipat. “Di Indonesia, harga BBM naik sepuluh persen saja demo selama tiga bulan,” tandas Jokowi.

Begitupun dengan persoalan kenaikan harga pangan di berbagai daerah, menurut Presiden sudah ditelusuri pemerintah mengenai penyebabnya. Presiden menjelaskan, kenaikan harga pangan itu ternyata karena masalah harga pupuk naik. “Dan setelah dicek bahan baku pupuk ternyata berasal dari Rusia dan Ukraina,” terang mantan Walikota Solo ini dengan mimic serius.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini juga menceritakan betapa sulitnya sebagai Presiden, dirinya harus segera bertindak ketika terjadi persoalan di masyarakat. Ia mengatakan, peternak ayam petelur pernah membuang-buang telur karena harga anjlok dan merugi. Untuk mengatasi itu, Jokowi menuturkan, pemerintah harus segera menstabilkan harga. “Kalau harga telur mahal ibu-ibu pasti teriak kan?,” kata Jokowi sambil bertanya kepada ibu-ibu relawan ABJ dan langsung diiyakan oleh ibu-ibu ABJ yang hadir.

Meski demikian, Jokowi menguraikan keberhasilan Indonesia bertahan dan keluar dari krisis di banding Negara-negara lain. “96 negara masuk jadi pasiennya IMF, karena saya sering ingin mendapatkan informasi dari IMF, dari bank dunia (World Bank), dari lembaga-lembaga dunia yang memiliki informasi penting, itu saya punya. Sehingga saya tahu bagaimana kondisi ekonomi global ini akan seperti apa dan dalam kondisi yang seperti apa,” jelasnya.

Jokowi kemudian berpesan kepada relawan ABJ agar tetap fokus bekerja. Jokowi meminta, agar para relawan tidak menambah dinamika dan intrik politik yang tidak perlu. Karena Jokowi sedang fokus menjaga agar perekonomian Indonesia bisa lebih stabil dan bertumbuh positif dibandingkan inflasi.

Sebelumnya, Ketua DPD ABJ Jawa Timur Eko Wahyudi diminta membacakan hasil rekomendasi ABJ dihadapan Presiden Jokowi bahwa sukarelawan ABJ masih eksis dan setia mendukung kepemimpinan Presiden Jokowi. ABJ menilai Jokowi terbukti berhasil menjawab amanat rakyat dan itu terbukti berdasarkan hasil survei sejumlah lembaga survei menunjukkan tingkat kepercayaan publik sangat tinggi mencapai angka 90 persen.

”Sejak Bapak Jokowi menyampaikan agar relawan ojo kesusu, jangan grasa-grusu, ABJ membuktikan loyal, setia mengikuti arahan tersebut dan tidak tergiur untuk melangkah secara agresif dalam menentukan pilihan politik sebelum ada perintah dan arahan Bapak sebagai penasihat utama ABJ,” ujar Eko saat membacakan hasil rekomendasi ABJ.

Sementara itu, curhat Persiden Jokowi ke relawan ABJ ini dan sikap tegasnya untuk belum menyatakan dukungan kepada salah satu bakal calon presiden diapresiasi Soegiharto Santoso yang diundang relawan ABJ selaku Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Pengusaha Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (DPP APTIKNAS) untuk menghadiri Rakernas ABJ.

“Pidato Presiden Jokowi ini memberikan penguatan kepada masyarakat Indonesia bahwa bangsa ini mampu melewati krisis yang melanda dunia. Itu adalah prestasi yang harus disyukuri semua pihak. Kita memiliki pemimpin yang pro rakyat. Presiden juga lebih memilih fokus bekerja ketimbang ditarik sana-sini untuk urusan calon presiden,” ujar Hoky sapaan akrabnya, usai memenuhi undangan panitia Rakernas ABJ.

Hoky juga menyampaikan apresiasi kepada relawan ABJ yang mampu menghadirkan Presiden Jokowi. “Presiden sangat menghargai kinerja relawan Arus Bawah Jokowi yang dipimpin Michael F. Umbas selaku Ketua Umum ABJ bersama Ary Nugroho selaku Sekretaris Jenderal ABJ, terbukti ditengah kesibukan Presiden yang sangat luar biasa, namun tetap menghadiri kegiatan Rakernas ABJ di Bogor.” kata Hoky.

“Jejak digital keberhasilan peran relawan ABJ di kegiatan sosial kemasyarakatan mudah ditemukan, termasuk membantu korban bencana alam di berbagai daerah patut diapresiasi. Karena itu wujud dukungan terhadap pemerintahan Jokowi tanpa diminta,” ungkap Hoky.

Hoky mengaku hadir bersama Heintje Mandagie selaku salah satu Waketum APTIKNAS memenuhi undangan karena ada beberapa pengurus ABJ merupakan pengurus dan anggota APTIKNAS diantaranya Veldy Reynold Umbas dan Daniel Frans Oematan.

“Saya bangga hadir di forum ini karena para pengurus dan anggota ABJ terdiri dari orang-orang profesional dan fokus bekerja di bidangnya masing-masing. Tidak terbawa arus politik dan murni hanya mendukung sosok Jokowi menjadi pemimpin yang amanah,” pungkasnya. (REP)