Home Blog Page 1012

Suharna Surapranata: Ristek Akan Bangun Litbang Iptek

0

Dalam seratus hari kedepan, Menteri Negara Riset dan Teknologi (Menristek) Suharna Surapranata akan mencari  program yang menjadi  prioritas  pemerintah khususnya di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek)  untuk lima tahun mendatang. Selain itu, Suharna juga bertekad menyelesaikan  tugas dan target yang diamanatkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Wapres Boediono. “Detail-detailnya tentunya harus saya pelajari dan Menteri sebelumnya, Pak Kusmayanto,  juga sudah memberikan usulan-usulan untuk 100 hari kedepan,”  katanya  seusai acara serah terima jabatan dengan Menristek Kusmayanto Kadiman di auditorium BPPT, Jakarta (22/10).

Dalam pidato sertijabnya, Suharna yang juga Ketua Majelis Pertimbangan Partai (MPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menambahkan,  enam fokus yang harus dirumuskan targetnya dalam empat pekan kedepan  antara lain permasalahan pangan, energi terbarukan, transportasi dan ekonomi kreatif dimana presiden SBY mencanangkan tahun 2009 ini sebagai tahun ekonomi kreatif. “Seperti yang sudah sama-sama kita ketahui bahwa  pasar industri kreatif dan sumber daya manusia (SDM) kreatif itu sangat besar,” ucap pria kelahiran Bandung, 13 Desember 1955  dan  pernah bekerja sebagai peneliti di Badan Tenaga Atom Nasional (Batan) itu.

Pastinya, visi dan misi presiden SBY terkait masalah  Iptek harus diterjemahkan ke dalam program lima tahun kedepan. Dan ini merupakan kerja keras  untuk secepatnya berkoordinasi agar tidak terjadi tumpang tindih antara litbang dan anggaran yang ujung-ujungnya menyebabkan penghamburan  karena basisnya adalah Kebijakan Strategis Nasional tentang Iptek.  “Masalah proses politik sudah selesai. Saat ini, proses kita adalah  teknokratis dan partisipatif  serta membangun titik temu dengan SDM yang cukup besar, maupun lembaga-lembaga terkait di dalamnya,” imbuh  Suharna yang menjadi salah seorang  pendiri Masyarakat Ilmuwan dan Teknologi Indonesia (MITI).

Kemenristek yang tugasnya sebagai perencana juga koordinator pelaksana kebijakan nasional  di bidang riset dan teknologi tersebut bertekad untuk menjalankan fungsi koordinasi  dengan  baik, sebab lembaga Litbang bukan hanya tugas kemenristek semata tetapi ada di semua departemen. Karena itu, visi kedepan adalah bagaimana membangun  Litbang Iptek, SDM Iptek, jaringan Iptek. “Ketiga poin ini merupakan amanat dari UU Sisnas (Sistem Nasional Penelitian, Pengembangan, dan Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi). Jangan sampai hasil-hasil riset yang sudah bagus akhirnya tenggelam. Nah, ini menjadi PR pemerintah agar hasil-hasil riset dapat didayagunakan untuk kesejahteraan masyarakat,”  sambung  lulusan  S-1 di F-MIPA UI dan S-2 di Teknik Fisika ITB.

Diharapkan, UU Sisnas No.18 Tahun 2002  dapat memberikan landasan  bagi pelaksanaan kerja dan pertumbuhan kelembagaan Iptek, disamping  pendayagunaan sumber daya Iptek secara lebih efektif, menggalakkan pembentukan jaringan Iptek sehingga kapasitas dan kemampuannya dapat bersinergi secara optimal.   Pada hakekatnya,  lembaga litbang berfungsi menumbuhkan kemampuan pemajuan Iptek dengan tanggung jawab mencari berbagai invensi di bidang Iptek serta menggali potensi pendayagunaannya.

Semoga Iptek Indonesia semakin maju.

Menkominfo Janji Hadiri GCOS

0

Menkominfo Tifatul SembiringSerah terima jabatan kementerian komunikasi dan informatika baru saja berlangsung tadi sore,  Kamis (22/10/2009) di Gedung Depkominfo Jl. Merdeka Barat, Jakarta.  Untuk masa pemerintahan tahun 2009-2014, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) resmi dijabat oleh Tifatul Sembiring.

Pada kesempatan yang dihadiri puluhan wartawan tersebut, Tifatul mengatakan, pada masa jabatan M. Nuh,  sektor komunikasi dan informasi telah menyumbang gross domestic product (GDP) sebesar 15 persen.  “Melanjutkan kesuksesan tersebut menjadi tanggung jawab besar bagi saya, sehingga dibutuhkan kerja keras dan strategi yang jitu,” ujar  pria yang masih menjabat Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.

