Home Blog Page 1037

Vaio TT, Ringan dan Powerful

0

Setelah Blu-ray memenagkan persaingan dari High Definition, Sony semakin gencar memproduksi gadget yang mendukung teknologi Blu-ray. Kali ini, Sony memperkenalkan Vaio TT. Padahal baru dua pekan sebelumnya Sony memperkenalkan dua notebook Vaio yang berteknologi optik Blu-ray, yaitu Vaio NS dan Vaio CS.

Dibanding generasi lamanya, Vaio TT lebih istimewa karena Vaio TT adalah notebook Blu-ray paling ringan di dunia. Dalam pemaparan Sony, Vaio TT adalah notebook berlayar 11,1 inci yang berbobot hanya sekitar 1,5 kg dan berketebalan hanya 1 inci.

Sony mampu memangkas signifikan bobot notebook Bluray karena pada Vaio TT Sony menggunakan casing bermaterial carbon-fiber yang ringan. Materi ini biasa digunakan untuk membangun mobil-mobil balap Formula 1 dan mobil-mobil sport kelas atas.

Untuk mendukung kinerja yang powerful, Vaio TT menggunakan platform produksi Intel. Pada Vaio TT, Sony memilih platform Centrino 2 dan telah dilengkapi media penyimpan non-HDD (hard disk drive), yaitu SSD (solid state drive), yang lebih cepat dan hemat energi. Kapasitas SSD yang ditawarkan Sony adalah dua kali 128 GB, alias 256 GB.

Sony selama ini memiliki reputasi bagus di pasar notebook. Di pasar notebook kelas atas, Sony juga bersaing dengan Toshiba. Jika Sony dikenal sebagai produsen notebook-notebook cantik, maka Toshiba dikenal sebagai produsen notebook-notebook tangguh. Kedepan, keduanya bakal bersaing menghasilkan notebook-notebook cantik namun juga canggih dan tangguh.

Namun, baru-baru ini reputasi Sony tercoreng akibat cacat konstruksi pada sejumlah model Vaio. Akibat kecerobohan penataan kabel dalam Vaio, Sony harus menarik sekitar 440.000 unit notebook Vaio karena berisiko terbakar.

Dari situsnya, Sony mengaku sudah menerima 209 insiden overheating di seluruh dunia. Sony mengungkapkan, Vaio yang cacat diproduksi antara Mei 2007 hingga Juli 2008 adalah antara lain seri VGN-TZ100, VGN-TZ200, VGNTZ300, dan VGN-TZ2000.

Proyektor Untuk Notebook Berlayar Lebar

0

ViewSonic dalam waktu dekat akan meluncurkan proyektor PJ359w di Indonesia. PJ359w 3LCD WXGA ultra-portable dengan konektivitas HDMI 1.3 yang mendukung sinyal HD hingga 1080p adalah proyektor pertama yang didesain khusus agar kompatibel dengan notebook berlayar lebar dan memenuhi kebutuhan konsumen yang meningkat seiring dengan cepatnya peningkatan transisi ke laptop berlayar lebar.

Selama enam tahun terakhir, popularitas notebook layar lebar dengan rasio 16:10 telah meningkat secara signifikan sementara permintaan untuk notebook dengan rasio 4:3 mengalami penurunan. Tahun 2002, 100% bisnis menggunakan notebook 4:3 tapi dalam tiga setengah tahun, 50% pasar tersebut beralih menggunakan notebook layar lebar. Saat ini 95% konsumen bekerja menggunakan notebook layar lebar dan 5% pengguna notebook regular diperkirakan akan semakin melemah pada 2010.

“Peluncuran ViewSonic PJ359w memenuhi kebutuhan pasar korporat untuk notebook berlayar lebar dan aplikasi imaging di dunia bisnis Indonesia dan institusi pemerintah saat ini dan besok,” ujar Amy Wu, Vice President, ViewSonic untuk kawasan Asia Pasifik. “Kami telah merealisasikan tren yang berkembang untuk notebook layar lebar 16:10 sejak diperkenalkan tahun 2002 dan dengan meluncurkan WXGA PJ359w kami mengantisipasi kebutuhan semua konsumen kami di Indonesia.”

