Home Blog Page 857

Perizinan Pembukaan Prodi PTS Dipercepat

0

Jakarta, Biskom – Menristekdikti Mohamad Nasir menghadiri Sarasehan Asosiasi Badan Penyelenggaraan Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (ABPPTSI) di Kampus Binus Anggrek. Dalam sambutannya, Menristekdikti menjelaskan mengenai Reformasi Kebijakan Pembukaan Program Studi (prodi) dan Pendirian/Perubahan Perguruan Tinggi di tahun 2019.

“Dalam kesempatan ini, kami menyampaikan kepada penyelenggara dan pimpinan perguruan tinggi swasta Indonesia yang hadir pada acara ini bahwa proses perizinan nanti tidak seperti masa lalu yang sangat panjang dan memakan waktu lama. Hal ini sesuai dengan arahan Presiden bahwa semua proses perizinan dipercepat, tetapi monitoring dan evaluasi harus diperketat “, ungkap Nasir di Gedung Auditorium Universitas Binus, Jakarta (23/1).

Menristekdikti menambahkan bahwa kebijakan baru dibuat dengan mengedepankan asas kepercayaan, namun dengan tetap menjaga kualitas prodi tersebut. Dengan reformasi kebijakan ini, Menristekdikti berharap kepada PTS untuk segera membuka program studi yang dibutuhkan industri saat ini sehingga kedepannya dapat menggerakkan perekonomian Indonesia ke arah yang lebih baik.

” Instrumen persyaratan minimum pembukaan prodi yang sebelumnya 9 kriteria, kita pangkas menjadi 3 kriteria yang benar-benar penting. Kami sangat berharap bahwa PTS dapat membuka prodi yang betul-betul dibutuhkan oleh industri saat ini, sehingga lulusannya nanti diharapkan dapat menggerakkan perekonomian bangsa,” imbuh Nasir.

Proses reformasi kebijakan ini adalah langkah strategis Kemenristekdikti kepada perguruan tinggi khususnya perguruan tinggi swasta untuk mempersiapkan SDM yang mumpuni dalam menghadapi revolusi industri 4.0 agar bangsa ini dapat bersaing secara global.

“Dengan reformasi kebijakan ini, kami juga berharap perguruan tinggi swasta mampu mencetak lulusan yang unggul dengan kompetensi yang dibutuhkan oleh industri”, imbuh Nasir.

Pada kesempatan yang sama Ketua Yayasan Bina Nusantara Bernard Gunawan mengatakan bahwa perguruan tinggi saat ini menghadapi tantangan besar di era Revolusi Industri 4.0. Perguruan tinggi tidak hanya dituntut untuk menghasilkan lulusan berkarakter dan berkompetensi yang mampu bersaing di era global, namun lulusan juga diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja baru. Program studi di perguruan tinggi harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.

Ketua Umum ABPPTSI Thomas Suyatno mengatakan sangat mengapresiasi kebijakan dan terobosan dari Kemenristekdikti. Thomas Suyatno mengatakan bahwa pertemuan antara Kemenristekdikti sebagai perumus kebijakan dengan Penyelenggara Perguruan Tinggi sangat penting untuk dilaksanakan secara rutin, sehingga tidak ada ‘gap’ antara kebijakan yang dilahirkan Kemenristekdikti dengan implementasi di lapangan oleh perguruan tinggi. Menurut Thomas Suyatno perbedaan pendapat lumrah terjadi agar sebuah kebijakan sebelum diputuskan dapat dirumuskan secara baik. (red/Ju)

 

Pemberian Beasiswa dari Perusahaan Harus Didukung

0

Jakarta, Biskom –  Menristekdikti  Mohamad Nasir mengatakan bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab semua elemen bangsa. Untuk meningkatkan akses putra-putri Indonesia ke perguruan tinggi, Pemerintah menganggarkan 5,7 Triliun Rupiah pada tahun 2019.

Namun demikian, Menristekdikti mengatakan agar Partisipasi Kasar (APK) Pendidikan Tinggi dapat mencapai 98 persen, dibutuhkan kerja sama dan partisipasi aktif semua elemen masyarakat, seperti keterlibatan perusahaan memberikan beasiswa.

