Home Blog Page 1001

Skybee Lepas 40,17% Saham Baru ke Publik

0

SkybeePT Skybe, perusahaan di sektor teknologi, multimedia dan telekomunikasi,  segera melakukan penawaran umum saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) dengan melepas 40,17% dari modal disetor Perseroan setelah IPO.

Dana IPO, sekitar 80% digunakan untuk kebutuhan modal kerja Perseroan. Sisanya sekitar 15% untuk pengembangan infrastruktur TI Perseroan dan sekitar 5% untuk pengembangan SDM Perseroan.

Direktur Utama SkyBee, Kendro Hendra mengatakan, melalui penawaran saham perdana (IPO), perseroan berencana melepas 235 juta saham atau 40,17 persen dari saham perseroan. “Dari IPO ini diharapkan terkumpul dana Rp 76 miliar-Rp 100 miliar, dana dari IPO akan digunakan untuk modal kerja perseroan serta ekspansi usaha di bidang layanan dan produk telekomunikasi,” ujar Kendro (15/6).

Untuk keperluan IPO, SkyBee menunjuk PT Lautandhana Securindo sebagai penjamin pelaksana emisi. Setelah pernyataan efektif dari Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) yang diperkirakan keluar 28 Juni 2010, SkyBee dan Lautandhana melakukan penawaran umum pada 30 Juni – 2 Juli 2010.

IPO Skybee diperkirakan akan memperoleh pernyataan efektif dari Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) pada tanggal 28 Juni 2010.

Masa penawaran awal (bookbuilding) akan dilangsungkan pada tanggal 15 – 17 Juni 2010,  masa penawaran umum dijadwalkan tanggal 30 Juni sampai 2 Juli 2010 dan diharapkan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 8 Juli 2010.

Skybee memiliki tiga lini bisnis utama yakni unit bisnis Telcolink (produk operator/voucher dan telepon seluler), unit bisnis Mobile and Computing, serta unit bisnis Interactive Multimedia (Konten, Media Baru dan Aplikasi). Untuk produk operator/voucher, Skybee merupakan salah satu Multi Region Authorized Dealer Indosat terbesar di Indonesia. Sementara di segmen telepon seluler, dengan jaringan distribusi yang telah dimiliki, Skybee menargetkan penjualan mobile phone hingga akhir 2010 mencapai 600.000 unit.

Menurut Kendro, pada tahun ini SkyBee diperkirakan mampu meningkatkan laba bersih 400-465 persen dibandingkan dengan 2009, yaitu menjadi Rp. 17 – Rp. 19 miliar.

Epson Luncurkan 4 Proyektor Terbaru

0

epsonBertepatan dengan momen piala dunia 2010, Epson pada hari ini (12/6) meluncurkan 4 seri proyektor terbarunya: Epson EB-450Wi, Epson EH-TW4500, EB-8 Series dan EB-Z8050W di Kuta, Bali.

Epson EB-450i adalah proyektor ultra short throw (jarak sangat dekat) yang dapat dipasang hanya berjarak 2.8 inci (sekitar 7 cm) dari dinding untuk mengantisipasi ruang yang sempit dan dapat memproyeksikan gambar berdiagonal 60 inci dengan lensa hanya berjarak 18 inci (sekitar 45 cm). Optik baru yang dipasang pada EB-450i mampu  menghilangkan secara virtual gangguan perangkat atau bayangan.

Hirasaki Michiya, Presiden Direktur Epson Indonesia mengatakan, “Kemampuan lain yang dimiliki EB-450i diantaranya teknologi baru berupa 3 panel LCD terpisah (merah, hijau dan biru) untuk memastikan projeksi gambar yang halus tanpa distrorsi. Kontras warna yang ditawarkan seri ini hingga 2500 lm/ 2000 : 1 dengan resolusi 1280 x 800 (WXGA).”

Sementara Epson EH-TW4500 merupakan proyektor home theatre yang menawarkan rasio kontras tertinggi di dunia, 200.000:1 dan menggunakan kombinasi 3 teknologi inti: Dual Layer Auto Iris Epson, teknologi DEEPBlack Epson dan panel LCD anargonic C2Fine Epson yang mengacu pada kristal cair anorganik untuk meningkatkan kontras warna secara dramatis.

Fitur-fitur lain yang membuat Epson TW-4500 mengasilkan kualitas proyeksi gambar yang luar biasa meliputi Refined Frame Interpolation, Super Resolution dan Real Colour Reproduction.

Epson EB-8 Series yang juga diluncurkan meliputi tipe EB-85H, EB-825H dan EB-826WH. Ketiganya dirancang untuk penggunaan dan mencapai efesiensi tertinggi dengan tingkat kecerahan yang tinggi berkisar antara 1500 hingga 3000 lm.

Proyektor seri E menawarkan proyeksi nirkabel menggunakan USB nirkabel opsional, atau adaptor LAN nirkabel dan proyeksi gambar file jpg yang tersimpan di flash drive atau PC.

“Untuk sumber cahaya, ketiga proyektor ini mengandalkan Epson Twin Optimized Reflection Lamp yang inovatif, dan menawarkan umur lampu hingga 6000 jam,” tambah M. Husni Nurdin, Deputy Country Manager Epson Indonesia.

Proyektor yang diluncurkan secara bersamaan dengan proyektor lainnya adalah Epson EB-Z8050W yang berorientasi pada segmen bisnis dan pendidikan yang dilengkapi dengan filter cinema yang biasanya digunakan oleh proyektor teater rumahan.