PJ359w memiliki lensa jarak tembak dekat yang memungkinkan image besar untuk diproyeksikan dalam jarak dekat di ruangan kecil dengan jarak tembak pendek. Dalam jarak hanya 1,6m, gambar dapat diproyeksikan ke layar berukuran 50 inci, Proyektor ini memiliki 2.200 lumens dan 1280×800 Resolusi WXGA untuk menghasilkan gambar yang detil dan jelas dalam situasi cahaya apapun, sementara input sinyal definisi tinggi HDMI 1.3 memastikan kinerja gambar terbaik dan mendukung sinyal HD hingga 1080p.

Proyektor ini juga  memungkinkan presenter memiliki fleksibilitas lebih saat mengatur proyektor mereka dalam berbagai lingkungan dengan tingkat koreksi keystone vertical +/-30 derajat yang menjadikan ukuran gambar terlihat proporsional, sementara mode preset layar memberikan gambar proyeksi terbaik. Desain PJ359w yang ramping dengan berat hanya 1,8kg menjadikannya ideal untuk para presenter yang sering bepergian, dan dapat digunakan untuk memproyeksikan gambar dari atas meja atau digantung di kantor, ruang kelas atau saat dalam perjalanan.

ViewSonic PJ359w mudah diatur dan memiliki sejumlah fitur yang memungkinkan presenter untuk langsung mencabut proyektor tanpa harus menunggu kipas pendingin mati. Proyektor ini juga memiliki fitur yang melindungi daya tahan lampu jika listrik mati secara tiba-tiba.

0

Segenap Redaksi dan Staff Majalah BISKOM dan BISKOM OnLine

Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1429H

Mohon Maaf Lahir dan Batin

1st Computer Square Kini Ada di Bekasi

6

Guna memenuhi kebutuhan pasar akan komputer dan gadget di wilayah Bekasi dan sekitarnya, 1st  Computer Square akhirnya meresmikan outlet ke-4 di Bekasi Cyber Park. Dari rencana memiliki 6 outlet tahun ini, 1st  Computer Square lebih dulu hadir di Mangga Dua Square, Ratu Plaza dan Cibubur Junction.

Dikemas dengan nuansa futuristik dan suasana berbelanja yang nyaman di areal seluas 500-1800 m2, 1st Computer Square menyediakan beragam produk TI yang lengkap dengan harga kompetitif, mulai dari PC desktop dan notebook, hardware dan software, juga aksesorisnya hingga gadget seperti PDA dan iPod.

“Kami berharap, mall ini bisa jadi pusat TI yang pertama dan terbesar di Bekasi, yang akan menjangkau wilayah Cikampek, Cikarang, Tambun dan Bekasi,” ujar Gideon Abednego, PT. Surya Agung Manunggal Perkasa, disela peluncuran 1st Computer Square (25/9).

Menurutnya, mall ini menyajikan hal yang berbeda dengan mall yang sudah ada di Bekasi. Berkonsep shopping center TI dan lifestyle, tentunya akan memenuhi kebutuhan akan teknologi komputer terbaru saat ini. “Jadi tidak ada kata ketinggalan disini, karena produk yang ditawarkan adalah produk terbaru dan terkini,” ucapnya.

Dengan pelayanan yang dapat membantu pembeli dalam berbagai pertanyaan teknis tentang produk yang dijual, menjadikan outlet ini benar-benar ingin memberikan suatu pengalaman yang berbeda yang dapat memberikan masukan-masukan tentang produk yang dibutuhkan calon pembelinya.

Selain itu, keunikan dari 1st Computer Squre adalah pembeli dapat membeli produk rakitan yang spesifikasi dan merek komponennya ditentukan sendiri, kemudian PC tersebut akan dirakit langsung dihadapan pembeli untuk menjamin PC yang dirakit sesuai dengan keinginan pembeli.

Untuk menarik minat, dalam peluncurannya, 1st Computer Square juga memberikan program-program promosi yang menguntungkan, seperti hadiah langsung, diskon harga, program trade in, program cicilan dengan bunga 0% serta promosi lainnya yang akan berlangsung hingga bulan Oktober 2008.

Program-program promosi tersebut merupakan salah satu bagian dari layanan yang dapat diperoleh oleh konsumen.

