Prof Dr Daniel Murdiyarso saat menyampaikan sambutan dalam acara pengusulan Pahlawan Nasional Achmad Mochtar.

BISKOM | Jakarta – Pengusulan Prof. Dr. Achmad Mochtar sebagai Pahlawan Nasional resmi didorong oleh Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) bersama Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) melalui sebuah seminar nasional di Jakarta. Selasa (4/8/2026). Langkah kolaboratif lintas lembaga ini bertujuan memperjuangkan penghormatan resmi bagi martir ilmu pengetahuan yang mengorbankan nyawanya pada masa pendudukan Jepang.

Pahlawan Sains: Dorongan Pengusulan Prof Achmad Mochtar Sebagai Pahlawan Nasional

Ketua AIPI, Prof. Dr. Daniel Murdiyarso, menegaskan bahwa pengusulan ini bukan sekadar mengejar gelar formalitas. Inisiatif tersebut merupakan momentum penting untuk mengangkat keteladanan ilmuwan dalam dunia sains, kepedulian sosial, dan kemanusiaan bagi generasi muda.

Baca :  3 Mekanisme Blokir Akun Media Sosial, Salah Satunya Libatkan AI

Catatan sejarah merekam pengorbanan Prof. Achmad Mochtar pada 3 Juni 1945. Beliau rela menyerahkan dirinya untuk dieksekusi oleh tentara Jepang demi melindungi ratusan peneliti dan pemuda Indonesia di Lembaga Eijkman. Peristiwa ini membuktikan bahwa dedikasi sains tidak terbatas di ruang laboratorium, melainkan memiliki keberpihakan nyata pada kedaulatan bangsa.

Kendati demikian, proses pengusulan Prof Achmad Mochtar sebagai pahlawan nasional menghadapi hambatan birokrasi dan administrasi yang memakan waktu lama. Usulan yang diinisiasi Pemda Provinsi Sumatera Barat ini mendapat pendampingan dari Tim DKI Jakarta, FKUI, serta AIPI sesuai mandat Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1990.

“Proses ini membutuhkan keterlibatan krusial dari Kementerian Kebudayaan serta Kementerian Sosial untuk meloloskan persyaratan formal,” ujar Prof. Dr. Daniel Murdiyarso.

Baca :  Indonesia Game Experience (IGX) 2024: Festival Gaming Terbesar di Indonesia

Redefinisi Makna Perjuangan Bangsa

Sementara itu, Dekan FKUI Prof. Dr. dr. Anna Rozaliyani, MBiomed, SpP(K), yang mewakili Rektor Universitas Indonesia (UI), menyampaikan bahwa agenda ini menjadi momen redefinisi makna kepahlawanan. Menurutnya, sosok pahlawan tidak hanya lahir dari medan pertempuran militer, melainkan juga dari dedikasi tinggi di bidang kesehatan dan ilmu pengetahuan.

Sebagai institusi kedokteran tertua yang memiliki rekam jejak selama 177 tahun, FKUI berkomitmen merawat sejarah perjuangan bangsa. Upaya pelestarian ini dikuatkan melalui peran unit khusus Historia Medica FKUI yang digagas oleh Dr. Pompong Isa Bahardur bersama tim.

Seminar pengusulan ini turut dihadiri Menteri Kebudayaan Prof. Dr. dr. Fadli Zon, perwakilan Kementerian Sosial, serta jajaran Guru Besar UI. Sinergi antar-lembaga ini bertujuan menghimpun informasi serta menyempurnakan naskah akademik sebelum diserahkan ke tingkat Pimpinan Nasional, sekaligus menjadi ikhtiar membangun karakter generasi muda menuju visi Indonesia Emas.

Baca :  Penyitaan Uang Tunai Senilai Rp372 Milliar dalam Perkara PT Duta Palma Korporasi

Reporter: Lakalim Adalin 

Editor: Arianto 

#ProfAchmadMochtar #PahlawanNasional #PahlawanSains #AIPI #FKUI #LembagaEijkman #SejarahIndonesia #FadliZon #PahlawanKesehatan #IndonesiaEmas