Proyektor ini juga menampilkan rasio kontras yang tinggi, mencapai 5000:1 dengan Auto Iris Technology untuk meningkatkan hasil presentasi dan film. Tingkat kecerahan proyektor ini mencapai 7000 lm.

Proyektor terakhir yang juga menawarkan inovasi baru milik Epson adalah EB-450Wi yang memungkinkan guru/dosen dan presenter bisnis dengan mudah mengubah papan tulis putih atau dinding halus menjadi area presentasi yang interaktif.

Projector 450wi_04Chris Herman Gunawan, Business and Corporate Division Manager Epson Indonesia memaparkan,  “Tanpa menggunakan whiteboard khusus, proyektor EB-450i mampu memproyeksikannya menjadi area presentasi, dimana presenter dengan menggunakan pena interaktif dapat menulis pada area presentasi dengan tinta virtual atau menggunakan pena tadi layaknya mouse pada komputer. Kami yakin bahwa fitur-fitur yang dimilikinya memungkinkan terwujudnya proses pembelajaran dan presentasi yang lebih efektif.”

Epson EB-450Wi dapat dipasang hanya berjarak 2.8 inci dari dinding dan memproyeksikan gambar berdiagonal 60 inci dengan lensa hanya berjarak 18 inci. Kontras yang ditawarkan seri ini hingga 2.500 lm atau 2000:1.

Dengan semua kemampuannya, proyektor-proyektor terbaru Epson ini bukan sekedar menjadi alat presentasi biasa, tetapi juga menawarkan gaya baru untuk presentasi yang lebih interaktif sekaligus ideal untuk menonton film berkualitas high definition. Nonton bareng bola dunia tentunya lebih menyenangkan dengan proyektor Epson.

Dirjen Aptel Kemkominfo, Ashwin Sasongko: INAICTA 2010 Konsen Pada Teknologi Hijau

0

Ashwin-2Ashwin Sasongko memang baru saja dilantik menjadi Direktur Jenderal AplikasiTelematika (Dirjen Aptel) beberapa waktu silam. Namun, Ashwin bukanlah orang baru di Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo). Sebelumnya, ia adalah Sekretaris Jenderal Kemkominfo. Dengan jabatannya yang strategis saat ini, Ashwin dipercaya memiliki komitmen terhadap pertumbuhan teknologi informasi (TI) domestik dan industri kreatif berbasis TI di Indonesia.

Di Indonesia, pengaturan dan pelaksanaan berbagai bidang usaha yang bergerak di sektor telematika diatur oleh Direktorat Jenderal Aplikasi Telematik (Ditjen Aptel). Ditjen Aptel diantaranya adalah sebagai perumus dan pelaksana kebijakan di bidang e-government, e-business, perangkat lunak dan konten, pemberdayaan TI serta standarisasi dan audit aplikasi telematika.

Disamping itu, “Ditjen Aptel juga berfungsi membangun dan mengelola infrastruktur dan manajemen aplikasi sistem informasi pemerintahan pusat dan daerah,” kata Ashwin. Untuk mendukung tugasnya dalam pemberdayaan TI, Ditjen Aptel di bawah Kemkominfo menfasilitasi sejumlah kegiatan tahunan di bidang TI yang akan berlangsung disepanjang tahun, diantaranya Indonesia ICT Award (INAICTA), Pekan Produk Kreatif Indonesia (PPKI) dan Indonesia Open Sorce Award (IOSA). Melalui kegitan-kegitan ini, diharapkan dapat mendorong kreativitas para pengembang TI, serta meningkatkan pemanfaatan dan pertumbuhan TI di semua lini industri serta menyiapkan para pelaku TI lokal untuk menghadapi kompetisi global. “Dan yang terpenting adalah karya kreatif yang sudah diciptakan dapat mempengaruhi perekonomian secara positif,” tambah Ashwin. Khusus pada tahun ini, kata Ashwin, kegiatan-kegiatan yang digelar Kemkominfo berfokus pada isu lingkungan hidup dan mendukung kampanye hijau untuk mengurangi dampak pemanasan global. Simak wawancara BISKOM dengan Ashwin Tugas Sasongko awal Juni 2010 ini.

Sebagai Dirjen yang memegang salah satu peranan penting dalam dunia TI, apa sajakah kebijakan yang tengah Anda jalankan?

Kita semua menyadari bahwa teknologi berkembang sangat pesat, sehingga bangsa Indonesia harus mengejar ketertinggalan dari negara-negara lain dan ikut serta di dalam perkembangan teknologi itu sendiri.

Perkembangan TI di Indonesia harus diukur dari sumbangsihnya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Ukuran itu dapat berupa jumlah tenaga kerja yang diserap dalam menghasilkan barang dan jasa dalam sektor informatika, besarnya peningkatan produktivitas yang disebabkan oleh pemanfaatan TI, atau kontribusinya dalam penerimaan devisa. Pengukuran tolok ukur tersebut tidak mudah, tetapi sebagai sebuah industri yang penting harus dapat dimonitor dan diikuti perkembangannya. Ini lah diantara tugas-tugas yang kami jalankan sesuai dengan kebijakan pemerintah.

Ashwin-1Apa upaya yang dilakukan agar TI bukan saja dapat mensejahterakan masyarakat, tetapi minimal secara langsung bisa dirasakan manfaatnya oleh mereka?

