Home Blog Page 889

ZTE dan Mastel Kenalkan Teknologi 5G

0

Foto 1 (1)

SALAH satu penyedia layanan broadband dan solusi teknologi enterprise ZTE bersama dengan Masyarakat Telematika (Mastel) Indonesia mengajak para pemangku kepentingan seperti Kemkominfo, Kemenperin, serta para operator untuk duduk bersama guna mempercepat pengimplementasian dari teknologi internet generasi kelima atau 5G.

Kegiatan ini juga disinyalir sebagai salah satu ajang dari ZTE untuk menjaring para klien mereka yakni beberapa operator besar agar menggunakan layanan infrastruktur dari perusahaan asal Tiongkok ini.

Sebagai informasi, topik mengenai 5G ini dirasa terlalu dini untuk dibahas. Sebab, Pemerintah maupun beberapa operator besar di Indonesia baru saja menyelesaikan proses refarming 4G di frekuensi 1800 Mhz dan baru memulai menyelenggarakan layanan generasi keempat ini.

President Director PT ZTE Indonesia, Mei Zhonghua menyebutkan, “Menyadari manfaat perluasan pita lebar untuk perokonomian Indonesia, ZTE berinisiatif untuk memfasilitasi diskusi antara para pelaku bisnis telekomunikasi dan pemerintah untuk membahas teknologi terbaru, yaitu jaringan 5G,” Ia melanjutkan, Dengan diadakannya acara ini, ZTE berharal agar terciptanya sebuah pemahaman mengenai teknologi 5G serta berbagai solusi yang dapat dilakukan untuk mempercepat penerapan teknologi ini.

Hal senada juga diucapkan oleh Kristiono, Ketua Umum Mastel, “Kita harus terus mengikuti perkembangan teknologi untuk bisa memperoleh kemanfaatan yg lebih baik, namun yang menjadi persoalan adalah kita tidak boleh melihat teknologi sekedar teknologi, tapi harus bisa melihatnya dari perspektif yang lebih luas, ” ucapnya kepada tim Telko.id

Ia juga menambahkan apapun teknologinya harus memberikan banyak manfaat bagi masyarakat luas seperti memiliki akses untuk menjangkau teknologi tersebut serta menghadirkan layanan tersebut dengan harga yang terjangkau untuk semua kalangan.

Teknologi 5G ini sejatinya dapat memberikan beberapa keuntungan lebih, seperti jumlah koneksi yang lebih besar, kapasitas 1000 kali lebih besar, throughput 10 kali lebih cepat, dan latency yang lebih rendah bila dibandingkan dengan teknologi 4G.

ZTE juga sejatinya telah memiliki solusi untuk mendukung jaringan super cepat generasi kelima ini. Sebuah perangkat yang diberi nama Massive MIMO, perangkat ini sejatinya dapat meningkatkan level akses kapasitas jaringan secara menyeluruh dengan memanfaatkan sumber daya yang sudah ada.

Massive MIMO milik ZTE dirancang dengan memperhatikan ukuran, berat, biaya, rancang-bangun, dan instalasi yang tepat untuk penggunaan komersial. Massive MIMO mentransmisikan data steam yang lebih independen antara sistem dan perangkat user untuk menaikkan efisiensi spektrum. Pada simulasi pra-komersial, Massive MIMO dapat mengintegrasikan 128 antena (64 saluran independen) yang dapat menghasilkan kecepatan troughput 6 sampai 8 kali lebih besar, perangkat ini juga menjadi salah satu bagian inti dari penerapan jaringan 5G.

Sementara itu Menteri Kominfo, Rudiantara mengatakan, “Saat ini kami baru saja menyelesaikan proses refarming 4G di frekuensi 1800 Mhz dan proses refarming kami belum sepenuhnya selesai, hal ini dikarenakan masih ada kemungkinan untuk melakukan refarming pada frekuensi 2100 Mhz dan kami masih berkonsentrasi untuk menyelesaikan hal tersebut,”

Chief RA menambahkan, saat ini yang menjadi fokus Kemkominfo serta para operator adalah bagaimana menyelenggarakan Carier Agregation pada 4G yang tentunya akan lebih meningkatkan kecepatan dan kualitas internet 4G di indonesia.

Kominfo sejatinya tidak menutup pintu untuk setiap teknologi baru, hanya saja untuk saat ini pembahasan mengenai 5G dirasa belum saatnya, karena belum adanya bisnis model untuk jaringan internet generasi kelima ini.

