BISKOM | Jakarta – Di tengah upaya pemerintah memperkuat kemandirian industri kesehatan hewan nasional, Indonesia mencatat tonggak penting dengan hadirnya produsen telur Specific Pathogen Free (SPF) pertama di dalam negeri. Langkah ini tidak hanya mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan baku vaksin unggas, tetapi juga membuka peluang baru bagi pengembangan industri bioteknologi dan riset veteriner nasional.

Produsen tersebut adalah PT Damar Gayatri Jaya (DGJ), unit bisnis peternakan Medion Indonesia yang berlokasi di Banjaran, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Perusahaan yang didirikan pada 2021 dan mulai beroperasi pada 2024 itu menjadi pionir produksi telur SPF di Indonesia melalui kerja sama teknologi dengan Gezondheidsdienst voor Dieren B.V. (GD Animal Health) Belanda.

Keberadaan fasilitas ini dinilai strategis karena telur SPF merupakan komponen utama dalam produksi berbagai vaksin unggas. Telur tersebut berasal dari indukan yang dipelihara dalam sistem biosekuriti berlapis dan telah tersertifikasi bebas dari 20 patogen spesifik sesuai standar Farmakope Eropa.

Baca :  Kejaksaan Agung Memeriksa 2 Saksi Terkait Perkara Ekspor Crude Palm Oil(CPO) dan Turunannya

Mengurangi Ketergantungan Impor

Selama bertahun-tahun, kebutuhan telur SPF untuk produksi vaksin maupun penelitian laboratorium di Indonesia masih mengandalkan pasokan luar negeri. Kondisi tersebut kerap menghadapi berbagai kendala, mulai dari keterbatasan pasokan global, tingginya biaya logistik, hingga risiko kerusakan produk selama proses pengiriman.

Komisaris Medion, Peter Yan, mengatakan hadirnya fasilitas produksi lokal menjadi solusi atas tantangan tersebut sekaligus memperkuat ekosistem industri kesehatan hewan nasional.

“Kalau sudah tersedia di dalam negeri, kebutuhan penelitian puluhan hingga ratusan butir bisa kami penuhi dengan lebih cepat,” ujar Peter Yan.

Menurutnya, keberadaan telur SPF lokal akan mempercepat akses lembaga penelitian, laboratorium veteriner, perguruan tinggi, hingga instansi pemerintah terhadap bahan penelitian yang selama ini relatif sulit diperoleh.

Baca :  Putaran Ke Dua IT Travelers GO! 45 Peserta Siap Berkompetisi

Fondasi Kemandirian Industri Vaksin

Lebih dari sekadar produk peternakan, telur SPF merupakan komoditas strategis yang berperan dalam rantai pasok industri vaksin. Dengan tersedianya pasokan domestik, produsen vaksin nasional memiliki peluang meningkatkan efisiensi produksi sekaligus memperkuat ketahanan sektor kesehatan hewan.

Peter menjelaskan bahwa pengembangan telur SPF merupakan bagian dari visi jangka panjang Medion yang telah berkiprah selama lebih dari 50 tahun di sektor kesehatan hewan dan peternakan.

“Forward Together tujuannya agar kami bisa maju bersama peternak, pemerintah maupun universitas yang banyak membantu dalam penelitian,” katanya.

Kolaborasi antara industri, pemerintah, akademisi, dan lembaga penelitian dinilai menjadi faktor penting dalam membangun ekosistem inovasi yang berkelanjutan.

Peluang Ekspor dan Devisa Baru

Menariknya, meski kapasitas produksi saat ini masih difokuskan untuk memenuhi kebutuhan domestik, sejumlah negara disebut telah menyampaikan minat untuk mengimpor telur SPF dari Indonesia.

Baca :  Penggeledahan dan Penyitaan Beberapa Lokasi di Jawa Tengah Perkara Pemberian Kredit PT Sritex

Namun perusahaan memilih menunda ekspor karena kebutuhan dalam negeri masih tinggi, terutama untuk mendukung produksi vaksin dan aktivitas riset nasional.

Ke depan, ketika kapasitas produksi meningkat, telur SPF berpotensi menjadi komoditas ekspor bernilai tinggi yang mampu menciptakan sumber devisa baru. Prospek tersebut semakin terbuka mengingat pasokan telur SPF global masih terbatas, sementara permintaan dari industri vaksin dan penelitian terus meningkat.

Dengan hadirnya produsen telur SPF pertama di Indonesia, langkah menuju kemandirian industri vaksin nasional tidak lagi sekadar wacana. Indonesia kini mulai membangun fondasi penting untuk menguasai salah satu mata rantai strategis dalam industri kesehatan hewan yang selama ini bergantung pada pasokan luar negeri.

Reporter: Thalia Febiola