Home Blog Page 1027

Dengan TI Polri Janjikan Pelayanan Cepat

2

sby-di-mabespolriKapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri menjanjikan pelayanan cepat bagi masyarakat. Untuk menjalankan program tersebut, Polri meluncurkan program unggulan Quick Wins sebagai reformasi birokrasi kepolisian.

“Sekarang semuanya harus serba cepat, dan Polri memang ada untuk melayani masyarakat,” ujar Danuri saat peresmian program Quick Wins yang dihadiri Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono dan sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Bersatu di Markas Besar Polri, 30 Januari lalu. Program reformasi birokrasi Polri ini antara lain, quick response atau layanan reaksi cepat.

Quick Wins adalah program-program unggulan dalam rangka akselerasi untuk mencapai sasaran Polri 2005 – 2009. Program-program tersebut antara lain Quick Response, Transparansi Pelayanan SIM, STNK dan BPKP, Transparansi Proses Sidik serta Transparansi Rekruitmen Personel.

Untuk mendapatkan respons cepat, masyarakat bisa langsung menghubungi nomor telepon 112 dan dijamin dalam waktu 15 menit polisi akan datang ke lokasi kejadian. “Ini untuk kepentingan Kamtibnas maupun kemanusiaan dalam rangka menjaga dan memelihara keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas serta kepentingan forensik kepolisian,” jelasnya.

Untuk Transparansi Pelayanan SIM, STNK dan BPKB, kata Kapolri, penerbitan SIM, STNK dan BPKB adalah bagian dari pelayanan di bidang registrasi dan identifikasi pengemudi dan kendaraan bermotor.

Kemudian, terdapat pula program unggulan transparansi penyidikan. Jika sebelumnya masyarakat yang harus aktif mencari tahu hasil penyidikan,kini giliran polisi yang aktif memberi tahu perkembangan penyelidikan tiap 15 hari pada pelapor, bahkan sampai perkara dilimpahkan ke kejaksaan.

Untuk mengetahui sejauh mana penyelidikan tersebut, masyarakat hanya tinggal membuka situs masing-masing di Polda atau di Mabes Polri, maka semua kasus yang ditangani akan terlihat jelas. Untuk menyelesaikan kasus penyidikan,petugas diberi tenggat waktu berbeda. Untuk kasus mudah, penyidik harus sudah menyelesaikan kasus tersebut selama 30 hari. Pada kasus sedang 60 hari, dan kasus sulit selama 90 hari. Sementara perkara sangat sulit 120 hari. Para pelapor nantinya akan mendapatkan semacam password untuk masuk ke jaringan internet hingga bisa mengakses hasil penyelidikan yang dilakukan polisi.

“Sedangkan untuk Transparansi Proses Penyidikan Tindak Pidana Melalui Pemberian Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP), adalah bentuk kepedulian dan tanggung jawab penyidik terhadap masyarakat yang merupakan sarana komunikasi atas segala tindakan-tindakan penyidikan yang telah dilakukan dan dilaporkan kepada pihak pelapor,” tambah Kapolri.

Sementara Transparansi Recruitmen Personel Kapolri ditujukan untuk menjawab tantangan tugas Polri yang semakin kompleks dan global. Dalam penyaringan untuk menjadi anggota Polri dilakukan beberapa cara dengan transparan guna mencari anggota yang terbaik dan cakap dalam segala bidang. “Dunia akan terus berubah, seirama dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Oleh sebab itu, dibutuhkan sumber daya manusia Polri yang semakin berkualitas, guna menghadapi tantangan tugas ke depan. Penerimaan personel Polri akan dilakukan dengan bersih, transparan, akuntabel dan humanis tanpa intervensi,” tandas Danuri.

Usai memberikan laporan, Kapolri melakukan penandatanganan Kontrak Kinerja antara Kapolri dengan Kapolda di seluruh Indonesia yang diwakilkan Kapolda Metro Jaya dan Kapolda Banten.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, dengan peluncuran Quick Wins diharapkan Polri mampu menunjukkan peningkatan pelayanan masyarakat yang lebih baik. “Masyarakat telah berperan aktif membayar pajak kepada negara, sehingga pajak itu harus dikembalikan kepada masyarakat dalam berbagai bentuk pelayanan,” saran Yudhoyono didampingi Wakil Presiden RI Jusuf Kalla.

Tampak hadir dalam rombongan antara lain Menko Polhukam Widodo AS., Menkeu Plt. Menko Perekonomian Sri Mulyani Indrawati, Mensesneg Hatta Rajasa, Seskab Sudi Silalahi, Menkominfo M. Nuh, Jaksa Agung Hendarman Supandji, Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso, Kepala BIN Syamsir Siregar serta Jubir Presiden Andi Mallarangeng.

Presiden SBY memuji penanganan-penanganan kejahatan yang telah dilakukan oleh Polri hingga saat ini. Namun, menurut SBY, masih ada prestasi Polri yang belum sepenuhnya berhasil, contohnya mengurangi street crimes, premanisme dan narkotika.

Kendati demikian, pada 29 Januari lalu, Polri berhasil melaksanakan operasi pembuatan sabu-sabu di daerah Cengkareng. “Alhamdulillah saya mendapatkan good news, kepolisian berhasil melakukan operasi yang gemilang dengan ditemukannya tempat produksi sabu-sabu dalam jumlah yang besar,” ungkap SBY.

