Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar bersama pimpinan 10 daerah dalam Forum Investasi Kunci Bersama 2026 di Jakarta.
BISKOM | Jakarta – Pemerintah 10 kabupaten dan kota perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah menggelar Forum Investasi Kunci Bersama 2026 di Jakarta pada Senin (27/7/2026) guna menjaring investasi nasional menuju Indonesia Emas 2045. Inisiatif lintas batas ini mencakup Kabupaten Kuningan, Cirebon, Kota Cirebon, Ciamis, Cilacap, Brebes, Kota Banjar, Majalengka, Pangandaran, hingga Indramayu.
Tiga Agenda Strategis Pasca-Summit
Sinergi kawasan ini memfokuskan tiga agenda utama untuk menggerakkan roda ekonomi daerah. Kerja sama pascasummit diawali dari pemenuhan pasokan pangan daerah penyuplai ke DKI Jakarta, mencakup hasil pertanian dan perikanan secara berkesinambungan.
Di samping itu, penguatan fungsi Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati menjadi prioritas seluruh kepala daerah. Sepuluh pemerintah kabupaten dan kota bersepakat mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas penerbangan tersebut, baik untuk logistik maupun mobilitas kawasan.
Agenda ketiga berfokus pada kolaborasi aktif bersama Kadin Indonesia untuk menggaet konglomerat serta investor berskala nasional. Sektor manufaktur, bentang alam pertanian, hingga agrowisata menjadi komoditas unggulan yang ditawarkan secara terbuka.
Obral Kemudahan Perizinan dan Upah Kompetitif
Guna menjaring pemodal, sepuluh bupati menyepakati pemberian “karpet merah” berupa kemudahan izin investasi Jabar Jateng. Proses perizinan disederhanakan, didukung kepastian legal formal melalui Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang telah tuntas.
“Sektor UMK kami sangat kompetitif, rata-rata Rp2,2 juta sampai Rp2,4 juta, jauh di bawah Jabodetabek yang mencapai Rp5,5 juta hingga Rp6 juta. Ketersediaan SDM kami juga siap berkompetisi dengan sehat,” ujar Dian Rachmat Yanuar, Bupati Kuningan, kepada awak media di Jakarta, Senin (27/7/2026).
Dukungan Kadin dan Rencana Pengembangan BIJB
Dukungan penuh mengalir dari dunia usaha nasional. Kadin Indonesia siap mengawal masuknya investasi dari sejumlah grup konglomerasi besar seperti Sinar Mas untuk mempercepat daya beli dan pembukaan lapangan kerja baru.
Transformasi Penerbangan Umrah dan MRO
Pengembangan BIJB Kertajati bakal diperluas mencakup fasilitas bengkel pesawat (MRO/hangar hubless) serta layanan keberangkatan Umrah dan Haji. Kadin mengingatkan pentingnya kepastian hukum serta efisiensi regulasi agar iklim investasi berjalan cepat, tepat, dan cermat.
Langkah terintegrasi ini diharapkan memperkuat posisi kawasan perbatasan sebagai hub ekonomi baru yang inklusif dan berkelanjutan di Pulau Jawa.
Reporter: Lakalim Adalin
Editor: Arianto
#KunciBersamaSummit2026 #InvestasiJabarJateng #BandaraKertajati #KadinIndonesia #BupatiKuningan #EkonomiPerbatasan #InvestasiInklusif #UMKKompetitif #BIJBKertajati #IndonesiaEmas2045



