BISKOM, Jakarta – Kehadiran Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) di berbagai Provinsi di Indonesia merupakan bentuk perpanjangan tangan pemerintah dalam mengakselerasi pengembangan ekosistem syariah di Indonesia. Oleh karena itu, untuk memastikan keberhasilan akselerasi ini, KDEKS harus memadukan potensi daerah setempat dengan keunikannya masing-masing, sebagai upaya memperkuat ketahanan ekonomi wilayah dan mengurangi kesenjangan antarwilayah.

“Potensi lokal yang besar berpadu dengan semangat tinggi pemerintah daerah, sejatinya menjadi energi positif bagi lahirnya sumber pertumbuhan baru dan penguatan ketahanan ekonomi wilayah,” tutur Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin saat menghadiri Pengukuhan KDEKS Provinsi Kalimantan Timur di Odah Etam, Komplek Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Jl. Gajah Mada Nomor 2, Kecamatan Samarinda Ulu, Samarinda, Jumat (04/08/2023).

Lebih lanjut Wapres menyampaikan, melalui perpaduan potensi lokal, pertumbuhan ekonomi diyakini dapat lebih inklusif bagi masyarakat, dan dapat memberikan domino efek yang baik terhadap kehidupan warga setempat.

“Efek berganda juga akan muncul, yaitu pembangunan yang lebih menyebar ke pelosok NKRI, serta pertumbuhan ekonomi yang inklusif, merata dan berkelanjutan, demi merealisasikan visi Indonesia 2045,” papar Wapres.

Pada kesempatan yang sama, Wapres pun memberikan apresiasi atas sinergi yang dilakukan pemerintah daerah dengan para pemangku kepentingan melalui sejumlah program pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di wilayah ini.

“Sektor usaha UKM berbasis syariah giat didorong masuk di pasar global. Pelatihan dan pendampingan juga dilakukan secara sistematis, termasuk penguatan digitalisasi dan fasilitas sertifikasi halal,” imbuh Wapres.

Menutup sambutannya, Wapres berharap agar seluruh upaya baik yang telah dilakukan pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan ekonomi wilayah, dapat semakin diperkuat dengan kehadiran KDEKS Provinsi Kaltim sehingga penguatan tersebut dapat meluas ke ranah ekonomi syariah.

“Kiranya falsafah hidup Ruhui Rahayu yang dijadikan pedoman segenap penduduk Kalimantan Timur, dapat terpantul dalam sinergi kerja KDEKS,” imbau Wapres.

“Utamanya, guna mewujudkan masyarakat Kalimantan Timur yang bahagia, adil, makmur, aman, dan tenteram, yang diridai Allah SWT,” pungkasnya.

Sebelumnya, Gubernur Kaltim Isran Noor, menyampaikan apresiasi atas terbentuknya KDEKS Provinsi Kalimantan Timur. Ia berharap, kehadiran KDEKS dapat semakin memperkuat pertumbuhan ekonomi di Kaltim pada khususnya, dan di Indonesia pada umumnya.

“Selamat atas pengukuhan KDEKS Kalimantan Timur, selamat bekerja membantu pemerintah dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi dan pemulihan ekonomi masyarakat,” ucap Isran.

Sebagai informasi, KDEKS Provinsi Kalimantan Timur dibentuk berdasarkan Keputusan Gubernur Kalimantan Timur Nomor 100.3.3.1/K.581/2023, tanggal 31 Juli 2023, tentang Pembentukan Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah Provinsi Kalimantan Timur Periode Tahun 2023-2025.

Dalam keputusan tersebut, KDEKS Provinsi Kalimantan Timur bertugas untuk mempercepat, memperluas, dan memajukan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah dalam rangka memperkuat ketahanan ekonomi daerah. Selain itu, KDEKS juga bertugas untuk melaksanakan koordinasi dengan perangkat daerah/instansi di provinsi dan kabupaten/kota, serta dengan jajaran Komisi Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) dan melaporkan hasil pelaksanaan tugasnya kepada gubernur.

Hadir pula dalam acara ini, Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Alue Dohong, Pangdam VI/Mulawarman Tri Budi Utomo, Walikota Samarinda Andi Harun, Kepala BAZNAS Noor Achmad, Plt. Direktur Eksekutif KNEKS Taufik Hidayat, dan Jajaran Anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Kalimantan Timur.

Sementara Wapres didampingi oleh Ibu Hj. Wury Ma’ruf Amin, Kepala Sekretariat Wapres Ahmad Erani Yustika, Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Ekonomi dan Peningkatan Daya Saing Guntur Iman Nefianto, Deputi Bidang Administrasi Sapto Harjono W.S., Staf KHusus Wapres Masduki Baidlowi, Robikin Emhas, dan Zumrotul Mukaffa, serta Tim Ahli Wapres Farhat Brachma. (Juenda)