Ia melanjutkan, tantangan terbesar adalah digital divide yang masih tinggi, infrastruktur yang masih lemah, mega proyek Palapa Ring yang masih tertunda, proyek USO yang masih 46 persen, dan jaringan seluler yang masih menjangkau 69 persen wilayah Indonesia.

Suplai energi Base Transceiver Station (BTS) yang masih didominasi solar juga menjadi perhatian serius Menkominfo baru. Tifatul Sembiring berpendapat, sekarang lah saatnya menggalakkan green BTS pada infrastruktur operator telekomunikasi.

Menkominfo Tifatul Sembiring - Hoky - ResizeSelain itu, janji Tifatul, “Sebelum Januari 2010, mudah-mudahan kami bisa mewujudkan program 100 desa 100 komputer.”

Yang menarik,  untuk menghormati kampanye penggunaan sistem operasi Open Source yang kini sedang digalakkan oleh seluruh departemen yang ada di pemerintahan, Tifatul menyatakan komitmennya untuk menghadiri Global Conference on Open Source (GCOS) 2009 yang akan berlangsung 26 hingga 27 Oktober nanti di Hotel Shangri-La, Jakarta.

“Menghadiri event seperti itu adalah bagian dari amanah demi kemajuan TI  secara menyeluruh,” katanya kepada Soegiharto Santoso, Pimpinan Umum BISKOM yang juga Pengurus Asosiasi Open Source Indonesia (AOSI). GCOS sendiri adalah acara bersama antara AOSI, Depkominfo dan Kementerian Negara Ristek dan Teknologi.

Selamat bertugas Tifatul Sembiring!

Yogyakomtek 2009 Berkonsep B2B

0

01. Yogyakomtek 2009 - ResizeASOSIASI Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo) DPD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) telah menyelenggarakan Yogyakomtek 2009 untuk ke-12 kalinya. Digelar pada 17 – 21 Oktober 2009 lalu di JEC (Jogja Expo Center), event ini dirancang bukan sekedar sebagai ajang expo semata tetapi juga menjadi peluang bertemunya lebih dari 1.000 dealer dan lebih dari 100.000 pengunjung dari Jawa Tengah, DIY dan sekitarnya.

Seperti tahun sebelumnya, Yogyakomtek 2009 menggelar banyak program acara. Melalui acara yang dibuka oleh Staf Ahli Menristek, Engkos Koswara Natakusumah yang hadir mewakili Menristek Kusmayanto Kadiman ini diharapkan bisa mengedukasi masyarakat pada teknologi, serta memantau perkembangan dan memprediksi teknologi di masa datang.

Di Yogyakomtek 2009, distributor berperan untuk mengembangkan pasar, karenanya konsep B2B digelar pertama kalinya di sepanjang sejarah pameran di Indonesia. Pameran yang hanya identik dengan penjualan telah diubah total pada Yogyakomtek 2009, dimana pangsa distributor dikembangkan dengan menghubungkan
channel-channel baru khususnya di Jawa Tengah, DIY dan sekitarnya.

02. Yogyakomtek 2009 - ResizeKetua panitia Yogyakomtek 2009, Andi Riyanto mengatakan, pameran yang mengusung tema Connectivity ini paling komplit jika dibandingkan 11 penyelenggaraan sebelumnya. Selain Parade Notebook yang menampilkan produk-produk terbaru notebook selama pameran, diselenggarakan juga Business to Business (B2B) yang dihadiri puluhan pelaku bisnis TI dan vendor. “Penyelenggaraan kali ini memecahkan rekor keluasan area pameran dibanding tahun-tahun sebelumnya yang hanya menempati lantai 1 JEC seluas kurang lebih 9.000 m2,” ujar Hadi Santono, Ketua DPD Apkomindo DIY.

Untuk pertama kali pula diadakan juga Yogyakomtek Award, yakni pemilihan produk favorit berdasar pemilihan dari dewan juri dan pengunjung. Selain itu ada juga Festival dan Anugerah E-Pendidikan, yang acaranya meliputi seminar, kompetisi, serta latihan menjadi reporter.

Vendor-vendor yang mengikuti pameran ini diantaranya A-Note, Acer, Advan, Advance, Altec Lansing, AMD, Asus, Axioo, BenQ, Bluelink, Blueprint, BYON, Canon, Dell, Epson, FORSA, GTC, Hewlett Packard, Hitachi, Lenovo, LG, Logitech, Microsoft, MSI, Sony dan Samsung.

Kini, Netbook Memilih NVidia Ion

0

nvidia1Apakah Anda ingin menonton film berkualitas high definition (HD) di netbook Anda? Kini, dengan kehadiran kartu grafis Ion dari NVidia, hal tersebut bukan mustahil.

