Home Blog Page 824

IFSE 2019: Fintech Komitmen Inklusi Keuangan

0

Jakarta, Biskom-  Asosiasi FinTech Indonesia (AFTECH), OJK dan BI serta didukung oleh Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) dan Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI), akan menggelar  Indonesia Fintech Summit & Expo (IFSE) 2019.

Kegiatan yang mengusung tema Innovation for Inclusion, akan digelar  pada 23-24 September 2019 di Jakarta Convention Centre (JCC). Bersamaan dengan itu, , OJK dan BI akan menggelar  kegiatan Policy Dialogue pada  (25/9) yang merupakan bagian dari rangkaian acara IFSE 2019 dengan mengundang regulator dari beberapa negara.

Tiga asosiasi di industri fintech AFTECH, AFPI dan AFSI akan menggunakan momentum IFSE  2019 untuk meluncurkan Joint Code of Conduct on Responsible Fintech Innovation, yang merupakan komitmen bersama untuk melakukan standarisasi dan memberikan panduan umum yang disepakati oleh seluruh pelaku industri fintech terkait prinsip-prinsip dasar pelaksanaan bisnis yang bertanggung jawab.

Joint Code of Conduct ini akan membahas pengaturan minimal terkait kewajiban penyelenggara fintech dalam memastikan perlindungan konsumen, perlindungan dan privasi data pribadi, mitigasi risiko siber, mekanisme minimal penanganan aduan konsumen dan topik penting lainnya.

“IFSE 2019 akan menjadi ajang bagi para perusahaan fintech dan sektor keuangan untuk memperlihatkan kontribusi nyata mereka dalam mendukung target inklusi keuangan sebesar 75%  di tahun 2019 yang sudah dicanangkan oleh pemerintah,” ujar Niki Luhur, Ketua Umum AFTECH.

IFSE 2019 terdiri dari beberapa agenda utama yaitu konferensi (summit), pameran fintech (expo) dan beberapa program pendukung lainnya. Dihadiri oleh lebih dari 800 delegasi (regulator, pemerintah, lembaga donor, pelaku fintech dan sektor keuangan), konferensi akan menghadirkan lebih dari 100 pembicara dengan pengalaman kelas dunia. Sementara itu, sebanyak  120 perusahaan dari sektor fintech, keuangan dan teknologi yang akan menampilkan berbagai produk dan layanan keuangan berbasis teknologi.

Sebagai organisasi yang telah ditunjuk oleh OJK sebagai Asosiasi Penyelenggara Inovasi Keuangan Digital (IKD), AFTECH menjadi saksi bagaimana industri fintech di Indonesia tumbuh dan berkembang begitu cepat. Saat ini AFTECH memiliki anggota sebanyak 280 perusahaan, dimana 250 merupakan perusahaan fintech yang beroperasi di berbagai sektor seperti sistem pembayaran digital, pinjaman online, inovasi keuangan digital, insuretech, equity crowdfunding dan lainnya.

Niki Luhur mengatakan bahwa tingginya pertumbuhan industri fintech memberikan banyak tantangan dari pemangku kepentingan, seperti regulator dan pelaku industri. “Saat ini, masih banyak isu yang harus dibahas dan ditangani untuk memastikan bahwa industri fintech di Indonesia dapat tumbuh secara berkesinambungan dan sesuai dengan berbagai peraturan yang ditetapkan  regulator sehingga konsumen dapat mendapatkan produk/jasa keuangan berbasis teknologi yang sesuai,” tambah Niki Luhur.

Sementara itu Widyo Gunadi, Advisor Grup Inovasi Keuangan OJK, mengatakan bahwa selama ini OJK dan regulator lainnya selalu memberikan dukungan terhadap pertumbuhan industri fintech dan inovasi keuangan digital melalui pengawasan dan pembinaan, salah satunya dengan dikeluarkan beberapa peraturan terkait fintech yang mengutamakan perlindungan konsumen tanpa menghalangi inovasi. Hal ini selaras dengan arahan Presiden Joko Widodo yang menekankan pentingnya pendekatan light touch dan safe harbour pada kesempatan Bali Fintech Agenda di sela-sela rangkaian acara Annual Meeting IMF – World Bank 2018.

“OJK selama ini selalu mendukung inovasi keuangan digital sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang didorong oleh kemajuan teknologi yang sedemikian pesat. Namun kami juga secara konsisten memastikan bahwa produk dan layanan keuangan berbasis teknologi yang ditawarkan tidak melanggar peraturan dan selalu mengedepankan perlindungan konsumen,” ujar Widyo Gunadi, sembari menambahkan bahwa komitmen OJK terhadap inovasi keuangan digital dibuktikan dengan sudah tercatatnya 48 perusahaan fintech yang masuk ke dalam 15 kluster inovasi keuangan digital.

