Home Blog Page 873

ThinkPad 13, Solusi Lenovo Untuk Wirausahawan Yang Mobile

0

SEIRING dengan meningkatnya penetrasi internet mobile yang sudah mencapai lebih dari 60 juta pengguna, dan bertumbuhnya bisnis jenis startup serta UKM di Indonesia berkat gerakan 1000 Startup Digital yang diinisiasi oleh Kementrian Komunikasi dan Informatika, maka semakin banyak pula para pekerja profesional yang bekerja secara jarak jauh dan tidak diam di kantor (istilahnya ‘Road Warrior’).

Banyak alasan yang mendasari hal ini, antara lain penghematan biaya usaha karena perusahaan tidak harus menyewa kantor, dan kondisi lalu lintas di kota besar yang kurang kondusif. Selain itu, seiring dengan usaha pemerintah dan pihak swasta untuk meningkatkan kualitas pendidikan, kini infrastruktur proses belajar-mengajar di sebagian besar institusi pendidikan sudah berubah menjadi sistem edukasi digital atau e-learning, sehingga para siswa/siswi dibekali dengan perangkat komputasi sebagai sarana pengajaran dan juga untuk mendukung kreativitas individu.

Tren dunia wirausaha dan juga edukasi digital ini menyebabkan munculnya kebutuhan akan perangkat komputasi yang bisa menunjang produktivitas, aman bisa diandalkan, dan tentu saja terjangkau oleh para profesional muda dan pelajar. Menurut lembaga riset independen, perangkat laptop akan menjadi pilihan utama untuk pasar edukasi dan juga bisnis kecil di Asia-Pasifik. Laptop diperkirakan akan meraup pangsa pasar hingga 41% dibandingkan desktop dan tablet, karena lebih mudah digunakan dan mampu memenuhi kebutuhan untuk bekerja, belajar, dan berkreasi.

Kelebihan-Kelebihan ThinkPad Dikemas Dalam Bentuk Yang Ringkas

Lenovo, sebagai merek PC nomor 1 secara global dan salah satu dari tiga penyedia perangkat keras untuk server berbasis x86 yang paling besar di dunia, melihat fenomena ini dan menciptakan sebuah kategori produk baru yaitu ThinkPad 13 yang diharapkan bisa menjadi pilihan bagi para profesional startup/usaha kecil-menengah dan juga cocok untuk pelajar dan institusi pendidikan.

ThinkPad 13 adalah laptop seri ThinkPad dengan ukuran layar yang unik di antara ThinkPad generasi baru lainnya, yaitu 13.3 inci, dirancang agar lebih nyaman ketika dijinjing bagi para profesional yang senantiasa mobile, tapi tetap terlihat stylish bagi pelajar maupun pengguna umum. Walau memiliki bobot yang sangat ringan, ThinkPad terbaru ini dibuat dengan material tangguh dan lulus uji sertifikasi MIL-SPEC yang mencakup ketahanan terhadap: kelembaban, temperatur ekstrim, getaran, debu, jamur, radiasi matahari dan banyak lagi. Untuk menunjang produktivitas, Thinkpad 13 juga dilengkapi fitur keamanan berlapis serta keyboard ergonomis khas ThinkPad yang bisa dibuka hingga mendatar (Lay-flat hinges) sehingga cocok bagi pengguna yang sering bepergian namun membutuhkan perangkat komputasi yang bisa diandalkan untuk beraktivitas.  •

Dukung Transformasi Digital, BT Sediakan Solusi Private Cloud di Indonesia

0

data-centre4sBT, DCI Indonesia (penyedia layanan data center tier-IV pertama di Asia Tenggara) dan Equinix (mitra DCI yang menawarkan layanan interkoneksi premium), pada hari ini mengumumkan kerjasama mereka untuk menyediakan infrastruktur private cloud di Indonesia.

Dengan menggunakan solusi private cloud BT yang merupakan bagian dari portfolio BT Compute, kini perusahaan di Indonesia dapat memperoleh manfaat lengkap dari cloud guna mewujudkan transformasi digital mereka, termasuk meluncurkan layanan baru dengan lebih cepat, memitigasi risiko, mengurangi biaya dan fokus pada pertumbuhan bisnis. BT telah memilih DCI sebagai penyedia data center yang mana kombinasi kemampuan BT dan data center DCI ini memudahkan perusahaan global untuk melebarkan sayapnya ke Indonesia sekaligus mempercepat proses masuk ke pasar, karena mereka tidak perlu lagi menghabiskan uang, waktu dan sumber daya untuk membangun infrastruktur data center sendiri dan menerapkan aplikasi yang critical bagi kelangsungan bisnis.

