Home Blog Page 904

Pasarpolis, Solusi Baru Memilih Asuransi

0

pasarpolis-1SAMPAI saat ini, penduduk Indonesia berjumlah 240 juta jiwa. Namun sebanyak 80% masyarakat yang berusia 28 tahun keatas belum terlindungi oleh asuransi. Fakta tersebut didapat berdasarkan riset Business Monitor International Report “Indonesia Insurance Report Q4 2014”.

Hal ini juga menjadi salah satu alasan diluncurkannya Pasarpolis.com, situs ini merupakan salah satu pelopor e-commerce yang menyediakan pilihan dan penawaran produk asuransi terlengkap di Indonesia.

Cleosent Randing, Pendiri sekaligus CEO Pasarpolis.com mengatakan (3/3), “Indonesia masih memiliki potensi yang sangat besar di pasar asuransi. Pasarpolis ingin memfasilitasi masyarakat untuk mendapatkan informasi asuransi yang tepat untuk mereka, serta mempermudah dan mempercepat proses pendaftaran asuransi. Itulah mengapa pasar polis menggunakan e-commerce sebagai medianya.”

pasarpolis-2Tingkat penetrasi asuransi ke masyarakat kelas menengah ke bawah yang masih sulit di Indonesia menjadi salah satu faktor utama didirikannya Pasarpolis.com. Cleosent memaparkan, Pasarpolis juga dapat digunakan masyarakat sebagai sarana pembanding layanan asuransi yang ditawarkan oleh berbagai perusahaan.

Cara membeli layanan asuransi di Pasarpolis.com cukup mudah. Anda bisa memilih layanan asuransi yang diinginkan, setelah itu, isi formulir, lalu PasarPolis.com akan menampilkan berbagai layanan yang disediakan oleh mitra-mitranya.

Dari situ, pengguna dapat membandingkan dan memilih jenis layanan asuransi sesuai dengan kebutuhan. Jika telah selesai memesan layanan, pengguna akan ditelepon oleh customer center untuk verifikasi.

PasarPolis.com telah dapat diakses mulai hari ini dan telah memiliki lebih dari 13 mitra perusahaan asuransi. Saat ini, Pasarpolis.com memang masih berfokus pada pasar end consumer, namun Cleosent mengatakan bahwa ke depannya akan ada layanan untuk korporat. •ARIE/M. TAUFIK (foto)

Kaskus Hadirkan Fitur dan Logo Baru

0

KaskusBERTEPATAN dengan kegiatan Sosial Media Week 2015, Kaskus sebagai komunitas online terbesar dan pertama di Indonesia memperkenalkan logo baru serta beberapa fitur baru pada kolom Forum Jual Beli (FJB).

Peluncuran logo baru ini juga sejalan dengan semangat Kaskus dalam memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi para Kaskuser dalam mencari konten menarik maupun produk yang dibutuhkan.

Terlihat pada kolom FJB, Kaskus memberkan informasi produk secara detil serta visualisasi yang menarik dan juga terstruktur. Beberapa inovasi tersebut meliputi Qick Review, More From Seller, serta Sold Out dan Got It.

Andrew Darwis, Founder dan Chief Community Officer Kaskus mengungkapkan (26/2), “Perkembangan para Kaskuser yang dinamis serta tren saat ini mendorong kaskus untuk terus berkembang agar selalu sejalan dalam memenuhi kebutuhan mereka.”

Ia juga menambahkan, “Kami sangat antusias untuk terus melakukan inovasi demi memberikan kenyamanan dan kemudahan para Kaskuser dalam menggunakan Kaskus sebagai plattform pencarian informasi yang menarik maupun transaksi jual beli.”

Sebagai informasi, kaskus menempati peringkat ke -7 untuk top website di Indonesia. Hal itu didapat dari hasil riset Alexa.com untuk Januari tahun ini. Diharapkan, perubahan logo dan penambahan fitur baru ini dapat memberikan user experience serta memenuhi kebutuhan mereka. Sebagai informasi, saat ini kaskus memiliki lebih dari 8 juta member yang terdaftar dan kurang lebih 30.000 komunitas di dalam nya yang juga aktif dalam Forum Jual Beli.

Nuansa baru juga hadir di forum Kaskus, diantara nya Forum Hot Thread History, Forum Live Preview, Forum Recommended Thread serta Forum Search Result.