Pada kesempatan yang sama Ketua Umum AFPI Adrian Gunadi  mendukung  kegiatan  IFSE 2019, terutama kaitannya dengan edukasi masyarakat terhadap layanan produk fintech P2P lending.  Apalagi, dalam beberapa tahun terakhir sektor fintech P2P lending mengalami pertumbuhan yang signifikan karena tingginya  kebutuhan masyarakat yang  akan layanan pinjaman online yang cepat dan mudah terutama untuk mempercepat inklusi keuangan di Indonesia, menjembatani kebutuhan akan akses pembiayaan hingga ke pelosok negeri, sehingga diperlukan konsistensi edukasi dan sosialisasi dari para asosiasi terkait dan juga pemangku kepentingan lainnya. Sejauh ini sudah ada 127 perusahaan fintech P2P lending yang terdaftar di OJK. (red/ju)

 

Pengembangan KST Beri Kontibusi Pertumbuhan Ekonomi

0

Jakarta, Biskom- Kemenristekdikti menargetkan menjadikan Kawasan Sains dan Teknologi (KST)  di Indonesia memberikan kontribusi pada peningkatan ekonomi nasional dan daerah serta berperan di dunia global.

Pasalnya, Pengembangan KST  menjadi bukti nyata kontribusi  Iptek sebagai wahana kolaborasi Academic, Bussiness dan Government (ABG) dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi daerah berbasis iptek.

“Kontribusi tersebut terlihat pada keberhasilan KST dalam riset inovasi dan sekaligus menjual hasil produk tersebut,” ungkap Kemal Prihatman, plt. Direktorat Kawasan Sains dan Teknologi dan Lembaga Penunjang Lainnya dalam media gathering di Jakarta,  Kamis (22/8).

Dia mencontohkan, STP IPB misalnya, yang diluncurkan pada 2017, telah melaksanakan berbagai kegiatan inovasi/layanan komersialisasi hasil riset melalui kegiatan inkubasi dan atau spin-off antara lain: PT. IPB SHIGETA Animal Pharmaceuticals, Biological Material, PT Fits Mandiri/Serambi Botani, PT. Intertisi Material Maju, PT. Rumah Rumput Laut, BIKI dan CV Wain.

Produk unggulan yang dihasilkan diantaranya, Vaksin flue burung merk Close 5.1, Macaca, Beras Analog, Madu Trigona, Kosmetik berbasis rumput laut, ekstrak torbangun sebagai ASI booster, aneka produk berbasis Kitosan, minuman kesehatan penurun kolesterol, dan lainya.

Universitas Gadjah Mada Science Techno Park (STP) telah menghasilkan PPBT (Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi) dalam bidang Kesehatan dan Farmasi yakni PT. Swayasa Prakarsa dengan produk unggulan meliputi : Alat kesehatan (Inashunt, Ceraspon, NPC G Strip, GamaCha), Herbal (GamaFlue, GamaOptima, GamaDiab, GamaTensi, KalkuGama, GamaFresh) dan Pangan Sehat (My Cookies, Wedang Uwuh, Ubikies, Kasabi, Teh Jahe, Teh Serai).

ITB Innovation Park yang berfokus pada teknologi informasi dan komunikasi (TIK) serta industri kreatif, telah menghasilkan PPBT diantaranya : PT BIOPS Agrotekno, PT Bio Proshafa Karya, dan PT. Lokapoin Kreasi Indonesia. Produk yang diunggulkan: Bio-N Propolis, Bio-N Oils (produk inovasi turunan propolis dan dikombinasi dengan minyak atsiri), Encomotion (teknologi penyiraman otomatis berbasis IoT) dan Lokapoin Apps (platform daring pemesanan homestay untuk traveler dengan kualitas serta otentisitas nusantara)

Kemal juga mengungkapkan bahwa kolaborasi industri jangkar (Anchor Industry) juga telah dilakukan untuk mengakselerasi produksi massal produk inovasi KST sekaligus mencapai target pasar produk inovasi KST.

Beberapa KST yang telah bekerja sama dengan industri diantaranya Solo Techno Park dengan PT. Prosan Alam Hijau, UGM Science Park dengan PT Phapros, ITB Science Park dengan PT Sinar Mas, dan Unpad Science Park dengan PT Darya Padma Enoes.

Keberhasilan tersebut, lanjutnya, sesuai dengan tujuan pendrian KST sebagai wahana yang dikelola secara professional untuk mengembangkan riset dan bisnis teknologi yang berkelanjutan, menumbuhkembangkan PBBT, dan memberikan layanan teknologi kepada Industri dan layanan pendukung lainya.

Hingga tahun 2019 ini, Direktorat Kawasan Sains dan Teknologi dan Lembaga Penunjang Lainnya, Kemenristekdikti berupaya mengembangkan KST melalui fasilitasi pengembangan kelembagaan, capacity building, penguatan hilirisasi hasil riset dan pengembangan inovasi serta pengembangan sarana dan prasarana.