Ron Totton, Managing Director BT untuk Asia Tenggara mengatakan, “Indonesia merupakan pasar yang agresif bagi BT, di mana permintaan akan private cloud dan layanan data center tumbuh dengan cepat di banyak sektor, terutama pada sektor Keuangan, Energi, dan Telekomunikasi. Kolaborasi bersama DCI ini dibangun di atas strategi portfolio Cloud of Clouds kami dan sejalan dengan misi kami untuk menjadi penyedia layanan cloud terdepan di dunia. Solusi ini akan membantu pelanggan BT untuk lebih kompetitif di Indonesia dan di dunia.”

Melalui kolaborasi ini, BT menjadi penyedia layanan IT dan jaringan global pertama yang menawarkan infrastruktur private cloud di Indonesia. Sebagai Point of Presence, BT juga memilih data center DCI. Dengan menggunakan platform BT Private Computer, perusahaan dapat menjalankan beragam kebutuhan, mulai dari jaringan, penyimpanan data hingga komputasi dan keamanan, tanpa perlu berinvestasi untuk membangun infrastruktur cloud mereka sendiri. DCI Indonesia adalah satu-satunya penyedia layanan data center tier-IV di Indonesia yang menyediakan Service Level Agreement (SLA) paling agresif dengan keandalan sebesar 99.999% melalui konfigurasi infrastruktur ganda, untuk menjamin kelangsungan operasional bisnis yang tanpa gangguan.

“DCI siap untuk mendukung platform BT Private Compute. Dengan infrastruktur DCI yang fault-tolerance, ekosistem industri keuangan yang kuat, dan interkoneksi global melalui Cloud Exchange dari Equinix, kami yakin kolaborasi ini akan menyediakan layanan terbaik untuk pelanggan BT di Indonesia,” ungkap Marina Budiman, President Director, DCI.

“Kami bangga menjadi bagian dari kolaborasi BT dan DCI untuk mempercepat kinerja dan peluang bisnis bagi pasar Indonesia. Dengan memanfaatkan interkoneksi global kami dan ekosistem bisnis yang sudah berkembang, pelanggan akan bisa mendapatkan manfaat layanan baru dan inovatif guna membesarkan bisnis mereka,” ujar Clement Goh, Managing Director, Equinix untuk Asia Selatan.

Tahun lalu, BT mendapatkan izin Siskomdat, yang memungkinkan BT untuk menawarkan portfolio layanan IT berjaringan dan aplikasi kepada pelanggan di Indonesia secara langsung.

BT dinobatkan sebagai Best Managed Services Provider selama lima kali berturut-turut oleh acara tahunan, Telecom Asia Awards. BT juga baru-baru ini diakui selama tiga tahun berturut-turut oleh Gartner Inc di laporan Critical Capabilities 2016 for Network Services in Asia Pacific2, di mana BT mendapatkan skor tertinggi dalam kategori studi kasus Extended Domestic Network, salah satu dari empat studi kasus yang dinilai dalam laporan tesebut.

BT beroperasi di Asia Pasifik sejak tahun 1985. Hong Kong menjadi markas regional untuk operasional BT di Asia Pasifik, Timur Tengah, dan Afrika. BT kini mendukung lebih dari 1,000 pelanggan perusahaan dari 26 kantor di seluruh wilayah. •

KUDO: E-commerce Indonesia Tumbuh Pesat

0

kudoGELARAN TechInAsia memasuki tahun kedelapan hari ini. Dibuka dengan sambutan dari Country Manager TechInAsia, acara tahunan ini dihadiri oleh ribuan peserta yang merupakan investor atau venture capital, para pemain dunia perusahaan rintisan (start up), dan juga pelajar atau mahasiswa dari beberapa universitas di Indonesia. Terdapat lima panggung yang
memberikan sesi informasi dari para pembicara yang handal dan kompeten di bidangnya, yang sangat bermanfaat bagi para peserta.

Diawali dengan sesi ”Venture Capital in SEA- What To Expect in 2017” yang diisi oleh tiga pembicara
yakni; Andi Boediman, Managing Partner Ideosource, Plern Tee Suraphongcai, Partner Venturra
Capital dan Eddi Danusaputro, CEO Mandiri Capital Indonesia. Salah seorang pembicara, Eddi
Dausaputro, CEO PT Mandiri Capital Indonesia menyatakan “Saat ini beberapa institusi pemerintah
sedang menyusun kebijakan atau regulasi yang mengatur mengenai dunia perusahaan rintisan (start
up) dan tentunya hal ini juga berkaitan dengan perusahaan venture capital yang beroperasi di
Indonesia. Diharapkan regulasi ini selesai di tahun depan sehingga regulasi yang jelas akan
memberikan iklim usaha yang baik pula terutama bagi para pemain start up di Indonesia.”
Sesi selanjutnya yang menarik adalah mengenai perkembangan dunia e-commerce di Indonesia yang
kali ini menghadirkan dua pembicara yang tak diragukan keahliannya, yaitu Sukan Makmuri, CTO
KUDO dan Chris Feng, CEO Shopee.

