Home Blog Page 1000

Telah Terbit BISKOM Edisi Juli 2010

0

Majalah BISKOM kali ini menampilkan Direktur Jenderal Postel Kementerian Kominfo, Muhammad Budi Setiawan, (Terima kasih kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika yang turut mendukung Majalah BISKOM).

Dalam kesempatan ini, kami sekaligus menawarkan kepada seluruh pembaca untuk bekerjasama saling menguntungkan dengan Majalah BISKOM, baik berupa pengiriman artikel TI, mengadakan seminar, workshop dan pameran serta kegiatan-kegiatan lainnya yang berkaitan dengan dunia TI.

Topik menarik Majalah BISKOM Edisi Juli 2010 diantaranya:

• COVER STORY: Dirjen Postel Kemkominfo, Muhammad Budi Setiawan, IIPv6 Dukung Pengembangan Industri Konten

• FIGURE:
* Teddy Sukardi, PANDI Siap Implementasikan IPv6
* Jumain Appe, e-Proc, Bagian dari Reformasi Birokrasi

• HEADLINE:
* LTE Atau WiMax?
* Gempuran Gadget Hingga Jaringan 4G

• FOCUS:
* Indonesia Siapkan Regulasi LTE
* Berbagai Tantangan Untuk 4G
* Menuju CLOUD COMPUTING
* RPM Konten Multimedia, Antara Pro dan Kontra

• BROWSING:
* Baca iPad Lebih Lambat Dibanding Buku Cetak
* LG Ramaikan Pasar PC Tablet
* Android 2.2 Froyo Tersedia di Nexus One

• INSPIRATION:
* Atang Setiawan: Media Massa dan Kejahatan
* Dirgayuza Setiawan: Do Not Call Register Peraturan Untuk Produktifitas Rakyat
* Bob Julius Onggo: Apa Yang Bisa Didapatkan Dari BUZZ?
* Muhamad Jafar Elly: RPM Konten Multimedia Pasca Heboh “PETERPORN”
* Prakoso Bhairawa Putera: Paradigma Iptek Dalam Masyarakat

• REVIEW & CELLULAR:
* ACER Aspire One AO721
* MSI WIND U130 dan MSI WIND12 U230
* ALIENWARE M11x
* EPSON Stylus T13
* SONY ERICSSON SHAKIRA

Dapatkan Majalah BISKOM di Toko Buku Gramedia dan Gunung Agung atau berlangganan melalui Bagian Sirkulasi Majalah BISKOM. Untuk review, ujicoba, update harga produk dan kegiatan perusahaan Anda, hubungi redaksi[at]biskom.web.id

MSI WIND U130 Layar 10 Inci

0

MSI U130Medio Juni lalu, Micro-Star International atau MSI memperkenalkan beberapa seri netbooknya ke pasaran tanah air. Salah satunya adalah MSI Wind U130. Dimensinya cukup mungil. Panjang dan lebarnya hanya sekitar 260 mm dan 180 mm dengan ketebalan hanya 1.9 cm, ditambah bobot yang hanya sekitar 1,2 kg, membuat Wind U130 sangat ideal untuk dibawa kemanapun Anda berpergian.

Meski begitu, faktor kenyamanan tetap diutamakan pada seri ini. MSI menyematkan layar LCD berukuran 10 inci dengan area pandang yang lebih luas beresolusi 1024×600 untuk memberikan kenyamanan pengguna saat membaca ataupun menjelajah dunia maya.

Begitupun, keyboard Wind U130 tidak hanya memiliki tekstur yang besar, tetapi juga eronomis terutama untuk mengetik jumlah karakter yang banyak. MSI dengan cerdik juga merancang spasi dan touchpad sedemikian rupa agar jari-jari Anda dapat bergerak dengan lancar.

Wind U130 dilengkapi dengan hard disk 2.5″ standar, prosesor Intel Atom N450, sistem operasi Windows 7 Starter, webcam resolusi tinggi, speaker stereo high-performance 2 channel, dan mikrofon yang bekerja dengan baik pada netbook yang dirancang dengan tampilan modern ini.

Wind U130 yang dapat beroperasi hingga 7,5 jam dengan baterai standar ini memiliki akses nirkabel 802.11b/g/n plus Bluetooth, sehingga Anda dapat menikmati
kemudahan mengakses internet di rumah atau di manapun berada.

Dirjen Postel Kemkominfo, Muhammad Budi Setiawan: IPv6 Dukung Pengembangan Industri Konten

1

Dirjen Postel 1Untuk memenuhi kebutuhan telekomunikasi bagi seluruh masyarakat, pemerintah  harus terus  mendorong para pelaku industri demi memperluas cakupan layanan dan meningkatkan kualitas telekomunikasi.