Sekiranya, penerapan jaringan 5G di Indonesia baru akan dibicarakan pada lima tahun mendatang karena ekosistem dari 4G seperti device dan application  belum sepenuhnya lengkap. • ARIE

GCR dan PT GMT Adakan Seminar Smart Retail Automation Untuk Reseller

0

SONY DSC

GLOBAL Channel Resources (GCR), perusahaan penyedia  layanan berbasis Cloud dan pasar online yang bermarkas di Singapura, hari ini mengadakan Seminar yang Smart Retail Portal di Indonesia. Seminar yang ditujukan bagi para system integrator dan value added reseller ini diselenggarakan berkat kerjasama dengan PT Global Master Teknologi (GMT), perusahaan dalam negeri yang selama ini menjadi mitra  GCR.

Seminar diadakan pada 19 November 2015 di Hotel Grand Mercure Harmoni, Jakarta, mulai pukul 9  hingga 15.00 WIB. Melalui seminar yang mengangkat tema Smart Retail Automation,  CGR berharap peserta nantinya dapat memberdayakan bisnis berdasarkan perspektif customer.

Seminar ini menjelaskan  konsep Online to Offline to Online (O2O2O), yakni sebuah metode yang efektif untuk para distributor dalam menyediakan layanan bagi industri retail. O2O2O merupakan cara untuk terus dapat berkomunikasi dengan customer baik jalur tradisional ataupun digital yang pada akhirnya  akan menghasilkan lingkaran retail yang tepat. Hal ini sangat penting, khususnya untuk toko-toko konvensional yang selama ini bersaing dengan penjual yang bergelut dalam bisnis e-commerce ataupun para peretail diskon.

Sebagai informasi, selama ini GCR telah berpengalaman dalam mengoperasikan suatu  marketplace berbasis online untuk Smart SaaS dan terhubung dengan solusi internet of thins (IoT). Melalui layanan-layanan yang ditawarkan, para partner distributor dapat menyediakan, mengintegrasikan, merakit, mempromosikan dan men-deploy smart SaaS dan total solusi IoT dari vendor partner penyedia solusi kepada para customer.

Di seminar ini, GCR dsn PT. GMT menjelaskan dan mendemonstrasikan video sistem analysis, suatu portal marketing berbasis WiFi yang mampu menghasilkan uang sendiri. Sistem penganalysis video juga dapat menghitung trafik pengunjung dari suatu toko, melakukan tracking rute belanja, mengindentifikasi detail demografisnya, membantu para pemain retail untuk mengevaluasi kampanye marketing mereka serta menyesuaikan penempatan produk secara dinamis.

Selain itu, portal marketing berbasis WiFi dan pengontrol aplikasi bisa menjadi alat broadcast marketing yang hebat yang menyediakan coverage WiFi bagi customer. Di shopping Mall, dan di cruise center, pengontrol aplikasi dapat mengirimkan iklan mobile ke perangkat mobile milik customer yang saling terhubung dan Portal Marketing berbasis WiFi, sekaligus menyediakan statistik yang akurat untuk toko dalam merencanakan promosi produk dan jasa mereka dengan biaya  yang efektif.

SONY DSC

Tony Tsao, Chairman GCR di sela-sela acara mengatakan, “Saya sangat terkejut karena sebagian besar peserta seminar dan system integrator begitu antusias mengikuti seminar, terutama saat segmen solusi IOT yang kami tunjukkan. Ini berarti bahwa banyak peserta yang mencari peluang untuk diversifikasi bisnis mereka diluar usaha perdagangan konvensional untuk mengembangkan ide-ide baru.”

Sebagian besar dari mereka, papar Tony, menemukan bahwa pelanggan akan menjadi kata kunci untuk menjual solusi IoT karena penting untuk memberi mereka fleksibilitas yang besar dan kesempatan untuk membuat pendapatan retensi jangka panjang. Dengan kata lain, menjual layanan TI adalah era baru disamping menjual hardware. Layanan IoT adalah satu-satunya cara cerdas untuk membantu memperbaiki return on investment (ROI) setiap perusahaan. “Oleh karena itu GCR termotivasi untuk lebih produktif mencari partnership di Indonesia,” jelas Tony.

Sementara, PT. GMT yang berpengalaman dalam penjualan produk tentunya memiliki channel distribusi yang luas,  sehingga PT GMT dipercaya dapat membantu memperkenalkan solusi yang ditawarkan GCR kepada customer di seluruh Idonesia, sekaligus memberikan nilai tambah dan mempererat ikatan dengan para customer.