Hal senada juga diungkapkan oleh Ronny Sugiandha, Chief Marketing Officer Kaskus, “Keberadaan kaskuser merupakan inti dari eksistensi kaskus, sehingga kami akan fokus dalam mengedepankan kenyamanan dan kemudahan para Kaskuser dalam menggunakan Kaskus,”

Kaskus juga berharap dapat terus memenuhi kebutuhan informasi Kaskuser dan menjadi platform bagi mereka yang ingin memulai untuk menjadi entrepreneur melalui forum jual beli online. •ARIE

Indigo Incubator Kembali Hadir Untuk Para Startup Indonesia

0

Telkom-2PT. TELEKOMUNIKASI Indonesia (Telkom) sebagai perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia kembali meluncurkan program Indigo Incubator yang ditujukan untuk para startup serta indigo accelerator untuk melakukan ekspansi pasar.

Pada tahun ini, Telkom Group yang bekerja sama dengan Masyarakat Industri Kreatif TIK Indonesia (MIKTI) menjadikan Jakarta sebagai kota pertama dilangsungkannya Kick Off Indigo Incubator 2015 yang mengusung tema “Building Strong Indonesia’s Digitalpreneur With Sillicon Valley Maindset”.

Indra Utoyo, Direktur Innovation and Strategic Portofolio Telkom mengungkapkan, “Melalui Indigo Incubator 2015, kesempatan bagi startup untuk tumbuh menjadi perusahaan global bersama Telkom Group sangat terbuka lebar. Mereka berkesempatan untuk memiliki akses langsung terhadap customer base Telkom Group sebesar 150 juta pelanggan lebih.”

Ia menambahkan, “Para startup juga dapat bekerjasama dengan seluruh perusahaan di Telkom Group, bahkan memasuki pasar global melalui representative Telkom Group International Office di 10 negara.”

Karya-karya yang masih dalam bentuk ide, ataupun produk yang sudah memiliki pengguna, bisa mengikuti proses inkubasi. Startup yang terpilih akan mendapatkan dukungan inkubasi selama 7 bulan dan mendapatkan berbagai fasilitas seperti akses psar melalui channel pemasaran Telkom, pendampingan bisnis dan teknis oleh para mentor, serta pendanaan sejumlah Rp. 250 juta per startup. Bahkan bahkan produk yang memiliki prospek bisnis yang sangat baik akan mendapatkan pendanaan lanjutan hingga Rp. 2 Milyar pada tahap akselerasi.

Telkom-2Bukan hanya itu, para startup juga akan mendapatkan fasilitas kerja yang nyaman dan dinamis di beberapa tempat seperti Bandung Digital Valley, Jogja Digital Valley dan Jakarta Digital Valley lengkap dengan akses internet berkecepatan tinggi dan ditunjang dengan beragam device dan server untuk mendukung proses pengembangan aplikasi.

Setelah Kick Off di Jakarta, Telkom bersama MIKTI akan melakukan roadshow di beberapa kota di Indonesia, diantaranya Bandung, Jogjakarta, Medan, Surabaya, Bali, Malang dan Makassar, pada Februari hingga April 2015. Hal tersebut dimaksudkan sebagai kegiatan sosialisasi sekaligus sebagai pra-inkubasi sebelum benar-benar memasuki tahap inkubasi.

Bagi para startup yang tertarik untuk mengikuti program ini dapat mendaftarkan diri melalui website www.indigoincubator.com sebelum tanggal 31 Maret 2015. Hasil yang diperoleh peserta pada program pra-inkubasi akan menjadi faktor penilaian pada proses seleksi Indigo Incubator 2015. •ARIE/M. TAUFIK (foto)

APKOMINDO; UU HAKI Tekan Kerugian Negara

0

Dalam rangka mensosialisasikan Undang-Undang Hak Cipta Nomor 28 tahun 2014, Masyarakat Indonesia Anti Pemalsuan (MIAP), bekerjasama dengan Polda Metro Jaya, Direktur Jenderal Hak Kekayaan dan Intelektual (Dirjen HAKI), Kementerian Hukum & HAM, serta Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo) menggelar seminar bertajuk “Menggerakkan Peran Dunia Usaha Dalam Mendukung Pemerintah Memberantas Pembajakan Software” di Gedung Balai Kartini, Jakarta, 26 Februari 2015.

01. Sosialisasi UU Hak Cipta 2014KEGIATAN yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya pembajakan ini mencoba mengingatkan kepada khalayak betapa mengkhawatirkannya tingkat pembajakan perangkat lunak di Indonesia saat ini.