Mengingat peran Direktorat Jendral Pos dan Telekomunikasi (Ditjen Postel) sangat strategis dalam menentukan arah kebijakan telekomunikasi Indonesia yang kian konvergen,  awalnya  berbagai kalangan banyak yang  mempertanyakan kemampuan Muhammad Budi Setiawan mengisi jabatan  strategis yang sebelumnya diemban oleh Basuki Yusuf Iskandar.

Keraguan tersebut timbul karena Budi yang baru menjabat Direktur Jenderal Postel sejak awal April ini  dikenal sebagai seorang ahli nuklir yang tidak memiliki latar belakang komunikasi. Namun pria kelahiran Tasikmalaya,  23 Desember 1963 ini mengatakan  teknik nuklir justru cukup banyak bersinggungan dengan dunia telekomunikasi.

Sebelum memiliki jabatan strategis di Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) yang merangkap sebagai Kepala BRTI (Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia), Budi sempat menjadi  Deputi Menteri Bidang Pengembangan Kepemimpinan Pemuda di Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Budi yang memiliki motto “learning by serving” disebut ahli nuklir karena mengambil teknik nuklir di seluruh karir pendidikannya. Ia lulusan sarjana FMIPA, Universitas Indonesia, lalu  mendapatkan gelar Master di bidang Teknik Nuklir  dan Manajemen Energi di  Tokyo Institute of Technology juga dari  McMaster  Canada University,  Kanada. Dia pun sempat meniti karir di Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN).  Simak petikan wawancara BISKOM dengannya akhir Juni lalu.

Tugas-tugas apakah yang sangat penting yang harus Anda kerjakan?
Seperti diketahui, 80% pendapatan negara bukan pajak (PNBP) yang diterima Kemkominfo datang dari Direktorat Jendral Postel. Kemkominfo sendiri mematok PNBP untuk 2010 sebesar Rp 10 triliun, meningkat 42% dibandingkan target total PNBP Rp 7 triliun pada 2009, dimana Rp. 6 triliun diantaranya datang dari Direktorat Postel. Tugas penting saya sebagai Dirjen Postel adalah  mengawal penerimaan negara bukan pajak sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.

Bagimana Anda berupaya untuk mengembangkan bidang pos di tanah air?
Banyak hal yang bisa kita cermati, antara lain adalah bagaimana meningkatkan peran serta sektor pos sebagai instrumen yang memiliki kemampuan menggerakkan pertumbuhan pembangunan, mendukung persatuan dan kesatuan, mencerdaskan kehidupan bangsa, mendukung kegiatan ekonomi, serta meningkatkan hubungan antarbangsa.

Kami juga bertugas untuk memperkuat peran sektor pos sebagai salah satu sarana distribusi informasi, transaksi keuangan, paket, logistik, dan keagenan pos untuk kepentingan umum. Industri pos diharapkan semakin maju dengan tersedianya layanan pos yang berkualitas dan menjangkau keseluruh wilayah negara Kesatuan Republik Indonesia serta menjamin perlakuan yang sama terhadap para pelaku bisnis pos, tidak hanya incumbent PT Pos Indonesia, akan tetapi juga termasuk penyelenggara swasta.

Yang tak kalah penting adalah mendorong terciptanya pengembangan inovasi layanan baru, memastikan jaminan terselenggaranya layanan Pos Universal dengan peran serta dari penyelenggara pos. Dan yang terakhir adalah  ikut serta mendorong dan memfasilitasi pengembangan filateli nasional sebagaimana diamanatkan dalam UU Nomor 38 tahun 2009 tentang Pos, yang selama ini belum diakomodir dalam perundang-undangan sebelumnya.

Apa yang perlu dilakukan untuk memajukan Industri teknologi informasi (TI) dan telekomunikasi di Indonesia dan apa saja tantangannya?
Pemerintah tentunya menginginkan terciptanya sebuah pemerataan bagi seluruh masyarakat untuk memperoleh akses telekomunikasi yang berkualitas dengan harga yang terjangkau. Bersamaan dengan itu, kami tentunya berharap para pelaku industri telekomunikasi tetap dapat menikmati pertumbuhan yang subur.

Pemerintah mempunyai peran penting dalam mendorong para pelaku industri ini demi memperluas cakupan layanan dan meningkatkan kualitas yang diberikan kepada masyarakati. Tidak bisa dipungkiri bahwa pasar industri telekomunikasi di Indonesia identik dengan persaingan yang sangat ketat.  Kabar baiknya, kita sudah melewati fase ‘perang tarif’ antar operator namun tantangan selanjutnya juga tidak lebih mudah.

Seperti halnya sektor lain, pasar persaingan industri telekomunikasi akan berjalan secara alamiah. Pemerintah akan mengambil langkah-langkah yang dianggap perlu demi sebuah persaingan yang sehat serta layanan yang tidak mengkompromikan kepentingan masyakarat. Pemerintah optimis obyektif utama yang kita semua dambakan bisa tercapai meski jalan menuju kesana tidaklah mudah.

