Home Blog Page 823

Tolak Eksekusi, Warga Kampung Pilar Lapor ke Ombudsman

0

Jakarta, BISKOM – Ombudsman RI Perwakilan Jakarta Raya menerima perwakilan dari Forum Warga Kampung Pilar Tertindas (FORWAPTI) yang melaporkan terkait Eksekusi Putusan Pengadilan Negeri Bekasi Nomor 234/Pdt.G/2011/Pn Bks tanggal 15 Agustus 2011. Dalam hal ini warga berpendapat bahwa terdapat dugaan maladmininstrasi dalam pelaksanaan Putusan dimaksud.

Selain itu informasi dari warga kampung Pilar, bahwa sebelumnya Pengadilan Negeri (PN) Cikarang telah mengeluarkan surat edaran terkait eksekusi `pengosongan lahan warga seluas 2,2 hektar yang dihuni 333 kepala keluarga atau 1200 jiwa di Kampung Pilar RT 01 dan 02, RW 01, Desa Cikarang Kota, Kecamatan Cikarang Utara. Hal ini yang menjadi dasar keresahan warga hingga pada hari ini Kamis (29/08/2019) warga Kampung Pilar mendatangi Komnas HAM dan Ombudsman RI Perwakilan Jakarta Raya.

Terkait dengan laporan tersebut Ombudsman RI Perwakilan Jakarta Raya memberikan keterangan, “Kami akan menindaklanjuti pokok laporan tersebut guna mendapatkan kejelasan dan memastikan mengenai ada tidaknya Maladministasi serta mendorong bentuk penyelesaian dan kepastian hukum bagi warga.” Tegas Teguh P. Nugroho.

Sumber: Siaran Pers OMBUDSMAN RI Perwakilan Jakarta Raya, 29 Agustus 2019.

BSSN Gelar Simposium CIIP-ID Summit 2019

0

Bali, Biskom- Badan Sandi dan Siber Negara (BSSN) menggelar Symposium on Critical Information Infrastructure Protection (CIIP-ID Summit) 2019, dengan mengusung tema: Protecting Critical Infrastructure in the Digital Era: Building Indonesia’s Cyber Resilience, di Discovery Kuta Plaza Hotel,  Rabu (29/8)

Kegiatan ini merupakan salah-satu bentuk upaya pemerintah melalui BSSN, untuk meningkatkan kesadaran regulator, pelaku industri/operator sektor Infrastruktur Kritis Nasional (IKN), lembaga teknis dan akademisi akan pentingnya penerapan keamanan siber.

BSSN melalui CIIP-ID Summit mendorong regulator, pelaku industri, lembaga teknis, akademisi dan publik menerapkan prinsip-prinsip dan teknis keamanan siber. Apalagi, saat ini pemanfaatan ICT  merupakan business enabler bagi sektor  IKN sehingga keamanan siber sudah dikategorikan sebagai kebutuhan.

Era Revolusi Industri 4.0 telah membawa pengaruh yang sangat besar terhadap perkembangan industri yang memanfaatan teknologi informasi (TI) seperti big data, sistem otomasi/Operational Technology (OT) pada sistem produksi, komputasi awan (cloud computing),yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Dalam pembukaan simposium CIIP-ID Summit 2019, Kepala BSSN, Letjen TNI (Purn) Hinsa Siburian mengatakan dalam perkembangan teknologi saat ini, tengah memasuki era revolusi industri 4.0. kita harus waspada terhadap munculnya berbagai ancaman siber ketika dunia menjadi semakin terhubung.

“Era ini memiliki empat pilar fungsional, yaitu big data, internet of things (IoT), internet of services, dan cyber security. Kita dapat mengambil manfaat dari berkembangnya berbagai inovasi dalam era revolusi industri 4.0. Untuk itu perlunya perhatian serius mengingat risiko terkait keamanan siber sangat besar jika implementasi teknologi tidak dikelola dan diproteksi dengan baik,” ujar Hinsa Siburian, dalam pembukaan simposium CIIP-ID Summit 2019.

Selain mendorong percepatan pengesahan Rancangan Undang-Undang Keamanan dan Ketahanan Siber, BSSN melakukan kolaborasi dan koordinasi antara pemerintah sebagai regulator dengan operator IKN sebagai pelaku industri, yang dirasa saat ini sangat diperlukan, terutama pada hal yang terkait pada pertukaran informasi mengenai tren ancaman dan best practice penanganan insiden/krisis siber.

Saat ini BSSN sedang melaksanakan beberapa program prioritas secara simultan, salah satunya adalah membangun National Security Operation Center (NSOC). Keberadaan NSOC menjadi vital dalam upaya menjaga keamanan siber di level nasional. NSOC akan memberikan manfaat yang optimal dengan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk dalam rangka memproteksi sektor IKN.

Kegiatan  yang menggandeng PT Xynexis Internasional yang meng-organized acara bertujuan guna mempertemukan para pimpinan dan pengambil keputusan baik dari sektor private maupun pemerintah, serta memberikan kesempatan untuk membahas tantangan, berbagi pengalaman serta mempelajari best practice, terutama yang berkaitan dengan keamanan siber pada IKN.
“Rangkaian kegiatan dalam CIIP-ID 2019 ini di mulai dari Expert Talk, Sharing Session, CISO Briefing, dan Cyber War Game. Semua  akan lebih bermakna dan bermanfaat jika seluruh peserta dapat berpartisipasi, berkolaborasi dan berkontribusi melalui penyampaian gagasan, ide, pengalaman, best practise, dan strategi dalam hal pengamanan IKN,”papar Eva Noor , CEO PT Xynexis International

 

 

Risiko Keamanan Siber untuk Teknologi Operasional (OT)

0

Jakarta, Biskom- Fortinet baru-baru ini melaporkan tren keamanan untuk jaringan Teknologi Operasional (OT) 2019. Laporan Tren Keamanan OT Fortinet menganalisis data yang dikumpulkan dari jutaan perangkat Fortinet untuk membedakan status keamanan siber untuk kontrol pengawasan dan akuisisi data (SCADA) dan sistem kontrol industri lainnya (ICS).

Edwin Lim selaku Country Manager Fortinet Indonesia mengatakan, analisis kami menemukan banyak serangan pada sistem OT yang tampaknya menargetkan perangkat tua yang menjalankan perangkat lunak menunjukkan bahwa jaringan OT semakin menjadi sasaran serangan warisan berbasis IT yang tidak lagi efektif terhadap jaringan IT. Namun, industri secara keseluruhan, juga melacak peningkatan yang mengganggu dalam serangan OT yang dirancang khusus untuk menargetkan sistem SCADA dan ICS.

Dilanjutkan Edwun, serangan cyber ini cenderung menargetkan bagian terlemah dari jaringan OT. Banyak dari serangan ini sering mengambil keuntungan dari kompleksitas yang disebabkan oleh kurangnya standarisasi protokol, dan strategi kepercayaan implisit yang tampaknya menembus banyak lingkungan OT.

Pastinya, penjahat dunia maya dapat menggunakan ancaman berbasis IT yang sudah ada untuk menyerang sistem OT. Cukup banyak serangan yang menargetkan teknologi lama seperti aplikasi dan sistem operasi yang belum ditambal.

Selain itu, penjahat cyber dapat mengekstraksi nilai maksimum dari setiap ancaman baru yang mereka kembangkan dengan terus mengeksploitasi sistem dan kerentanan. Mereka juga akan terus mengeksploitasi siklus penggantian yang lebih lambat dan teknologi warisan yang cenderung tetap di tempat selama bertahun-tahun. Integrasi dan konvergensi IT karena upaya transformasi digital akan terus menekan situasi ini lebih lanjut.