Kami berupaya terus membangun sarana dan akses komunikasi yang terjangkau untuk seluruh masyarakat. Diantaranya adalah pembangunan e-Government.

e-Government adalah penggunaan TI untuk administrasi pemerintahan yang efisien dan efektif, yang tujuannya memberikan pelayanan yang transparan dan memuaskan kepada masyarakat. E-Government dapat diwujudkan berupa publikasikan informasi melalui website yang memungkinkan interaksi antara masyarakat dan kantor pemerintahan melaui e-mail.

Selain itu, masyarakat pengguna dapat melakukan transaksi dengan kantor pemerintahan secara timbal balik dan terintegrasi di seluruh kantor pemerintahan, dimana masyarakat dapat melakukan transaksi dengan seluruh kantor pemerintahan yang telah mempunyai pemakaian data base bersama.

Menurut Anda, apa yang menyebabkan pembangunan e-Government begitu lambat?

Pengembangan aplikasi e-Government memerlukan pendanaan yang tidak sedikit sehingga diperlukan kesiapan dari sisi sumber daya manusia aparat pemerintahan dan kesiapan dari masyarakat.

Survei di beberapa negara menunjukkan bahwa ada kecenderungan aparat pemerintah untuk tidak melaksanakan kegiatan secara online, karena mereka lebih menyukai metoda pelayanan tradisional yang berupa tatap langsung, surat-menyurat atau telepon.

Beberapa penyebab kegagalan atau lambatnya pembangunan e-Government yang juga terjadi di sejumlah negara disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu ketidaksiapan sumber daya manusia, sarana dan prasarana TI, serta kurangnya perhatian dari pihak-pihak yang terlibat langsung.

Pada intinya, pembangunan e-Government harus merata di seluruh Indonesia. Berkaitan dengan hal ini, kondisi masyarakat dan faktor demografi menjadi kendala dalam pemerataan akses TI.

Indonesia pada tahun 2014 kemungkinan akan menyelenggarakan e-Voting untuk pertama kalinya, Apakah Anda yakin Indonesia bisa melaksanakan pemilu menggunakan e-Voting?

Saya melihat ini sama seperti ketika e-Procurement atau e-Government muncul pertama kali, dimana banyak orang yang paham dengan kegunaannya, tetapi ada pula yang pesimis dalam realisasinya.

Penggunaan e-Voting bisa mempercepat pelaksanaan pemilihan, karena bisa menghitung suara hanya beberapa menit saja. Namun masih banyak hal-hal yang perlu di perhatikan dalam penerapan e-Voting, Pertama adalah soal legal draft, ini terkait dengan undang-undang, kedua penyedian infrastruktur TI, ketiga faktor sumber daya manusia dan yang juga harus diperhatikan adalah proses e-Voting antara lain, pendataan, verifikasi, pemilihan dan perhitungan yang semuanya berkaitan dengan identitas tunggal yang saat ini masih dalam tahap penyelesaian dari target rampung pada 2013.

Ashwin-3Bagaimana e-Voting dari segi keamanan?

Seperti juga pemilu secara konvensional, faktor keamanan dan privasi pun harus menjadi perhatian khusus. Masalah utama dalam e-Voting ini adalah apakah pemilih percaya atau tidak dengan sistem ini?

Karena itulah suatu sistem e-Voting harus memenuhi syarat-syarat yang dapat meyakinkan masyarakat bahwa sistem ini memang aman dan terpercaya. Syarat-syarat tersebut antara lain e-Voting harus dapat memastikan bahwa suara pemilih telah dicatat dan ditabulasikan dengan perhitungan matematika. Pemilih mendapatkan bukti pemungutan suara yang dibubuhi digital signature oleh panitia pemungutan suara, sistem ini memastikan suara telah dihitung dan hanya diketahui oleh pemilih, dan sistem harus diaudit oleh lembaga independen agar pemilih dapat memverifikasi suara telah dipungut dengan benar dan dihitung dengan benar pula. Bicara soal keamanan, ini pun juga terkait dengan adanya ulah hacker dan lain sebagainya yang juga harus diantisipasi.

Kemkominfo mempersiapkan 3 rangkaian acara dalam satu tahun, yakni INAICTA, PPKI dan IOSA. Bisa Anda jelaskan apa perbedaan dari ketiganya?

Indonesia ICT Award (INAICTA) merupakan acara yang terdiri dari perlombaan karya cipta kreativitas dan inovasi di bidang TI, seminar, workshop, eksibisi, serta Business Matchmaking Program (BMP). Puncak acara akan ditutup dengan penganugerahan penghargaan yang dijadwalkan pada 24 Juli 2010.

INAICTA 2010 digelar dengan tema “Membangun Kreativitas Digital Untuk Kemakmuran Bangsa, visinya adalah memposisikan TI sebagai faktor pendorong yang harus dimanfaatkan bangsa Indonesia, untuk mengembangkan industri kreatif berbasis TIK.

Senada dengan INAICTA, pameran produk kreatif PPKI yang pada tahun ini merupakan kali keempat penyelenggaraannya mengusung tema utama eksplorasi budaya nusantara melalui keanekaragaman kreativitas pemuda untuk mendukung kebangkitan ekonomi kreatif Indonesia. Sementara IOSA yang digagas Kemkominfo bersama Asosiasi Open Source Indonesia (AOSI) dan Komunitas Open Source lainnya merupakan ajang penghargaan yang diberikan kepada intansi pemerintah yang telah mengimplentasikan Free/Open Source Software (FOSS) di kantornya masing-masing. Melalui penghargaan ini, diharapkan dapat menstimulus percepatan proses migrasi FOSS di seluruh intansi pemerintah, sekaligus memungkinkan masyarakat untuk belajar cara membuat software sendiri mengingat sifat Open Source adalah memiliki kode pemrograman yang terbuka.

