Pelayanan nasabah UMKM dan penyaluran KUR PT Bank Rakyat Indonesia Persero Tbk.

BISKOM | Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mencatatkan total aset konsolidasian tumbuh 7,2 persen secara tahunan mencapai Rp2.250 triliun pada Triwulan I 2026. Capaian kinerja positif ini didorong oleh akselerasi transformasi BRIvolution Reignite sebagai bagian dari ekosistem Danantara Indonesia, sebagaimana disampaikan Direktur Utama BRI Hery Gunardi dalam keterangan tertulis. 

Penguatan Pendanaan dan Ekspansi Kredit Sektor Produktif

Pertumbuhan aset perseroan ditopang oleh perluasan penyaluran kredit dan pembiayaan yang meningkat 13,7 persen YoY menjadi Rp1.562 triliun, dengan perolehan laba bersih konsolidasian sebesar Rp15,5 triliun. 

Di sisi penghimpunan dana, Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp1.555,1 triliun atau tumbuh 9,4 persen. Kinerja pendanaan ini berhasil menekan biaya dana (cost of fund) dari 2,98 persen pada Triwulan I 2025 menjadi 2,33 persen pada Triwulan I 2026.

Baca :  Ibu Presiden Jokowi Tutup Usia

Transformasi BRIvolution Reignite berfokus pada pilar Transform the Funding Franchise guna memperkuat struktur pendanaan berbasis dana murah (CASA) dan transaction banking. 

Selain itu, pilar Revamp Existing Core and Build New Core difokuskan untuk memperkuat penyaluran kredit mikro serta membangun consumer banking sebagai mesin pertumbuhan baru, dengan dukungan enam enabler.

“BRIvolution Reignite dirancang untuk memastikan BRI mampu tumbuh semakin sehat, efisien, dan berdaya saing, sekaligus tetap konsisten menjalankan perannya sebagai bank yang berpihak pada ekonomi kerakyatan,” kata Hery Gunardi.

Kontribusi pada Program KUR dan Penyediaan Hunian Nasional

Melalui efisiensi tersebut, BRI memperluas penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga akhir Juni 2026 mencapai Rp103,81 triliun kepada 2 juta UMKM. Sektor pertanian mendominasi dengan 869.285 debitur (42,68 persen), disusul sektor perdagangan sebanyak 647.440 debitur (32,34 persen).

Baca :  BUMN Pangkas 250 Entitas, IFG Ikut Sederhanakan 12 Anak Perusahaan

Pada pembiayaan perumahan, penyaluran KPR Subsidi BRI mencapai Rp18,39 triliun kepada lebih dari 134 ribu debitur. Sekitar 97 persen dialokasikan via Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang menjangkau 131 ribu debitur, dengan realisasi sepanjang 2026 hingga Juni mencapai 19.075 unit. 

Sementara itu, penyaluran Kredit Program Perumahan (KPP) hingga 19 Juli 2026 menembus Rp10,7 triliun atau 89 persen dari target Rp12 triliun.

Chief Operating Officer Danantara Indonesia Dony Oskaria mengapresiasi transformasi BUMN yang berorientasi jangka panjang sejalan arahan Presiden Prabowo Subianto. 

“Yang membedakan sebetulnya seorang CEO dengan seorang manajer itu adalah komitmennya dia terhadap keberlanjutan daripada sebuah perusahaan,” ujar Dony.

Penulis: Lakalim Adalin 

Baca :  Kejaksaan Agung Memeriksa 5 Orang SaksiTerkait Perkara BAKTI Kementerian Komunikasi dan Informatika Dalam Perkara TPK dan TPPU

Editor: Arianto 

#BRI #BRIvolutionReignite #DanantaraIndonesia #KinerjaBRI #Kurbri #KPRFlpp #SahamBBRI #BUMNUntukIndonesia #EkonomiKerakyatan #PerbankanIndonesia