“Laporan Fortinet menunjukkan bahwa risiko yang terkait dengan konvergensi IT / OT adalah nyata, dan perlu ditanggapi dengan serius oleh organisasi mana pun yang mulai menghubungkan sistem ICS / SCADA mereka dengan jaringan IT mereka,” ujar Lim didampingi Vincent Liu, Regional Sales Director APAC Nozomi Networks serta Ching Beng Yue, Regional Sales Director APAC (Global & regional Accounts, OT Business Forrtinet dalam media breifing di Jakarta, Rabu (28/8).

Edwin melanjutkan bahwa cara terbaik untuk menghadapi kenyataan baru ini adalah dengan mengadopsi dan menerapkan pendekatan strategis komprehensif yang menyederhanakan solusi, dan melibatkan para pakar IT dan OT di seluruh organisasi.

Sedangkan Ching Beng Yue menyatakan, dalam ekonomi digital saat ini, menyatukan lingkungan IT dan OT sangat penting bagi banyak organisasi untuk bersaing secara efektif. Kegagalan untuk mengintegrasikan lingkungan IT dan OT dapat mengakibatkan kegagalan jaringan yang sangat besar yang dapat menyebabkan kerugian jutaan dolar.

Menggabungkan kemampuan IT seperti analitik data besar dan pembelajaran mesin ke dalam sistem OT, bersama dengan solusi konektivitas yang lebih cepat untuk menanggapi peristiwa keamanan dan keselamatan lebih cepat, telah memungkinkan industri ini untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi, menawarkan keunggulan kompetitif bagi mereka yang menggabungkan sistem secara efektif.

“Namun, penting bagi tim OT untuk mempertimbangkan bagaimana konvergensi ini memengaruhi postur cybersecurity dari infrastruktur kritis, terutama mengingat dampak dari downtime yang disebabkan oleh serangan siber terhadap ekonomi, kesehatan, dan produktivitas negara,”kata Ching.

Pasalnya, ancaman keamanan terhadap jaringan OT, terutama dalam infrastruktur kritis seperti transportasi, kesehatan, dan energi, dapat memiliki konsekuensi besar untuk memastikan keberhasilan organisasi-organisasi untuk meningkatkan upaya keamanan siber di industri yang mereka dukung. (red/ju)

Ombudsman Jakarta Raya: DLH Kabupaten Bogor Tidak Mampu Menangani Pencemaran Sungai Cileungsi

0

Jakarta, BISKOM – Dipimpin oleh Kepala Perwakilan, Teguh P. Nugroho, Ombudsman RI Perwakilan Jakarta Raya melakukan sidak ke beberapa titik terkait pencemaran Sungai Cileungsi. Sidak ini merupakan bagian dari proses monitoring tindakan korektif Laporan Akhir Hasil Pemeriksaan (LAHP) Pencemaran Sungai Cileungsi awal tahun 2019 yang lalu. “Kami ingin melihat apakah DLH Kabupaten Bogor sudah mampu menangani pencemaran Sungai Cileungsi yang sesuai dengan tindakan korektif yang telah kami sarankan di awal tahun 2019 yang lalu” ujar Teguh. “Dampak pencemaran sungai, biasanya lebih terasa di musim kemarau, dan karena itu kami melakukan sidak pada hari ini (selasa.red 27/8)” lanjutnya.

Sidak tersebut dilakukan di beberapa titik yang ditengarai sebagai awal mula terjadinya pencemaran yaitu Jembatan Wika, Jembatan Narogong di wilayah perbatasan Kabupaten Bogor dan Kota Bekasi, serta Jembatan Pocong. “Di titik terakhir kami menemukan ratusan ikan sapu-sapu mati di satu titik saja. Selain itu air Sungai Cileungsi menghitam, berbau dan berbusa” paparnya lagi. Matinya ikan sapu-sapu yang biasanya cukup tahan dengan polutan dari limbah domestik bisa menjadi indikasi beratnya pencemaran yang terjadi di Sungai Cileungsi dan ditengarai berasal dari limbah kimia yang dihasilkan pabrik-pabrik di wiayah tersebut. “Untuk memastikan tingkat pencemaran Sungai Cileungsi, kami akan meminta data pemeriksaan kondisi air terakhir dari DLH Kabupaten Bogor dan DLH Kota Bekasi, serta mengecek keakuratan hasil pemeriksaan tersebut ke Laboratorium yang melakukan pengecekan” tegas Teguh.

Selain melakukan pemeriksaan di sungai, Teguh dan jajarannya melakukan pemeriksaan terhadap dua IPAl (Instalasi Pengolahan Air Limbah) di dua perusahaan yang menurut DLH Kabupaten Bogor telah mengalami perubahan sejak LAHP Ombudsman Jakarta Raya diberikan. “Kami menemukan, adanya ketidaksesuaian standar paling minimum dalam proses pengolahan limbah di salah satu perusahaan yang kami datangi”, sambungnya lagi. Temuan Ombudsman misalnya menunjukan pengolahan limbah B3 padat yang dibiarkan berserakan di gedung pabrik yang diperiksa, ada kebocoran di IPAL, dan tidak tersedianya informasi hasil pemeriksaan limbah terakhir.

Tahun lalu, Ombudsman Jakarta Raya menemukan ada 54 perusahaan yang bermasalah dengan perizinan khususnya terkait pembuangan limbah di sepanjang Sungai Cileungsi. Sebagai tindakan korektif, DLH Kabupaten Bogor kemudian membenahi pengawasan perizinan IPAL perusahaan-perusahaan tersebut, 17 diantaranya dinyatakan sudah clean and clear. “Namun saat kami melakukan pengecekan kemarin, jelas kami menemukan adanya pertidaksesuaian antara dokumen clean and clear DLH kabupaten Bogor dengan fakta di lapangan” tutur Teguh lebih lanjut.

Berdasarkan temuan di lapangan tersebut, Teguh beranggapan DLH Kabupaten Bogor sudah tidak mampu menangani masalah pencemaran Sungai Cileungsi tersebut. “Selain temuan dil apangan, kami juga menemukan fakta bahwa para pelaku kejahatan lingkungan tahun sebelumnya yang diajukan ke proses hukum hanya dijerat dengan Perda saja tidak dengan Undang-Undang No. 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup” tegas Teguh.

Kejahatan lingkungan berat seharusnya dijerat dengan pasal 1 angka 14 Undang-Undang No. 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dengan ancaman maksimal penjara 3 tahun dan denda Rp 3 miliar. Selain perusahaan pencemar lingkungan yang akan ditindak, pengawas lingkungan hidup yang lalai melaksanakan tugas juga bisa dijerat pasal Pidana dalam Undang-undang yang sama. “Maladminitrasi dalam pengawasan lingkungan ini unik” papar Kepala Ombudsman Perwakilan Jakarta Raya ini lagi. “Maladminitrasi dalam pengawasan kejahatan lingkungan hidup, implikasinya Pidana bukan hanya tindakan korektif”, tegasnya. Undang-Undang No. 32 tahun 2009 tersebut menegaskan, kelalaian lembaga pengawas lingkungan hidup juga merupakan tindak pidana. Namun nyatanya, dalam kasus ini, Pelaku kejahatan lingkunganpun hanya dikenai Tindak Pidana Ringan (Tipiring) dengan hukuman berupa denda sebesar 15 juta rupiah saja.

“Melihat dampak kerugian yang ditimbulkan akibat pencemaran Sungai Cileungsi ini, tidak hanya kematian biota Sungai Cileungsi, tapi juga bau menyengat yang harus ‘dinikmati’ warga di sepanjang jalur Sungai Cileungsi”, menurut Teguh lagi. Hal terburuk adalah, PDAM Tirta Patriot Kota Bekasi tidak dapat menjadikan air baku Sungai Cileungsi, yang saat melintasi Kota Bekasi menjadi Sungai Bekasi, sebagai bahan baku air minum lagi. ”Jelas ini menggangu pelayanan publik terhadap penyediaan air bersih bagi warga Kota Bekasi” tuturnya.