Canon Jamin Hasil Cetak Foto Tahan 300 Tahun

0

Tak tanggung-tanggung, kemarin (25/9) Canon meluncurkan 6 produk jajaran All in One terbaru, yaitu Canon Pixma MP988, MP638, MP628, MP545, MP486, dan MP245. Untuk jenis printer single function ada Canon Pixma iP4680, iP3680 dan iP1980, serta produk Scanner terdiri dari CanoScan 5600F, LiDE200 dan LiDE100.

Peluncuran produk terbaru ini merupakan bukti komitmen Canon untuk terus menciptakan produk-produk berkualitas tinggi. Apalagi tahun ini, Tim Marketing Canon Printer kembali meraih penghargaan Indonesia Customer Satisfaction Award (ICSA) 2008 untuk yang ke lima kalinya secara berturut-turut, serta mendapatkan penghargaan khusus Golden ICSA pada 18 September lalu.

Printer Multifungsi Canon dilengkapi desain yang elegan dengan fungsi-fungsi cerdas yang tepat guna dalam memberikan teknologi terdepan yang memudahkan pemakai. Teknologi ChromeLife100+ memberikan hasil cetak kualitas tinggi yang menjamin hasil cetak foto dapat bertahan hingga 300 tahun dan didukung Anti Curling Quality yang memungkinkan hasil cetak tetap rapi.

Sedangkan untuk harga yang lebih terjangkau, ada 3 printer fungsi tunggal sebagai pilihan, yaitu Pixma iP4680, iP3680 dan iP1980 yang tetap unggul dalam kualitas dan kinerja. Sehingga konsumen bisa menyesuaikan kebutuhan cetaknya dengan fitur dan teknologi yang disediakan oleh Canon saat ini.

Untuk produk scanner terbaru, Canon mengusung teknologi Dual Color Gamut Processing yang memungkinkan hasil pemindaian sesuai aslinya dengan tingkat akurasi yang tinggi. Tidak hanya itu, EZ button dengan pilihan copy, scan, e-mail, atau menyimpan dokumen dalam format PDF tinggal tekan tombol tersebut.

“Peluncuran produk terbaru ini akan semakin menguatkan posisi Canon sebagai pemimpin pasar printer dan scanner di Indonesia,” ujar Merry Harun, Director Canon Division, PT. Datascrip, di Jakarta.

Teknologi terdepan yang diusung printer Canon dalam produk terbarunya didukung teknologi FINE yang dapat mencetak foto dengan cepat dan kualitas sempurna, Chromelife 100+, cetak foto BW dilengkapi dengan tinta abu-abu, Auto Photo Fix, Auto Scan Mode, Fungsi Wireless LAN untuk Pixma  MP988 dan MP628. Ditambah dengan software terbaru yang mudah digunakan serta fungsi-fungsi terbaru dari scan, dijamin hasilnya sangat memuaskan dan dapat disimpan langsung pada memory card atau flashdish dalam format PDF ataupun JPEG.

Oracle Jualan Hardware

0

Setelah beroperasi selama 31 tahun dan menjadi salah satu pemimpin di dunia software, Oracle juga ingin menjajal peruntungannya di pasar hardware. Dikutip dari Associated Press kemarin (25/9), Oracle rencananya akan menjual mesin database dan produk penyimpanan data yang bentuknya lebih kecil.

Untuk mewujudkan hal ini, Oracle dikabarkan menggandeng Hewlett Packard untuk desain produk yang memakan waktu hampir tiga tahun itu. Peluncuran produk tersebut dilakukan pada Konferensi Pelanggan Oracle yang dihadiri hampir 43.000 orang.

Tak tanggung-tanggung, mesin penyimpanan Oracle mampu menampung data hingga 168 terabyte. “Atau 1400 kali lebih besar dibanding iPod berkapasitas 120 gigabyte,” kata juru bicara Oracle, Ellison, yang merupakan sahabat dari CEO Apple, Steve Jobs.

Rupanya bukan sekedar ingin membuat gebrakan baru, Oracle juga sengaja ingin bersaing langsung dengan vendor perangkat keras lainnya seperti Netezza Corp. yang menjual perangkat penyimpanan data. Kerjasama yang Oracle jalin dengan Hewlett Packard dianggap masuk akal dan bisa menjadi penunjang bagi perkembangan penyedia penyimpanan seperti EMC dan IBM. Keinginan Oracle ini dibuktikan dengan besarnya investasi lebih dari US$ 35 milyar demi mendapatkan 50 pembuat software lainnya dalam empat tahun terakhir ini.