Fasilitasi tersebut diberikan kepada 18 lokus binaan KST kemenristekdikti meliputi Pondok Pusaka Techno Park, STP Riau, STP Universitas Andalas, STP Sumatera Selatan, STP Kalimantan Utara, STP Papua Barat, Sumbawa Technopark, STP ITS, MSTP Jepara, Technopark Ganesha Sukowati Sragen, Solo Technopark, KST Universitas, UGM Science Techno Park, STP UI, STP IPB, Oil Palm Science Techno Park (OPSTP) Medan, ITB Innovation Park , dan Coffee and Cocoa Science Techno Park (CCSTP) Jember.

Dukungan Fasilitasi Inkubator Bisnis Teknologi (IBT) juga dilakukan melalui kegiatan pendirian IBT, pengembangan IBT dan pendayagunaan sarana dan prasaran. Unsur yang dikuatkan dalam fasilitasi ini meliputi unsur: Space, Shared, Services, Support, Skill Development, Seed Capital, dan Synergy.

Kegiatan pendukung lainnya juga dilakukan meliputi pengembangan lembaga alih teknologi). Konsolidasi Dewan Riset Daerah (DRD) dan Stakeholders daerah juga dilibatkan dalam pengembangan KST/STP dan penyusunan kebijakan iptek daerah. Selain itu, juga telah dilakukan inisiasi dukungan akses permodalan khususnya Modal Ventura dengan melibatkan Amvesindo (Asosiasi Modal Ventura Untuk Start Up Indonesia). Red/Ju

BPPT-Korea Kembangkan Green Technology

0

Jakarta, Biskom – Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) berkolaborasi dengan  Korea dalam  pengembangan riset teknologi hijau di Indonesia melalui kerangka kerjasama “Green Technology Partnership Initiative (GTPI) 2019.

Dalam kerjasama tersebut, Korea, diwakili Green Technology Center (GTC) dengan dukungan dari Kementerian Ilmu Pengetahuan dan TIK Korea dan Yayasan Riset Nasional Korea.

“Kerjasama ini akan berlangsung selama empat tahun dan difokuskan untuk penelitian dan pengembangan teknologi hijau,” ujar Kepala BPPT Hammam Riza di sela peluncuran GTPI  sekaligus digelar seminar teknologi di Gedung BPPT, Jakarta, Kamis (22/8).

Lebih lanjut Hammam menambahkan, BPPT memiliki tugas melaksanakan implementasi teknologi. “Selama ini, BPPT telah berhasil menghasilkan inovasi untuk mitigasi dan adaptasi perubahan iklim seperti teknologi modifikasi cuaca, jaringan mikro, proyek percontohan pembangkit listrik biogas POME dan pembangkit listrik limbah menjadi energi adalah yang pertama di Indonesia,” ujarnya.

Karenanya,  BPPT akan mendukung kegiatan GTPI di Indonesia untuk mengembangkan teknologi ramah lingkungan. “Dengan hadirnya GTPI, akan ada peningkatan penelitian dan pengembangan teknologi hijau dengan skema kemitraan antara Indonesia-Korea,” ujarnya.

Sedangkan Byung-ki Cheong, Presiden GTC mengatakan bentuk kolaborasi antara BPPT dan GTC, yaitu penelitian bersama dan kolaborasi proyek dengan fokus energi terbarukan, air murni, perikanan serta dan pertanian pintar.

“Kerjasama lain yaitu berbagi pengetahuan dalam berbagai pertemuan seperti konferensi, seminar dan lokakarya. Selain itu, kerjasama konsultasi dan publikasi dalam implementasi, perencanaan dan identifikasi kegiatan lebih lanjut untuk meningkatkan kolaborasi,” ujar Byung-ki Cheong.

Pada kesempatan yang sama, Kwangyoung Kim Direktur GTPI, menjelaskan GTPI menargetkan tiga tujuan utama, yaitu GTPI akan mengembangkan dirinya sebagai platform untuk kerjasama sains dan teknologi sebagai prioritas pertama.

“Kami bertujuan untuk mengembangkan GTPI sebagai platform inovasi terbuka di mana siapa saja dapat bergabung untuk menyelesaikan masalah sosial dengan teknologi iklim hijau. Dalam kerangka kemitraan swasta-publik-kemitraan. GTPI akan bekerja sama erat dengan berbagai pemangku kepentingan di tingkat lokal, nasional dan internasional,” papar Kwangyoung Kim.

Kedua, lanjut Kim, GTPI akan berkontribusi pada pembangunan sosial membangun kembali sumber daya Indonesia dalam perputaran basis ekonomi. “GTPI akan aktif mempromosikan pendekatan regeneratif untuk pengelolaan limbah, di mana pemerintah Indonesia juga memberikan penekanan khusus sebagai agenda penyelesaian masalah social,” ujarnya. Dalam hal ini, GTPI akan meningkatkan pengelolaan limbah rendah karbon dan transisi pengelolaan limbah ke energi untuk pembangunan berkelanjutan.

