Para peserta dan mentor komunitas Scholarindo pendidikan gratis berfoto bersama.
BISKOM | Jakarta – Komunitas pendidikan non-profit Scholarindo menggelar ajang temu darat nasional bertajuk “SCHOLARVERSE 2026: From Online Connection to Real-Life Memories” di Jakarta pada Sabtu–Minggu (18–19/7/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum penguat komitmen komunitas scholarindo pendidikan gratis dalam merangkul ribuan pelajar dari Sabang sampai Merauke tanpa batasan ekonomi maupun geografis.
Perjalanan Komunitas Scholarindo Pendidikan Gratis dari Masa Pandemi
Gerakan ini digagas oleh Awalia Maulina, S.E., M.H., LL.M. bersama Founder Partner Dinda Noor Sofia. Berdiri sejak 5 Januari 2021 di tengah situasi pandemi COVID-19, organisasi non-profit ini mengawali kiprahnya lewat kelas bahasa Inggris daring yang langsung menyedot antusiasme 1.000 pendaftar dari berbagai penjuru wilayah.
Inisiatif mulia tersebut berakar dari pengalaman pribadi Awalia yang pernah berjuang keras menempuh pendidikan tinggi di tengah keterbatasan ekonomi.
Berbekal tekad memutus rantai hambatan finansial bagi generasi muda, ia membangun wadah belajar inklusif yang dapat diakses oleh siapa saja secara cuma-cuma.
Seiring berjalannya waktu, layanan komunitas scholarindo pendidikan gratis terus bertransformasi secara masif. Tidak sekadar menyediakan sembilan jenis kelas bahasa secara daring, organisasi ini juga memperluas jangkauan dengan membuka pelatihan tatap muka seperti kelas bahasa Korea, seni tata rias, hingga keterampilan menjahit.
Sistem Kaderisasi Mentor dan Aksi Sosial Kebangsaan
Keunikan organisasi ini terletak pada pola pengajaran yang mengandalkan kerelawanan penuh tanpa memungut biaya sepeser pun. Para mentor dan co-mentor mendedikasikan waktu serta ilmu pengetahuan secara sukarela.
Menariknya, sebagian besar tim pengajar hari ini merupakan alumni murid Scholarindo yang dulunya menimba ilmu dari nol.
Selain berfokus pada pengembangan kemampuan akademis dan keterampilan, wadah ini konsisten menanamkan nilai kepedulian sosial. Kegiatan berbagi disalurkan secara langsung melalui kunjungan silaturahmi ke Panti Asuhan, Panti Jompo, Pusat Rehabilitasi Narkoba & ODGJ, serta Kantin 2000 dalam bingkai kegiatan CSR dan Halal Bihalal.
Kebersamaan jaringan belajar dari Sabang sampai Merauke ini kemudian dipererat dalam ajang Scholarverse 2026 di Jakarta.
Rangkaian acara diisi dengan permainan interaktif, tukar kado, hingga penjelajahan sejarah ke Monumen Nasional, Perpustakaan Nasional, Masjid Istiqlal, Katedral Jakarta, serta Kota Tua Jakarta di bawah panduan mentor Adan, alumni Sejarah Universitas Indonesia.
Komitmen Meluaskan Akses Inklusi Pendidikan
Keberlanjutan organisasi ditopang oleh jajaran kepengurusan yang solid, mulai dari Board of Executive Hesti Amalia Haerani dan Muhammad Iqbal Immadudin Zaky, Direktur Mirza Melia Amatunnisaa, S.E., Wakil Direktur Isna Nuri Rahayu, Sekretaris Wahyu Dwi Nur Windha, hingga tim operasional pendukung.
Lewat tata kelola yang terstruktur, komunitas scholarindo pendidikan gratis bertekad menjaga api semangat belajar masyarakat. Gerakan ini menjadi bukti nyata bahwa batas geografis dan keterbatasan ekonomi bukanlah halangan untuk merengkuh ilmu pengetahuan demi masa depan bangsa.
Penulis: Lakalim Adalin
Editor: Arianto
#Scholarindo #PendidikanGratis #Scholarverse2026 #KomunitasPendidikan #AwaliaMaulina #KelasBahasaGratis #InspirasiIndonesia #RelawanPendidikan #BelajarTanpaBatas #PendidikanInklusif