I Wayan Simri Wicaksana Jadi Guru Besar TI Universitas Gunadarma

7

wayan-wicaksanaHari ini (31/1), Indonesia kembali memiliki Guru Besar bidang Teknologi Informasi (TI) dengan dikukuhkannya Prof. Dr. I Wayan Simri Wicaksana sebagai Guru Besar Tetap Universitas Gunadarma Jakarta bidang Teknologi Informasi.

Saat pengukuhan, Prof. Dr. dr Haryoto Kusnaputranto, SKM, PH, Koordinator Kopertis Wilayah III dalam sambutannya mengatakan, “Jumlah keseluruhan Guru Besar di Indonesia sampai dengan Tahun 2008, hanya 3500 orang. Ini tentunya masih sangat sedikit dibandingkan dengan jumlah dosen perguruan tinggi di Indonesia baik negeri ataupun swasta, sedangkan pemerintah sangat mengharapkan peningkatan jumlah Guru Besar di Indonesia. Dukungan yang diberikan pemerintah adalah dengan memberikan tunjangan penelitian kepada dosen-dosen S3. Diharapkan dengan tunjangan tersebut akan memacu para dosen untuk lebih bersemangat melakukan penelitian-penelitian.”

Prof. Dr. I Wayan Simri Wicaksana dalam pidato pengukuhannya yang berjudul ‘Paradigma Web-Science Pada Ranah Hubungan Teknik dan Sosial’ mengatakan bahwa internet dengan teknologi webnya merupakan saran yang penting dan dimanfaatkan oleh berbagai disiplin ilmu dan berbagai lapisan masyarakat. Tantangan yang dihadapi tidak lagi pada sisi teknis, tapi juga merambah ke arah sosial seperti budaya, bahasa dan organisasi.

Suami dari Nyoman Christiany Yudha ini menjelaskan bahwa peningkatan kemampuan komputasi pada perangkat komputer serta  meningkatnya infrastruktur dan aplikasi berbasis internet telah mendorong terjadinya ledakan informasi. Pemahaman komputer bukan saja pada personal komputer ataupun notebook, tetapi perangkat mobile. Teknologi internet dan web telah memudahkan dalam melakukan penyimpanan dan pendistribusian data serta informasi. Ledakan informasi ini selain membawa nilai positif juga melahirkan permasalahan baru.

Dilahirkan di Surabaya 45 tahun yang lalu, I Wayan Simri Wicaksana menambahkan, “Dengan pertimbangan perkembangan web yang dapat membawa web ke sisi positif (peer to peer) ataupun ke arah negatif (phising). Kontribusi terhadap pengembangan adalah tujuan utama dari web science. Dalam kehidupan keseharian, semakin banyak orang yang membaca berita mengandalkan web dibandingkan dengan media konvensional. Kegiatan transaksi ekonomi berbasis internet juga semakin meningkat, termasuk di dalamnya adalah phone banking. Yang menarik adalah sistem pada keamanan dan terorisme. Amerika yang sebelumnya dalam sistem ketahanan hanya memiliki tiga gatra, yaitu DME (Diplomatic, Military, Economy) sejak 20 tahun terakhir berubah menjadi empat gatra yakni DIME (Diplomatic, Information, Military, Economy). Secara sederhana web telah mendorong kolaborasi antara teknik dan sosial di area praktis dan juga mulai bergerak ke arah kajian sains.

Pada saat yang bersamaan dikukuhkan pula Prof. Dr. Syahbudin sebagai Guru Besar Tetap bidang Teknik Mesin. Rektor Universitas Gunadarma, Prof. Dr. E.S. Margianti, SE, MM menuturkan, “Saat ini Universitas Gunadarma telah memiliki delapan Guru Besar dari berbagai bidang disiplin ilmu dan berada pada urutan ke empat universitas terbaik berdasarkan peringkat yang dikeluarkan oleh webometrics.”

Hadir pula dalam pengukuhan Guru Besar tersebut, Ir. Soegiharto Santoso, Pimpinan Umum Majalah BISKOM.

Kebutuhan Standar Dokumen Bagi Pemerintah

1

inspiration1Peradaban manusia saat ini tidak terlepas dari penggunaan komputer oleh sebagian besar penduduk dunia dan di hampir semua bidang. Pada umumnya penggunaan komputer di sektor pemerintahan, swasta, maupun masyarakat dimanfaatkan sebagai alat bantu kerja. Meluasnya pemakaian komputer tersebut menyebabkan kegiatan  digitalisasi menjadi semakin marak,  berbagai  data/informasi, lagu  dan video dapat terkumpul secara elektronik,  dalam  format Compact Disc – MPEG-1 Audio Layer III (MP3) dan (MP4)  juga media  elektronik lainnya. Dengan demikian, tahapan kemajuan suatu peradaban  yang telah dihasilkan oleh manusia ribuan tahun lalu, dapat ditelusuri melalui “dokumen” yang ada.