Nyatanya, dalam periode fiskal terakhir mereka, Oracle yang bermarkas di The Redwood Shores ini berhasil mengembangkan investasi tersebut hingga 29 persen menjadi US$ 5.5 milyar. Minggu lalu, Oracle melaporkan bahwa pemasukan mereka kian berkembang hingga 28 persen menjadi US$ 1,08 milyar pada kuartal pertama di periode fiskal yang baru.

Ingin tahu harga yang dipasang Oracle untuk mesin penyimpan terbaru mereka? Sekitar US$ 650.000. Wow!

Budi Rahardjo: Distribusi Musik Digital Tergantung Bandwidth

0

Dunia teknologi informasi (TI) Indonesia, khususnya dalam bidang distribusi musik digital, kembali berevolusi. Jika lebih dari dua tahun lalu aplikasi file-sharing lebih populer di luar negeri, kini aplikasi layanan semacam itu menjadi hal yang mulai digemari di Indonesia. Karenanya, pengusaha tanah air mulai melirik penjualan musik digital, dan berharap dapat mengulangi kisah sukses   iTunes, online store milik Apple, yang berhasil menjual 100 juta lagu dalam waktu setahun, sejak pendiriannya.

Bicara musik dalam dunia TI, ingatan kita akan langsung merujuk pada pemusik beraliran progressive rock dan Jazz, Budi Rahardjo. Dalam band yang beranggotakan para pelaku TI, BandIT, Budi adalah lead vocal sekaligus pemain gitar. Dan sebagai pemusik, Dosen Fakultas Elektro Institut Teknologi Bandung (ITB) ini pun peduli akan semua hal yang berkaitan dengan musik, termasuk musik digital. Karenanya, ia mendirikan Digital Beat Store di kawasan Blitz Megaplex, Jakarta. Di toko ini, orang akan dengan mudah mencari satu atau sejumlah musik berformat MP3 yang harga per lagunya cukup murah. Mengapa bukan toko online? “Keterbatasan bandwidth untuk download lagu dan sistem pembayaran online adalah dua diantara beberapa kendala yang saat ini masih dihadapi oleh saya atau pengusaha distribusi musik online lainnya di Indonesia,” katanya.

Simak perbincangan BISKOM dengan Budi Rahardjo di kampus ITB, Bandung.

Saat ini pengguna internet semakin banyak dan berasal dari berbagai kalangan. Mengenai kontennya, pemerintah kini memberlakukan filtering. Bagaimana pendapat Anda?

Bagi saya, jika kita terlalu konsen pada filtering, kita akan losing the battle. Hasilnya pun tidak akan maksimal. Menurut saya, cara bagaimana mengedukasi masyarakat agar mau membuka konten yang positif adalah dengan memproduksi dan memperbanyak konten-konten positif, sehingga konten negatif akan menjadi minoritas dengan jumlah pengakses yang minor juga. Kalau kondisi sekarang, dimana konten sangat sedikit kemudian dibatas-batasi, maka sama saja dengan membatasi kemerdekaan mengakses informasi. Bayangkan, adakah saat ini konten khusus untuk anak-anak SD, SMP atau SMA? Padahal saat ini semua anak punya ID di instant messenger dan membuka You Tube, itu artinya sangat sulit melakukan filtering. Jika ada konten yang baik untuk anak seumur mereka, mereka akan membukanya. Apalagi sekarang trennya Frienster dan Blog, sehingga akses komunikasi anak muda lebih luas lagi, sehingga filtering sulit untuk dilakukan.

Anda adalah pakar di bidang kemananan, hal apa saja yang menjadi lingkup Anda?

Kebanyakan ke banking. Jika kita berhubungan dengan banking, misalnya transfer, maka kita berhubungan dengan pemindahan data. Di sinilah diperlukan keamanan bilamana terjadi fraud. Saya juga melakukan security terhadap telekomunikasi, meski saat ini tampaknya orang belum menyadari akan pentingnya keamanan telekomunikasi. Contohnya bagaimana menciptakan sistem billing yang aman, atau disisi user, kita harus tahu transparansi biaya yang terpotong, apakah sesuai dengan yang kita gunakan atau tidak.

