Home Blog Page 868

Kominfo Dukung ACCI & APTIKNAS Gelar Digitech 2018

0

Jakarta, Biskom – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mendukung upaya Asosiasi Cloud Computing Indonesia (ACCI) dan Asosiasi Pengusaha Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (APTIKNAS) menggelar ajang Digital Technology Indonesia bertema Digital Transformation and Industry 4.0.

Sekretaris Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kemenkominfo, Sadjan mengatakan  agenda Digital Technology Indonesia bertujuan untuk memberikan literasi teknologi Informasi dan komunikasi kepada masyarakat agar ikut memperkuat ekonomi masyarakat di era industri 4.0.

“Dunia bisnis saat ini memang dituntut go digital karena era industri 4.0 sangat berkaitan dengan transformasi digitalisasi dan memang cloud computing menjadi pondasi utama,” ujar Sadjan, di Ruang Serbaguna, Kantor Kemenkominfo, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Menurut Sadjan, kementeriannya terus mempersiapkan ketersediaan infrastruktur dan aspek regulasinya. Kinerja itu dilakukan karena aktivitas masyarakat diprediksi nantinya mengarah pada digitalisasi guna meningkatkan kegiatan ekonomi dan tumbuhnya pelaku usaha.

“Industri 4.0, mengutamakan kecepatan dalam konteks kebutuhan bisnis, elektronik, otomatisasi dan cyber physical system terintegrasi untuk industri 4.0. Kepada generasi muda, kita terus mendorong lahirnya start up baru untuk mendorong percepatan ekonomi Indonesia,” ucap Sadjan.

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Cloud Computing Indonesia Alex Budiyanto menilai, digital transformation dan industri 4.0 juga perlu dipersiapkan oleh pelaku industri.

“Layanan seperti cloud computing, big data, fintech, artificial inteligen, smartcity, blockchain, internet of things, cyber security, harapan pelaku industri siap untuk menghadapi era digital 4.0. Harapannya pelaku industri siap untuk menghadapi era digital 4.0,” ujar Alex.

Alex mengatakan, cloud computing menguntungkan para pelaku UMKM dan membantu start up untuk mendapatkan inovasi yang terjangkau di bidang perdagangan.

Berkaitan dengan acara yang akan digelar di Jakarta Convention Centre, 28 November mendatang, Alex mengungkapkan, kerja sama ACCI dengan APTIKNAS pada acara Digital Technology Indonesia untuk mempersiapkan transformasi digital dan industri 4.0.

Ketua Umum APTIKNAS,  Soegiharto Santoso menyampaikan, lembaganya memiliki tiga fokus dalam memantau trend digitalisasi saat ini yaitu Smart City, e-commerce dan Digital Talent.

“Kami amat fokus, misalnya salah satu prosesnya untuk membantu UKM di Blok B Tanah Abang Go Online dan tetap memanfaatkan Outlet nya utk Off Line. Upaya ini butuh beberapa peran, antara lain pihak pengelola gedung untuk menyiapkan lokasi pelatihan secara tetap, pihak asosiasi untuk memberikan pelatihannya, pihak market place e-commerce untuk penjualan On Line nya, serta keterlibatan pengusaha UKM-nya, termasuk peran media untuk menyebarkan program kami, sedangkan untuk program Smart City kami telah melakukan kerjasama dengan beberapa pihak EO dengan mengadakan seminar dan workshop tentang Smart City dan kami telah membuat website www.smartcityindo.com agar semua kegiatan dan solusi yang berkaitan dengan Smart City dapat ditampilkan, sehingga lebih banyak diketahui oleh masyarakat luas,” tutur Soegiharto. (red)

Gandeng Maudy Ayunda, Canon Gelar OOTD Photo Competition

0

Jakarta, Biskom – Fashion dan fotografi merupakan kolaborasi yang menarik dan menghadirkan beragam inspirasi. Di era kecanggihan perangkat digital sekarang ini, kamera digital pun tak lagi sekadar menjadi alat perekam foto dan video, namun juga telah menjadi bagian dari fashion itu sendiri. Datascrip sebagai distributor tunggal produk pencitraan digital Canon di Indonesia mengajak masyarakat di tanah air untuk tampil trendi sambil mengeksplorasi kreasi dan gaya berbusana outfit of the day alias OOTD bersama kamera Canon melalui ajang Canon EOS M100 OOTD Photo Competition.

Lomba foto ini dapat diikuti oleh siapa saja secara online melalui media sosial Instagram. Para peserta cukup mengunggah foto dengan gaya trendi OOTDnya bersama kamera digital Canon tipe apa saja sesuai dengan tema OOTD yang akan diinformasikan melalui akun instagram @canon.indonesia. Lomba foto ini berlangsung mulai 22 November 2018 – 10 Januari 2019 dan dibagi menjadi 5 sesi dengan tema OOTD yang berbeda-beda. Pemenang lomba akan mendapatkan hadiah istimewa berupa 100 Minutes Exclusive Dinner with Maudy Ayunda untuk 10 (sepuluh) orang pemenang yang diambil dari 2 (dua) orang pemenang per tema OOTD yang dilombakan serta kamera canggih Canon EOS M100 untuk 1 (satu) orang pemenang dari keseluruhan lomba.