“Saya punya mimpi Indonesia seperti di Korea Selatan, yang angka pertisipasi kasarnya pada 2018 ini sudah di angka 98 persen. Artinya seluruh rakyat Korea Selatan pada usia kuliah di 18 sampai 23 tahun, mereka sudah mengenyam pendidikan tinggi,” ungkap Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir pada peresmian Bantuan Mahasiswa Berprestasi Lippo Group (BMBL) 2019 di Auditorium Gedung D Kemenristekdikti, Senayan pada Selasa, 22 Januari 2019.

Selain beasiswa, Menristekdikti juga menekankan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) atau ‘distant learning’ yang dilakukan dalam jaringan atau secara online dapat menjangkau lebih banyak mahasiswa untuk berkuliah.

“Apalagi geografi kita yang kepulauan. Menjadi sangat penting dengan teknologi informasi, kita bangun dengan baik agar distant learning, open online learning dan e-learning bisa berjalan dengan baik,” ungkap Menteri Nasir.

Lippo Group memberikan beasiswa kepada mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri (PTN) sejak 2011, dimana penyaluran beasiswa dari Lippo Group diserahkan langsung kepada PTN masing-masing. PTN yang menyalurkan dan menyeleksi penerima beasiswa dari perusahaan holding yang didirikan oleh Mochtar Riady tersebut.

“Sesungguhnya dana 1,5 Miliar ini tidak terlalu berarti (dalam meningkatkan AKP), namun yang saya inginkan adalah kalau 100 perusahaan di Indonesia, bahkan 500 perusahaan di Indonesia ikut tindakan yang kami lakukan, ratusan Miliar uang akan salur. Itulah sebetulnya yang saya harapkan,” ungkap Pendiri Lippo Group, Mochtar Riady pada acara yang sama.

Secara simbolis, Pendiri Lippo Group Mochtar Riady memberikan BMBL 2019 kepada Menristekdikti, yang kemudian secara simbolis menyalurkan beasiswa tersebut kepada sepuluh PTN.

1. Universitas Samudra Kota Langsa (Unsam) di Aceh
2. Politeknik Negeri Indramayu (Polindra) di Jawa Barat
3. Universitas Tidar Magelang (Untidar) di Jawa Tengah
4. Politeknik Negeri Madura Sampang (Poltera) di Jawa Timur
5. Politeknik Negeri Bali Denpasar (PNB) di Bali
6. Politeknik Negeri Tanah Laut (Politala) di Kalimantan Selatan
7. Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan (PPNP) di Sulawesi Selatan
8. Politeknik Pertanian Negeri Kupang (Politani) di Nusa Tenggara Timur
9. Politeknik Perikanan Negeri Tual (Polikant) di Maluku
10. Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Tanah Papua di Papua. (red/JU)

ILF: Ristekdikti Dorong Inovasi Berdaya Saing Tinggi

0

Jakarta, Biskom – Kementerian Ristekdikti  mendorong perguruan tinggi dan perusahaan untuk berfokus pada penelitian berbasis inovasi yang dapat menghasilkan produk berdaya saing. Beberapa di antara inovasi tersebut mencakup motor listrik dan bahan bakar berbasis minyak sawit.

Menteri Ristekdikti Mohamad Nasir sampaikan hal tersebut pada Indonesia Leaders Forum (ILF) 2019 di Jakarta, Rabu (23/1)

“Mandatory bagi perguruan tinggi, tidak lagi cukup riset hanya berdasarkan common sense, tapi research based on demand, demand driven atau market driven. Akhirnya muncul sekarang motor listrik di Indonesia,” ungkap Menristekdikti.

Motor listrik yang dimaksudkan oleh Menteri Nasir adalah Gesits yang akan diproduksi oleh PT Wijaya Manufakturing (WIMA), perusahaan konsorsium antara PT Gesits Technologies Indo (GTI) dengan anak perusahaan BUMN PT Wijaya Karya Industri dan Konstruksi.

Selama pengembangannya, Gesits yang dirancang oleh Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) melalui Pusat Unggulan Iptek Sistem Kontrol Otomotif (PUI SKO) ITS dan mendapat bimbingan dari Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi, Kemenristekdikti.

