Home Blog Page 1028

Nikon Coolpix P6000 Berfitur Geotag

1

nikon-coolpix_1Nikon masih tampil sebagai sebuah brand terpercaya dibanding kamera-kamera yang beredar saat ini.  Itulah sebabnya mengapa setiap Nikon menggelontorkan kamera baru,  dijamin akan laris di pasaran.  Salah satu yang beredar saat ini adalah Coolpix P6000.

Kamera berjenis kompak ini dilengkapi dengan dua fitur yang cukup menarik: geotag dan kemampuan terhubung dengan jaringan. Geotag adalah fasilitas GPS yang mampu mendeteksi lokasi kamera berada dan menambahkan data lokasi ini pada metadata gambar hasil bidikan kamera ini. Fitur GPS ini juga mampu terkoneksi ke satelit. Ditambah beberapa fitur lainnya, Coolpix 6000 menjadi jawaban atas kebutuhan Anda yang tidak puas dengan hasil bidikan kamera saku biasa.

Sensor berukuran 1/1.7 inci dengan kemampuan 13 megapiksel dan lensa Nikkor 28mm dengan kemampuan optical zoom hingga 4x menjadi paduan sempurna dari kamera terkini. Bagi Anda yang suka bereksperimen dengan bidikan, Nikon juga menyertakan kemampuan untuk membuat pengaturan manual.

Nikon juga melengkapi fungsi Ethernet yang bisa bekerja dengan baik. Dengan port 10/100 Ethernet yang disediakan, kamera ini dapat terhubung dengan jaringan dan dapat digunakan untuk upload foto ke layanan Picturetown milik Nikon. Setelah  terkoneksi internet, Anda diwajibkan untuk memiliki akun di situs Picturetown agar dapat memanfaatkan fitur yang memungkinkan Anda memiliki ruang penyimpanan foto dengan kapasitas 2Gb.

CSR Jadikan Perusahaan Lebih Berguna

0

csrDalam Ilmu Komunikasi, Harold Laswell mengungkapkan teori media massa yang secara inti memiliki fungsi informasi, hiburan dan pendidikan. Diuraikan lagi oleh pakar komunikasi lainnya, Charles R Wright, media massa berfungsi dalam kegiatan penyelidikan (surveillance), kegiatan mengkorelasikan (correlation), yaitu menghubungkan satu kejadian dengan fakta yang lain dan menarik kesimpulan, kegiatan transmisi kultural, yaitu pengalihan kebudayaan dari satu generasi kepada generasi berikutnya, dan kegiatan penghiburan (entertainment).

Memasuki tahun 2009, kami terus berupaya menyajikan yang terbaik kepada komunitas telematika dan masyarakat Indonesia pada umumnya. Kami berupaya mengaplikasikan, berbagai teori yang disampaikan para pakar Ilmu Komunikasi seperti di atas meski pada kenyataannya masih banyak sisi kekurangan.

Di edisi awal tahun 2009 ini, kami menampilkan headline tentang Corporate Social Reponsibilities (CSR) atau tanggung jawab sosial dari perusahaan swasta maupun BUMN. Tak lain bertujuan guna menggugah tiap perusahaan TI yang mampu untuk melaksanakan program CSR secara optimal.

Jika CSR memang harus dijalankan, tak lain demi kebaikan perusahaan itu sendiri. Terhimpit pengaruh krisis keuangan global bisa saja menjadi alasan, namun niat baik untuk bersosialisasi akan menjadikan perusahaan lebih bermanfaat bagi semua. Berpikir positif tentang CSR tampaknya akan lebih bermanfaat ketimbang memikirkan biaya yang mesti digelontorkan perusahaan setiap tahunnya untuk program yang sudah menjadi fenomena global ini. Jadi, mari kita mulai ber-CSR!

Lebih dari itu kami juga hadirkan  isu-isu menarik lainya yang menjadi wacana khasanah TI nasional yang makin hari makin menggeliat, ditambah lagi dengan dukungan kebijakan pemerintah daerah yang mulai mengerti betapa pentingnya TI dalam mendukung program pembangunan di daerahnya masing-masing. Kedepan, BISKOM siap menyajikan wacana-wacana TI yang tengah menghangat dan ramai dibicarakan khususnya di kalangan koomunitas telematika sendiri.

Selamat Tahun Baru 2009, semoga tahun ini menjadi tahun yang lebih baik dari tahun lalu.

