BISKOM | Jakarta – Di tengah tekanan sektor energi dan logistik, PT Indah Prakasa Sentosa Tbk justru membalikkan kerugian menjadi laba positif hingga Kuartal III-2025.

INPS mengumumkan pemulihan kinerja keuangan dalam Paparan Publik Insidentil di Jakarta, Rabu (31/12/2025), menegaskan komitmen efisiensi sebagai respons strategis menghadapi tekanan industri.

Direktur Utama INPS Eddy Purwanto Winata menyampaikan pendapatan usaha mencapai Rp185,65 miliar per 30 September 2025, menurun secara tahunan, namun menunjukkan perbaikan fundamental yang terukur.

Paparan tersebut menjelaskan kinerja Perseroan sepanjang 2025, termasuk strategi efisiensi, pengelolaan kontrak distribusi BBM, serta arah bisnis 2026 di tengah dinamika pasar energi nasional.

Kontributor utama pendapatan berasal dari Agen BBM dan SPBU sebesar Rp95 miliar, disusul Transportasi dan Logistik Rp58,75 miliar, mencerminkan daya tahan segmen inti perusahaan.

Baca :  Sosok Ketiga Jadi Film Horor Naratif yang Kental nuansa Drama

Meski pendapatan tertekan, laba bruto tercatat Rp40,38 miliar dengan margin meningkat menjadi 21,75 persen, menandai keberhasilan pengendalian biaya dan perbaikan struktur operasional.

Eddy menegaskan efisiensi bukan sekadar penghematan, melainkan menjaga kesinambungan usaha, stabilitas mitra, serta keberlanjutan layanan energi di berbagai wilayah operasional.

“Tekanan bisnis kami jawab dengan disiplin biaya dan penguatan inti usaha,” ujar Eddy, menekankan pendekatan defensif yang tetap menjaga pertumbuhan jangka panjang.

Hasil strategi tersebut tercermin pada laba sebelum pajak yang berbalik positif Rp2,83 miliar, dibandingkan rugi Rp6,86 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pemulihan ini memberi dorongan psikologis bagi investor, karyawan, dan mitra distribusi yang menggantungkan keberlanjutan bisnis pada stabilitas Perseroan.

Baca :  Lenovo Gelar Reseller Gathering

Dari sisi neraca, total aset mencapai Rp254,09 miliar dengan perbaikan rasio likuiditas, menunjukkan kemampuan bertahan di tengah volatilitas sektor energi.

Manajemen menyebut 2026 sebagai momentum memperkuat volume distribusi, memilih kontrak bermargin optimal, serta memperluas jaringan logistik berkelanjutan.

Sepanjang 2025, saham INPS mencatat peningkatan signifikan, menarik sekitar 1.300 pemegang saham baru, seiring meningkatnya minat investor lokal.

Manajemen menegaskan pergerakan saham berada di luar kendali Perseroan, dengan komitmen penuh pada keterbukaan informasi sesuai ketentuan BEI.

Di tengah tekanan industri, INPS membuktikan disiplin keuangan dan fokus inti mampu mengubah tantangan menjadi momentum pemulihan berkelanjutan.

Reporter: ARIANTO