Apa pendapat Anda tentang industri kreatif dan kapankah Bapak menargetkan industri ini bisa berjalan sebagai fondasi perekonomian bangsa?
Total transaksi industri kreatif di Indonesia mencapai US$ 12 milyar di tahun 2008 atau 12% dari Produk Domestik Bruto. Sedangkan jumlah sumber daya manusia yang terserap mencapai 4,5 Juta tenaga kerja. Kita bandingkan jumlah ini dengan capital expenditure (belanja modal) industri telekomunikasi yang mencapai Rp. 90 Triliun dengan penyerapan 500 ribu tenaga kerja.

Memperhatikan data-data ini, pemerintah bermaksud untuk memanfaatkan potensi dan kreatifitas kemampuan anak bangsa dalam berinovasi dengan mengarahkan industri telekomunikasi untuk memberdayakan sektor Usaha Kecil dan Menengah (UKM).

Momentum yang kita miliki sudah tepat, mengingat teknologi telekomunikasi berada dalam transisi menuju konvergensi. Kita perlu memacu industri konten dalam negeri untuk lebih aktif sehingga mampu mengambil porsi yang lebih banyak dalam persaingan dengan industri konten luar negeri. Tentunya ketersediaan infrastruktur dan layanan telekomunikasi adalah faktor utama keberhasilan . Para pelaku industri  konten semestinya mulai mempersiapkan langkah-langkah antisipasi terhadap melonjaknya permintaan konten yang berbasis internet protocol (IP) dalam waktu dekat. Sebagai contoh, dengan tuntasnya program Palapa Ring dan implementasi IPv6, bisa dipastikan lahan bagi industri konten untuk berkembang semakin terbuka lebar.

Dirjen Postel 2Pemerintah mulai mengagungi implementasi IPv6 secara menyeluruh di Indonesia, apa yang menyebabkan kita harus beralih pada teknologi ini?
Implementasi IPv6 kuat kaitannya dengan usaha untuk menjaga kelanjutan dan laju pertumbuhan internet di negeri ini.  Secara de facto, penggunaan IPv4 memang sudah menjadi standar industri. Namun dunia telah mengakui bahwa dengan tingkat persediaan sumber daya IPv4 yang hanya 6% atau 255 juta alamat  tersisa untuk alokasi, implementasi IPv6 menjadi solusi yang prosesnya perlu untuk dipercepat.

IP adalah sumber daya yang krusial  bagi perkembangan TI  dalam negeri. Dengan implementasi IPv6, operator akan berpeluang untuk melakukan ekspansi layanannya. Fitur  keamanan dan mobilitas tinggi yang ditawarkan oleh IPv6 hendaknya mampu untuk memacu pengembang konten dan aplikasi lokal untuk melahirkan inovasi-inovasi baru. Jadi, ini merupakan momen bagi  kita untuk memperbaiki kualitas hidup sebagai bangsa memalui pemanfaatan TI, atau justru sebaliknya menahan perkembangan internet lokal apabila implementasi IPv6 kembali ditunda.

Pemerintah bersama-sama dengan stakeholder TI Indonesia telah membentuk gugus tugas Indonesia IPv6 Task Force yang akan mengkoordinasikan arah penerapan IPv6 secara menyeluruh. Gugus tugas ini menargetkan implementasi IPv6 di Indonesia bisa tuntas di akhir tahun 2012. Namun, keberhasilan mereka tentunya tidak lepas dari dukungan seluruh elemen yang berkepentingan.

Bagaimana kira-kira bentuk pengalihannya, apakah pemerintah khususnya Kemkominfo, telah mempersiapkan regulasinya?
Indonesia IPv6 Task Force telah menyusun Roadmap Penerapan IPv6 di Indonesia yang merupakan rencana aksi nasional dalam menerapkan IPv6. Pada intinya pelaksanaan roadmap berjalan selama tiga tahun hingga akhir 2012 dan setiap elemen stakeholder TIK Indonesia memiliki peran masing-masing untuk dijalankan karena penerapan IPv6 tentunya perlu didorong oleh penggunaan yang luas dengan dukungan ketersediaan perangkat, aplikasi dan konten.

Saat ini belum terdapat regulasi yang mengharuskan operator untuk menerapan IPv6 di jaringannya. Pemerintah hanya menghimbau dan mendorong operator untuk memulai proses peralihan tersebut lebih awal lebih baik. Kenyataannya, terdapat batas waktu sebelum persediaan IPv4 untuk alokasi benar-benar habis, sehingga operator tidak perlu menunggu penetapan sebuah regulasi karena kelangkaan IPv4 akan berimbas pada bisnis mereka.