Dari hasil studi yang dilakukan MIAP bersama dengan Makara Mas Universitas Indonesia yang berjudul “Economic Impact of Counterfeiting in Indonesia”, perangkat lunak atau software menduduki peringkat pertama (33.50 %) sebagai produk yang paling sering dibajak, selain kosmetik, obat-obatan, pakaian, barang-barang berbahan kulit, serta makanan dan minuman. Studi ini juga mengungkapkan bahwa negara Indonesia mengalami kerugian hingga lebih dari Rp. 100 miliar akibat kehilangan potensi pendapatan pajak tidak langsung dari penjualan perangkat lunak asli.

Menurut Ketua MIAP, Widyaretna Buenastuti, banyaknya peredaran barang-barang palsu di masyarakat disebabkan oleh minimnya pemahaman masyarakat dan pemerintahan akan bahaya pemalsuan dan tentang produk palsu. Untuk software sendiri, banyak pembeli yang mencari harga yang murah, tetapi mereka tidak tahu bahwa ada kerugian yang terpapar dari produk bajakan yang berpotensi tinggi dalam bahaya serangan dunia maya yang berasal dari trojan, botnet, dan malware.

“Berdasarkan State of Internet Report yang dirilis awal tahun ini oleh Akamai Technologies, Inc, Indonesia berada di posisi ke-3 setelah Tiongkok dan Amerika Serikat sebagai negara sumber serangan dunia maya paling banyak di dunia. Dengan tingkat pembajakan yang tinggi, korban utamanya adalah para pengguna itu sendiri yang bukan hanya individu namun juga negara dan perusahaan,” ujar Widya.

Disebutkannya juga dari hasil sosialisasi yang dilakukan MIAP selama ini memperlihatkan peningkatan penggunaan software bajakan. Bila di 2010 yang pernah menggunakan software bajakan sejumlah 62% maka di 2014 mengalami peningkatan menjadi 85%. Namun dari hasil tersebut ada hal yang menyenangkan bahwa 38% pengguna saat ini mulai ada keinginan untuk membeli produk yang asli setelah mengetahui kerugian menggunakan software bajakan atau palsu.

“Kegiatan anti pemalsuan tidak akan bisa dijalankan sendiri oleh MIAP sebagai sebuah asosiasi tentunya perlu bergandeng tangan dengan para pemangku kepentingan dan terutama pemerintah dan juga masyarakat supaya bisa memberantas pemalsuan ini. Kami berharap riset yang dilakukan dapat menggerakan para pemangku kepentingan untuk bekerja sama memutuskan tali rantai antara demand dan supply. Asumsi kami, kalau tidak ada demand maka tidak ada supply sehingga tidak ada lagi pemalsuan,” harap Widya.

02. Sosialisasi UU Hak Cipta 2014Untuk memutuskan tali rantai antara demand dan supply, MIAP pun ikut memberikan masukan-masukan kepada pemerintah dalam Undang-Undang Hak Cipta No. 28/ 2014 yang baru disahkan 16 Oktober 2014 ini dalam melindungi konsumen dan pelaku bisnis Indonesia dari bahaya akibat perangkat lunak bajakan. Dimana di dalamnya tidak hanya menyasar pada penjual atau pengedar saja tetapi juga menyentuh kepada pembeli sehingga yang menggunakan software bajakan bisa terkena UU HAKI ini. Selain itu, pihak Mall yang membiarkan produk bajakan dijual di tempat usahanya juga bisa dikenakan denda hingga Rp. 1 Miliar.

“Namun untuk menindak itu semua harus terlebih dahulu adanya pengaduan dari pihak yang dirugikan dalam hal ini pemilik lisensi atau pemilik karya cipta. Oleh sebab itu, kami mengajak pengelola mall juga melakukan edukasi kepada pembeli maupun pihak toko untuk tidak lagi menginstalkan software bajakan pada komputernya,” jelasnya.

Sementara itu A. Yulianto Nurmansyah, praktisi hukum dan moderator acara mengharapkan masyarakat dapat sadar akan pentingnya untuk mematuhi UU Hak Cipta karena negara telah mengalami kerugian sebesar Rp. 100 miliar dari pembajakan perangkat lunak. “Jika kerugian ini dapat diminimalisir, tentunya pemerintah dapat mengalokasikan ke sektor pembangunan negara,” papar Yulianto.

Pemerintah Indonesia melalui peraturan ini turut melibatkan para pemilik pusat perbelanjaan (mall), manajemen mall serta pemilik rantai hypermarket untuk melindungi konsumen dari bahaya pembajakan dengan mencegah penjualan produk bajakan.