Target ketiga, kata Kim, GTPI akan memperluas dengan memasukkan energi terbarukan, air berkelanjutan, pertanian cerdas iklim, dan daerah tahan bencana alam, sesuai dengan kepentingan dan kebutuhan nasional Indonesia. “Dengan melakukan itu, saya percaya GTPI akan berkontribusi pada upaya global untuk mengatasi tantangan umum perubahan iklim yang kita semua hadapi,” ujarnya.

Parlindungan Purba, Ketua DPD RI menyampaikan bahwa kerjasama ini memperoleh dukungan dari parlemen Korea. “Hasilnya bisa dimanfaatkan di daerah-daerah,” ujarnya.

Soni Solistia Wirawan Deputi TAB BPPT, mengatakan semua pembiayaan kerjasama ini diberikan pihak Korea. Sementara BPPT, kata Soni, akan menyediakan fasilitas kebutuhan kerjasama tersebut. (red/ju)

 

 

Optoma SA500 Solusi Proyektor Efisien

0

Jakarta, Biskom – Proyektor merupakan salah satu perangkat pendukung yang diandalkan dalam bidang pendidikan. Kehadiran proyektor memberikan pengalaman lebih dalam kegiatan belajar-mengajar.

Memahami hal tersebut, Optoma melalui pt. Datascrip sebagai authorized distributor-nya di Indonesia menghadirkan proyektor terbaru Optoma SA500 dengan harga Rp5 juta.

Proyektor dengan tingkat kecerahan 3.600 lumens ini cocok digunakan untuk ruang kelas medium berkapasitas hingga 30 orang dan layar berukuran 84 inci. Gambar yang ditampilkan oleh proyektor ini tajam dengan rasio kontras tinggi 22.000:1.

Diperkuat dengan built-in speaker 10W, Optoma SA500 memberikan performa audio yang memuaskan. Kehadiran built-in speaker ini membuat presentasi multimedia lebih praktis dan efisien karena tidak perlu lagi tambahan audio eksternal di ruang kelas.

Efisiensi pemakaian Optoma SA500 juga didukung dengan Lamp Life Mode yang mencapai 15.000 jam, serta memberikan penghematan konsumsi listrik dengan adanya fitur Eco+. Selain itu, dengan aktivitas belajar-mengajar yang bisa mencapai 10 jam per hari, Lamp Life Mode juga menghemat penggantian lampu proyektor.

“Proyektor Optoma SA500 merupakan solusi untuk kebutuhan proyektor yang efisien, praktis digunakan dan berperforma maksimal. Proyektor ini ideal untuk digunakan sebagai sarana pendukung aktivitas belajar-mengajar, baik itu di sekolah, universitas, lembaga kursus maupun pelatihan, ” ujar Jeremy Hermanto – Senior Division Manager pt. Datascrip, sebagai authorized distributor Optoma di Indonesia. (red)

41 Tahun BPPT, SDM Iptek Indonesia Maju

0

Jakarta, Biskom- Bertepatan dengan hari ulang tahun Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)  pada hari ini, Rabu   (21/8) yang ke 41,    BPPT hingga saat ini, telah meluncurkan inovasi yang ditujukan untuk membuktikan negara ini mampu berdaya saing, dari globalisasi dan disrupsi teknologi.

Kepala BPPT Hammam Riza menegaskan komitmen BPPT di usia ke 41 Tahun ini untuk menghadirkan inovasi dan layanan teknologi terbaik demi mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045. Salah satunya diwujudkan dengan peluncuran Transformasi Digital 41 Proses Bisnis BPPT.

“Pelaksanaan transformasi digital merupakan salah satu upaya strategis yang harus dilakukan untuk mewujudkan tatakelola pemerintahan yang dinamis atau ‘dynamic goverment’ di BPPT. Dengan harapan akan menjadi model percontohan untuk diterapkan secara nasional,” tegas Hammam dalam sambutannya.

Dengan dynamic government, maka Tatakelola kepemerintahan akan lebih dinamis dengan bercirikan proses birokrasi yang cepat, responsif, dan efisien.

“Hal inipun menunjukkan kesiapan pemerintah mengantisipasi disrupsi teknologi di era 4.0 dimana penguasaan teknologi sangat dibutuhkan, dan harus siap diterapkan secara massif dan sistemik. Menumbuhkembangkan penguasaan teknologi di Indonesia sangat perlu ditingkatkan. ” ungkapnya.

Dilanjutkan Hammam, Inovasi dan layanan teknologi ini pun  tentunya sangat perlu didukung oleh pembangunan sumberdaya manusia (SDM) yang berkualitas. Pembangunan SDM inipun telah ditegaskan dalam Pidato Visi Indonesia 2019-2024, hingga menjadi tema peringatan HUT RI ke 74  yakni SDM Unggul Indonesia Maju.

“Pas sekali dengan visi Presiden RI yang mengatakan akan fokus dalam membangun sumberdaya manusia, serta dikuatkan dengan tema Peringatan Hari Kemerdekaan RI ke 74, SDM Unggul Indonesia Maju,” kata Hammam.