Akan seperti apakah perhelatan INAICTA 2010 ini?

Pada prinsipnya, tujuan dari INAICTA adalah menyiapkan para pelaku TI lokal untuk menghadapi kompetisi global. Dan yang terpenting adalah karya kreatif yang sudah diciptakan dapat mempengaruhi perekonomian secara positif. Acara ini didukung oleh berbagai kalangan di bidang TI, seperti pemerintah, kalangan usaha dan pendidikan serta komunitas teknologi TI di Indonesia. Perlombaan karya cipta kreativitas dan inovasi bidang TI dalam INAICTA dibagi dalam 3 kelompok peserta dari 20 kategori penghargaan. Sedangkan kelompok peserta akan dibagi menjadi Pelajar (Sekolah Dasar hingga perguruan tinggi), Perorangan (umum) dan kelompok peserta dari Institusi atau organisasi berbadan hukum.

Yang membedakan INAICTA 2010 dibanding tahun sebelumnya adalah pada tahun ini kami berkonsentrasi pada kampanye teknologi hijau.

Ashwin-4Mengapa isu teknologi hijau yang dipilih?

Masalah lingkungan hidup, khususnya pemanasan global, merupakan masalah dunia. Setiap negara wajib berupaya memaksimalkan peran dalam keselamatan bumi untuk masa depan. Teknologi hijau atau green technology merupakan suatu aplikasi teknologi yang menggunakan bahan maupun proses produksi yang menghasilkan produk tidak beracun dan aman bagi lingkungan serta dapat didaur ulang dan hemat energi.

Selain melalui INAICTA, apa yang diupayakan untuk mendukung teknologi hijau ini?

Pemerintah akan membuat regulasi yang dapat mendukung TI hijau. Tujuannya untuk menghemat penggunaan sumber daya energi yang semakin tipis. Selain itu, konsumsi energi untuk aplikasi TI mampu mencapai 40% dari total konsumsi global energi. Angka ini akan terus tumbuh seiring dengan perkembangan TI di seluruh dunia.

Upaya lain adalah dengan menghimau penggunaan energi yang lebih hemat dan mengurangi residu akibat dari aktifitas TI.

Untuk mendorong kampanye hijau, Kemkominfo juga akan berusaha untuk membangun lebih banyak program TI hijau. Upaya ini juga untuk mengimbangi konten negatif yang tersebar di dunia maya.

Apa yang bisa diperoleh peserta dari keikutsertaannya dalam INAICTA?

Para pemenang INAICTA akan dibawa untuk mewakili Indonesia dalam ajang serupa di lingkup regional dan internasional, seperti Asia Pacific ICT Award (APICTA) dan World Summit Award (WSA). Tentunya ini akan menjadi prestasi yang membanggakan bagi para pemenang.

Beralih ke ajang IOSA, bagaimana hasilnya penggunaan FOSS di lingkungan pemerintahan?

Penghargaan IOSA akan diberikan kepada intansi pemerintah yang telah mengimplentasikan FOSS di kantornya masing-masing. Saat ini, sudah sekitar 30-an kementerian yang mulai memakai peranti lunak terbuka, akan tetapi belum semuanya bermigrasi penuh. Untuk memonitor laju migrasi, pemerintah telah melakukan pemeringkatan penggunaan piranti lunak Open Source untuk aplikasi e-Government di pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Program pemerintah menggunakan piranti lunak Open Source secara total ditargetkan pada 2011. Penggunaan piranti terbuka ini terus diupayakan meski menghadapi berbagai kendala, antara lain kondisi geografis dan kemampuan sumber daya manusia yang belum merata. Piranti lunak terbuka menyediakan solusi mengatasi pembajakan sekaligus memudahkan akses informasi dan data pemerintah. (Hoky)

Stylus T13, Printer Kelas Pemula Dari Epson

4

Epson 01Epson, perusahaan di bidang digital imaging, hari ini (12/6) meluncurkan printer inkjet kelas pemula terbaru, Epson Stylus T13. Penerus seri terdahulu, T11, printer T13 ditawarkan dengan harga terjangkau.

Epson Stylus T13 memiliki resolusi cetak sebesar 5760 x 1440 dpi seperti pada Epson T11 untuk menghasilkan gradasi yang sangat halus baik pada pencetakan berwarna maupun hitam putih dan bahkan pada kertas foto.

Printer ini juga mampu mencetak lebih cepat, yaitu 28 halaman per menit pada cetak mono dan 15 ppm pada cetak warna. Dibanding dengan T11 yang mencetak 22 ppm mono atau 13 ppm halaman warna, tentu saja T13 jauh lebih unggul.

Menggunakan print head Micro Piezo milik Epson dengan Variable Sized Droplet Technology (VSDT) dan tinta pigmen Epson DuraBrite Ultra, T13 menjanjikan pencetakan yang lebih tahan lama dan solid. Epson Stylus T13 juga menawarkan pengguna pilihan cartridge tinta Epson 91N yang lebih ekonomis, selain cartridge tinta standar Epson 73N.