Berdasarkan kondisi tersebut, Ombudsman Jakarta Raya akan menindaklanjuti LAHP yang telah disampaikan sebelumnya dimana di dalam LAHP tersebut, jika DLH Kabupaten Bogor tidak mampu menjadi leading sector penangan pencemaran sungai Cileungsi, maka penanganannya akan dialihkan ke DLH dan jajaran Pemrov Jabar. ”Kami akan melakukan pemanggilan kepada DLH Kabupaten Bogor, DLH Provinsi Jabar, dan Ditjen Gakkum KLHK untuk menindaklanjuti ini” kata Teguh. “Jika diperlukan, kami akan meminta kesiapan dari Gubernur Jabar terkait dengan penanganan pencemaran ini, karena ini sudah lintas Kabupaten/Kota” tegas Teguh lagi.

Selain pemanggilan pihak-pihak tersebut, Ombudsman Jakarta Raya juga akan meminta keterangan dari DLH Kota Bekasi sebagai penanggung jawab tata kelola Sungai Cileungsi di hilir dan PDAM Tirta Patriot selaku pemberi layanan air bersih di Kota Bekasi. “Kami juga akan menindaklanjuti koordinasi dengan Mabes Polri dan Polda Jabar terkait penindakan para pelaku kejahatan lingkungan secara lebih tegas dengan memakai Undang-Undang 39 tahun 2009”, pungkas Teguh.

Sumber: Siaran Pers OMBUDSMAN RI Perwakilan Jakarta Raya, 28 Agustus 2019.

Malam Apresiasi Hakteknas ke-24, Ajang untuk Aktor Inovasi

0

Denpasar, Biskom – Malam Apresiasi Hakteknas ke-24 berlangsung meriah di Gedung Citta Kelangen, Institut Seni Indonesia (ISI) Bali, Selasa (28/8). Acara tersebut menjadi ajang pemberian anugerah Iptek dan penghargaan bagi para aktor inovasi tahun 2019, untuk Pemerintah (Provinsi dan Kabupaten/Kota, Litbang/Perguruan Tinggi, Industri dan Masyarakat). Hal ini dilakukan dalam rangka mendorong peningkatan kemampuan Iptek, yang diikuti dengan penguatan inovasi nasional dalam mendukung kemandirian dan daya saing bangsa Indonesia.

Dirjen Penguatan Inovasi Kemenristekdikti, Jumain Appe mengatakan malam apresiasi dalam rangka memberikan anugerah Iptek penghargaan kepada aktor inovasi (qudraple helix) yaitu Pemerintah (provinsi dan kabupaten/kota, Litbang/Perguruan Tinggi, Industri dan Masyarakat). “Apresiasi ini untuk mendorong peningkatan kemampuan Iptek, yang diikuti dengan penguatan inovasi nasional untuk mendukung kemandirian dan daya saing bangsa Indonesia,” tuturnya.

Selain itu, lanjut Jumain, untuk membangun iklim kondusif penguatan dan pengembangan inovasi sebagai outreach dari riset Iptek dalam penciptaan nilai tambah komersil, ekonomi dan atau sosial-budaya secara berkelanjutan.“Serta memberikan dorongan kepada para pelaku inovasi (individu, organisasi, lembaga) agar dapat terpacu dalam mewujudkan ide kreatif dalam penciptaan nilai tambah, baik sebagai individu maupun melalui kemitraan dan kerjasama antar unsur inovasi,” lanjutnya.

Menristekdikti, Mohamad Nasir juga memberikan apresiasi kepada enam Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK) yang berada dibawah koordinasi Kemenristekdikti, yang selalu mendorong kontribusi dalam inovasi bangsa. Sehingga pada tahun 2019 terdapat perubahan yang sangat signifikan dalam riset dan inovasi.
“Dulu startup atau inovasi yang dihasilkan para peneliti Indonesia selalu berada dibawah di Asia Tenggara. Bahkan patennya rendah. Saya waktu itu membandingkan dengan Iran, mereka mengembangkan startup dari tahun 2004-2014, berapa inovasi yang dihasilkan dalam 10 tahun, mereka menghasilkan 1000 start up,” terang Menteri Nasir.

Hal itulah yang menjadi tekad Menteri Nasir. Sebab pada saat awal dirinya memimpin kemenristekdikti, hanya ada dibawah 15 startup dalam setahun. Namun pada tahun 2019 ini, startup yang sudah dibangun baik oleh LPNK, Perguruan Tinggi Masyarakat dan Industri sudah tercipta sebanyak 1350 startup selama lima tahun. “Untuk itu malam hari ini kita berikan penghargaan dan apresiasi. Para penerima apresiasi, harapan saya bisa menjadi lebih baik, dan menjadi inspirasi bagi yang lain. Saya ucapkan selamat kepada semua penerima,” ungkap Menristekdikti.

Kegiatan Hakteknas terus disosialisasikan ke daerah. Sehingga dirinya menginisiasi sejak tahun 2016, Hakteknas digelar di daerah-daerah. Ternyata atensi publik terhadap riset dan inovasi semakin meningkat. “Sejak tahun 2016, kami lakukan di luar kota, yakni Surakarta. Ada kenaikan inovasi daerah mulai muncul. Kemudian tahun 2017 di Makasar. Tahun 2018 di Pekanbaru Riau. Kali ini di Bali. Harapan saya bisa terus sosialisasikan ke daerah lain, untuk mendorong inovasi daerah,” ucapnya.

Rektor ISI Denpasar, I Gede Arya Sugiartha mengatakan malam apresiasi IPTEK dan Inovasi ini, menjadi bagian upaya kampus ISI memperkenalkan produk-produk inovasi dalam bidang seni, baik Design Busana, Musik, Karawitan dan juga Tari. “Paling penting lagi, topi yang akan dibagikan kepada pemenang didesign oleh mahasiswa design kami, dan dikerjakan oleh mahasiswa kriya kami,” tuturnya.

Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati memberikan dukungan dalam upaya kemajuan teknologi dan industri kreatif 4.0. Menurutnya, kemajuan teknologi jika tidak disikapi dengan bijak bakal menjadi tantangan tersendiri. Apalagi bagi Provinsi Bali yang memiliki kekuatan perekonkmian dari destinasi wisata dan budaya. “Kita tidak menutup diri, bagaimana mensinergikan antara budaya dan teknologi,” ucapnya. (red/ju)

Smart Agriculture Atasi Berbagai Masalah Perkebunan

0

Produsen kelapa sawit menghadapi berbagai tantangan seperti perkebunan kurang produktif akibat sejumlah biaya tinggi dan tenaga kerja tidak efisien. Biaya-biaya yang dimaksud seperti pemeliharaan kebun, keamanan, pembibitan, dan pupuk.

Kejadian tadi akan berakibat Indonesia mengalami kekurangan minyak kelapa sawit hingga dua juta ton pada 2020. Kondisi ini diperkirakan oleh Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI).

“Untuk memecahkan masalah tersebut dapat menggunakan ‘Smart Agriculture’,” kata Bayu Wedha, Managing Director PT Integrasia Utama kepada wartawan, Selasa (28/8/2019).

Smart Agriculture merupakan solusi digital perkebunan terintegrasi yang dapat dipakai perkebunan secara umum termasuk perkebunan kelapa sawit dan perkebunan tebu. Aplikasi ini diperkenalkan Datacomm Cloud Business bersama Aliansi Mitra.

