BISKOM | Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggelar konferensi pers di Jakarta, Rabu (28/01/2026), membahas hasil strategis dan tindak lanjut keikutsertaan KKP dalam World Economic Forum Annual Meeting 2026 di Davos, Swiss.

KKP menegaskan partisipasi pada WEF Davos berlangsung 22 Januari 2026, dipimpin Menteri Sakti Wahyu Trenggono, mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam agenda global bersama para pemimpin dunia dan CEO internasional.

Staf Ahli Menteri KKP Bidang Ekologi dan Sumber Daya Laut, Hendra Yusran Siry, menjelaskan WEF ke-56 mengusung tema Spirit of Dialogue, menekankan dialog lintas negara di tengah ketegangan geopolitik, fragmentasi ekonomi, dan disrupsi teknologi.

Forum global tersebut dihadiri sekitar 3.000 peserta dari 130 negara, melibatkan hampir 65 kepala negara, ratusan pemimpin politik, serta 550 CEO global dari sektor strategis dan teknologi, termasuk perusahaan AI terkemuka.

Baca :  Gus Halim Tegaskan NU Berperan Penting Dalam Proses Kemerdekaan RI

Tahun ini Davos mengangkat konsep Blue Davos, menyoroti air sebagai isu utama dunia, mulai dari pengelolaan air tawar, keamanan pangan biru, hingga penguatan ekonomi laut berkelanjutan di tengah krisis iklim.

Hendra menekankan pemanasan laut meningkat empat kali lipat, mengancam biota dan ekosistem, sementara nilai ekonomi perairan global mencapai 58 triliun dolar AS, namun investasi masih sangat rendah.

Dalam forum Velocity of Blue Economy, Menteri Trenggono menyoroti percepatan ekonomi biru tanpa regulasi berlebihan, menekankan keseimbangan antara investasi, keberlanjutan, dan perlindungan ekosistem laut.

KKP juga menggelar side event bersama OceanXplorer, menghadirkan tokoh global seperti Ray Dalio, OceanX, pelaku industri, hingga utusan khusus PBB untuk urusan laut, membahas riset dan kolaborasi lintas sektor.

Baca :  Acer Swift X 16 Miliki Prosesor Seri AMD Ryzen 7040 dan GPU Seri NVIDIA GeForce RTX 40

Pada rangkaian bilateral eksklusif, Menteri KKP bertemu pemimpin perbankan global, pelaku maritim internasional, hingga Pangeran Albert dari Monako, memperkuat jejaring strategis kelautan dunia.

Momen penting terjadi saat penandatanganan Letter of Intent antara KKP dan World Economic Forum, disaksikan Presiden Prabowo, serta penandatanganan MoU dengan Ray Dalio terkait kerja sama kelautan.

Presiden Prabowo dalam pidatonya di Davos menekankan visi Prabowonomics, pembangunan kampung nelayan modern, serta menjadikan Indonesia sebagai pusat maritim dan kelautan Asia.

Sementara itu, Staf Khusus Menteri KKP Doni Ismanto Darwin menambahkan, WEF 2026 menjadi momentum awal pengenalan Ocean Impact Summit, forum internasional yang akan digelar di Bali pada Juni 2026.

Baca :  Ketua Mahkamah Agung Lantik Panitera Muda Perkara Pidana dan Panitera Muda Perkara Perdata Khusus

Ocean Impact Summit dirancang bertepatan dengan Hari Laut Sedunia dan Coral Triangle Day, menghadirkan kepala negara kepulauan, NGO internasional, pelaku industri, dan komunitas global kelautan.

Doni menegaskan Ocean Impact Summit akan menjadi panggung diplomasi laut Indonesia, mempertemukan sains, bisnis, dan kebijakan untuk memperkuat ekonomi biru berkelanjutan.

KKP juga memanfaatkan Paviliun Indonesia di WEF untuk mempromosikan konsep pangan biru, membagikan literasi menu protein laut sebagai solusi pangan masa depan.

Langkah KKP dari Davos hingga Bali menegaskan ambisi Indonesia menjadikan laut sebagai kekuatan ekonomi, diplomasi, dan masa depan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Reporter: Lakalim Adalin 

Editor: Arianto