Tinta Epson DuraBrite Ultra adalah tinta berbasis pigmen yang terdiri dari partikel pigmen yang dilapisi resin yang tidak mudah larut. Tidak seperti tinta berbasis dye konvensional, partikel pigmen tinta Epson DuraBrite menetap pada permukaan kertas dan tidak larut ke serat. Hasilnya, cetakan tampak lebih cemerlang dan cepat kering yang membuatnya ideal untuk mencetak 2 muka, sekaligus  tahan air dan tidak mudah pudar.

“Epson Stylus T13 sangat tepat untuk konsumen yang mempertimbangkan biaya, namun tetap mengedepankan kualitas, kecepatan dan pilihan cartridge yang ekonomis. Secara keseluruhan, printer ini memberikan pengguna tambahan nilai dan fleksibilitas. Epson Stylus T13 akan dipasarkan mulai Juli 2010 dengan harga US$ 68,” kata M. Husni Nurdin, Deputy Country Manager, PT Epson Indonesia, di Kuta, Bali.

Indonesia IPv6 Ready di tahun 2013

0

IPv6 SummitMenteri Kominfo Tifatul Sembiring, kemarin (9/6) membuka secara resmi konferensi internasional mengenai kesiapan pemanfaatan IPv6 (IPv6 Summit Conference) sebagai dampak krisis keterbatasan IPv4. Acara pembukaan konferensi ini dihadiri oleh Plt Dirjen Postel Muhammad Budi Setiawan, IPv6 Forum Chairperson Latif Ladid, sejumlah Direktur Utama penyelenggara telekomunikasi, para pengurus dan anggota APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia) serta sejumlah peserta dan nara sumber dari berbagai negara, yang secara total berjumlah lebih dari 300 peserta konferensi.

Pembukaan konferensi tersebut dilanjutkan dengan pembacaan deklarasi secara bersama-sama antara pemerintah dengan para operator jasa telekomunikasi, penyedia layanan, pembuat serta penyedia aplikasi dan penyalur perangkat keras telekomunikasi kesiapan untuk memulai implementasi IPv6 secara menyeluruh di Indonesia  yang merupakan komitmen bersama untuk konsisten mengatasi krisis ketersediaan IPv4 dan kesiapannya menuju IPv6.

Dalam sambutannya Tifatul mengatakan, meningkatnya permintaan akan sebuah sumber daya yang tidak diimbangi oleh persediaan yang memadai kelak bakal menimbulkan ancaman kelangkaan. “Alamat IP adalah sumber daya internet yang terbatas, sedangkan jumlah alamat yang mampu didukung oleh IPv4 hanya sekitar 4 miliar. Jumlah ini jelas tidak sebanding dengan proyeksi kebutuhan IP dunia dimana internet berkembang dengan pesat,” jelasnya, dalam acara yang digelar di Padma Resort Bali tersebut.

Ketua Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), Roy Rahajasa Yamin, mengatakan inti dari deklarasi tersebut adalah, pihak yang menyatakan dukungannya akan mensupport rencana implementasi IPv6 secara menyeluruh di Indonesia, melalui tahapan dan rencana yang matang sehingga menghasilkan manfaat maksimal untuk pengembangan telekomunikasi, khususnya internet di Indonesia. “Dukungan ini akan kami wujudkan dengan memulai pembuatan rencana dan kemudian dengan pelaksanaan migrasi Pv4 ke IPv6 secara bertahap, sehingga bersama-sama secara nasional Indonesia akan ‘IPv6 Ready’ pada 2013,” ungkap Roy.

Sementara itu, Plt Dirjen Postel Muhammad Budi Setiawan, mengatakan, puncak kelangkaan IPv4 diperkirakan akan berlangsung pada 12-18 bulan ke depan, namun para penggiat internet Indonesia jangan lantas hijrah drastis ke IPv6 ini. Pasalnya, perubahan ini bisa dilakukan secara bertahap dan perlahan. “IPv4 bisa diparalel dengan IPv6, jadi tidak langsung drastis berubah. Yang pasti kita sudah menegaskan pada 2013 Indonesia IPv6 ready,” papar Dirjen.

IPv6 sendiri merupakan protokol pengalamatan internet generasi baru yang dimaksudkan untuk menggantikan Internet Protokol versi 4 (IPv4) yang digunakan saat ini dan sudah hampir habis sumber dayanya, sementara pertumbuhan dan penambahan mesin ke dalam internet semakin meningkat.

Acara ini didukung oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika, Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) dan Majalah BISKOM sebagai Media Partner.

YOGYAKOMTEK 2010 dan SCOMDEX 20 Launching Bareng

0

01. Launching Yogyakomtek & Scomdex (1)Pameran Yogyakomtek 2010 dan Scomdex 2010 yang akan dilaksanakan pada 2 – 6 Oktober 2010 dan 29 Okt – 02 Nov 2010, kemarin (9/6) diluncurkan bersamaan. Bertempat di Puri Pertiwi Ball Room Hotel Le Grandeur Jakarta, dua DPD Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo) besar, yaitu DPD DIY dan DPD Jatim untuk pertama kalinya melakukan kolaborasi dan sinergi memperkenalkan pameran Yogyakomtek 2010 dan Scomdex 20 kepada para vendor di Jakarta.

Tedie Dian Putra, Ketua Pameran Yogyakomtek 2010, dalam presentasinya memaparkan, alasan dipilihnya tema Two Thumbs Up karena saat ini adalah  era keyboard QWERTY, dimana perangkat digital membuat dua jempol kita menggantikan fungsi mulut kita untuk berkomunikasi.

