BISKOM | Jakarta – PT Island Concept Indonesia Tbk (ICON) membukukan pendapatan bersih sebesar Rp59,03 miliar pada kuartal I 2026, meningkat dibandingkan Rp54,32 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Direktur ICON Octavianus Kuntjoro menyampaikan capaian keuangan tersebut dalam pelaksanaan Public Expose di Jakarta, Jumat (31/7/2026).

Pemulihan Kinerja Keuangan dan Penekanan Rugi Usaha

Pertumbuhan pendapatan bersih perseroan mendorong kenaikan laba bruto menjadi Rp5,36 miliar dari posisi sebelumnya sebesar Rp4,64 miliar. Meskipun beban usaha tercatat mengalami kenaikan tipis menjadi Rp5,46 miliar dari Rp5,44 miliar, perseroan berhasil menekan rugi usaha secara signifikan menjadi Rp98,86 juta dari rugi usaha Rp795,18 juta pada periode sama tahun lalu.

Baca :  Sertifikat BNSP untuk Anggotanya Telah Terbit, PPWI Ucapkan Selamat kepada Peserta SKW

Di samping itu, pendapatan lain-lain bersih tercatat sebesar Rp102,39 juta, sementara laba sebelum pajak berhasil diraih sebesar Rp3,52 juta setelah sebelumnya menderita rugi sebelum pajak Rp607,55 juta. 

Perseroan juga mencatat penurunan rugi tahun berjalan menjadi Rp196,63 juta dari Rp671,89 juta, yang secara langsung menekan rugi per saham menjadi Rp0,16 dari Rp0,59.

Posisi neraca perseroan per 31 Maret 2026 mencatat total aset sebesar Rp368,47 miliar, naik tipis dari Rp368,37 miliar per 31 Desember 2025. Pada periode yang sama, jumlah liabilitas tercatat sebesar Rp144,75 miliar, sedikit meningkat dari posisi akhir tahun lalu sebesar Rp144,46 miliar.

Rencana Kerja dan Strategi Optimasi Anak Usaha

Baca :  JAM-Pidum Menyetujui 7 Pengajuan Penghentian Penuntutan Berdasarkan Restorative Justice

Menghadapi tahun 2026–2027, entitas anak PT Patra Supplies & Services menetapkan target pendapatan sebesar Rp238 miliar dan berpeluang ditingkatkan hingga Rp274 miliar seiring peningkatan aktivitas kerja. 

Unit bisnis ini mengencangkan efisiensi melalui optimalisasi tenaga kerja, standardisasi bumbu rasa, pengurangan air kemasan via penggunaan tumbler, serta eksplorasi kendaraan listrik untuk meminimalkan risiko kenaikan BBM.

Pada sektor properti, PT Bhumi Lestari Makmur yang belum mencatat penjualan unit Villa maupun Kondotel hingga Maret 2026 terus melakukan pendekatan ke calon investor. 

Manajemen memfokuskan opsi akuisisi atau pembelian aset secara keseluruhan dengan memperhitungkan efisiensi skema pajak. 

Sementara itu, PT SSB tengah menjajaki kerja sama investor guna mengoperasikan Locca Sea House dengan fokus utama menggarap pasar MICE dan wedding market.

Baca :  Pendapatan Seagate Naik 12%

Reporter: Lakalim Adalin 

Editor: Arianto 

#ICON #IslandConceptIndonesia #SahamICON #KinerjaKeuangan #PublicExpose #PasarModal #BursaEfekIndonesia #LoccaSeaHouse #PropertiIndonesia #SahamIndonesia

  Â