Home Blog Page 976

DELL LATITUDE XT3 Tablet Tangguh

0

Dell_Latitude_XT2Dell memperkenalkan Latitude XT3, tablet PC convertible baru yang diperuntukan bagi para professional. Dirancang dengan kesan tangguh, Latitude XT3 diklaim memiliki produktifitas, tenaga dan fungsi dari sebuah notebook yang dikombinasikan dengan fleksibilitas dan antar-muka yang dinamis dari sebuah tablet, serta dilengkapi dengan layar sentuh yang responsif.

Latitude XT3 memiliki display HD LCD berukuran 13.3 inci. Kejernihan gambar yang sempurna dari sebuah landscape yang lebih besar dan sisi pandang yang lebih lebar meningkatkan penggunaan dalam kedua mode yang tersedia, baik notebook dan tablet. XT3 menawarkan opsi layar pandang untuk bekerja di outdoor dengan terik sinar matahari.

XT3 bekerja dengan prosesor Intel Core i baru. Opsi untuk XT3 termasuk hard drive yang mencapai hingga 320Gb dan SSD sebagai opsi. Tergantung dari bagaimana konfigurasinya, XT3 dapat memberikan lebih dari 8 jam ketahanan batere dan dengan Latitude ExpressCharge, batere dapat terisi-ulang sebanyak 80% selama sekitar satu jam.

Latitude XT3 menawarkan  juga proteksi data yang baik dengan menggunakan  Dell Data Protection, Remote Data Delete dan Free Fall Sensor, sementara di bagian luarnya, sistem terproteksi dengan casing magnesium alloy yang kuat dan dasar pelapis bubuk membuat notebook ini menjadi kokoh.

Untuk konversi mode antara notebook dan tablet saat ini hanya sesederhana layar LCD, ini dikarenakan bi-directional hinge.  Latitude XT3 baru merupakan sebuah kombinasi dari fitur-fitur produktifitas ini dengan peningkatan pada ketahanan, keamanan dan pengelolaan yang dibutuhkan oleh para profesional TI.

Selain itu, Dell melengkapi Latitude XT3 dengan fitur capacitive multi-touch (four-finger), pen, touchpad, full keyboard (optional backlit functionality) dan kemampuan mouse yang nyaman saat digunakan.

SONY VAIO SERI Z, Notebook Super Ringan

0

sony-vaio-z-seriesBelum lama ini Sony mengumumkan peluncuran Sony VAIO Seri Z terbaru. Sebuah komputer pribadi yang menggabungkan gaya menawan dan spesifikasi terbaik.

Rangkaian VAIO Seri Z terbaru yang diciptakan bagi pekerja profesional ini memiliki berat hanya 1,165 kg dan sangat tipis dengan ketebalan 16,65 mm. Layarnya full HD beresolusi tinggi dengan sentuhan akhir mengkilap yang anti pantul. Tidak hanya itu, VAIO Seri Z ini juga menampilkan gambar indah dengan warna-warni menawan yang mencapai 96% dari rangkaian warna Adobe RGB.

VAIO Seri Z dilengkapi dengan prosesor Intel i7 generasi kedua dan SSD RAID 0 berkecepatan tinggi yang menawarkan pengoperasian secara cepat. Lebih dari itu, Quick Boot dapat menghemat waktu Anda saat terburu-buru, yang dapat menampilkan Genuine Windows 7 Professional dalam waktu sekitar 15 detik. Notebook ini juga dilengkapi dengan  AMD Radeon HD 6650 dengan VRAM 1GB. Akselerator grafis berkinerja tinggi ini memastikan gambar yang tajam dan halus, mulai dari CAD 3D hingga program permainan.

VAIO Seri Z hadir dengan Power Media Dock, sebuah docking station yang terhubung dengan VAIO melalui kabel optik. Colokan kabel yang ada juga dapat digunakan untuk menghubungkan perangkat-perangkat USB dengan VAIO saat notebook tidak dihubungkan dengan dock.

Dengan penambahan Power Media Dock, rangkaian VAIO Seri Z dapat menangani hingga empat tampilan (termasuk layar notebook) melalui port HDMI dan/atau output VGA.

Sony VAIO Seri Z menawarkan penggunaan terus menerus selama 6,5 jam. Dengan menggunakan Sheet Battery tambahan, daya tahan baterai akan bertahan hingga 13 jam, lebih dari satu hari untuk menyelesaikan pekerjaan dengan satu kali pengisian. Sheet Battery dapat diisi ulang secara terpisah dari notebook dan digunakan tanpa harus melepaskan baterai internal. Bentuknya yang rata membuat VAIO Seri Z tetap mudah dibawa bepergian bahkan saat Sheet Battery terpasang.

VAIO Seri Z didesain secara mutakhir oleh Sony pada tingkat ekstrim yang baru, dengan bentuk notebook serta penutup layar yang rata terbuat dari serat karbon ultra yang kokoh dan sangat ringan. Baik produk-produk VAIO Seri Z dan Power Media Dock memiliki desain bersudut 8 yang edgy, menambah tampilan unik yang sekaligus menekankan durabilitasnya.

Rangkaian VAIO Seri Z menawarkan sebuah pengalaman komunikasi yang lebih kaya. Headphone digital noise-cancelling membuat Anda dapat mendengarkan lagu tanpa gangguan. Direktivitas mikrofon beam-forming dan kamera web berdefinisi tinggi yang didukung oleh teknologi Exmor untuk memastikan komunikasi yang lebih jernih.

Selain itu, tombol ketik backlit otomatis akan beriluminasi ketika sensor mendeteksi kondisi ruangan yang menjadi lebih gelap. Hanya huruf yang akan berpendar dalam gelap sebagai hasil penggunaan sebuah inorganic EL.

Notebook dengan performa dan mobilitas yang tinggi, VAIO Seri Z terbaru ini telah tersedia mulai akhir Agustus 2011.

Andrew Darwis: Potensi Bisnis Online Bergairah

2

Andrew Darwis 01Bagi mereka yang punya account di KasKus,  nama Andrew Darwis tentu tak asing lagi. Di tangannya, KasKus yang awalnya dirikan hanya karena tugas kuliah,  kini telah menjadi komunitas online terbesar di Indonesia. Andrew, tak ayal adalah inspirator muda bagi para pebisnis digital.

Sesuai perkembangannya, KasKus yang memiliki slogan The Largest Indonesian Community, berevolusi dari portal berita, dan forum  komunitas, lalu  berubah menjadi forum jual-beli, dan kini menjadi situs e-commerce.