SDM Iptek Indonesia Maju

Tema “SDM Unggul Indonesia Maju” diteruskan BPPT menjadi tema peringatan Hari Lahir ke 41, yakni Pembangunan SDM Iptek Penghela Pertumbuhan Ekonomi Menuju Indonesia Maju Mandiri Adil dan Makmur. Hal ini  dapat dimaknai bahwa SDM, khususnya yang berwawasan Iptek, merupakan salah satu modal dasar pembangunan nasional.

“BPPT menindaklanjuti pembangunan SDM tersebut, akan difokuskan guna mendukung pencapaian target pembangunan SDM Iptek dalam RPJMN 2020-2024. Terutama terkait peran SDM Iptek BPPT dalam merespon dinamika lingkungan global di era Revolusi Industri 4.0 menuju terwujudnya Super Smart Society 5.0 ke depan,” ujarnya.

Hammam berharap SDM Iptek yang berkualitas dapat membawa Indonesia maju dan mandiri. SDM Iptek lah yang diperlukan guna mentransformasikan peningkatan nilai tambah ekonomi dari kekayaan sumber daya alam melalui pemanfaatan Iptek.

“Saya sangat berharap Indonesia kedepan, dapat menjadi negara dengan kekuatan ekonomi yang tinggi, yang didukung dengan berlimpahnya SDM Iptek yang berkualitas,” paparnya.

Inovasi BPPT

Lebih lanjut Hammam menuturkan bahwa hingga kini telah banyak inovasi teknologi BPPT yang telah diterapkan untuk kepentingan nasional. Sepanjang Tahun 2019 ini kata Hammam, inovasi BPPT yang sudah dihadirkan antara lain;

1.BPPT memasang Buoy Tsunami Early Warning System di Wilayah Gunung Anak Krakatau.
2. BPPT juga terkait percepatan Program Nasional Kendaraan Berbasis Listrik, telah menghadirkan inovasi fasilitas pengisi daya atau fast charging station untuk kendaraan listrik.
3. BPPT telah melakukan Audit LRT Jabodebek
4. BPPT melakukan kajian terhadap kelayakan proyek kereta api semi cepat Jakarta-Surabaya. Kemudian juga melakukan audit terhadap LRT Jabodebek. Mulai dari kereta nya hingga persinyalan.
5. BPPT juga sudah berhasil menerapkan Teknologi Pengolah Sampah Berbasis Termal, atau biasa dikenal Pembangkit Listrik Tenaga Sampah di Bantargebang.
6. Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca BPPT juga berperan penting dalam mengatasi bencana Karhutla di beberapa wilayah tanah air.
Selain itu diakui Hammam, sudah banyak produk inovasi BPPT saat ini yang di produksi oleh industri dalam negeri. Seperti Pesawat Udara nir Awak atau Drone tipe Wulung, sudah di produksi oleh PT Dirgantara Indonesia.

Diikuti  teknologi sistem navigasi pesawat nir radar atau teknologi ADS-B, sudah mendapat sertifikasi Kemenhub, juga sudah digunakan di Bandara Husein Bandung, Ahmad Yani Semarang, juga di Papua. “Kemudian juga inovasi cangkang kapsul rumput laut, sudah di produksi massal. Kedepan juga Kit deteksi penyakit Demam Berdarah akan di produksi oleh salah satu industri farmasi dalam negeri,” paparnya.

Program kedepan BPPT diamanatkan untuk menjalankan program flagship. Yakni Untuk Tahun 2020 pun BPPT dipercaya untuk memimpin/mengkoordinir 5 Flagship Nasional dan 1 Big Project Nasional. “Hal tersebut adalah Flagship Bahan Baku Obat (BBO), Flagship PLTP, Flagship Fast Charging untuk Mobil Listrik, Flagship Industri Garam, Flagship PUNA MALE, Big Project Ina TEWS,” pungkasnya. (red/ju)

Multipolar Security Forum: Perkokoh Infrastruktur Keamanan Siber

0

Jakarta, Biskom- Kemudahan di era digital bak dua sisi mata uang. Di satu sisi, pemanfaatan teknologi digital menyajikan kenyamanan dalam mengakses data atau informasi, namun di sisi lain dapat memicu kompleksitas dan ancaman cybersecurity (keamanan siber).

Adalah penting bagi para pelaku usaha untuk bisa cepat mengidentifikasi, mencegah dan merespons ancaman siber sehingga bisa terhindar dari potensi hilangnya data-data penting, reputasi perusahaan dan kepercayaan pelanggan. Hal inilah yang menjadi topik pembahasan dalam Security Forum 2019 yang diselenggarakan oleh Multipolar Technology bertema “How is Cybersecurity Architecture Becoming Intelligence Driven?” di Jakarta, (20/8).