Perbedaan utama dari dokumen dalam era digital adalah bentuknya yang tidak lagi fisik semata. Komputer memungkinkan data/informasi dapat disimpan secara elektronik ke dalam database,  file elektronik dan direkam dalam tape magnetik, disk dan sebagainya. Ini adalah sebuah revolusi besar dalam teknologi “dokumentasi”. Dokumen atau informasi yang terdapat dalam dokumen tidak lagi dalam bentuk fisik,  sehingga  tidak dapat dibaca secara langsung. Jika semula  dokumen elektronik masih dicetak di atas kertas,  dengan penggunaan komputer,  email dan internet menjadi lebih banyak dipilih, sehingga semakin banyak pula dokumen yang tidak dibuat dalam bentuk cetak. Dan dokumen yang beralih ke dalam bentuk elektronik, tidak hanya terbatas pada dokumen baru, tetapi juga pada  dokumen lama yang saat ini mulai dikonversi ke dalam format digital. Kindle, sebuah proyek ambisius dari Amazon.com, menyediakan alat baca untuk buku elektronik (e-book).. seperti halnya  ‘Google Books Library Project’ yang bekerjasama dengan beberapa perpustakaan utama untuk mengkonversi buku-buku ke dalam format digital.

Digitalisasi dan sejarah

Dengan banyaknya dokumen yang terdigitalisasi, akan mempunyai arti penting dalam sejarah. Peradaban dan kebudayaan manusia, dan masyarakat serta pemerintah memperoleh kemudahan dalam mengakses dokumen. Berbagai dokumen pemerintah seperti undang-undang, surat kepemilikan tanah, dan sebagainya yang telah berusia ratusan tahun  menjadi mudah untuk dapat diakses. Terkait dengan pentingnya suatu dokumen/informasi bagi perkembangan peradaban manusia, format penyimpanan menjadi suatu masalah yang mempunyai arti penting.  Untuk itu standarisasi atas format dokumen sangat diperlukan. Dari sekian banyak format dokumen yang ada, pemerintah dirasa perlu menentukan secara arif dan bijaksana, format dokumen mana yang akan dijadikan standar untuk digunakan oleh instansi pemerintah . Pilihan standar yang dipakai pemerintah nantinya akan mempengaruhi standar  yang digunakan masyarakat.

International Organization for Standardization (ISO). saat ini tengah menjadi pusat perhatian. Berbagai standar  untuk pembuatan dan pertukaran dokumen yang dibuat dari aplikasi perkantoran telah banyak dibuat. Dengan standar tersebut, memungkinkan dokumen untuk dibuat oleh satu aplikasi dan dapat dimengerti oleh aplikasi lain. Sebagai contoh:  suatu laporan bisnis yang dibuat dengan menggunakan Microsoft Word di atas sistem operasi Windows, dimungkinkan untuk dirubah oleh orang lain yang menggunakan Pages pada Apple Mac dan kemudian finalisasi dari dokumen tersebut dilakukan oleh seseorang yang menggunakan Open Office Writer di atas Linux.

Dari berbagai format dokumen tersebut, terdapat format yang sudah diadopsi sebagai standar internasional oleh ISO  untuk format file pertukaran dokumen yaitu Portable Document Format (PDF), adalah sebuah format file bentuk digital yang diciptakan oleh Adobe Systems pada tahun 1993. Digunakan untuk membaca dan pertukaran dokumen elektronik. PDF bersifat independen terhadap aplikasi perangkat lunak, perangkat keras dan sistem operasi. PDF sebagai standar terbuka secara resmi dipublikasikan oleh ISO pada 1 Juli 2008 dengan kode  ISO 32000-1:2008. Sedangkan untuk format dokumen yang bisa diedit adalah terdapat dua standar, yaitu Open Document Format dan  Office Open Extensible Mark Up Language (OOXML).

Salah satu standard ISO yang digunakan untuk pembuatan dokumen yang dapat diedit adalah Open Document Format(ODF), yaitu sebuah format file untuk dokumen elektronik perkantoran seperti dokumen teks, spreadsheet, grafik, presentasi dan pengolah kata. Ekstensi nama file yang digunakan ODF untuk jenis dokumen teks adalah *.odt; untuk jenis dokumen spreadsheet adalah *.ods; untuk jenis dokumen presentasi adalah *.odp dan untuk dokumen bentuk grafis memiliki ektensi *.odg. Standard ini pada mulanya dikembangkan oleh Sun Microsystems Inc, kemudian diadopsi oleh organisasi OASIS (Organization for the Advancement of Structured Information Standards) sebagai salah satu standard terbuka. Pada bulan Mei 2006, ODF secara bulat disetujui untuk diadopsi sebagai standar internasional oleh ISO dan IEC (The International Electrotechnical Commission) dengan kode ISO/IEC 26300:2006.

Open document

Sejak resmi menjadi standar internasional, banyak negara telah mengadopsi ODF. Pengadopsian ODF oleh beberapa negara cukup bervariasi, antara lain menjadikannya sebagai satu-satunya standar dan wajib diimplementasikan; Merekomendasikan tapi tidak mewajibkan; Menjadikannya sebagai standar dalam kerangka interoperabilitas aplikasi pemerintahan; Mewajibkan penggunaan standar hanya dalam batas negara bagian ataupun instansi pemerintahan tertentu; dan ada yang mewajibkan dengan memberikan panduan untuk migrasi dalam jangka waktu tertentu.Beberapa negara yang telah mengadopsi ODF dalam pengelolaan dokumen, antara lain: Argentina, Australia, Austria, Belgium, Brazil, China, Croatia, Czech Republic, Denmark, Finland, France, Germany, Hong Kong, India, Italy, Japan, Korea, Libya, Malaysia, Netherlands, Norway, Russia, South Africa, Spain, Switzerland, UK, USA, dan Venezuela.