Handaka Santosa, Ketua Umum Pengurus DPP Asosiasi Pusat Perbelanjaan Indonesia, menyatakan mendukung penuh sosialisasi peraturan ini karena sesungguhnya kepuasan konsumen merupakan perhatian utama bagi setiap pemilik usaha maupun pemilik mall itu sendiri. Menurut Handaka, “Melalui peraturan UU No. 28/2014 ini, pemilik mall atau pemilik usaha lainnya pun turut merasakan manfaatnya karena dengan menjamin keaslian produk mereka akan membantu meningkatkan reputasi mereka dan kepercayaan serta kenyamanan konsumen saat membeli produk dari mereka.” Tingginya tingkat kepercayaan dan kenyamanan konsumen, tentunya berdampak pada keuntungan usaha dan dapat menarik lebih banyak investor.

03. Sosialisasi UU Hak Cipta 2014

Dukungan serupa terhadap UU Hak Cipta juga disampaikan oleh Ir. Soegiharto Santoso, Ketua Umum DPP APKOMINDO (Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia). “APKOMINDO siap bekerjasama dengan berbagai pihak untuk mensosialisasikan UU Hak Cipta karena para anggota Apkomindo juga sangat membutuhkan UU ini. Dengan adanya UU Hak Cipta yang baru, kami berharap bisa menekan jumlah pengguna perangkat lunak bajakan seminim mungkin. Sudah saatnya menggugah awareness masyarakat untuk menggunakan software asli agar mendapatkan support terbaik dan menjalin kerjasama dengan para Vendor yang peduli dengan kebutuhan anggota Apkomindo, atau menggunakan open source software sebagai alternatif lain dan kami sudah pasti melarang anggota Apkomindo menggunakan software bajakan.”

Soegiharto yang akrab disapa Mr. Hoky dan baru saja terpilih menjadi Ketum pada MUNAS Apkomindo seminggu yang lalu menambahkan, “Dalam waktu dekat DPP Apkomindo akan menandatangani MoU kerjasama dengan pihak Microsoft, agar dapat terjalin kerjasama yang saling menguntungkan, serta akan melakukan Roadshow keberbagai daerah untuk mensosialisasikan tentang UU Hak Cipta ini, sekaligus menciptakan peluang usaha yang baik dan menguntungkan bagi anggota, sebab UU ini juga dapat meningkatkan kepercayaan konsumen kepada anggota Apkomindo.”

Ditambahkan oleh Soegiharto bahwa sudah menjadi rahasia umum bahwa undang-undang HaKI menjadi buah simalakama bagi anggota. Anggota berharap agar asosiasi bisa berbuat sesuatu di saat anggota menghadapi tindakan hukum atas pelanggaran HaKI ini. Tentulah tidak bijaksana kalau asosiasi mengatakan, “Bagaimana bisa kami membela yang salah?” karena keinginan anggota bukan untuk dibela yang bersalah, melainkan untuk membebaskan anggota dari kondisi dilematis, anggota pasti berharap bisa mendapatkan pembelaan secara hukum bagi anggota yang tidak bersalah, serta pendampingan bagi anggota yang diduga bersalah agar tidak menjadi “bulan-bulanan” oknum aparat penegak hukum, serta tidak pasrah menerima sanksi hukum yang lebih berat dari yang semestinya.

Dari pihak Polda Metro Jaya, AKBP Ruddi Setiawan, SH,S.Ik, selaku Kasubdit Industri Perdagangan, melihat permasalahan pemalsuan ini terus meningkat karena selama ini hukuman yang diberikan atas kasus pemalsuan tidak ada yang pernah tinggi sehingga pemalsuan semakin merajalela. Dengan adanya UU Hak Cipta baru ini diharapkan dapat menjadi pijakan untuk dapat memberikan hukuman yang sesuai bagi pelaku pemalsuan untuk memberikan efek jera.

“Keberhasilan dalam penegakan peraturan ini, ditentukan oleh peran para penegak hukum serta kesadaran dari pemilik hak untuk siap melaporkan setiap ditemukannya tindak pembajakan produk mereka. Kami, pihak Polda Metro Jaya bersama MIAP berharap dengan sosialisasi peraturan ini, diharapkan lebih banyak masyarakat Indonesia yang sadar akan bahaya perangkat lunak bajakan sekaligus mengajak partisipasi aktif masyarakat dalam memerangi pembajakan di Indonesia,” tutup Ruddi. •ANDRI/M. TAUFIK (foto)

Artikel terkait:
ICMA 2015, Wujudkan Mall Bersih dari Pembajakan

Lenovo Hadirkan Solution Day For Manufacture 2015

0

LenovoLENOVO kembali menunjukkan keseriusan mereka terhadap pasar manufacturing dengan menghadirkan Lenovo Solution Day For Manufacture 2015. Bertempat di kawasan Industri Jawa Barat Bekasi (Jababeka), acara ini menghadirkan beberapa produk unggulan dan sesuai dengan sektor manufacture.