Selain motor listrik Gesits, Nasir juga mendorong perguruan tinggi menciptakan inovasi seperti bahan bakar berbasis minyak sawit yang disebut green fuel. Nasir berharap green fuel tersebut dapat segera dikomersilkan oleh PT Pertamina.

“Sebentar lagi (lewat) chemical catalyst, (green fuel) bisa diproduksi di Indonesia. Palm oil bisa menjadi green gasoline, green diesel, maupun green avtur. Ini seratus persen Indonesia tidak akan impor lagi dalam BBM. Ini (jenis) inovasi yang kami biayai,” ungkap Nasir.

Green fuel adalah produk olahan palm oil atau minyak sawit dengan bahan bakar fosil. Inovasi ini dikembangkan oleh Institut Teknologi Bandung (ITB) pada Laboratorium Teknik Reaksi Kimia dan Katalisis, Fakultas Teknologi Industri ITB.

Nasir menyampaikan perusahaan di Indonesia sudah harus mulai berpindah dari bisnis berbasis efisiensi semata menjadi bisnis dengan inovasi.

“Mau tidak mau kita harus bergeser bagaimana ekonomi yang kita jalankan sekarang bukan business as usual. Harus berbasis pada pengetahuan atau dalam hal ini inovasi,” ungkap Menristekdikti.

Nasir menyatakan Indonesia perlu fokus pada inovasi karena populasi Indonesia yang besar tidak serta merta menjadikan Indonesia sejahtera.

“Di negara manapun di dunia, negara maju bukan diukur dari jumlah penduduknya. Bukan dilihat negara besarnya, tapi yang dilihat inovasi dan teknologinya. Manakala inovasinya tinggi, pasti negara itu punya daya saing tinggi,” ungkap Nasir. (red/Ju)

 

Ristekdikti Tinjau infrastruktur di dua Universitas

0

Jakarta, Biskom – Mengawali tahun 2019, Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir meninjau infrastruktur di dua perguruan tinggi yakni Institut Teknologi Sumatera (ITERA) dan Universitas Tanjungpura (Untan).

Menristek mengatakan, pembangunan infrastruktur fisik kampus sangat penting untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan pelayanan pendidikan tinggi. Dengan adanya penambahan gedung perkuliahan baru, diharapkan juga dapat meningkatkan daya tampung mahasiswa, sehingga akses masyarakat ke pendidikan tinggi meningkat.

Universitas Tanjungpura (Untan) mendapatkan pendanaan dari IsDB untuk perbaikan kapasitas dan modernisasi universitas, perbaikan pelayanan, peningkatan daya saing nasional dan internasional, dan penguatan sumber daya manusia. Proyek IsDB 7 in 1 merupakan salah satu program di bawah koordinasi Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti.

Ia menambahkan, peningkatan Angka Partisipasi Kasar (APK) Pendidikan Tinggi dapat dilakukan baik melalui meningkatkan akses perkuliahan konvensional maupun dengan meningkatkan jumlah perguruan tinggi yang melaksanakan perkuliahan daring (online learning). Baik perkuliahan konvensional maupun perkuliahan daring memiliki peran penting untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia.

“Dengan Pendidikan Jarak Jauh dan Online Learning, diharapkan peningkatan APK Pendidikan Tinggi Indonesia di angka 50 persen dapat dicapai dalam waktu yang tidak terlalu lama,” imbuh Nasir.

Sementara itu, dalam kuliah umum tersebut Menristekdikti menyampaikan, dalam menghadapi era revolusi industri 4.0, pendidikan tinggi harus lebih adaptif dengan pertumbuhan pengetahuan yang eksponensial, disrupsi teknologi dan inovasi, serta perubahan sosial dalam masyarakat.

Ia menyebutkan, hal tersebut dapat diwujudkan melalui penerapan literasi baru pada era Revolusi Industri 4.0 yang meliputi literasi data, teknologi dan human yang mendorong transformasi dalam standar kompetensi dan 7 standar pendidikan lainnya termasuk standar sarana dan prasarana.