Beberapa aplikasi perkantoran yang mendukung ODF antara lain OpenOffice yang merupakan referensi implementasi untuk ODF, StarOffice, varian dari OpenOffice, versi komersial dari Sun Microsystems, Koffice, Google Docs & Spreadsheet dan banyak lagi.  Disisi lain, pada bulan Mei 2008, Microsoft sebagai salah satu produsen software perkantoran terbesar mengumumkan bahwa Microsoft Office 2007, Service Pack 2 akan mendukung ODF secara native. Microsoft akan memberikan opsi untuk menjadikan ODF 1.1 dan juga PDF sebagai default format, baik melalui installer maupun melalui opsi setting. Sementara itu dukungan terhadap format yang diciptakan mereka sendiri, ISO 29500, tidak akan diimplementasikan sampai dengan versi baru, yaitu Office 14 diluncurkan.

Standard lain yang telah diadopsi oleh ISO untuk pembuatan dokumen adalah OOXML dengan kode ISO/IEC DIS 29500. OOXML atau sering disebut OpenXML merupakan suatu format file untuk merepresentasikan dokumen spreadsheet, presentasi, chart dan word. Sebuah file OOXML terdiri dari file berbasis XML yang dikompres kedalam suatu paket yang terkompresi (ZIP). Ekstensi nama file yang digunakan untuk OOXML adalah *.docx untuk jenis dokumen teks; *.xlsx untuk dokumen bentuk spreadsheet; dan *.pptx untuk jenis dokumen presentasi.

Format dokumen

Melihat pentingnya arti  suatu dokumen, baik untuk masa kini maupun yang akan datang, maka pemerintah perlu untuk menentukan format dokumen yang akan digunakan. Beberapa landasan pemikiran yang mendasari penetapan suatu format dokumen antara lain:

  1. Dampak terhadap pelayanan masyarakat/publik. Dengan semakin berkembangnya aplikasi e-Government, baik antar instansi pemerintahan (G to G) maupun antara instansi pemerintah ke masyarakat (G to C dan G to B), format dokumen yang dipergunakan oleh pemerintah akan mempengaruhi aplikasi yang digunakan oleh masyarakat untuk mengakses suatu dokumen. Lebih lanjut perlu memberi pilihan aplikasi yang akan digunakan dan menjamin apapun  jenis komputer yang dimiliki konsumen/pengguna tetap dapat saling saling berinteraksi satu dengan yang lain. Namun apabila pemerintah menetapkan penggunaan format dokumen dengan sistem operasional proprietary, maka masyarakat wajib membeli aplikasi proprietary  relatif mahal, untuk mendukung penggunaan legal.
  2. Berbagai Aplikasi Perkantoran menggunakan format yang berbeda dan tidak kompatibel. Keadaan ini akan menyulitkan dalam pertukaran dokumen, seperti dokumen tidak terbaca, tampilan tidak sempurna, perlunya mengkonversi dokumen  bahkan mengakibatkan isi dokumen menjadi tidak lengkap.
  3. Kompatibilitas dan keberlangsungan dokumen. Untuk memastikan bahwa format dokumen tetap dapat diakses secara lengkap di masa datang, pilihan suatu format dokumen yang hanya didukung oleh satu vendor sangat berisiko, Hal ini  terkait dengan keberadaan vendor yang belum tentu ada, sebagai contoh: aplikasi Wordstar, sebuah aplikasi pengolah dokumen yang paling terkenal di masa yang lalu, saat ini sudah tidak ada lagi. Dengan demikian, adanya penggunaan suatu standar memungkinkan banyak vendor yang mengimplementasikan format tersebut. Kalaupun vendor-vendor tersebut sudah tidak ada, spesifikasi yang dipublikasikan masih dimungkinkan secara mudah dibuat aplikasi baru sehingga format tersebut  tersebut dapat terbaca. Dengan kata lain, interoperabilitas antar dokumen yang dihasilkan secara  langsung mendapat jaminan dari pemilihan standard, dan dokumen yang dibuat dengan satu produk pada suatu komputer tetap bisa digunakan pada produk dan komputer yang berbeda.
  4. Pertimbangan ekonomi. Pertimbangan biaya berupa ongkos total yang harus dikeluarkan, seperti: biaya pembelian perangkat lunak, perawatan, biaya pelatihan, biaya yang harus dikeluarkan apabila ingin beralih ke aplikasi lain (cost of exit), dan sebagainya. Jelas disini bahwa biaya mengakses suatu dokumen oleh masyarakat harus terjangkau. Selain itu perlu dipertimbangkan pula terciptanya peluang ekonomi bagi masyarakat, baik dalam sektor perdagangan maupun dalam segi pengembangannya, perawatan dan pelatihan aplikasi yang digunakan.
  5. Faktor keamanan. Semakin tertutup sebuah standar, semakin susah untuk mendeteksi apa yang ada di dalam spesifikasi standar tersebut. Hal ini sangat memungkinkan bila ada kode tertentu yang dimasukkan ke dalam spesifikasi  sdttersebut. Ini berlaku tidak hanya terhadap format dokumen, tetapi juga pada aplikasi, sistem operasi yang digunakan untuk mengakses dokumen, termasuk jaringan dan sebagainya. Sehingga bukan suatu hal yang berlebihan bila terdapat satu saja kelemahan dari suatu sistem yang digunakan akan menjadi celah untuk menembus keamanan suatu sistem komputer.