“Sebagai negara ke empat dengan jumlah penduduk terbesar di dunia, Indonesia masih memiliki
potensi untuk berkembang, terutama dalam bidang e-commerce. Seiring perkembangan kelompok
kelas menengah di Indonesia, potensi bisnis di dunia daring (online) ini masih terbuka lebar. Di KUDO,
kami melihat peluang masyarakat Indonesia di kota-kota lapis kedua, ketiga dan keempat juga
memiliki kesempatan yang sama untuk merasakan pembelian secara online. Mungkin saja mereka
tidak percaya dengan belanja online, metode pembayaran yang dirasa sulit dan akses internet. Hal
inilah yang membuat KUDO memenuhi kebutuhan para masyarakat tersebut dengan adanya agen
KUDO. Pelanggan tersebut dapat membayar secara tunai kepada agen KUDO yang merupakan rekan
atau saudara yang dipercayanya, kemudian agen KUDO membeli di aplikasi KUDO dan barang
langsung dikirim ke pelanggan. Agen KUDO juga menerima komisi dari setiap penjualan produknya,
nah disini kedua belah pihak (agen dan pelanggan) sama-sama diuntungkan.” ungkap Sukan
Makmuri, Chief Technology Officer (CTO) KUDO.

KUDO terus berkomitmen untuk memberdayakan masyarakat Indonesia untuk menjadi wirausaha
digital dan memiliki 1,000,000 agen KUDO di 2018 mendatang. •

Canon Photomarathon Indonesia 2016 Diikuti Ribuan Peserta

0

canon3SETELAH sukses menggelar di Surabaya dan Yogyakarta, kini giliran Jakarta yang menjadi tempat para pecinta foto dari berbagai  penjuru nusantara. sekitar 1800 peserta Canon PhotoMarathon Indonesia 2016 terlihat memadati atrium Epiwalk, Epicentrum, Jakarta.

Selain peserta Jakarta banyak pula peserta dari luar jakarta, seperti Yogya, Bandung, Cirebon, Kuningan, kebanyakan dari mereka adalah komunitas fotografi yang berangkat menuju Jakarta dengan menggunakan Bus. Dengan penuh semangat, para peserta penggemar fotografi terbesar se-Asia dan Se-Indonesia ini, diikuti bukan saja dari kalangan fotografer berpengalaman namun ratusan pelajar mulai dari tingkat SD hingga SMA atau sederajatpun turut berpartisipasi meramaikan Canon Photomarathon Indonesia 2016.

penyelenggaraan Canon Photomarathon Indonesia di tahun kedelapan ini semakin menegaskan komitmen Canon dan Datascrip dalam memajukan dunia fotografi di Indonesia.

Hal ini terlihat dari kepesertaan acara yang terbuka bagi seluruh pecinta foto pengguna kamera digital dengan merek apapun dan semua peserta pun memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi pemenang.

canon1Di ajang ini para peserta dibekali dengan wawasan dan ilmu seputar dunia fotografi saat Misbachul dan Evy Aryati Arbay. Dua orang Fotografer ternama yang telah banyak berkarya di dunia fotografi selama bertahun-tahun. Para peserta terlihat antusias dengan penjelasan dan pengalaman yang dibagikan baik oleh munir maupun Evy. Sesi tanya Jawab dengan pembicara pun menjadi kesempatan bagi para peserta Canon Photomarathon Indonesia 2016 untukm mengasah pengethuan fotofgrafi mereka lebih dalam lagi.

“Penyelanggaraan Canon Photomaraton Indonesia yang telah berlangsung selama Delapan Tahun ibarat pesta bagi para penggemar fotografi Tanah Air yang selalu ditunggu-tunggu kehadirannya.

Ajang tahun ini selain bertujuan untuk mengasah ketrampilan fotografi, juga menjadi moment silaturahmi bagi penggemar fotografi yang datang dari seluruh penjuru nusantara.

Foto-foto kreatif yang dihasilkan para peserta bisa mengaspirasi sekaligus berkontribusi dalam memajukan dunia fotografi tanah air,” ujar Merry Harun-Direktur Divisi Canon Datascrip.

