Home Blog Page 867

BSN Sosialisasikan Voluntary Sustainability Standars

0

Jakarta, Biskom – Badan Standarisasi Nasional (BSN) bersama The Managing Global Governance Programme of the German Development Institute (DIE/MGG) menyosialisasikan Voluntary Sustainability Standars (VSS) atau Sustainability Standars Sukarela.

Sosialisasi yang dikemas dalam bentuk seminar ini dihadiri peserta nasional dan internasional: Jerman, India, Cina, Filipina, dan Mexico. Terdiri atas perwakilan dari industri, asosiasi, pemerintah, Badan LSM/NGO, Voluntary Sustainability Standard Development Organization dan academia. Seminar ini menghadirkan Staf Ahli Menteri PPN/Bappenas Bidang Sinergi Ekonomi dan Pembiayaan, Amalia Adininggar Widyasanti, sebagai pembicara utama.

Menurut Kepala BSN, Bambang Prasetya, VSS sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) yaitu mengakhiri kemiskinan, mengurangi kesenjangan dan melindungi lingkungan. Tujuan yang oleh para pemimpin dunia, termasuk Indonesia, sudah menyepakatinya.

BSN mendukung kebijakan pemerintah Indonesia tentang pelaksanaan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) dengan mengembangkan Standar Nasional Indonesia (SNI).

Salah satu tujuan dari standardisasi dan penilaian kesesuaian berdasarkan Undang-Undang No.20 tahun 2014 Tentang Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian adalah untuk meningkatkan perlindungan konsumen, bisnis, pekerja dan masyarakat serta negara dalam aspek keselamatan, keamanan, kesehatan dan pelestarian lingkungan. “Sustainability standars memiliki potensi untuk menghasilkan manfaat lingkungan, ekonomi dan sosial yang signifikan di negara-negara berkembang,” katanya, di Jakarta, Rabu (28/11).

Sistem VSS ini sebagian besar dikembangkan oleh pihak swasta. Karena itu, termasuk dalam kategori Private Standard. Implementasi SNI pada dasarnya merupakan standar sukarela. SNI dapat diberlakukan wajib, jika dimasukkan ke dalam peraturan teknis yang dikeluarkan oleh menteri atau lembaga pemerintah lainnya.

“Kami berharap para pemangku kepentingan dapat mengintegrasikan sustainability standars. Sehingga dapat menghilangkan biaya tambahan yang seharusnya tidak perlu ditanggung para pemangku kepentingan saat mengimplementasikannya,” harapnya.

BSN sudah mengembangkan SNI yang dibutuhkan oleh para pemangku kepentingan. Beberapa di antaranya telah diimplementasikan dengan baik, misalnya ISO 37001 tentang sistem manajemen anti-suap, ISO 26000 tentang tanggung jawab sosial.

“Jadi sebenarnya, SNI dapat dikembangkan oleh siapa saja. Kami menyambut semua pihak dari seluruh Indonesia untuk mengusulkan dan mengembangkan SNI bersama-sama. Tidak ada pengecualian atau eksklusif,” tegasnya.

Diharapkan, forum ini dapat menjadi salah satu kontribusi BSN dalam rangka meningkatkan pemahaman pemangku kepentingan nasional akan pentingnya kegiatan standardisasi dan penilaian kesesuaian sebagai salah satu alat untuk mempromosikan perdagangan global, sekaligus mencapai terwujudnya SDGs.

Sementara itu, Staf Ahli Menteri PPN/Bappenas Bidang Sinergi Ekonomi dan Pembiayaan, Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, saat ini Pemerintah Indonesia sangat berkomitmen untuk melaksanakan dan mengimplementasikan SDGs sampai 2030. Target-target yang ditetapkan global telah diletakkan dalam agenda pembangunan nasional yaitu RPJMN 2015-2019.

“Yang paling penting, dalam melaksanakan SDGs ini bukan hanya peran pemerintah tetapi semua aktor termasuk bisnis, akademia, filantropi, media, dan civil society harus berperan aktif dan memberikan kontribusi untuk mencapai SDGs tahun 2030,” terang Amalia .

Menurut Amalia, kegiatan ini sangat penting karena nantinya VSS akan menjadi katalis untuk mempercepat agar Indonesia bisa mencapai target SDGs di tahun 2030. Karena itu, VSS nantinya diharapkan bukan hanya dilakukan oleh pemerintah dan Badan Standardisasi Nasional (BSN) tetapi harus membentuk semacam platform.