Infrastruktur keamanan menjadi salah satu ujung tombak guna mempertahankan dan meningkatkan standar layanan yang aman dan terpercaya bagi pelanggan. Faisal Yahya, CyberSecurity Strategist yang menjadi pembicara utama dalam seminar ini, memaparkan potensi ancaman keamanan siber yang bakal dihadapi dalam sepuluh tahun kedepan, juga tantangan yang dihadapi saat beralih dari keamanan infrastruktur ke threat intelligence atau incident response (penanganan insiden).

Guna mengantisipasi potensi ancaman siber yang makin kompleks, Multipolar Technology menawarkan rangkaian solusi keamanan dari Tenable, F5 Advanced WAF (Web Application Firewall), dan IBM QRadar SIEM (Security Information and Event Management) yang mengedepankan berbagai keunggulan yang saling melengkapi.

Tenable sebagai vulnerability assessment tool mampu melakukan deteksi dini terhadap celah yang tidak aman atau berpotensi untuk disusupi. Laporan yang dihasilkan Tenable ini memberikan informasi celah mana yang harus diprioritaskan untuk segera ditindaklanjuti berdasarkan tingkat risikonya, sehingga ancaman bisa diantisipasi dengan cepat.

F5 Advanced WAF (Web Application Firewall) berperan menangkal ancaman yang bisa terjadi karena intensnya akses ke aplikasi berbasis web dan mobile, yang dapat mengidentifikasi dan memblokir serangan yang terlewatkan oleh solusi WAF lainnya. Solusi ini menyajikan keunggulan antara lain perlindungan terhadap pencurian dan penyalahgunaan data, proactive bot defense yang merupakan satu-satunya WAF dengan fungsi mitigasi komprehensif terhadap ancaman bot di web dan mobile, serta kemampuan App-Layer DDoS yang mendeteksi ancaman pada Layer 7 DDoS dengan menggunakan machine learning dan behavioral analytics (analisa tingkah laku).

Solusi keamanan siber yang tak kalah pentingnya adalah IBM QRadar SIEM (Security Information and Event Management), yang mampu mengidentifikasi dan menganalisa potensi ancaman dari berbagai sumber secara real-time dan menampilkannya dalam satu dashboard. Solusi ini menyajikan laporan di mana ancaman terjadi – apakah di jaringan, aplikasi, atau web, sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat. Dengan IBM QRadar SIEM, tim TI tidak perlu lagi menelusuri satu per satu kebocoran yang terjadi, sehingga tindakan antisipasi dan pengamanan bisa dilakukan lebih cepat dan akurat.

Dengan layer keamanan yang kokoh, perusahaan tentu akan siap menghadapi ancaman keamanan siber dan mampu bersaing dalam era transformasi digital saat ini. (red/ju)

Situs Sanken Dicatut Untuk Penipuan Online

0

Jakarta, Biskom- Kejahatan di dunia maya yang mencatut nama Sanken, mendapat tanggapan  dari Neta S Pane selaku Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW). Menurutnya, kejahatan dengan menggunakan web palsu Sanken, tidak saja merugikan Sanken, melainkan juga masyarakat menjadi korbannya.

“Dalam kasus ini ada dua pihak yang dirugikan, Sanken dan masyarakat yang menjadi korban penipuan. Sebaiknya, selain Sanken, para korban juga melaporkan kasus ini ke polisi,” kata Neta Pane saat dihubungi terkait kasus penipuan web yang mengatasnamakan Sanken di Jakarta, kemarin.

Mengingat sudah adanya sejumlah korban, ia pun meminta Polda Metro Jaya bekerja cepat mengungkap dan menangkap pelakunya agar tidak semakin banyak lagi korban berjatuhan. Terlebih pihak Sanken sudah melaporkan kasus ini kepada Polda Metro Jaya.

Sebulan lebih berlalu, laporan ini bukannya membuat pelaku menghentikan kejahatannya, malah terus menjaring korban dengan berganti-ganti domain meski dengan tetap menyelipkan nama Sanken.

“Dalam mengungkap kasus ini Polda Metro Jaya bisa meminta bantuan Direktorat Cyber Crime Mabes Polri yang belum lama ini melaunching Patroli Siber. Dari kasus ini kecanggihan Patroli Siber diuji mampu tidak kepolisian mengungkap kasus ini dan menangkap pelaku kejahatan cyber ini,” tandasnya.

Teddy Tjan, Direktur Pemasaran PT Istana Argo Kencana (Sanken), mengaku, modus penipuan baru yang membawa nama Sanken itu sudah merusak nama baik Sanken yang selama ini selalu dijaga. Penipuan ini mencoba mengincar kelemahan konsumen yang menjadi pelanggan setia Sanken.

Pelaku kejahatan ini kerap berganti-ganti web dengan housting di berbeda-beda, namun tetap dengan menyelipkan nama Sanken di web tersebut. Sebut saja mysanken.com, sankenid.com, sankenku.com, dan banyak lagi. Terpantau satu, maka pelaku mengganti dengan web yang lain.