Sesi lomba terbagi dalam tiga sesi yang dimulai dari Tema 1, yaitu Kebersamaan”, setelah tema 1 selesai, Panitia melanjutkan dengan pengumuman tema 2″ yaitu Sangat Berharga, dengan sesi terakhir yang mengusung tema Penerang Dalam Lorong Kegelapan”

Foto-foto terbaik dari hasil jepretan para peserta langsung dinilai oleh dewan juri yang terdiri dari para fotografer dari latar gaya pemotretan yang beragam, yakni Budianto Iskandar (Direktur Datascrip) Mas Irham (Pewarta Foto), Ebbie Vebri Adrian (FotograferProfesional) dan Sandriani Permani (Fotografer Profesional dan Instruktur Fotografi)

Sambil menunggu hasil pengumuman, para peserta dihibur dengan beragam permainan serta kuis berhadiah yang menarik sepanjang acara sehingga aktivitas dari pagi hingga malam hari tetap diikuti para peserta dengan penuh antusias.

Acara semakin meriah ketika aktris rapper dan vlogger cantik yang sedang naik daun Adila Fitiri, beraksi diatas panggung untuk menghibur para peserta dengan tembang hitsnya.

Sebagai puncak acara ditutup dengan sesi pengumuman pemenang dan penyerahan hadiah, untuk Juara Umum Canon Photomarathon Indonesia 2016 berhak membawa 1 unit kamera DSLR Canon Eos 750D, lensa EF-S 18-55mm serta perjalanan klinik foto ke Jepang bersama Juara. •TAUFIK

Indonesia Infrastructure Week 2016: Berbagi Pengetahuan dan Alih Teknologi

0

05_thinkpad_13_black_hero_shot_w10MEMASUKI hari terakhir penyelenggaraan acara yang menyatukan para pemangku kepentingan dan pengambil keputusan sektor infrastruktur di negera ini, Indonesia Infrastructure Week 2016 — yang diselenggarakan bersama Konstruksi Indonesia dan The Big 5 Construct Indonesia — masih ramai dikunjungi ribuan orang yang datang untuk memanfaatkan pameran dan konferensi ini.

Expo Comm Indonesia 2016 mengangkat topik keamanan dunia maya yang membahas lanskap keamanan dunia maya, jenis ancaman dan serangan di dunia maya, serta perencanaan keamanan sektor infrastruktur nasional penting. Sementara Green Building Council Indonesia membahas berbagai isu green building yang relevan dengan industri konstruksi, seperti dampak green building bagi pencapaian tujuan global, transformasi green building, pendidikan, dan sertifikasi.

Konstruksi Indonesia 2016 yang diselenggarkan oleh Kementerian PUPR akan menghadirkan peralatan berat dan teknologi terbaru dari industri konstruksi infrastruktur. Konferensi yang diselenggarakan dalam Konstruksi Indonesia akan membahas isu-isu penting pada agenda infrastruktur pemerintah, termasuk membahas tentang inovasi dan teknologi terbaru yang akan mendorong proyek-proyek di industri konstruksi. Konferensi juga akan memberikan kesempatan bagi para ahli dari organisasi pemerintah pusat dan daerah untuk berbagi pengalaman di bidang konstruksi.

The Big 5 Construct Indonesia, yang menjadi bagian dari Konstruksi Indonesia, pada tahun ini akan menghadirkan produk-produk bangunan dan konstruksi baru serta inovatif dari berbagai negara di seluruh dunia. Melalui ajang ini, The Big 5 Construct Indonesia juga membuka kesempatan bagi para profesional dan tenaga ahli untuk mengikuti program Continuing Professional Development (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Tenaga Ahli Bangunan Gedung dan Manajemen Proyek). Program CPD ini merupakan proyek percontohan KEMENPUPR untuk melakukan pembinaan kompetensi bidang jasa konstruksi kepada asosiasi profesi.

Indonesia International Infrastructure Conference & Exhibition (IIICE) merupakan forum nasional terbesar bagi pemerintah dan juga sektor swasta untuk dapat membangun kemitraan, berbagi pengetahuan dan juga berbagi pengalaman di antara para pengambil keputusan untuk dapat mendorong percepatan agenda infrastruktur nasional. Tahun ini forum IIICE akan membahas sektor-sektor utama yang menjadi fokus pembangunan infrastruktur pemerintah, yaitu sektor energi, air, jalan raya, jalan kereta api, serta pelabuhan.