Kartu grafis NVidia Ion yang sejak tahun lalu dirilis ini sekarang telah diadopsi oleh  banyak netbook dan gadget.  Sebut saja HP Mini 311, Asus EeTop ET2002, Samsung M1, Acer Aspire Revo,  Lenovo IdeaPad S12 dan Fujitsu Finepix Real 3DWI yang kesemuanya bukan saja mampu menampilkan gambar berkualitas HD tetapi juga bisa menjalankan tampilan YouTube dengan sempurna serta dapat digunakan untuk bermain game bekecepatan tinggi.

Chip Ion yang menawarkan performa 25% lebih cepat ini  didesain agar bisa bekerja dengan prosesor Intel Atom dan menjalankan banyak aplikasi sekaligus. Dengan Ion, NVidia membuktikan bahwa high-performance graphic chip tidak harus boros daya.

“Nvidia melihat konsumen tertarik dengan PC murah yang bisa menjalankan video definisi tinggi. Kami  yakin 2009 akan menjadi tahun PC ukuran kecil, dan NVidia secara jeli akan memanfaatkan peluang ini,” ujar Jeff Yen, Senior Technical Marketing Manager NVidia dalam NVidia APAC Media Summit 2009 di Hua Hin, Thailand (14-16/10).

Dalam NVidia APAC Media Summit 2009 juga diperkenalkan beberapa produk baru dari vendor-vendor kelompok usaha NVidia, diantaranya casing Six Hundred dari Antec yang diperuntukkan bagi para pecinta PC modling. Casing ini dilengkapi dengan water cooling yang mampu meredam panas lebih besar dibanding versi sebelumnya serta memiliki 10 drive bay.

Acara itu pun dimanfaatkan ECS untuk menceritakan pertumbuhan pendapatan ECS di Asia Pasifik sekaligus memperkenalkan motherboard Black Series (P55H-A), kartu grafis Green Series (9800GT dan 9600GT) dan Silent Series (9500GT dan 9400GT).

nvidia2“Di Oktober ini, ECS juga akan memperkenalkan kartu grafis terbaru yang dilengkapi dengan fan, heatpipe cooling solution dan HDMI/DVI connector, diantaranya tipe GT 220 dan GT210,” beber Esther Teng, Regional Marketing Manager ECS.

Sementara itu, Asus memperkenalkan motherboard X-Trame dan memori Bravo 9500, disusul Gigabyte yang memaparkan tentang kelebihan seri Extreme harddrive terbaru mereka, serta Leadtek yang menginfokan produk baru dari keluarga Quadro FX Series (FX5800, FX4800, F3800, dan F5800).

NVidia APAC Media Summit 2009 dihadiri pula oleh Melody Tu (Senior PR Manager NVidia APAC), Ginny (Marketing Executive Gigabyte), Yi Hsuan Wang (Marketing Executive Antec), Thanapunth Sakdipholphong (Ass. Account Management Asus), Edward Lim (Ciza Concept), Dennis Chou dan Sharone Chen (Image Media), serta sejumlah media dari Asia Pasifik termasuk BISKOM.

MAG COMPUTER EXPO 2009 Pameran TI Untuk Keluarga

0

Resize IT15oktrev6-18.4x27(2)Setelah sukses meluncurkan modem Internet Sehat bersama Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo), Mobile-8 dan Masterdata 27 Agustus lalu, Mal Artha Gading (MAG) pada hari ini kembali menjadi tuan rumah bagi penyelenggaraan pameran MAG Computer Expo 2009.

Pameran ini berlangsung di Atrium Milenium Lantai 1 MAG, Kelapa Gading Jakarta, mulai tanggal 15 hingga 25 Oktober 2009, dan baru akan diresmikan pembukaannya pada hari Jumat, 16 Oktober 2009 yang sekaligus dirangkai dengan peluncuran dan sosialisasi program Internet Sehat dan Aman (Insan) oleh Depkominfo, dan setelahnya akan dilanjutkan dengan talkshow ‘Insan’.

Program ‘Insan’ yang sebelumnya telah diresmikan oleh Depkominfo pada 23 Januari 2009 memberikan manfaat yang sangat besar bagi para orang tua guru dan pendidik, khususnya dalam pengawasan alur informasi yang akan diterima oleh anak melalui internet.

Pada saat yang sama juga akan diluncurkan IMan (Internet Aman), browser yang berfungsi sebagai kontrol internet secara komprehensif, sekaligus sebagai panduan untuk mengontrol dan menghalangi akses ke website tak sehat, serta memandu pengguna ke website edukasi. Solusi ini juga memandu pengguna internet terutama anak-anak untuk berinternet sesuai dengan klasifikasi usia, kebutuhan dan tingkat pendidikan.

Komponen utama IMan Browser terdiri dari 3 bagian yaitu  pertama, Panduan yang menjamin kemudahan dan keamanan berselancar, kedua Pustaka Maya yang memberikan sebuah kumpulan informasi terdepan yang sudah disaring berdasarkan potensi ketertarikan serta ketiga, INET Monitor yang memfasilitasi para orang tua maupun administrator dalam memonitor dan memantau kegiatan selancar anak-anak ataupun para anggota.