Saat ini security banking lebih banyak digunakan di perkotaan, sementara masyarakat desa kebanyakan masih melakukan transaksi di kantor cabang, dibanding menggunakan internet. Kapan menurut Anda mereka mulai bisa menggunakan internet banking?

Jangan salah, saya melihat, sekarang pengguna internet banking di daerah itu adalah Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang ingin mentrasfer langsung dananya ke sekolah anaknya, ke orang tua atau ke suaminya. Sekarang ini memang pengguna internet banking kebanyakan adalah mereka yang berada di luar negeri, namun kedepan, mereka akan menggunakan internet banking untuk banyak kepentingan, mungkin untuk mentransfer biaya sekolah anaknya di luar kota dan bahkan di luar negeri. Apalagi sekarang, bank mana sih yang tidak punya ATM? Bank-bank juga sudah melirik internet mobile yang aksesnya 24 jam, dan mereka sudah mulai memenuhi pelayanannya ke daerah-daerah.

Bisa diceritakan tentang kegemaran bermusik Anda?

Saya dulu suka dengan segala hal yang berhubungan dengan seni, namun kemudian terpaksa saya tinggal karena saya lebih banyak melakukan kegiatan engineering. Tahun-tahun terakhir ini saya melihat perubahan model dimana orang lari ke semua hal yang berupa digital, termasuk musik. Orang kini tak lagi menggunakan CD atau kaset, dan bagusnya orang kini mau membeli yang legal, sepanjang harganya terjangkau. Di luar negeri gaya distribusi musik digital seperti ini sudah banyak, misalnya iTunes. Tapi beda kasus dengan Indonesia, di luar negeri bandwidth-nya besar dan micro payment-nya sudah terbentuk. Makanya saya membuat toko namanya Digital Beat Store di Blitzmegaplex, Jakarta. Di toko tersebut orang dapat memilih lagu kesukaan mereka sendiri kemudian membayarnya ke kasir. Mirip toko kaset biasa, tapi yang dijual adalah lagu berformat digital.

CD ilegal saat ini bisa didapatkan dengan mudah. Diperlukan kesadaran orang untuk membeli musik yang legal. Apakah toko seperti Digital Beat Store seperti yang Anda miliki bisa sukses?

Memang, kuncinya itu, mudah dan murah. SMS yang dulu bertarif Rp, 350 saja orang mau menggunakan, karena caranya yang mudah. Saya dan rekan-rekan kemarin telah melakukan survei, ternyata orang mau membeli musik legal dengan harga diantara Rp. 1000 hingga Rp. 5000 per lagu, diatas itu orang sudah enggan. Itukan murah sekali? Makanya saya membuka toko tersebut untuk kemudahan download. Sebenarnya bisa saja menggunakan cara iTunes, namun diperlukan bandwidth yang besar sehingga bisa mendownload lagu dari toko maya. Selain itu, kendala lainnya yakni masalah micro payment. Beberapa perusahaan dan operator telekomuniksi saya lihat sudah mulai berupaya ke arah sana. Masyarakat juga telah mulai menggunakan sistem pembayaran seperti itu layaknya kartu kredit atau kartu ATM. Namun kendalanya, penggemar musik digital saat ini kan kebanyakan remaja, jadi micro payment baiknya juga bisa digunakan dengan mudah.

Bagaimana kemampuan masyarakat saat ini dalam membelanjakan uangnya untuk keperluan TI?

Menurut survei yang kami lakukan, ternyata orang itu membelanjakan 10 persen dari gajinya untuk biaya komunikasi atau internet. Belum termasuk belanja produk TI, seperti komputer atau ponsel. Karenanya saat ini kalau ada ponsel murah, misalnya diantara Rp. 1 juta hingga Rp. 1,5 juta, maka akan langsung booming. Begitupun ponsel 3G, dulu kurang populer tapi setelah ponsel 3G mulai dipasarkan dengan harga murah, maka laku luar biasa. Fenomena yang sama nantinya juga akan terjadi misalnya pada teknologi WiMAX dan Netbook. Bagi saya, masalahnya bukan berapa biaya yang dibelanjakan masyarakat, tetapi dengan biaya dikeluarkan tadi, apakah masyarakat bisa lebih produktif? Saya membayangkan, skala content provider di daerah bisa berkembang terus. Harapan saya banyak pada TI, khususnya di daerah.  Saya juga berharap banyak bisnis di Indonesia yang bisa dikuasai oleh orang Indonesia sendiri. Namun bukan sekedar harapan, tetapi kita harus terus berupaya untuk mewujudkan keinginan kita.