“Setiap orang memiliki gaya masing-masing untuk mengekspresikan dirinya. Termasuk dalam hal fashion. Melalui lomba foto ini Canon membuka kesempatan bagi siapa saja, untuk mengekspresikan OOTD favorit mereka bersama kamera digital Canon mereka dalam bidikan foto menarik. Jadi, jangan ragu untuk ikut serta dan kirimkan foto paling trendi untuk memenangkan hadiah menarik yang kami siapkan,” ujar Merry Harun – Canon Division Director, pt. Datascrip.

Canon EOS M100 merupakan kamera dengan fitur kreatif dan teknologi canggih serta berbalut desain trendi dan berkelas. Keringkasan desainnya membuat kamera mirrorless dengan empat pilihan warna (Grey, White, Black dan Pink) ini cocok untuk menemani aktivitas sehari-hari sekaligus menjadi penunjang gaya penampilan pengguna. Canon EOS M100 menyematkan teknologi nirkabel Wi-Fi dan NFC yang dapat menghubungkan kamera dengan perangkat smartphone maupun tablet. Mengunggah dan berbagi foto maupun video ke jejaring sosial pun menjadi mudah dan praktis.

Didukung dengan prosesor gambar DIGIC 7 yang canggih, sensor APS-C 24,2 megapiksel, serta teknologi Dual Pixel CMOS AF untuk sistem fokus yang cepat dan akurat, kamera Canon EOS M100 selalu siap untuk menghasilkan foto yang tajam dan menawan sekalipun dalam kondisi minim cahaya. Pengguna juga dapat merekam video dengan format Full HD beresolusi 60p. Layar LCD sentuh yang dapat ditekuk hingga 180 derajat memudahkan pemotretan dari sudut yang unik serta membuat selfie semakin menyenangkan.

“Untuk fashion, saya menyukai tampilan yang simple tetapi juga elegan sekaligus nyaman dan memberikan kepercayaan diri. Kita bisa berkreasi dengan mix and match dari koleksi yang ada. Dengan begitu, kita bisa selalu tampil trendi dalam berbagai acara berbeda. Dan jangan lupa untuk selalu mengabadikan dan berbagi momen terbaik penampilan OOTD terbaikmu dengan kamera Canon. Siapa tahu, gaya kamu juga bisa menginspirasi teman-temanmu,” ungkap Maudy Ayunda, aktris dan musisi ternama Indonesia. (red)

Indosat Ooredoo & Ericsson Berikan Pengalaman 3D Augmented Reality

0

Jakarta, Biskom – Dalam rangka merayakan ulang tahunnya yang ke-51, Indosat Ooredoo bekerja sama dengan Ericcson menunjukkan kesiapan 5G dengan menampilkan berbagai contoh penggunaan teknologi 5G. Acara ini juga sekaligus menyoroti kesiapan Indosat Ooredoo terkait jaringan 5G dan keahlian Ericsson dalam teknologi dan layanan komunikasi yang canggih. Kedua perusahaan pun juga menyoroti dua demo utama dalam acara ini yaitu test bed untuk 5G dan 3D-AR (Augmented Reality).

Arief Musta’in, Director & Chief Innovation Officer Indosat Ooredoo mengatakan: “Kesiapan 5G tertanam dalam visi kami dalam upaya membangun jaringanberkualitas video yang kompetitif. Indosat Ooredoo bekerja sama dengan Ericsson dengan bangga mempertunjukkan demonstrasi contoh kasus penggunaan 5G, terutama pengalaman 3D Augmented Reality pertama di Indonesia yang akan memungkinkan inovasi dalam berbagai industri seperti pendidikan dan perawatan kesehatan.”

Kecepatan 5G test bed mencapai ~10Gbps per UE (User Equipment) dari total 20Gbps, yang berarti jauh lebih cepat daripada LTE. 5G test bed juga memilikibeam tracking sebagai salah satu kemampuan unggulan 5G yang memungkinkan kapasitas serta kinerja yang lebih tinggi. Selain itu, teknologi ini juga memungkinkan streaming video 4K ke UE melalui radio 5G.

Selain menampilkan 5G test bed dan 3D-AR, baik Indosat Ooredoo maupun Ericsson juga menghadirkan demo lain, seperti; 5G deployment considerations danconnected drones yang dapat diuji coba dari jarak yang lebih jauh atau dengan jalur penerbangan yang telah ditentukan sebelumnya. Untuk melakukan itu, diperlukan konektivitas 5G nirkabel berlatensi rendah yang andal. Pada demo ini,drone nano terbang di atas model 3D-kota.