“Saat ini dibutuhkan transformasi kurikulum pendidikan dengan pendekatan kolaborasi inter dan transdisiplin, strategi pembelajaran yang inovatif, disesuaikan dengan karakteristik mahasiswa generasi Z (iGeneration), dan tentu saja didukung dengan sarana dan prasarana yang sesuai, guna menghasilkan sumber daya yang tidak hanya menjadi agent of change, tetapi juga sebagai inspirator/influencer,” terangnya.

Lebih lanjut Menristekdikti menjelaskan, dalam mewujudkan pendidikan tinggi 4.0, Kemenristekdikti menyusun berbagai regulasi dan program untuk memperkuat 3 literasi baru dan dorongan digitalisasi.

Salah satu bentuk kebijakannya adalah pembangunan universitas siber (Cyber University) yang dipersiapkan untuk pembelajaran daring.

Ia menyebutkan, saat ini teknologi digital sudah sangat luas penerapannya, juga sangat luas dampaknya, maka Massive Open Online Courses (MOOCs) yang menerapkan teknologi digital dalam pembelajaran, yang mampu menembus tembok ruang kelas, batas-batas kampus, dan bahkan negara, sudah harus mulai dibangun dengan roadmap yang terstruktur dan komprehensif.

Pembangunan ini menggunakan hibah dari Islamic Development Bank (IsDB) dengan skema The Development and Upgrading of Seven Universities in Improving The Quality and Relevance of Higher Education in Indonesia yang disingkat 7 in 1 Project.

The Development and Upgrading of Seven Universities in Improving The Quality and Relevance of Higher Education in Indonesia oleh The Islamic Development Bank (IsDB) atau 7 in 1 Project ini memiliki anggaran 2,8 triliun yang dibagi menjadi tujuh perguruan tinggi. (red/JU)

PLTP Merah Putih Lahendong, Rintisan Energi Bersih

0

Tomohon, Biskom- BPPT meresmikan dan serah terima pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) 500 Binary Cycle kapasitas 500 kW di Lahendong, Sulawesi Utara, Senin, (20/1). Menristekdikti, M. Nasir berharap PLTP tipe Organic Rankine Cycle (ORC), Binary Cycle (siklus biner) ini dapat direplikasi di daerah lain, khususnya di bagian timur Indonesia, yang memiliki sumber daya panas bumi serupa.

Sementara itu, Deputi Teknologi Informasi Energi dan Material (TIEM) BPPT, Eniya L. Dewi bahwa sistem PLTP 500 kW Lahendong menggunakan teknologi sistem binary cycle. PLTP ini memanfaatkan uap panas bumi basah yang tidak bisa digunakan PLTP konvensional. Selain itu, PLTP ini bisa juga digunakan untuk memanfaatkan air panas sisa PLTP konvensional sehingga menambah efisiensi total dan menambah kapasitas pembangkitan.

“PLTP ini dapat digunakan sebagai model pemanfaatan sumur panas bumi dengan uap basah yang menjadi karakteristik kebanyakan sumber panas bumi di indonesia terutama Sumatera dan Sulawesi,” papar Eniya.

Di awal masa operasi PLTP ini imbuhnya, ditemui beberapa kendala pada PLTP skala kecil ini, dimana sistem turbin Organic Rankin Cycle (ORC) menggunakan generator Direct Current (DC) dan diubah menjadi Alternating Current (AC) menggunakan Inverter.

“Inverter bekerja sangat bergantung pada pengaturan beban dan frekuensi (Hz) yang dikeluarkan oleh Pusat Pengaturan Beban (P2B) – PT.Pembangkit Listrik Negara (PLN). Distribusi PLN yang masih sering terkendala menyebabkan PLTP menjadi ikut mati saat PLN tidak ada beban. Namun atas kerjasama yang baik antara BPPT, PLN dan PGE masalah tersebut telah teratasi dengan meningkatkan kehandalan system transmisi PLN sehingga PLTP 500 kW dapat beroperasi lebih stabil,” terangnya.

Selama tahun 2018, BPPT bersama GFZ dan PGE telah berhasil melaksanakan pengoperasian kontinyu PLTP 500 kW selama lebih dari 10 bulan. Unit teknis yang terlibat langsung dari pihak BPPT adalah Balai Besar Teknologi Konversi Energi (B2TKE) yang telah memiliki pengalaman dalam berbagai program kaji terap teknologi energi baru terbarukan (EBT), yang sejak awal berkontribusi dalam engineering design.