Terkait dengan bidang teknologi informasi dan komunikasi, Expo Comm Indonesia (ECI)  menghadirkan inovasi terbaru bagi perkembangan infrastruktur yang mendukung konektivitas antar wilayah. Program konferensi ECI dirancang untuk dapat mempertemukan para pelaku usaha, baik swasta maupun pemerintah, untuk membahas isu-isu terkait pita lebar (broadband) Indonesia sekaligus keamanan dunia maya (cyber security) yang akan berdampak pada infrastruktur nasional.

Bidang aviasi yang saat ini merupakan salah satu sektor penting bagi konektivitas antar daerah di Indonesia,  dihadirkan melalui Airport Solutions Indonesia (ASI). Pameran akan menampilkan berbagai teknologi terbaru terkait dengan keamanan dan kenyamanan bandar udara. Selain itu, dalam forum konferensi yang mempertemukan pemerintah dan swasta, akan dibahas berbagai opsi pembangunan dan perbaikan bandar udara, landasan pesawat terbang, serta layanan yang dapat mendukung keamanan dan kenyamanan pengguna bandara.  •

LinkedIn: Pakem “Tiga I” Dalam Pemberdayaan Entrepreneur di Jaringan Digital

0

linkedinENTREPRENEUR merupakan salah satu pendorong perekonomian Indonesia, karena mampu menyediakan kesempatan bisnis yang lebih besar, serta lebih banyak lagi lapangan pekerjaan. Ha ini semakin didukung oleh segudang potensi dari sumber daya alam, hingga manusia yang masih berusia produktif. Namun mencetak entrepreneur masih menjadi kendala di Indonesia. Apa penyebabnya dan bagaimana mengatasinya?

Baru-baru ini, LinkedIn mengadakan acara panel diskusi untuk membahas hal tersebut bersama dengan Danny D. Kosasih, Wakil Ketua Komite Tetap Inovasi – Industri Tradisional Berbasis Budaya, KADIN. Hasil diskusi menemukan bahwa pola pikir dan ekosistem adalah dua tantangan yang di hadapi Indonesia dalam mendorong semangat serta mencetak entrepreneur.

Pola pikir yang tepat dibutuhkan untuk mendorong ide inovatif menjadi sesuatu yang dapat menciptakan kesempatan ekonomi lebih luas. Untuk bisa mewujudkannya pola pikir tersebut perlu dihubungkan dengan ekosistem jaringan profesional yang dapat mendukung pemberdayaan pola pikir serta ide inovatif yang dimiliki seseorang. Terhubung untuk berbagi ide, pengalaman, hingga terhubung dengan orang-orang yang memiliki pemikiran dan semangat serupa untuk mewujudkan suatu ide menjadi kenyataan.

Para entrepreneur di LinkedIn tampaknya sudah menyadari hal di potensi jaringan profesional, tercermin dari data yang mengungkapkan bahwa entrepreneur Indonesia di LinkedIn lebih aktif membangun jaringan di LinkedIn dan memiliki koneksi 25% lebih banyak apabila dibandingkan dengan rata-rata seluruh pengguna LinkedIn di Indonesia.

Mengamati lebih seksama, dalam pemberdayaan pola pikir dan ide inovatif, saya melihat pakem “Tiga I”  yaitu: Ideas, Informed, danInvestor dari pemanfaatan jaringan profesional digital oleh para entrepreneur di LinkedIn.

Pertama adalah Ideas (ide) yang menjadi fondasi dari sebuah usaha. Ide merupakan energi dan modal awal dalam berbisnis dan harus dapat dikembangkan lebih lanjut guna menjadi solusi nyata yang dibutuhkan oleh pasar. Entrepreneur memanfaatkan LinkedIn untuk memberdayakan dan memvalidasi ide tersebut dengan para profesional dari berbagai bidang di seluruh dunia guna mampu menjawab kebutuhan pasar. Ide kemudian dihubungkan ke profesional lainnya guna  mendapatkan mitra serta dukungan untuk mewujudkan ide menjadi bisnis nyata.

Selanjutnya adalah Informed (terinformasi). Seorang entrepreneur perlu mengetahui berbagai informasi seputar industri yang tengah digeluti. Dengan berinteraksi dengan komunitas, influencer, dan profesional lainnya, membaca posting serta presentasi yang mereka bagikan,  entrepreneur dapat belajar berbagai sudut pandang baru dalam dalam berbisnis.

Yang terakhir adalah Investor. Bukan dalam rangka mencari pendanaan, melainkan terhubung untuk mematangkan ide inovatif. Alasan di balik hal ini karena investor memiliki segudang pengalaman dalam menerima ide bisnis. Mengambil kesempatan ini, entrepreneur dapat berdiskusi lebih lanjut untuk mematangkan ide mereka dan membuatnya kondusif untuk ditanamkan modal usaha di masa mendatang.

