BISKOM,Jakarta – Pelaksanaan tahapan assessment center dibagi di dua lokasi. Sebanyak 13 peserta JPT Madya dijadwalkan mengikuti penilaian di Pusat Penilaian Kompetensi Badan Kepegawaian Negara (Puspenkom BKN) pada 9–13 November 2026.
Mahkamah Agung (MA) menyelenggarakan seleksi terbuka pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Madya dan Pratama Tahun Anggaran 2026 untuk mengisi 24 jabatan di lingkungan MA dan badan peradilan di bawahnya. Proses seleksi kini memasuki tahapan assessment center, yang dibuka oleh Hakim Agung Kamar Perdata yang juga Plt. Sekretaris MA, Dr. Sobandi, S.H., M.H., pada Rabu (4/11/2026).
24 jabatan yang akan diisi tersebut mencakup Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama, Direktur Pembinaan Tenaga Teknis Peradilan Agama, Inspektur Wilayah I Badan Pengawasan, serta Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Teknis Peradilan. Selain itu, seleksi mencakup sejumlah jabatan sekretaris pengadilan tingkat banding dan pengadilan negeri kelas IA khusus.
Dalam sambutannya, Sobandi menekankan bahwa seleksi ini bertujuan menjaring pemimpin yang kompeten, berintegritas, dan mampu membawa organisasi ke arah yang lebih baik. Ia juga mengingatkan pentingnya terus belajar untuk menghadapi perubahan dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
“Jabatan yang tinggi adalah amanah, bukan hak istimewa. Semakin tinggi posisi seorang pemimpin, semakin besar pula godaan dan tanggung jawab yang dipikulnya,” ujar Sobandi.
Untuk itu, Mantan Kepala Badan Urusan Administrasi itu meminta para peserta untuk memegang teguh dua pilar utama yang menjadi ukuran moral dan profesionalisme, yaitu integritas dan pembelajaran berkelanjutan.
13 Peserta Mengundurkan Diri
Pada kesempatan yang sama, Kepala Biro Kepegawaian MA, Sahlanudin, S.Ag., S.H., M.H., dalam laporan kegiatannya menyampaikan bahwa seleksi terbuka ini diikuti 291 pelamar. Sebanyak 227 peserta lulus seleksi administrasi, terdiri atas 13 peserta JPT Madya dan 214 peserta JPT Pratama.
Berdasarkan rekapitulasi terbaru, sebanyak 203 peserta mengikuti tahapan assessment center, terdiri atas 13 peserta JPT Madya dan 190 peserta JPT Pratama. Sebanyak 11 peserta JPT Pratama tidak perlu mengikuti penilaian kembali karena telah memiliki hasil asesmen dalam tiga tahun terakhir, sedangkan 13 peserta mengundurkan diri.
Pelaksanaan tahapan assessment center dibagi di dua lokasi. Sebanyak 13 peserta JPT Madya dijadwalkan mengikuti penilaian di Pusat Penilaian Kompetensi Badan Kepegawaian Negara (Puspenkom BKN) pada 9–13 November 2026.
Sementara itu, penilaian bagi 190 peserta JPT Pratama berlangsung di Unit Penilaian Kompetensi (Assessment Center) Mahkamah Agung RI pada 4–7 November 2026.
Pelaksanaan penilaian kompetensi melibatkan asesor dari Mahkamah Agung, Kementerian Pekerjaan Umum, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, serta Badan Kepegawaian Negara.(Surame)