IMan memiliki 2 versi yaitu versi Keluarga untuk penggunaan di rumah tangga dan versi Pendidikan yang merupakan versi jaringan untuk digunakan di lembaga-lembaga pendidikan.

Cahyana Ahmadjayadi, Kepala Badan Litbang SDM Depkominfo mengatakan, “Tujuan program ‘Insan’ adalah memberikan perlindungan kepada generasi muda terhadap konten internet negatif yang berpotensi membawa pengaruh prilaku buruk, sekaligus melakukan penetrasi terhadap tumbuhnya konten-kontan lokal yang positif. Dengan sosialisasi yang dilakukan secara kontinyu,  kami berharap dapat sedini mungkin menekan pengaruh negatif internet terhadap generasi muda.”

Cahyana menurut rencana juga akan meresmikan pameran ini bersama Djoko Agung (Sekretaris Dirjen Aplikasi Telematika, Depkominfo), Merza Fachys (Presdir PT. Mobile 8), Mas’ud Khamid (Executive GM Telkom DIVRE II), Wijaya Kusuma (Presdir PT. Sumber Alam Primadona Lestari), Djoko Mudjiono (General Manager MAG),  Soegiharto Santoso (Direktur  PT Masterdata) serta beberapa tokoh penting lainnya di dunia teknologi Informasi (TI).

Mas’ud Khamid mengatakan, “Dalam mendukung program INSAN ini, Telkom ikut serta dalam upaya memasyarakatkan internet sehat dalam bentuk memberikan edukasi gratis kepada para siswa dan guru dalam program IG2S (Internet Goes to Schooll) serta memberikan insentif khusus Layanan Internet Speedy kepada institusi pendidikan (Schoolnet) dan para guru (Teachernet)”

Pebisnis TI, Soegiharto Santoso atau Hoky yang juga merupakan Pimpinan Umum Majalah BISKOM yang bertindak sebagai event organizer MAG Computer Expo 2009 mengatakan, “Untuk pameran skala mal, MAG Computer Expo 2009 terbilang unik karena bukan saja melibatkan banyak stakeholder dan pemegang merk, tetapi juga pebisnis TI secara luas, pemerintahan, guru atau pendidik dan juga para pehobi di bidang TI, termasuk Asosiasi Open Source Indonesia (AOSI) dan Masyarakat Industri Kreatif Teknologi Informasi (MIKTI), serta beberapa operator seperti Telkom Speedy dan Mobile-8 serta XL. Dengan sinergi yang harmonis, kami semua berharap kemajuan di bidang TI dapat dicapai sesegera mungkin.”

Djoko Agung menambahkan, “Semakin maraknya pameran TI di Indonesia menandakan bahwa animo masyarakat di bidang ini sangat luar biasa. Yang tak kalah penting, saya berharap pameran juga di lakukan di berbagai wilayah lain agar terjadi pemerataan perkembangan TI di seluruh daerah di tanah air.”

Sementara Djoko Mudjiono mengatakan,  “Pameran MAG Computer Expo 2009 juga dipersiapkan untuk mensosialisasikan keberadaan IT Center di mal MAG. MAG adalah sebuah mal keluarga, mengingat TI saat ini menjadi bagian dari gaya hidup keluarga, maka pengelola MAG menambahkan fasilitas baru di dalam MAG, yakni IT Center.”

MAG Computer Expo 2009 dijanjikan sangat marak. Pamerannya dimeriahkan banyak vendor, mulai dari Acer, Apple, Asus, Byon, Canon, Compaq, Epson, Hanvon, HP, Lenovo, Mobile-8, PlusTek, Samsung, Sony Vaio, Telkom Speedy, IMAN-SAPL dan XL serta lain-lainnya. Pameran ini menjadi ajang yang tepat bagi para pemburu netbook berharga mulai dari Rp. 1.8 jutaan dan juga berbagai produk berkualitas tinggi lainnya dengan harga yang terjangkau.

Berbagai seminar juga akan digelar dengan para pakar TI sebagai pembicara, Topik yang diketengahkan dalam seminar diantaranya “Digital Art For Dummies” dan “Protect Your Children From Cybercrime” dan “Implementasi NGN di Desa dan Kecamatan Menggunakan Software Lokal”, Saat acara berlangsung juga akan ada game online competition, serta hiburan musik oleh Willy Soemantri Music School & Ecole. Akhirnya, selamat berbelanja produk TI paling berkualitas di MAG!

Better-B Gelar BB Developers Day

0

better B fotoPT Diantara Kode Digital atau yang dikenal dengan nama Better-B menggelar BlackBerry Developers Day untuk pengguna Blackberry. Kegiatan yang dilakukan secara online ini dimulai pada 13 Oktober hingga 8 November 2009 ini. Better B ingin mengajak para putra putri Indonesia untuk berkarya di dunia aplikasi mobile tanpa batas.