LinkedIn memiliki tujuan untuk membantu profesional (termasuk entrepreneur) untuk lebih produktif serta sukses di dalam karier mereka. Bergabung ke dalam jaringan profesional terbesar di dunia membuat mereka terhubung dengan ekosistem yang mampu memberdayakan ide mereka dan membantu mewujudkannya menjadi nyata. Dalam pemanfaatannya, entreprenuer di LinkedIn menjalankan pakem “Tiga i”Ideas, Informed, dan Investor.  •FRANK KOO (Head of Southeast Asia, Talent Solutions, LinkedIn)

Akademi Berbagi dan Fortune Indonesia Galakkan Kampanye #LihatLebihLuas

0

lihatlebihluas

DI tengah panasnya kontestasi politik menuju Pemilihan Kepala Daerah (PEMILUKADA) 2017, Akademi Berbagi bersama Fortune Indonesia menggalakkan kampanye digital #LihatLebihLuas melalui media sosial. Kampanye ini ditujukan untuk mengajak masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh kabar-kabar miring yang menyudutkan salah satu pasangan calon, yang tentu saja tidak dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya.

Dengan tagline “Saring sebelum Sharing”, kampanye digital ini bertujuan mengedukasi masyarakat untuk memeriksa terlebih dahulu kebenaran informasi serta kejelasan sumber sebelum menyebarkan kembali informasi tersebut melalui sosial media. Dengan demikian jumlah kampanye hitam yang belakangan gencar tersebar di media sosial dapat diminimalisir.

“Sebuah informasi kadang sengaja dipotong demi menggiring sebuah opini dan mempersempit perspektif pembacanya. Melalui kampanye ini, kita mengajak masyarakat untuk membaca dengan seksama dan meneliti sumbernya sebelum meneruskan pesan tersebut kepada orang lain,” papar Ainun Chomsun, Founder Akademi Berbagi.

Ajakan #LihatLebihLuas dilancarkan melalui gimick visual pada mobile phone. Saat layar mobile phone berada pada posisi portrait (sempit), maka yang terbaca adalah sepenggal pesan yang provokatif. Namun saat layar diputar menjadi landscape (lebih luas), barulah muncul deretan pesan lengkap yang memiliki makna berbeda. “Visual ini menyiratkan pesan bahwa sudut pandang seseorang sangat mempengaruhi cara orang tersebut memaknai sebuah pesan. Dengan melihat lebih luas, kita bisa memaknai segala sesuatu dengan lebih baik,” papar Luddy Gilang Prayogi, Digital Creative Group Head Fortune Indonesia.

Kampanye #LihatLebihLuas diluncurkan pada tanggal 28 Oktober 2016, bertepatan dengan dimulainya masa kampanye PEMILUKADA 2017. Kampanye ini masih terus digalakkan melalui media sosial facebook dan twitter. “Semakin banyak orang yang teredukasi, maka akan semakin dekat kita kepada pemilu yang damai dan bersih dari kampanye hitam yang merugikan,” pungkas Luddy lagi. •

Malaysia Airlines Gunakan Teknologi Amadeus Untuk Layanan ‘Traveller First’

0

malaysiaDALAM dunia yang kompetitif di mana wisatawan dimanjakan dengan beragam pilihan, maskapai penerbangan harus berubah dari hanya sekadar menjual kursi semata menjadi perusahaan yang memberikan pengalaman terbaik kepada pelanggannya, yang dimulai sejak tiket dipesan. Malaysia Airlines telah memilih untuk menggunakan teknologi Amadeus yang dirancang untuk tujuan tersebut, sebagai bagian dari kerjasama teknologi yang penting antara kedua belah pihak yang akan berfokus pada tiga area strategis – mentransformasikan operasional layanan penumpang maskapai, menciptakan sumber pemasukan baru, dan meningkatkan pengalaman pembelian tiket secara online untuk para wisatawan.

Wisatawan saat ini ingin mengubah cara mereka melakukan perjalanan sesuai dengan preferensi, dengan memilih layanan personal baik a la carte maupun paket wisata yang menawarkan nilai tambah. Mereka juga ingin mendapat penawaran yang disesuaikan dengan preferensi mereka. Melalui inovasi teknologi merchandising dari Amadeus, Malaysia Airlines kini dapat memenuhi layanan ini kepada semua wisatawannya yang ada di berbagai saluran distiribusi yang tersedia. Selain itu, solusi pemesanan baru dari Amadeus melalui mobile dan saluran pemesanan online lainnya akan lebih meningkatkan pengalaman pembelian untuk pelanggan Malaysia Airlines. Untuk wisatawan, ini berarti pengalaman belanja yang lebih personal dan lebih mudah; dan untuk maskapai penerbangan, ini berarti peluang adanya pemasukan baru.