Pameran Yogyakomtek 2010, kata Tedie,  diharapkan mampu mengembangkan fungsi pameran yang semakin lebar, mengumpulkan ide yang belum dijumpai di pameran lain, menggarap sektor corporate, education, dan direct user serta memberikan peluang distributor mengekspresikan kemampuan teknik marketingnya. “Kami menargetkan 150 ribu pengunjung bisa menghadiri pameran Yogyakomtek 2010, karena pengunjung akan kami suguhi berbagai inovasi yang berbeda untuk pameran kali ini,” papar Tedie.

Tedie juga menambahkan, meskipun pameran Yogyakomtek yang selalu sukses selama 13 tahun penyelenggaraan dan menjadi pameran komputer terbesar milik Apkomindo dengan motto ”TERBESAR, TERLENGKAP, TERBANYAK” sejak tahun 1997, namun pengurus Apkomindo DIY sepakat tidak menaikan sama sekali biaya space stand pameran. Dengan kata lain, biaya pameran masih sama dengan penyelenggaran Yogyakomtek 2009 yang lalu.

Sementara itu, James Ticualu, Sekretaris Apkomindo DPD Jatim mengatakan, “Kami telah mempersiapkan berbagai program acara yang berbeda dari pameran-pameran Scomdex sebelumnya. Selain ada unsur hiburan dan sajian produk-produk terbaru, kami juga menyajikan  berbagai workshop dan seminar untuk memberikan nilai edukasi kepada masyarakat pencinta teknologi informasi (TI).

James juga mengatakan bahwa Pameran Scomdex adalah “Pameran Dari Anggota, Oleh Anggota dan Untuk Anggota”, sehingga pengurus Apkomindo Jatim telah sepakat untuk memberikan potongan harga sebesar 10%,  agar  tidak memberatkan peserta pameran. Selain itu, pada pameran Scomdex kali ini dijamin tidak ada pameran TI sejenis yang berdekatan waktunya, baik sebelum maupun sesudah pameran berlangsung. Sehingga sinergi dan kekompakan seluruh pengurus bersama anggota diharapkan dapat terus ditingkatkan untuk keuntungan anggota Apkomindo. “Dengan tidak adanya pameran-pameran komputer yang berdekatan waktunya dengan pameran Scomdex kali ini, kami meyakini akan meningkatkan kualitas pameran, karena semua pihak terkait dapat fokus pada pameran Scomdex. Disamping itu,  daya beli masyarakat Jatim akan terfokus pada pameran Scomdex 2010 ini,” kata James.

01. Launching Yogyakomtek & Scomdex (2)Peluncuran kali ini terasa berbeda dibanding peluncuran sebelum-sebelumnya. Dengan nuansa budaya yang berbalut dengan teknologi canggih masa kini, pengundian stand VIP yang diperuntukkan bagi vendor-vendor TI di Jakarta langsung disambut dengan antusias. Lebih dari 80% stand VIP langsung dipesan oleh para vendor TI nasional baik untuk pameran Yogyakomtek maupun untuk pameran Scomdex.

Acara peluncuran ini dihadiri pula oleh para vendor TI nasional dan pengurus DPD Apkomindo DIY, pengurus DPD Apkomindo Jatim serta pengurus DPP Apkomindo. Pameran Yogyakomtek 2010 dan Scomdex 2010 didukung oleh Majalah BISKOM sebagai media partner.

Telah Terbit BISKOM Edisi Juni 2010

0

Majalah BISKOM kali ini menampilkan Direktur Jenderal Aplikasi dan Telematika Kementerian Kominfo, Ashwin Sasongko, (Terima kasih kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika yang turut mendukung Majalah BISKOM).

Dalam kesempatan ini, kami sekaligus menawarkan kepada seluruh pembaca untuk bekerjasama saling menguntungkan dengan Majalah BISKOM, baik berupa pengiriman artikel TI, mengadakan seminar, workshop dan pameran serta kegiatan-kegiatan lainnya yang berkaitan dengan dunia TI.

Topik menarik Majalah BISKOM Edisi Juni 2010 diantaranya:

• COVER STORY: Ashwin Sasongko, INAICTA 2010 Konsen Pada Teknologi Hijau

• FIGURE:
* Irfan Setiaputra, Perisalah, Software Buatan Indonesia
* Tatang A. Taufik, e-Voting Tergantung e-KTP
* Sunil Chava, Cloud Computing Booming di Indonesia

• HEADLINE:
* Menuju E- VOTING 2014
* Regulasi & Aturan Dalam Pemilu

• FOCUS:
* Mengekor Sang Fenomenal, iPad
* Dari Vendor Terkenal Hingga Pemain Baru
* Keterbukaan Informasi Publik
* Indonesia Siap Migrasi IPv6

• BROWSING:
* Web Berkarakter Arab Resmi Tampil
* Symantec Rilis AntiVirus 2011 Untuk Facebook
* Game 3D Booming Pada 2012

• INSPIRATION:
* Atang Setiawan: Globalisasi dan Cyber Crime
* Dirgayuza Setiawan: Keterbukaan Informasi Publik Kunci Dari ”Government 2.0” di Australia
* Bob Julius Onggo: Dicari Lowongan: TWEETOLOGIST
* Iwan Eka Setiawan: Teknologi Untuk Budidaya Sidat di Indonesia
* Prakoso Bhairawa Putera: E-Tourism Dalam Visit Indonesia Year 2010

• REVIEW & CELLULAR:
* Canon LV Projector
* HP Vivienne Tam
* MSI GT40 dan GT740
* Samsung Galaxy S i9000
* SONY ERICSSON J20i