“Hal ini menandakan kesiapan awal BPPT bersama operator dan industri dalam negeri untuk membangun PLTP di seluruh penjuru nusantara yang memiliki sumber energi panas bumi,” tegasnya. Pihaknya juga akan bekerja sama dengan local expertise seperti universitas dan Politeknik. Universitas Sam Ratulangi dan Politeknik Manado disebut Eniya, bersedia untuk berpartisipasi.

Dikatakan Plt Kepala BPPT, Wimpie AN. Aspar, BPPT bersama GFZ dan PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) mengembangkan PLTP Binary Cycle kapasitas 500 kW di Lahendong, Sulawesi Utara. Kegiatan riset bersama ini mengimplentasikan salah satu peran BPPT yakni melaksanakan alih teknologi PLTP skala kecil.

“Kami bersama dengan PGE ini ya saat ini, tengah menjalankan yang namanya PLTP 500 kilowatt, di Lahendong. Alat ini hibah dari Jerman, kami ingin ya alat ini bermanfaat menjadi potensi pembangkit berbasis energi bersih untuk juga menjadi model yang dapat diterapkan di wilayah berpotensi sumber panasbumi di Indonesia,” ungkapnya. (red/ju)

Nexusguard: Serangan DDoS Q3 2018 Sasar CSP

0

SAN FRANCISCO, Biskom- “Laporan Ancaman Q3 2018” Nexusguard  mengungkap kemunculan pola serangan Penolakan Layanan secara Terdistribusi (Distributed Denial of Service / DDos) yang menyasar penyedia layanan komunikasi (Communications Service Providers / CSP).

Vektor baru ini mengeksploitasi serangan permukaan luas pada level ASN (autonomous system number / nomor sistem otonom) terhadap CSP dengan menyebarkan lalu lintas serangan kecil di ratusan alamat IP (internet protocol) untuk menghindari agar tidak sampai terdeteksi.

Evolusi berkelanjutan dari metode DDoS menunjukkan bahwa CSP perlu meningkatkan postur keamanan jaringan mereka. Penemuan pola serangan baru yang berkelanjutan juga seharusnya mengingatkan perusahaan  terhadap pentingnya memilih penyedia layanan yang terbukti kebal terhadap DDoS.

Laporan triwulan ini, yang mengukur ribuan serangan DDoS di seluruh dunia, menunjukkan CSP ditargetkan oleh 65,5% serangan DDoS pada Q3, mengingat jaringan luas mereka yang memungkinkan akses terhadap aset penyewa.

Penyerang  telah mencemari kumpulan alamat IP yang beragam di seluruh ratusan prefiks IP (setidaknya 527 jaringan Kelas C, menurut temuan Nexusguard) dengan lalu lintas sampah yang sangat kecil. Akibatnya, ukuran serangan rata-rata tahun ke tahun pada kuartal tersebut secara terukur berada di – 82%.

“Pelaku menggunakan metode serangan yang lebih kecil, sedikit demi sedikit untuk menyuntikkan sampah ke dalam lalu lintas yang sah agar serangan lolos dari deteksi dan tidak dengan membunyikan alarm dengan lonjakan serangan yang besar dan jelas,” kata Juniman Kasman, pejabat teknologi tertinggi untuk Nexusguard.

Analis Nexusguard percaya bahwa penyerang melakukan misi pengintaian untuk memetakan lanskap jaringan dan mengidentifikasi rentang IP kritis-misi dari CSP yang ditargetkan. Kemudian mereka menyuntikkan potongan-potongan sampah ke dalam lalu lintas yang sah, yang ukurannya dengan mudah melewati ambang deteksi.

Konvergensi lalu lintas yang tercemar yang menyelinap melalui “pipa bersih” dari penyedia layanan internet hulu membentuk arus lalu lintas besar yang dengan mudah melebihi kapasitas perangkat mitigasi, yang mengarah pada latensi tinggi sebagai hal terbaik, kebuntuan sebagai hal terburuk.