‘Nge-Beat’ Dengan Samsung BEATs

2

Ingin bersaing dengan ponsel musik lainnya, Samsung segera meluncurkan dua seri ponsel musiknya, M3410 atau yang dijuluki dengan BEATb, serta M3200 yang memiliki julukan BEATs.  Kedua tipe ini memiliki fitur Motion Play yang sama  dengan teknologi Shake Control pada ponsel Sony Ericsson untuk seri Walkman-nya.

Samsung juga memperkenalkan fitur Digital Natural Sound (DNS) untuk memproduksi efek suara 3D. Selain itu, kedua ponsel ini memiliki fitur AutoEQ yang fungsinya untuk mengatur equalizer sesuai dengan genre lagu yang diputar.  Sementara teknologi Samsung terbaru dinamakan Shazam yang bisa digunakan untuk menambah koleksi ataupun  men-download lagu yang diinginkan secara cepat.

Karena berasal dari keluarga yang sama, BEATb dan BEATs memiliki beberapa kemiripan, seperti layar LCD 2 inchi, kamera 2 mega pixel yang dapat digunakan untuk merekam video,  Bluetooth 2.0, dan slot micro SD.

Lalu apa perbedaan antara keduanya? Tak terlalu signifikan sebenarnya, yakni terletak pada bentuk, ketebalan serta daya tahan baterainya. Tipe BEATb memiliki ketebalan 9,9 mm dengan bentuk candy bar sedangkan untuk tipe BEATs berbentuk slider dengan tebal 16,9 mm.

Daya tahan baterai BEATs lebih lama dibandingkan dengan BEATb, dimana BEATs mampu bertahan sekitar 400 jam untuk standby dan 7 jam waktu bicara, sedangkan BEATb hanya mampu bertahan selama 250 jam untuk standby dan 5 jam jika digunakan untuk bicara.

Apple VS Google?

0

Akhir-akhir ini iPhone kerap dibandingkan dengan ponsel keluaran Google ataupun ponsel-ponsel yang bersistem operasi Android. Android adalah platform baru dari Google. Selain Google sendri, produsen ponsel HTC Corp juga bakal melansir ponsel pertama yang menggunakan sistem operasi Android di Amerika akhir bulan ini.

Dengan Android, pengguna dapat mengakses internet dimanapun mereka berada, karenanya ponsel Android sangat dinanti-nanti. Meski begitu, para praktisi dan analis memperingatkan, para pengguna ponsel hendaknya jangan berharap terlalu besar kepada Android. Sebab, Android adalah platform baru yang masih membutuhkan banyak pengembangan dan perbaikan. Apalagi, Android adalah platform open source, sehingga analis memperkirakan konsep platform itu menjadi tidak jelas. Beda halnya dengan Apple. Selain lebih berpengalaman dalam industri telekomunikasi, iPhone pun dikembangkan dengan kontrol yang ketat dari Apple.

“Meski Android perpotensi besar pada teknologi dan mudah dalam penggunaan, saya tidak yakin Android akan mampu menyajikan pengalaman sebaik iPhone.  Saya kira Android tidak akan demikian,” demikian  Rajeev Chand, analis seluler bank investasi Rutberg & Co, yang telah mencoba ponsel Android generasi awal.

“Para operator harus berjuang keras untuk memasarkan ponsel Android, karena tidak ada hal yang unik dari Android. Karenanya Google harus memasarkan ponsel dengan namanya sendiri,” ungkap Frank Meehan,  Global General Manager Handsets & Applications Hutchison Whampoa Ltd.

Terlepas dari tantangan-tantangan itu, para eksekutif industri seluler ternyata tetap menyambut gembira kehadiran Android. Ponsel Google G1 yang sekiranya akan muncul Oktober mendatang misalnya, juga telah lama beredar beritanya di dunia maya. Memiliki layar sentuh yang lebar layaknya iPhone, seperti dikutip dari Associated Press, fisik dan performa G1 pun hampir mirip dengan iPhone.