Dapatkan Majalah BISKOM di Toko Buku Gramedia dan Gunung Agung atau berlangganan melalui Bagian Sirkulasi Majalah BISKOM. Untuk review, ujicoba, update harga produk dan kegiatan perusahaan Anda, hubungi redaksi[at]biskom.web.id

YOGYAKOMTEK 2010 Usung Tema Dua Jempol

0

Dua Jempol“Two Thumbs Up“, itulah tema yang akan diangkat oleh panitia Yogyakomtek 2010. Tema ini seolah menjadi kritik sosial terhadap perubahan perilaku manusia dalam berkomunikasi. Di era keyboard QWERTY pada smartphone, membuat dua jempol kita menggantikan fungsi mulut kita untuk berkomunikasi. Bahasa verbal digantikan bahasa motorik. Kita tidak lagi berkomunikasi dengan mulut kita, namun lebih mengasyikkan tenggelam di dalam dunia virtual, dan membiarkan kedua jari kita mengambil alih. Ya, mungkin kita baru menyadarinya, dan menertawakan diri kita sendiri, dan teknologi berperan besar mengubah kodrat alami ini. Teknologi mengubah kodrat ini, pabrik membuat hardware, developer mendukung, dan user menerimanya dengan senang hati. Yang perlu dicermati, apakah ini akan menjadi kebiasaan baru kita semua atau hanya sekedar trend?

Setelah sukses selama 13 tahun penyelenggaraan, Apkomindo DIY secara konsisten menjadikan YOGYAKOMTEK sebagai event yang memiliki motto ”TERBESAR, TERLENGKAP, TERBANYAK” sejak tahun 1997 (penyelenggaraan yang pertama). Apkomindo DIY bertekad bahwa dalam penyelenggaraan event, kualitas yang didahulukan. Hal ini didasarkan pada visi dan misi edukasi kepada masyarakat (khususnya masyarakat DIY) di bidang pengembangan teknologi TI yang diemban Apkomindo DIY. Motto ini sejak awal diselenggarakan memang bermakna sebagai pameran teknologi dan  bursa penjualan komputer serta  segala perlengkapan digital ini mengutamakan pada kualitas sebuah pameran, dan  pada akhirnya memang menjadi sebuah ajang penjualan terbesar di seluruh Jawa Tengah dan DIY.

Hadi Santono, Ketua Apkomindo DPD DIY, mengatakan Pameran YOGYAKOMTEK ini sedemikian menarik untuk dikunjungi oleh para peminat dan calon konsumen dari seantero pelosok DIY dan Jawa Tengah. “Fakta membuktikan Pameran ini telah menjadi magnet bagi pengunjung melewati batasan wilayah regional Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah. Data pengunjung tahun lalu membuktikan bahwa pengunjung YOGYAKOMTEK datang dari berbagai pelosok Indonesia meliputi Sumatera, Kalimantan, Jawa dan Bali. Juga, kehadiran para pengusaha komputer dari Jakarta, Surabaya bahkan prinsipal dari mancanegara sudi berkunjung untuk ‘mengintip’ pameran yang telah menjadi salah satu barometer bisnis komputer di Indonesia ini, Data tahun terakhir (2009) menunjukkan bahwa YOGYAKOMTEK dihadiri lebih dari 127.000 pengunjung hanya dalam 5 hari. Saat ini YOGYAKOMTEK menjadi pameran komputer terbesar di Indonesia milik Apkomindo.” ujar Hadi.

Hadi juga mengatakan bahwa pada pameran YOGYAKOMTEK 2010 yang akan dilaksanakan pada 2 – 6 Oktober 2010, bertempat di Gedung Jogja Expo Centre (JEC) ini, pengunjung akan disediakan tiga event inovatif yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. “Kami memproyeksikan pengunjung akan mencapai lebih dari 150.000 orang dalam 5 hari penyelenggaraan,” tambah Hadi.

Faridl Ahmad Sekretaris Apkomindo DIY, mengatakan launching Pameran YOGYAKOMTEK 2010 di Jakarta kali ini akan menampilkan sesuatu yang beda. “Kami mengundang para vendor dan pebisnis TI di Jakarta yang ingin memperluas bisnisnya di DIY untuk menghadiri launching Pameran YOGYAKOMTEK 2010 yang akan diselenggarakan bersamaan dengan Launching Pameran SCOMDEX 20 pada hari Rabu, 9 Juni 2010 pukul 17.30 WIB – selesai, bertempat di Puri Pertiwi Ballroom, 2nd floor, Hotel Le Grandeur Mangga Dua, Jakarta,” ujar Faridl.

Sementara itu Soegiharto Santoso, Pimpinan Umum Majalah BISKOM dan juga sekaligus pengusaha TI, mengatakan bahwa pameran YOGYAKOMTEK bukan hanya sebagai ajang penjualan semata, tetapi juga mengandung unsur pendidikan, hiburan dan kreativitas yang sangat tinggi. Seperti YOGYAKOMTEK 2007, yaitu ‘YOGYAKOMTEK, Stasiun Techie Jogja’, panitia menyulap Jogja Expo Center (JEC) menjadi seperti stasiun tugu Jogja lengkap dengan perlengkapan penunjangnya. “Ini menunjukkan bahwa panitia tidak main-main, mereka bekerja sama dengan pihak PT. KAI untuk mendapatkan seragam maupun aksesoris asli dari Stasiun Tugu untuk mendukung kesan Stasiun Tugu, bahkan sampai mendapat penghargaan dari MURI,” tandas Soegiharto.