Kemal Prihatman – Asisten Deputi Pengembangan dan Pemanfaatan Teknologi Informasi, Kementerian Negara Riset dan Teknologi

Netsains.Com Wakili Indonesia di World Summit Award 2009

0

wsa-logoNetsains.Com resmi mewakili Indonesia dalam ajang bergengsi World Summit Award (WSA) 2009 di Caracas,Venezuela, untuk kategori e-science. Sejak diterima pemberitahuan tersebut hingga akhir pekan silam, tim Netsains.Com, Merry Magdalena,  Soetrisno, dan Didik Wicaksono, sibuk berkolaborasi mengisi aneka formulir registrasi untuk memenuhi tengat waktu yang diberikan seperti yang dikutip dari situs Netsains.com.

WSA 2009, merupakan kegiatan berskala global yang digelar secara periodik dua  tahunan dengan tujuan memilih dan mempromosikan web terbaik di bidang e-health & environment, e-science, e-learning, e-business, e-government, e-inclusion, e-culture, and e-entertainment. Ajang ini terselenggara atas kerjasama dengan . WSIS, UNIDO, UNESCO, GAID  serta negara pendukung lain. Diawali pada tahun 2003, diprakarsai oleh pemerintah Austria di even  World Summit on the Information Society (WSIS), sebagai kontribusinya untuk menjembatani kesenjangan digital.

Kesenjangan digital merupakan kesenjangan yang ada antara negara kaya dengan negara miskin, dimana yang kaya sudah sangat maju dalam penggunaan teknologi, sedangkan yang miskin masih tertinggal. Agaknya misi WSA ini seirama dengan misi Netsains.Com yang memang bertujuan untuk membangun komunitas sains populer Indonesia demi saling berbagi informasi, pengetahuan, opini, pengalaman antar berbagai kalangan, secara gratis, di Internet, ke masyarakat luas.

Tahun ini total ada delapan situs yang masuk nominasi WSA 2009 dan akan dinilai oleh dewan juri pada Maret hingga April mendatang. Pengumuman pemenang akan dilakukan di perayaan  WSA 2009 Gala, di Monterrey, Mexico, pada 12 JUni 2009.

Netsains.com yang mulai tayang sejak Agustus 2007 ini berisikan kumpulan artikel, berita, opini, dari jurnalis, ilmuwan, pengajar, praktisi, pejabat, pebisnis, pelajar dan mahasiswa, atau siapa saja yang memiliki konsen terhadap sains popular, baik itu eksak maupun non eksak. Hingga saat ini, tercatat sudah lebih dari 100 kontributor Netsains.com yang terdiri dari orang Indonesia di dalam dan luar negeri (Amerika, Jepang, Jerman, Belanda, Skotlandia).

Situs ini sempat vakum selama beberapa saat, namun pada Juni 2008 kembali aktif dengan desain baru serta fitur-fitur tambahan sepert i.Netsains.com yang menghadirkan aneka temuan unik dari pelosok dunia demi menginspirasi ilmuwan dalam negeri.

Didirikan oleh Merry Magdalena, dibantu oleh Syariful Anwar di awal perjuangannya, juga sejumlah teman. Setelah vakum, Netsains dihidupkan kembali oleh Merry dibantu Soetrisno yang bermukim di Jepang (sampai hari ini keduanya belum pernah bertemu muka), juga Didik Wicaksono, seorang desainer web freelance. Selain hadir secara online, Netsains juga berupaya melakukan sejumlah kegiatan offline.

Selamat untuk Netsains.Com.

Digitalisasi Perlindungan Dokumen Pemerintah

0

inspirationUntuk memudahkan dalam penyimpanan dan pencarian kembali dokumen penting di pemerintahan, diperlukan bantuan perangkat komputer baik software ataupun hardwarenya, sehingga dokumen dapat disimpan secara elektronik atau digital. Jadi, setiap saat dokumen tersebut diperlukan maka dengan mudah dapat ditampilkan dan dicetak. Namun dengan bervariasinya perangkat lunak yang digunakan untuk mengolah dokumen, dapat menghasilkan dokumen dengan format yang berbeda sehingga tingkat interoperabilitasnya menjadi masalah. Begitu juga tingkat keterbacaan dokumen menjadi sulit bahkan tidak dapat dibaca oleh software baru sekalipun.

Hal tersebut merupakan salah satu kondisi saat ini yang sedang dihadapi dan perlu solusi, kondisi lainnya adalah  (1) setiap orang, akademisi, pemerintah, bisnis dan berbagai komunitas berhubungan satu dengan lainnya, (2) kebutuhan untuk mengakses data dan domuken semakin tingi, (3) hampir setiap orang membutuhkan sumber dokumen dari rekan kerjanya, (4) tidak semua institusi menggunakan software yang sama, (5) tidak semua institusi menggunakan format yang sama, dan (6) tidak semua software dapat membuka format software lainnya.

