BISKOM,Jakarta – BPHPI siap gelar peringatan 3 tahun kiprah dan Seminar Nasional di MA, soroti kepemimpinan hakim perempuan dan kecerdasan artifisial.

Badan Perhimpunan Hakim Perempuan Indonesia (BPHPI) di bawah naungan Pengurus Pusat Ikatan Hakim Indonesia (PP IKAHI) siap menggelar peringatan tiga tahun kiprahnya yang dirangkaikan dengan Seminar Nasional secara hybrid di Balairung Mahkamah Agung RI, Jakarta, pada Jumat (2/10) mendatang.

Kegiatan bertajuk “Refleksi Perjalanan 3 Tahun BPHPI” ini menjadi momentum penting untuk memotret berbagai capaian strategis hakim perempuan Indonesia sejak wadah ini resmi diluncurkan pada awal 2024.

Selain berfokus pada pengembangan karier, BPHPI aktif mendorong kebijakan progresif, seperti usulan persidangan ramah ibu hamil dan menyusui hingga gagasan judicial wellbeing bagi aparatur peradilan.

Baca :  Cashido Dari Taiwan Hadir di Pondok Indah

Sejalan dengan agenda nasional dalam Asta Cita ke-4 serta Rencana Aksi Nasional Pembangunan Kesetaraan Gender (RAN PKG), BPHPI menempatkan penguatan kepemimpinan perempuan sebagai instrumen vital dalam membangun tata kelola peradilan yang inklusif dan berkeadilan.

Rangkaian acara ini diisi dengan Seminar Nasional mengusung tema “Hakim Perempuan dalam Transformasi Peradilan Digital: Pemanfaatan Teknologi dan Kecerdasan Artifisial secara Etis dan Inklusif”.

Acara ini menghadirkan pakar hukum Universitas Padjadjaran, Prof. Dr. Hj. Efa Laela Fakhriah, S.H., M.H., dan ahli psikologi UI, Dr. Nathanael Enadus Johanes Sumampouw, M.PsI., Ph.D., serta melibatkan lembaga peradilan lintas lingkungan Peradilan Umum, Agama, Militer, dan TUN, bersama mitra internasional seperti AIPJ3, UNDP, ADB, dan UN Women.

Baca :  Menjadi Remote Worker JASATIK

Dukungan penuh ditunjukkan oleh Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama (Ditjen Badilag) MA RI melalui Surat Penugasan Nomor 2573/DJA/HM1.1.1/IX/2026.

Ditjen Badilag menginstruksikan seluruh hakim perempuan di lingkungan Peradilan Agama se-Indonesia untuk berpartisipasi aktif.

Sebanyak 19 perwakilan hakim perempuan peradilan agama, termasuk Ketua PTA Gorontalo Dr. Dra. Nur Djannah Syaf, S.H., M.H. dan Ketua PTA Semarang Dr. Rokhanah, S.H., M.H., ditugaskan hadir langsung di Jakarta, sementara ratusan hakim lainnya menyimak secara daring dari Command Center satker masing-masing.

Ketua Umum PP IKAHI, Prof. Dr. H. Yanto, S.H., M.H., bersama pimpinan Mahkamah Agung RI dijadwalkan memberikan keynote speech sekaligus membuka acara secara resmi.

Melalui agenda refleksi dan diskusi teknologi ini, Mahkamah Agung bersama IKAHI-BPHPI menegaskan komitmennya untuk menjadikan hakim perempuan sebagai pilar utama dalam mengawal transformasi digital dan integrasi Artificial Intelligence (AI) agar tetap menjunjung tinggi etika, kemanusiaan, serta keadilan bagi kelompok rentan.(Surame)