BISKOM | Jakarta – Indonesia kembali menegaskan posisinya sebagai rumah masa depan kerukunan global saat Menag Nasaruddin Umar menyampaikan pesan harmoni dalam Dialog Kerukunan Lintas Umat Beragama di Jakarta, Sabtu (6/12/2025)

Menag menekankan kekaguman delegasi internasional terhadap tradisi toleransi Indonesia sebagai ekspresi iman sekaligus nilai kehidupan bersama.

la menjelaskan bahwa masa depan umat manusia tidak dapat dibangun melalui kompetisi destruktif, melainkan melalui kerukunan autentik antarumat beragama, di internal komunitas, serta sinergi kuat dengan pemerintah.

Menag menegaskan pentingnya ukhuwah insaniah sebagai landasan moral bangsa, sekaligus menekankan makna sosial kerukunan yang memperkuat hubungan kemanusiaan dan memperdalam tanggung jawab kolektif menjaga persatuan.

Ia juga menyoroti ekoteologi sebagai dimensi spiritual penting, menegaskan bahwa merusak bumi adalah pengkhianatan terhadap pesan langit, dan memelihara alam adalah wujud ibadah universal.

Baca :  JAM-Pidum Menyetujui 27 Pengajuan Penghentian Penuntutan Berdasarkan Restorative Justice

“Melukai air dan udara adalah menyalahi amanah Tuhan. Langit tidak meminta dipuja, tetapi dijaga,” ujar Nasaruddin, menggugah kesadaran ekologis masyarakat luas.

Menag mengapresiasi peran Forum Kerukunan Umat Beragama di seluruh daerah yang dianggap berhasil menjaga simpul sosial, namun mengingatkan tantangan polarisasi, ujaran kebencian, ekstremisme, hingga krisis lingkungan.

Menurutnya, keteguhan moral, kebijakan kolektif, dan nilai cinta adalah kunci merawat kerukunan. “Agama adalah cinta, dan cinta tidak mengenal sekat. Menyemai damai adalah zikir sosial,” tegas Nasaruddin.

Acara juga mencakup penandatanganan nota kesepahaman Kemenag dengan World Muslim League untuk memperkuat dialog lintas iman dan pengembangan umat Islam di tingkat global.

Nasaruddin menutup pesan dengan harapan agar Indonesia terus menjadi cahaya kerukunan dunia, menginspirasi bangsa lain melalui teladan toleransi yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.

Baca :  Pemeriksaan Imigrasi Jamaah Haji Diperketat Untuk Cegah Penyalahgunaan Visa

Reporter Thalia Febiola