Menurut Pendiri KasKus, Andrew  Darwis, “Kaskus sudah memenuhi syarat sebagai sebuah pasar yang ideal. Para pembeli, penjual, barang, jalur distribusi, dan uang bertemu di Kaskus,”  jelas pria kelahiran, 20 Juli 1979 ini.

KasKus memang fenomenal. Andrew, anak kedua dari empat bersaudara dari pasangan Antonius Darwis dan Nancy Amidjoyo ini  mengaku  tidak mempunyai mimpi bisa menciptakan KasKus hingga seperti sekarang.

KasKus dari awal hanyalah sebuah tugas kuliah yang dibangun Andrew bersama sahabatnya semasa kuliah di Art Institute of Seattle, Amerika Serikat, Ronald Stephanus dan Budi Dharmawan. Dibangun pada 6 November 2000, di era awal kehadiran KasKus, kurang lebih hanya 15 – 20 anggota yang bergabung. Saat itu biaya sewa hosting pun hanya sebesar US$.8 per bulan. Namun selama dua tahun menjalankan forum ini, tampaknya belum menampakkan keuntungan secara bisnis, bahkan tidak ada iklan yang masuk. Akhirnya kedua temannya hengkang, sedangkan Andrew bertahan untuk melanjutkan sendiri forum yang telah dirintisnya.

Pertengahan tahun 2008, Andrew pulang ke Indonesia dan serius membesarkan KasKus. Bersama dua teman lain bernama Ken Dean Lawadinata dan Danny Wirianto, akhirnya mereka menjadi tiga orang penting dibalik KasKus di bawah bendera PT. Data Media Indonesia.  Andrew tetap sebagai Admin dan berkonsentrasi pada pengembangan KasKus, Ken sebagai CEO Kaskus yang bertanggung jawab pada manajemen perusahaan, sedangkan Danny bertanggung jawab sebagai Chief Marketing Officer (CMO).

Nyatanya, kerja keras berbuah manis. Memiliki member tak kurang dari 3,2 juta, kini KasKus merupakan situs lokal nomor satu di Indonesia.

Andrew berharap KasKus bisa menjadi kepanjangan tangan ekonomi karena membuat promosi dan distribusi produk menjadi merata di seluruh wilayah Indonesia. “Meski tidak ada pertemuan langsung antara pembeli dan penjual, berdagang di internet tetaplah bisnis yang nyata. Uangnya ada, peraturan dari pengelola pasar ada, dan yang penting adalah barangnya juga nyata,” tambah  peraih penghargaan Marketeers Award: Greatest Brand of the Decade pada 2010 ini.

Ia juga meyakini, forum komunitas akan menjadi ladang emas untuk pengembangan bisnis di internet di masa mendatang. Berikut petikan wawancara BISKOM dengan Andrew Darwis, akhir Agustus lalu.

Andrew Darwis 04Mohon diceritakan mengenai KasKus, darimana ide pemberian nama KasKus dan apa yang bisa kita lakukan dengan KasKus?
KasKus adalah kependekan dari Kasak-Kusuk atau bermakna bergosip, yang sejak awal telah diniatkan sebagai forum yang membebaskan semua anggota untuk berekspresi. Diawal berdirinya Kaskus, terdapat Forum BB17 singkatan dari Buka-Bukaan 17 untuk konten dewasa dan Forum Fight Club yang bernuansa SARA (Suku, Agama, Ras, Antar-golongan) merupakan kanal-kanal favorit warga KasKus yang biasa disebut KasKuser.

Sejak Agustus tahun lalu, Kaskus telah mengalami evolusi, sejalan dengan pemberlakuan Undang-undang Internet dan Transaksi Elektronik (UU ITE) tahun 2008. Yang namanya Forum BB17 dimatikan dan Fight Club dirubah menjadi Debate Club dengan aturan yang lebih ketat dan tidak boleh menyinggung SARA.

Kanal-kanal yang lebih didominasi oleh laki-laki juga dihilangkan untuk menarik minat perempuan untuk bergabung. Dan KasKus sendiri tidak keberatan untuk menambah kanal kelompok lain yang masih satu nuansa. Sebuah kanal atau sub forum biasanya digawangi oleh moderator dimana pemilihan moderator umumnya dilakukan secara polling sesama anggota sub forum. Moderatorlah yang memiliki hak, kapan seseorang KasKuser bisa diusir dari forum. Dan bila sudah diusir dari sebuah sub forum, seorang KasKuser harus membuat account baru dan memulai dari awal lagi sebagai newbie.

Tingkatan seorang KasKuser pun juga berbeda. Saat seseorang baru bergabung menjadi KasKuser ia digelari newbie. Jika sudah memenuhi target posting tertentu, kastanya akan naik menjadi KaskKuser dan kemudian naik terus menjadi KasKus Holic, KasKus Addict, KasKus Maniak, KasKus Gaek, KasKus Freak hingga Made in KasKus.

Jadi bila seseorang memang berniat serius untuk eksis di forum, mereka harus mengikuti aturan main yang ada. Setiap anggotapun dapat memberi reputasi kepada anggota lain. Jika seseorang sudah memenuhi target 1000 posting, biasanya disebut mengejar ISO 2000, ia dapat memberikan kredit reputasi kepada anggota lain. Reputasi buruk disimbolkan sebagai bata merah, semakin banyak akan semakin buruk reputasi orang tersebut. Sementara untuk reputaasi baik dibahasakan dengan ‘ijo-ijo’, istilahnya minta ‘cendol’.

KasKus juga menyediakan tempat berjualan dan mencari nafkah bagi anggotanya, yaitu Forum Jual Beli (FJB) yaitu sarana murah meriah bagi KasKuser untuk berjualan. Jualan di FJB diistilahkan dengan buka lapak.

Kemajuan dan pencapaian seperti apa yang telah diraih KasKus dari tahun ke tahun? Berapa anggota KasKus saat ini?

Kami melihat kemajuan dan pencapaian KasKus tidak hanya dari jumlah member tetapi sejauh mana KasKus bisa bermanfaat bagi usernya. Salah satunya adalah kisah sukses beberapa KasKuser yang menjual produk mereka di FJB. Jumlah member KasKus hingga saat ini 3.272.479, – mungkin angka ini tidak mempresentasikan jumlah anggota yang sebenarnya karena ada yang account-nya yang sudah mati atau bahkan satu orang memiliki puluhan account.