Ia juga mengatakan BISKOM selalu mendukung pameran YOGYAKOMTEK sebagai Media Partner, “kami berupaya menjadi jembatan antara pemerintah pusat dengan pebisnis di daerah, oleh karena itu kami dengan senang hati turut membantu panitia menghadirkan pejabat terkait, seperti Dirjen Aptel Depkominfo, Bapak Cahyana Ahmadjayadi dan Menristek Bapak Kusmayanto Kadiman yang diwakili oleh Staf Ahli Menteri Bapak Engkos Koswara untuk meresmikan pameran-pameran Yogyakomtek sejak 2007 sampai 2009 dan sekaligus menyaksikan animo masyarakat di daerah terhadap kemajuan TI. Dan kami yakin pameran Yogyakomtek 2010  kali ini dan yang akan datang, akan lebih sukses lagi, two thumbs up untuk seluruh pengurus Apkomindo DIY,”  tambahnya.

Urbanesia Berpartisipasi di Echelon 2010

0

urbanesiaURBANESIA.COM, lifestyle city directory pertama yang berbasis web 2.0 di Indonesia berhasil terpilih menjadi partisipan di Echelon 2010. Urbanesia.com beserta 6 web start-up lokal lainnya yakni CES (Collaborative e-Business System), BukuQ.com, Evolitera.com, Krazymarket.com, Koprol.com, Tokopedia.com akan mewakili industri lokal di konferensi teknologi Internet dan web tersebut yang berlangsung pada 1 -2 Juni di Singapura.

Pada acara ini Urbanesia.com berkesempatan memamerkan fitur-fitur unggulan seperti web 2.0 yang memungkinkan pengguna berbagi pengalaman dan menciptakan user generated content. Urbanesia menyediakan media promosi bagi pemilik bisnis untuk membuat profil bisnis secara lebih informatif dan terkostumisasi. Pemilik bisnis akan terbantukan dengan adanya review dan testimoni dari pengunjung Urbanesia, sehingga Urbanesia mampu mempertemukan langsung antara pemilik bisnis dan pengguna. Dengan ini Urbanesia berusaha mengedukasi para pemilik bisnis mengenai cara berpromosi secara online dan memberikan informasi lengkap kepada pengguna yang benar-benar membutuhkan.

“Diangkatnya perkembangan startup Indonesia sebagai topik dan terpilihnya Urbanesia untuk berpartisipasi sebagai eksibitor di Echelon 2010 menandakan semakin diakuinya potensi industri web lokal Indonesia di dunia internasional. Dengan adanya lebih dari 200.000 database direktori di Urbanesia.com, kami berharap untuk memperkaya konten lokal yang kini semakin dibutuhkan seiring dengan perkembangan teknologi dan internet yang begitu cepat,” kata Selina Limman CEO & Managing Director, Urbanesia.com.

Echelon 2010 (dulu unConference Singapore) yang diselenggarakan di Singapura adalah ajang konferensi di bidang teknologi web terdepan di Asia yang bervisi untuk mempertemukan praktisi dan perusahaan di industri Internet dan web dari berbagai lapisan dalam sebuah forum diskusi yang mengetengahkan topik terhangat seputar perkembangan web startup.

Indonesia Siap Sambut IPv6

0

summitTerus berumbuhnya pemakaian Internet Protocol Address atau IP di dunia pada umumnya serta di Indonesia khususnya, maka persediaan IPv4 di seluruh dunia saat ini tinggal 7% saja atau setara dengan 280 juta IP. Untuk mempercepat pengaplikasian IPv6 di Indonesia, sejak tiga tahun lalu pemerintah membentuk Indonesia IPv6 Task Force (ID-IPv6TF), sebuah gugus tugas untuk melakukan fungsi koordinasi terhadap seluruh stakeholder dalam industri Internet Indonesia, dimana di dalamnya tergabung seluruh unsur negara baik pemerintahan maupun industri.

Bulan ini, IPv6 Task Force akan mengadakan IPv6 Summit pada tanggal 8-9 Juni 2010 di Padma Resort, Bali dengan tema “Reaching The Bottom Millions“. Pada acara tersebut yang rencananya dihadiri oleh Menkominfo Tifatul Sembiring, akan dideklarasikan secara bersama-sama antara pemerintah dengan para operator jasa telekomunikasi, penyedia layanan, pembuat serta penyedia aplikasi dan penyalur perangkat keras telekomunikasi kesiapan untuk memulai implementasi IPv6 secara menyeluruh di Indonesia.

Dengan jumlah penduduk Indonesia yang besar, disertai terus tumbuhnya penggunaan layanan Telekomunikasi khususnya Internet, terus membutuhkan dukungan dari infrastruktur Telekomunikasi yang di era “next generation network” ini tidak dapat dipisahkan dari ketersediaan IP. Maka kebutuhan dukungan IP ini, perlu disikapi dengan rencana aksi implementasi IPv6 yang secara umum di seluruh dunia diketahui merupakan solusi dari menipisnya ketersediaan IPv4.

Dukungan ini akan diwujudkan dengan memulai pembuatan rencana atau roadmap dan kemudian diikuti pelaksanaan migrasi IPv4 ke IPv6 secara bertahap, sehingga bersama-sama secara nasional, seluruh Indonesia akan ‘IPv6 Ready” pada tahun 2013.

Acara ini didukung oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika, Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) dan Majalah BISKOM sebagai Media Partner.