“Harus ada kerjasama kolaborasi yang sangat erat antara pemerintah dalam hal ini BSN sebagai focal pointnya, bisnis, donor maupun filantropi yang bisa men-support penuh untuk melakukan implementasinya di sini. Kami dari Bappenas sangat support terhadap VSS karena ini akan menjadi salah satu drivers of change bagi Indonesia untuk lebih maju dan lebih sustainable ke depannya,” terang Amalia. (red/Ju)

Gubernur Resmikan Pusat Peraga Iptek di Museum Adityawarman Padang

0
Jakarta, Biskom – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) memberi arahan agar setidaknya ada minimal satu science center di tiap-tiap provinsi sehingga pengetahuan dan informasi iptek dapat dikenal dan tersebar ke lapisan masyarakat di seluruh Indonesia bahkan tempat yang terpencil sekalipun serta membudaya di kehidupan masyarakat .

“Karena itu Kami Pusat Peragaan Iptek (PP-IPTEK) Kemenristekdikti berupaya penuh memenuhi amanah yang diberikan Bapak Menteri Ristekdikti untuk melakukan inisiasi dan pendampingan di daerah-daerah untuk mendirikan sebuah science center atau pusat peragaan iptek lainnya,” kata Direktur PP-IPTEK Mohammad Syachrial Annas saat Peresmian Pusat Peraga Iptek di Museum Adityawarman, Padang, Sumatera Barat (Sumbar) pada Selasa (27/11/2018).

Syachrial mengungkapkan Pusat Peraga Iptek Provinsi Sumbar merupakan science center ke-24 yang ada di Indonesia. Tahun lalu diresmikan science center di provinsi Sulawesi Selatan dan Kalimantan Timur.

Inisiasi dan pengembangan science center di Prov. Sumbar, terangnya, telah dilakukan sejak awal 2017 yang sebelumnya dengan Balitbang Prov. Sumbar. “Berbagai tahapan telah dilakukan bersama mulai dari tahap koordinasi, sosialisasi kepada masing-masing kabupaten/kota yang ada di Prov. Sumbar pengajuan proposal dari beberapa kab/kota, penilaian proposal oleh tim penilai yang telah kami tunjuk hingga akhirnya terpilih dan diresmikannya lah science center di provinsi sumatera barat pada hari ini di tahun 2018,” tutur Syachrial.

Dalam pendirian Pusat Peraga Iptek ini, Kemenristekdikti memberikan hibah enam alat-alat peraga iptek yang interaktif sebagai stimulan bagi Prov. Sumbar dalam mengembangkan science center kedepannya. Alat-alat peraga tersebut, yakni Labirin Cermin, Katrol, Gyroektreme, Generator Van De Graf, Baterai Tangan dan Film kartun.

Selain itu, PP-Iptek membawa 20 alat peraga interaktif dan akan menyelenggarakan pelatihan-pelatihan bagi siswa dan guru-guru IPA di Sumatera Barat selama 3 hari. “Saat ini pun sedang terselenggara Workshop pembuatan roket air bagi siswa SMA sebanyak 100 orang di Gedung Dinas Pendidikan. Roket air buatan para siswa akan diluncurkan di area peresmian,” jelasnya.

Syachrial berharap dengan adanya Science and Technology Center di Sumatera Barat dapat melahirkan generasi-generasi muda yang berdaya saing tinggi.

Pada kesempatan tersebut Gubernur Prov. Sumbar Iwan Prayitno mengungkapkan peresmian Pusat Peraga Iptek selaras dengan harapan pemerintah daerah untuk memperbanyak kunjungan wisatawan ke Sumbar.

“Sekarang ada tempat untuk anak-anak dan keluarga belajar dan melihat Iptek. Tempat ini tidak hanya menjadi sumber ilmu tetapi juga tempat wisata bagi keluarga,” ungkap Iwan.

Gubernur Sumbar berharap Pusat Peraga Iptek dapat menjadi tempat berekspresi, berkreasi sekaligus menumbuhkembangkan iptek.

Sementara itu, Kepala Badan Penelitian & Pengembangan (Balitbang) Sumbar, Reti Wafda dalam sambutannya mengatakan pendirian Pusat Peraga Iptek Prov. Sumbar bertujuan mengenalkan iptek dengan cara yang mudah dan menyenangkan serta mengajak para pelajar untuk mengembangkan wawasan ilmu pengetahuannya melalui kegiatan iptek hands on interaktif.

“Pusat Peraga Iptek juga bertujuan menumbuhan kepedulian dunia usaha untuk membantu pendidikan dan iptek bagi masyarakat serta menumbuhkan kepedulian para pemangku kepentingan untuk mendukung pendirian Pusat Peraga Iptek di Sumbar,” ungkapnya.

Reti berharap Pusat Peraga Iptek dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat akan arti pentingnya Pusat Peraga Iptek sebagai sarana pembelajaran luar sekolah.