Ada juga LAA, yang merupakan solusi untuk hotspot berkapasitas tinggi (misalnya di bandara, stadion, pusat perbelanjaan), yang menggunakan spektrum unlicense untuk meningkatkan kecepatan/kapasitas tambahan untuk LTE dan kemungkinan koeksistensi dengan WiFi. Yang terakhir di demo adalah NB-IoT yang akan dipakai untuk berbagai kasus penggunaan oleh Indosat Ooredoo.

Jerry Soper, Presiden Direktur Ericsson Indonesia, mengatakan: “5G mewakili evolusi teknologi seluler utama yang dapat membuka kemungkinan dan aplikasi baru. Kami percaya bahwa 5G akan memainkan peran utama dalam transformasi digital di Indonesia. Ericsson bekerja sama dengan Indosat Ooredoo untuk meningkatkan jaringan dan teknologi untuk para pelanggan.

Rangkaian acara ini diselenggarakan selama tiga hari, dengan menampilkan serangkaian uji coba teknologi 5G, diskusi panel, technology sharing dan demo. Rangkaian acara ini akan menghadirkan pengalaman teknologi baru bagi para peserta, serta menunjukkan keunggulan teknologi 5G bagi pelanggan dan masyarakat.

Kaspersky Lab buka Pusat Transparansi Pemrosesan Data di Zurich, Swiss

0

Jakarta, Biiskom – Mulai tanggal 13 November, file berbahaya dan mencurigakan yang dibagikan oleh para pengguna produk Kaspersky Lab di Eropa akan mulai diproses di pusat data di Zurich. Ini merupakan bagian pertama dari komitmen relokasi yang dibuat oleh Kaspersky Lab pada akhir 2017 di bawah Global Transparency Initiative. Langkah ini memperlihatkan tekad Kaspersky Lab untuk memastikan integritas dan kepercayaan dari produknya disertai dengan pembukaan Pusat Transparansi pertama perusahaan, yang juga berlokasi di Zurich.

Relokasi pemrosesan data merupakan bagian dari langkah besar infrastruktur yang dirancang untuk meningkatkan ketahanan infrastruktur TI perusahaan terhadap risiko kebocoran data dan rangkaian serangan. Selain itu langkah ini juga untuk membuktikan keandalan produk, layanan, dan proses internal.
Per tanggal 13 November, data-data terkait ancaman yang berasal dari pengguna Eropa akan mulai diproses di dua pusat data. Langkah ini sekaligus memberikan fasilitas kelas dunia sesuai dengan standar industri untuk memastikan tingkat keamanan tertinggi.

Seluruh data yang secara aktif diizinkan oleh pengguna untuk dibagikan dengan Kaspersky Lab, termasuk file berbahaya dan mencurigakan atau yang sebelumnya tidak diketahui serta meta-data yang dikirim produk perusahaan ke Kaspersky Security Network (KSN) dikumpulkan untuk keperluan analisis malware perangkat lunak otomatis.

Data yang diproses oleh teknologi Kaspersky Lab hanyalah file terserang yang merupakan data paling penting. Perlindungan data pelanggan, bersama dengan keamanan dan integritas infrastruktur adalah prioritas utama bagi Kaspersky Lab, dan karena itu relokasi pengolahan file dilakukan terlebih dulu dan diharapkan akan selesai sepenuhnya pada akhir tahun 2019. Relokasi data lainnya yang akan diproses oleh produk Kaspersky Lab, terdiri dari beberapa jenis ancaman anonim dan statistik penggunaan, direncanakan akan dilakukan pada fase selanjutnya dari Global Transparency Initiative.

13 November lalu menandai pembukaan Pusat Transparansi Kaspersky Lab yang pertama di Zurich, serta memungkinkan para mitra bersangkutan untuk mengakses ulasan kode perusahaan, pembaruan perangkat lunak dan aturan pendeteksi ancaman, dan kegiatan lainnya. Melalui Pusat Transparansi, Kaspersky Lab akan memberikan informasi terkait produk dan keamanan kepada pemerintah dan para mitra, termasuk dokumentasi teknis penting, untuk evaluasi eksternal di dalam lingkungan yang aman.
Kedua pembangunan utama ini akan diikuti dengan relokasi pemrosesan data untuk wilayah lain. Di fase kedua, perakitan perangkat lunak akan dipindahkan ke Zurich.

Menurut ranking independen , Swiss adalah salah satu lokasi teratas di dunia dalam hal ketersediaan server internet yang aman, dan memiliki reputasi internasional sebagai pusat inovatif dalam pemrosesan data dan infrastruktur TI berkualitas tinggi. Berada di jantung Eropa dan di saat bersamaan juga merupakan anggota non-Uni Eropa yang telah menetapkan peraturan privasi yang dijamin oleh konstitusi negara bagian dan undang-undang federal.

