BISKOM, Jakarta – Menteri Sosial Tri Rismaharini mengajak penerima manfaat yang saat ini tengah merintis usaha agar menjangkau pasar kalangan menengah dan ekspor. Dengan menembus pasar “mampu”, akan memperluas pasar dan meningkatkan pendapatan. Senin 7 Agustus 2023.

Pernyataan ini disampaikan Mensos saat menjadi pembicara pada Special Talkshow Pahlawan Ekonomi Nusantara, PENA TV, Minggu (6/8).

Menurutnya, pembeli dari kalangan menengah tidak ragu membayar lebih untuk menikmati produk yang berkualitas. Oleh karena itu, PM dituntut untuk meningkatkan kualitas produk agar dilirik oleh lebih banyak pelanggan.

Salah satunya adalah dengan branding, mendaftarkan produk, dan mengurus legalitas usaha. “Kenapa saya ajari membuat branding merek karena kemasan menjadi penting.

Karena orang kaya itu melihat kemasannya bagus, kemudian mereknya bisa dipertanggungjawabkan maka mereka akan beli berapapun harganya,” kata Mensos.

Selanjutnya, PM diminta Mensos untuk mempelajari produk-produk layak ekspor dan mengikuti tren pasar saat ini.

Hal ini tentunya membutuhkan upaya yang lebih besar karena peraturan yang ketat.

“Misalnya, ukurannya harus disampaikan, tidak mengandung
bahan-bahan yang memang dilarang. Kemudian warna bungkusnya juga mereka juga yang akan menentukan,” ujar Mensos.

Mensos mencontohkan tren penggunaan plastik ramah lingkungan. Para PM harus peka pada perubahan dan tren agar tidak tertinggal.

PM diharapkan mampu membaca peluang pasar dan menarik pelanggan. Terutama jeli melihat segmen pembeli.

“Kita bisa buat dua merek atau dua produk yang mungkin hampir sama tapi ada sesuatu nilai lebih supaya bisa masuk ke kelompok menengah atas,” katanya.

Selama ini, Mensos mengamati banyak PM yang sudah puas dengan pelanggannya saat ini. Kerap kali penghasilan hanya cukup untuk makan. Untuk itu, Mensos memotivasi para PM untuk terus belajar dan tidak berpuas diri.

“Jangan lelah untuk belajar karena di situlah kemudian kita mendapatkan ilmu yang kita dapat sampai sukses,” kata Mensos.

Adapun PENA TV secara rutin hadir
ditengah-tengah penerima manfaat yang ingin menjadi pengusaha dengan memberikan tayangan-tayangan edukatif mengenai kita-kita merintis usaha.

Tidak hanya
membagikan tips, PENA TV juga menghadirkan narasumber berkualitas yang sepak terjangnya sudah diakui di dunia usaha kecil menengah.

Menariknya, para PM juga bisa mendapatkan feedback dari praktek atau kinerja penjualan langsung dari para ahli.

Selain itu, terdapat juga sesi bazaar online yang diisi oleh Sentra Kreasi Atensi (SKA) milik unit-unit pelaksana teknis. Di sini, para PM dapat mempraktekkan langsung bagaimana berjualan online.

Pada sesi minggu (6/8), Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung memamerkan produk-produk dari PM yang mereka bina.

PENA TV tidak hanya bisa diakses oleh penerima manfaat, namun masyarakat umum bisa bergabung melalui zoom, channel youtube, dan facebook. (Juenda)