Menurut Reti, rangkaian acara peresmian berlangsung pada 27-29 November 2018 dengan mengangkat tema Melalui pusat peraga iptek kita dorong peningkatan pemahaman siswa dan lahirnya siswa inovatif di Sumbar. Acara peresmian diisi kegiatan antara lain Workshop dan Bimtek pembuatan roket air; workshop Guru PAUD, TK, SD, dan SMP; serta pendampingan, peragaan, dan aplikasi alat-alat peraga iptek. (red)

Airlangga Hartarto : Mobil Listrik Hemat Energi Hingga 80%

0

Jakarta, Biskom – Mobil listrik dinilai mampu menghemat energi hingga 80 persen dibandingkan mobil konvensional yang menggunakan bahan bakar minyak (BBM). Ini merupakan salah satu hasil studi dan riset yang didorong oleh Kementerian Perindustrian dengan menggandeng Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, perguruan tinggi serta industri otomotif.

“Berdasarkan penelitian, rata-rata mobil listrik jenis hybrid itu bisa hemat 50 persen, sedangkan yang plug-in hybrid bisa lebih hemat lagi hingga 75-80 persen,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto pada acara “Final Report 1st Round Electrified Vehicle Comprehensive Research & Study” di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Selasa (6/11).

Menurut Menperin, penggunaan mobil listrik bisa menghemat BBM hingga dua kali lipat dibanding saat memakai bahan bakar B20. “Kalau program B20 saja sudah bisa menghemat sekitar 6 juta kiloliter BBM, maka dengan hybrid atau plug-in hybrid akan ada dua kali penghematan,” katanya.

Langkah tersebut diyakini dapat merealisasi komitmen Pemerintah Indonesia untuk menurunkan Emisi Gas Rumah Kaca (CO2) sebesar 29 persen pada tahun 2030 sekaligus menjaga ketahanan energi, khususnya di sektor transportasi darat. Selain itu, diharapakan target 20 persen untuk produksi kendaraan emisi karbon rendah atau Low Carbon Emission Vehicle (LCEV) di tahun 2025 dapat tercapai.

Airlangga menjelaskan, riset dan studi pada tahap pertama ini merupakan laporan dari tiga perguruan tinggi, yakni Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Gadjah Mada (UGM). Mereka telah melakukan ujicoba terhadap mobil listrik Toyota jenis hybrid atau plug-in hybrid.

“Tujuan studi dan riset tersebut adalah membahas tentang karakteristik teknis, kemudahan pengguna, dampak lingkungan, sosial dan industri, serta kebijakan dan regulasi yang akan ditetapkan ketika teknologi itu sudah berkembang,” jelasnya.

Lebih lanjut, studi dan riset juga sejalan dengan hal yang didorong oleh Kemenristekdikti terkait dengan kemampuan mobil listrik nasional (molina). “Saat ini, roadmap pengembangan industri otomotif nasional sedang kami dorong, termasuk peraturan pemerintah atau perpres terkait pengembangan kendaran listrik dan fasilitas-fasilitasnya,” katanya.

Dalam upaya pengembangan kendaraan listrik, Kemenperin telah mengusulkan kepada Kementerian Keuangan mengenai pemberian insentif fiskal berupa tax holiday, Bea Masuk Ditanggung Pemerintah, serta pembiayaan ekspor dan bantuan kredit modal kerja untuk pengadaan battery swap. “Dari sisi fasilitas nonfiskal seperti penyediaan parkir khusus, keringanan biaya pengisian listrik di SPLU hingga bantuan promosi,” jelas Airlangga.

Setelah tahap pertama ini, Kemenperin akan melanjutkan laporan hasil riset mobil listrik terkait dengan aplikasi, ketahanan dan ketersediaan infrastruktur. Tahap kedua akan dilakukan oleh Universitas Sebelas Maret (UNS), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan Universitas Udayana yang ditargetkan rampung pada Januari 2019.

“Di tahap kedua, riset yang sama juga akan dilakukan oleh perguruan tinggi selanjutnya, dengan demikian terjadi integrasi di kampus mulai dari riset sampai dengan aplikasi sehingga ekosistem itu bisa terpetakan di perguruan tinggi. Untuk Perpres-nya, rencananya akan dikeluarkan pada tahun ini,” jelasnya. (red)

 

Kemal Prihatman : PUI Sinergikan Riset Berbasis Inovasi

0

Jakarta, Biskom – Untuk mendorong hilirisasi produk-produk riset dan inovasi Pusat Unggulan Iptek (PUI) di kancah Internasional, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) menggelar Indonesia Innovation Day (IID) 2018 pada 16-17 Oktober 2018 di International Convention Center, Kobe University, Jepang. IID bertujuan untuk memperkenalkan produk inovatif unggulan Indonesia ke kalangan institusi riset-inovasi berbagai negara.

