Abuya Hasan tokoh masyarakat Pulau Mandanging Sampang saat menyampaikan pandangan di Gelar Wicara Satu Data Masyarakat Adat HIMAS 2026 Jakarta.
BISKOM | Jakarta – Kementerian Kebudayaan bekerja sama dengan Badan Registrasi Wilayah Adat (BRWA) dan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) menggelar acara Gelar Wicara bertajuk “Satu Data Masyarakat Adat: Fondasi untuk Pengakuan, Pelindungan, dan Pemajuan Kebudayaan Masyarakat Adat” di Jakarta, Rabu (19/8/2026). Forum yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Masyarakat Adat Sedunia (HIMAS) 2026 ini menjadi pijakan penting dalam mengonsolidasikan data kebudayaan nasional.
Langkah pengintegrasian data tersebut dinilai mendesak untuk menjamin kepastian hukum serta pengakuan terhadap komunitas adat yang tersebar di wilayah kepulauan Indonesia.
Dorongan Penguatan Adat dari Pulau Terpencil
Momentum ini turut dimanfaatkan oleh para tokoh daerah untuk menyampaikan aspirasi langsung kepada pemerintah pusat. Abuya Hasan, tokoh masyarakat dari Pulau Mandanging (Pulau Kambing), Kabupaten Sampang, Madura, menyampaikan harapannya agar pemerintah memberi perhatian nyata pada pemajuan tradisi lokal.
Dalam keterangannya usai melakukan silaturrahim di sela-sela kegiatan, Abuya Hasan mengundang jajaran Kementerian Kebudayaan untuk berkunjung secara langsung ke wilayahnya. Kunjungan tersebut diharapkan mampu memperkokoh integrasi antara nilai adat dan ikhtiar para santri di daerah tersebut.
“Mari kita budaya tingkatkan, supaya apa… terdeteksi, didokumentasikan,” kata Abuya Hasan, tokoh masyarakat Pulau Mandanging, Kabupaten Sampang, saat ditemui awak media di lokasi acara, Rabu (19/8/2026).
Fondasi Pelindungan dan Inklusi Kebudayaan
Melalui keterbukaan pendataan dalam mekanisme Satu Data Masyarakat Adat, keberadaan tradisi serta hak-hak masyarakat lokal di pulau-pulau kecil dapat tercatat secara faktual. Dokumentasi yang valid tak sekadar mencegah klaim atau kepunahan warisan budaya, melainkan juga mempermudah hadirnya program pelindungan dari negara.
Sinergi antara pemerintah nasional, lembaga independen seperti BRWA, serta organisasi masyarakat sipil AMAN diharapkan mempercepat proses identifikasi wilayah adat di seluruh penjuru pelosok Nusantara.
Reporter: Lakalim Adalin
Editor: Arianto
#SatuDataMasyarakatAdat #HIMAS2026 #KementerianKebudayaan #MasyarakatAdat #BRWA #AMAN #PulauMandanging #Sampang #KebudayaanIndonesia #Madura