Selain itu, Zurich juga memiliki peraturan ketat tentang permintaan pemrosesan data yang diterima dari otoritas.
Mengomentari langkah awal pemrosesan data di Eropa dan pembukaan Pusat Transparansi pertama, Eugene Kaspersky, CEO Kaspersky Lab mengatakan: “Transparansi menjadi “the new normal” untuk industri TI, khususnya industri keamanan siber. Kami merasa sangat bangga berada di garis depan proses ini. Sebagai perusahaan teknologi, fokus kami adalah memastikan infrastruktur TI terbaik untuk keamanan produk dan data, dan relokasi merupakan bagian penting dari pemindahan infrastruktur kami ke Swiss sebagai salah satu lokasi paling aman di dunia.

Seluruh usaha atas Global Transparency Initiative ini mulai membuahkan hasil seperti meningkatkan ketahanan dan visibilitas produk kami. Melalui pusat transparansi baru, yang juga berlokasi di Swiss, para mitra tepercaya dan pemerintah akan dapat melihat kajian produk kami secara eksternal dan menyikapinya dengan bijaksana. Kami percaya bahwa langkah-langkah seperti ini baru permulaan bagi perusahaan dan industri keamanan secara keseluruhan. Saya meyakini kebutuhan untuk membuktikan kepercayaan seperti ini akan segera menjadi standar industri di masa depan.”

Mengomentari langkah infrastruktur Kaspersky Lab ke Swiss, Liv Minder, Investment Promotion Director dari Swiss Global Enterprise, menambahkan: “Selesainya pusat transparansi Kaspersky Lab di Swiss menggarisbawahi bahwa negara kami telah menjadi pusat global untuk inovasi dan teknologi dengan kelompok keamanan siber yang kuat, menawarkan infrastruktur digital yang canggih dan aman dalam fondasi keamanan serta privasi yang kuat serta dapat menarik para pemuka teknologi lebih banyak lagi.” (red)

Tren Teknologi 2019 Mengubah Gaya Bisnis

0

Jakarta, Biskom – Dimension Data, perusahaan integrator teknologi dan penyedia layanan terkelola, meluncurkan Laporan Tren Teknologi 2019 yang dikembangkan oleh tim ahli teknologi perusahaan.

Laporan ini mengidentifikasi tren industri mendasar pada masa mendatang mendefinisikan lanskap teknologi bisnis pada 2019 di bidang pengalaman pelanggan, keamanan dunia maya, bisnis digital, infrastruktur digital, tempat kerja digital, teknologi masa depan, dan layanan.

Group CTO Ettienne Reinecke mengklaim bahwa pada 2019 transformasi digital menjadi kenyataan. Dia memprediksi perusahaan inovatif akhirnya melihat proyek jangka panjang berbuah hasil.

Proyek transformasi yang sering direferensikan tetapi jarang diselesaikan secara menyeluruh akan mulai menjadi kenyataan berkat kematangan teknologi yang merubah tantanan yang ada. Misalnya kepintaran buatan alias artificial intelligence (AI), mesin pembelajaran dan proses otomatisasi melalui robot.

“Hingga saat ini, industri kita telah berbicara tentang teknologi inovatif secara teoritis, tanpa memberikan gambaran yang jelas tentang bagaimana inovasi baru yang kuat ini akan digunakan. Coba pikirkan sekelumit nama seperti analitik, mesin pembelajaran, kepintaran buatan, blockchain, dan container,” kata Etienne melalui siaran pers di  Jakarta, (8/11).

Menurut Etienne semua gaya hidup lama semakin mulai berubah. Penerapan teknologi disruptif menjadi lebih dan adopsi atas teknologi tersebut berkembang stabil. “Kita akan melihat perusahaan paling inovatif memperlihatkan contoh transformasi digital yang berdampak pada 2019, dan akan ada lebih banyak perusahaan yang melakukan itu dalam waktu tiga tahun ke depan,” sambung Etienne.

Pada akhirnya, Etienne melanjutkan, bahwa mereka akan menyadari betapa penting teknologi yang digunakan. Dia pun memprediksi bahwa pada akhirnya teknologi dari Dimension Data akan menjadi hal yang sangat umum.

Berikut laporan tren teknologi 2019 yang akan menentukan lanskap teknologi bisnis tahun 2019:

Pertama, proses otomatisasi robot akan membentuk kembali pengalaman pelanggan

Pertumbuhan eksponensial yang terjadi dalam proses otomatisasi robot seperti: mesin pembelajaran, dan jaringan saraf heuristik – akan memberi perusahaan kemampuan untuk menggabungkan skenario, meningkatkan pemahaman, dan membuat keputusan prediktif secarareal-time tentang kebutuhan dan perilaku pelanggan.