Pemerintah akan menjalankan perannya seperti dalam Roadmap Penerapan IPv6 di Indonesia, yakni melalui inisiasi penggunaan IPv6 secara masif dan mengeluarkan regulasi yang dianggap perlu berdasarkan rekomendasi dari Indonesia IPv6 Task Force guna mendorong penerapan IPv6, misalnya regulasi IPv6 compliance bagi perangkat yang diuji standarisasi oleh pemerintah.

Apakah peraturan itu akan mudah untuk dilaksanakan dan tidak akan memancing kontroversial seperti kemunculan beberapa regulasi baru dari pemerintah?
Seperti yang kami lakukan di tahun-tahun sebelumnya, Ditjen Postel menerima konsultasi dari publik apabila sebuah rencana regulasi akan ditetapkan. Dalam  kaitannya dengan implementasi IPv6,  kami mengundang keterlibatan APJII, MASTEL, Perguruan Tinggi, Instansi Pemerintah dan operator dalam Indonesia IPv6 Task Force. Kami menginginkan partisipasi yang luas dan dengan demikian seluruh elemen stakeholder TIK Indonesia dapat terwakilkan apabila kedepannya Indonesia IPv6 Task Force merekomendasikan suatu regulasi kepada Pemerintah.

Hal apa yang perlu disiapkan sehubungan dengan implementasi IPv6 terutama yang berkaitan dengan kesiapan sistem, sumber daya manusia dan anggarannya?
Berdasarkan hasil studi, 60-70% dari total investasi untuk menerapkan IPv6 dibutuhkan untuk mengembangkan kualitas sumber daya manusia sedangkan sisanya untuk kebutuhan perangkat keras dan lunak.  Sangat wajar apabila investasi menjadi alasan yang umum untuk menunda pelaksanaan implementasi IPv6, terlebih bila hal ini tidak dipandang sebagai sebuah prioritas. Namun baik disadari atau tidak, implementasi IPv6 adalah persoalan kelanjutan usaha. IP adalah sumber daya internet dan ini krusial bagi eksistensi dan pertumbuhan para pelaku industri.

Negara-negara yang kegiatan perkekonomiannya bergantung pada infrastruktur telekomunikasi telah lama merencanakan dan mengeksekusi peralihan ke IPv6. Pengalaman dari negara-negara sahabat dan bahkan operator-operator lokal yang jaringannya telah siap IPv6, memiliki pandangan yang sama terkait pentingnya perencanaan yang matang. Investasi perangkat dapat dijadikan bagian dari pemutakhiran perangkat yang dilakukan secara berkala, sehingga pembiayaannya pun menjadi bagian dari anggaran rutin.

Pemerintah melalui wakil-wakil dalam Indonesia IPv6 Task Force  dari lembaga terkait seperti Ditjen Postel, Kementerian Perindustrian dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) akan merumuskan  langkah-langkah yang perlu diambil demi ketersediaan perangkat yang terstandarisasi dengan harga yang terjangkau. Pemerintah juga mendukung lahirnya IPv6 Forum Indonesia yang kelak akan menjadi wadah pertukaran informasi, pelatihan dan pembelajaran antar para pelaku industri telekomunikasi dalam menerapkan IPv6.

Bagaimana cara mensosialisasikan IPv6 ini?
Kampanye penerapan IPv6 sebenarnya sudah dilakukan oleh Ditjen Postel sejak tahun 2006 melalui program sosialisasi dan pelatihan. Untuk mencapai dampak sosialisasi yang berskala nasional, awal Juni lalu Indonesia IPv6 Task Force sukses menggelar Indonesia IPv6 Summit yang pertama di Bali.

Ajang yang dibuka oleh Menkominfo ini merupakan kesempatan berharga bagi para pelaku industri Internet Indonesia untuk belajar langsung dengan pakar IPv6 dunia dari IPv6 Forum, APNIC, dan Task Force dari negara-negara sahabat serta operator dalam negeri yang telah berhasil menerapkan IPv6.

Indonesia IPv6 Task Force merasa puas dan bangga melihat antusias dari sekitar 300 peserta yang terdiri dari elemen operator, akademisi, lembaga pemerintah dan swasta, profesional bahkan peserta dari luar negeri. Dampak sosialisasi yang diharapkan berhasil tercapai dan terbantu oleh  live video streaming yang disiarkan ke Perguruan Tinggi seluruh Indonesia. Juga tidak bisa dipungkiri peran dari media, BISKOM diantaranya, dalam mempublikasikan kegiatan ini dan mengambil bagian penting dalam mengedukasi masyarakat perihal teknologi IPv6. Indonesia IPv6 Task Force akan terus menggelar acara-acara serupa di masa yang akan datang untuk mengintensifikasikan sosialisasi penerapan dan penggunaan  IPv6

Dirjen Postel 3Hal penting lainnya dalam TI adalah green technology sebagai peran nyata dalam penyelamatan bumi. Apa pendapat bapak mengenai green technology?
Saya berpendapat pemanfaatan teknologi yang aman, hemat energi dan ramah lingkungan sudah waktunya untuk mulai didukung. Negara kita kaya akan sumber daya alamnya. Dengan demikian kita juga mengemban tanggung jawab moral untuk menjaga kelestariannya. Stakeholder TI Indonesia semestinya aktif mengambil bagian dalam  upaya ini, mengingat  konsumsi energi di sektor ini mencapai 40% total konsumsi energi dunia.

Penggunaan sumber energi alternatif untuk base transceiver station (BTS) atau data center misalnya, merupakan awal yang positif. Saya berharap kedepannya green technology menjadi sebuah tren yang berkelanjutan di Indonesia.

Bagaimana bentuk dukungan pemerintah terhadap teknologi ramah lingkungan?
Saat ini Indonesia, dalam hal ini Ditjen Postel, mendapat bantuan dana dari ASEAN ICT Fund 2009-2010 untuk membuat kebijakan ramah lingkungan yang diharapkan dapat berkontribusi dalam mengurangi dampak perubahan iklim. Selain itu, kami akan menyusun standar perangkat ramah lingkungan khususnya untuk sektor telekomunikasi, seperti persyaratan untuk menggunakan baterai sel surya (solar cell) pada BTS.

Apa yang harus kita lakukan dalam teknologi secara umum untuk menyelamatkan bumi dari pemanasan global?
Pemanasan global adalah satu dari sekian banyak masalah lingkungan  yang membutuhkan penyelesaian dari hulu ke hilir. Penggunaan TIK akan mampu menghemat penggunaan alat-alat kantor seperti kertas, namun di lain sisi merupakan sebuah industri yang operasionalnya mengkonsumsi energi dalam jumlah besar dan manufaktur perangkat-perangkatnya menyisakan limbah elektronik.

Awal tahun ini, Kemkominfo telah menggelar Green ICT Conference dan tengah mempersiapkan Regulasi Green ICT untuk menekan tingkat konsumsi energi dan mendorong penggunaan energi alternatif untuk operasional TI, serta mendorong pemanfaatan TI yang  ramah lingkungan.  Di lain sisi penyelesaian pemanasan global menyangkut perubahan gaya hidup penduduk bumi, oleh sebab itu perkembangan industri telekomunikasi  diharapkan mampu untuk mendorong distribusi informasi yang pada akhirnya akan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mengatasi masalah ini.

ALIENWARE M11x – Mobile Gaming

0

Alienware-M11x-2UNTUK memenuhi kebutuhan para penggila game akan komputasi yang bertenaga, Dell meningkatkan kinerja notebook Alienware M11x, belum lama ini. Notebook gaming 11 inci tersebut dilengkapi prosesor Intel Core i5 dan i7 yang dikombinasi dengan teknologi terbaru Nvidia Optimus guna memberikan pengguna pengalaman High-Definition mobile gaming. Didukung Intel Turbo Boost, kinerja Core i5 dan i7 pada notebook ini lebih maksimal. Bagusnya, semua prosesor pada Alienware M11x dapat overclockable diluar spesifikasi standar untuk kinerja maksimum.

Dengan Nvidia GeForce GT 335M yang menyediakan 1Gb diskrit, kinerja grafis menjadi lebih cepat untuk menghadirkan tampilan HD game yang realistis dan membuka tampilan pada resolusi tinggi 720p 30 frame per detik. Teknologi Nvidia PhysX juga mendorong M11x memainkan game seolah-olah dalam dunia nyata karena tampilannya yang memukau dengan efek yang dinamis.

Sementara teknolgi Nvidia Optimus memungkinkan seamless dari Intel HD Graphics Media Accelerator ke GE Force GT 335M ketika kinerja grafis ekstra dituntut oleh visual aplikasi yang intensif.

Dell M11x Alienware tersedia dalam sentuhan lembut cover dove warna Stealth Black dan Lunar Shadow. Tampilan fisiknya tetap terihat langsing dengan bobot 4,4-pound.

Keistimewaan lain dari desain Alienware adalah keyboardnya telah built-in dengan AlienFX illuminated dan laser ukiran pada papan nama pengguna. Notebook ini dijual pada pilihan 64-bit OS Windows 7 yang telah diinstal.

AMD Kenalkan Teknologi Vision

0

AMDProdusen prosesor AMD baru-baru ini meluncurkan teknologi anyar untuk visual, Vision 2010. Teknologi kartu grafis dan prosesor yang pertama kali diluncurkan September tahun lalu itu, saat ini telah lebih disempurnakan. Vision 2010 diklaim mampu memberikan pengalaman visualisasi yang berbeda, baik di notebook, desktop, eksternal memori dan eksternal full high definiton di kamera atau camcorder.

Wakil Presiden Regional, Sales dan Marketing AMD di  Asia Selatan, Tomo Kamiya mengatakan, Indonesia adalah pasar yang sangat potensial dalam pertumbuhan notebook maupun desktop. Kemajuan teknologi saat ini memungkinkan masyarakat untuk meng-upload gambar lebih besar dan lebih sering.

“Kami sadar bahwa kini banyak orang menginginkan pengalaman digital yang lebih kaya, dan kami senang dapat menawarkan sebuah teknologi terbaru dari AMD kepada masyarakat Indonesia dengan sebuah pengalaman baru dalam berkomputer,” kata Tomo saat konferensi pers di Mal Taman Anggrek, (1/7).

Secara singkat dijelaskan terdapat empat tingkatan teknologi. Pertama, teknologi Vision untuk web, video dan foto untuk kualitas yang lebih tinggi. Kedua, teknologi Vision Premium yang ditujukan untuk meningkatkan kinerja aplikasi multitasking seperti game online, edit foto dan blu-ray. Teknologi ketiga yakni Vision Ultimate ditujukan untuk menciptakan musik, edit foto dan video dengan cepat dan responsif. Dengan teknologi ini memungkinkan mengedit video HD dan memainkan game 3D sekaligus. Sedangkan teknologi yang keempat  yaitu  Vision Black yang ditujukan untuk simulasi aksi permainan dengan sudut pandang yang lebih luas dan multitasking yang serius. Dengan teknologi Vision Black ini, memungkinkan penggunaan hingga enam monitor pada saat yang bersamaan.

Dengan tingkatan teknologi seperti ini, kata Tomo, sangat memudahkan konsumen untuk memilih tujuan penggunaannya. Beberapa vendor PC juga telah menggunakan teknologi Vision seperti Acer, Dell, HP, Sony, Toshiba, Asus, MSI dan Futjitsu. “Kami juga menggandeng patner lokal seperti Advan,” ujar Tomo.

Country Sales Manager AMD, Heryanto Arif mengatakan, selain Advan produk lokal lainnya yang juga memanfaatkan teknologi Vision ini adalah Procom dan Reliance. Menurutnya AMD dapat meningkatkan kinerja notebook berplatform AMD secara global sampai dengan tiga kali lipat dan daya tahan baterai juga meningkat hingga delapan jam.

Sitra Wimax Operator 4G Pertama di Indonesia

4

Sitra WimaxPT First Media Tbk, hari ini (28/6) meluncurkan Sitra Wimax, koneksi jaringan internet nirkabel berkecepatan tinggi berbasis teknologi Wimax. “Sitra Wimax siap menjadi pelopor layanan internet nirkabel super cepat dengan kualitas terbaik,” kata Direktur First Media, Hengkie Liwanto, dalam sambutannya pada saat softlaunch “Sitra Wimax Operator 4G Pertama di Indonesia”, di Aryadutta Club, Lippo Karawaci, Tangerang.

Teknologi Worldwide Interoperability for Microwave Access atau yang dikenal dengan Wimax, adalah layanan internet nirkabel generasi ke empat (4G). Wimax adalah teknologi berbasis data yang bekerja pada spektrum pita frekuensi 2.3 GHz layaknya Wi-Fi tetapi dengan jangkauan lebih luas dengan kemampuan transmisi yang lebih cepat yakni mencapai 75 Mbps.

Sitra adalah pemenang tender Wimax untuk zona Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) dan empat zona yang mencakup Jabodetabek serta propinsi Banten. “Penggelaran jaringan Sitra Wimax akan dilakukan secara bertahap di kawasan barat Jakarta dan sekitarnya,” kata Hengki. Sitra Wimax 4G sebagai operator Wimax pertama di Indonesia menargetkan sekira satu juta pelanggan dalam waktu 18 bulan ke depan. “Kalau bisa, lebih dari itu. Di Amerika Serikat ada yang menargetkan satu juta pelanggan, dan kami berupaya lebih baik dari itu,” tambahnya.

Sementara itu, Dirjen Postel, Muhammad Budi Setiawan mengatakan, saat ini pemerintah telah memberikan sertifikat Uji Laik Operasi atau ULO untuk Sitra. “Sitra telah memenuhi ULO, dan kami sebelumnya sering mewanti-wanti soal TKDN dan Sitra telah memenuhi syarat TKDN, dan hari ini kami akan menyerahkan sertifikat ULO untuk zona 4 Jabotabek. Untuk zona lainnya akan menyusul,” kata Budi. Ke depannya diharapkan Wimax bisa menjadi pilihan bagi masyarakat untuk mengakses internet.

Sitra Wimax akan tersedia dalam tiga pilihan paket layanan untuk pelanggan masing-masing dengan kecepatan 1 Mbps, 2 Mbps, dan 4 Mbps. Tarifnya sendiri masih dirahasiakan namun First Media menjanjikan tarif yang tidak lebih mahal daripada layanan broadband kabelnya saat ini.

Sanyo Rilis Xacti VPC-SH1 dan VPC-CS1

1

sanyo-xacti-vpc-sh1_red_blackSanyo merilis dual kamera terbaru, VPC-SH1 dan VPC-CS1. Kedua keluarga baru seri Xacti ini menawarkan kemampuan merekam video Full HD dan foto dalam resolusi tinggi. Selain berukuran kompak, keduanya mampu melakukan perekaman dalam sudut lebar sampai telephoto dari jarak jauh.

Xacti VPC-SH1 dilengkapi fitur asli dari Sanyo, yaitu Double Sub REC Button. Ini adalah tombol tambahan untuk merekam video dan memotret yang dipasang di bagian atas tubuhnya. Gunanya untuk merekam objek pada sudut rendah tanpa menyulitkan tubuh si pemotret.

Xacti VPC-SH1 adalah model kamera horizontal dengan kemampuan merekam video Full HD (1920 x 1080). Rentang pembesaran lensanya sangat besar, mulai dari standar sudut lebar 35 milimeter sampai 30 kali lebih besar dengan mengintegrasikan proses digital dan trik lensa untuk menghasilkan gambar yang jernih.

Kamera VPC-SH1 yang berbobot hanya 7,2 ons ini secara pintar memperluas kawasan perekaman video pada sensor gambar dari sekitar 2 megapiksel (kawasan gambar Full HD) ke sekitar 3,5 megapiksel. Dengan mengefektifkan piksel, kamera bisa mencapai lebar lensa 1.050 milimeter dengan 30 kali pembesaran. Ia pun mampu merekam objek dari yang dekat sampai jauh.

Tipe CS1 dan SH1 didukung format video iFrame yang merupakan format video masa depan yang dirancang sebagai upaya untuk mengimpor, menyunting, sampai berbagi video kualitas tinggi menjadi lebih mudah. Format generasi baru ini diciptakan untuk memudahkan sebuah kamera merekam dalam format yang sama dengan hasil suntingan. Format ini kompetibel dengan teknologi standar seperti H.264, AAC, dan MP4.

Fitur-fitur lainnya adalah Digital Image Stabilizer dan Face Chaser Function untuk video. Sedang untuk memotret, selain kedua fungsi di atas juga tersedia fitur Target a Color Function, yang memungkinkan untuk Dual Camera Xacti untuk mengikuti dan fokus pada objek bergerak, dengan mendeteksi warna objek tersebut.

Kamera ini memiliki fitur Sequential Shot untuk merekam gambar yang sempurna. Untuk mentransfer gambar ke komputer tersedia fitur kartu Eye-Fi atau melalui kabel HDMI agar rekaman bisa ditampilkan layar TV High Definition.

Sedangkan Xacti VPC-CS1 adalah Dual Camera paling langsing dan ringan yang ada di pasar saat ini. Bobotnya hanya 142 gram.

Fitur-fiturnya hampir sama dengan VPC-SH1, termasuk kemampuan merekam video Full HD.  Kamera ini juga mampu merekam enam gambar beresolusi 8 megapiksel dengan cara meningkatkan gambar beresolusi 3 megapiksel dari sensor menjadi 8 megapiksel.  Selain itu, kamera ini juga dapat melakukan pembesaran lensa sudut lebar dari 38 milimeter sampai 10 kali dengan metode yang sama seperti “saudaranya” yang lain.

Indonesia Jadi Tuan Rumah GOOC 2010 Region Asia dan Afrika

0

GOOCGigaByte Open Overclocking Championship (COOG) merupakan acara tahunan Gigabyte untuk mencari para overclocker komputer terbaik di seluruh dunia. Kejuaraan yang sudah berlangsung sejak tahun 2008 ini selalu diramaikan oleh overclocker terbaik dunia. Indonesia sendiri tidak kalah dalam melahirkan kampiun-kampiun komputer, buktinya untuk tahun 2010 ini, Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah oleh GigaByte untuk kompetisi overclocking internasional untuk regional Asia & Afrika.

Benny Lodewijk, Product Manager GigaByte, mengatakan bahwa masyarakat pencinta TI di Indonesia harus bangga karena Indonesia dipercaya untuk menjadi tuan rumah kompetisi tingkat internasional, di mana akan ada 15 negara bertanding untuk memperebutkan tiket final kompetisi overclocking di Taipei, Taiwan pada bulan September.

“Indonesia merupakan pasar yang potensial, penetrasi komunitas overclocking di Indonesia cukup besar, sehingga banyak vendor menawarkan kemampuan overclocking dalam produk mereka, itu yang menjadi alasan utama Indonesia dipercaya untuk menjadi tuan rumah GOOC 2010.” papar Benny.