“Kegiatan ini diharapkan menjadi cikal bakal dan sebuah titik balik sebuah kreativitas anak bangsa khususnya di bidang mobile aplication khususnya smartphone,” ujar Dirut Better-B, Kemal Arsyad saat jumpa pers di Hotel Mulia, Jakarta, Selasa (13/10). Better-B merupakan perusahaan yang beroperasi di Indonesia sejak Januari 2009 dan bergerak di mobile Software development yang berkonsentrasi di mobile solution untuk BlackBerry.

Dijelaskan, potensi pasar aplikasi blackBerry sangat besar mengingat banyaknya sumber daya manusia yang dimiliki Indonesia sangat pintar dan kreatif serta kemampuan yang berlebih. Karena itu, dia mengajak semua elemen bangsa untuk bersama-sama menggerakkan sekaligus memperkaya dunia advertising digital melalui smartphone sebagai new media channel advertising. “Kami yakin, di Indonesia banyak pengembang yang sudah bisa membuat aplikasi. Masalahnya hanya satu soal kesempatan,” ujarnya. Kemal juga melihat bahwa orang Indonesia sifatnya ingin dilayani, sehingga kalau orang bisa menyediakan aplikasi di BB yang dibutuhkan orang Indonesia, pastinya akan dilirik.

Para developer independen maupun perusahaan yang ingin berpartisipasi dalam kegiatan BB Developer’s Day pertama di Indonesia ini, bisa melakukan registrasi dan upload aplikasi yang di konteskan ke www.better-b.com.

Brocade Akuisisi Foundry Networks

0

brito sizeBrocade mengumumkan telah mengakuisisi Foundry Networks, pembuat dan penyedia layanan switch dan router Ethernet kelas atas untuk pengguna enterprise, pada Desember 2008 lalu. Brocade adalah pemimpin dalam solusi jaringan hulu-hilir yang membantu organisasi masa kini yang sarat dengan data mengoptimalisasikan koneksitas dan memaksimalkan nilai bisnis dari data.

Melalui akuisisi tersebut, Brocade siap meluncurkan solusi Internet Protocol (IP) terbaru di Indonesia. Solusi jaringan IP terbaru ini memberikan penghantaran aplikasi tingkat lanjut, koneksi data center dan kemampuan membangun jaringan ,” ungkap Gerald Penaflor, Senior Director of Enterprise Business Brocade untuk Asia Pasifik sekaligus Regional Head untuk Asia Selatan Pasifik/Korea, kepada wartawan di Shangrila Hotel, Jakarta, Selasa (13/9).

Selama beberapa bulan terakhir, produk-produk IP switching, akselerasi penghantaran aplikasi dan konvergensi Fibre Channel over Ethernet (FCoE)  telah dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan para pelanggan di seluruh dunia. Solusi jaringan berbasis IP dari Foundry akan memperkuat produk Storage Area Network (SAN) Brocade, memungkinkan pelanggan menikmati kemampuan jaringan data center hulu-hilir dalam organisasinya.

“Kami senang mengumumkan bahwa solusi-solusi tersebut saat ini sudah siap bagi para pelanggan di Indonesia. Di samping memberikan manfaat dari solusi jaringan hulu-hilir bagi enterprise, produk-produk ini akan menambah amunisi Brocade dalam menjalankan strategi memberdayakan basis instalasi Fibre Channel dan mendorong permintaan produk jaringan IP,” tambah Gerald.

Produk jaringan IP yang dimumkan Brocade ini secara signifikan menyempurnakan pengalaman pelanggan lewat peningkatan kinerja, tingkat kehandalan, dan efisiensi daya/pendinginan/ruangan sekaligus menekan kompleksitas dan biaya. Solusi-solusi baru ini memberikan penghantaran aplikasi tingkat lanjut, koneksi data center, dan kemampuan campus network kelas enterprise termasuk arsitektur yang dibutuhkan untuk membangun jaringan generasi berikutnya yang memungkinkan peranti end-point Local Area Network (LAN) baru dan berkembang, memperbaiki kinerja aplikasi mission-critical, dan menyederhanakan koneksi top-of-rack server.

General Manager MAG Djoko Mudjiono: MAG, Mall Keluarga Plus IT Center Lengkap

0

Resize Djoko2Sebagai kota Metropolitan, Jakarta berkembang mengikuti kemajuan zaman. Jumlah penduduk ibukota Indonesia yang mencapai 12 juta jiwa dengan tingkat kebutuhan yang besar ini membuat para pengembang berlomba-lomba membangun mall yang tersegmentasi untuk berbagai kelas.  Karenanya, bisnis di dunia mall begitu ketat. Pebisnis dituntut lebih jeli membuat sebuah perbedaan demi memenangi persaingan dengan para kompetitor.