Dengan memperhatikan kondisi tersebut diatas maka munncul permasalahan baru, antara lain (1) kesulitan mengakses dokumen orang lain, (2) kesulitan bekerjasama dengan organisasi lain, (3) kesulitan dalam pertukaran dokumen.

Kesulitan tersebut terjadi antara lain disebabkan oleh (1) format dokumen yang bergantung pada software tertentu saja, (2) software dibuat oleh vendor tententu, (3) spesifikasi format dokumen hanya diketahui vendor yang bersangkutan saja, (4) format dokumen sangat bergantung pada kebijakan vendor.

Muncul masalah lain yaitu jika vendor tidak lagi mendukung format lama dan pindah ke format baru maka ribuan bahkan jutaan dokumen dalam format lama  tidak terbaca. Jika vendor dan softwarenya sudah tidak eksis lagi maka dokumen yang bertahun-tahun lalu dengan format lama tidak dapat diakses.

Maka solusinya adalah (1) menggunakan format yang sama untuk semua software berjenis sama, (2) semua vendor dan publik tahu spesifikasi format dokumen yang dipakai, (3) spesifikasi format dokumen mudah dipahami dan diimplementasikan kapanpun diperlukan, (4) meneerapkan keberadaan open standard untuk format dokumen.

Mengapa harus open standard? Alasannya adalah utnuk (1) meningkatkan interoperabilitas, (2) menghindari adanya vendor lock-in, (3) menurunkan biaya peneluaran untuk rolayti, (4) mengendalikan kompetisi developer software, (5) memungkinkan adanya substitutiability, dan (6) kebebasan memilih aplikasi software.

Open standard mempunyai karakteristik berikut (1) ketersediaan semua spesifikasinya untuk dibaca dan diimplementasikan, (2) memaksimalkan pilihan aplikasi software, (3) tidak ada royalti, (4) tidak ada diskriminasi terhadap vendor tertentu, (5) dapat dikembangkan menjadi subset standar yang lain, (6) dapat diimplementasikan di berbagai negara, dan (7) spesifikasi yang terbuka untuk umum.

Keuntungan bila mengimplementasi format dokumen terbuka adalah (1) dapat menghindari adanya monopoli suatu vendor, (2) memberikan banyak pilihan, (3) format file benar-benar terbuka, sehingga untuk kedepannya software akan dapat selalu dikembangkan berdasarkan spesifikasi format dokumen yang jelas, (4) implementasi format dokumen sangatlah efektif dalam hal biaya, dikarenakan setiap aplikasi yang mengimplementasikannya akan menyediakan harga yang kempetitif, hal ini termasuk juga dalam solusi open source, sangat membantu para pengguna dengan tidak harus membeli software tertentu untuk dapat mengakses informasi yang diinginkan.

Kendala bila menggunakan format dokumen terbuka adalah (1) masa adaptasi, merupakan suatu hal baru untuk diimplementasikan seiring sebagian besar para pengguna yang sudah kompatibel dengan aplikasi software tententu, (2) turunnya tingkat produktifitas kinerja, dengan adanya permasalahan seperti dibutuhkannya adaptasi software yang terlalu lama makan akan menimbulkan dampat negatif yaitu akan turut menurunnya tingkat produktifitas kinerja.

Sebagai suatu gambaran bagaimana kebijakan di Luar negeri untuk mengadopsi format dokumen terbuka. Dimulai dengan adanya gagasan mengenai diperlukannya suatu format dokumen standar untuk pertukaran dokumen antar menteri/lembaga yaitu ODF (Open Docoment Format) sesuai ISO International Standard Organization) yang berlaku. Kemudian di bentuk Tim untuk mendiskusikan kriteria yang akan dijadikan standar format dokumen. Pengambilan keputusan dilakukan pemerintah untuk menggunakan ISO sebagai format dokumen dengan syarat bahwa kondisi pada saat menggunakan ODF harus kompatibel dengan sistem yang ada sebelumnya; tidak menutup kemungkinan terjadi perubahan kabijakan sejalan dengan perkembangan format ISO; perubahan implementasi harus membawa efek positif bagi pemerintahan.

Salah satu solusi untuk melindungi dokumen pemerintah adalah dengan menggunakan dokumen yang sama dengan mengacu pada format yang berlaku secara internasional. Misalnya untuk aplikasi perkantoran dapat menggunakan Open Document Format (ODF) yang sudah di sahkan oleh International Standard Organization (ISO) dan International Electrotechnical Commission (IEC) No. 26300 pada tanggal 3 Mei 2006. ODF mendukung pengambilan informasi dan pertukaran domuken tanpa harus berhubungan dengan aplikasi atau platform yang digunakan ketika membuat dokumen tersebut. Ekstensi format file untuk perkantoran ini meliputi .odt untuk format teks pada wordprocessing, .odp untuk format data presentasi, .ods format data untuk spreadsheet, .odg format data untuk grafik, dan .odf format data untuk formula persamaan matematika.

