BISKOM,Jakarta – Seluruh tim penyusun segera melaksanakan pembahasan intensif hingga Rabu (4/11).Mahkamah Agung (MA) bersiap menghadapi puncak akuntabilitas kinerjanya. Berdasarkan agenda resmi, Sidang Istimewa Laporan Tahunan (Laptah) MA Tahun 2026 dijadwalkan akan dihelat pada Selasa, 2 Februari 2027 mendatang, di Balairung, Gedung MA.
Guna menyongsong agenda akbar tersebut, rangkaian Rapat Penyusunan Buku Laptah 2026 resmi dibuka di Hotel Sari Pacific, Jakarta, pada Senin (2/11). Membuka kegiatan ini secara resmi, Ketua Muda Pembinaan MA, Dr. Syamsul Ma‘arif, S.H., LL.M., Ph.D., membakar semangat tim penyusun melalui pesan moral yang tajam.
Di hadapan Pejabat Eselon I, para Pejabat Eselon II, koordinator tim kerja, serta puluhan peserta rapat yang hadir, Ketua Muda Pembinaan MA itu menegaskan, dokumen Laptah bukanlah sekadar tumpukan angka statistik perkara atau laporan administratif birokrasi biasa.
“Buku Laporan Tahunan ini bukan sekadar hitungan angka atau barisan kata, melainkan jejak nurani peradilan. Sebab di mana keadilan berdiri tegak dan luhur, di sanalah kemakmuran bangsa menemukan tempatnya berlabuh,” tegas Syamsul.
Membongkar Makna Tema Besar: “Peradilan Luhur Indonesia Makmur”
Mengusung tema resmi berdasarkan Keputusan Ketua MA Nomor 220/KMA/SK.HM3.1.3/X/2026, Syamsul mengajak seluruh jajaran untuk meresapi filosofi di balik.
“Peradilan Luhur Indonesia Makmur”.
Dalam pemaparannya, Hakim Agung Kamar Perdata itu menguraikan hubungan kausalitas yang kuat antara kualitas penegakan hukum dan kesejahteraan bangsa.
Kata “luhur” merepresentasikan keluhuran moral, integritas tanpa kompromi, serta kemandirian institusional aparatur peradilan sebagai pilar utama penegakan kebenaran substantif.
Kata “makmur” diletakkan sebagai muara teleologis dari kepastian hukum di mana peradilan yang bersih dan berwibawa bertindak sebagai katalisator untuk menciptakan investasi sehat, iklim sosial-ekonomi berkeadilan, hingga perlindungan hak masyarakat secara merata.
Empat Instruksi Strategis untuk Tim Penyusun
Menyongsong Sidang Istimewa Laptah yang dijadwalkan pada 2 Februari 2027 mendatang di Balairung Gedung MA, Syamsul menginstruksikan agar waktu efektif selama tiga hari, yakni 2 – 4 November 2026, dimanfaatkan secara optimal dengan tetap mengedepankan kualitas hasil.
Berikut empat instruksi strategis yang ditekankan oleh Syamsul kepada tim penyusun:
Analisis Kritis & Berbasis Data Valid: laporan harus mampu memotret dinamika penegakan hukum secara jujur, objektif, serta merekam lompatan reformasi peradilan sekaligus ruang perbaikan yang ada.
Estetika dan Kualitas Narasi Tinggi: dokumen wajib tampil tajam, elegan, serta komunikatif agar mudah dipahami oleh publik, akademisi, hingga pemangku kepentingan internasional.
Integritas dan Disiplin
Kolektif: mengingat padatnya jadwal pleno hingga sidang komisi, seluruh tim diimbau untuk mengedepankan soliditas dan meletakkan kepentingan institusi di atas segalanya.
Substansi Tematik & Indikator Strategis: Laptah 2026 wajib menghadirkan data khusus yang berkorelasi dengan tema utama mulai dari penguatan public trust, dukungan kepastian hukum investasi, penyelesaian sengketa strategis, hingga analisis penegakan disiplin (Kumdis) dan pembenahan infrastruktur IT.
Dengan dibukanya rapat tersebut, seluruh tim penyusun segera melaksanakan pembahasan intensif hingga Rabu (4/11), guna menghasilkan Laptah yang akurat secara yuridis dan bermartabat di mata publik.(Surame)