Majalah BISKOM Edisi Januari 2009

1

Cover Majalah BISKOM kali ini menampilkan Direktur TI PT Telkom, Indra Utoyo (Terima kasih kepada PT Telkom yang turut mendukung Majalah BISKOM).

Dalam kesempatan ini, kami sekaligus menawarkan kepada seluruh pembaca untuk bekerjasama saling menguntungkan dengan Majalah BISKOM, baik berupa pengiriman artikel TI, mengadakan seminar, workshop dan pameran serta kegiatan-kegiatan lainnya yang berkaitan dengan dunia TI.

Topik menarik Majalah BISKOM Edisi Januari 2009 diantaranya:

• COVER STORY: Indra Utoyo, Direktur TI PT Telkom, “MIKTI Menciptakan Kekuatan Dari Komunitas Kreatif.”

• FIGURE:
– Manager Communication Services XL, Harry D Jusana, “CSR XL Fokus Pada Pendidikan”
– Kepala Bapeten, As Natio Lasman, “Bapeten Terapkan Pelayanan Prima”
– Presdir PT. Telesindo Shop, Hengky Setiawan, “2009, Tahun Perluasan 800 Gerai”

• HEADLINE: Mari Ber-CSR!

• FOCUS:
– CSR Harus Membina Kemandirian Bangsa
– Tuntutan dan Peluang CSR
– 10 Prediksi IDC di Pasar TI 2009
– Pemerintah Jabar Dorong Investasi TI Desa
– Memaksimalkan Service Provider
– Teknologi Atasi Kemiskinan Pedesaan
– Industri Musik Rambah Dunia Digital

• SNAP:
– ICI: Menuju Ekonomi Kreatif Dengan Budaya Kreatif
– Lintasarta Fokuskan CSR ke Pendidikan
– Microsoft Tawarkan Bantuan ISV
– Gubernur Jambi Dorong Penerapan Teknologi
– XL Luncurkan XL Sukses
– IM2 Punya Toko Musik Online
– Aveloc GPS Deteksi Koordinat
– Masyarakat TIK Bentuk MIKTI
– Indosat dan Telkom Raih IT Inspiration Award
– Tiket Online KA Diluncurkan
– Pameran TI di Mal Ambarukmo
– SD di Cimahi Jadi Model Pengembangan Sekolah TI
– Sun Kenalkan JavaFX1.0
– XL Launching Bandung Network Building

• INSPIRATION:
– Ronny Wuisan: Kebebasan Pers dan Pencemaran Nama Baik
– Cicilia Lusiani: Promosi Wisata Lewat Dunia Maya
– Dirgayuza Setiawan: Rest In Peace: Macworld Expo
– Bob Julius Onggo: Generasi Maya
– Bambang Dwi Anggono: Matriks Data e-Government
– Muhamad Jafar Elly: Mencermati Perkembangan Generasi Keempat
– Prakoso Bhairawa Putera S.: Langkah Percepatan Iptek
– Kemal Prihatman: Kebutuhan Standar Dokumen Bagi Pemerintah
– Engkos Koswara, Idwan Suardi, Kemal Prihatman: Digitalisasi Perlindungan Dokumen Pemerintah

• REVIEW & CELLULAR:
– Canon IXUS 870 IS
– Panasonic CF-52
– Zotac Nitro
– Kingston OX DataTraveler
– Sony Ericsson W302
– Samsung Innov8
– LG KC550
– HTC Touch HD

Dapatkan Majalah BISKOM di Toko Buku Gramedia dan Gunung Agung atau berlangganan melalui Bagian Sirkulasi Majalah BISKOM. Untuk review, ujicoba, update harga produk dan kegiatan perusahaan Anda, hubungi redaksi[at]biskom.web.id

Xacti HD1010 Gambar Anti Blur

0

sanyo_xacti_2Di Indonesia, Canon dan Sanyo dipasarkan oleh PT Datascrip. Sebagai produk yang bernaung di perusahaan yang sama, tentunya dalam beberapa hal Sanyo tidak kalah dengan Canon. Pada seri Xacti HD1010 misalnya, Sanyo berupaya melengkapi camcorder tersebut dengan fitur dan kemampuan camcorder kelas atas, walau harganya setara dengan produk kelas menengah.

Desain camcorder yang mirip pistol layaknya seri Xacti lainnya, membuatnya nyaman dioperasikan karena bentuknya pas dalam genggaman.  Dan ternyata, cara mengoperasikan HD1010 cukup mudah.