Penulis :

Engkos Koswara (Staf Ahli Menristek Bidang TIK)
Idwan Suardi (Deputi Menristek Bidang Pendayagunaan dan Pemanfaatan Iptek)
Kemal Prihatman (Asisten Deputi Menristek Bidang Pengembangan dan Pemanfaatan TI)

Canon SELPHY Compact Photo Printer ES3 dan ES30

1

es3Untuk menambah kemudahan mencetak foto, Canon memperkenalkan dua compact photo printer terbaru di seri ES yang berukuran mungil dan atraktif sehingga mudah dibawa ke mana saja, Canon SELPHY ES3 dan ES30.

Canon SELPHY ES3 dan ES30 dengan lekukan artistiknya sengaja dirancang untuk mempercantik ruangan mana pun di rumah Anda. Dengan ukuran dan bentuk ergonomis, kedua printer foto ini bekerja dengan prosesor DIGIC II yang terkenal dari Canon sehingga kecepatan cetak foto menjadi lebih tinggi dan hasil cetak foto menjadi lebih mengagumkan.

Inovasi lain yang diusung oleh kedua printer ini yakni, tiga efek cetak foto: Starlights, Nostalgic, Modern bright dan Pinhole. Dengan nostalgic effect, sentuhan sentimentil dapat ditambahkan pada foto Anda, sementara Modern bright effect memberikan efek layaknya ‘seorang bintang’, dengan warna-warna gemerlap dan berkilauan. Sedangkan pinhole effect, memberikan efek terang atau gelap di sudut foto, sangat cocok jika digunakan untuk foto suasana pesta dan momen yang menginspirasi.

Fitur editing juga ditanamkan untuk menyeting pencahayaan, kontras dan saturasi warna dengan mudah. Dengan teknologi dye-sublimation dan lapisan terakhir (overcoating), hasil cetak foto memiliki gradasi warna dan kualitas cetak foto yang tahan lama serta terlindung dari dari tumpahan air atau lainnya dan sidik jari.

Tersedianya Easy Scroll Wheel mempermudah Anda untuk menikmati fitur-fitur yang telah terintegrasi pada kedua printer foto tersebut. Selain itu, printer ini juga menunjang penggunaan 21 jenis kartu memori berbeda ataupun dapat mencetak langsung dari kamera dengan koneksi PictBridge. Canon SELPHY ES3 memiliki layar LCD berukuran 3.5 inci sedangkan SELPHY ES30 hadir dengan LCD berukuran yang lebih kecil yakni 3 inci. Anda juga dapat memanfaatkan Bluetooth (opsional) dan IrDA (khusus SELPHY ES3) untuk mencetak foto langsung dari ponsel Anda.

Acer Aspire 6935 – Full Entertainment

1

acer-aspire-6935_1Untuk memenuhi kebutuhan pengguna akan fasilitas hiburan diantara waktu kerjanya, Acer memperkenalkan Aspire 6935. Dari luar, notebook tipis ini tampak seperti notebook Acer pada umumnya, bahkan berkesan polos kecuali warna biru tua ekslusif ditambah logo kebesaran Acer. Tapi ketika dibuka, Aspire 6935 berubah sosok menjadi notebook entertainment. Acer menyediakan tombol-tombol khusus di sebelah kiri keyboard untuk masuk ke Media Player.

Sayangnya, karena mementingkan tombol-tombol touch-sensitive tersebut, maka keyboard Acer 6935 secara keseluruhan jadi bergeser agak ke kanan. Tapi  jangan khawatir, dengan sedikit penyesuaian, pengguna akan terbiasa dengan keyboard ini. Apalagi konstruktif keypadnya sangat baik, jadi tak akan membuat Anda repot saat mengetik teks panjang.

Sementara, bagian dalam notebook ini yang diberi warna hitam pekat. Selain memberi kesan elegan, warna hitam memungkinkan notebook terlihat selalu terjaga bersih dari debu maupun bekas jejak jari penggunanya.

Acer 6935 menggunakan layar berukuran diagonal 16 inci dengan rasio 16:9. Maksudnya, agar pengguna dapat melihat tampilan  format DVD yang utuh dan cemerlang. Layar dengan resolusi 1.366 x 768 piksel dengan viewing angle terlihat cukup memadai.

Kualitas video tak akan lengkap tanpa diimbangi dengan kualitas audio yang memadai. Kareannya, Acer Aspire 6935 dilengkapi sub-woofer yang diletakkan pada tabung yang juga berfungsi sebagai engsel dari laptop ini. Kualitas suara yang bagus ini bahkan tetap terjaga saat volume mulai dinaikkan.

Acer mengandalkan ’otak’ Intel Core 2 Duo P8400 2.26GHz yang kerjanya dibantu oleh RAM DDR2 berkapasitas 4Gb, berikut harddisk sebesar 320Gb dengan kecepatan putar 7.200 rpm. Dengan semua kelengkapan ini, Acer 6935 siap digunakan untuk menyelesaikan pekerjaan dengan aplikasi yang rumit, sekaligus mengaktifkan fungsi entertainment pada posisi selalu on.