Lenovo Solution Day For Manufacture 2015 didukung penuh dari berbagai mitra bisnis mereka, seperti Intel Indonesia Corporation, Microsoft Indonesia, Astra Graphia dan Global Trend Asia.

Irene Santosa, SMB & Large Enterprise Director, Lenovo Indonesia mengungkapkan (24/2), “Inovasi telah mengakar dalam DNA Lenovo dan membantu kami terus meningkatkan dan menyempurnakan bisnis kami, Lenovo Think Forward 2015 – Solution For Manufacture adalah bukti komitmen kami dalam membantu perusahaan besar di sektor manufacture untuk terus berinovasi dan menibgkatkan produktivitas,” ungkapnya.

Hal senada juga diucapkan Azis Wonosari, Technical Manager Lenovo yang mengatakan bahwa Lenovo sangat aktif mendukung manufacturing seperti otomotif, aviasi, design dan lainnya, hal ini pun ditunjukan dengan hadirnya Think Station P Series untuk sektor manufacture dan design.

Produk-produk lenovo yang dihadirkan pada kegiatan ini diantaranya keluarga ThinkStation, ThinkCenter, ThinkPad serta produk server yang baru mereka akuisisi dari IBM.

Irene juga menyebutkan alasan mereka memilih sektor manufacture dikarenakan manufacture merupakan suatu industri yang memiliki peluang besar dan belum tersentuh oleh Lenovo. Alasan lain adalah karena Lenovo memiliki berbagai produk serta solusi yang mendukung sektor manufacture.

Untuk Service Center dan Layanan Purna Jual, Irene menambahkan, “Ada sekitar 250 service center dan saya rasa masih dapat tercover, hanya saja untuk Cikarang masih harus dilakukan pengecekan, namun untuk urusan server, jika ada kerusakan kami akan kirim teknisi dari Jakarta ke Jababeka dikarenakan jarak yang masih dalam jangkauan” tambahnya.

Disinggung mengenai pendapatan SMB, Irene menyebutkan sampai dengan Desember 2014, kontribusi dari sektor SMB menyumbang sekitar 30% dari revenue Lenovo. •ARIE

Setahun, Bolt! Tembus 1 Juta Pelanggan

0

Bolt-1BOLT! Sebagai penyedia layanan 4G LTE pertama di Indonesia mengumumkan keberhasilannya menembus angka 1 juta pelanggan hanya dalam kurun waktu satu tahun. Perusahaan ini mencatat tingkat pertumbuhan rata-rata pengguna sebesar 54% per kuarter, sejak Bolt! Super 4G LTE diluncurkan pertamakali ke publik pada 23 Januari 2014.

Menurut Chief Executive Officer Bolt! Super 4G LTE, Dicky Moechtar, pencapaian yang luar biasa ini tidak lepas dari beberapa faktor pendukung, seperti pertumbuhan layanan mobile internet, infrastruktur yang superior, dan strategi produk dan pemasaran yang tepat dan inovatif.

“Bolt! Telah menjadi sesuatu yang dapat dinikmati oleh masyarakat sebagai operator 4G pertama di Indonesia yang memiliki kecepatan hingga 72 Mbps dengan harga per kuota 70% jauh lebih hemat. Maka dari itu, sesuatu yang besar ini akan terus kami tingkatkan baik dari sisi speed maupun device,” ujar Dicky di Jakarta (24/2).

Bolt-2Dengan pencapaian tersebut, ia pun meyakini di tahun 2015 ini bisa memiliki 3 juta pelanggan. Untuk mewujudkan hal tersebut akan melakukan peningkatan kualitas dan layanan dengan menambah jumlah Base Transceiver Station (BTS) menjadi 4 ribu di semester kedua 2015, dimana saat ini sudah berdiri sekitar 3 ribu BTS di area Jakarta, Bogor, Depok, Tanggerang dan Bekasi (Jabodetabek). Selain itu juga akan meluncurkan produk-produk yang lebih inovatif, baik dari sisi paket internet, konten, maupun perangkat 4G terbaru yang bakal ditawarkan.

Disebutkan, dari sisi konten saat ini sudah tersedia fitur pembelian token game online menggunakan pulsa Bolt! Sedangkan bila selama ini pelanggan menikmati layanan Bolt! melalui empat jenis perangkat, yaitu Dongle. MiFi, CPE dan 4G smartphone yang tersedia dalam 7 varian, maka ditahun ini akan merasakan perangkat baru berupa tablet.