Serangan “bit-and-piece” yang diamati pada kuartal ini sering memanfaatkan resolver sistem nama domain terbuka (domain name system / DNS) untuk meluncurkan apa yang umumnya dikenal sebagai Penguatan DNS, di sini alamat IP yang ditargetkan hanya menerima sejumlah kecil respons di setiap kampanye yang dikelola dengan baik, meninggalkan sedikit atau tanpa jejak. (red/JU)

Blockchain SAP Bantu Singkirkan Obat Palsu

0
42-23055217

Jakarta, Biskom– SAP SE mengumumkan ketersediaan  SAP® Information Collaboration Hub for Life Sciences untuk rantai pasokan Amerika Serikat, sebuah hub teknologi blockchain untuk membantu menyingkirkan prduk-produk palsu di sepanjang rantai pasokan farmasi.

Hub tersebut didesain untuk mengotentikasikan kemasan farmasi yang dikembalikan dari rumah sakit dan apotek ke grosir sebelum produk dijual kembali. Para pedagang grosir di Amerika Serikat menghadapi hampir 60 juta pengembalian setiap tahunnya, yang diperkirakan mencapai nilai 7 milyar USD.

Solusi berbasis blockchain membantu pelanggan mematuhi Undang-Undang Keamanan Rantai Pasokan Obat (DSCSA) A.S., yang mensyaratkan bahwa per November 2019 grosir memverifikasi resep obat yang dikembalikan dan ditujukan untuk dijual kembali. Mandat ini dimaksudkan untuk melindungi konsumen dari obat palsu, terkontaminasi dan dicuri.

“Blockchain mendorong generasi baru dari aplikasi-aplikasi enterprise yang mampu meningkatkan kooperasi pada distribusi grosir secara drastis,” kata Jeffery Denton selaku Senior Director, Global Secure Supply Chain, AmerisourceBergen Corporation. “Solusi berbasis blockchain dari SAP ini menyediakan kesempatan terbaik untuk sepenuhnya memenuhi kebutuhan kami untuk dapat dioperasikan dengan para mitra dagang dan solusi mereka selagi tetap mematuhi DSCSA Amerika Serikat,” lanjut Jeffery.

Software baru ini memungkinkan pelanggan untuk memverifikasi kode produk, lnternet-of-Things (Iot), tanggal kedaluwarsa, dan nomor seri unik yang tertanam dalam barcode terhadap data pabrikan yang disimpan dalam blockchain. Perangkat lunak ini dikembangkan dengan inovasi bersama AmerisourceBergen, Boehringer Ingelheim AG & Co. KG, GlaxoSmithKline plc dan Merck Sharp & Dohme.

“Produk blockchain ini mendukung kebutuhan industri akan ledger (buku besar) bersama yang tidak dapat diubah, guna menghindari banyak integrasi rumit,” kata Dr. Oliver Nuernberg, Chief Product Owner, SAP for Life Sciences Solution Portfolio, SAP SE. “Dengan produk ini, kami menawarkan kami menawarkan solusi yang terukur dan aman untuk produsen farmasi dan grosir AS untuk mematuhi persyaratan peraturan yang akan datang untuk verifikasi,” tutupnya.

SAP terus mendukung perusahaan di berbagai industri dalam mengeksplorasi manfaat dari teknologi ledger yang didistribusikan. Pada musim gugur 2018, dua konsorsium industri baru dalam program SAP Blockchain Consortium diumumkan. Penambahan konsorsium baru ini berfungsi sebagai bukti upaya berkelanjutan SAP untuk menyediakan platform, kerangka kerja dan organisasi yang tepat bagi pelanggan yang mengeksplorasi adopsi dan integrasi teknologi blockchain untuk aplikasi perusahaan. (red/Ju)

Revitalisasi Pendidikan Vokasi Menjadi Prioritas

0

Jakarta, Biskom – Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan penguatan dan revitalisasi pendidikan vokasi menjadi salah satu program prioritas Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).