“Kami ingin betul-betul memudahkan para pelanggan untuk mendapatkan tarif terbaik dari Malaysia Airlines di seluruh dunia. Amadeus merupakan sebuah sistem canggih yang dapat menawarkan kemudahan dan memberikan kecepatan, serta memungkinkan pelanggan kami untuk mendapat penerbangan terbaik tanpa kesulitan apapun. Amadeus menawarkan kemudahan pemesanan melalui web dan juga melalui aplikasi mobile yang unik dan dapat menyesuaikan sesuai kebutuhan masing-masing individu sehingga memberi penumpang pengalaman pelayanan yang cepat, dimulai dari pemesanan tiket hingga pembelian tambahan kapasitas bagasi di muka, makanan, dan mengelola poin loyalitas, semuanya hanya dengan menekan satu tombol,” jelas Peter Bellew, Chief Executive Officer and Group Managing Director, Malaysia Airlines Berhad.

Berdasarkan kerjasama ini, Malaysia Airlines juga akan menggunakan sistem Amadeus Altéa Passenger Service System (PSS) untuk mengelola dan mengembangkan seluruh proses layanan inti penumpang termasuk: sistem pemesanan, sistem persediaan dan kontrol keberangkatan. Altéa merupakan platform IT yang sudah umum digunakan oleh aliansi maskapai penerbangan di seluruh dunia, termasuk 64% dari anggota maskapai Oneworld. Dengan Altéa, Malaysia Airlines akan mendapatkan keuntungan dari integrasi yang lebih mudah dengan mitranya. Ketersediaan, tarif, pelanggan dan informasi pemesanan akan dapat dibagikan secara real-time dengan mitra Oneworld lainnya, yang pada akhirnya akan memberikan keuntungan pendapatan yang lebih besar serta pengalaman pelanggan yang lebih baik di seluruh anggota aliansi maskapai.

Peter Bellew  menambahkan, “Teknologi akan memainkan peran penting dalam transformasi Malaysia Airlines dan saya yakin bahwa Amadeus dengan teknologinya akan memudahkan operasional kami serta memberikan pelayanan terbaik bagi para pelanggan. Memiliki sistem teknologi yang canggih dan gesit akan sangat membantu kami untuk kelanjutan perbaikan dan kesuksesan di masa mendatang.”

Hazem Hussein, Executive Vice President, Airline Group, Amadeus Asia Pacific, Turkey & Eastern Europe mengungkapkan, “Kami sangat bangga menerima Malaysia Airlines menjadi bagian dari komunitas Amadeus Altéa yang terus berkembang, dan dapat berkontribusi dalam proses transformasi mereka. Kami memiliki visi yang sama – mengedepankan pelanggan – dan kami percaya teknologi kami dapat membantu Malaysia Airlines berada di garis terdepan, mengembangkan bisnisnya, dan meningkatkan daya saing di salah satu daerah yang paling dinamis di dunia.”

Agen perjalanan yang menggunakan teknologi Amadeus juga akan mendapatkan keuntungan dari kerjasama ini. Saat agen perjalanan Amadeus melakukan pemesanan untuk maskapai yang menggunakan Altéa, maka kedua belah pihak akan menggunakan kode pemesanan tunggal yang sama baik bagi agen perjalanan maupun maskapai penerbangannya sehingga datanya akan otomatis sama. Agen perjalanan yang menggunakan Amadeus dapat dengan segera mengetahui perubahan yang dilakukan oleh maskapai terhadap data pemesanan (PNR) tersebut dan sebaliknya, mengurangi resiko kesalahan dan memungkinkan agen untuk memberikan pelayanan terbaik untuk pelanggan mereka.

Amadeus dan Malaysia Airlines akan memulai proses migrasi sistem PSS Amadeus Altea Suite yang akan diimplementasikan secara penuh pada tahun 2017. •

Epson dan Desainer Indonesia-Thailand Ikuti Jakarta Fashion Week 2017

0

epsonEPSON, perusahaan terkemuka dalam digital imaging dan solusi cetak, akan berkolaborasi dengan desainer terkenal Indonesia, Sky.Inc dan desainer Thailand yang telah mendapatkan beberapa penghargaan, Thanit Tiansivarat untuk menampilkan koleksi – koleksi, dimana kain yang digunakan dicetak secara digital dengan printer Epson, dalam fashion show bertajuk “Epson’s Print Your Passion”, diperhelatan akbar Jakarta Fashion Week 2017.