GOOC 2010 ini dilaksanakan selama 2 hari dari tanggal 18-19 Juni 2010 di Atrium Mall Mangga 2, Jakarta. Pada hari pertama, para pesertanya adalah terdiri dari komunitas lokal yang berasal dari berbagai kota seperti Jakarta, Semarang, Samarinda, Yogyakarta, dan lainnya, di mana Juara I dan II pada kompetisi tersebut akan mewakili Indonesia pada final GOOC Regional Asia & Africa keesokan harinya. Sedangkan di hari kedua, akan dihadiri peserta dari wilayah Asia, Australia dan Afrika.

Acara GOOC 2010 ini didukung oleh GigaByte, Intel, Antech, Kingston, LG, Microsoft dan Seagate serta Majalah BISKOM sebagai media partner.

Taitra Gelar Taiwan Excellence Expo di Mangga Dua Mall

0

Taiwan Excellence ExpoTaiwan External Trade Development Council (TAITRA) atau Dewan Pengembangan Perdagangan Eksternal Taiwan menggelar Taiwan Excellence Expo di Mangga Dua Mall Jakarta mulai hari ini Jum’at  (18/6) sampai dengan Minggu (20/6).

Dengan mengambil tema Excellent Lifestyles, pada expo ini ditampilkan merek-merek Teknologi Informasi terbaik dari Taiwan, seperti Acer, Adata, Aiptek, Asus, AverMedia, Benq, D-Link, Edimax, Via Embedded, Genius, Hiti, Mio, MSI, Optoma, Transcend, Trend Micro, Thermal Take dan Zyxel.

Taiwan Excellence Expo ini diadakan untuk mempromosikan dan memperkenalkan produk-produk terbaru Taiwan kepada masyarakat dan mengukur daya saing di pasar secara langsung di pusat perdagangan TI terbesar di Jakarta. Selama 40 tahun terakhir, TAITRA telah memainkan peran penting dalam pengembangan ekonomi Taiwan. TAITRA secara bersama-sama disponsori oleh pemerintah dan asosiasi komersial bergabung dalam komunitas bisnis internasional.

Berbagai acara diadakan untuk memeriahkan expo ini, salah satunya adalah menampilkan duo penyanyi Maria & Naomi serta berbagai hadiah menarik bagi pengunjung.

Telkomsel gandeng MLW Telecom

0

mlwTelkomsel menggandeng MLW Telecom gelar Festival 100 Hari Telkomsel Flash di 100 titik di Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, dan Medan. Selain menggelar  promo paket bundling, dalam festival ini juga  akan diadakan seminar ICT yang membahas update teknologi mobile broadband terkini yang diikuti oleh para pengguna internet, blogger, serta pelanggan Telkomsel.

Festival bertajuk “The Next Generation Zone” tersebut akan berlangsung pada Juni hingga September 2010. Direktur Produk dan Teknologi MLW Telecom, Rahmat Widjaja Sakti berharap terjual lebih dari 30 ribu unit modem dari 17 bundling paket bundling modem dan kartu telkomsel flash baru yang bisa mengakses layanan data High Speed Packet Access Plus (HSPA+) berkecepatan hingga 21 Mbps.

Deputy VP Channel Management Telkomsel, Agus Setia Budi, menambahkan,  melalui kolaborasi strategis ini, pihaknya ingin memberikan apresiasi bagi pelanggan Telkomsel Flash yang kini berjumlah 2,8 juta pelanggan. Program Festival 100 Hari Telkomsel Flash diharapkan bermanfaat bagi pelanggan untuk mengetahui lebih jauh mengenai teknologi mobile broadband terkini. “Kegiatan ini merupakan rangkaian program edukasi dan sosialisasi layanan internet berkecepatan tinggi Telkomsel Flash,” katanya.

Rangkaian paket baru meliputi delapan modem baru yang dijual dengan diskon hingga 40 persen  dam pelanggan dapat menikmati gratis internet 300 MB per bulan selama 6 bulan. Paket bundling Telkomsel Flash-SpeedUp  masing-masing, Bandluxe C321 HSPA+, Speed Up SU9500 HSUPA, Speed Up 9000 HSUPA, Speed Up SU 8650U HSDPA, Bandluxe C180 HSDPA, Speed Up SU3200, router 3,5G SpeedUp SU880 NBR. Mereka juga mengeluarkan seri sepakbola SpeedUp SU 9300U HSUPA Futball Series. Harganya berkisar antara Rp 299 ribu hingga Rp1,3 juta.

SpeedUp menggunakan berbagai macam varian teknologi Chipset dari Qualcomm. Gabungan teknologi mobile broadband SpeedUp dengan Chipset Qualcomm didukung kualitas jaringan Telkomsel melalui lebih dari 5.000 Node B (BTS 3G) di seluruh Indonesia dapat mengurangi hambatan transfer data dan memberikan pengalaman berselancar di dunia maya yang jauh lebih baik.

Festival The Next Generation Zone ini didukung juga oleh Majalah BISKOM sebagai media partner.