Hal ini dikatan Menristek saat berkunjung ke Politeknik Negeri Pontianak, Jumat. “Politeknik merupakan tulang punggung penyiapan SDM profesional. Di berbagai negara maju, perguruan tinggi vokasi jumlahnya lebih banyak dibandingkan perguruan tinggi akademik, contohnya Jerman, disana jumlah pendidikan vokasi sudah lebih dari 61%,” tuturnya.

Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas lulusan politeknik menurut Menristekdikti adalah dengan meningkatkan kualitas input mahasiswa yang masuk. Menristekdikti mengatakan saat ini mengkaji kemungkinan seleksi masuk politeknik negeri terintegrasi dengan sistem Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN).

“ Dengan demikian Politeknik mendapatkan input calon mahasiswa berkualitas dari berbagai daerah di Indonesia. Politeknik diharapkan menjadi perguruan tinggi yang heterogen, mahasiswa tidak hanya berasal dari satu daerah saja. Mutu akan lebih baik,” jelas Menristekdikti.

Melalui berbagai program revitalisasi, Menristekdikti berharap pendidikan vokasi dapat menjadi pilihan utama bukan pelengkap atau pilihan terakhir bagi calon mahasiswa. Jumlah pendidikan vokasi juga diharapkan meningkat setiap tahunnya.

Ia juga mengingatkan kepada dosen dan pimpinan Poltek Negeri Pontianak untuk menyiapkan mahasiswanya dengan berbagai kompetensi. Setiap lulusan hendaknya memiliki bekal sertifikat kompetensi disamping ijazah untuk berkompetisi di dunia kerja.

Direktur Poltek Negeri Pontianak Muhammad Toasin Asha mengatakan sangat mengapresiasi perhatian Pemerintah melalui Kemenristekdikti mengenai penguatan pendidikan vokasi.

Ia mengatakan bahwa saat ini Poltek Negeri Pontianak tengah berbenah untuk meningkatkan kompetensi lulusannya. Saat ini telah ada 6 program studi yang telah memiliki lembaga sertifikasi kompetensi, sedangkan 16 program studi lainnya akan menyusul. (red/JU)

Jelang Apex 2019, Vivo Hadirkan Inovasi Terbaru

0

Jakarta, Biskom – Vivo, brand smartphone global,  siap memperkenalkan “APEX 2019” sebagai wujud smartphone purwarupa atau prototype. Konsep ini  akan dikenalkan  pada  24 Januari 2019 di Tiongkok.

Mengangkat tagline “A Simpler Future”, APEX 2019 sebelumnya menarik perhatian dengan rangkaian foto jarak dekat yang menunjukkan desain dengan sudut halus melengkung layaknya tetesan air. Salah satu novel trilogi fiksi sains populer di Tiongkok “The Three-Body Problem” pun disebut menjadi inspirasi desain menyerupai sinar kosmik pada APEX 2019.

Berdasarkan teaser resmi, vivo rencananya akan secara perdana memperkenalkan kehadiran APEX 2019 pada 24 Januari 2019 mendatang. Kehadiran APEX 2019 akan menjadi salah satu titik penting bagi vivo dalam melanjutkan inovasinya yang terus dikembangkan dalam beberapa tahun terakhir.

Vivo menjadi salah satu brand global yang konsisten menjadi pionir dalam hal teknologi dan inovasi desain smartphone. Dalam revolusi desain smartphone, vivo menjadi brand pertama yang meluncurkan smartphone tertipis di-dunia, Vivo X5 Max, pada tahun 2014, setelah tahun 2013 sebelumnya sukses menghadirkan smartphone resolusi layar 2K pertama di-dunia melalui seri XPlay3S.

Pada gelaran MWC 2018, Vivo mencuri perhatian dalam gelaran yang diikuti para pelaku industri global tersebut dengan meluncurkan “APEX” smartphone concept. Prototype dengan rasio layar mencapai 91% hadir dengan fitur revolusioner seperti Elevating Front Camera (EFC) yang memberikan solusi untuk desain layar non-bezel Ultra FullViewTM Display; serta memperkenalkan konsep Half Screen In-Display Fingerprint yang menjadi cikal bakal fitur In-Display Fingerprint atau Screen Touch ID pada smartphone seri vivo seperti Vivo NEX, Vivo X21 UD, maupun Vivo V11 Pro. (red/Ju)

Mahata Group dan Tiket.com Hadirkan Standar Baru Traveler Milenial

0

Bali, Biskom –  Mahata Group, start-up penyedia jasa wi-fi gratis di dalam maskapai Garuda Indonesia Group, telah bekerjasama dengan Tiket.com, agen travel online kedua terbesar di Indonesia.