Asus U6V Bamboo, Raih Best of Adventure Gear Award

0

asus-bambooMereka yang peduli akan keselamatan dunia dari limbah, pemanasan global dan regenerasi tumbuhan, kehadiran U6V dari Asus merupakan kabar yang menggembirakan. Pengembangan notebook  ini diilhami dari sebuah usaha untuk mempertahankan bumi dalam skala kecil, karenanya U6V didesain dan diproduksi dengan bahan organik dengan wangi yang menyegarkan, dan keindahan bambu yang minimalis.

Desain Asus Bamboo Series sangat menawan dengan pesona alami zaman dulu. Dalam setiap sentuhan, pengguna dapat merasakan perbedaannya dibanding notebook lain. Penggunaan material bambu memberikan keakraban, seperti sensasi ujung jari layaknya menyentuh furniture. Bahkan setiap Asus Bamboo Series dapat dipercantik dengan beberapa perawatan yang menghasilkan warna yang berbeda.

Keputusan penggunaan bambu merupakan penemuan yang brilian. Notebook U6V memiliki daya tahan tinggi, yang telah dibuktikan dengan ujicoba ketahanan dalam kondisi salju di Qomolangma Peak pada ketinggian 8.848 m. Di pihak lain, bambu juga dapat melakukan regenerasi dirinya selama masa panen tanpa mengharuskan penanaman kembali, sehingga sangat mungkin mendapatkan sumber yang dapat diperbarui terus.

U6V memiliki layar 12 inci yang ditenagai oleh prosesor Intel Core 2 Duo T9400 berkecepatan 2.53GHz, menggunakan kartu grafis  Nvidia GeForce 9300M GS dengan 256Mb untuk tampilan memukau, serta hard-drive 320Gb.

Berkat semua kelebihannya, notebook dengan  sistem operasi Windows Vista Business ini bersama dengan 28 produk brand terkenal lainnya telah terpilih sebagai Best of Adventure Gear Award dari majalah National Geographic US sebagai produk yang inovatif dan disukai pasar.

HTC Touch HD, Garang Tapi Elegan

1

htc-touch-hd_1Ponsel pintar kembali diproduksi HTC. Dibalut warna hitam, kesan garang tapi tetap techie dan elegan berhasil didapatkan pada seri HTC Touch HD. Dimensi 115 x 62.8 x 12mm terbilang cukup besar, beruntung HTC termasuk cukup tipis sehingga enak dipandang. Keseluruhan fisik bagian depannya didominasi layar berukuran 3.8 inci berteknologi TFT touchscreen yang sungguh nyaman untuk mengoperasikan apapun aplikasi yang dimilikinya.

HTC Toch HD sesuai jika digunakan sebagai sarana bekerja, mengingat sudah mendukung 3G HSDPA, 7.2 Mbps, EDGE Class 10, 236.8 kbps, GPRS dan Wi-Fi 802.11 b/g yang bisa Anda pilih saat ingin melakukan komunikasi yang lebih atraktif lewat dunia maya.

Untuk dipakai sebagai teman hiburan pun, ternyata ponsel ini oke juga. Anda bisa memilih kamera 5 megapiksel, 2592 x 1944 piksel yang lengkap dengan autofocus untuk memotret kejadian di seputar Anda, mengaktifkan video berkualitas CIF 30fps, atau menggunakan kamera keduanya untuk melakukan videocall.

Bosan dengan kameranya, ada fasilitas pemutar musik MP3 dan FM radio yang bisa Anda pilih selain fasilitas GPS, atau YouTube.  Untungnya, daya tahan baterai pada HTC Touch HD yang ditenagai prosesor Qualcomm MSM7201A 528 Mhz cukup lama, sekitar 7 jam. Dan sesuai namanya, ponsel ini bekerja pada memori 288 Mb RAM dan 512 Mb ROM

Zotac Nitro Untuk Overclocker

0

zotac_nitro-1Bagi mereka yang gemar melakukan aktivitas overclock dipastikan akan senang akan kemunculan produk Zotac Nitro. Sebagai sebuah piranti yang dirancang untuk mendongkrak kinerja kartu grafis hingga batas maksimal, Zotac Nitro pantas diperhitungkan. Berukuran 138 x 81 x 21mm dan dibalut plastik berwarna orange mengkilat dengan kombinasi warna putih pada tiga tombol yang ada di bagian bawah layarnya, tampilan piranti ini memang sedikit unik bak mainan anak kecil.

Layarnya sendiri menggunakan teknologi Vacuum Flourescent Display (VFD) untuk melihat data yang dihasilkannya. Sebagai tambahan, viewing angle layar ini juga cukup luas. Namun sayangnya, piranti ini tak memungkinkan adanya upgrade firmware untuk mengenali produk kartu grafis yang dikeluarkan setelah peluncuran produk ini.

Untuk bisa mengoperasikan peranti overclock yang terhubung dengan komputer lewat koneksi USB ini, Anda harus meng-install software Firestorm yang disertakan dalam paket pembeliannya. Kemudian,  pengoperasian dilakukan dengan cara menggeser slider pada tampilan antarmuka software ini atau mengendalikannya dengan tiga tombol yang ada pada tampilan depannya.

Di pasaran, Zotac Nitro dibandrol dengan harga sekitar Rp. 1,5 juta. Hampir setara dengan sebuah kartu grafis baru.