Gaya penjualan G1 sama dengan ponsel buatan Apple, yakni dipaketkan dengan operator selular. Dalam hal ini, khusus untuk pasar di Amerika, Google menggandeng T-Mobile, anak perusahaan Deutsche Telecom AG. Kerjasama dengan T-Mobile memungkinkan G1 dapat berkirim  email, menggunakan mesin pencari serta Google Maps.

Untuk tahun pertama , Google  akan memasarkan smartphone tersebut  ke pasaran Eropa. Setelah meluncur di Amerika pada 22 Oktober nanti, G1 akan menyambangi Inggris pada bulan November dan beberapa negara di Eropa di tahun depan. Dengan ponsel yang bakal dijual sekitar US$ 179 ini, Google berharap dapat terus menambah kas Google. Bahkan, mereka yakin layanan iklan yang dimunculkan mampu memberikan revenue hingga US$ 20 miliar tahun ini.

Cara Mengoptimalkan Penggunaan PC

4

Personal Computer (PC) hampir dimiliki oleh setiap orang, khususnya di kota-kota besar di dunia ini. Penguasaan PC sangat penting, namun banyak pengguna komputer yang belum memahami dan menguasai teknik-teknik perawatan dan pengoptimalan performa PC.

Buku ini hadir membahas berbagai teknik menarik yang dapat dilakukan oleh PC, baik secara perangkat keras maupun perangkat lunak. Masalah yang dibahas cukup lengkap, mulai dari cara meningkatkan performa PC hingga cara menghindari masalah dari PC, dari teknik utak-atik BIOS, overclocking, tweaking hingga pemilihan komponen.

Buku ini disusun sebagai panduan praktis bagi Anda yang berminat mengoptimalkan PC Anda, mulai dari optimasi BIOS, optimasi prosesor, optimasi memory, optimasi harddisk, optimasi video card, optimasi proses booting, optimasi keamanan komputer dan lain sebagainya.

Optimasi BIOS membahas tentang cara memproteksi BIOS, cara memperbaiki BIOS yang tidak mau booting, cara me-reset password BIOS, cara membuat komputer booting lebih cepat, booting dengan tampilan grafik, cara mengatur urutan booting, cara mengatur jam dan tanggal BIOS, serta cara meng-update BIOS.

Untuk mengoptimasi prosesor ada beberapa cara yang dapat dilakukan, seperti menambah kapasitas power supply, mengetahui jenis kecepatan prosesor, melakukan proses overclocking, menjaga agar suhu prosesor tetap dingin, mengatur tegangan dan kecepatan prosesor.

Selain prosesor, untuk mengoptimalkan kinerja PC, perlu melakukan optimasi memory, diantaranya dengan menambah kapasitas memory, mengetahui batasan RAM yang diperlukan (berdasarkan BIOS, spot maupun sistem operasi), cara menambahkan virtual memory, mengatur Windows System Resource, serta mempercepat RAM (dari BIOS, Windows XP maupun dari Windows Vista)
Untuk mengoptimasi harddisk, dapat dilakukan pengaturan partisi harddisk, cara memformat harddisk yang tepat, cara membuat partisi baru di Windows, membuat partisi baru dengan Partition Magic, mengkonversi partisi, mengembalikan Master Boot Record, mengatur GRUB /LILO di Linux, mengubah urutan drive harddisk, memilih harddisk yang optimal, meningkatkan kecepatan harddisk dan cara meng-cloning harddisk.

Untuk mengoptimasi video card, Anda harus mengenal komponen VGA Card yang diperlukan, menentukan slot optimal, mengupgrade VGA on-board dan overclocking.

Sedangkan untuk mengoptimasi proses booting dapat dilakukan dengan cara membuat disket booting, mengatur booting di Windows, dan mengatur booting dengan perangkat lunak lain. Sedangkan untuk mengoptimasi keamanan komputer, Anda dapat menggunakan firewall, Anti Virus, melakukan backup, atau membuat data recovery.

Dengan mempelajari buku ini, Anda bisa menguasai berbagai teknik sehingga mampu mengoptimalkan penggunaan PC Anda.

Judul : Optimasi PC, Langkah Praktis Meningkatkan Kinerja Komputer
Penulis : Ali Zaki dan SmitDev Community
Penerbit : Elex Media Komputindo
Tebal : ix + 176 halaman
Harga : Rp. 28.800,-