Juru bicara Tiket.com, Mr. Gaery Undarsa mengatakan bahwa kerjasama ini sejalan dengan misi Tiket.com di tahun 2019 untuk menjadi agen travel online nomor satu di Indonesia.

Mahata Group dan Tiket.com merupakan start-up digital yang sama-sama berkeinginan untuk menghadirkan standar baru yang lebih tinggi pada traveler milenial di Indonesia. Sebagai agen travel online kedua terbesar di Indonesia, Tiket.com meyakini traveler milenial merupakan pasar yang sangat besar di Indonesia, dan saat ini potensi itu belum seluruhnya termanfaatkan oleh agen travel online di Indonesia.

Iwan Setiawan, Direktur Eksekutif dari Mahata Group menambahkan, “ Kami melihat kerjasama ini mampu membantu Citilink Indonesia menciptakan ekosistem digital yang holistik. Dan kami akan melakukannya dengan perusahaan digital platform kami, serta partner resmi kami, Tiket.com ”.

Ditambahkan pula tentang kerjasamanya ini dengan Mahata Group, Gaery Undarsa, Chief Marketing Officer dari Tiket.com mengatakan, “ Kami menyadari bahwa konektifitas merupakan hal yang vital bagi generasi muda Indonesia (milenial), dan jumlah dari traveler milenial selalu bertambah. Dengan itu, langkah kami untuk bekerjasama dengan Mahata Group sebagai penyedia jasa wi-fi pesawat gratis pertama di Indonesia, dan maskapai berbiaya rendah terbaik di Indonesia, Citilink Indonesia, adalah kesempatan strategis yang sangat baik untuk kami ”.

Sebelumnya, Citilink Indonesia telah menunjuk Mahata Group untuk menyediakan wi-fi di dalam maskapai Citilink. Dengan tersedianya wi-fi dalam maskapainya, Citilink Indonesia telah menjadi  maskapai berbiaya rendah pertama yang menyediakan jasa wi-fi tanpa tambahan biaya.

Citilink Indonesia melihat kerjasama antara Tiket.com dan Mahata Group merupakan kerjasama yang berangkat dari pola pikir Digital Sharing Economy, sebuah pandangan ekonomi abad 21 yang revolusioner dan meninggalkan cara pikir konvensional yang ingin menguasai segala lini fasilitas namun membebankan biayanya pada konsumen.

Benny Rustanto, Direktur Niaga dari Citilink Indonesia percaya, peningkatan pelayanan dari maskapai penerbangan bisa dilakukan dengan cara membagikan beban tersebut kepada startup-startup lokal Indonesia seperti Mahata Group dan Tiket.com.

“ Kami sangat bangga melihat keberanian startup lokal seperti Mahata Group dan Tiket.com dalam menjawab tantangan untuk meningkatkan standar kualitas dari penerbangan nasional ”. Melanjuti pernyataan tersebut, Citilink Indonesia juga menyebutkan misinya untuk menjadi maskapai berbiaya rendah terbaik tak hanya di Indonesia, namun di Asia.

Iwan Setiawan, Direktur Eksekutif Mahata Group, juga menyebutkan dalam pidatonya bahwa kerjasama dengan Tiket.com merupakan tonggak sejarah untuk Mahata Group. Ia pun menambahkan, tersedianya wi-fi untuk penumpang maskapai Citilink menjawab tantangan ekosistem digital global, dimana penumpang pesawat menjadi pangsa pasar yang baru.

Dengan kerjasama ini, Iwan Setiawan berterima kasih kepada Citilink Indonesia atas dukungannya. Dan juga partner dari Mahata Group: Inmarsat, Lufthansa Technik, Lufthansa Systems, CBN, Pallem Group dan Binar Venture atas kerjasamanya, yang telah menjadikan sebuah visi menjadi realitas. (red/Ju)