Kedua, organisasi akan fokus pada platform keamanan siber berbasis cloud

Pelanggaran keamanan siber yang terjadi terus menerus pada 2018 akan menyebabkan penyedia keamanan berbasis cloud mendapatkan momentumnya pada 2019.

Sistem keamanan berbasis cloud dibangun dengan API terbuka, hal ini berarti tim keamanan dapat mengintegrasikan teknologi baru ke platform dengan cepat dan dengan relatif mudah. Ini akan memastikan klien agar dapat mengikuti lanskap ancaman yang berkembang secara pesat.

Ketiga, infrastruktur dapat diprogram dengan model end to end

Perusahaan-perusahaan akan mulai berlangganan ke beberapa platform cloud dan meningkatkan penggunaan Software-as-a-Service (SaaS). Kemampuan pemprograman secara End-to-end berarti organisasi dengan cepat beradaptasi dengan perubahan lanskap bisnis dan menuntut lebih banyak dari aplikasi dan data mereka.

Keempat, aplikasi akan menjadi lebih cerdas dan dapat disesuaikan

Padai tahun mendatang, Dimension Data akan melihat aplikasi mengumpulkan masukan dari para pengguna dan membuat perubahan pada fungsi mereka sendiri untuk meningkatkan pengalaman pengguna pada layanan. Kecerdasan buatan (AI) dan mesin pembelajaran akan memainkan peran penting dalam membantu karyawan bekerja lebih produktif.

Kelima, nilai daripada data akan menjadi pusat dari nilai alam semesta

Pada masa mendatang, fokus akan semakin bergeser ke nilai data yang sebenarnya, mendorong pencarian baru untuk menanamkan telemetri, mengumpulkan dan memperkaya data. Ini adalah data yang akan membentuk makna utama dari transformasi digital yang sesungguhnya dan menjadi sumber aliran pendapatan baru yang akan melampaui arus pendapatan tradisional. Ini akan menyebabkan perubahan dalam arsitektur informasi, di mana dengan kebutuhan menetapkan data kaya untuk mulai mendorong investasi TI. (red)

Site24x7, Solusi Pemantauan Microsoft Azure didukung AI

0

Jakarta, Biskom – Site24x7, solusi pemantauan kinerja berbasis cloud untuk DevOps dan Operasi TI, hari ini mengumumkan pengenalan pemantauan Microsoft Azure yang didukung AI serta integrasi chatbot dengan Microsoft Teams.

Site24x7 Pemantauan Azure memungkinkan tim TI untuk mengelola lebih dari 100 produk Azure menggunakan API Azure Insights dalam waktu dekat sehingga menjadikannya berharga bagi tim TI untuk mendapatkan peringatan yang dapat ditindaklanjuti, menurunkan waktu resolusi, dan mendapatkan visibilitas ke cloud hybrid mereka. Dengan diperkenalkannya chatbot Site24x7 untuk Microsoft Teams, DevOps dan pemilik aplikasi akan dapat memperoleh status kesehatan dari aplikasi penting di ruang obrolan tempat kerja yang mereka kenal.

Banyak organisasi yang mengadopsi lingkungan cloud hybrid, menciptakan kebutuhan untuk memantau perpaduan yang berkembang baik dari infrastruktur cloud on-premise maupun multi-lokasi. Pasar cloud hybrid global secara keseluruhan, diperkirakan akan tumbuh dari USD 44,60 miliar pada 2018 menjadi USD 97,64 miliar pada 2023, menurut perusahaan riset B2B MarketsandMarkets.

Mengatasi tantangan yang terus berkembang ini, Site24x7 menyatukan kemampuan yang ada untuk memantau pengalaman pengguna, pemantauan infrastruktur, dan manajemen kinerja aplikasi menjadi satu solusi terpadu yang dapat memberikan pemantauan penuh tumpukan dalam lingkungan hibrid, sehingga memberikan pandangan menyeluruh kepada infrastruktur DevOps & IT Team ke dalam infrastruktur TI mereka. Selain itu, integrasi Chatbot Microsoft Teams membantu dalam meningkatkan produktivitas dalam organisasi bergulat dengan tantangan lingkungan hybrid.

“Dengan langkah pengubahan transformasi digital, tim DevOps senang merangkul cloud publik untuk beban kerja baru, tetapi hadir dengan beberapa tantangan yang tak terelakkan seperti mendapatkan visibilitas end-to-end, penurunan kinerja dan mengelola pengalaman pengguna aplikasi penting bisnis,” kata Srinivasa. Raghavan, manajer produk, Site24x7.com. “Dengan pemantauan yang digerakkan oleh AI dan otomatisasi TI, masalah di lingkungan privat, publik dan hybrid membantu tim TI untuk menurunkan waktu rata-rata untuk memperbaiki insiden, sehingga meningkatkan produktivitas.”

