BISKOM,Jakarta – Anggota Komite I DPD RI, Aanya Rina Casmayanti, S.E., melakukan kunjungan kerja dan silaturahmi ke Markas Polda Jawa Barat pada Senin (27/7/2026) dalam rangka kegiatan reses sekaligus membahas berbagai persoalan strategis yang tengah dihadapi masyarakat Jawa Barat, khususnya di bidang keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Kunjungan tersebut diterima oleh jajaran Polda Jawa Barat, di antaranya Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Pipit Rismanto, Wakapolda Jawa Barat Brigjen Pol. Adi Vivid dan Pejabat Utama (PJU) Polda Jabar.
Pertemuan berlangsung dalam suasana dialogis dengan membahas berbagai isu keamanan, penanganan kriminalitas, hingga penguatan kolaborasi antara DPD RI dan Polda Jabar.
Dalam pertemuan tersebut, Aanya Rina Casmayanti menyoroti meningkatnya angka kriminalitas yang belakangan menjadi perhatian masyarakat, seperti aksi begal dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor).
Menurutnya, kondisi tersebut membutuhkan sinergi yang lebih kuat antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Wakapolda Jawa Barat Brigjen Pol. Adi Vivid Agustiadi Bachtiar menyampaikan bahwa Polda Jawa Barat terus berupaya maksimal dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat melalui berbagai langkah preventif maupun penegakan hukum.
Salah satu isu yang turut dibahas adalah maraknya ajakan atau sayembara menangkap pelaku kejahatan yang beredar di media sosial.
Dalam kesempatan itu dijelaskan bahwa masyarakat tidak diperkenankan melakukan tindakan main hakim sendiri atau memburu pelaku secara sembarangan.
Masyarakat hanya dapat melakukan tindakan apabila pelaku tertangkap tangan, kemudian segera menyerahkannya kepada aparat kepolisian untuk diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
“Dalam sayembara bukan berarti tugas penangkapan ada di masyarakat, hal ini harus di luruskan masyarakat itu hanya menyerahkan saja apabila terduga pelaku kriminal tertangkap tangan dan jangan main hakim sendiri”. ujar Adi Vivid.
Selain itu, dibahas pula kondisi riil di lapangan mengenai keterbatasan jumlah personel kepolisian dibandingkan dengan jumlah penduduk di Jawa Barat.
Oleh karena itu, diperlukan dukungan dan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan.
Dalam pertemuan tersebut, Aanya Rina Casmayanti juga mengajak Polda Jawa Barat untuk berkolaborasi dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI dengan memasukkan materi mengenai pencegahan tindak kriminal terhadap perempuan, seperti kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), kekerasan seksual, hingga edukasi mengenai perlindungan perempuan dan anak.
Menurutnya, edukasi kepada masyarakat menjadi langkah penting untuk mencegah terjadinya berbagai bentuk kekerasan sejak dini.
Aanya juga menyoroti kasus penyekapan dan dugaan kekerasan terhadap seorang perempuan bernama Yuvita yang sempat menjadi perhatian publik secara nasional.
Kasus tersebut dinilai menjadi pengingat bahwa perlindungan terhadap perempuan harus menjadi perhatian bersama seluruh pemangku kepentingan.
Dalam kesempatan tersebut, Aanya Rina Casmayanti menjelaskan bahwa kunjungan kerja tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan tugas reses sebagai Anggota DPD RI untuk menghimpun berbagai aspirasi dan persoalan yang berkembang di tengah masyarakat Jawa Barat.
Ia juga memperkenalkan program Command Center Teh Aanya (CCTA) sebagai wadah pelayanan masyarakat yang diharapkan mampu menjadi jembatan komunikasi antara warga dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk aparat penegak hukum.
Aanya berharap Command Center Teh Aanya dapat menjadi mitra strategis Polda Jawa Barat dalam menerima laporan, menyerap aspirasi masyarakat, serta mendukung upaya menciptakan keamanan dan ketertiban di Jawa Barat.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Subbagian Protokol, Komunikasi Publik, Data dan Informasi kantor DPD RI di Ibukota Provinsi Jawa Barat, Andri Munandar turut menyampaikan harapannya agar Command Center Teh Aanya mendapatkan dukungan dari Polda Jawa Barat sehingga keberadaannya semakin dikenal masyarakat dan mampu memberikan manfaat yang lebih luas melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.
Kapolda pun menyambut baik program Command Center Teh Aanya dan terbuka untuk melakukan kolaborasi.
“Bisa saja ada kasus yang belum sempat kami cover bisa lapor ke Bu Aanya.
Siapa pun yang berniat baik menjaga Jawa Barat tentu kami terbuka,” pungkasnya.(Surame)