Penyelenggaraan IID 2018 juga bertujuan untuk memperluas jaringan kerjasama internasional baik dalam hal pengembangan teknologi lanjutan, kerjasama sertifikasi produk untuk pangsa pasar internasional, perluasan promosi dan pasar atas suatu produk, meningkatkan sinergi inovasi yang berkelanjutan antara lembaga PUI dengan pusat riset inovasi dan industri di berbagai negara.

Direktur Lembaga Litbang Kemenristekdikti Kemal Prihatman mengatakan IID 2018 di Kobe ini diikuti oleh berbagai institusi litbang PUI. Ada 49 inventor berangkat ke Jepang dengan membawa 41 produk dari 7 bidang seperti pangan pertanian, energi, kesehatan, maritim, Teknologi Informasi dan Komunikasi, material maju, dan sosial budaya.

“Dalam ajang tersebut tercapai 20 MoU (Memorandum of Understanding) dalam sehari dan 10 LoI (Letter of Intent) sampai akhir tahun dan kuartal pertama 2019. Ini progres luar biasa. Alhamdulillah sekarang banyak produk Indonesia yang diterima dan dilirik negara lain,’ ungkap Kemal dalam Media Briefing dengan jurnalis iptek di Jakarta, Rabu (31/10).

Masih menurut Kemal, Tren revolusi industri 4.0 belum merambah sebagian besar kelembagaan litbang pemerintah. Dari sekitar 380 litbang Kementerian dan Lembaga Pemerintah Non Kementerian masih, baru sekitar 20 persen yang mampu terapkan. “Contoh website saja, masih banyak yang numpang website induknya atau kementerian. Untuk akses mintakan informasi melalui kontak yang tertera saja sulit. Coba saja, satu dua hari pun tidak dijawab,” ujar Kemal.

Sebagian yang sudah memiliki website khusus litbang, lanjut dia, kerap laman yang dimiliki tidak aktif informasikan kegiatan penelitian terbaru. “Kebanyakan justru bukan bidangnya, yaitu berita-berita kegiatan rutin. Padahal, litbang difokuskan memberikan informasi penelitian atau progres penelitian terbaru,” ujarnya.

Revolusi industri 4.0 memang tengah digaungkan dunia untuk otomasi dan sistem pertukaran data terkini. Pun di lingkungan lembaga-lembaga pemerintah. Kemal mengharapkan litbang segera mengubah konsep pertukaran informasi. Sehingga bisa terjadi sinergi antar lembaga litbang dan stakeholder lainnya.

Disisi lain, Kemal juga mengharapkan litbang mengikutsertakan media dan komunitas ke dalam sistem. “Era Penta Helix bukan lagi Triple Helix. Jadi sinergi kelima faktor tersebut yang mendorong percepatan inovasi, yaitu ditambah media dan komunitas selain pemerintah, industri, dan akademisi,” ujarnya.

Media, lanjut Kemal, bisa membantu diseminasi program-program litbang juga memberikan temuan lapangan. Sementara, komunitas atau kelompok masyarakat bisa memanfaatkan hasil litbang atau bertukar penelitian. (red)

 

Benny Andrianto : Usung Konsep Smart Water Management System

0

Jakarta, Biskom – PT Adhya Tirta Batam (ATB)  yang telah 23 tahun mengelola dan mendistribusikan air bersih untuk Pulau Batam, telah lama memiliki dan menerapkan konsep Smart Water Management System dalam seluruh aspek kinerja perusahaannya. Mulai dari sistem produksi, distribusi, kebocoran air, pelayanan pelanggan, pengelolaan data.

Begitu juga untuk interaksi dan koordinasi internal perusahaan, maupun ke pihak eksternal seluruhnya menggunakan teknologi inovatif untuk efisiensi, keakuratan dan keamanan informasi.

Tata kelola ATB dalam penanganan big data dinilai sangat luar biasa karena ATB satu-satunya perusahaan yang memiliki sistem SCADA (Supervisory Control and Data Acquisition) 4.0, GIS (Geographic Information System) dan ERP (Enterprise Resource Planning) System terintegrasi yang mampu menyajikan data real time, meminimalisir resiko kesalahan informasi dan mampu meningkatkan kinerja untuk berbagai aktivitas perusahaan dalam memberikan pelayanan prima kepada pelanggan.

Kemampuan ATB SCADA 4.0 dalam memasukkan Big Data Analytic dari seluruh komponen operasi yang dipadukan dengan sistem ERP tidak hanya membantu tim teknis atau operator lapangan saja, namun juga mampu memberikan insight bagi manajemen dalam mengambil keputusan bisnis dengan cepat dan tepat.

ATB SCADA System telah diakui mampu menjadi sistem percontohan bagi pengembangan sistem khususnya SCADA 4.0. Hal ini dapat mengintegrasikan dan mengatasi semua isu utama baik dalam pengembangan maupun penerapannya dalam operasional perusahaan.