Merek ternama Indonesia, Sky.Inc dibawah arahan Andrea Risjad dan desainer Amot Syamsuri Muda, akan mempersembahkan koleksi BI.ON.INC sebanyak 48 desain yang menggambarkan tema futuristic science fiction, dimana inspirasinya berasal dari dunia science fiction, teknologi dan extraterrestrial life.

Thanit Tiansivarat, pemilik dan desainer merek dari Thailand, Oh! Lala & Dee Project, akan menampilkan koleksinya yaitu ELEMENTS untuk pertama kalinya di Jakarta Fashion Week, terdiri dari 12 desain yang akan dibawakan oleh 12 model anak. Koleksi ini mengambil inspirasi dari alam dan elemen alami yaitu bumi, air, angin dan api dan hal ini membangkitkan ingatan tentang transformasi dan perubahan kekuatan alam.

Koleksi dari para desainer tersebut dicetak menggunakan printer digital textile Epson yang menggunakan teknologi PrecisionCore, yang mampu merelealisasikan warna-warna solid dan menampilkan gradasi warna pada koleksi para desainer. Kolaborasi antara Epson dan para desainer bertujuan untuk memperlihatkan bahwa digital textile printing tidak terbatas dan hal ini sangat berperan dalam fashion.

“Kolaborasi dengan para desainer menunjukkan bahwa teknologi Epson mampu menerjemahkan ide dari para desainer menjadi nyata. Teknologi PrecisionCore Epson dengan kemampuannya untuk reproduksi warna-warna yang hidup, dapat memberikan inspirasi bagi desainer dalam membuat desain, serta para desainer dapat mengekspresikan kreatifitas mereka secara bebas. Dengan digital textile printing , para desainer dapat menuangkan segala ide dan kreatifitas mereka tanpa batas.Melalui kolaborasi kami dengan desainer lokal, kami berharap dapat mendukung industri fashion dan menumbuhkan kesadaran yang lebih lagi akan berbagai hal yang dapat dilakukan dengan menggunakandigital textile printing,” ungkap Shuji Hamaguchi, Regional General Manager (Southeast Asia), Professional Printing, Epson Singapore. •

Biaya Domain Apapun.ID Turun 50 Persen di 2017

0

foto-andi-budimansyahMULAI 1 Januari 2017, Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) akan menurunkan biaya pendaftaran dan perpanjangan nama domain .ID, atau yang populer dengan sebutan apapun.id dari Rp 500 ribu menjadi Rp 250 ribu.

Ketua PANDI, Andi Budimansyah, mengungkapkan, penurunan ini sesuai dengan harapan masyarakat pengguna internet Indonesia. “Permintaan ini secara resmi diajukan ke PANDI, dan kami memrosesnya sesuai dengan mekanisme pembuatan kebijakan pengelolaan nama domain,” jelas Andi.

Usulan ini diajukan dalam Diskusi Umum Terbuka (DUT) pada kegiatan PANDI Meeting 6 di Balai Kartini, Jakarta, 25 Mei 2016. Pada saat itu, publik merekomendasikan penurunan biaya domain apapun .ID menjadi Rp 250.000.

“Rekomendasi ini kemudian diajukan oleh PANDI ke Forum Nama Domain Indonesia dan disetujui untuk diturunkan,” jelas Andi. “Informasi ini juga sudah kami sampaikan dalam kegiatan PANDI Meeting 7 pekan lalu di Kota Kasablanka, Jakarta,” tambahnya.

Andi mengatakan, penurunan biaya ini akan terasa untuk pemilik domain apapun.ID yang memperpanjang nama domainnya tahun depan. “Kalau untuk pendaftaran, sejak tahun ini memang sudah diturunkan menjadi Rp 250 ribu, meski dalam bentuk promo, bukan biaya tetap, ujarnya.

Domain apapun.id merupakan nama domain .ID yang paling berkembang saat ini. Hanya dalam waktu dua tahun sejak diluncurkan, domain ini  sudah berjumlah lebih dari 60 ribu. Angka ini sedikit di bawah co.id yang saat ini berjumlah 81 ribu nama domain. “Hanya dalam waktu dua tahun, domain apapun.id hamper menyamai nama domain co.id yang sudah berusia lebih dari 20 tahun,” ujar Andi.

Penurunan biaya ini diharapkan akan semakin meningkatkan kecintaan publik pada nama domain apapun.id. “Selain namanya yang singkat dan masih memiliki banyak sekali pilihan nama domain cantik, biayanya pun menjadi semakin terjangkau,” pungkas Andi. •