Mal Artha Gading (MAG) yang terletak di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara misalnya, hadir dengan konsep mall keluarga. Sejak dibangun pada 27 Oktober 2004, mall ini tetap eksis hingga saat ini, bahkan terus mengalami kemajuan. Tak cukup dikenal sebagai sebuah mall keluarga, MAG juga  ingin dikenal sebagai IT Center yang lengkap di kawasan Jakarta Utara.

General Manager MAG, Djoko Mudjiono mengatakan, “Masyarakat yang membutuhkan perlengkapan teknologi informasi atau information technology (IT) kini tak perlu jauh-jauh datang ke Mangga Dua tapi cukup ke MAG karena kami berupaya melengkapi IT Center di MAG dengan pusat service dan juga education center yang memadai.” Bagai memindahkan kawasan Mangga Dua yang sejak dulu terkenal dengan IT Center-nya, kini  di MAG orang dapat melakukan transaksi dengan lebih nyaman. Apa saja yang terdapat dalam IT Center MAG dan apa kelebihan lainnya dibanding mall lain? Simak petikan wawancara BISKOM dengan Djoko, sosok yang ramah dan pekerja keras, akhir September lalu

Bisa diceritakan apa itu MAG?

MAG adalah mall terbesar, termewah dan terlengkap di kawasan Jakarta Utara yang berkonsep mall keluarga karena terletak di daerah pemukiman. Sebagai mall keluarga, tersedia berbagai fasilitas dan kebutuhan untuk keluarga, Untuk seorang bapak, tersedia pusat perlengkapan otomotif, elektronika dan lain sebagainya misalnya ACE Hardware, sedangkan untuk seorang ibu misalnya tersedia Diamond yang menjual kebutuhan dapur yang lengkap serta untuk anak tersedia kawasan bermain yang sangat menarik seperti  GameZone. Di samping itu, di MAG juga ada toko buku, pusat fashion, kesehatan, supermarket, food court dan lain sebagainya.

MAG memiliki maskot seekor Onta, apa itu maksudnya?

Seperti kita ketahui, Onta adalah sarana transportasi yang digunakan para pedagang Persia untuk berkeliling negara, karena Onta dikenal sebagai binatang yang tangguh dalam segala cuaca dan kuat. Berangkat dari filosofi itu, MAG berharap menjadi mall yang tahan terhadap krisis dan tetap eksis di setiap jaman. Dan kenyataannya hingga kini MAG terus mengalami peningkatan dan kemajuan yang berarti. Kemajuan ini juga didukung oleh lokasi MAG yang terletak di ujung pintu tol yang setiap harinya dilalui hampir 50 ribu orang, sehingga mall ini sangat mudah dicapai  dengan berbagai pilihan sarana transportasi.

Resize Djoko3Lalu bagaimana cerita­nya hingga MAG kemudian juga dilengkapi IT Center?

Seiring waktu kami menyadari bahwa kebutuhan teknologi informasi masyarakat sangat besar dan menjadi bagian gaya hidup, sehingga sebagai mall keluarga tak lengkap rasanya tanpa kehadiran TI. IT Center di MAG baru dimulai setahun, sehingga saat ini kami terus berupaya mem­bangun citra IT Center ke arah yang lebih baik dan berupaya selalu aktif menggadakan berba­gai kegiatan yang berkaitan dengan dunia TI.

Apa saja yang terdapat dalam IT Center di MAG? Berapa toko yang akan hadir di IT Center ini?

Kedepannya selain toko-toko yang menjual kebutuhan TI, akan dilengkapi juga pusat edukasi TI, pusat servis dari berbagai vendor serta sentra ponsel untuk penggemar gadget. Selain menjual produk dari brand ternama, akan ada pusat perakitan komputer untuk memberikan pilihan kepada customer yang ingin memiliki sebuah komputer lengkap dengan harga terjangkau. Idealnya untuk sebuah IT Center di dalam lokasi sebuah Mal keluarga tersedia sekitar 50 hingga 60 toko. Hingga saat ini lantai 1 blok A yang sudah menempati kawasan IT Center sebanyak 30an toko antara lain Acer, Apple, Asus, BenQ, Byon, Canon, Compaq, Epson, HP, Lenovo, Samsung, Sony, Zyrex dan lain sebagainya. Selain itu, kami telah membangun hotspot di beberapa titik lokasi sehingga pengunjung bisa bertransaksi atau menikmati makanan sambil bekerja.

Bicara mengenai IT, kawasan Mangga Dua adalah jagonya. Apakah Anda menggandeng penguasaha di Mangga Dua untuk memeriahkan IT Center di MAG?

