Direktur LABA Wahyu Eka Saputra dan jajaran pengurus menyampaikan paparan kinerja keuangan pada Public Expose PT Green Power Group Tbk di Jakarta.

BISKOM | Jakarta – PT Green Power Group Tbk (LABA) membukukan perolehan laba bersih sebesar Rp6,09 miliar pada kuartal I 2026, atau melonjak 207,86 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1,98 miliar. Capaian positif ini disampaikan Direktur LABA Wahyu Eka Saputra dalam Public Expose di Jakarta, Selasa (28/7/2026), meskipun perseroan menghadapi penurunan tajam pada pos penjualan bersih.

Efisiensi Operasional Tekan Harga Pokok Penjualan

Penjualan bersih perseroan tercatat menyusut 61,55 persen menjadi Rp3,36 miliar pada kuartal I 2026 dari angka Rp8,74 miliar pada kuartal I 2025. Seiring dengan penurunan pendapatan tersebut, beban harga pokok penjualan (HPP) berhasil ditekan sebesar 57,01 persen, bergerak dari Rp3,03 miliar menjadi Rp1,30 miliar.

Baca :  JAM-Pidmil Mayjen TNI Dr. Wahyoedho Indrajit: Penguatan Sinergi Antara Kejaksaan dengan TNI Guna Meminimalisir Disparitas dalam Penanganan Perkara Koneksitas

Kondisi tersebut membuat laba kotor perseroan terkoreksi dari Rp5,72 miliar menjadi Rp2,06 miliar atau berkurang 63,91 persen. Kendati demikian, efisiensi operasional menyeluruh dan tata kelola internal membantu perseroan menjaga kinerja bottom line tetap tumbuh solid.

“Perseroan terus fokus mengembangkan bisnis baterai dan energi terbarukan secara bertahap, berkelanjutan, dan sesuai dengan peraturan,” ujar Wahyu.

Ekspansi Ekosistem Energi Terbarukan dan Anak Usaha

Perseroan mengandalkan empat anak usaha utama untuk memperkuat penetrasi di sektor energi bersih, yakni PT Green Power Battery (GPB), PT Sustainable Energy Development Trading (SEDT), PT Green Power Precision Indonesia (GPPI), dan PT Aceh Mineral Abadi (AMA).

Baca :  Fitnah Wartawan dan Organisasi Pers, Dewan Pers Dikasuskan, Selangkah Lagi Gelar Perkara

Melalui SEDT, perseroan mengoperasikan armada penyewaan kendaraan listrik yang mencakup 138 unit motor listrik roda dua bekerja sama dengan ECGO serta 65 unit motor listrik roda tiga bersama SAFAGO. 

Perseroan juga telah mengoperasikan 11 unit kabinet penukaran baterai ECGO di kawasan Jakarta, Bogor, dan Tangerang. Sementara itu, GPPI konsisten menjalankan lini penjualan produk baja, cutting and creasing rule, serta glimp steel.

Memasuki periode kerja mendatang, perseroan mencermati sejumlah tantangan strategis, termasuk perubahan regulasi di sektor energi dan pasar modal, kebutuhan modal ekspansi teknologi, serta efektivitas waktu eksekusi proyek. 

Untuk mengantisipasinya, perseroan memperluas kerja sama dengan mitra ekosistem dan memperkuat manajemen risiko agar ekspansi berjalan terukur.

Baca :  Menjelang Sidang Putusan Terdakwa Rudy Dermawan Muliadi Tak Ada Kerabat Yang Hadir

Reporter: Lakalim Adalin 

Editor: Arianto 

#GreenPowerGroup #SahamLABA #LaporanKeuangan #KuartalI2026 #EnergiTerbarukan #MotorListrik #PublicExpose #PasarModal #InvestasiSaham #EVIndonesia