Ada juga yang bukan anggota KasKus tetapi rajin membaca thread di KasKus. Tercatat mencapai 9,2 juta IP address yang masuk ke KasKus. KasKus mulai berkembang sejak tahun 2004 di saat kami  melakukan pembelian sebuah server seharga US$ 2000 melalui tawaran dari kartu kredit. Hingga sekarang, KasKus memiliki 98 hingga 250 server di tahun ini dan memiliki tim dengan 40-100 karyawan serta 200 moderator.

Manfaat apakah yang ingin disediakan KasKus untuk para anggota?

Manfaat secara menambah pengetahuan KasKuser dengan thread-thread berkualitas, menjadikan KasKus sebagai tempat untuk mengeluarkan gagasan dan ide, serta tempat untuk beropini atau mengeluarkan pendapat.

Kami juga mengajak KasKuser untuk terus kreatif lewat berbagai forum yang ada.  Banyaknya kategori/sub-forum yang ada di KasKus memfasilitasi para pengguna yang memang ingin berbagi di bidang yang paling diminatinya,  hal ini juga menjadi fokus saya. Kategori-kategori yang ada terus bertambah supaya lebih terspesialisasi lagi dengan orang-orang yang ahli di tiap kategori tersebut.

Andrew Darwis 03Jika boleh tahu, berapakah pendapatan KasKus?
Maaf, kami tidak dapat memberitahukan hal ini.  Pastinya,  KasKus tidak berorientasi pada profit semata,  karena kenyamanan user  tetap dinomor satukan. Ketika para penggunanya bisa berbagi hal apa saja di KasKus, saling membantu para KasKuser lainnya, itulah sebenarnya tujuan kami. Iklan dan profit  yang ada selama ini terlebih hanya untuk membiarkan KasKus tetap hidup,. Sekali lagi, profit bukan menjadi fokus utama. Tanpa user, KasKus bukanlah apa-apa,dan  tanpa user KasKus tidaklah mungkin sebesar ini.

Setelah kesuksesan KasKus sekarang, hal apa yang menjadi misi KasKus ke depan?

Masih banyak hal yang bisa dikembangkan KasKus, seperti memperkaya content di website KasKus, memperbanyak online activity, mengembangkan fitur-fitur yang ada di KasKus, melakukan serangkaian program kegiatan offline serta community engagement. Intinya saya ingin mengembangkan lebih banyak lokal konten, sehingga nantinya orang luar negeri lah yang akan membeli konten itu.

Banyak anak muda Indonesia yang membuat situs web, tapi banyak pula yang gagal. Sementara KasKus sendiri malah semakin melambung, apa resep bisnisnya?
Bisa jadi karena tidak sabar, sehingga saat menemui kesulitan sudah menyerah di tengah jalan. Kalau yakin akan sesuatu, harus terus dicoba, dan jangan mudah menyerah. Kesulitan itu harus dianggap sebagai sebuah tantangan.

Apa tantangan terbesar KasKus untuk mempertahankan posisi atas sebagai situs forum komunitas?

Berusaha untuk selalu bisa memfasilitasi kebutuhan user yang sangat heterogen dan tetap menjadikan forum sebagai sarana yang nyaman untuk saling bertukar pendapat. Tujuan awal KasKus berdiri adalah bukan profit, bahkan kami tetap bertahan walaupun tanpa penghasilan sekalipun, asal user nyaman dan tetap bisa bertahan.

Tujuan ini tidak akan terpengaruh oleh para perusahaan besar yang menawarkan kerjasama dan memberikan keuntungan besar namun memiliki perbedaan visi.  Kami  tetap pada visi awal,  yaitu berorientasi pada user. Orang-orang yang hidup melalui KasKus sangat banyak sekali. Di saat internet sedang booming, orang-orang berbisnis melalui media ini.

KaskKus sebagai penyedia layanan gratis telah memberi kemudahan. Hal ini yang menjadi dasar tujuan saya, jika KasKus konsisten dengan tujuannya,untuk user maka user yang merasa terbantu juga akan memberikan efek-efek positif buat KasKus itu sendiri.

Bagaimana pandangan Anda terhadap kesenjangan digital di Indonesia, dan apakah ini menjadi hambatan tersendiri bagi KasKus?
Ya memang, kesenjangan infrastruktur dalam segi teknologi di Indonesia masih ada, itu juga dikarenakan negara Indonesia yang berbentuk kepulauan, sehingga belum semua merasakan fasilitas internet yang sama. Tetapi sekarang kan trennya sudah bergeser ke mobile, banyak sekali orang di daerah bisa online lewat ponsel, dan KasKus pun bisa diakses lewat mobile melalui http://m.kaskus.us

Andrew Darwis 02Dan bagaimana pendapat Anda mengenai banyaknya komunitas-komunitas teknologi informasi (TI) yang bermunculan? Apa manfaat yang bisa didapat dari komunitas ini bagi perkembangan TI Indonesia?
Tentunya bagus sekali, karena itu juga akan meningkatkan industri digital di Indonesia.

Di bidang TI manakah, menurut Anda, Indonesia bisa bersaing dan bahkan merajai konsumen dunia suatu saat nanti? Mengapa?

Indonesia dengan jumlah penduduk 245 juta dan sebagai negara dengan penduduk terbanyak di dunia pada peringkat 4, sudah tentu harus bisa menjadi raja konten. Saat ini saja kita merupakan pengguna Facebook nomor 2 terbanyak setelah Amerika, dan dijuluki The Capital of Twitter in Asia. Namun sayang kita masih sebagai konsumen hingga saat ini. Maka dari itu kita harus mengembangkan lokal konten supaya bergeser dari konsumen menjadi produsen konten.

Terkait regulasi, di sisi manakah dari regulasi Indonesia yang membuat TI Indonesia sulit berkembang?

Regulasi atau peraturan itu sangat penting, karena tanpa peraturan sudah tentu terjadi chaos. Namun sebaliknya, di dunia TI yang sedang berkembang di Indonesia, jangan sampai terhambat oleh regulasi. Dalam membuat regulasi hendaknya harus mengikut sertakan semua elemen dari Pemerintah dan Pelaku TI.

Namun saya percaya pemerintah telah berkomitmen untuk terus meringankan biaya internet dan memasyarakatkan internet hingga daerah-daerah terpencil sekalipun. Ini tentu bersumbangsih besar bagi pertumbuhan skala bisnis dan layanan KasKus.

Apa komentar Anda mengenai kasus dua pemuda yang  ditangkap pihak kepolisian karena  menjual iPad yang tidak resmi di Indonesia melalui Kaskus?
Sepertinya saya tidak bisa berkomentar banyak bila sudah masuk ke ranah hukum, tetapi KasKus sebagai wadah untuk orang melakukan transaksi jual beli sudah memberikan terms of use-nya, Kami pun selalu mengingatkan kepada siapapun yang akan melakukan transaksi online untuk tetap terus berhati-hati.

Lalu bagaimana KasKus menghadapi kasus penipuan dan penyebaran pornografi ataupun kejahatan internet lainnya yang mungkin tersebar melalui KasKus?
Memang diakui, forum jual beli ini ternodai oleh aksi-aksi penipu yang mulai banyak ditemui. Para penipu ini memanfaatkan kelemahan-kelemahan yang ada. Memang tingkat keamanan transaksi melalui forum seperti ini hanya berdasar pada kepercayaan antara buyer  dan seller.

Untuk menanggulangi banyaknya penipuan beberapa KasKuser memberikan alternatif pembayaran melalui Rekening Bersama. Dengan adanya Rekening Bersama, pembayaran hanya dilakukan ketika barang sudah dikirim. Dari pihak KasKus sendiri, para moderator melakukan usaha-usaha pencarian penipu melalui account  rekening bank yang bersangkutan dengan berkoordinasi dengan leader regional forum untuk langsung terjun menangkap penipu tersebut.

Dan bila masih ada member yang melanggar tentu kami memberikan sanksi, kemudian member yang merasa terganggu dengan thread juga bisa melapor ke hansip, dalam istilah KasKus, untuk segera ditindak, Setiap forum juga memiliki moderator yang bertugas mengatur agar forum tetap nyaman.

Apa pendapat Anda tentang akses informasi yang bebas? Apa yang harus kita lakukan agar kebebasan informasi bisa tercapai?
Informasi merupakan suatu hal yang penting dan dibutuhkan, akses menuju informasi yang seluas-luasnya juga diperlukan, hanya saja edukasi terhadap informasi yang bermanfaat itu yang harus diprioritaskan saat ini.

Apa himbauan Anda terhadap generasi muda yang ingin maju di bidang TI?

Intinya sebagai anak muda harus berani mencoba dan jangan cepat putus asa, karena bidang TI di Indonesia belum sebesar berbisnis di dunia nyata. Artinya, peluang-peluang terus terbuka luas. Dan saya kira, peluang dan potensi di bidang bisnis online akan jauh lebih bergairah hingga jauh kedepan. Tugas kita adalah menciptakan inovasi serta cara marketing terbaru dan semenarik mungkin.

Menggali Potensi TI Yang Terpendam

0

editorialAda banyak cara untuk menggali potensi teknologi informasi (TI) nasional yang sekiranya masih terpendam di Bumi Pertiwi ini. Diantara banyak cara, hal yang paling diperlukan adalah kerjasama semua stakeholder TI agar membuahkan hasil yang lebih optimal.

Misalnya, bisa melalui ajang kompetisi TI semacam Indonesia ICT Award (INAICTA) yang tujuannya mendorong dan menggali potensi dan kreativitas anak bangsa di bidang TI. Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Komunikasi dan Informatika, bertugas untuk menjadi fasilitator antara produk TI Indonesia dengan pihak industri dan masyarakat selaku pengguna produk lokal.

“Pemerintah, industri dan masyarakat harus mengapresiasi karya kreatif bangsa, agar bisa berjaya di negeri sendiri,” papar Menkominfo, Tifatul Sembiring.

Lebih lanjut Menkominfo mengatakan bahwa TI diharapkan dapat menjadi sumber devisa baru bagi negara dan untuk menyerap tenaga kerja.  “Unsur kreativitas dalam bidang TI diarahkan untuk berperan bagi pertumbuhan perekonomian Indonesia sehingga secara aktif dapat memberikan sumbangan dalam menciptakan kemakmuran bangsa,” katanya.

BISKOM sendiri menggunakan cara sesuai kapasitas kami: mempublikasikan potensi-potensi TI, baik dari sumber daya manusianya, infrastruktur maupun  kontribusinya terhadap perekonomian nasional dan kesejahteraan masyarakat. Pada edisi Agustus lalu dan edisi September ini BISKOM lebih banyak menyajikan potensi-potensi yang belum tergali dari ranah TI nasional. Kami berupaya menampilkan hal-hal yang baru dan belum mendapat ruang lebih luas untuk mengekpresikan potensi TI yang dimaksud.

Kami menampilkan headline “Posisi TI dalam Harteknas” juga merupakan semacam protes, kenapa TI belum terlalu dianggap dalam tiap peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional? Dilanjutkan dengan pertumbuhan investasi industri TI khususnya penanaman modal asing.

Diharapkan dengan tulisan ini akan lebih mendapat perhatian pemerintah dan masyarakat luas, khususnya masyarakat informasi, dalam upaya menggali dan mengoptimalisasi potensi TI nasional yang masih terpendam. Kami juga menampilkan berbagai karya anak bangsa dan figur-figur SDM TI asal Indonesia yang sukses di bidangnya guna membangkitkan semangat kebanggaan dan nasionalisme bangsa, bahwa kita juga mampu.

Lihat saja CEO Marvell Tecnology, Sehat Sutardja dan pendiri Kaskus Andrew Darwis. Semua kami sajikan, agar TI nasional tidak terus dipandang sebelah mata, baik di mata dunia maupun negeri sendiri. Semoga TI nasional benar-benar mencapai kejayaannya kelak.

Telah Terbit BISKOM Edisi September 2011

0

Majalah BISKOM kali ini menampilkan Pendiri KasKus, Andrew  Darwis (Terima kasih kepada KasKus yang turut mendukung Majalah BISKOM). Dalam kesempatan ini, kami sekaligus menawarkan kepada seluruh pembaca untuk bekerjasama saling menguntungkan dengan Majalah BISKOM, baik berupa pengiriman artikel TI, mengadakan seminar, workshop dan pameran serta kegiatan-kegiatan lainnya yang berkaitan dengan dunia TI.
Topik menarik Majalah BISKOM Edisi September 2011 diantaranya:

• COVER STORY: Pendiri KasKus, Andrew  Darwis: Potensi Bisnis Online Bergairah

• FIGURE
:
Sehat Sutardja, Ketika CEO Marvell Pulang Kampung
Elvizar KH: Pay TV Perlu Konten Lokal
Asmiati Rasyid: Spektrum Pun Perlu Diaudit

• HEADLINE:
Bagaimana TI Dalam Harteknas?
Investasi TI Masih Minim

• FOCUS
:
Jangan Mudah Terprovokasi Jejaring Sosial
Wasit Bermata Elang itu Bernama TI
Membentuk Badan Spektrum Nasional

• INSPIRATION
:
Onno W. Purbo: Bersyukurlah Indonesia Miskin!
Ika Mardiah: Inaproc Wujudkan Satu Pasar Nasional
Bob Julius Onggo: Apa Itu Re-eMarketing?

• REVIEW & CELLULAR
:
Sony Vaio Seri Z
Transcend Jetflash T3S
AHA Pad
Huawei  E392
Blackberry Playbook
Dell Latitude XT3
Edimax Caster WD-1000TR

Dapatkan Majalah BISKOM di Toko Buku Gramedia dan Gunung Agung atau berlangganan melalui Bagian Sirkulasi Majalah BISKOM. Untuk review, ujicoba, update harga produk dan kegiatan perusahaan Anda, hubungi redaksi[at]biskom.web.id

Cyberoam Berikan Apresiasi Kepada Mitra di Asia

1

cyberoam awardCyberoam, perusahaan terdepan dalam solusi Unified Threat Management (UTM) untuk perlindungan yang komprehensif terhadap ancaman internet, terus berupaya menjalin hubungan baik dengan para mitra bisnisnya di Asia Pasifik untuk semakin memperkuat pemasaran di wilayah ini.

Dalam rangkaian acara ASEAN Summit 2011 di Singapura, 8-11 September 2011, Cyberoam memberikan penghargaan kepada mitra di Vietnam, Korea Selatan, Malaysia, Singapura, Philipina, Kambodia, Hong Kong, Taiwan,  Thailand dan Indonesia.

PT. Raditya Mulia Lestari selaku distributor produk dan solusi Cyberoam di Indonesia menerima penghargaan atas prestasi dan loyalitas yang ditunjukkan selama ini. Penghargaan diberikan oleh Amar Mehta, Country Manager Cyberoam Indonesia kepada Jimmy Hadian, Direktur RML tadi malam (10/11) di 1-Altitude, Singapura, yang disaksikan oleh Nirav Mahida, Marketing Manger Cyberoam dan Harrish Chib, Vice President, Business Development  Cyberoam.

Amar Mehta mengatakan, “Setiap perusahaan mempunyai target yang hanya bisa diraih melalui kerjasama yang kompak dan juga strategi kepemimpinan yang baik. Untuk mencapai target, mitra bisnis dan karyawan membutuhkan suatu pendorong atau penyemangat yang bisa memaksimalkan kinerja mereka.  Diantaranya melalui ajang penghargaan yang diberikan setahun sekali dalam Cyberoam ASEAN Summit ini.”

Harris Chib menambahkan, “Cyberoam percaya bahwa solusi yang baik dikombinasikan dengan keahlian dan kemampuan mitra bisnis akan memberikan kesempatan yang luas untuk memperkuat kehadiran kami di pasar yang terus berkembang di Asia online casino Pasifik.”

Bukan hanya kepada distributor, Cyberoam juga memberikan apresiasi kepada mitra bisnis di Indonesia, diantaranya kepada PT Selnet Optima (Eric Ernawan), PT Smart Lintas Media (Agung D. Rachwan), PT Faasri Utama Sakti (diwakili Guwandi Widjaya K), PT Zioncom (Hendrawan Suryana), PT Karang Lawas Sejati (diwakili Erry Prasetyo), Telkom Bandung (Andri Nopendra) dan Telkom Jakarta (Paulus Cahyo Widhiatmoko).

Dua penghargaan istimewa juga diberikan Cyberoam kepada Indonesia untuk kategori Sales Manager of The Year dan Best PreSales Engineer Award dari PT. Raditya Mulia Lestari, masing-masing kepada Mario Ivan Romano dan Rolan De Medix.

Mengenai penghargaan ini, Mario berkomentar, “Coverage wilayah Indonesia yang besar ditambah dengan akses internet yang sedang berkembang merupakan tantangan tersendiri untuk melakukan pemasaran Cyberoam di Indonesia. Namun komitmen dan hubungan yang baik dengan mitra bisnis, membuat kami bisa memenuhi kebutuhan pasar yang kian meningkat dari tahun ke tahun.”

Cyberoam UTM sendiri merupakan solusi yang menawarkan rangkaian fitur keamanan yang lengkap dengan inovasi “Layer 8 Technology”  yang mampu melakukan inspeksi stateful firewall, VPN, gateway anti-virus, gateway anti-malware, gateway anti-spam, sistem pencegahan intrusi, dan penyaringan konten disamping manajemen bandwidth dan manajemen beberapa link dalam satu platform.

Perkuat Posisi, Cyberoam Adakan ASEAN Summit 2011

0

Cyberoam 1Untuk semakin memperkuat posisinya di tingkat Asia Pasifik, Cyberoam mengadakan ASEAN Summit 2011 di PAN Pasific Hotel, Singapura, 8-11 September 2011.

Dihadiri oleh sejumlah distributor, dealer dan mitra bisnis di Filipina, Malaysia, Singapura, Taiwan, Hongkong termasuk Indonesia, event ini terselenggara untuk kedua kalinya setelah pada tahun lalu diadakan di Phuket, Thailand.

CEO Cyberoam, Hemal Patel melalui teleconference tadi malam (8/11) mengatakan, “Pengalaman dan channel distribusi yang luas  dikombinasikan dengan portofolio kami dalam Solusi Unified Threat management (UTM), mendukung kepemimpinan Cyberoam di seluruh dunia. Dengan upaya tak kenal lelah, mitra bisnis mampu menjangkau pasar,  bukan hanya dengan tujuan untuk meningkatkan penjualan tetapi juga berusaha keras untuk memastikan pelanggan kami mendapatkan nilai bisnis yang lebih besar dari produk dan solusi kami.”

Sementara Senior Vice President of New Business Development Cyberoam, Harish Chib mengatakan, pasar perangkat dan manajemen  terpadu UTM diperkirakan akan tumbuh pada tingkat yang luar biasa selama tiga sampai lima tahun ke depan.

Cyberoam 2Chib menunjukkan bahwa organisasi tidak bisa lagi mengandalkan anti virus yang sederhana, tetapi juga perlu berinvestasi dalam peralatan keamanan terpadu untuk mengimbangi tingkat ancaman jaringan yang terus  meningkat dari tahun ke tahun.

Chib juga menyampaikan, keseriusan Cyberoam pada solusi UTM telah dibuktikan dengan diraihnya posisi pertama untuk pasar UTM di India, tiga besar di Timur Tengah dan Asia Pasifik serta dua besar di Asia dan Afrika Barat.

Pada kesempatan yang sama, Jimmy Hadian, Direktur PT. Raditya Mulia Lestari (RML), distributor resmi  Cyberoam di Indonesia menyampaikan,  Cyberoam ASEAN Summit membawa semangat baru dimana distributor dan mitra bisnis berkumpul untuk saling berbagi pengetahuan dan pengalaman serta mengetahui perangkat terbaru yang segera diluncurkan di seluruh dunia dan di negara-negara ASEAN.

cyberoam_resize (1)“RML selaku distributor tunggal dari Cyberoam untuk pasar Indonesia di tahun mendatang memiliki target meraih posisi tiga dalam penjualan di Asia Pasifik. Saat ini kami berupaya terus memperluas pasar di seluruh Indonesia,” ujar Jimmy.

Cyberoam merupakan  perusahaan berbasis di Amerika Serikat yang menawarkan solusi UTM untuk perlindungan yang komprehensif terhadap ancaman internet yang ada dan akan muncul di masa mendatang, termasuk virus, worm, trojan, spyware, phishing, pharming dan sebagainya.

Cyberoam UTM memberikan rangkaian fitur keamanan yang lengkap seperti inspeksi stateful firewall, VPN, gateway anti-virus, gateway anti-malware, gateway anti-spam, sistem pencegahan intrusi, dan penyaringan konten di samping manajemen bandwidth dan manajemen beberapa link dalam satu platform.

Cyberoam ASEAN Summit 2011 didukung oleh BISKOM sebagai media partner.

Penjual Ipad Jadi Korban ‘Kriminalisasi Regulasi’

1

Sidang kasus iPad Charlie Sianipar 01Sudah cukup banyak pebisnis teknologi informasi (TI) yang terjerat kriminasisasi regulasi, termasuk puluhan pedagang iPad yang terjadi akhir-akhir ini. Mereka adalah korban regulasi yang minim sosialisasi, terutama kepada pengusaha kecil retailer.

Kasus penjualan iPad yang belum lama ini menimpa Charlie Mangapul Sianipar bermula saat dua orang wanita berkunjung ke toko Charlie di lantai 2 Ambasador Mall, Jakarta, pada 2 November 2010. Kedua wanita itu mengaku mencari Ipad untuk anaknya.

Sebagai pedagang yang punya toko kecil di Ambassador, tentu Charlie amat senang ada pembeli dan melayani mereka dengan baik ketika dia ditanya mengenai cara operasi dan fungsi fungsi fitur barang tersebut.

“Ada buku manualnya, tidak?” tanya si wanita kemudian. Sebuah pertanyaan yang mulai menjebak Charlie. Si pemilik toko pun menjawab, manualnya bisa di-download dan ada bahasa Indonesia-nya pula. Beberapa saat kemudian, seorang pria masuk dan langsung bertanya kepada Charlie, apakah banyak stok iPad -nya? Tak lama berselang datang lagi seorang pria masuk dan disapa dengan baik oleh Charlie layaknya seorang sales kepada calon pembelinya. “Bapak cari apa dan dari mana?” tanya ayah dari tiga anak ini sambil tetap santun.

Salah seorang pria menjawab dari kepolisian hingga keempat orang yang datang itu semua mengaku dari kepolisian. Kedua pria diantaranya menyita 14 unit iPad milik Charlie, hanya produk iPad yang diamankan. Bon-bon jual beli pun disita, sambil salah seorang mengeluarkan surat perintah.

Charlie pun ditetapkan sebagai tersangka karena diduga melanggar Pasal 62 Ayat (1) juncto Pasal 8 Ayat (1) huruf j UU No 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen akibat diduga tidak memiliki buku manual berbahasa Indonesia. Pemilik toko kecil yang malang itu pun terancam dikenai pasal berlapis dengan Pasal 52 juncto Pasal 32 Ayat (1) UU No 36/1999 tentang Telekomunikasi karena menjual produk tanpa sertifikat peralatan dari Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi (Dirjen Postel), terlebih iPad belum terkategori alat elektronik komunikasi resmi. Ancamannya pidana penjara paling lama 5 tahun penjara.

Singkat cerita, sidang perdana kasus ini pun digelar  di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan No. Register Perkara Pidana: 883/Pid.B/2011/PN.JKT.SEL. Hingga 5 September 2011 sudah memasuki persidangan keempat dengan agenda putusan sela dari Majelis Hakim. Charlie tidak pasrah begitu sajal. Ia pun membela diri dengan menyiapkan tim pengacara.

Kriminalisasi Regulasi
Dalam rilis yang dikirimkan tim pengacaranya pada  26 Agustus 2011, kasus ini disebut sebagai bentuk ‘kriminalisasi regulasi’. Kasus serupa juga menimpa terdakwa Dian Yudha Negara dan Randy Lester Samusamu yang proses persidangannya masih berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Dari perkara tersebut, publik bisa melihat bahwa masyarakat awam yang dilindungi oleh hukum dan Undang-undang Dasar 1945, dapat menjadi korban atas penerapan dan penafsiran hukum yang tidak tepat, keliru dan semena-mena dari oknum penegak hukum atau bahasa umumnya disebut “kriminalisasi”.

Sidang kasus iPad Charlie Sianipar 02Menurut tim pengacara Charlie dari Lawyers Partnership yang diantarnya terdiri dari Andi F. Simangunsong, SH, Andar R. Hasiholan Panggabean, SH., Bobby Christianto Manurung, SH dan Bryan Bernadi, SH., upaya kriminalisasi yang disampaikan dalam dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) terkesan dipaksakan terhadap kliennya. Pertama, mengenai ketiadaan buku panduan atau petunjuk penggunaan dalam bahasa Indonesia atas produk iPad sesuai UU Perlindungan Konsumen. Kedua, soal tidak terpenuhinya persyaratan teknis dan izin sesuai dengan UU Telekomunikasi terkait sertifikasi atas produk iPad.

Tim pengacara Charlie menjelaskan, selaku pedagang berskala kecil yang menjual produk iPad, sepatutnya klien mereka tidak dapat dijerat pidana untuk menyediakan petunjuk penggunaan produk iPad dalam bahasa Indonesia. Hal ini karena Apple Inc., selaku pabrikan resmi yang mengeluarkan iPad tidak pernah menyediakan petunjuk penggunaan dalam berbentuk buku berbahasa Indonesia di dalam kemasan perangkat iPad.

“Akan tetapi, petunjuk penggunaan berbahasa Indonesia tersebut tersedia dalam bentuk digital yang dapat diunduh dari website resmi Apple Inc,” kilah Andi F. Simangunsong, SH selaku kuasa hukum Charlie.

Selain itu, imbuh Andi, seperti tertuang dalam Peraturan Menteri Perdagangan No.19/M-DAG/PER/5/2009 tentang Pendaftaran Petunjuk Penggunaan (Manual) dan Kartu Jaminan/Garansi Purna Jual dalam Bahasa Indonesia bagi Produk Telematika dan Elektronika, disebutkan dengan jelas mengenai 45 jenis produk yang wajib melampirkan petunjuk penggunaan. “Dan produk iPad tidak termasuk produk yang diwajibkan untuk melampirkan petunjuk penggunaannya,” tandas Andi.

Sementara Andar R. Hasiholan Panggabean, SH., menilai, terkait produk iPad sendiri termasuk ke dalam kategori bentuk mini laptop/tablet/komputer, dan bukan merupakan alat telekomunikasi. “Dalam hal produk iPad tersebut tetap “dipaksakan”, termasuk dalam kategori alat komunikasi, maka klien kami selaku penjual berskala kecil pun tidak berkewajiban untuk melakukan sertifikasi ke Dirjen Postel,” kata Andar.

Hal tersebut menurutnya sesuai dengan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika No:29/PER/M.KOMINFO/09/2008 tentang Sertifikasi Alat dan Perangkat Telekomunikasi. Dalam Permenkminfo itu disebutkan bahwa pihak-pihak yang berkewajiban untuk melakukan sertifikasi adalah (i) pabrikan atau perwakilannya (representatif), (ii) distributor (badan usaha yang sah yang ditunjuk oleh pabrikan), (iii) importir, (iv) badan usaha perakit alat dan perangkat telekomunikasi; dan (v) institusi yang menggunakan alat dan perangkat telekomunikasi untuk keperluan sendiri.

“Perkara iPad yang menimpa Saudara Dian Yudha Negara dan Randy Lester Samusamu serta Bapak Charlie ini merupakan bentuk kriminalisasi dari aparat penegak hukum dan korban atas suatu penafsiran suatu undang-undang yang salah kaprah dan keliru,” tegas Andar.

Sejumput pertanyaan pun masih belum terjawab, antara lain apa sebenarnya motif pemberantasan pedagang iPad non-distributor resmi tersebut? Dimana diketahui bahwa barang yang didagangkan adalah sama persis dengan yang dijual pada distributor resmi. Apakah penjualan iPad hanyalah dapat dilakukan melalui distributor resmi saja, yang telah melakukan kerjasama dengan Apple Inc.?

“Tentunya hal ini sama saja dengan mematikan mata pencaharian pedagang kecil, karena tidak semua pedagang mampu membiayai untuk membuat kerjasama resmi tersebut. Alangkah ironisnya, jika pembatasan untuk memasarkan produk iPad tersebut benar-benar terjadi,” kata Andar.

Dengan adanya kejadian ini, pihaknya berharap agar media massa dan masyarakat luas dapat mengawasi dan memantau secara terus menerus proses persidangan kliennya sehingga publik dapat melihat keadilan dan kepastian hukum bagi Charlie.

“Hingga tanggal 5 September 2011 ini perkara yang menimpa klien kami akan memasuki persidangan keempat yang disidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan,” ujar Andar. Namun sayangnya, pada tanggal tersebut jaksa penuntut berhalangan hadir sehingga sidang lanjutan ditunda hingga tanggal 14 September 2011 mendatang.

Kejanggalan Kriminalisasi
Karena kasus seperti ini sudah kerap kali terjadi, banyak pihak yang menilai apa yang dilakukan oknum aparat penegak hukum merupakan tindakan sewenang-wenang. Modus operandi penindakan secara hukum bisa saja jadi motif oknum penegak hukum untuk mendapatkan hal yang sebenarnya bukan haknya. Jadi, apa sebenarnya motif pemberantasan pedagang iPad non-distributor resmi tersebut?

Sidang kasus iPad Charlie Sianipar 03Menanggapi kasus Charlie ini, Ketua Asosiasi Pengusaha Warnet Koperasi Komuntas Telematika (APW-Komitel) dan Masyarakat Telematika (Mastel), Rudy Rusdiah mengatakan, terdapat banyak kejanggalan atas tindakan aparat penegak hukum terhadap pelaku bisnis TI ini.

Rudy mencontohkan, salah satu kejanggalan yakni produk yang disita hanya Ipad . Padahal di toko ada juga mouse, keyboard, notebook dan produk apple lainnya. “Semua tidak disentuh dan ditanyakan apakah ada manualnya, hanya iPad yang diincar. Aneh kan?” ucap Rudy.

Tuduhan melanggar UU Perlindungan Konsumen (UU PK)  juga dipertanyakan, padahal transaksi jual beli iPad belum terjadi dan tidak ada konsumen saat peristiwa di tempat kejadian perkara (TKP). Yang ada hanya polisi yang menyamar kemudian menyita barang dan menangkap Charlie. Terlebih dalam UU PK yang bisa menuntut adalah konsumen.

“Jadi siapa konsumennya waktu itu jika tidak ada transaksi. Keanehan lainnya, UU PK kan berlaku jika ada konsumen yang dirugikan dan biasanya dituntut secara perdata, kok ini langsung diproses dan dikenakan pasal pidana?” tanya Rudy.

Keanehan lain, manual iPad tersedia secara online dan dalam berbagai bahasa. Dalam Permendag No. 19/M-DAG/Per 5/2009 tertuang pada Bab 1 ketentuan umum yakni petunjuk penggunaan (manual) bisa buku lembaran atau bentuk lainnya. Artinya, bentuk lainnya bisa berbentuk secara online, soft copy yang bisa di-download dari internet.

Yang masih misteri, imbuh Rudy, apa motif atau siapa yang mengorder penyidik atau polisi melakukan penyamaran hingga berpura-pura sebagai pengunjung toko?

Lantas kenapa hanya iPad yang disita? Kenapa pula kasus ini langsung diproses ke pengadilan untuk kasus pidana? Apakah Kementerian Perdagangan sebagai institusi teknis yang mengeluarkan Permen Buku Manual berbahasa Indonesia? Apakah ada delik aduan dari pelanggan atau konsumen yang sudah dirugikan dan melapor kepada polisi? Atau masih adakah kemungkinan polisi bertindak sendiri tanpa ada pihak yang mengadu untuk dilakukan penyidikan?

Pertanyaan serupa juga terlontar dari Soegiharto Santoso, pengusaha TI yang prihatin terhadap kasus ini.  Menurut Hoky, sapaan Soegiharto, kasus yang menimpa Charlie, menunjukkan bahwa para pengusaha TI cenderung menjadi korban regulasi yang kurang disosialisasikan dengan baik, sehingga kasus ini dapat dialami oleh siapa pun.

“Karena itu pelaku usaha TI perlu ada pendampingan hukum. Mereka perlu dilindungi agar tidak mudah ditekan pihak lain. Sudah menjadi tugas organisasi seperti Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo) untuk bisa mengayomi, mendampingi dan melindungi anggotanya dari tindakan hukum misalnya terjerat pelanggaran HaKI maupun seperti kasus iPad yang terjadi saat ini,” ungkap Hoky yang hadir dalam sidang kasus Charlie di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (5/9).

Jikalau anggota asosiasi itu memang tidak bersalah di hadapan hukum, tandas Hoky, maka kewajiban asosiasi untuk ikut membela. Karena itu untuk menghadapi masalah hukum yang menimpa pelaku bisnis TI, diharapkan ada yang mendampinginya dengan menyiapkan tim advokasi guna membantu pembelaan dalam masalah legal yang dihadapinya.

“Kalau pun ada yang ternyata benar bersalah, kita berikan bantuan tim advokasi agar dapat menjalani proses hukum sebagaimana mestinya. Dengan demikian, organisasi yang menaungi pebisnis TI, baik dalam skala kecil maupun besar, bisa memposisikan mereka setara di hadapan hukum,” pungkas Hoky.

hadir di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Team AFS Lawyers Partnership diantarnya; Andar R. Hasiholan Panggabean, SH., Bobby Christianto Manurung, SH. Bryan Bernadi, SH. dimana ketiganya menyampaikan kekecewaannya atas tidak hadiran pihak jaksa penuntut.

Putaran Ke Dua IT Travelers GO! 45 Peserta Siap Berkompetisi

0

IT TravellersGoBureau of Foreign Trade, Taiwan (BOFT) dan Taiwan External Trade Development Council (TAITRA) kembali membuktikan keseriusannya dalam mengkampanyekan produk-produk teknologi informasi dan komunikasi (TIK) asal negaranya.

IT Travelers GO! kompetisi yang paling ditunggu di Asia tahun ini, serentak diadakan di tiga negara, yaitu Indonesia, India dan Vietnam, kompetisi ini terbuka bagi siapapun yang suka berwisata dan kerap menggunakan gadget canggih.

Taiwan Excellence menghadiahkan perjalanan 21 hari ke 4 kota besar di Asia (Hanoi, Jakarta, New Delhi dan Taipei) bagi warga negara Indonesia terpilih yang memiliki gaya hidup teknologi excellent. Biaya perjalanan ditanggung dan berbagai gadget pelengkap juga disediakan bagi pemenang!

Kompetisi yang sekarang ini sudah resmi memulai putaran keduanya, saat ini 45 peserta telah lolos putaran pertama dan sedang bersaing untuk menjadi 4 IT Travelers yang terpilih mewakili Indonesia di Putaran Final. Siapa yang terpilih, akan tergantung dari pilihan anda juga.

Pemilih dapat memberikan dukungan vote untuk video paling menarik milik para peserta dan dapatkan juga bagi para pemilih kesempatan untuk memenangkan berbagai hadiah teknologi yang keren, persembahan brand yang menjadi partner di kompetisi ini. Jangan lupa untuk menjadi fans Facebook fanpage milik Taiwan Excellence untuk dapat mengikuti voting ini.

Edimax dan AmiMon Kenalkan Caster WD-1000TR Yang Berteknologi WHDI

0

WD 1000 TR WHDIEdimax Technology, penyedia produk jaringan komunikasi di dunia, mengumumkan kerjasamanya dengan AmiMon  Ltd, sebuah perusahaan asal Israel yang merupakan produsen  chip berteknologi Wireless Home Digital Interface (WHDI).  Dari kerjasama tersebut, Edimax dan AmiMon berhasil mengembangkan Edimax WD-1000TR Caster WHDI.

Berbasis teknologi WHDI, Caster WD-1000TR memungkinkan pengguna untuk melakukan kompresi video  Full High Definition (HD) (1080p/60) secara nirkabel dari perangkat HDMI seperti notebook, komputer, set-top boxes dan pemutar Blu-ray, ataupun dari mesin interaktif seperti konsol game dengan latency yang rendah.

Akses video nirkabel memang bukan hal baru. Selama ini, video dapat diakses secara nirkabel dengan teknologi teknologi seperti Bluetooth dan Wi-Fi. Namun, masalah muncul ketika pengguna mengakses video HD yang memiliki ukuran file sangat besar. Ketika video HD itu diakses dengan Bluetooth atau Wi-Fi, maka tampilan gambar menjadi putus-putus karena teknologi transfer nirkabel itu tidak cukup cepat dalam mengirimkan data. Namun dengan teknologi WHDI, semua masalah tersebut telah teratasi.

Hal ini dikarenakan teknologi WHDI memungkinkan transmisi terkompresi video HD melalui saluran radio nirkabel yang mendukung pengiriman data video hingga kecepatan 3Gbps (1080p/60) dalam saluran 40MHz dalam band berlisensi 5GHz. Dengan kata lain, teknologi WHDI adalah solusi kompetitif yang memberikan kualitas gambar  luar biasa, konsisten, latency rendah, multi kapasitas dan dengan konsumsi daya yang rendah.

“AmiMon memiliki trik cerdas sehingga WHDI menjelma menjadi teknologi transfer video nirkabel berkecepatan tinggi yang tangguh. Sebelum transmisi,  teknologi WHDI  memisahkan komponen-komponen terpenting pada sinyal video, untuk ditransfer lebih dulu,” kata Juni Chao, Wakil Presiden Edimax Technology di Taiwan (23/8).

Sementara Shimon Greenberg, Wakil Presiden Penjualan AmiMon menambahkan,  “Dengan pengalaman 25 tahun di bidang jaringan komunikasi terintegrasi, Edimax akan menembus pasar hiburan, sekaligus membantu mempromosikan adopsi yang luas bagi teknologi WHDI.”

Melalui WD-1000TR Caster WHDI, Edimax akan memenuhi permintaan pasar akan solusi wireless video streaming berkualitas tinggi terutama untuk pengguna rumahan.