Camcorder berdimensi 54.5 x 90 x 112.6mm ini memiliki sensor CMOS berukuran 1/2,5 inci berjumlah sekitar 3 megapiksel.  Hasilnya, camcorder ini mampu merekam hingga resolusi 1.920 x 1.080 piksel.
Dengan spesifikasi itu, Xacti HD1010 yang memiliki lensa all-glass HD ini mampu menghasilkan rekaman yang tajam dan detail. Apalagi terdapat fasilitas pengaturan white balance yang tepat, sehingga hasil rekaman lebih memuaskan.

Bahkan dalam kondisi cahaya redup, hasil bidikan tetap tajam dan cemerlang meski muncul sedikit noise.
Untuk hasil yang terjamin tajam, Xacti HD1010  hanya mengijinkan digital zoom hingga 10x saja. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari resiko getaran yang disebabkan tangan yang tak stabil. Bila dipaksakan menggunakan zoom lebih dari 10x bisa jadi hasil bidikannya akan sangat blur mengingat tidak tersedia fitur optical image stabilizer.

HMCC Pilih Ketua Baru

0

afatDi penghujung akhir tahun 2008, Harco Mangga Dua Computer Center (HMCC) mengadakan pemilihan ketua baru. Dari sekitar 560 anggota yang terdaftar namun pada pemilihan ketua HMCC kali ini hanya  sekitar 259 suara yang masuk.

Bertempat di Lido Palace (12/12), pemilihan ketua HMCC berhasil dimenangkan oleh Afat dengan mendapatkan 127 suara. Sedangkan empat calon lainnya, Santo, mendapatkan 39 suara, Edy 37 suara, Atmo 28 suara dan Jefry 28 suara.

Menurut Afat, asosiasi ini merupakan jembatan bagi semua anggota maupun toko-toko di Harco Mangga Dua untuk saling bertukar informasi. “Dengan HMCC, kita menjadikan pedagang atau pemilik ruko di Harco lebih kompak dan dimata vendor keberadaan kita juga dipandang sehingga Harco Mangga Dua lebih maju,”ujarnya.

Berdiri sejak tahun 2000, HMCC selama ini bergerak dalam kegiatan pameran-pameran komputer. Pameran yang diselenggaran juga merupakan sebagai promosi toko-toko yang berada dalam komplek Harco Mangga Dua untuk lebih dikenal. HMCC (Harco Mangga Dua Computer Center) merupakan suatu asosiasi yang menjembatani semua anggota maupun toko-toko di Harco Mangga Dua untuk saling bertukar informasi. Keberadaannya telah menciptakan kekompakan dan keharmonisan antar pedagang.

Dengan terpilihnya Afat sebagai ketua, diharapkan HMCC akan lebih maju lagi. Tentunya dengan dukungan semua anggota. Untuk mengetahui bagaimana rencana Afat untuk memajukan HMCC, berikut petikan wawancara BISKOM dengan Afat di tempat kerjanya. 

Apa program kedepan HMCC dibawah kepengurusan Anda?

Seperti yang kita harapkan bersama, HMCC tentunya harus lebih maju. Program-program yang menuju kemajuan telah kami rancang yang sebagiannya adalah meneruskan program  kepengurusan lama yang kami  anggap bagus. Sementara program yang kurang bagus akan kita perbaiki. Dalam program baru, kami akan terus berkarya mengadakan berbagai pameran dan pelatihan bersama karena sejak dulu, HMCC identik dengan pameran. Bedanya, kedepan pameran atau kegiatan lain lebih kami benahi lagi agar lebih banyak toko atau pedagang yang ikut pameran.

Yang penting di pengurusan saya semuanya jelas dan transparan, sehingga semua merasakan keberadaan asosiasi HMCC, dan bukan hanya satu orang atau beberapa orang saja. 

Pameran sendiri diadakan berapa kali?

Untuk di Senayan biasanya satu tahun empat kali, ditambah lagi yang kami adakan di Harco. Selain itu juga ada bakti sosial, olah raga dan banyak hal lagi yang kami kerjakan, seperti menjembatani anggota dengan pihak pengelola dimana jika masalah, bisa kita rundingkan bersama.   

Bagaimana cara menjalin komunikasi sesama anggotanya?

Biasanya kami menggunakan milis asosiasi dan selebaran yang dibagikan kepada anggota untuk informasi pameran maupun undangan lainnnya. Meskipun kepengurusan sudah dibentuk, tapi kami tetap harus melakukan sosialisasi. Karenanya, setiap bulannya kami mengadakan meeting kepengurusan untuk mereview pekerjaan dan apa yang harus kita kerjakan selanjutnya untuk memajukan anggota. 

Bisnis komputer di tahun 2009 ini menurut Anda akan seperti apa ?

Saya rasa stabil. Selagi kita mau bekerja keras, meskipun lagi krisis sepertinya untuk bisnis komputer tidak terlalu berpengaruh. Apalagi pasar komputer semakin hari semakin murah sehingga daya beli konsumen seharusnya meningkat. 

Harco Mangga Dua terkenal dengan komputer rakitan, penjualan akan seperti apa? Dan bagaimana dengan penjualan notebookyang kian marak?

Sekarang memang masanya notebook tengah booming, dan pasar lokal akan lebih banyak dipilih karena harganya terjangkau dan teknologinya tidak kalah bagus. Sementara untuk komputer rakitan lebih banyak diminati karena lebih flesibel dan konsumen bisa menentukan hardware maupun software yang dibutuhkannya, selain itu harganya juga lebih murah.

HP Enggan Gunakan Istilah Netbook

0

hp-netbookKalau Anda sudah terbiasa menggunakan kata ‘netbook’ untuk merujuk internet book atau komputer jinjing super mungil, berhati-hatilah jika menemukan notebook kecil buatan Hewlett Packard (HP) karena mereka lebih suka menamakan produknya dengan Mini PC.

Kendati terbilang baru masuk ke dalam pasar produk jenis ini, tetapi HP tetap percaya diri memperkenalkan istilah Mini PC. HP beharap penggunaan nama ini bisa membedakan HP dengan produk lainnya, meskipun secara spesifikasi hampir sama. Seperti desain kecil dan mudah dibawa, serta terhubung dengan layanan Wi-Fi.

“Istilah Mini PC HP ini digunakan untuk membedakan produk buatan HP dengan yang kompetitor lainnya,” jelas Martin Wibisono, Director Category HP Indonesia, disela-sela peluncuran HP Mini 1000, di Jakarta Theater, Jakarta, Kamis (8/1).

Sebelum HP, istilah netbook memang telah menuai banyak kontroversi di berbagai kalangan. Hal ini muncul setelah perusahaan bernama Psion Teklogix, mengirimi surat ke sejumlah pimpinan media massa, agar mengganti istilah Netbook. Pasalnya, nama Netbook merupakan nama merek dagang untuk notebook mungil mereka.

e-Gov Pemkab Belum Optimal

3

elly-agustiniKepala Kantor Pengolahan Data Elektronik (KPDE) Kabupaten Bandung, Elly Agustini mengaku, pelayanan publik secara online dengan pemanfaatan e-government (e-gov) hingga kini belum optimal. Kendala yang masih dihadapi antara lain SDM aparatur yang belum memadai dari sisi teknologi informasi (TI). Elly berharap semangat e-gov bukan sekadar konsep, lebih dari itu bisa berjalan dengan baik ketika diimplementasikan di instansi pemerintahan.

“Meski sudah berjalan, namun pelayanan publik dari e-gov Kabupaten Bandung hingga saat ini masih belum optimal. Sebab di lingkungan pemkab sendiri wawasan aparatur tentang TI masih harus terus di-update. Kami juga terus berupaya untuk membenahi implementasi TI ini di lingkungan pemkab,” kata Elly.

Padahal dengan e-gov, kata Elly, bisa menjembatani pendistribusian informasi dan penyimpanan data secara elektronik, serta memberikan pelayanan publik dengan lebih cepat. Menurutnya, persoalan database pun menjadi kendala lain yang harus segera ditata.

“Bagaimana kita bisa melayani publik dengan data-data yang akurat kalau database dari pemkab sendiri belum terintegrasi dan ter-update dengan baik. Sampai saat ini pun data itu masih simpang siur karena ada beberapa versi,” ungkapnya.

Website Kabupaten Bandung (www.bandungkab.go.id) hingga kini hanya bersifat satu arah dalam pelayanannya. Ke depan, menurutnya, harus ada pelayanan berbasis website yang bisa digunakan oleh masyarakat, sehingga ketika mereka mau mengurus sesuatu itu tidak perlu datang ke kompleks pemkab di Soreang, pusat pemerintahan Kabupaten Bandung. Selain website, KPDE juga menyediakan layanan SMS Gateway 022 70622222 untuk layanan pengaduan masyarakat.

Menurut Elly, dibutuhkan komitmen kuat dari semua pihak di lingkungan Pemkab Bandung untuk meningkatkan pelayanan publik berbasis TI. Sebab pemanfaatanya bisa digunakan untuk memantapkan sistem dan prosedur kerja, serta menciptakan koordinasi dan kerjasama yang lebih baik antar satuan kerja perangkat daerah (SKPD)..

KPDE juga akan terus menggiatkan sosialisasi yang berkesinambungan tentang e-gov, baik kepada aparatur SKPD maupun masyarakat. Alokasi anggaran yang cukup untuk proses pembangunan infrastruktur TI di lingkungan Pemkab Bandung pun, kata Elly, sangat menentukan, terutama untuk pengelolaan content layanan berbasis TI dan peningkatan kapasitas SDM pengelolanya.

Motorola dan Kodak Ciptakan NZ5

0

motorola-zn5_1Kini kita melihat hasil yang cemerlang dari kerjasama sinergis antara Motorola dan Kodak. Pada Motorola NZ5, kedua vendor tersebut seolah telah meluangkan segala inovasi yang pernah dimiliki.

Meskipun, sayangnya, ponsel ini tetap mempertahankan ciri khas dari desain ponsel-ponsel Motorola sehingga nyaris tak ada yang baru dari fisiknya, namun sejumlah kemampuan membuat NZ berpotensi jadi salah satu idola di tahun ini. Apa sebab?

NZ5 adalah seri pertama Motorola yang mengusung kamera paling muktahir. Resolusi 5 megapiksel memang masih kalah dibanding resolusi kamera yang lebih besar yang kini terus bermunculan. Namun karena menggandeng Kodak yang berpengalaman dalam dunia fotografi, hasil yang didapat dari ponsel berdimensi 11.8 x 5.05 x 12 cm ini sungguh memuaskan, bahkan dalam kondisi redup cahaya sekalipun. Kamera yang sama juga bisa diubah fungsinya menjadi pemutar video yang hasilnya sedikit menurun, yakni berkualitas 144 x 176 piksel (QCIF) 15 fps.

Sementara untuk urusan multimedia lain, pemutar musik misalnya, disini lah Motorola berperan. Dengan teknologi ROKR ciri khas Motorola, fasilitas pendukung pada pemutar musik meliputi Shuffle, Equalizer, Playlist, Bass Boost, dan Spatial Audio serta port jack 3.5 semuanya berkolaborasi menghasilkan suara yang jernih dan detil.

Dengan ponsel bersistem operasi Java Linux (K-Java) ini, kita juga bisa mendengarkan siaran radio FM dan mengaktifkan perekam suara.

Di pasaran, Motorola NZ5 mulai beredar dengan harga kisaran Rp. 3.775 ribu.

Netbook Asus Gunakan Windows 7

0

asusAsus akan segera menjadi perusahaan pertama yang mengaplikasikan sistem operasi Windows 7 pada netbooknya. Pada seri S121, Asus bukan hanya membenamkan Windows 7, tetapi juga  Solid State Drive (SSD) yang mencapai 512 gigabyte, SSD dengan kapasitas terbesar di dunia saat ini.

Penggunaan Asus pada perangkat lunak Microsoft Windows 7 OS menunjukkan kedekatan di antara dua perusahaan yang bekerjasama ini. Padahal, aplikasi anyar Microsoft ini sendiri masih belum diketahui kapan tanggal pasti perilisannya. Jadi, meski S121 akan tersedia sekitar satu bulan lagi, maka kemunculannya tersebut  tidak akan datang dengan Windows 7. Sebab, aplikasi yang baru belum dipastikan kapan diluncurkannya.

Seperti yang dikutip PC World, David Faster, General Marketing Manager Microsoft di OEM, saat konfrensi pers pembukaan CES di Las Vegas mengatakan, “Kami memang sangat dekat dengan Asus sehingga sangat menyenangkan apabila netbook Asus menggunakan aplikasi Windows 7.”

Netbook S121 sendiri  mempunyai lebar sekitar 11,7 inci dengan berat 3 lbs. Layarnya sudah berteknologi sentuh untuk kemudahan navigasi. Netbook ini akan dibandrol dengan harga US$ 1.649 atau sekitar Rp 16 juta dengan SSD terbesar yaitu 512 Gb yang on board.