Kami selalu berupaya terbuka kepada berbagai pihak yang berminat mengembangkan usahanya di MAG, karena menurut kami peluang usaha di MAG sangat bagus dan kami sebagai pihak pengelola sangat mendukung keberadaan IT Center-nya. Oleh karenanya kami memberikan fasilitas berpameran minimal sebanyak 4 kali dalam satu tahunnya. Selain memberikan fasilitas pameran tersebut, kami sebelumnya telah menggandeng Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) dan juga operator Mobile-8 serta Masterdata untuk peluncuran ”Mobile Broadband Internet Sehat dan Aman” (Mobi Insan) beberapa waktu lalu di MAG. Kedepan, selain menggandeng  pemerintahan, kami akan merangkul lebih banyak lagi praktisi yang berkompeten, dan tentunya para pebisnis TI dan vendor TI, serta pihak lainnya agar MAG dapat menciptakan IT Center yang sarat dengan pusat edukasi.

Billboard MAG Computer CenterUpaya apa yang Anda lakukan untuk mensosialisasikan IT Center MAG?

Seperti telah kami sampaikan, dalam 1 tahun minimal ada 4 kali pameran dan tentu tidak hanya itu saja, kami gencar melakukan promosi di berbagai media cetak dan membuat giant billboard berukuran 8 x 16 m2 disamping jalan Tol Yos Sudarso yang mempromosikan keberadaan IT Center sepanjang tahun.  Dan dalam waktu dekat, tepatnya tanggal 15-25 Oktober 2009, kami akan mengadakan pameran komputer di Hall Millenium Atrium MAG. Pameran ini  akan kami kemas bukan saja berupa pameran biasa, tetapi juga padat dengan berbagai acara, mulai dari seminar dan pelatihan TI, kompetisi game online, diskon yang menarik, seperti promosi netbook dengan harga dibawah dua juta rupiah dan hiburan pertunjukan musik dari Willy Sumantri Music School dan Ecole. Artinya disini, kami akan selalu berupaya mengadakan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan dunia TI.

Apa kendala yang dihadapi untuk membentuk IT Center ini?

Salah satu tips suksesnya sebuah mall adalah jam buka dan tutup toko yang serentak. MAG itu mall ten to ten, artinya buka jam 10 pagi dan tutup jam 10 malam. Kendalanya, kebanyakan pebisnis IT itu tutup toko jam 7 malam, padahal pada jam segitu biasanya kebanyakan keluarga baru saja selesai melakukan aktifitas kerja dan makan malam, sehingga agak aneh jika IT Center-nya sudah tutup pada jam tersebut. Inilah yang kami coba cari jalan tengahnya. Kendala lain adalah bagaimana meyakinkan tenant bahwa membangun bisnis di MAG sangat menguntungkan karena kami memiliki pengunjung setia. Bayangkan, pada hari kerja saja sekitar 25-30 ribu orang mengunjungi MAG, jumlah itu bertambah pada akhir minggu hingga mencapai 45 ribu orang.

Pertanyaan terakhir, apa harapan Anda terhadap perkembangan TI di tanah air?

Saya melihat bahwa IT telah membawa kemajuan bangsa. Bukan saja secara ekonomi tetapi juga tingkat pendidikan masyarakat, apalagi sekarang TI telah menjadi bagian dari gaya hidup. Tentunya saya berharap akses informasi semakin terbuka dan terjangkau sehingga masyarakat yang  melek teknologi bukan saja di perkotaan saja tapi juga di pelosok daerah.

Telah Terbit BISKOM Oktober 2009

0

Majalah BISKOM kali ini menampilkan Pendiri PT. Motekar Garuda Media, Arry Akhmad Arman, (Terima kasih kepada PT. Motekar Garuda Media dan staff  yang turut mendukung Majalah BISKOM).

Dalam kesempatan ini, kami sekaligus menawarkan kepada seluruh pembaca untuk bekerjasama saling menguntungkan dengan Majalah BISKOM, baik berupa pengiriman artikel TI, mengadakan seminar, workshop dan pameran serta kegiatan-kegiatan lainnya yang berkaitan dengan dunia TI.

Topik menarik Majalah BISKOM Edisi Oktober 2009 diantaranya:

• COVER STORY: Arry Akhmad Arman, Pendiri PT.Motekar Garuda Media, Konten Indonesia Mampu Mendunia

• FIGURE:
– General Manager MAG, Djoko Mudjiono, MAG: Mall Keluarga Plus IT Center Lengkap
– Kepala Program Buoy Tsunami Indonesia,  Ridwan Djamaluddin, Buoy Tsunami Siap ke Padang
– Praktisi Industri Kreatif, Iwan Pilliang, Perlu Modal Ventura

• HEADLINE:
– Dukung Industri Kreatif!
– Daerah,Basis Pengembangan Industri Kreatif

• FOCUS:
– Teknovation Pacu Daya Saing
– PNS Diminta Tak Unduh Situs Porno,FB dan Main Game
– PPHKI,Gerakan Anti Software Ilegal
– Gempa,Trafik Komunikasi Melonjak