Penerapan big data di ATB tidak terlepas dari tangan kreatif Ir. Benny Andrianto Antonius, MM yang mampu melakukan pengembangan SCADA terintegrasi yang dapat memberikan insight dari segi teknis hingga proses pengambilan keputusan untuk menjalankan roda bisnis sehingga eksistensi ATB diakui industri dunia. “Kunci meraih kinerja, prestasi dan reputasi terbaik adalah ATB menjalankan strategi bisnis berbasis inovasi layanan dan teknologi dalam memberikan service excellence pada pelanggan.

Konsep Smart Water Company yang diterapkan ATB baik dari segi sistem manajemen, teknologi, pembayaran hingga sumber daya manusia menjadikan ATB layak jadi acuan perusahaan lain dalam tata kelola data digital,” jelas Benny. (red)

DISRUPTO : The Movement to Disrupt & Transform The Nation

0

Jakarta, Biskom – WIR Group menggelar sebuah movement disrupsi yang bersifat inklusif. Selain tempat berbagi ilmu, acara  yang digelar di Plaza Indonesia, (23/11)  sekaligus menjadi ajang pertemuan para startup dan pemodal. Bertajuk DISRUPTO : The Movement to Disrupt & Transform The Nation,” gerakan ini berlangsung  hingga 25 November 2018.

Selain menyelenggarakan showcase technology, DISRUPTO yang tahun ini disponsori oleh Maybank Indonesia dan berkolaborasi dengan Plaza Indonesia sebagai shopping mall premium di Jakarta. Hal ini akan menjadi momen pemicu kerja sama antar pelaku ekonomi lokal maupun global, demi mendukung perkembangan transformasi bisnis di Indonesia.

Acara ini didukung oleh lebih dari 130 pembicara, 200 lebih startups dengan berbagai latar belakang industri, 60 lebih exhibitors dan melibatkan lebih dari 500 volunteers. Gerakan DISRUPTO menjadi unik karena tidak hanya akan memaparkan disrupsi yang terjadi saat ini, namun juga tantangan perubahan yang bisa terjadi di masa mendatang.

Daniel Surya, Co-Founder & CEO WIR Group, sebagai inisiator gerakan Disrupto mengatakan bahwa mereka bukan hanya sekadar membuat festival, melainkan membuat gerakan yang inklusif. Artinya, Disrupto tidak hanya ditujukan bagi kaum milenial yang bergerak di perusahaan rintisan. “[Terbuka] bagi existing industries yang sedang melakukan disrupsi, buat pemerintah juga. Pokoknya buat semua yang punya hati startup,” katanya.

Dia menjelaskan acara tersebut dibagi dalam 7 zona yakni zona Investor & Capital, zona Startup, zona Creative Product, zona Digital Content, zona Future Tech, zona Green Tech, dan zona Brand. Nantinya akan banyak pembicara yang berasal dari beragam latar belakang di antaranya; Jenderal TNI (Purn.) Dr. Moeldoko selaku Kepala Kantor Staf Presiden, Menkominfo Rudiantara, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Thomas Lembong, Chief Financial Officer OVO Jason Tan, Strategic Partner Development Manager Isabella Wibowo, Business Development Manager JD.ID Eyvette Tung, dan Co-Founder Burgreens Helga Angelina Tjahjadi.

Daniel mengatakan institusi keuangan global seperti UBS, Julius Baer Group, Credit Suisse, serta modal ventura seperti Kejora Ventures, Gobi Partners, Vertex Ventures, dan Saoraja Hub turut hadir di acara tersebut sehingga meningkatkan potensi investasi.

Jenny Wiriyanto, Direktur Community Financial Services Maybank Indonesia, mengatakan pihaknya bersedia berkolaborasi dengan Disrupto karena merasa memiliki kesamaan visi dan misi terutama tentang disrupsi yang tengah terjadi di industri saat ini. “Ini bukan hanya sekadar tentang startup atau fintech, tapi kami ingin bilang bahwa tidak harus besar buat bisa ngedisrupsi,” kata Jenny.

Dia mengharapkan ajang satu ini dapat memicu kolaborasi lebih lanjut terutama di level business to business (B2B) agar para perusahaan baik rintisan maupun yang sudah lebih dulu ada dapat mengembangkan bisnisnya lebih baik.

Dalam ajang DISRUPTO Jenderal TNI (Purn.) Dr. Moeldoko memaparkan, bahwa dalam 15 tahun terakhir, perekonomian kita bisa tumbuh karena stabilitas politik. Selain itu, ASEAN dianggap sebagai region paling stabil di dunia, terutama karena ditopang stabilnya kondisi politik Indonesia, stabilitas politik ini terjadi karena leadership di Indonesia stabil. “Jika ini bisa kita pertahankan, maka pada 2030, kita akan masuk dalam 10 negara dengan ekonomi terkuat di dunia. Karena itu, Presiden Jokowi selalu mengajak kita untuk bersikap optimistis, bahwa Stabilitas politik membawa pengaruh positif pada kondisi ekonomi Indonesia dan Pak Jokowi menjanjikan membuka 10 juta lapangan kerja. Saat ini, 4 tahun pemerintahan Jokowi-JK, sudah ada 8,7 juta lapangan kerja. Sedikit lagi tercapai target itu,” kata Moeldoko.

Moeldoko menambahkan, di era pemerintahan Presiden Jokowi, tingkat kemiskinan dapat ditekan menjadi 9,8 persen alias di bawah satu digit. “Presiden Jokowi bekerja keras dan selalu berinovasi agar negara kita berjalan baik ke depan, oleh karenanya kita semua harus selalu berinovasi dalam era disrupsi ini, karena jika kita lambat dan tidak berinovasi, maka kita akan tergilas, pilihanya hanya dua ‘innovation or die” alias berinovasi atau mati.” ungkap Moeldoko.

Sementara Ir. Soegiharto Santoso alias Hoky, Komisaris Utama PT Pusat Robot Indonesia atau PURI ROBOTICS mengatakan pihaknya senang bisa ikut menjadi peserta dalam kegiatan bertajuk DISRUPTO yang diinisiator oleh pihak WIR Group ini, apalagi mendapat dukungan sponsor dari pihak Maybank Indonesia yang memiliki visi dan misi tentang disrupsi serta lokasi kegiatannya di Plaza Indonesia yang telah memiliki captive market yang sangat besar, melalui divisi ART-X dari WIR Group, kami berkesempatan menampilkan robot2 services yang dapat mendukung kinerja dari bidang pemasaran korporat untuk menghadapi persaingan diera disrupsi dan seiring berjalannya industri 4.0, kedepannya kami akan melakukan ahli teknologi untuk mengembangkan robot Indonesia ketingkat dunia, sebab kita memang harus terus menerus berinovasi, seperti disampaikan oleh Jenderal TNI (Purn.) Dr. Moeldoko, bahwa pilihanya hanya dua ‘innovation or die” alias berinovasi atau mati.” Pungkas Hoky.

General Manager Marketing Plaza Indonesia Extension Astri Abyanti menjelaskan pengunjung dibebaskan untuk masuk ke area acara. Namun jika ingin mengikuti berbagai sesi pembicara di 3 kawasan tersebut, diperlukan tiket yang dapat diperoleh secara daring seharga Rp 750.000 untuk 3 hari acara. (red)

Artikel Terkait:

Kominfo Dukung Tumbuhnya Industri Robotic Lokal

Dibentuk Komunitas Masyarakat Robotika Pertama di Indonesia

JENDERAL TNI BUDIMAN: Modernisasi Alutsista Tingkatkan Pertahanan Negara

DISRUPTO : The Movement to Disrupt & Transform The Nation

Moeldoko: Wilayah Perbatasan Perlu Penanganan Khusus

TELAH TERBIT BISKOM EDISI JUNI 2014

FTII Harap Cyber Army Terwujud di Bawah KASAD Baru
Gandeng FTII, TNI AD Perkuat Prajurit Paham TI
Perkuat Sistem Pertahanan, TNI AD Luncurkan OpenBTS
Onno W. Purbo Masuk Dalam Calon Menteri Kabinet Jokowi

Asus Perkuat Posisi di segmen Gaming

0

Jakarta, Biskom – Segmen notebook gaming merupakan segmen yang dinamis dan sangat menarik untuk digarap oleh berbagai vendor yang bersaing di bisnis notebook. Alasannya, pengguna di segmen tersebut mementingkan teknologi terkini, kecepatan tertinggi, kualitas terbaik dan pengalaman bermain yang sangat memuaskan. Tanpa terlalu banyak mempertimbangkan masalah harga.

Produsen notebook terkemuka dunia, ASUS, semakin mantap memperkuat posisinya di segmen gaming, khususnya di Indonesia. Melalui brand Republic of Gamers (RoG), ASUS menghadirkan berbagai lini produk andalannya yang memiliki spesifikasi dan fitur mutakhir.

Untuk notebook gaming 15 inci, ASUS menyediakan seri ROG GL504 HERO II dan SCAR II, ROG Zephyrus GX501 dan Zephyrus M GM501. Di varian 17 inci, ASUS kini punya ROG G703 yang memiliki varian prosesor Intel Core i7 dan i9. Seluruh varian ROG tersebut memiliki karakteristik yang berbeda-beda, sesuai dengan segmen gamers yang dituju. Selain itu, ASUS juga memiliki lini notebook TUF Gaming dengan varian terbarunya TUF Gaming FX504 yang ditujukan kepada segmen gamers pemula.