Sindikat Penipuan Layanan Internet Gratis Dijerat Pasal UU ITE

0

uu-iteKepolisian Resor Kota (Polresta) Bandung Barat, berhasil membekuk sindikat penipuan jual beli modem berhadiah gratis internet seumur hidup yang merugikan perusahaan Indosat M2 senilai Rp 700 juta.

Empat tersangka antara lain SR, BN, TH, dan MS, kini meringkuk di kamar tahahan Polresta Bandung Barat. Mereka terancam pasal berlapis, yakni KUH Pidana Pasal 263, 372, 378, 480, dan Pasal 46 (1) Undang-undang No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), dengan ancaman lima tahun penjara. Polisi pun berhasil mengamankan barang bukti berupa 12 modem, lima sim card, dan seragam palsu perusahaan Indosat M2.

“Para tersangka ini ditangkap di tempat persembunyiannya di daerah Subang, dan Bandung. Kami juga masih mengejar tersangka lain yang terlibat dalam kasus ini,” ungkap Kapolresta Bandung Barat, AKBP Pratikno, akhir Desember lalu.

Dikatakan Pratikno, kronologis kejahatan yang dilakukan para tersangka berawal dari Juli 2008 ketika mereka membeli akses internet sebanyak 74 unit kepada pegawai resmi Indosat M2 yang tengah menggelar pameran di sejumlah mall di Kota Bandung. “Pembelian yang dilakukan para tersangka dilakukan dengan melampirkan kartu kredit sebagai bahan pertimbangan permintaanya. Rupanya pihak perusahaan menyetujui pembelian akses internet tersebut,” terang Praktikno.

Belakangan, lanjut kapolresta, setelah para tersangka mendapatkan perangkat akses internet, berupa modem, mereka pun kemudian menjualnya kembali ke konsumen lainnya. Bahkan mereka menjual modem seharga Rp 1,4 juta per unit. Padahal, imbuh Sutikno, dari perusahaan modem tersebut tidak dijual, sebaliknya malah digratiskan. “Apalagi ketika menjual modem tersangka mengiming-iming kepada konsumen bahwa akses internet dapat raih secara gratis seumur hidup. Akhirnya modem yang dijual tersangka laku di pasaran,” jelas Pratikno.

Pihak Indosat M2 sendiri mengetahui terjadinya penipuan jual beli modem ilegal ini, ketika terjadi jebolnya pulsa intenet melalui modem yang dijual para tersangka. Tak hanya itu, Indosat M2 juga belakangan mengetahui, saat sejumlah konsumen tiba-tiba saja komplain ke kantor Indosat M2 gara-gara terputusnya akses internet. “Kami bingung karena tiba-tiba banyak orang yang mengadu akses internetnya terputus. Mereka komplian Indosat M2 berbohong akan mengratiskan internet seumur hidup. Padahal layanan internet gratis tersebut tidak ada di kami,” kilah Dedi Widiwiyanto, Manajer PT Indosat M2 Jabar Area. Setelah dicek, lanjut Dedi, rupanya modem yang dipakai para konsumen yang mengadu tersebut, berasal dari modem yang dijual oleh para tersangka. “Akhinya kami melaporkan mereka. Apalagi para tersangka juga rupanya memalsukan kartu kreditnya,” tegas Dedi. Dedi membeberkan, akibat kelakukan tersangka pihaknya merugi secara materil hingga Rp 700 juta. Sedangkan secara imateril, mereka telah mencemarkan nama baik Indosat M2.

Judi Online

Sebelumnya, pada bulan Oktober 2008 , tiga orang warga Kota Bandung, yakni AK (45) warga Lengkong, HC (47) warga Kiaracondong dan AD (28) warga Kliningan Buah Batu, dihadapkan ke persidangan karena melakukan pratik perjudian secara online.

Dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, ketiga orang tersebut didakwa pasal 303 KUH Pidana karena berjudi di internet. Mereka diancam hukuman penjara minimal lima tahun penjara. Dalam dakwaan yang dibacakan Cucu Gantina disebutkan pada 21 Juli 2008 pukul 19.00 WIB, ketiga terdakwa ditangkap polisi di Warnet Belova Buah Batu karena kedapatan melakukan judi Poker bola tangkas online jenis 88tangkas.