BISKOM,Jakarta-Senator RI asal Sumatera Barat, Irman Gusman, menyampaikan apresiasi atas respons cepat Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dalam mendukung rehabilitasi sekolah-sekolah yang terdampak banjir, longsor, dan galodo di Sumatera Barat.
Apresiasi tersebut disampaikan mantan Ketua DPD RI dua periode itu saat melakukan silaturahmi dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, di Jakarta, Senin (8/6).
Menurut Irman, percepatan pemulihan sarana pendidikan merupakan bagian penting dari proses rehabilitasi pascabencana.
Sekolah, kata dia, bukan sekadar bangunan fisik, melainkan ruang tumbuh yang harus segera kembali berfungsi agar anak-anak dapat melanjutkan pendidikan secara aman dan nyaman.
“Saya mengapresiasi respons cepat Kemendikdasmen dalam mendukung rehabilitasi sekolah-sekolah terdampak bencana di Sumatera Barat, ujar Irman””Pendidikan anak-anak kita harus tetap berjalan, bahkan dalam situasi yang penuh tantangan,” tegas senator asal Ranah Minang tersebut.
Dalam pertemuan itu, Menteri Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa kegiatan belajar mengajar di Sumatera Barat secara umum telah kembali normal.
Meski demikian, sejumlah sekolah masih memanfaatkan fasilitas sementara selama proses rehabilitasi dan pembangunan sarana pendidikan berlangsung.
Bagi pimpinan DPD RI 2009 – 2014 itu, perhatian pemerintah terhadap pemulihan fasilitas pendidikan menunjukkan komitmen negara dalam menjamin hak pendidikan masyarakat, khususnya bagi anak-anak yang terdampak bencana.
Karena itu, ia berharap dukungan Kemendikdasmen terus diperkuat, baik melalui rehabilitasi infrastruktur, peningkatan kualitas pembelajaran, maupun perluasan akses bantuan pendidikan.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Dewan Pengawas DPP IKM tersebut menyampaikan bahwa sepanjang 2024 hingga awal 2026 dirinya telah memfasilitasi penyaluran Program Indonesia Pintar (PIP) kepada 3.620 siswa tingkat SD, SMP, dan SMK di Sumatera Barat.
Menurut anggota DPD RI dari daerah pemilihan Sumatera Barat itu, program bantuan pendidikan memiliki peran strategis dalam memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap dapat melanjutkan pendidikan tanpa terkendala biaya.
“Kita ingin memastikan tidak ada anak Sumatera Barat yang terhambat mengakses pendidikan karena keterbatasan ekonomi.
Ke depan, kita akan terus mengupayakan peningkatan kuota bantuan pendidikan agar semakin banyak siswa yang menerima manfaat,” tutup Irman Gusman.(Surame)









