INAICTA, Membangun Bangsa Dengan Kreativitas
Teknologi informasi dan telekomunikasi (TIK) terus mengalami perkembangan yang sangat pesat dan mengambil peran yang semakin besar dalam kehidupan manusia. Penguasaan terhadap teknologi ini diyakini akan menentukan kemajuan sebuah bangsa sehingga wajar jika banyak negara yang memberikan perhatian khusus terhadap pengembangan TIK di negaranya.
TIK dapat dipandang sebagai alat dan produk. Sebagai alat, TIK mampu meningkatkan efisiensi dan efektivitas banyak aktivitas mulai dari bisnis hingga pengelolaan negara, lihat saja manfaat yang dirasakan dari praktik e-government. Sedangkan sebagai produk, produk-produk TIK terbukti memiliki nilai tambah yang sangat besar, contoh yang paling mudah adalah keberhasilan situs jejaring sosial Facebook.
Karakter yang unik dari teknologi informasi dan telekomunikasi adalah informasi tanpa batas sehingga membentuk ruang persaingan yang relatif seimbang antara negara maju dan negara berkembang. Yang membedakan adalah kemampuan inovasi dan kreativitas masyarakat di bidang TIK dalam sebuah bangsa.
Indonesia sebagai negara yang sedang berkembang harus memanfaatkan peluang ini secara optimal sehingga dapat menjadi daya saing bangsa di masa depan. Untuk itu diperlukan segala upaya mendorong penguasaan TIK dan menumbuhkan budaya inovasi dan kreativitas di bidang TIK ini.
INAICTA (Indonesia ICT Award) adalah sebuah program nyata yang diinisiasi oleh Departemen Komunikasi dan Informatika untuk mendorong munculnya karya-karya teknologi informasi dan telekomunikasi lokal yang berkualitas dan pada akhirnya mampu menjadi tuan rumah di negeri sendiri serta pemain di industri global.
INAICTA 2009, yang merupakan penyelenggaraan ketiga, mengambil tema Kreativitas Digital untuk Membangun Bangsa. Tema ini diangkat untuk menunjukkan bahwa kreativitas merupakan faktor kunci dalam pembangunan industri TIK di Indonesia sekaligus juga menyukseskan program pemerintah menjadikan Tahun 2009 sebagai Tahun Indonesia Kreatif.
Dalam penyelenggaraan sebelumnya, INAICTA mampu menarik perhatian dan partisipasi yang sangat besar pelaku TIK nasional. Partisipasi yang tinggi, hasil karya yang berkualitas, dan proses penjurian yang baik menghasilkan para pemenang INAICTA yang memang memilki potensi besar menjadi industri masa depan.
INAICTA 2009 adalah ajang lomba karya cipta kretivitas dan inovasi bidang teknologi informasi dan telekomunikasi berskala nasional tahun ketiga. Total hadiah untuk INAICTA 2009 adalah Rp 1 Milyar dan pemenang berpeluang mewakili Indonesia di ajang internasional. Informasi lebih lengkap dan pendaftaran dapat dilihat di www.inaicta.web.id
Hidup memang tak seindah mimpi, pun tak secantik bayangan tiap-tiap orang. Setidaknya itulah yang menginspirasi pembuatan game online, LILO, yang memenangkan Indonesia ICT Award (INAICTA) 2008 kategori entertainment. LILO, demikian nama game tersebut, berhasil menyabet gelar itu dengan menghadirkan inovasi baru dalam jejaring sosial.
Bukan hal aneh bila banyak yang mengeluhkan lemahnya kemampuan pemerintah daerah di Indonesia dalam mengelola data kepemerintahan mereka. Salah satunya pada pengelolaan informasi mengenai penerimaan pajak kendaraan bermotor. Padahal di sejumlah daerah, 70% dari pendapatan daerah tersebut berasal dari pajak kendaraan bermotor.
Salah satu pemenang INAICTA 2008 adalah JBatik, sebuah perangkat lunak yang mampu menciptakan motif-motif batik modern dengan basis desain batik tradisional. Aplikasi yang menggabungkan nilai budaya dan TIK ini menunjukkan bahwa TIK dan budaya bukan dua wilayah yang terpisah, bahkan kolaborasi keduanya akan menciptakan nilai tambah yang sangat besar.
Sebagai salah satu kota perdagangan terbesar di Indonesia, Solo adalah kota yang berkontribusi besar dalam industri selular dan komunikasi tanah air. Hal ini ditandai dengan tingkat penjualan perangkat selular dan komunikasi yang sangat tinggi di kota budaya ini.
Hari ini, tanggal 2 Mei pada acara When Bloggers and Mailister Collide di Puspitek Serpong, para bloggers, mailister dan undangan lainnya menjadi saksi bahwa kawasan Puspitek dijadikan sebagai lahan field lab test bagi WiMAX pada frekwensi di 2,3 GHz hasil produk anak bangsa. “Ini menunjukkan bahwa kita telah berhasil membuat, mengembangkan, mengetes, menginstal dan mengoperasikan teknologi yang merupakan langkah awal dari produk lokal pertama di Indonesia” kata Menristek Kusmayanto Kadiman dalam sambutannya.
Yang paling menarik dari WiMAX ini adalah adanya teknologi multicast “Yang membedakan WiMAX dengan koneksi internet konvensional. Kanal yang dipakai adalah IP Address pengguna, jadi sebanyak apapun sang pemakai membuka akses internet, kapasitas bandwithnya tetap sama. Ini sebuah lompatan teknologi yang luar biasa” ujar Onno.
Lenovo memperkenalkan notebook yang kemampuan utamanya berfokus pada fasilitas multimedia. Notebook tersebut berseri Y yang tampil dalam dua varian, Y450 dan Y550.
Perangkat multimedia yang semakin bervariasi jenis dan fungsinya memungkinkan setiap orang memiliki sekumpulan file yang semakin menumpuk dari hari ke hari. Ada banyak media penyimpan yang bisa dipilih dalam kapasitas besar, mulai dari flashdisk hingga keping CD. Namun ada kalanya orang lebih mempercayai penggunaan harddisk karena menjamin data lebih awet dibanding storage lain, disamping ukurannya yang ideal, alias tidak terlalu kecil ataupun tipis sehingga berpotensi terselip diantara barang-barang Anda lainnya.
Setelah lama dinanti, akhirnya Lenovo IdeaCentre A600 hadir ke Indonesia. PC all-in-one ini mengintegrasikan LCD dan CPU dalam satu perangkat, sebuah desain yang simple dan mulai digemari oleh konsumen di tanah air.
Sekelompok mahasiswa Institut Teknologi Telkom (ITT) Bandung mengembangkan casing personal computer (PC) dari bambu. Mereka menamakannya “Bamcas,” Bamboo Casing PC Exotic Robustus Affordable, yang menjadi buah karya unik, kreatif, sekaligus eksotik.