Sejumlah perusahaan yang tergabung dalam Aliansi Mitra adalah AMS Teknologi, Integrasia Utama, dan eKomoditi. Dalam hal ini Datacomm beroeran menyediakan pusat data yang telah memperoleh sertifikat Rated-3 dan DCOS-4 TIA-942 dan bersertifikat ISO 27001, ISO 9001, dan ISO 20000.

“Kami berusaha meningkatkan kemakmuran para petani dengan membantu mereka bisa bekerja lebih efisien dan optimal melalui penggunaan teknologi yang tidak berat biaya dan lebih berkelanjutan,” ujar Sutedjo Tjahjadi, Managing Director dari Datacomm Cloud Business.

Implementasi Smart Agriculture diharapkan sebagai solusi lengkap dan terintegrasi antara Infrastrukur IT, Platform Aplikasi sampai ke pengelolaan data dan pemeliharaan sistem. Solusi ini tidak hanya memberikan solusi end to end bagi pengelolaan kebun dan aset.

Namun, penerapan Smart Agriculture juga dapat mengurangi biaya tidak perlu dan tidak besar. Langkah ini dilakukan dengan konsep solution as a service (SaaS).

“Kami punya tanggung jawab untuk memodernisasi bisnis perkebunan kelapa sawit di Indonesia supaya dapat bersaing di pasar global,” ujar Ferron Haryanto, Chief Executive Officer dari PT. eKomoditi Solutions Indonesia.

Berbasis AI

Solusi Smart Agriculture dapat melakukan komunikasi antara machine to machine di perkebunan yang tidak bisa ditangani oleh jaringan Global Systems for Mobile Communication (GSM).

Langkah ini dilakukan dengan Random Phase Multiple Access (RPMA) yang memberikan data real time dari sensor di lapangan ke dalam sistem seperti sensor ketinggian muka air, sensor curah hujan, dan arah angin.

Selain itu terdapat Modul Pemantauan Aset Bergerak dan Stasioner bernama SIOPAS atau SIOPASPLUS yang dapat memantau aset dan memanfaatkan aset secara maksimal

Untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi karyawan yang bekerja di lapangan dapat memakai modul Pemantauan dan Pelacakan pekerja bernama GEOHR. Modul ini bisa mengintegrasikan sistem absensi di kantor dengan sistem portal web,

Keberadaan karyawan juga dapat diketahui melalui ponsel cerdas dan karyawan dapat menekan panic button jika mengalami situasi darurat di lapangan.

Modul lainnya adalah Management data Geospatial dengan engine development yang dapat mempercepat pembangunan sistem informasi geospatial berbasis web oleh pengelola perkebunan.

Modul ini juga mengintegrasikan data transaksi dari ERP ke dalam data Geospatial (peta) bernama OSMAP.

Untuk menganalisa data dapat mengunakan Modul Analisa yang tergabung dengan WebGIS dan MAP-GIS. Hal itu dilakukan dari citra satelit selama satu sampai dua minggu, dengan resolusi tinggi tiga sampai lima meter.

Langkah tadi dikombinasikan dengan sensor di lapangan dan platform Artificial Intelligence (AI) untuk menyediakan berbagai data. Data-data itu seperti Forecasting Panen dari Kebun, Pengelolaan Hama, Peringatan Kebakaran, Kesehatan Tanaman, Pengelolaan Air, dan Risiko Kebakaran bernama Agrisource.

“Smart Agriculture dapat menyongsong era industry 4.0 dan tujuan pembangunan berkelanjutan.” Jelas Taufik Darwis, Managing Director dari AMS Teknologi.

Solusi berikutnya adalah OSLOG yang dapat meningkatkan utilisasi transportasi, keselamatan bekerja dan efisiensi di logistik serta transportasi. Modul ini juga bisa membantu operasional mulai proses penjualan menerima pesanan, memantau pesanan, dan menyelesaikan pesanan.

Data yang diberikan antara lain performa penjualan, pengiriman tepat waktu, jarak waktu, dan key performance indicator (KPI) Pengemudi.

Terakhir, Modul ERP untuk Perkebunan bernama EPCS-IPLAS dapat memberi akses mudah ke informasi operasional utama bagi pengelola perkebunan. Untuk pengambilan keputusan lebih jelas, lebih cepat, dan lebih mudah dapat memakai ERP khusus perkebunan Modul Kegiatan Operasional Lapangan bernama Electronic Plantation Control System (EPCS).

EPCS dikembangkan bagi perangkat Android untuk membantu administrasi manual pekerjaan umum, panen, transportasi, dan sortasi pabrik untuk proses input dan pelaporan secara cepat.

Modul itu dapat mengurangi kesalahan data ganda, ketidaksesuaian, dan penggunaan laporan fisik. Hal ini berkat global positioning system (GPS) data berupa gambar real di lapangan.

Berpengalaman

Sekedar informasi, Datacomm Cloud Business (DCB) adalah unit bisnis Datacomm Diangraha yang memberikan layanan cloud computing. Perusahaan ini berkomitmen meningkatkan adopsi cloud computing secara jangka panjang.

Dalam memberikan layanan kepada pebisnis, filosofi DCB adalah Enterprise, Secure, Local. Perusahaan ini bagian dari Datacomm Diangraha (Datacomm) yang berdiri pada 1990.

Datacomm adalah salah satu penyedia layanan teknologi network di Indonesia yang berkantor Grha Datacomm, Jakarta. Perusahaan ini memiliki fasilitas meliputi Data Center, Network Operation Center, Security Operation Center, dan  Network Laboratory.

Datacomm  memunyai pengalaman selama 27 tahun melayani Teknologi Informasi (TI) dengan 500 tenaga profesional, Pusat Data dipunyainya dengan sertifikasi internasional ISO 9001, ISO 27001, dan ISO 20000.

Datacomm selalu memberikan solusi teknologi kepada pelanggan dengan model full lifecycle services’ mulai mendesain, membangun, mengoperasikan dan perawatan.

Sementara itu Integrasia berdiri pada 2001 berfokus pada IOT (Internet of Things (IoT). Selain itu pembuatan platform berbasiskan informasi geospatial (peta) termasuk komunikasi machine to machine (M2M), dan device atau pembuatan sensor sensor IOT.

Berikutnya, AMS Teknologi merupakan sebuah perusahaan konsultan manajemen teknologi yang didirikan pada 2012. Perusahaan ini menyediakan solusi sistem manajemen perkebunan yang terintegrasi, sederhana, akurat, dan lengkap.

Terakhir, eKomoditi merupakan perusahaan penyedia teknologi aplikasi komprehensif untuk kegiatan operasional perkebunan kelapa sawit mulai dari lapangan sampai dengan pelaporan ke tingkat pusat secara tepat dan akurat. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dalam perusahaan. (moc)

 

 

 

Dorong Litbang Hasilkan Inovasi Green Economy

0

Denpasar, Bali –  Perguruan tinggi dan lembaga penelitian dan pengembangan (lemlitbang)  didorong untuk menghasilkan inovasi yang mengarah pada ‘green economy’ yang ramah lingkungan. “Kita dalam era menuju green economy di mana di lingkungan kita sekarang ada polusi udara yang begitu dahsyat, apalagi di Jakarta. Bagaimana menuju kendaraan listrik ke depan kita bangun,” ungkap Menristekdikti M.Nasir saat membuka Rangkaian Kegiatan Ilmiah Peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-24 Tahun 2019 di Hotel Grand Inna Bali Beach, Denpasar pada Senin (26/9).

“Kita dalam era menuju green economy di mana saat ini sudah ada produk prinsipal dari Indonesia yang menjawab tantangan green economy, yaitu motor listrik Gesits yang dihasilkan oleh ITS. “Alhamdulillah dari inovasi anak Indonesia, untuk kendaraan darat kita sudah menghasilkan motor listrik, yang namanya Gesits. Gesits ini diinisiasi oleh para peneliti dari ITS, ITB, dan ini sudah diproduksi PT Wijaya Karya, dimana produksinya sudah mencapai kapasitas lima puluh ribu per tahun,” ungkap Menteri Nasir.

Dalam kesempatan  Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu. menyampaikan, untuk mendukung inovasi dalam negeri dalam bidang alat utama sistem persenjataan (alutsista), Kemenhan telah mengalokasikan anggaran 16 triliun Rupiah untuk industri pertahanan nasional, terutama melalui BUMN Strategis yang mencakup PT Pindad, PT PAL, PT Dirgantara Indonesia.

“Mari kita tunjukkan pada dunia bahwa produksi alutsista TNI dalam negeri memiliki kualitas dan performa yang handal, yang prima dalam memperkuat sistem pertahanan negara Indonesia, sehingga dunia akan melihat dengan mata kepala sendiri, kehandalan produk dalam negeri Indonesia yang kemudian akan memilih Indonesia sebagai salah satu produsen alutsista yang memiliki potensi untuk kemudian memesan alutsista tersebut,” ungkap Ryamizard.

Rangkaian Kegiatan Ilmiah Hakteknas ini mencakup 18 kegiatan ilmiah yang diadakan di berbagai lokasi di Bali, 56 di seluruh Indonesia, dan satu di London, Inggris. Rangkaian ini melibatkan puluhan perguruan tinggi dan lemlitbang  dari kementerian maupun lembaga negara (K/L), BUMN dan swasta.

Pada agenda ini, Menristekdikti dan eselon Kemenristekdikti menandatangani empat nota kesepahaman penting dengan Kementerian Pertahanan, Kementerian Hukum dan HAM, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), serta PT Tata Sarana Mandiri dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

Dari keempat nota kesepahaman tersebut, nota kesepahaman antara Kemenristekdikti dengan Kementerian Pertahanan berfokus pada kerja sama pendidikan, riset, penguatan inovasi dan pengabdian masyarakat. Nota kesepahaman dengan BPH Migas berfokus pada sosialisasi bidang hilir minyak dan gas bumi.

Nota kesepahaman dengan Kementerian Hukum dan HAM berfokus pada pertukaran data dan pemanfaatan sumber daya di bidang riset, teknologi, pendidikan tinggi, hukum dan hak asasi manusia (HAM), serta nota kesepahaman dengan PT Tata Sarana Mandiri (TSM) dan BPPT berfokus pada kerja sama pusat riset dan pengembangan nasional teknologi maju dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi.

Setelah penandatanganan empat nota kesepahaman ini, Menristekdikti meluncurkan dua program inovatif Kemenristekdikti, yaitu Id-Menulis dan E-Office.

Program Indonesia Menulis (Id-Menulis) merupakan salah satu solusi peningkatan kualitas karya ilmiah para dosen dan peneliti di Indonesia. Pada tahun 2018, jumlah publikasi internasional Indonesia untuk pertama kalinya telah mengungguli semua negara-negara di Asean. Capaian kuantitas tersebut harus diimbangi dengan peningkatan kualitas serta penyebaran yang merata di seluruh wilayah negeri, Id-Menulis merupakan solusi di samping untuk meningkatkan kualitas, juga untuk pemerataan.

Sementara itu, pengembangan E-Government merupakan rencana aksi reformasi birokrasi dengan mengimplementasikan pemanfaatan teknologi informasi dalam rangka penguatan area ketatalaksanaan terutama pada pelayanan publik. Saat ini, layanan naskah dinas masih menggunakan cara konvensional mulai dari proses pembuatan konsep surat, penandatanganan pimpinan, dan diseminasi.

Beberapa masalah yang timbul ialah pemalsuan dokumen surat, proses persetujuan surat yang membutuhkan waktu, proses pencarian arsip yang sulit, serta penggunaan kertas berlebih. Dari beberapa permasalahan tersebut dirumuskan solusi sistem perkantoran dengan pemanfaatan teknologi informasi.

Sistem Perkantoran Elektronik atau dikenal dengan istilah E-Office adalah sistem E-Government yang dikembangkan oleh Pusdatin dengan tujuan mendukung layanan naskah dinas guna mempermudah proses persuratan yang melingkupi kegiatan digitalisasi, desiminasi, dan disposisi naskah dinas korespondensi. Dengan implementasi E-Office, proses layanan naskah dinas lebih cepat efisien, meningktakan mobilitas, dan terjamin keabsahannya.

Manfaat dengan adanya E-Office yang dapat dirasakan oleh organisasi adalah kemudahan dalam pengelolaan naskah dinas korespondensi meliputi pencatatan, penyimpanan, pencarian, dan monitoring surat dan disposisi. Manfaat untuk Perguruan Tinggi ialah meningkatkan akuntabilitas layanan persuratan. Penerima surat dapat membaca dan merespon surat yang diterima kapanpun dan dimanapun berada melalui daring.

Masih dalam kesempatan yang sama Menristekdikti meluncurkan empat Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM). Keempat LAM tersebut adalah, LAM Sains Alam dan Ilmu Formal (LAM Sama), LAM Ekonomi, Manajemen, Bisnis, dan Akuntansi (LAM EMBA), LAM Kependidikan, serta Indonesia Accreditation Board for Engineering Education (IABEE).

LAM hadir untuk meningkatkan percepatan dan peningkatan kualitas penjaminan mutu di program studi di Indonesia. Dengan kekhususan sistem akreditasi untuk masing-masing rumpun keilmuan, percepatan dan peningkatan kualitas sangat memungkinkan.

Harapannya, setelah diluncurkan keempat LAM ini mampu melanjutkan kinerja mulai dari strukturisasi organisasi, instrumen penilaian akreditasi, teknologi akreditasi, hingga akhirnya mampu memulai akreditasi di program studi di seluruh Indonesia.

Selain itu, seiring dengan semakin maraknya pembelajaran dalam jaringan (e-learning) di Perguruan Tinggi di Indonesia, diperlukan penjaminan kualitas dan standarisasi pengelola pembelajaran serta keberlanjutan dalam penyelenggaraan pembelajaran dalam jaringan (e-learning) di Perguruan Tinggi di Indonesia. Dalam upaya menjawab tantangan tersebut dan melaksanakan mandat Permenristekdikti No. 51 Tahun 2018 Pasal 52 Ayat 1, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi mendirikan Institut Pendidikan Siber Indonesia (Indonesia Cyber Education Institute) atau ICE Institute.

Peresmian ICE Institute ini juga disertai dengan penandatanganan prasasti Gedung ICE Institute. Dengan berdirinya ICE Institute, Kementerian dapat menjamin mutu semua pembelajaran daring di Indonesia. Oleh sebab itu, Kemenristekdikti mendukung berdirinya Universitas Siber Asia sebagai perguruan tinggi yang menyelenggarakan pembelajaran daring secara utuh di Indonesia. (red/ju)

 

APTIKNAS Mendukung Event APKASI Smart Regency Expo & Forum 2019 di Bali

0
Abdullah Azwar Anas, Bupati Banyuwangi sekaligus selaku Ketua Umum APKASI saat memberikan kata sambutan dan Eko Putro Sandjojo, Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI saat memberikan pengarahaan dan paparannya.

Bali, BISKOM – APTIKNAS (Asosiasi Pengusaha Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional) merupakan bentuk organisasi baru yang merupakan transformasi dari asosiasi sebelumnya yang bernama APKOMINDO didirikan sejak tahun 1991 (28 tahun yang lalu), dengan semangat baru, APTIKNAS memperluas keanggotaan, tidak hanya distributor, principal, reseller, tetapi juga system integrator, software developer. APTIKNAS dideklarasikan sejak Maret 2017 dan memiliki legalitas resmi sejak April 2017. Hingga saat ini APTIKNAS telah memiliki 28 DPD dari Aceh hingga Papua dan memiliki 2.000 anggota.

Selaku mitra pemerintah, APTIKNAS terus mendukung program dan konsentrasi pemerintah, dimulai dengan dicanangkannya program pada 2017 terkait dengan Smart City, eCommerce dan Digital Talent. Dan memasuki 2019, APTIKNAS memiliki konsentrasi program terkait dengan Industri 4.0 (Smart City), Marketplace dan Digital Talent.

Para bupati, sekretaris daerah dan kepala dinas terkait dari seluruh Indonesia menyaksikan peresmian acara pembukaan kegiatan “APKASI Smart Regency Expo & Forum 2019” yang dilakukan oleh Eko Putro Sandjojo, Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI.

Kepercayaan anggota mulai tumbuh seiring dengan kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh masing-masing DPD. Tercatat oleh DPP APTIKNAS di sepanjang 2017, memiliki 19 kegiatan, tahun 2018 memiliki 24 kegiatan, dan terus berkembang sehingga di tahun 2019 memiliki 46 kegiatan yang telah dan akan digelar, dengan 17 pameran skala nasional dan internasional yang menjalin kerjasama dengan EO lokal maupun internasional, 27 rangkaian Roadshow seminar Smart 4.0 yang digelar dibeberapa kota, termasuk melakukan kerjasama penyelenggaran 2 rangkaian event GV Esprots Vaganza di Hartono Mall Yogyakarta dan di Bekasi Cyber Park.

Ir. Soegiharto Santoso alias Hoky selaku Ketum APTIKNAS dan hingga saat ini masih menjabat sebagai Ketum APKOMINDO mengatakan, “Seluruh kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kemampuan anggota, membina, mengedukasi dan mengembangkan bisnis anggota APTIKNAS serta mendukung program pemerintah dengan melibatkan para anggota APTIKNAS, termasuk melakukan dukungan serta kerjasama dengan kegiatan Event APKASI (Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia) dengan tema “APKASI Smart Regency Expo & Forum 2019” yang diselenggarakan di Bali, pada tanggal 21 hingga 23 Agustus 2019, kegiatan tersebut bertepatan dengan diselenggarakannya Rapat Kerja Nasional APKASI 2019,  sehingga dihadiri oleh bupati, sekretaris daerah, dan kepala dinas terkait dari seluruh Indonesia. Bahkan acara pembukaannya dilakukan oleh Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Bapak Eko Putro Sandjojo, Selain dari itu dihadiri pula oleh Wakil Gubernur Bali, Bapak Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati,  serta tentu saja dihadiri oleh Bupati Banyuwangi, Bapak Abdullah Azwar Anas sekaligus selaku Ketua Umum APKASI.” ungkap Hoky.

Abdullah Azwar Anas didampingi Soegiharto Santoso menuju acara kegiatan “APKASI Smart Regency Expo & Forum 2019” dan dilanjutan paparan oleh Soegiharto Santoso dengan tema; “APTIKNAS Mendukung Infrastruktur & Aplikasi Digital Untuk Meningkatkan Kinerja Pemerintah Daerah.”

Lebih lanjut diungkapkan oleh Hoky, “saya berterima kasih kepada Bapak Abdullah Azwar Anas dan kepada seluruh jajaran pengurus APKASI yang telah berkenan menjalin kerjasama dalam kegiatan ini, serta sangat berterima kasih kepada pihak EO PT Garindo Media Tama (GMT) yang dipimpin oleh Bapak Dian Eka Yanto beserta timnya, sehingga penyelenggaraan event ini dapat berlangsung dengan lancar dan sukses, bahwa patut kita acungkan dua jempol untuk pihak EO, sebab meskipun event tersebut baru pertama kalinya diselenggarakan, namun faktanya ramai dikunjungi oleh para anggota APKASI dari seluruh Indonesia dan tentu saja sangat mengejutkan para peserta pameran yang sebagain besar merupakan anggota APTIKNAS, sehingga para peserta optimis akan hasil yang baik dari kegiatan tersebut, saya juga memberikan bahan paparan saya kepada pihak panitia untuk dapat di download bagi yang membutuhkannya.” papar Hoky () 

Sementara Dian Eka Yanto menyampaikan, “Pameran APKASI Smart Regency 2019 didukung oleh KEMEN KOMINFO, APTIKNAS dan APJII, serta diikuti oleh kementerian terkait serta perusahaan BUMN dan perusahaan swasta yang bergerak di bidang teknologi informasi berskala nasional maupun internasional, kegiatan tersebut sejalan dengan kebutuhan APKASI yang memiliki kepentingan untuk mengembangkan daerah di Indonesia menuju ke arah yang lebih baik, mengumpulkan dan mempertemukan pimpinan daerah (kabupaten) dengan pelaku bisnis baik dari swasta dan akademisi, untuk memperoleh ide dan solusi yang inovatif.” ujar Eka.

Foto bersama beberapa pembicara antara lain; Bambang Dwi Anggono, Jamalul Izza, Edison Sipahutar, Walter Lee, Ahmad Gamal, Alfred Wijaya, Soegiharto Santoso dan Arief Latu Suseno beserta moderator Dewa Ayu Windu Sari Devi.

Eka menambahkan, “Selain itu, memberi kesempatan untuk berinspirasi, berbagi pengalaman dan pengetahuan, berinovasi, memperluas jaringan dan bisnis secara langsung dengan kepala daerah untuk menentukan serta mengusulkan solusi untuk perencanaan, penerapan, dan pembuatan kebijakan smart city dengan mempertimbangkan kemajuan teknologi dan inovasi terbaru, dengan memperkenalkan produk dan sistem yang dapat digunakan oleh pemerintah kabupaten untuk mengembangkan smart city di daerahnya masing-masing guna mempercepat akselerasi tercapainya masa depan yang lebih baik dan merata di seluruh Indonesia.” tuturnya.

Dalam sesi seminar dan workshop, peserta dapat langsung mempresentasikan produk dan sistem yang dapat diimplementasikan dalam pengembangan smart city di daerah secara lebih mendalam dan para kepala daerah bisa secara langsung berinteraksi dengan para narasumber serta yang menariknya dapat pula langsung melihat produk-produk dan solusi-solusi yang dipamerkan diajang tersebut.

Stand Pameran APKASI Smart Regency Expo & Forum 2019.

Untuk Forum Apkasi Smart Regency 2019 digelar dalam format diskusi panel, dengan menghadirkan pembicara dari pemerintah pusat dan daerah, para pakar tata kota dan teknologi, serta pelaku bisnis dalam kaitannya dengan pengembangan smart city.

Tercatat beberapa pembicara kegiatan tersebut antara lain; Prof.Dr.Ir. Suhono Harso Supangkat M.Eng Guru Besar ITB, Abdullah Azwar Anas Ketua Umum Apkasi sekaligus Bupati Banyuwangi,  I Ketut Suiasa Wakil Bupati Badung, Edison Sipahutar Executive Vice President Pemasaran & Pelayanan Pelanggan PT PLN Persero, Bambang Dwi Anggono Direktur Layanan Aplikasi Informatika Pemerintahan, Jamalul Izza Ketua Umum APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia), Walter Lee Government Relation Leader PT NEC Indonesia, Arief Latu Suseno Senior Manager PT Aplikanusa Lintasarta, Ismail Deu Vice President Penjualan dan Pelayanan Pelanggan PT PLN Persero, Alfred Wijaya Solution Consultant & Alliance Manager PT Dimension Data Indonesia (NTT Group), Ahmad Gamal Ph.D, MUP, MSi, SArs  Smart City Universitas Indonesia dan Soegiharto Santoso Ketua Umum APTIKNAS.

Stand Pameran APKASI Smart Regency Expo & Forum 2019.

Tema yang didiskusikan berkaitan dengan menjadikan tata kelola pemerintah daerah lebih efektif dan efisien, transparan, inklusif, responsif, partisipatif, dan dapat dipertanggungjawabkan, lalu pemanfaatan informasi dan teknologi, data, sistem berbasis cloud, AI (Artificial Intelligence), dan IoT (Internet of Things) dalam membentuk sistem untuk masyarakat dan membangun pemahaman masyarakat dalam transformasi digital, termasuk bagaimana menuju kehidupan yang lebih baik untuk semua kalangan masyarakat, ekonomi, lingkungan, kesehatan, transportasi, perumahan, ruang publik, dan transparansi dengan membangun pola pikir dan partisipasi masyarakat dengan meningkatkan kompetensi, kreativitas, dan Pendidikan.

Abdullah Azwar Anas mengatakan; “Jika dahulu yang mendaftarkan menjadi calon kepala Desa hanya ada 1 sampai dengan 2 orang saja, akan tetapi saat ini yang mencalonkan diri menjadi Kepala Desa ada berkisar 6 hingga 14 orang calon Kepala Desa, ini merupakan indikasi keberhasilan pihak Pemerintah Pusat untuk memberikan bantuan terhadap desa-desa untuk pembanguan desanya dimana pada tahun 2018 kebijakan dana desa sebesar 60 T dengan penyerapan sebesar 99,03% dan pada tahun 2019 kebijakan dana desa ditingkatkan menjadi 70 T, tentu diharapkan pembangunan desa akan semakin pesat .” ungkap Anas.

Stand Pameran APKASI Smart Regency Expo & Forum 2019.

Anas melanjutkan, “Puskesmas-puskesmas dibeberapa kabupaten, termasuk di kabupaten Banyumas telah merubah paradigmanya bukan hanya untuk Mall orang sakit, sebagian telah berubah menjadi Mall orang sehat, sehingga penghargaan yang kami berikan bukan hanya puskesmas yang menerima banyaknya pasien, tetapi dibeberapa kabupaten telah memberikan penghargaan bagi puskesmas yang tingkat konsultasinya lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang datang berobat, karena apabila hal ini tidak dilakukan, berapapun besarnya APBN yang disiapkan oleh pemerintah untuk menyuntik dana BPJS, tidak akan cukup.” ujarnya.

Terkait dengan SDM, “Para bupati sepakat, bahwa di luar berbagai dinamika pembangunan terkait persoalan ekonomi yang tidak kalah penting adalah menciptakan SDM berkarakter Pancasila,  toleran, dan menjaga serta menghargai kebhinekaan di tengah ancaman radikalisme saat ini, sehingga kedepan kita punya SDM unggul yang tidak hanya jago teknologi, jago sains, jago sastra, jago matematika, akan tapi bisa tetap toleran, bisa menghargai perbedaan dan bisa merayakan keragaman Indonesia,” ungkapnya.

Stand Pameran APKASI Smart Regency Expo & Forum 2019.

Anas juga mengungkapkan, “Dalam Rakernas juga dibahas terkait dengan haluan sebab banyak program dari Bupati-bupati hebat, tetapi begitu Bupatinya diganti, hanya karena ganti partai politik pendukungnya, maka programnya diputus begitu saja, maka ide menggagas haluan negara, menjadi menarik bagi para Bupati, sebab bukan hanya di tingkat nasional pentingnya haluan negara untuk menjaga konsistensi pembangunan, akan tetapi termasuk di daerah, oleh karenanya masukan-masukan, ide-ide serta gagasannya sekaligus sharing pentingnya haluan negara terutama kaitannya dengan sustainabilitas yang dirancang oleh para Bupati didaerah-daerah yang sudah berjalan dengan baik, agar program-program hebat yang dirancang kedepan akan terus berlanjut sesuai dengan yang telah dirancang.” papar bupati Banyuwangi tersebut dengan penuh semangat. (Hoky)

Berita Terkait:

BISKOM dan APTIKNAS Gelar ‘Indonesia Innovation Award 2019’

BISKOM dan APTIKNAS Gelar ‘Indonesia Innovation Award 2019’

Soegiharto Santoso (Hoky), APTIKNAS Dukung Percepatan Revolusi Industri 4.0

Soegiharto Santoso (Hoky), APTIKNAS Dukung Percepatan Revolusi Industri 4.0

Jakarta Fair Kemayoran dibuka oleh Anies Baswedan dan Darmin Nasution, APTIKNAS hadir kembali dalam Anjungan Pemprov DKI

Jakarta Fair Kemayoran dibuka oleh Anies Baswedan dan Darmin Nasution, APTIKNAS hadir kembali dalam Anjungan Pemprov DKI

Making Indonesia 4.0 Conference, Menyiapkan Industri Indonesia di Era Industri 4.0

Making Indonesia 4.0 Conference, Menyiapkan Industri Indonesia di Era Industri 4.0

APTIKNAS berkomitmen mendorong Kesetaraan Pemanfaatan Teknologi di seluruh Indonesia melalui kegiatan Roadshow INDUSTRI 4.0

APTIKNAS berkomitmen mendorong Kesetaraan Pemanfaatan Teknologi di seluruh Indonesia melalui kegiatan Roadshow INDUSTRI 4.0

APTIKNAS dukung Pameran GEM Indonesia di JIExpo Kemayoran, 4 – 6 April 2019.

APTIKNAS dukung Pameran GEM Indonesia di JIExpo Kemayoran, 4 – 6 April 2019.

Soroti Polemik Hi-Tech Mall Surabaya, APTIKNAS JATIM Siap Berkontribusi

Soroti Polemik Hi-Tech Mall Surabaya, APTIKNAS JATIM Siap Berkontribusi

APTIKNAS Dukung Event Public Safety Indonesia 2019

APTIKNAS Dukung Event Public Safety Indonesia 2019

Hadiri Pameran dan Konferensi Public Safety Indonesia 2019 di Assembly Hall JCC 27 Feb – 03 Mar 2019

Hadiri Pameran dan Konferensi Public Safety Indonesia 2019 di Assembly Hall JCC 27 Feb – 03 Mar 2019

Digitech 2018 : Jadikan Industri TI Tuan Rumah di Negeri Sendiri

Digitech 2018 : Jadikan Industri TI Tuan Rumah di Negeri Sendiri

Resmi Dibuka, Digitech Indonesia Sambut Revolusi Industri 4.0

Resmi Dibuka, Digitech Indonesia Sambut Revolusi Industri 4.0

Peranan Smart Home+City Indonesia wujudkan 100 Smart Cities Indonesia

Peranan Smart Home+City Indonesia wujudkan 100 Smart Cities Indonesia

APKOMINDO dan JERU serta CP PLUS dukung JSC untuk ciptakan Smart Citizen

APKOMINDO dan JERU serta CP PLUS dukung JSC untuk ciptakan Smart Citizen

APKOMINDO Hadir dan Dukung Jakarta Smart City di PRJ 2016

APKOMINDO Hadir dan Dukung Jakarta Smart City di PRJ 2016

Gelaran Ritech Expo 2019 di Bali Resmi Dibuka

0

Denpasar – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir didampingi Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, Sekretaris Jenderal Kemristekdikti Ainun Na’im dan Direktur Jenderal Penguatan Inovasi Jumain Appe membuka secara resmi gelaran Ritech Expo 2019 di Lapangan Puputan, Renon, Denpasar, Bali pada Minggu (25/8).

Gelaran tahunan ini merupakan ajang penampilan hasil riset dan inovasi karya anak bangsa. Dalam arahannya, Menristekdikti menjelaskan bahwa ini adalah pelaksanaan Ritech Expo ketiga yang diselenggarakan di luar Pulau Jawa setelah Makassar, Sulawesi Selatan dan Pekanbaru, Riau.

Menristekdikti berharap penyelenggaraan Ritech Expo di Bali ini dapat merangsang munculnya inovasi-inovasi di daerah.“Saya melihat respon daerah sangat luar biasa. Tadi saya lihat inovasi dari Papua, inovasi dari Bali, dan inovasi-inovasi lain dari daerah. Nampaknya inovasi di daerah mulai bergairah”, beber Mohamad Nasir.

Dilanjutkan, pemerintah daerah Bali bertekad untuk membuat pulau Dewata menjadi kota yang ramah lingkungan dengan meningkatkan jumlah pemakaian motor listrik buah tangan anak Indonesia (Motor Gesit).

Menurut Nasir, peningkatan infrastruktur untuk menunjang kenyamanan pemakaian motor Gesit Dijanjikan akan disiapkan oleh Gubernur Bali di beberapa kantor-kantor pemerintah di Bali. “Gubernur Bali sangat berkeinginan untuk motor Gesit yang dilakukan perusahaan Wika bisa dibangun di Bali, sehingga Bali ke depan ramah lingkungan dan semua motor di Bali bisa motor listrik buatan anak Indonesia,” katanya.

“Infrastruktur sudah mulai disiapkan, di pom bensin itu untuk chargernya. Pak Gubernur menyampaikan akan menyiapkan di kantor-kantor pemerintah akan disediakan infrastrukturnya,” tambahnya.

Selain Bali, beberapa wilayah di tanah air juga tertarik untuk menggunakan motor listrik hasil karya mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya tersebut. “Tidak hanya di Bali, Nusa Tenggara Timur, Labuan bajo akan melakukan hal yang sama. udah ada permintaan. Namun basecampnya akan tetap dilakukan di Bali,” ujarnya.

Nasir melanjutkan, motor listrik mulai mengalami peningkatan pembangunan, bahkan kapasitas produksinya sudah mencapai lima ribu unit. “Pemasarannya dimulai dari lembaga pemerintah, semua perguruan tinggi akan dikenalkan hal ini, supaya teknologi kita bisa manfaatkan,” tandasnya

Sementara itu, Direktur Sistem Inovasi, Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi Kemenristekdikti, Ophirtus Sumule mengatakan,  jumlah peserta Ritech Expo2019 mencapai 300 both yang menampilkan banyak produk-produk inovasi dari berbagai lembaga penelitian, perguruan tinggi, hingga daerah-daerah.

“Jumlah tiga ratus booth dan hampir semua sektor ada, mulai dari transportasi, pangan, obat-obatan kemudian ICT dan lain-lain sebagainya semua ada. Sekitar tiga ratus both, satu buth itu bisa satu sampai enam produk,” katanya.

Peningkatan tersebut menurut Ophirtus, disebabkan karena lokasi penempatan pameran yang lebih mudah diakses. Selain itu, juga acara tersebut lebih fokus dan produk-produk inovasi yang ditampilkan merupakan produk terbaru.

“Pesertanya lebih bagus, dan lebih fokus karena tempatnya memungkinkan, lebih banyak pengunjung yang datang, pesertanya juga jauh lebih banyak, designnya juga jauh lebih bagus. Kita juga menyampaikan bahwa yang sudah dipamerkan di tahun-tahun sebelumnya jangan lagi dipamerkan karena teknologi itu berkembang. Jadi hampir 80 persen teknologi ini adalah hasil teknologi baru,” ujarnya.

Ritech Expo 2019 akan diselenggarakan selama empat hari dari Minggu, 25 Agustus hingga Rabu, 28 Agustus 2019. Selama gelaran Ritech Expo masyarakat dapat mengikuti semua gelaran secara gratis dan akan disuguhi produk-produk inovasi menarik dari perguruan tinggi, Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK) di bawah koordinasi Kemristekdikti, Unit Utama Kemenristekdikti, Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian atau Lembaga Negara (K/L), Balitbang Daerah, BUMN, Industri, Pusat Unggulan Iptek (PUI) komunitas dan sosiasi, serta mitra luar negeri.

Selain itu pada gelaran Ritech Expo tahun ini juga diselenggarakan seminar, demo produk inovasi, demo sains, temu bisnis, teater terbuka yang menyuguhkan live musik serta pemutaran film dan lomba-lomba dengan hadiah menarik. (Red/ju)

Menteri Nasir Harapkan Inovasi Muncul dari anak muda Bali

0

Denpasar- Biskom-Menristekdikti Mohamad Nasir didampingi Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana melepas 15.500 peserta gerak jalan sehat dalam rangka peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) Ke-24 Tahun 2019 di Lapangan Puputan Renon, Denpasar, Bali pada Minggu (25/8).

Menteri Nasir  berharap dengan penyelenggaraan Hakteknas di luar Jakarta bisa membangkitkan semangat dan jiwa riset dan inovasi di daerah. Masyarakat Bali dapat menjadikan momen peringatan Hakteknas 2019 sebagai ajang menumbuhkan minat meneliti dan berinovasi, terutama bagi generasi muda.

“Mudah mudahan inovasi selalu muncul dari anak- anak muda Indonesia di Bali. Dari generasi muda Bali akan muncul inovator yang masuk kelas dunia,” ujar Menristekdikti.

Menteri Nasir menambahkan saat ini ada 2 unicorn Indonesia yang masuk 20 besar di Asia. Gojek menempati peringkat 7 dari 20 unicorn Asia dengan nilai di atas 5 miliar dolar atau sekitar Rp 75 triliun. Selain itu, Tokopedia juga berhasil masuk peringkat 11 Asia.

” Generasi muda Bali dapat menjadikan ini sebagai sumber inspirasi. Mudah-mudahan di Bali akan muncul banyak startup sehingga ekonomi daerah dapat tumbuh lebih baik,” harapnya.

Menteri Nasir juga mengapresiasi perayaan Hakteknas di Bali yang mendapat respon luar biasa dari masyarakat Bali. Nasir optimistis perekonomian akan tumbuh dengan teknologi.

Menristekdikti menambahkan dengan UU 11/2019 tentang Sistem Nasional Iptek bisa mewadahi para inventor. Karena di sana ada Litbang Jirap (penelitian, pengkajian, dan penerapan teknologi) untuk menghasilkan inovasi dan invensi.

“Penelitian bernilai ekonomis, ada banyak. Mulai dari besar, sedang, dan kecil. Contoh yang besar, bagaimana minyak sawit bisa dijadikan bahan bakar minyak, seperti solar dan avtur. Kalau bisa diselesaikan dalam dua tahun ke depan, kita tidak impor BBM. Kita bisa hemat 17,6 miliar dolar atau Rp 250 triliun,” ujar Nasir.

Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana menyambut baik penyelenggaraan puncak Hakteknas 2019 di Bali. Wakil Gubernur berharap para mahasiswa dan generasi muda Bali dapat memanfaatkan acara ini untuk menambah ilmu pengetahuan dan mendorong riset dan inovasi di Provinsi Bali.

Selepas acara gerak jalan, Menristekdikti membuka Ritech Expo 2019 yang merupakan pameran tahunan yang diselenggarakan oleh Kemenristekdikti dengan menampilkan berbagai hasil riset dan inovasi di berbagai bidang teknologi. Pameran ini menyajikan berbagai produk inovasi unggulan dari perguruan tinggi, lembaga riset, industri, hingga para inovator yang keseluruhannya merupakan karya anak bangsa. (*red/ju)