“Belum banyak yang menyadari bahwa ASUS kini tengah mendominasi pangsa pasar untuk segmen notebook gaming berbasis kartu grafis Nvidia GTX,” sebut Galip Fu, Country Product Marketing Manager, ASUS Indonesia. “Dari data GfK sampai kuartal ketiga kemarin, tepatnya di akhir bulan September 2018 lalu, penguasaan pasar ASUS untuk notebook gaming high end berbasis grafis terkuat itu mencapai 59,8% di Indonesia,” sebutnya.

“Dominasi lini notebook ROG berbasis Nvidia GTX merupakan bukti bahwa ASUS tetap menjadi pilihan utama di segmen tersebut,” sebut Galip Fu, Country Product Marketing Manager, ASUS Indonesia. “Tak hanya dari segi teknologi yang inovatif, pengguna juga akan dimanjakan oleh berbagai fitur produk-produk ASUS ROG yang memang dirancang khusus untuk extreme gamers,” sebutnya.

Dibanding kuartal kedua di tahun yang sama, yakni tahun 2018, pangsa pasar notebook gaming berbasis Nvidia GTX, ASUS mengalami peningkatan market share sebesar 13,1%. “Ini membuktikan hadirnya perangkat-perangkat gaming terbaru yang diluncurkan ASUS di Indonesia sejak awal tahun 2018 lalu dapat diterima oleh berbagai kalangan pengguna, tak hanya di segmen gaming,” ucap Galip.

Lebih spesifik, per akhir kuartal ketiga atau di September 2018, market share ASUS untuk laptop gaming berbasis Nvidia GeForce GTX1050 mencapai 48,4 persen. Adapun di segmen GeForce GTX1050Ti dan GeForce GTX1060, angkanya mencapai 73,7 dan 72,0 persen. “Di segmen laptop gaming berbasis GeForce GTX1070, pangsa pasar ASUS di Indonesia memang masih belum besar,” tambah Galip. “Ke depan, kita akan banyak menghadirkan varian laptop gaming yang diperkuat oleh GPU tersebut,” tambahnya.

Saat ini, untuk segmen notebook gaming kelas teratas, ASUS Sudah menyediakan dua varian notebook gaming tertipis yakni Zephyrus M GM501 dan juga notebook bertenaga maksimal dalam wujud ROG G703 dengan prosesor Intel Core i9. Selain itu, ASUS Indonesia akan terus menghadirkan laptop ataupun PC desktop mutakhirnya yang punya performa maksimal, mulai dari berbasis prosesor Intel Core i9, Intel Core generasi ke-9, dan juga berbasis Nvidia RTX untuk memenuhi berbagai kebutuhan para gamers. (red)

Surveillance Station 8.2: Mengubah Smartphone jadi kamera keamanan

0

Jakarta, Biskom – Synology Inc. telah merilis secara resmi Surveillance Station 8.2, dengan memperkenalkan LiveCam, sebuah aplikasi kamera keamanan terbaru yang mengubah ponsel pintar cadangan menjadi kamera IP secara instan. Versi iOS dan Android-nya telah dirilis sejak Oktober lalu. Pembaruan dari DS cam ini menawarkan performa lebih tinggi, serta tambahan pengeras suara IP ke dalam daftar hardware pendukungnya. Generasi terbaru dari Application Center ini menawarkan fleksibilitas lebih besar bagi pengelolaan aplikasi.

“Dengan kombinasi LiveCam pada iOS dan DS cam terbaru, Surveillance Station kami telah masuk ke era mobile yang mengubah sebuah ponsel pintar menjadi kamera keamanan dan membuat perekaman videonya bisa diakses dengan DS cam,” ujar Ivan Chang, Manajer Produk di Synology Inc. “Fitur-fitur seperti Smart Time Lapse, Dual Authentication dan dukungan pada berbagai pengeras suara IP membuat Surveillance Station menjadi solusi siap pakai.” (red)

Komunitas TI Desak Pemerintah Tunda Revisi PP 82/2012

0

Jakarta, Biskom -Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) mendesak pemerintah menunda Peraturan Pemerintah No. 82 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik. Penundaan dilakukan hingga disahkannya undang-undang perlindungan data yang saat ini sudah dimasukkan dalam Prolegnas tahun 2019.

Mastel menyoroti beberapa revisi Peraturan Pemerintah tersebut terutama rencana perubahan beberapa pasal yang berdampak relaksasi/mengendorkan terhadap keharusan data berada di wilayah Indonesia (data localization). “Mastel mendesak Pemerintah menunda hal tersebut. Relaksasi terhadap keharusan lokalisasi data dapat berdampak sistemik pada Ipoleksosbud Hankam Indonesia di era ekonomi data. Mengingat saat ini, Indonesia belum memiliki undang-undang yang secara khusus berkaitan dengan perlindungan data,” terang Ketua Umum Mastel, Kristiono dalam jumpa pers di Jakarta pada Selasa (6/11).

Usulan Mastel ini didasari beberapa pertimbangan antara lain perdebatan di level nasional mengenal perlu tidaknya dilakukan perubahan atas regulasi yang mewajibkan lokalisasi data tidak cukup sekedar mempertimbangkan aspek teknis dan keamanan. Namun harus mengintegrasikan perspektif yang lebih luas termasuk aspek kedaulatan, pertumbuhan industri nasional, perlindungan data, dampak sosial ekonomi, dan lain-lain.

Hingga tahun 2018, negara-negara di dunia masih terbagi dua bagian besar antara yang setuju lokalisasi data dan yang tidak setuju. Isunya bukan saja masalah teknis, tapi juga berkaitan dengan perlunya ditemukan keseimbangan (balancing) antara dorongan kebutuhan untuk menjadi lebih berintegrasi dengan masyarakat transnasional global secara digital di satu sisi. Di sisi lainnya, hak pemerintah untuk memiliki kendali atas wilayah teritorinya termasuk cyber, serta perlindungan masyarakat dan industri domestik nasional.

Data secara universal telah dianggap sebagal kunci ekonomi terpenting di era masyarakat digital. Bahkan dalam Majalah The Economist 2017, data disebut sebagal the new oil. “Kebijakan terkait data dapat menentukan pada seberapa besar potensi kue ekonomi yang akan diperoleh Indonesia.” Mastel menganggap relaksasi terhadap kebijakan lokalisasi data pada kondisi belum adanya undang-undang terkait perlindungan data, perlu diperhitungkan secara sangat cermat dan hati-hati terhadap potensi dampaknya.

Kebijakan dan regulasi yang terkait dengan perlakukan dan perlindungan data mencakup dimensi yang besar dan memiliki dampak sangat luas. Pengaturan data tidak cukup dengan membatasi pada isu lokalisasi data, namun juga berkaitan dengan kepemilikan data, hak untuk mengakses data, kendali atas data, hak untuk mengakses data, kendali atas data, dan pemanfaatan untuk kepentingan nasional.

Sejalan dengan pembahasan undang-undang yang terkait dengan perlindungan data, Mastel mengharapkan sikap yang diambil Pemerintah terkait hal tersebut menjadi lebih jelas dan tegas. Usulan perubahan terhadap PP 82/2012 khusus terkait kebijakan lokalisasi data, seyogyanya didahului dengan evaluasi yang mendalam, menyeluruh dan transparan terhadap efektivitas implementasi terhadap regulasi eksisting setelah berjalan beberapa tahun, termasuk aspek enforcement (pengawasan dan pengendalian).

Mengingat pentingnya kebijakan dan regulasi ini, Kristiono berharap pemerintah melibatkan berbagai pemangku kepentingan (stakeholders) terkait, khususnya perwakilan industri dan asosiasi dalam pembahasan dan perumusannya. “Para pemangku kepentingan akan menjadi pihak yang paling pertama mendapatkan dampak atas perubahan yang berlaku,” pungkasnya.

Ajang Digitech Indonesia Dihelat 28 November

0

Jakarta, Biskom – Ajang DIGITECH atau Digital Technology Indonesia yang mengusung tema ‘Digital Transformation & Industry 4.0’, bakal digelar pada 28 November 2018 di Jakarta Convention Center. Event ini akan diikuti berbagai perusahaan di bidang teknologi dan informasi.

Ketua Asosiasi Cloud Computing Indonesia, Alex Budiyanto mengatakan event ini diharapkan menjadi platform yang ideal bagi para pemimpin perusahaan dan influencer industri untuk memahami dan mendiskusikan bersama tren perkembangan teknologi.

“Acara ini bisa membantu perusahaan untuk lebih memahami mengenai teknologi yang ada saat ini ataupun yang akan menjadi tren kedepan, sehingga akan membantu perusahaan untuk memilih dan merencanakan teknologi yang tepat, efektif dan efesien dalam menunjang proses bisnis perusahaan bisa bersaing di era industri 4.0,” papar dia

Sementera itu, Ketua Umum Aptiknas Soegiharto Santoso mengatakan even ini juga mengedukasi kepada keberadaan 25 DPD Aptiknas dari Aceh hingga Jayapura agar mereka bisa berusaha untuk siap melakukan transformasi digital menuju ke era industri 4.0.

“Ada tiga fokus Aptiknas dalam acara tersebut yaitu Smart City, E-commerce & Digital Talent,” ujarnya Adapun dalam event tersebut akan dibahas mengenai cloud computing, big data, financial technology, cybersecurity, internet of things, artificial intelegence, blockchain dan smart city. (red)