• BROWSING:
– Intel Atom Digunakan Pada TV
– AVG Temukan Sejumlah Account Facebook Berbahaya
– Hacker Serang Situs PM Australia
– Mozilla Versi 4 Segera Meluncur

• INSPIRATION:
– Dirgayuza Setiawan, Snow Leopard: Desain Antar muka Komputer Bakal Buntu?
– Bob Julius Onggo, Linkedin: Link-kan Pasar di Era Horisontal
– Prakoso Bhairawa Putera S, SIM Logistik Tanggap Bencana
– Muhamad Jafar Elly, Kecerdasan Mesin VS Manusia
– u, Implementasi Content, Manajemen dan Keamanan Dalam E-Gov

• REVIEW & CELLULAR:
– LG Widebook
– Kingston HyperX Kits 8Gb
– Canon LBP7200Cd & LBP7200Cdn
– Genius G-Shot 900
– Sony Vaio VGN-NS20E/S
– Asus UX50V
– Samsung AMOLED 12M
– Motorola Cliq

Dapatkan Majalah BISKOM di Toko Buku Gramedia dan Gunung Agung atau berlangganan melalui Bagian Sirkulasi Majalah BISKOM. Untuk review, ujicoba, update harga produk dan kegiatan perusahaan Anda, hubungi redaksi[at]biskom.web.id

TEKNOPRENEUR FORUM VIII: Budaya Penghargaan Hak Kekayaan Intelektual Kunci Ekonomi Kreatif

0

Resize logo MiktiSalah  satu pilar ekonomi Indonesia yang mendapat perhatian besar di masa depan adalah ekonomi kreatif, yaitu ekonomi yang berbasiskan sumber daya inteletual manusia. Kontribusi industri kreatif terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional periode 2002-2006 rata-rata sebesar Rp 104,634 triliun atau 6,28%. Kontribusi lain dari industri kreatif adalah penyerapan tenaga kerja yang cukup besar. Pada tahun 2006, sektor ini mampu menyerap 21,375 juta pekerja dan menempati peringkat ke tujuh dibandingkan dengan sektor lain.

Salah satu faktor kunci yang perlu mendapat perhatian dalam pengembangan ekonomi kreatif ini adalah membangun budaya penghargaan terhadap hasil karya intelektual orang atau pihak lain atau dikenal sebagai Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Jika penghargaan atas HKI mampu menjadi budaya di Indonesia, maka dengan sendirinya akan melindungi bisnis kreatif selain juga mendorong lebih banyak lagi munculnya inovasi yang berpotensi menjadi bisnis.

Untuk memberikan perhatian khusus dalam masalah HKI tersebut, di dukung oleh Majalah BISKOM, Teknopreneur Indonesia mengadakan rangkaian kegiatan bertema Hak Kekayaan Intelektual. Diawali dengan mengadakan Kompetisi Menulis Blog bertema “Budaya Penghargaan HKI Sebagai Kunci Ekonomi Kreatif” bekerjasama dengan Masyarakat Industri Kreatif TIK Indonesia (MIKTI), dan ditutup dengan Teknopreneur Forum, sebagai acara puncak yang dilengkapi diskusi dan penganugerahan hadiah pemenang Kompetisi.

Pembahasan tentang HKI ini merupakan kegiatan Teknopreneur Forum yang ke delapan setelah sebelumnya telah membahas berbagai isu seputar bisnis teknologi dan pengembangannya, meliputi Teknologi Informasi dan Komunikasi, Bioteknologi, Lingkungan Hidup, Energi, Manufaktur, Pembiayaan, dan lainnya. Narasumber dan sekaligus dewan juri Kompetisi Menulis Blog dalam kegiatan ini adalah: Ansori Sinungan (Direktur Kerja Sama dan Pengembangan, Dirjen Hak Kekayaan Intelektual, Departemen Hukum dan HAM), Indra Utoyo (Ketua Umum MIKTI, Direktur TI Telkom), Enda Nasution (Bapak Blog Indonesia) dan M. Andy Zaky (Editor in Chief Teknopreneur Indonesia)

Teknopreneur Forum adalah kegiatan diskusi rutin bagi para pelaku dan peminat bisnis teknologi yang diinisasi oleh Media Teknopreneur dan Komunitas Teknopreneur serta Majalah BISKOM sebagai Media Partner. Acara ini akan diselenggarakan pada hari Jum’at 9 Oktober 2009, bertempat di Restaurant d’Ocean, Komplek Tendean Square Unit 1-1A , Jl. Kapten Tendean 122-124 Jakarta, mulai jam 13.30 s/d 16.00 wib. Terbuka untuk umum dengan melakukan konfirmasi melalui teknopreneur.pro@gmail.com.