Dari teknologinya, Bolt! akan menerapkan LTE-Advanced yang dapat memberikan kecepatan hingga 150 Mbps. “Bolt! menjadi yang pertama pengimplementasiannya. Dibekali kecepatan dan kestabilan jaringan, kami ingin memberikan kemudahan dalam kehidupan internet,” tutup Dicky. •ANDRI/M. TAUFIK (foto)

2015, Pasar E-Commerce Berpotensi Meningkat

0

Tahun 2015 baru saja memasuki kuartal pertama, namun banyak yang memprediksi perkembangan bisnis pada tahun ini. Mulai dari mode bisnis di industri TI yang saat ini lebih berfokus pada Cloud Computing serta pemanfaatan data analitik menjadi sebuah mode bisnis baru.

E-commercePASAR belanja online pada tahun ini diprediksi juga akan mengalami peningkatan, seiring dengan berkembang nya industri smartphone di Tanah Air yang menawarkan smartphone dengan harga yang cukup murah. Semakin baik nya kualitas jaringan internet di Indonesia serta semakin luas nya cakupan dari dari masing-masing penyedia jaringan menjadi salah satu alasan berkembang nya bisnis di dunia maya ini.

Berdasarkan riset Online Shopping Outlook 2015 yang dikeluarkan oleh BMI research mengungkapkan, peluang pertumbuhan pasar online masih sangat besar seiring dengan meningkatnya jumlah pengguna internet di Indonesia.menurut riset dari BMI, pada tahun 2014, pengguna belanja online mencapai 24 % dari jumlah pengguna internet di Indonesia. Riset tersebut di lakukan di 10 kota besar di Indonesia terhadap 1.213 orang dengan usia antara 18-45 tahun melalui metode phone survey.

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) memprediksi pertumbuhan penduduk di Indonesia pada tahun 2015 mencapai 255.461.700 orang, sementara pertumbuhan pengguna internet pada tahun ini versi Asosiasi Penyelenggara Jasa Intenet Indonesia (APJII) adalah sekitar 139 juta pengguna. Hal tersebut juga merujuk pada target Kementrian Komunikasi dan Informasi yang menargetkan di tahun 2015 jumlah pengguna internet sekitar 150 juta pengguna.

BMI Research Head, Yoanita Shinta Devi mengungkapkan, “Pasar belanja online di Indonesia akan tumbuh hingga 57% pada tahun 2015, atau meningkat sekitar dua kali lipat dibandingkan dengan tahun lalu”.

Yoanita juga menambahkan besarnya potensi pertumbuhan industri pasar belanja online di Indonesia sejalan dengan target pengguna internet yang dicanangkan oleh Kominfo yang mencapai 150 juta.

BMI juga menyebutkan, OLX, Lazada, Berniaga.com menjadi tiga toko online yang banyak dikenal oleh para pengguna. Sementara dari sosial media seperti Facebook, Twitter serta Kaskus dan Instagram juga menjadi sarana berbelanja online, selain itu instan messaging seperti Blackberry Messenger (BBM) dan LINE juga menyumbang potensi online shopping di Indonesia.

Dilihat dari perputaran uang nya,hasil riset BMI juga menyebutkan nilai belanja online paa 2014 mencapai 21 triliun, dengan nilai belanja rata-rata per orang dalam setahun sekitar Rp. 825 ribu. “Dengan asumsi nilai belanja yang sama, maka pada tahun 2015 diprediksi akan meningkat hingga mencapai 50 triliun. Ini merupakan kondisi yang positif bagi pertumbuhan bisnis pasar belanja online Indonesia,” tutur Yoanita.

BMI menyebutkan alasan seseorang untuk tidak berbelanja online, dari data yang didapat berdasarkan riset adalah 22% pengguna merasa barang yang ada pada display tidak sesuai dengan barang yang diterima oleh pelanggan. Lamanya waktu pengiriman juga menyumbang sekitar 4% alasan seseorang tidak berbelanja online, selain itu permasalahan koneksi juga masih menjadi problem dari beberapa masyarakat untuk tidak berbelanja online, serta 5% responden juga masih enggan melakukan transaksi online karena merasa takut penipuan.

Mengenai sistem pembayaran, BMI menyebutkan sekitar 82% pengguna belanja online melakukan transfer antar Bank untuk menjadi media pembayaran. Sementara pembayaran lawas seperti Cash On Delivery (COD) masih digunakan oleh 20% pengguna belanja online., sekitar 5% pengguna menggunakan pay pal atau Kartu Kredit, dan sebagian kecil pengguna masih menggunakan rekening bersama (Rekber).

Disinggung mengenai pajak online yang akan diberlakukan oleh pemerintah, BMI mengungkapkan mungkin hal ini akan menjadi sebuah halangan, namun menurut mereka ini akan menjadi sebuah tantangan, meskipun pajak nantinya akan dibebankan kepada para konsumen. Namun BMI menyebutkan e-commerce akan tetap lebih unggul bila di bandingkan dengan offline shopping yang ada saat ini. •ARIE

QSAN TRIONAS LX U300, Storage Canggih Untuk UKM

0

QSAN TRIONAS LX U300QSAN Technology baru saja meluncurkan TrioNAS seri LX U300, Network Attached Storage (NAS) terbaru yang menyediakan fitur storage kelas enterprise dengan harga yang terjangkau bagi usaha kecil menengah (UKM), sehingga memungkinkan pengelolaan infrastruktur tenologi informasi (TI) secara efektif dengan sumber daya yang minimal.

Sistem Unified Storage TrioNAS LX U300 dari Qsan memungkinkan akses file system dan blok, baik melalui jaringan Ethernet maupun Fibre Channel (FC). TrioNAS LX U300 dari Qsan mendukung akses file system melalui protokol-protokol CIFS, NFS, AFP, FTP, WebDAV dan akses blok melalui Fibre Channel serta iSCSI. Dengan memanfaatkan kemampuan proses dan fitur-fitur yang terdapat dalam prosesor Intel Xeon E3-1225 v3 dengan Intel Intelligent Acceleration Library (ISAL), TrioNAS LX U300 mampu melindungi data dengan lebih baik tanpa mengurangi kinerja prosesor, bahkan memberikan fitur-fitur kelas Enterprise seperti SSD Caching, Deduplication dan Thin-provisioning tanpa biaya tambahan.

Qsan juga menawarkan skalabilitas terbaik dengan memungkinkan pengguna untuk menambah kapasitas hingga lebih dari 1 Petabyte melalui unit ekspansi J100 dari Qsan Technology.

QSAN TRIONAS LX U300-2Produk-produl NAS dari Qsan dirancang untuk memenuhi kebutuhan perusahaan UKM melalui dua lini produk, yaitu TrioNAS LX dan TrioNAS, yang dapat memenuhi kebutuhan pengguna di tingkat Enterprise maupun UKM melalui penggunaan iSCSI dan aplikasi workgroup.

TrioNAS LX U300 adalah solusi storage kelas mengengah dengan desain kontroler yang modular dan harga yang terjangkau, sehingga memungkinkan UKM untuk mendapatkan manfaat dari storage kelas enterprise tanpa perlu menyediakan anggaran yang besar.

Tidak seperti vendor NAS entry-level lainnya, Qsan memanfaatkan file system kelas enterprise, ZFS, untuk memastikan konsistensi data dan menghindari kemungkinan terjadinya kerusakan file system, yang sering terjadi pada solusi NAS berbasis Linux yang menggunakan file system EXT-4.

TrioNAS LX U300 dari Qsan Technology menawarkan kemudahan bagi manajer IT melalui integrasi dengan Windows Active Directory (untuk banyak domain) dan LDAP. Teknologi Unified AUTH mempermudah pengelolaan TrioNAS LX dengan memanfaatkan Windows Active Directory server yang ada.

Semua data dalam U300 dipantau oleh sistem, sehingga memungkinkan manajer TI untuk merekam kegiatan akses apapun (penambahan data baru, perubahan dan penghapusan data) dari semua akun pengguna. Tidak seperti solusi-solusi lain yang tersedia di pasar, sistem storage pool langsung tersedia bagi pengguna tanpa perlu menunggu konfigurasi RAID selesai.

TrioNAS LX U300 tersedia dengan unit dasar U300-P10 (7x1GbE, 16GB ECC memory) dengan opsi upgrade memori (kapasitas hingga 32GB ECC) dan host interface card (10Gb iSCSI atau 8G FC) yang fleksibel. Jenis U300 tersedia dalam ukuran 3U 16-bay dan 4U 24-bay.

TrioNAS LX U300 dari Qsan Technology ini kini telah tersedia di Indonesia. •YULIA CH

Smartfren Andromax C2s, Smartphone Ekonomis Untuk Pecinta Selfie

0

SmartfrenSMARTFREN menyadari kebutuhan pasar yang menginginkan smartphone murah dan kualitas baik masih sangat tinggi. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, hari ini Smartfren resmi meluncurkan Andromax C2s. Dipasarkan dengan harga yang ekonomis, smartphone ini juga diperuntukan bagi pecinta selfie.

Andromax C2s adalah penerus dari seri Andromax C2 yang penjualannya menyentuh angka 1 juta unit pada tahun lalu. Sama seperti pendahulunya, Andromax C2s juga di tenagai oleh chipset pabrikan Quallcom Snapdragon 1,2GHz, RAM sebesar 512MB dan penyimpanan internal 4GB. Ponsel ini menjalankan sistem operasi Android 4.4 (KitKat), baterai 1.500mAh, serta layar LCD 4-inci beresolusi 480×800 piksel.

Andromax C2s mengedepankan kualitas kamera depan serta belakang 5 megapiksel. Selain diklaim mampu menghasilkan foto dengan kualitas yang terbaik di kelasnya, Smartfren juga mengatakan bahwa kedua kamera tersebut dapat digunakan untuk merekam video HD (720p).

Deputy CEO Smartfren Telecom, Djoko Tata Ibrahim mengungkapkan (23/2), “Saat ini masyarakat selalu ingin terkoneksi dengan internet dan media social. Smartfren sendiri memahami tuntutan kebutuhan tersebut dengan melakukan inovasi dan terobosan terhadap produk terbaru kami. Oleh sebb itu kami dengan bangga memperkenalkan produk terbaru yaitu Andromax C2s yang memiliki kelebihan di kamera depan dan belakang yang sama-sama beresolusi 5 megapiksel sehingga sangat cocok untuk aktifitas selfie maupun foto rame-rame.”

Selain itu, Smartfren mengklaim bahwa Andromax C2S menawarkan kelebihan sistem pengisian cepat, fitur mode Picture in Picture yang dapat aktifkan kamera meski saat sedang bermain game atau menonton video.

Smartfren menawarkan Andromax C2S dengan dua varian warna Hitam dan Putih. Ponsel ini sendiri dibanderol dengan harga sekitar Rp. 850 ribu, berjalan dengan dukungan koneksi CDMA dan GSM. •ARIE

Sambut Imlek, Huawei Hadirkan Modem 4G dan 3G Terbaru

0

HuaweiAWAL 2015 menjadi awal berkembangnya jaringan 4G LTE di Indonesia. Beberapa operator jaringan terbesar di Indonesia pun telah mulai bersiap menghadirkan layanan internet super cepat ini. Tidak terkecuali dengan vendor device yang juga berlomba-lomba untuk menghadirkan produk yang kompatibel dengan 4G.

Menjelang tahun baru imlek, Huawei melalui distributor resmi mereka di Indonesia yaitu PT. Datascrip menghadirkan mobile WiFi Huawei E5373 dan dongle WiFi Huawei E3372 yang mendukung akses 4G untuk konsumen di Indonesia. Bukan hanya itu, Perusahaan asal China ini juga meluncurkan dua modem wifi serta satu router WiFi untuk jaringan 3G. ketika produk tersebut di namai, Huawei E5338, E5730 dan B68L.

Nick Lee, Director of Indonesia Huawei Consumer BG mengatakan (18/2), “Kehadiran 4G LTE di Indonesia harus didukung dengan perangkat yang dapat mengakses teknologi jaringan terbaru ini,” Ia menambahkan, “Kami menghadirkan perangkat-perangkat yang bisa mendukung jaringan tersebut, dan didedikasikan untuk membawa teknologi baru kepada konsumen,” tuturnya.

Pada semua produknya, Huawei juga membenamkan chipset Hi Silicon yang notabene adalah chipset milik mereka sendiri dan tidak menggunakan chipset dari vendor lain. Perusahaan asal negeri tirai bambu ini juga mengklaim bahwa sepertiga konsumen di seluruh dunia menggunakan jasa Huawei. Hal tersebut juga dikarenakan Huawei banyak bekerjasama dengan operator-operator besar di dunia.

Yang paling menarik dari kesemua produk yang diluncurkan, adalah 3G WiFi Router Huawei B68L. Router yang diperuntukan bagi kalangan SOHO yang memiliki cakupan lebih banyak. Perankat ini mampu mendukung jaringan HSDPA/3G/2G maupun LAN ini bisa berbagi dengan 30 perangkat lainnya. Huawei B68L juga bisa disambungkan ke pesawat telepon, memiliki slot untuk kartu SIM serta dapat ditambahkan dengan antenna eksternal untuk menambah jangkauan. Perangkat ini sangat cocok untuk tempat-tempat usaha seperti mini market serta unit usaha lainnya. •ARIE