Sarki Gunawan, Direktur PT. GMT menyampaikan, “Ini adalah pertama kalinya PT GMT menyelenggarakan seminar yang bekerjasama dengan GCR. Kedepan, kami berencana dapat mengadakan seminar secara rutin, mengingat solusi dan layanan berbasis internet begitu cepat berkembang sehingga para system integrator memerlukan update yang cepat pula.”

Pada kesempatan itu, Sarki juga menyampaikan kebanggaannya karena acara ini dihadiri oleh begitu banyak partner PT. GMT dan juga para pengusaha yang bergabung dalam Asosiasi Pengusaha Komputer (Apkomindo).

Mengomentari hal ini, Soegiharto Santoso, Ketua Umum DPP Apkomindo yang turut hadir mengatakan, “Apkomindo menyambut baik cara yang digelar GCR dan PT GMT karena sejalan dengan misi Apkomindo, dimana dalam kondisi ekonomi nasional yang relatif lesu, para pebisnis teknologi informasi dan komunikasi (TIK) diharapkan tidak hanya mengandalkan penjualan hardware, karena daya beli masyarakat tengah menurun. Masyarakat dan pelaku ekonomi mengharapkan solusi yang efektif untuk memajukan usaha mereka. Maka solusi IoT menjadi salah satu jalan keluar yang tepat.”

Soegiharto juga menyampaikan, Apkomindo terbuka untuk menjalin kerjasama seluas-luasnya dengan berbagai pihak demi kemajuan bisnis TIK bagi seluruh anggotanya. •

Apkomindo dan Dyandra Tandatangani MoU Mega Bazaar 2016

0

TAHUN 2015 segera berakhir. Semua pihak pun bergegas menyambut 2016 dengan melihat peluang usaha dan bisnis yang lebih menjanjikan di tahun mendatang.

Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo), yang mewadahi  lebih dari 2000 pengusaha komputer di seluruh wilayah Indonesia, juga tidak ketinggalan untuk menyusun sejumlah kegiatan yang tujuannya kembali menggairahkan bisnis teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang sempat lesu di tahun 2015.

Sebagai langkah awal, Apkomindo telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT Dyandra Promosindo untuk mensupport pelaksanaan Mega Bazaar 2016. Adapun kedua belah pihak sepakat untuk mensukseskan pameran Mega Bazaar 2016 yang telah bertahun-tahun menjadi salah satu barometer kemajuan bisnis TIK di Indonesia.

MoU Apkomindo-Dyandra telah ditandatangani pada Kamis, 11 November lalu di Jakarta oleh Soegiharto Santoso (Ketua Umum Apkomindo) dan Ery Erlangga (Direktur Utama PT Dyandra Promosindo) dan disaksikan oleh pengurus DPP Apkomindo  diantaranya Muzakkir (Sekjen Apkomindo), Sarki Gunawan, Kurniadi S. Sanjaya, Susanto Tjiew, Puguh Kuswanto dan Cepu Supriyanto. Sementara dari jajaran PT Dyandra Promosindo dihadiri oleh  Muhammad Riza (Direktur), Michael Bayu A Sumarijanto, Ichwan Sofwan, Marga Anggrianto, Dara Fitria serta perwakilan Bank Mandiri, Arum Hapsariningtyas.

Kolaborasi ini dinilai sangat penting dan strategis, karena diharapkan Mega Bazaar 2016 dapat kembali mensupport kebangkitan bisnis TIK  nasional secara lebih optimal. Lebih spesifik lagi, kerjasama Apkomindo-Dyandra ini bertujuan untuk mendorong gairah para pelaku usaha TIK, baik vendor, distributor maupun dari master dealer hingga reseller, bahkan juga end user yang semakin pandai dalam memanfatkan TIK.

Soegiharto Santoso yang sering disapa Hoky mengatakan, “Berbeda dengan Mega Bazaar sebelumnya, pameran tahunan ini pada tahun 2016 selain memberikan update tentang teknologi baru dari berbagai vendor,  juga akan mencoba mengangkat industri TIK dalam negeri, terutama start up. Begitupun bisnis online yang dilirik di tahun 2015, akan lebih ditonjolkan karena diprediksi akan semakin semarak di tahun 2016.”

Dari  MoU tersebut terlihat bahwa Apkomindo dan Dyandra diharapkan memberikan tambahan nilai plus bagi peserta saat launching dan pengundian stand pameran Mega Bazaar 2016 yang akan dilaksanakan pada Rabu, 18 November 2015 di Hotel Le Grandeur Mangga Dua, Jakarta. Pameran Mega Bazaar 2016 itu sendiri dijadwalkan berlangsung 2 – 6 Maret 2016 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta.

Dalam kesempatan tersebut, Soegiharto  menyebut, kerjasama dengan Dyandra Promosindo sangat integral dan komprehensif. Karena  mencakup dari persiapan konsep hingga pelaksanaan teknis pameran Mega Bazaar 2016.

Sehingga sangat logis jika kerjasama ini bersifat eksklusif. Dalam arti, kedua belah pihak berkomitmen bahwa Dyandra hanya akan bekerjasama dengan Apkomindo yang asosiasi, dalam menyelenggarakan pameran komputer atau TIK berskala nasional maupun internasional, dan tidak akan berkerjasama dengan pihak atau asosiasi lain yang visi dan misinya sejenis dengan Apkomindo.

Demikian pula berlaku sebaliknya, DPP Apkomindo hanya dapat bekerjasama dengan Dyandra sebagai penyelenggara pameran komputer atau TIK. Hal ini merupakan langkah konkret untuk meningkatkan kepercayaan dan komitmen masing-masing pihak.

Lebih jauh lagi, Apkomindo dan Dyandra akan saling memberikan manfaat dengan membuka informasi jaringan dari masing-masing pihak, sehingga diharapkan akan menghasilkan manfaat optimal.

Pertukaran informasi ini sangat penting, mengingat telah lama terputusnya komunikasi antara kedua belah pihak yaitu selama lebih dari 8 tahun, dimana sejak 2007 Dyandra dalam posisi menjalin kerjasama dengan Apkomindo yang berbentuk yayasan. Oleh karenanya, kerjasama ini tentunya akan memberikan manfaat yang besar bagi banyak pihak yang memang telah lama menantikannya.

Soegiharto menambahkan, “Indonesia adalah negara dengan pertumbuhan industri TIK tertinggi di ASEAN, munculnya banyak industri kreatif berbasis digital menunjukan bahwa inovasi bidang TIK di Indonesia berkembang sangat baik. Sebagai jawaban, DPP Apkomindo sekarang merespon dengan membuat pos Wakil Ketua Umum yang khusus membidani hal ini. ”

Ery Erlangga juga menyampaikan, kerjasama antara Dyandra dan Apkomindo sangat penting dalam situasi recovery ekonomi nasional seperti sekarang. “Semua stakeholders harus bersatu demi bangsa, khususnya bidang TIK. Tanpa kerjasama yang erat, kita akan lebih sulit untuk  bangkit,” kata Ery.

Pada kesempatan yang sama, Muzakkir, Sekjen DPP Apkomindo mengatakan, “Kami sepakat untuk saling membantu dalam mempromosikan Pameran Mega Bazaar 2016. Selain itu, pada saat pameran nanti, kami akan menampilkan informasi tentang perkembangan teknologi serta inovasi industri TIK, melalui seminar, workshop dan pelatihan yg bermanfaat bagi masyarakat Indonesia.”

Ichwan Sofwan,  General Manager Dyandra Promosindo menyampaikan optimismenya dalam menyambut Mega Bazaar 2016. Mengingat, “Kami sudah bertahun-tahun berpengalaman menangani Mega Bazaar dan event TIK lainnya. Namun dengan kehadiran DPP Apkomindo (yang asosiasi-red), kami berharap dapat lebih menjangkau anggota Apkomindo untuk ikut dalam pameran.” (Juenda)

Artikel terkait:

Launching Invitation Mega Bazaar 2016

Kilas Balik Singkat Tentang Sejarah Indocomtech

Minimnya Sosialisasi e-Asean

0

SEPANJANG tahun 2015, sosialisasi rencana diberlakukannya  Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) makin gencar dilakukan, baik oleh Sekretariat Asean atau Kementerian Luar Negeri bekerjasama dengan stakeholer terkait.

Namun dari sosialisasi MEA tersebut, tampaknya tak ada satu pun event yang mengkhususkan tema terkait teknologi informasi atau implementasi e-Asean atau ICT Asean Masterplan. Padahal disadari TI merupakan aspek fundamental dan para pemimpin negara-negara ASEAN pun sadar akan besarnya manfaat yang didapatkan jika TI dijadikan salah satu instrument penting untuk mendorong terciptanya integritas, efektifitas, efisiensi dan kemudahan di segala bidang kehidupan.

Tapi yang cukup membuat heran,sosialisasi menyangkut implementasi e-Asean minim sekali kedengaran gaungnya. Karenanya pada edisi November ini kami berinisiatif saja untuk mensosialisasikan sekaligus mengupas terkait MEA dalam aspek TI.

Menyongsong MEA ini, beragam sikap bermunculan di Indonesia. Ada yang harap-harap cemas, ada yang tenang-tenang saja menghadapinya, ada pula yang optimis. Ada yang menilai Indonesia terlambat bersiap menghadapi implementasi MEA yang akan berlaku pada 31 Desember 2015. Saat MEA berlaku, Indonesia diyakini sudah tidak bisa melakukan proteksi apapun dan terjebak dalam derasnya arus perdagangan jasa dan sumber daya manusia (SDM).

“Arus perdagangan jasa dan SDM tidak akan bisa diproteksi lagi ketika pasar semakin terbuka dengan adanya MEA. Karena itu, dibutuhkan sistem sertifikasi atas standar keahlian dan kompetensi untuk menjadi jaminan daya saing SDM di dalam negeri. Dan, kita sudah terlambat,” kata Ina Primiana , ekonom dari Universitas Padjajaran Bandung saat Forum Komunikasi Pimpinan Kementerian Perindustrian dengan Dunia Usaha dan Instansi Terkait di Bandung.

Pernyataan Ina terbukti benar, ketika baru-baru ini, beberapa saat menjelang diberlakukannya MEA, di daerah Banten dan Depok diserbu para pekerja asing. Puluhan bahkan ratusan ribu pekerja asing menyerbu Indonesia. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) mencatat jumlah tenaga kerja asing (TKA) yang masuk ke Indonesia selama kurun waktu tahun 2014 saja sudah mencapai 68.762 pekerja.

Akan tetapi sebaliknya, perbankan asing menilai MEA 2015 akan lebih banyak menguntungkan bagi Indonesia. Hal ini karena diharapkan investasi asing di dalam negeri akan tumbuh dengan pesat. “Mestinya kita paling diuntungkan dengan adanya pasar terbuka. Yang penting dampaknya dari segi investasi, kita berkesempatan menjadi base production region,” ujar Deputy Country Director Asian Development Bank (ADB), Edimon Ginting.

Edi mengatakan, Indonesia juga tidak perlu khawatir ketika pada pasar bebas ASEAN nanti Indonesia akan diserbu oleh para pekerja dari negara lain. Menurut Edi, dari beberapa profesi yang disepakati untuk bebas bekerja di negara-negara ASEAN seperti perawat, arsitek, dokter, akuntan, dan lain-lain, SDM di Indonesia tidak kalah, bahkan memiliki jumlahnya lebih banyak.

“Banyak akuntan kita yang saat ini bekerja di Singapura. Kalau kita bisa menciptakan kualitas kemampuan yang lebih baik, maka ini akan lebih banyak menguntungkan, belum lagi secara jumlah kita lebih banyak,” jelas Edi.

Selain itu, Edimon menyebutkan tenaga kerja diperkirakan akan jauh lebih unggul dibanding negara-negara ASEAN bahkan dibanding negara Asia. Menurut dia, saat ini jumlah penduduk Indonesia dengan usia 15 tahun mencapai 70 juta jiwa. Sehingga ke depannya, jumlah ini akan menjadi potensi besar jika diberikan pendidikan dan keterampilan yang baik.

“Kalau negara Asia lain seperti Jepang, pada 20 tahun ke depan, 15 juta penduduknya masuk dalam kategori lanjut usia. Makanya mereka banyak melakukan investasi di negara lain. Ini juga bisa menjadi kesempatan bagi kita, untuk bekerja di luar negeri,” tandasnya.

Senada dengan Edison, Managing Director, Accenture Strategy ASEAN, Alison Kennedy pun menyatakan sebegitu besar dan potensialnya, Indonesia sangat menentukan keberhasilan ASEAN dalam melakukan integrasi di era MEA. Jadi, ya kita siap saja.

TJANDRA LIANTO: Kunci Sukses Advan, Bertahan Dalam Kepungan Vendor Raksasa

0

Advan sebagai merek lokal produk smartphone dan tablet di Indonesia bisa dibilang cukup sukses. Di tengah kepungan dari para vendor raksasa seperti Samsung, Apple, LG bahkan Lenovo, Advan mampu mencuri perhatian public lewat produk smartphone mereka yang tergolong terjangkau namun memberikan kualitas yang cukup mumpuni.

ADVAN yang saat ini begitu laris di kota-kota kecil serta kabupaten ini sejatinya mampu memberikan persaingan serius bagi vendor raksasa. Menyasar kalangan menegah kebawah, Advan mampu memberikan jawaban atas kebutuhan smartphone dengan harga yang cukup affordable.

Sektor ini nyatanya justru mengkatrol posisi Advan dari jajaran peringkat brand smartphone dan tablet di tanah air. Tercatat menurut Counterpoint, yakni sebuah lembaga survei yang berpusat di Hongkong mengungkapkan, pada Quartal kedua di tahun ini, Advan berhasil menduduki peringkat ketiga dalam shipmentssmartphone di Indonesia. Tercatat sebanyak 11.0% produk Advan laku di pasar Indonesia. Walaupun masih tergolong sulit melampaui Samsung yang bertengger di peringkat pertama dengan 24.2% shipment.

Di berbagai kota-kota besar di Indonesia, sebut Tjandra Lianto, Marketing Director Advan Indonesia, penjualan mereka juga cukup baik dan sempat masuk dalam lima besar penjualan untuk di sektor kkota-kota besar seperti Jakarta.

Kecenderungan Advan yang lebih mengerti kebutuhan masyarakat Indonesia akan sebuah smartphone juga diyakini Tjandra sebagai salah satu kunci sukses mereka bertahan di tengah kepungan raksasa smartphone lainnya.

Sebuah inovasi besar yang mereka lakukan adalah ketika mereka dengan berani mengikat kerjasama dengan Klub Sepakbola tersukses di dunia yaitu FC Barcelona menjadi tonggak keseriusan Advan dalam merangsek naik ke pasar Internasional.

Tjandra juga mengungkapkan bahwa mereka ingin menjadi merek smartphone kebanggan Indonesia seperti halnya China dengan XiaoMi-nya serta Amerika Serikat yang bangga dengan smartphone berlogo apel yaitu iPhone.

Pria yang sedang menggeluti olahraga golf sebagai hobi barunya ini menuturkan jika inovasi pada produk, teknologi, desain serta promosi yang baik menjadi salah satu kunci sukses Advan membangun brand image sebagai smartphone berkualitas dengan harga terjangkau.

Hadirnya bahan metal yang terdapat dalam beberapa bodi smartphone Andvan juga menjadi salah satu dari inovasi mereka untuk tetap menghadirkan produk yang bertaraf premium. Pria yang menyelesaikan kuliahnya di Institut Kesenian Jakarta ini juga memberikan informasi bahwa tablet adalah produk mereka yang paling dicari oleh pengguna karena kecenderungan pengguna di Indonesia sangat hobi bermain mobile games.

Ingin tahu lebih lengkap mengenai kunci sukses Advan bertahan di tengah kepungan brand raksasa? Berikut petikan wawancara BISKOM bersama dengan Tjandra Lianto, Marketing Director Advan Indonesia.

Saat ini Advan menjadi salah satu merek lokal yang mampu bertahan di tengah kepungan merek smartphone raksasa. Bisa di jelaskan mengenai rahasia tersebut?
Advan berusaha untuk lebih mengerti akan kebutuhan smartphone bagi masyarakat Indonesia. Jadi kami tidak hanya berfikir menjual, tetapi kita juga berfikir bagaimana caranya memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia. Sebagai contoh, masyarakat Indonesia sangat menyukai selfie, jadi kami menghadirkan kamera yang cukup baik untuk selfie. Begitu juga pada kebutuhan gaming.

Bisa dijelaskan mengenai produk Advan yang paling laris hingga saat ini?
Sejauh ini Advan lebih dikenal dari sektor tablet, karena kami lebih dulu memasarkan produk dari lini tablet. Sementara untuk smartphone, yang berukuran 5 inci paling disukai oleh pelangggan. Advan S5E menjadi smartphone Advan paling disukai dengan penjualan yang menembus angka 100.000 unit sampai dengan saat ini.

Menyinggung mengenai pabrik, Sudahkah Advan memiliki pabrik di Indonesia?
Untuk pabrik, kami sudah siap dengan jalur perakitan di Semarang. