Home Blog Page 977

EDIMAX Technology adakan Seminar IP Surveillance

0

Albert Chang - EDIMAX Senior Director OBM Product Marketing Division

EDIMAX Technology, perusahaan yang bergerak dalam bidang desain, pengembangan, manufaktur dan pemasaran beraneka ragam IT Network Solution, mengadakan Seminar dengan tema IP Surveillance (11/8) di Novotel Mangga Dua Square Jakarta, untuk meningkatkan pangsa pasar Edimax di Indonesia.

Albert Chang, EDIMAX Senior Director OBM Product Marketing Division, mengatakan “Edimax Technology secara global meliputi beberapa anak–anak perusahaan di Amerika Serikat, Asia dan Eropa. Dengan kantor–kantor cabang di seluruh dunia dan Tim Penelitian dan Pengembangan / Engineering Edimax Technology yang berkantor pusat di Taiwan dan China terdiri lebih dari 200 karyawan. Latar belakang pendidikan dan pengalaman profesional mereka memberikan kontribusi pada keberhasilan Edimax Technology dalam mengembangkan produk–produk baru untuk dengan cepat memenuhi kebutuhan pasar dan melakukan ekspansi berkelanjutan dari jaringan mitra saluran Edimax di seluruh dunia,” tutur Albert.

Kenneth Teh - EDIMAX South East Asia Managing DirectorSementara itu Kenneth Teh, EDIMAX South East Asia Managing Director, mengatakan bahwa kehadiran Edimax Technology di Indonesia untuk memperkenalkan produk-produk Edimax ke masyarakat luas di Indonesia. “Dengan kantor–kantor cabang di seluruh dunia, kini perusahaan sanggup melayani lebih dari 70 negara melalui saluran distribusi termasuk di Indonesia dengan layanan logistik tepat waktu serta dukungan purna jual kepada para pelanggan,” ujar Kenneth.

Sarki Gunawan, yang berkomitmen memasarkan produk Edimax mengatakan bahwa IP Camera Surveillance & Networking Solutions sangat penting sekali untuk pengawasan usaha. “Berbeda dengan CCTV biasa yang jika terjadi perampokan/pembobolan, maka servernya bisa sekalian dibawa oleh perampok/pembobolnya, sedangkan IP Camera Surveillance & Networking Solutions, menggunakan NVR (Network Video Recorder) yang dapat ditaruh/disimpan ditempat yang aman, bahkan ditempat yang berbeda dengan lokasi CCTV-nya, sehingga tidak mungkin diambil/dibawa perampok/pembobolnya,” tambahnya.

Peserta Seminar dan Training EDIMAX

Victor Jan, President, SMAX Technology Co., Ltd Taiwan mengatakan untuk membawa industri video surveillance ke era jaringan digital, EDIMAX Technology mengintegrasikan berbagai keunggulan pada produk network camera seperti fitur high definition (HD) dan full HD, kecepatan yang lebih baik, serta rasio gambar terbaik yang menghasilkan image lebih jernih dibandingkan kamera analog, meskipun tidak menggunakan bandwidth atau jaringan infrastruktur yang sempurna.

Dalam seminar yang diadakan untuk para dealer dan wartawan ini EDIMAX Technology memperkenalkan dan memberikan demontrasi langsung keandalan teknologi IP surveillance dan solusi jaringan bagi perusahaan besar, pengguna rumahan serta Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang meliputi switch PoE, server video, jaringan video perekam, solusi nirkabel, perangkat lunak pusat manajemen, dan kamera jaringan.

Hadir dalam acara tersebut Alice Chew, EDIMAX Regional Sales & Marketing Manager SEA.

 

AHA-Pad, Konektvitas Tanpa Buffering

0

AHA-Pad2AHA yang sebelumnya dikenal dengan perangkat modemnya, baru-baru ini meluncurkan AHA-Pad, sebuah tablet Android Froyo 2.2 yang memadukan konektifitas AHA dengan perangkat tablet PC dari Huawei Ideos S7 Slim dengan ukuran display 7 inci capacitive touchscreen berprosesor 1GHz SnapDragon  dari Qualcom.

PT. Bakrie Conectivity sebagai vendor dari AHA-Pad ini melihat peluang yang cukup besar di pasar Indonesia akan minat tablet yang di tahun ini saja penjualan PC tablet mencapai 150 ribu unit pada kuartal pertama berdasarkan riset yang dilakukan oleh Frost & Sullivan.

“Permintan tablet kedepan akan lebih besar dibandingkan netbook, bentuknya pun semakin banyak pilihannya. Namun secanggih apapun devicenya kalau connectivity-nya buruk maka akses apapun akan menjadi lama padahal fungsi utama dari dari tablet ini adalah untuk memudahkan melakukan browsing maupun social network,” ucap Erik Meijer, Presiden Direktur PT. Bakrie Conectivity di Jakarta (10/8).

Dengan mengandalkan konektivitas internet dari AHA, tablet ini menjanjikan memberikan jaringan internet terbaik yang dibuktikan oleh Meijer dengan menampilkan video klip dari Youtube tanpa buffering menggunakan AHA-Pad.

Dengan kamera 3.2 megapiksl di belakang dan 0.3 megapiksl didepan, perangkat ini dapat juga terhubung ke TV dan notebook. Menariknya tampilan layarnya sudah menyajikan berbagai portal berita online lokal sehingga memudahkan pengguna dalam mencari informasi berita dengan cepat.

Tidak hanya itu saja, AHA-Pad memiliki konten lokal yang paling lengkap. Aplikasi yang tidak tersedia pada platform tablet lainnya telah tersedia pada perangkat ini, antara lain AHAshop dimana para pelanggan dapat melengkapi dan mendownload berbagai aplikasi, AHAvibe untuk download full track ribuan lagu, AHAgames untuk download dan memainkan berbagai games seru, AHAstar update terbaru, koleksi foto dan berinteraksi denga artis-artis favorit, serta AHAmail untuk alamat email sesuai keinginan dan AHACherryView untuk memudahkan menemukan tempat-tempat seru dengan teknologi Augmented Reality.
Ditujukan agar bisa dinikmati oleh masyarakat luas, AHA-Pad dibandrol dengan harga yang terjangkau sekitar 3 jutaan.

Indonesia-Thailand Bangun Kemitraan Bisnis TI

0

Hubungan bilateral antara Indonesia dan Thailand selama beberapa tahun terakhir terus berjalan  dengan baik, mulai dari bidang ekonomi, investasi, pertambangan, energi, pariwisata, hingga kerjasama lembaga kepolisian, dan tak terkecuali dalam industri Teknologi Informasi (TI).

Untuk semakin memperkokoh hubungan kemitraan antara Indonesia dan Thailand di bidang TI, Thailand Software Park yang merupakan organisasi dibawah National Science and Technology Development Agency (NSTDA) bersama dengan Federasi Teknologi Informasi Indonesia (FTII),  melaksanakan Indonesia Thailand Trade Meeting di Hotel Shangri La, Jakarta (9-10 Agustus 2011).

Ketua FTII, Teddy Sukardi mengungkapkan,  Indonesia Thailand Trade Meeting bertujuan untuk membangun kolaborasi antara kedua negara, mempromosikan poduk dan jasa di bidang TI,  memperluas wilayah operasional bisnis, serta membangun kemitraan bisnis yang saling menguntungkan.

“Selama ini dunia software dan hardware masih didominasi oleh produk-produk dari negara maju seperti Amerika dan Jepang. Mindset konsumen Indonesia pun sudah terpaku untuk menggunakan produk dari negara-negara tersebut. Sudah saatnya merubah paradigma bahwa Indonesia dan Thailand pun mampu menghasilkan karya yang lebih baik dan siap bersaing secara global,” papar Teddy.

Dihadiri oleh DirJen Aplikasi Telematika dari Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, Ashwin Sasongko, acara  ini juga dirangkai dengan Forum dan Panel Diksusi bertema “How Thai Software can Enhance Your Business Performance and Opportunities: The International Strategic Partnership” serta “One on One Business Meeting”.
Mewakili Thailand, hadir sebagai narasumber Mr. Dr. Thanachart Numnonda (Director Thailand Software Park) dan Ms. Chamaiporn Pornpruethianan (Deputy Director Thailand Software Park) serta Mr. Pak Tongsom (Deputy Director General Office of SME Promotion) dan Mr. Channarong Aramkul (Senior Specialist Office of SME Promotion) serta Soegiharto Santoso (Pimpinan Umum BISKOM)

Tak kurang dari 19 delegasi perusahaan-perusahaan TI dari Thailand mempresentasikan bagaimana software buatan Thailand dapat meningkatkan kinerja pelaku bisnis di Indonesia, sehingga hal ini dapat membuka peluang kemitraan strategis internasional.

Selain Software Park Thailand dan FTII, acara ini didukung juga oleh Asosiasi Piranti Lunak Telematika Indonesia (Aspiluki) serta Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo) dan diperuntukkan bagi praktisi bisnis TI.

Ketua Aspiluki, Djarot Subiantoro mengatakan, “Software-software buatan Thailand mencakup bidang bisnis, perbankan , pemasaran interaktif, manufaktur, mobile dan telekomunikasi. Sama halnya dengan Thailand, Indonesia juga cukup berkembang dalam bidang software. Bayangkan, saat ini ada sekitar 250 perusahaan yang bergerak mengembangkan software. Belum lagi, tidak tercatat pengembang individu ataupun perusahaan start up yang jumlahnya jauh lebih banyak.”

Pada kesempatan yang sama, pengembang software lokal, PT. Infotech Media Nusantara  (www.itmn.co.id) memaparkan tentang solusi telekomunikasi dengan berbagai teknologi dan media, yang tujuannya untuk penghematan biaya telekomunikasi baik dari sisi penggunaan keseharian maupun Total Cost of Ownership (TCO).

Anton Raharja, Direktur Utama Infotech  mengatakan, penghematan biaya penggunaan perangkat telekomunikasi dalam keseharian perusahaan bisa dicapai dengan mengimplementasikan berbagai teknologi produk Infotech, antara lain PBX berbasis Internet Protocol (IP PBX), Least Cost Routing (LCR) yang mampu menghemat biaya telepon sampai 60% per bulan, Closed User Group (CUG) yakni cara agar perusahaan dan rekan yang berada dalam satu grup dapat saling berkomunikasi via telepon dengan biaya bisa sampai nol rupiah per menit, serta Multi Tenant Unit (MTU) yang memungkinkan satu PBX dapat digunakan untuk banyak client. Adapun nama produk utama yang diusung oleh Infotech adalah BrikerBox IPPBX.

“Infotech berupaya agar seluruh produk kami mencapai nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang cukup tinggi sehingga dapat dikatakan sebagai produk lokal secara mutlak,” ujar Anton.

Melalui ajang Indonesia Thailand Trade Meeting yang didukung oleh BISKOM selaku media partner ini, diharapkan upaya penggunaan produk buatan dalam negeri semakin meningkat sebagai  tindakan untuk mengamankan perekonomian bangsa. (Hk)

Berita Terkait:

Perusahaan TI Ikuti Pameran P3DN di Surabaya

Indonesia-Thailand Bangun Kemitraan Bisnis TI

Antisipasi Cybercrime, Kodam Jaya Gelar Pencerahan TI

ITMN Kenalkan Brikerbox Segmen SOHO

50 Negara Unjuk Kemampuan di CommunicAsia 2014

Pemerintah Harap Communicasia Tumbuhkan Industri TIK Indonesia

Telah Terbit BISKOM Edisi Agustus 2011

0

Majalah BISKOM kali ini menampilkan Direktur Penindakan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Dr. Petrus Reinhard Golose, (Terima kasih kepada BNPT yang turut mendukung Majalah BISKOM).

Dalam kesempatan ini, kami sekaligus menawarkan kepada seluruh pembaca untuk bekerjasama saling menguntungkan dengan Majalah BISKOM, baik berupa pengiriman artikel TI, mengadakan seminar, workshop dan pameran serta kegiatan-kegiatan lainnya yang berkaitan dengan dunia TI.

Topik menarik Majalah BISKOM Edisi Agustus 2011 diantaranya:

• COVER STORY: Direktur Penindakan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Dr. Petrus Reinhard Golose,   BNPT Upayakan Indonesia Bebas Dari Terorisme

• FIGURE:
– AKBP Sony Sonjaya, SIK, Kepala   Kepolisian   Resor   Bandung: Manfaatkan TI, Bangun Call Center
– Hogan Kusnadi, Direktur UniPro: Information Security Harus Tuntas Penerapannya

• HEADLINE:
– Dari TI, Nasionalisme Bangkit

• FOCUS:
– Revolusi TI Brain Computer
– Penipuan Merebak, Pangkalan Data Dikti Disoal

• INSPIRATION:
– Muhamad Jafar Elly: Hari Kemerdekaan Dalam Perspektif TI
– Ika Mardiah: e-Proc Permudah Rekanan Ikut Tender
– Prakoso Bhairawa Putera: eBook dan Pasar Perbukuan Kini

• REVIEW & CELLULAR:
– Sony Vaio Seri Z
– HP Pavilion G4
– Lenovo Ideapad Tablet K1
– Genius Ergo 9000
– AOC i2340Ve
– MSI Windpad Enjoy Series
– Sony Ericsson Xperia Play
– LG Optimus Pad

Dapatkan Majalah BISKOM di Toko Buku Gramedia dan Gunung Agung atau berlangganan melalui Bagian Sirkulasi Majalah BISKOM. Untuk review, ujicoba, update harga produk dan kegiatan perusahaan Anda, hubungi redaksi[at]biskom.web.id

 

Petrus Reinhard Golose: BNPT Upayakan Indonesia Bebas Dari Terorisme

0

petrus r golose 01.jpgDi Indonesia, cyber terrorism akan menjadi ancaman serius yang terus berkembang. Pasalnya, pengguna internet di Indonesia yang sudah mencapai 39 juta orang lebih, rentan dimanfaatkan para pelaku teror, baik itu untuk merekrut, memberikan pelatihan, membaiat hingga mencari dana (donatur).

“Hal ini menandakan bahwa pelaku terorisme juga sangat piawai menggunakan teknologi canggih. Para pelaku aksi kekerasan itu bukanlah kelompok awam yang gagap teknologi. Bahkan, mereka sudah pandai mengadopsi apa yang dilakukan terorisme di negara lain. Bayangkan, perekrutan anggota dan pelatihan bisa dilakukan jarak jauh, semua menggunakan internet,” ungkap Dr. Petrus Reinhard Golose, Direktur Penindakan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

Menurutnya, Indonesia perlu mewaspadai bahaya cyber terrorism dan harus ada upaya antipasi yang serius untuk menangkal itu. “Kejahatan lewat dunia maya (cyber space) berkembang pesat. Sebagai bagian dari aparat hukum, kita harus lebih pintar dalam menguasai teknologi. Jangan sampai teroris yang lebih pintar dari aparat,” tambah peraih gelar Doktor Kajian Ilmu Kepolisian pada Program Pasca Sarjana Universitas Indonesia ini.

Golose bukanlah tokoh asing dalam pemberantasan terorisme. Kelahiran Manado, 27 November 1965 ini juga dikenal sebagai pakar Teknologi Informasi (TI) yang mempunyai kemampuan tinggi. Golose aktif terlibat dalam Panitia Kerja dan Panitia Khusus sebagai wakil dari Pemerintah RI dalam merumuskan RUU Informasi dan Transaksi Elektronik yang telah diundangkan menjadi UU No. 11 Tahun 2008.

Secara akademis, Golose memasuki Akademi Kepolisian (AKPOL) tahun 1988, menyelesaikan pendidikan S1 di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian tahun 1998, dan menamatkan Program Magister Manajemen tahun 2002. Ia turut serta sebagai Peace Keeping Force (UN CIVPOL) di Cambodia-UNTAC (1993) dan Bosnia Herzegovina- UNMIBH (2000-2001). Selain itu, Golose juga terlibat dalam penyidikan internasional di Singapura, Malaysia, Amerika Serikat, Jepang, Timor Timur, New Zealand, Amerika Selatan, Kamboja, Thailand dan Philipina.

petrus r golose 02.jpgPenulis buku “Seputar Kejahatan Hacking: Teori dan Studi Kasus” pada tahun 2008 ini juga aktif berpartisipasi sebagai peserta dan pembicara di dalam seminar, kursus, dan workshop yang berkaitan dengan money laundering, cybercrime, pemberantasan narkoba dan teroris di dalam dan luar negeri. Diantaranya,  Golose menjadi pembicara panel bersama dengan Kapersky dalam Forum Council of Europe di Perancis, juga menjadi pembicara di United Nation di Vienna, Austria. Karena keahliannya ini, Petrus pernah menjabat sebagai Direktur Cyber Crime Bareskrim Mabes Polri. Kepada BISKOM pada akhir Juli lalu, Golose yang banyak mengungkap kasus teroris di Indonesia memaparkan beberapa langkah strategis dalam mencegah dan memberantas cyber terrorism. Berikut petikannya.

Apakah yang dimaksud dengan cyber terrorism dan apa yang memotivasi kemunculannya?

Cyber terrorism merupakan salah satu dari beberapa jenis cyber crime, yang muncul akibat dari dampak negatif perkembangan sarana TI dan komunikasi masyarakat global, sehingga terjadi perubahan- perubahan pola perilaku masyarakat dalam bidang tersebut sebagai penyalahgunaan komputer.

Motivasi dari aksi kejahatan cyber terrorism adalah untuk kepentingan kelompok tertentu dengan tujuan untuk menunjukkan eksistensinya di panggung politik dunia.

Apa yang mendasari terbentuknya BNPT? Dan apakah tujuan utamanya?

BNPT atau Badan Nasional Penanggulangan Terorisme dibentuk berdasarkan Perpres No. 46/ 2010. Ruang lingkup tugas BNPT meliputi pencegahan, perlindungan, deradikalisasi, penindakan dan penyiapan kesiapsiagaan nasional. Jadi, BNPT merupakan concern pemerintah terhadap maraknya aksi terorisme. Selain pencegahan dan penindakan, BNPT juga melakukan kerjasama internasional.

Dengan kata lain, BNPT adalah lembaga non kementerian yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Presiden. Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, BNPT dikoordinasikan oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan. Struktur BNPT dikepalai oleh Irjen Ansyaad Mbai, dan dibantu oleh Sekretaris Utama.

Apa saja tugas Anda selaku Direktur Penindakan BNPT?
Ada beberapa fugsi yang harus dilakukan dalam upaya pemberantasan atau penangulangan terorisme. Salah satunya, di bidang penindakan ini saya mengkoordinir intansi-intansi termasuk Polri. Saya juga menjadi komandan satuan tugas khusus BNPT untuk penindakan yaitu berbagai kegiatan intelejen yang berhubungan dengan penangulangan terorisme.

Apa tantangan terbesar dalam tugas Anda di BNPT?
Sudah banyak teroris yang ditangkap dan dibawa ke pengadilan, tetapi banyak diantara mereka yang kembali melakukan aksiya atau tindak pidana serupa dengan mengajak keluarganya untuk ikut dalam aksi mereka. BNPT terus berkordinasi dengan pihak terkait untuk meminimalisir hal tersebut tidak kembali terulang. Setidaknya ada 19 eks narapidana yang telah menyelesaikan masa hukumannya namun kembali melakukan aksi teror. Mereka diantaranya Ubaid, Mustakim, Abu Tholut dan Abdulah Sonata. Jadi, rehabilitasi dan reorientasi harus terus menerus dilakukan.

Fungsi BNPT mengkordinir instansi yang punya kemampuan bidang masing-masing. Nah ini tantangan kami, bagaimana mengeliminer hal ini sehingga Indonesia bebas dari terorisme.

petrus r golose 03.jpgSudah berapa banyakkah kasus terorisme yang berhasil diungkap dan dicegah BNPT? Sebenarnya para teroris ini didanai oleh siapa?
Berdasarkan data dari Detasemen Khusus Antiteror 88, sebanyak 689 tersangka terorisme telah ditangkap, 66 tersangka dinyatakan tewas, 455 telah divonis, 3 telah dieksekusi mati, 5 terpidana divonis seumur hidup, 5 terdakwa tengah disidang, dan 66 tersangka masih dalam penyelidikan kepolisian. Kalau bicara soal pendaanaan untuk melakukan aksi terorisme, mereka tidak lagi mengandalkan dana dari luar negeri melainkan dari dalam negeri seperti melakukan perampokan dan sebagainya.

Jadi, pemberantasan terorisme masih menajadi prioritas utama pemerintah Indonesia dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Aksi terorisme yang terjadi di berbagai negara menjadi ancaman bagi perdamaian dunia. Beberapa negara sudah memiliki aturan hukum dan aparat penegak hukum yang ketat dalam mengantisipasi aksi terorisme.

Bagaimana tren terorisme di tahun ini dan di masa mendatang?
Kalau kita lihat dari modus operandi ancaman yang ada, dahulu pernah muncul bom mobil, kemudian mengecil menjadi bom bunuh diri, bom paket dan kemudian menggunakan racun. Bahkan, mengatasnamakan Tuhan, mereka melakukan penusukan seperti yang terjadi di Bima. Hal ini menunjukan, secara kualitas memang menurun tetapi secara kuantitas meningkat.

Munculnya kelompok terorisme generasi baru patut diwaspadai semua pihak. Kelompok teroris saat ini tidak perlu belajar ke Afghanistan dan Moro untuk merakit bom atau menggunakan senjata. Tetapi bisa dilakukan jarak jauh melalui teknologi internet.

Fenomena terorisme bersifat kompleks dan muti dimensional. Realitas membuktikan, bahwa beberapa pemain lama masih ikut bermain dalam rangkaian aksi teror akhir-ahir ini, berdampingan dengan pemain-pemain baru. Karenanya, upaya penanggungan terorisme harus dilakukan secara komprehensif, melibatkan berbagai pemangku kepentingan, baik pemerintah maupun masyarakat. Penanganan terorisme perlu dilakukan secara komprehensif dan terintegrasi,

Seberapa jauh para teroris memanfaatkan TI dalam kerjanya?
Tentunya terorisme sudah memanfaatkan TI dan mereka tetap up date. Bahkan aparat penegak hukum maupun intelijen mengalami kesulitan untuk memecahkan situs-situs yang dibuat terorisme dari sisi teknologi.

Mereka ini melakukan perekrutan anggota, pelatihan, membaiat hingga mencari dana (donatur) secara jarak jauh melalui internet. Kita bersyukur sampai sekarang mereka belum melakukan serangan dengan menggunakan cyber media ke critical infrastruktur.

petrus r golose soegiharto santoso.jpgBagaimana cara BNPT mengantisipasi cyber crime?

Kita memiliki alat-alat Cyber Crime Center di Bareskrim Mabes Polri. Sejumlah kasus terorisme di tanah air telah terungkap dengan kecanggihan alat-alat di Cyber Crime Center tersebut.

Tidak hanya kasus terorisme, alat-alat di Cyber Crime Center ini juga dipergunakan untuk mengungkap kejahatan lintas batas lainnya, seperti perdagangan manusia. Lebih lanjut, kita juga mengenal cyberwar yang konon lebih berbahaya dibanding kejahatan secara nyata.

Bagaimanakah BNPT mengantisipasi cyberwar?
Kedepan, kalau kita tidak bisa mencegah, mereka bakal mengadopsi apa pun yang sudah dilakukan negara lain, termasuk cyberwar ini.

Bagaimana pula BNPT dalam mempersiapkan staf yang berbekal pengetahuan TI?

BNPT mempersiapkan staf yang dibekali pengetahuan TI agar lebih maju dari para teroris dan melakukan riset-riset unggulan tentang teknologi. Upaya yang dilakukan misalnya bekerjasama dengan negara-negara di dunia, seperti Jepang, Australia, Eropa dan Amerika Serikat dengan Federal Bureau of Investigation (FBI)-nya.

Khusus dengan FBI, Indonesia sepakat melakukan kerjasama di bidang kejahatan transnasional, terutama menyangkut kejahatan terorisme, seperti tukar menukar informasi di bidang intelijen berkaitan dengan kejahatan transnasional.

Apa pendapat Anda dengan adanya situs-situs yang mengancam keamanan negara seperti WikiLeaks yang beberapa waktu lalu ramai diperbincangkan?
Situs-situs ini lebih cenderung kepada provokasi dan kemudian mencoba mencari pembenaran daripada tindakantindakan mereka lewat cyberspace. Karena melalui cyberspace lebih banyak orang yang bisa mendownload atau memonitor kegiatan mereka. Dan, inilah yang mereka lakukan, seperti mencari sumbangan atau donator.

Bagaimanakah kesiapan Indonesia dalam bidang regulasi cyber terrorism?
Dari ragam kasus cyber terrorism yang pernah terjadi, pemerintah harus serius mengantisipasinya, dan dibutuhkan sebuah kerangka hukum memadai. Sangat disayangkan, bila sampai saat ini Indonesia belum memiliki ketentuan hukum pidana yang bisa dijadikan dasar menindak cyber terrorism. Misalnya perlu dimasukkan ketentuan kriminalisasi terhadap tindak pidana terorisme yang menyerang infrastruktur atau jaringan teknologi dan informasi dalam agenda perubahan UU Nomor 15 Tahun 2003, tentang Terorisme.

Termasuk juga kriminalisasi penyebaran materi yang mendukung terorisme lewat internet atau TI, juga kriminalisasi terhadap aktivitas pelatihan anggota terorisme yang menggunakan internet sebagai alatnya. Juga memberikan kewenangan pada aparat penegak hukum menyensor dan memblokir situs-situs yang terkait terorisme.

Bagaimana pendapat Anda mengenai kemajuan TI di Indonesia dari waktu ke waktu? Apakah TI Indonesia sudah merdeka?

Sampai sekarang, TI Indonesia sudah mengalami kemajuan yang cukup pesat, seperti misalnya kepolisian sudah mempunyai laboratorium komputer yang sangat canggih, mampunyai monitoring center yang bekerjasama dengan stakeholder yang ahli di bidang TI. Bicara soal merdeka, kita menuju ke arah sana.

Apa saran Anda agar Indonesia bisa sejajar dan bahkan lebih maju di bidang TI dibanding negara-negara lain?

Semua harus berbenah dan tetap meng-update dengan informasi terbaru. Jangan takut dengan teknologi sehingga menjadi gaptek. Justru dengan adanya teknologi, kita bisa melakukan apa saja dengan cepat dan akurat. Semua bidang pastinya membutuhkan TI.

Artikel Terkait:
BNPT mendukung PBB dalam pencegahan ancaman penyebaran Violent Extremism
Luncurkan Buku, Petrus Golose Ungkap Aktivitas Teroris di Internet
PETRUS REINHARD GOLOSE: Bahaya! Teroris Kembali Intai Cyberspace
SIDNEY JONES: Blokir Situs Bukan Solusi Cegah Radikalisme
Polri, TNI dan Kejaksaan Bersinergi Tanggulangi Terorisme
Petrus Reinhard Golose: BNPT Upayakan Indonesia Bebas Dari Terorisme

APKOMINDO Optimis Teror Bom Tak Ganggu Bisnis TI
Komjen Anang Iskandar: “4 Juta Pecandu Tanggung Jawab Saya”
Penyegaran Tugas, Polri Rotasi Sejumlah Jabatan
Nanan Soekarna Dilantik Menjadi Wakapolri
Kapolda Jawa Timur, Anton Bachrul Alam: Optimalkan TI Untuk Layani Masyarakat
Petrus Golose Raih Gelar Doktor
Kombes Rycko Raih Doktor UI Ke 7
Aris Budiman, Anggota Polri Kembali Raih Doktor UI
Benny Jozua Mamoto, E-Terrorism Butuh Penanganan Khusus
Dengan TI Polri Janjikan Pelayanan Cepat
Polda Metro Optimalkan Layanan Website
Narkoba: Menggiurkan Tapi Mematikan
Sambodo Purnomo Yogo: Dengan TI, Polisi Tingkatkan Citra dan Kinerja
Fungsi Kepolisian Dalam Penegakan HKI
Bintara Polda Metro Jaya Raih Sertifikat Komputer Forensik
Hindari Bisnis Dari Permasalahan Hukum
29 Mobil Patroli Polisi Dipasangi GPS
Polri Siap Amankan Pemilu 2009
Ketika BIN Memantau JEJARING SOSIAL
UU HAKI Tekan Kerugian Negara
Badan Cyber Nasional Siap Amankan Informasi Cyber
AKBP Yakub Dedy Karyawan: Sistem Tilang Elektronik Siap Diberlakukan
KOMPOL ERWIN HARTA DINATA: TI Bantu Pelihara Keamanan Masyarakat
BISKOM – Polri Sosialisasikan Permasalahan Hukum TI
Kuatkan Energi Digital Indonesia, Pemerintah Siapkan Sejumlah Kebijakan

The Art of Digitalife Menjadikan LOKASARI DIGITALIFE MALL Sebagai Pusat Lifestyle IT Center Modern dan Lengkap

0

LDM Soft Opening 01Setelah lebih dari satu tahun berbenah diri, akhirnya Lokasari Square melakukan soft opening Lokasari Digitalife Mall. Acara soft opening Lokasari Digitalife Mal ini dirangkai dengan pameran The Art of Digitalife yang berlangsung dari tanggal 21 – 31 Juli 2011.

Ari B Santoso dari PT Gemini Sinar Perkasa, pengembang Lokasari Square, mengatakan bahwa Lokasari merupakan salah satu mall yang pernah menjadi icon IT mall di era 90 an. Dan saat ini telah dilakukan peremajaan dengan sangat serius dan terencana dengan baik. “Lebih dari satu tahun belakangan ini kami telah merenovasi total Lokasari Plaza dan mengubah konsepnya menjadi Lifestyle Square yang memiliki kekuatan utama di bidang IT lifestyle Mart yaitu Lokasari Digitalife Mall. Kami yakin ke depannya Lokasari Digitalife Mal ini akan menjadi pilihan bagi pengunjung untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup TI nya dengan berbelanja gadget atau produk-produk IT lainnya, khususnya bagi masyarakat di JABODETABEK,” tutur Ari.

Lantai dasar “Lokasari Square” diperuntukan untuk expo area di main lobby dan F&B corner (Solaria, Bread Talk, Kopitiam, Dunkin Donuts, JCo’s, Papa Bunz, AW, Ball Cafe, Baskin & Robin dan lain-lain).

Kemudian lantai satu diperuntukan untuk handphone center, fashion, dan aksesories lainnya, sementara lantai dua diperuntukan untuk Hari-Hari Supermarket. Untuk semakin mengukuhkan citranya sebagai Lifestyle Square , Lokasari Square yang beralamat di Jl. Mangga Besar, Jakarta ini membangun lantai tiga untuk IT Center “dengan icon nama Lokasari Digitalife Mall” dengan luas total 3000 m2.

Ari juga menambahkan dengan tingkat okupansi sebesar 70% saat ini, dia yakin di waktu Grand Opening nanti yang akan di jadwalkan bulan Maret 2012 sudah akan rampung 100% semua lini baik lantai dasar sampai dengan lantai 3.

Sementara itu, Lucky Christian, pengelola Lokasari Digitalife Mal mengatakan bahwa saat ini kami mengembangkan domain baru untuk TI di Jakarta Barat. “Saat ini di daerah Mangga Dua sudah ada pusat TI yang bersifat retail dan grosir, di Lokasari kami mengusung tema gaya hidup, karena dengan berkembangnya social network saat ini, pola kebutuhan TI pun berubah menjadi sebuah lifestyle,” papar Lucky.

Lucky menambahkan bahwa selama satu tahun belakangan ini LDM telah melakukan berbagai kegiatan promosi untuk memperkenalkan konsep baru sebagai Digitalife Mal. “Pada tahun 2010 kami mengadakan Event Perdana dengan tiga acara berbeda yang digabungkan menjadi satu kesatuan yaitu L’Comdex (Lokasari Computer Dealers Expo), FGI (Festival Gamers Indonesia) dan GBE (Gadget Bazaar Extraordinaire), bahkan telah berhasil memecahkan rekor MURI untuk kategori ‘Penyelenggaraan Game On Line dengan peserta terbanyak dengan fasilitas 500 komputer online bersamaan” dan melibatkan ratusan gamer dari seluruh Indonesia yang mengikuti lomba game Starcraft II, dengan memperebutkan hadiah total Rp. 100 juta. Di Bulan Maret 2011, kami mempromosikan Lokasari Digitalife Mal ini di Jakarta Convention Center dengan mengadakan Jakarta Games Show dan Liga Over Clocking Indonesia. Dan saat ini kami sedang melakukan roadshow di berbagai mal di Jakarta, Tangerang, Depok dan Bekasi dengan tema The Art of Digitalife yang tujuannya adalah memperkenalkan Lokasari Digitalife Mal ini kepada masyarakat Jakarta dan sekitarnya.

LDM Soft Opening 02Soegiharto Santoso, Penasehat dari Lokasari Digitalife Mal menyatakan keyakinan bahwa kedepannya LDM akan menjadi salah satu lokasi usaha bisnis TI yang sangat menguntungkan, baik bagi pengusaha TI, komunitas TI dan pemerintah maupun konsumen, karena hanya di LDM inilah satu-satunya lokasi yang nantinya akan menjadi lokasi usaha yang dilengkapi pelatihan dunia TI baik untuk pelatihan produk-produk software proprietary maupun dari produk-produk Open Source. Pihak pengelola telah menyediakan ruang untuk pelatihannya, selain dari itu kami juga telah beberapa kali melakukan seminar dan sosialisai tentang Internet Sehat dan Aman bekerja sama dengan Tim ICT Watch dan pihak KEMKOMINFO.

“Saya pribadi merasa bersyukur dapat dipercaya untuk membantu menjembatani ke berbagai pihak terkait, diantaranya kepada pihak pemerintah, komunitas Open Source, pihak Vendor TI dan juga operator jasa internet maupun operator telekomunikasi selular, semoga saja semuanya dapat berjalan sesuai dengan rencana,” ujarnya.

David Cahyadi dari Intel Indonesia mengatakan bahwa Intel akan terus mendukung setiap kegiatan Lokasari Digitalife Mal. “Dalam berbagai kegiatan yang diadakan  Lokasari Digitalife Mall, Intel selalu mendukung setiap kegiatan yang dilakukan oleh LDM, karena kami memiliki misi yang sama dengan LDM yaitu menjadikan TI sebagai lifestyle,” ujar David.

Acara ini disponsori antara lain oleh Harian Seputar Indonesia, Telkom Speedy, Intel, AOC, BenQ, Dell, MSI, Zyrex, Blue Print, Axioo, HP, Acer, Sonic Gear dan lain-lain serta didukung oleh Majalah BISKOM sebagai media partner.

Sony Luncurkan VAIO Seri Z Terbaru Berkemampuan Ekstrim

0

SONY1-1Sony meluncurkan produk notebook VAIO seri Z terbarunya dengan beberapa pengembangan teknologi terbaru dari Sony untuk menyempurnakan keluarga seri Z.

“Kami akan terus berinovasi dan berusaha mengembangkan produk strategi  dengan teknologi-teknologi yang dimiliki Sony. Dengan perjalanan mobilitas dan teknologi terkini, kami tidak hanya melakukan perluasan di fisik saja, tetapi juga meningkatkan layanan dengan membangun outlet-outlet yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia,” ujar Satoru Arai, President Director, PT. Sony Indonesia, di Ballroom Hotel Shangri-La Jakarta (26/7).

Ditujukan untuk memenuhi kebutuhan mobile professional, seri Z terbaru ini dibalut serat karbon premium dan memiliki bentuk sangat tipis dengan bobot 1,165 kg. Menghadirkan spesifikasi-spesifikasi terbaik serta fitur-fitur top of the line, seri terbaru ini dijalankan dengan prosesor Intel i7 generasi kedua dan SSD RAID berkecepatan tinggi sehingga dapat menampilkan Genuine Windows 7 Profesional hanya dalam waktu kurang dari 15 detik.

“Berbeda dengan VAIO seri Z sebelumnya yang memerlukan waktu sekitar 30 detik,  di seri terbaru ini lebih cepat booting-nya karena didukung juga dengan adanya Quick Boot sehingga dapat menghemat waktu user saat terburu-buru,” ucap Leo Marathon, Product Introduction Manager, Sony Indonesia.

SONY1-2Performa rangkaian VAIO seri Z melangkah pada tahap ekstrim baru dengan adanya Power Media Dock yang merupakan sebuah docking station yang terhubung dengan VAIO melalui kabel optic. Perangkat ini dapat meningkatkan kinerja grafis dengan adanya arsitektur Light Peak yang menjadikannnya mampu membantu designer berjalan di AutoCAD serta mendukung drive slot-in Blu-ray Disc.

Selain itu dengan adanya penambahan Power Media Dock menjadikan rangkaian VAOI seri Z dapat menangani hingga empat tampilan layar melalui port HDMI atau output VGA.

Memiliki tampilan layar Full HD beresolusi tinggi, notebook ini mempunyai AMD RAdeon HD 6650 dengan VRAM 1 Gb yang memastikan gambar yang tajam dan halus, mulai dari CAD 3D hingga Games.

Dihargai sekitar Rp. 26 juta, produk ini memiliki ketahanan baterai hingga 6,5 jam. Namun bagi yang ingin menambahkan daya hingga 13 jam untuk pemakaian yang cukup lama dapat membeli Sheet Battery tambahan yang dijual terpisah dengan harga sekitar Rp. 2 jutaan.

Polri, TNI dan Kejaksaan Bersinergi Tanggulangi Terorisme

0

1. Menko Polhukam Djoko SuyantoSejumlah pimpinan  daerah diminta   untuk mencermati  peta-peta kerawanan ancaman  tindakan  terorisme di daerahnya masing-masing sehingga eskalasinya tidak meluas seperti sekarang ini.  Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mersekal TNI (Pur) Djoko Suyanto di sela-sela rapat koordinasi  penanggulangan terorisme antara Polri-TNI dan Kejaksaan di Hotel  Bidakara, Senin (25/7).

Djoko menyatakan, aparat daerah seperti pimpinan wilayah,  aparat teritorial, kepolisian, penegak hukum atau elemen masyarakat  harus juga mewaspadai  kejadian dan fenomena  aksi terorisme.

“Tugas penindakan (refresif)  seperti menangkap dan  menghukum memang mudah, namun  operasi pencegahan (preventif) atau  mengembalikan orang yang sudah tersesat pikirannya merupakan tanggung jawab  yang harus dimiliki oleh pimpinan daerah,” ujar Djoko

Rapat koordinasi  yang dikuti 700 peserta ini merupakan upaya sinergi yang dilakukan oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dalam mencari solusi tepat dalam menanggulangi jaringan terorisme di Indonesia.  Ratusan  peserta yang hadir tersebut meliputi Dandim, Kapolres/ta dan Kajari dari 14 provinsi yang telah teridentifikasi   sebagai kantong-kantong jaringan terorisme antara lain  seperti Aceh, Sumsel, Sumut, Lampung,  Riau, Banten, DKI Jakarta, Kalimantan Timur, Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, NTB dan Yogjakarta.

2. Rapat Koordinasi Menko Polhukam - Panglima TNI - Kapolri - Jaksa Agung - KasadDi tempat yang sama, Kapolri Jenderal Timur Pradopo mengatakan, pihaknya terus mengusahakan sedang melakukan proses negosiasi government to government (G to G) misalnya dalam kasus gembong teroris Umar Patek yang kini berada di Pakistan agar dapat diadili sesuai hukum di Indonesia.

“Secara resmi Pakistan sudah menyampaikan keinginan itu. Kami sudah siapkan dia untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum Indonesia,” kata Timur.

Rakornas yang juga bertujuan untuk membangun kemitraan dan networking dalam menghadapi setiap ancaman terorisme di masa yang akan datang ini juga menghadirkan Laksamana Agus Suhartono (Panglima TNI), Jenderal TNI Pramono Edhi Wibowo (Kasad), Darmono (Wakil Jaksa Agung), sebagai narasumber.

Sementara Ketua Panitia Pelaksana Rakor BNPT, Brigjen Pol  Dr. Petrus Reinhard Golose mengatakan,  pelaksanaan rakornas tersebut merupakan inisiatif  BNPT sebagai badan nasional yang ditugaskan khusus untuk melakukan langkah koordinasi bagi seluruh stakeholder  dalam penanggulangan terorisme, termasuk melakukan upaya-upaya  pencegahan dan  penindakan. Selain itu,  diharapkan adanya sharing informasi sehingga terdapat  kesatuan persepsi dan visi diantara aparat TNI, Polri dan Kejaksaan dalam melakukan   langkah-langkah penanganan terorisme pada tingkat kebijakan maupun operasional, baik secara langsung maupun melalui jaringan teknologi informasi.

“Sejumlah pimpinan korps reserse dan kejaksaan negeri dari daerah dikumpulkan di Jakarta untuk mendapatkan pengarahan melalui rakor BNPT ini,” kata Petrus yang juga menjabat Direktur Penindakan BNPT.

3. Brigjen Petrus R. Golose - Soegiharto SantosoDalam kesempatan itu, Kepala BNPT Irjen Pol  (Purn) Ansyaad Mbai memberikan gambaran umum tentang kondisi terorisme dan strategi  kebijakan penanggulangan terorisme di Indonesia. Menurut dia, selama kurun waktu 2010 sampai tahun ini, sebanyak 22, dari 170 terorisme yang ditangkap dari  jaringan Aceh  “Semua kelompok teroris di Sumatera, Jawa, Poso, Ambon hingga Bima semua saling terkait satu sama lainnya, karena mereka satu ideologi,” katanya.

Ketika disinggung adanya pelanggaran Hak Azasi Manusia  (HAM) dalam penangkapan terorisme dengan menggunakan senjata api dan kekerasan, Ansyaad mengatakan, kalau terjadi ada pelanggaran HAM, memang konsekuensi dan tidak bisa dihindari. Sebab, soal prosedur sudah ada prosedur baku.

“Teroris yang akan ditangkap memiliki senjata dan bom, sementara anggota Densus 88 juga menggunakan senjata api untuk pertahanan diri. Jadi logis punya senjata, tapi aparat sudah diperintahkan seminimal mungkin menggunakan kekerasan ” ujar Ansyaad yang juga  Ketua Desk Koordinasi Pemberantasan Terorisme di Kantor Kementerian Polhukam.

Dalam kesempatan ini hadir pula Soegiharto Santoso (Pimpinan Umum BISKOM) dan M. Ranu Arifudin (Direktur Utama PT Ufoakses Sukses Luarbiasa). (Hk)

Artikel Terkait:
BNPT mendukung PBB memerangi ancaman penyebaran Violent Extremism
Luncurkan Buku, Petrus Golose Ungkap Aktivitas Teroris di Internet
PETRUS REINHARD GOLOSE: Bahaya! Teroris Kembali Intai Cyberspace
SIDNEY JONES: Blokir Situs Bukan Solusi Cegah Radikalisme
Polri, TNI dan Kejaksaan Bersinergi Tanggulangi Terorisme
Petrus Reinhard Golose: BNPT Upayakan Indonesia Bebas Dari Terorisme

APKOMINDO Optimis Teror Bom Tak Ganggu Bisnis TI
Komjen Anang Iskandar: “4 Juta Pecandu Tanggung Jawab Saya”
Penyegaran Tugas, Polri Rotasi Sejumlah Jabatan
Nanan Soekarna Dilantik Menjadi Wakapolri
Kapolda Jawa Timur, Anton Bachrul Alam: Optimalkan TI Untuk Layani Masyarakat
Petrus Golose Raih Gelar Doktor
Kombes Rycko Raih Doktor UI Ke 7
Aris Budiman, Anggota Polri Kembali Raih Doktor UI
Benny Jozua Mamoto, E-Terrorism Butuh Penanganan Khusus
Dengan TI Polri Janjikan Pelayanan Cepat
Polda Metro Optimalkan Layanan Website
Narkoba: Menggiurkan Tapi Mematikan
Sambodo Purnomo Yogo: Dengan TI, Polisi Tingkatkan Citra dan Kinerja
Fungsi Kepolisian Dalam Penegakan HKI
Bintara Polda Metro Jaya Raih Sertifikat Komputer Forensik
Hindari Bisnis Dari Permasalahan Hukum
29 Mobil Patroli Polisi Dipasangi GPS
Polri Siap Amankan Pemilu 2009
Ketika BIN Memantau JEJARING SOSIAL
UU HAKI Tekan Kerugian Negara
Badan Cyber Nasional Siap Amankan Informasi Cyber
AKBP Yakub Dedy Karyawan: Sistem Tilang Elektronik Siap Diberlakukan
KOMPOL ERWIN HARTA DINATA: TI Bantu Pelihara Keamanan Masyarakat
BISKOM – Polri Sosialisasikan Permasalahan Hukum TI
Kuatkan Energi Digital Indonesia, Pemerintah Siapkan Sejumlah Kebijakan

Fun Bike & Sporty Day Tingkatkan Kekompakan Anggota HMCC

0

HMCC 01Harco Mangga Dua Computer Center (HMCC) menggelar HMCC Fun and Sporty Day pada Minggu pagi 24 Juli 2011. Kegiatan yang berlangsung di halaman parkir Harco Mangga Dua, Jakarta ini dibuka oleh ketua HMCC, Taufresdian.

Dalam sambutannya, ia menghimbau agar keluarga besar HMCC yang terdiri dari ratusan pedagang komputer dan aksesorisnya tersebut selalu menjaga kekompakan dan saling berbagi informasi agar seluruh anggota HMCC dapat meraih kesuksesan bersama.

”Tujuan event ini adalah menjalin kebersamaan untuk seluruh warga Harco khususnya anggota HMCC supaya dapat meluangkan waktu untuk menjaga kesehatan. Jadi kita ajak warga Harco untuk berolah raga sepeda santai apalagi saat ini olah raga sepeda sedang tren,” ujar Taufresdian yang biasa disapa Afat ini.

Afat berencana, kedepannya akan mencoba membuat acara serupa setiap 3 bulan sekali. “Dengan bersepeda selain menajaga kesehatan juga dapat mengurangi polusi di Jakarta yang sudah penuh sesak dengan kendaraan bermotor,” tambahnya.

Sesuai dengan temanya, “fun and sporty”, acara yang diikuti sekitar 500 peserta ini melakukan berbagai kegiatan olah raga seperti Fun Bike atau Gowes Santai dengan rute Harco Mangga Dua, Hayam Wuruk, Harmoni, Gunung Sahari dan kembali lagi di Harco, Senam Aerobic, Futsal ala HMCC dan games anak-anak. Tidak hanya itu, acara juga dimeriahkan oleh hiburan musik dan banyak hadiah menarik seperti  sepeda MTB, LCD TV, Blackberry, VGA Card dan lainnya.

HMCC - 02Sebelum bersepeda dimulai, Ketua Panitia HMCC Fun and Sporty Day, David Chiang, membacakan ikrar terlebih dahulu dan bersepeda santaipun dilepas oleh Lurah Mangga Dua.

Bisa dikatakan, HMCC merupakan asosiasi komputer yang memiliki kekompakan tinggi antar anggota dan pengurus. Dalam satu tahun, HMCC memiliki agenda rutin seperti pameran sebanyak 3 kali setahun termasuk pameran di internal Harco.

“Selain yang bertema bisnis dan komputer, dalam satu tahun HMCC mengadakan bakti sosial dan acara keagamaan, seperti Natal bersama, Sincia bareng dan bazaar amal Cap Go Meh dan tentunya, sebentar lagi untuk menyambut hari raya Lebaran, kami mengadakan acara Mudik Bareng seperti tahun lalu,” tutup Afat.

Acara HMCC Fun and Sporty Day disponsori oleh BNI, LG, PixelView, Powerlogic, Evio, UNITEDbike, Sonic Gear, Vit, Komic, Axio, J&W dan AOC, serta BISKOM sebagai media partner.

Dell Hadirkan Layanan OHSS di 222 Kota

1

dell1Dell meningkatkan layanan dengan luncurkan Onsite Home Support & Services (OHSS) yang merupakan layanan Carry In Service bagi consumer dan home user di 222 kota di Indonesia. Cukup dengan menghubungi 021-500855 konsumen langsung mendapatkan layanan support dan services yang cepat dengan layanan telepon 24 jam.

“Cukup dengan menelpon, kami akan segera menanggapi kebutuhan konsumen dengan datang ke rumah atau pun tempat kos konsumen sehingga tidak perlu lagi datang ke service center yang dapat membuang waktu, karena kami tahu pelanggan memiliki berbagai kesibukan,” ucap Pieter Lydian, Director and Country Manager Dell Indonesia di Jakarta (21/7).

OHSS dari Dell ini didukung online casinos oleh teknisi bersertifikasi dari Dell dengan pengalaman bertahun-tahun dibidangnya masing-masing. Layanan ini mulai berlaku untuk pembelian produk pada bulan September atau setelahnya secara gratis selama periode garansi.

Layanan seperti ini sendiri sebetulnya sudah dilakukan oleh Dell sejak Januari 2010, namun hanya untuk melayani komersial produk. Teknik ini akhirnya diterapkan pada consumer untuk memberikan layanan purna jual dan kenyamanan pelanggan consumer untuk menggunakan produk Dell.

”Hal ini sejalan dengan rencana strategis kami untuk memperluas brand kami ke seluruh wilayah Indonesia, dan hal ini akan membantu memperkuat posisi Dell di sini, baik di mata perusahaan,UKM, sektor publik maupun pelanggan individual,” tambah Pieter.

Di kesempatan yang sama, Dell juga meluncurkan dua produk sekaligus, yaitu notebook Inspiron 14-N4050 berprosesor Dual Core yang ditujukan bagi pengguna standar dan smartphone Dell Venue berbasis Android dengan tampilan 4.1” AMOLED yang high-contrast dan vibrant dengan lekukan Corning Gorilla Glass yang cocok untuk menonton video dan memaksimalkan aplikasi bisnis.