Bhrighu Sareen, General Manager, Microsoft Teams, mengatakan, “Skenario ChatOps yang dibuat di Microsoft Teams memberdayakan pengguna untuk berkolaborasi, berbagi dokumen penting, aplikasi, dan berkomunikasi dalam waktu nyata. Kemampuan pemantauan berbasis AI Site24x7 menyatukan pengembang, tim aplikasi, dan operasi TI ke dalam satu lokasi aman yang efisien di Microsoft Teams untuk identifikasi masalah cepat sampai ke penyelesaian. ” (red)

Hoaks Ganggu Stabilitas Ekonomi & Minat Investasi

0

Jakarta, Biskom – Maraknya penyebaran informasi yang tidak jelas sumbernya, maupun tidak akurat dan mengandung unsur kebohongan atau hoaks memilki dampak terhadap perekonomian nasional.

Menurut Staf Ahli Menteri Komunikasi dan Informatika Bidang Komunikasi dan Media Massa, Gun Gun Siswadi, akibat penyebaran hoaks bukan hanya membingungkan publik, namun mempengaruhi ekspektasi dan perilaku investasi yang dapat mengganggu stabilitas ekonomi nasional dan minat untuk berinvestasi.

“Hoaks diharapkan tidak merugikan bisnis dan ekonomi secara umum. Oleh karena itu, media massa juga harus bekerja sesuai koridornya agar mendorong dan memfilter distribusi informasi ke masyarakat yang bersifat edukasi,” ujarnya dalam Seminar Nasional “Pers Indonesia Melawan Berita Hoax, Seberapa Berbahayanya Hoax Itu Mempengaruhi Ekonomi di Indonesia”

Lebih lanjut  Gun Gun Siswadi mengungkap penyebaran hoaks dapat berlangsung cepat seiring dengan tingkat penetrasi penggunaan internet Indonesia yang meningkat signifikan.

“Berdasarkan data, penetrasi pengguna internet di Indonesia mencapai 143,26 juta jiwa dari total populasi penduduk Indonesia sebanyak 262 juta orang. Artinya 54,68 persen masyarakat kita yang menggunakan internet,” kata Gun Gun.

Oleh karena itu, Gun Gun Siswadi menyatakan saat ini, pemerintah menggalang kerja sama dengan instansi lain untuk memerangi serta memberantas hoaks, salah satunya sinergi dengan pers. “Pers harus menjadi panduan masyarakat untuk menghindari informasi hoaks. Karena salah satu cara melawan hoaks adalah informasi yang bermanfaat,” kata Gun Gun.

Ketua Umum PWI Pusat Atal S. Depari mengungkapkan, keberadaan hoaks makin meresahkan dan dinilai bisa menjadi ancaman serius bagi stabilitas keamanan dan ekonomi nasional.

“Wajar saja ketika Presiden Joko Widodo begitu khawatir terhadap berita bohong yang akan berdampak bagi stabilitas ekonomi dan politik di Indonesia. Oleh karena itu, sudah menjadi tanggung jawab bersama untuk preventif menjaga viralnya hoax,” ujar Atal.

Selama Tahun 2017 berdasarkan data yang dihimpun, sebanyak 800.000 berita hoaks tersebar di internet. Selama kurun waktu Januari hingga Juli 2017, Kementerian Kominfo telah memblokir 6.000 situs yang menyebarkan hoaks.

Bahkan Kementerian Kominfo, sejak pertengahan tahun 2018 juga telah mengaktifkan mesin sensor AIS untuk mendeteksi sumber penyebaran konten hoaks.**/red

Januari 2019, Event Future Commerce Indonesia

0

Jakarta, Biskom – InternetRetailing Expo (IRX) Indonesia, acara digital terbesar di Indonesia hadir kembali dan berganti nama menjadi Future Commerce Indonesia 2019, akan diselenggarakan pada 29-30 Januari 2019 di Shangri-La Hotel, Jakarta, Indonesia.

Membawa tema “Shaping the Future of Commerce”, Future Commerce Indonesia 2019 menghadirkan brand dan ritel terkemuka dari lintas industri dan teknologi dengan para enabler dan start-ups di teknologi inovatif dengan tujuan untuk mendisrupsi dan membentuk masa depan bisnis komersial di era digital ekonomi.

Diselenggarakan oleh Clarion Events, salah satu penyelenggara acara independen tertua asal Inggris sejak tahun 1974, Future Commerce Indonesia 2019 akan menghadirkan 100+ terobosan teknologi dari brand lokal dan global serta start-ups seperti Accenture, Gilkor, Brava, SiCepat, dan masih banyak lagi yang akan membagikan pengetahuan melalui topik inspiratif. Konferensi ini juga akan menampilkan pameran inovatif, serta menampilkan teknologi digital terbaru untuk mencerminkan New Economy di Indonesia.

Adapun berbagai macam topik yang akan dibahas selama konferensi meliputi: Digital, Mobile, Payment technologies, eLogistic, Cyber Security, Analytics, Big Data, Cloud, Advertising and Marketing dalam berbagai sektor seperti Media, Finance, Retail, eCommerce, Travel & Hospitality, Education, Fashion & Beauty, serta Food & Beverage.

Event Director dari Clarion Events, Julia Kwan mengatakan: “Kami bangga dapat menginspirasi masyarakat Indonesia melalui Future Commerce Indonesia 2019. Acara ini merupakan tempat untuk bertukar ide, pemikiran, dan inovasi dengan kehadiran brand terkemuka dari perusahaan lokal dan global. Kami percaya bahwa melalui rangkaian konferensi dan pameran, acara ini dapat dijadikan referensi bagi pemain digital untuk meningkatkan bisnis ke level selanjutnya.

“Indonesia telah menjadi salah satu pasar terbesar dalam inovasi digital dan kami senang mempersembahkan Future Commerce Indonesia 2019 sebagai bagian dari dukungan kami bagi ekonomi digital Indonesia untuk tumbuh lebih besar dan juga diakui secara internasional,” tambah Julia Kwan.

Future Commerce Indonesia 2019 telah mendapatkan dukungan penuh dari KADIN Indonesia, Indonesia R & D International, Asosiasi Logistik Indonesia (ALI), Asosiasi Cloud Computing Indonesia (ACCI), Asosiasi Big Data dan AI Indonesia (ABDI) , Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) dan banyak lagi.

Future Commerce Indonesia 2019 juga akan meluncurkan Future Commerce Awards, sebuah platform terbaru untuk mengenali potensi terbaik dalam industri dari para pemain melalui kampanye digital, ritel, dan teknologi terbaik. (red)

10 Startup asal Jatim Masuk Inkubasi Appcelerate

0

Jakarta, Biskom – Lintasarta, Sebagai perusahaan Information & Communication Technology (ICT) kembali menegaskan akan memberikan solisi terbaik untuk menjawab tantangan industri digital yang diwujudkan dengan program Appcelerate, berkerjasama dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

Appcelerate program bertujuan untuk mengembangkan kreativitas dan inovasi teknologi digital di kalangan mahasiswa, dosen, maupun alumni. Lama waktu program ini juga diketahui akan berlangsung selama 6 bulan, yang sebelumnya sudah dimulai dengan kegiatan Kick Off, Industry Parallel Session, dan terakhir Startup Pitching yang dilaksanakan pada (9/11) di Worklink ITS Surabaya.

Appcelerate yang diselenggarakan di ITS Surabaya, ialah sebuah program inkubasi dan akselarasi yang mengemban tugas dalam pengembangan iklim startups di wilayah Jawa Timur. Nantinya dampak yang ingin ditampilkan ialah memperbesar peluang startup untuk menjalankan usahanya secara mandiri dan berkesinambungan. Dengan mengusung tema “Designing Solutions to Industrial Problems through Campus-Based Development” isu utama yang jadi titik perhatian adalah penyelesaian perkara industri perbankan atau non perbankan, dan Smart City.

Dalam pelaksanaan di tahap awal, Appcelerate ITS telah diikuti 110 startups yang beranggotakan mahasiswa dan alumni. Selanjutnya tahap seleksi yang dilakukan ialah uji administrasi, dan terpilih 25 startups untuk Pitching dihadapan para mentor. Appcelerate Program Director, Ryo Naldho, menjelaskan dari sekian proses yang dilakukan, para peserta sudah menampakan kematangannya untuk bisa mendesain produknya agar memiliki nilai sosial dan juga dimata bisnis.

“Setelah melalui proses screening proposal dan pitching di depan para mentor dari Lintasarta, ITS dan Industry Expert, sebanyak 10 tim terbaik akan mendapatkan bantuan pendanaan awal. Dana ini ditujukan untuk mengembangkan ide atau purwarupa agar menjadi sebuah produk akhir yang siap untuk dipasarkan,” ucap Aldo sapaan akrab Ryo Naldho.

Selain mendapatkan pendanaan, ke-10 tim berikut akan mengikuti program inkubasi dan akselerasi yang melibatkan para mentor dari Lintasarta, Industry Expert dan ITS Surabaya.

Untuk itu, berikut adalah 10 startup yang masuk ke tahap inkubasi melalui program Appcelerate:
1. FishGator, startup yang berfokus pada platform IoT untuk perikanan.
2. Dompet Dinar, startup bergerak di industri teknologi finansial
3. PixSp, IoT-based startup dengan salah satu produknya payment system
4. Sidakdebitur, startup yang dapat memberikan credit assessment debitur
5. SMES, startup yang bergerak dalam manajemen peringatan dan evakuasi banjir menggunakan IoT teknologi
6. Digigov, startup yang mengembangkan pengelolaan teknologi keuangan di pemerintahan tingkat desa dan kota
7. Zeniora, startup yang bergerak dalam bidang manajemen sekolah
8. Guarddio, startup yang mengembangkan solusi smart surveillance
9. Everchat, startup yang mengembangkan aplikasi chatbot dengan AI teknologi
10. HOMS, startup yang fokus pada energy management system