“Karenanya, masyarakat harus lebih berhati-hati dan waspada jika ada penawaran menarik dari selain website resmi di www.sanken.co.id, ” tandasnya.

Masyarakat juga diminta untuk berpikir cerdas menyikapi penawaran produk yang dijual di luar situs resmi Sanken di www.sanken.co.id. Jangan sampai masyarakat yang melakukan transaksi pada website penipuan mentransfer sejumlah uang ke nomor rekening yang diminta pelaku.

Dikatakan, pelaku penipuan ini memanfaatkan belanja promo yang tengah tren di toko online. “Masyarakat jangan langsung percaya jika ada penawaran yang di luar logika. Ada baiknya memastikan di web resmi Sanken di www.sanken.co.id,” tambahnya. (red)

Biznet Giatkan Bali Beach Cleaning

0

Jakarta, Biskom- Biznet berkomitmen mendukung pelestarian lingkungan melalui program Biznet Bali Beach Cleaning, sebuah program yang merupakan kegiatan membersihkan pantai di Bali menggunakan traktor khusus milik Biznet. Program Biznet Bali Beach Cleaning merupakan salah satu program CSR perusahaan yang telah diluncurkan pada Mei 2018 yang berada di bawah naungan Biznet Foundation.

Program Biznet Bali Beach Cleaning telah menjalankan kegiatan membersihkan beberapa pantai di Bali secara rutin, yang saat ini fokus pada empat pantai tujuan wisata di Pulau Dewata, yaitu Pantai Benoa, Nusa Dua, Kuta, dan Sanur. Dengan dukungan dari berbagai pihak diantaranya Pemda, Dinas Kebersihan setempat, komunitas peduli lingkungan Bali, wisatawan lokal dan asing, serta masyarakat umum.

Program Biznet ini memperoleh respon positif dari banyak kalangan. Hal ini juga yang menjadi motivasi utama perusahaan untuk terus mengembangkan program ini sehingga dapat memperluas jangkauan program Biznet Bali Beach Cleaning ke lebih banyak pantai tidak hanya di Pulau Bali, namun juga hingga ke pantai yang ada di pulau-pulau lainnya di Indonesia.

“Permasalahan sampah yang menumpuk di banyak pantai di Bali telah sampai di tahap yang mengkhawatirkan, tidak hanya bagi masyarakat Indonesia namun juga bagi masyarakat dunia, karena Bali merupakan salah satu tujuan wisata paling terkenal di dunia. Berdasarkan hal itu kami mengambil inisiatif untuk melakukan langkah nyata untuk turut menjaga kebersihan pantai di Bali melalui program Biznet Bali Beach Cleaning ini,” ujar Adi Kusma, President Director Biznet.

Program ini diluncurkan oleh Biznet sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap kondisi pantai di Bali, dimana DHLK (Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan) setempat mendeklarasikan status darurat sampah pada tahun 2017 di pantai sepanjang 6 kilometer yang mencakup Pantai Jimbaran, Pantai Kuta dan Pantai Seminyak. Status ini bermula dari munculnya berbagai protes dari banyak wisatawan dunia terhadap sampah yang kian menumpuk di banyak pantai di Bali.

“Dalam menjalankan kegiatan membersihkan pantai di Bali ini kami bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Badung dan juga dengan komunitas sosial diantaranya Truna Truni Banjar Sanur, Banjar Kuta, dan Banjar Benoa. Kami juga bekerjasama dengan Asosiasi Hotel di wilayah Kuta, Benoa, Sanur dan Nusa Dua, dimana banyak hotel di wilayah tersebut memiliki lokasi yang langsung berbatasan dengan pantai. Kegiatan membersihkan pantai yang rutin dijalankan oleh Biznet di wilayah tersebut, kami mendapat banyak sekali respon positif, baik dari pihak hotel maupun dari para pengunjung dan wisatawan yang menginap di hotel tersebut,” ujar Bagus Wicaksono, Senior Manager Sales Regional Biznet.

Program Biznet Bali Beach Cleaning Campaign dijalankan oleh Biznet setiap hari di banyak lokasi berdasarkan kondisi kebersihan di pantai-pantai yang ada. Terkait dengan proses pembuangan sampah yang terkumpul dari proses membersihkan pantai menggunakan traktor. (red/ju)

Implementasi SPBE Untuk Pelayanan Publik

0

Jakarta, Biskom- Dinas Perpusatakaan dan Kearsipan (Dispusip) Pemprov DKI Jakarta menggelar seminar bertema “Implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik untuk Akuntabilitas Pelayanan Publik” dengan sub tema “Wujudkan Tertib Arsip pada OPD dan BUMD dalam rangka Percepatan Penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE)” di Balai Kota DKI Jakarta.

Seminar yang bertujuan mengoptimalkan sistem kearsipan berbasis elektronik untuk mendukung Gerakan Nasional Sadar Tertib Arsip (GNSTA) ini, diikuti oleh puluhan peserta terdiri dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), serta pengurus Forum Kearsipan/Asosiasi Arsip Indonesia.

Menurut Asisten Kesejahteran Rakyat Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Catur Laswanto, seminar kearsipan ini sebagai upaya agar sistem kerasipan berbasis elektronik bisa diimplementasikan dengan baik dan bertujuan agar para kepala OPD dan direksi BUMD mengerti, memahami, serta dapat melaksanakan pengelolaan arsip berbasis elektronik dalam pertanggung jawaban kinerja dan sebagai bukti otentik.

“Perlu komitmen seluruh OPD dan BUMD untuk memberikan pelayanan kearsipan yang terbaik kepada masyarakat dengan cepat, tepat, efektif, efisien dan profesional,” ujar Catur seraya menambahkan, GNSTA merupakan program nasional berdasarkan Peraturan Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) No.7 /2019. “Kita ingin mewujudkan adanya akselarasi dan percepatan tertib administrasi,” terangnya.

Sementara Kepala Dispusip DKI Jakarta Wahyu Haryadi menambahkan, sebagai lembaga kearsipan di daerah, pihaknya berkomitmen meningkatkan tertib arsip dan penerapan sistem kearsipan berbasis elektronik, sehingga terwujud SPBE di lingkungan Pemprov DKI Jakarta.

Menurutnya, untuk percepatan audit kearsipan di tahun 2019, Dispusip DKI Jakarta mulai melakukan inovasi audit kearsipan online dengan menggunakan aplikasi Sistem Informasi Audit Kearsipan (SIAK) untuk mengetahui potret pengelolaan kearsipan di setiap OPD maupun BUMD. “Kami berharap melalui hasil audit kearsipan yang menggunakan aplikasi SIAK, semua OPD dan BUMD dapat melakukan pembenahan pengelolaan kearsipannya agar memenuhi standar tata kelola kearsipan,” tandasnya. (red)

Upacara HUT RI Ke-74, Menristekdikti Siap Wujudkan SDM Unggul

0

Tangsel, Itech- Pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi kunci keberhasilan dan kesuksesan Indonesia di masa depan. Sumber Daya Manusia Indonesia harus unggul dalam segala bidang sehingga dapat bersaing secara global, terlebih ketika memasuki era industri 4.0. Dan, tentunya untuk dapat mencapai Indonesia yang maju, pembangunan infrastruktur saja belum cukup untuk bersaing dengan kemajuan teknologi dari negara lain.

” Keunggulan SDM di era ini dapat dilihat dari tingkat inovasi dan kreativitas yang dihasilkan. Perguruan tinggi, litbang, dan LPNK harus saling  bekerja sama, menjadi lokomotif inovasi dan kreativitas bangsa, menjadi penggerak pembinaan dan pembudayaan inovasi dan kreativitas,” ungkap Menristekdikti Mohamad Nasir saat menjadi Pembina Upacara Peringatan HUT RI   ke-74  dengan tema “SDM Unggul, Indonesia Maju” di kawasan Puspiptek, Serpong, Tangsel, Sabtu (17/8).

Dilanjutkan Menteri Nasir,  “Kita menyadari  bahwa kemajuan industri yang berjalan di Indonesia tidak cukup hanya dengan infrastruktur, akan tetapi harus didukung dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan peningkatan kualitas SDM dapat ditempuh dengan perbaikan pendidikan untuk menjalankan kemajuan teknologi seiring kemajuan industri 4.0.”

Menristekdikti mengungkapkan dalam menciptakan SDM yang unggul Perguruan Tinggi harus tampil sebagai garda terdepan dalam mencetak SDM yang unggul dan kompetitif di masa datang. Satu hal yang harus ditempuh adalah selalu meningkatkan kualitas SDM perguruan tinggi, serta menyiapkan diri agar mampu beradaptasi untuk mencapai keberhasilan dalam membangun bangsa.

“Bonus demografi yang kita miliki harus benar-benar kita optimalkan dengan mencetak sumber daya manusia Indonesia yang unggul, peluang ini akan menjadi emas jika kualitas pendidikan terus kita tingkatkan. Peran perguruan tinggi sebagai agen perubahan dinanti oleh bangsa ini dalam menjawab segala tantangan yang ada,” jelas Menristekdikti.

Menteri Nasir menambahkan UU Sisnas Iptekmenjadi momentum emas dalam peningkatan pembangunan kapasitas SDM iptek dan peningkatan karya-karya besar invensi dan inovasi.

Dalam upacara ini, Menristekdikti juga memberikan penghargaan kepada pimpinan dan anggota Polres  Metro Jakarta Barat atas keberhasilan membongkar peredaran narkoba di beberapa perguruan tinggi di Jakarta. Kemenristekdikti telah menjalin kerja sama lebih intensif dengan Polri untuk menangkal dan memberantas peredaran narkoba di perguruan tinggi. (red/ju)