Program inkubasi akan berlangsung dari November 2018 – Maret 2019, dilanjutkan dengan presentasi final rencana bisnis masing-masing tim yang akan dilaksanakan pada akhir Maret 2019. Tiga tim terbaik berkesempatan untuk memenangkan dana dengan total ratusan juta rupiah yang dapat digunakan untuk mengembangkan bisnis lebih lanjut. (red)

Komitmen Huawei Dukung Komersialisasi 5G

0

Jakarta, Biskom – Perusahaan global penyedia solusi teknologi informasi dan komunikasi terkemuka Huawei menegaskan komitmennya untuk mendukung komersialisasi teknologi 5G dengan mengumumkan 22 kontrak kerja sama komersial untuk 5G bersama berbagai operator di seluruh dunia.

“Huawei telah mendapat pengakuan terhadap kemampuan solusi 5G yang bersifat end-to-end. Sejauh ini kami telah menandatangani 22 kontrak komersial untuk 5G dan bekerja sama dengan lebih dari 50 operator untuk ujicoba 5G. Lewat investasi dan inovasi yang berkesinambungan, kami berkomitmen untuk membantu operator dalam mengimplementasikan jaringan 5G dengan mudah, cepat dan efisien,” kata Executive Director dan President Grup Bisnis Jaringan Huawei, Ryan Ding dalam gelaran Global Mobile Broadband Forum (MBBF) di London, Inggris.

Dalam sesi pemaparan utama yang berjudul “5G is ON, Taking Mobile to New Horizons”, Ding menekankan bahwa teknologi 5G akan mengantarkan industri teknologi informasi dan komunikasi (TIK) memasuki era baru karena peningkatan kapasitas koneksi hingga sepuluh kali lipat. Teknologi 5G disebut akan menghadirkan peluang bisnis baru dalam industri selular. Rilis 15– spesifikasi pertama untuk 5G– berfokus pada enhanced mobile broadband (eMBB) yang akan memungkinkan setiap individu mengonsumsi lebih banyak lagi lewat koneksi yang dihadirkan.

“5G memungkinkan setiap rumah memiliki bandwith berkecepatan tinggi, sekaligus menjadikan koneksi berbasis WTTx sebagai pilihan utama. Teknologi tersebut juga memungkinkan berbagai skenario seperti koneksi massal, kecepatan supercepat, dan latensi ultra-rendah yang akan menciptakan bisnis model baru serta menghadirkan nilai bisnis tambahan bagi operator,” kata Ding.

Ding memaparkan saat ini sejumlah operator telah mengambil langkah terdepan dalam pengimplementasian 5G, karena mereka yang tergolong sebagai early adopter akan merasakan manfaat terlebih dulu.

Lebih lanjut, dia mengatakan perkembangan teknologi 5G begitu cepat dikarenakan dua faktor. Pertama, negara yang menjadi early adopter 5G adalah Negara maju yang mewakili sepertiga populasi dunia, sehingga skala adopsinya lebih besar daripada era gelombang komersialisasi 3G dan 4G. Kedua, pelopor 5G adalah industri perangkat. Ponsel pintar 5G yang pertama akan segera hadir pada 2019, termasuk ponsel lipat 5G yang akan menghadirkan pengalaman berbeda bagi pengguna. Para pemimpin industri ponsel diprediksi akan meluncurkan ponsel budget (dengan harga sekitar 100 dolar AS) segera setelah jaringan 5G resmi bergulir secara komersial.

“Setiap generasi jaringan memiliki tantangannya sendiri, termasuk komersialisasi 5G. Kami menganalisis kompleksitasnya dan menghadirkan dengan cara yg mudah. Kolaborasi yang erat dengan operator akan memungkinkan kami untuk menghadirkan kemudahan tersebut,” kata Ding.

Dalam pemaparannya Ding juga mengenalkan solusi inovatif Huawei dalam memudahkan implementasi 5G bagi operator. Solusi kompak Massive MIMO adalah unit antena aktif (AAU) terkecil dan teringan di dunia, namun kuat dan dapat diandalkan bahkan dalam skenario bencana topan level-15. Solusi tersebut sekaligus dapat mengurangi biaya operasional sewa yang dikeluarkan operator.

Selain itu, Huawei juga menyediakan solusi decoupling yang memungkinkan tersedianya jaringan 4G dan 5G C-band secara bersamaan, sehingga pengguna semakin nyaman dalam berselancar. Sementara solusi 5G power dan microwave membantu operator dalam membangun jaringan 5G dengan lebih cepat dan mudah, plus biaya yang lebih murah. Huawei juga memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) dalam membantu operator menyederhanakan operasi dan pemeliharaan jaringan serta memangkas biaya operasional mereka. (red)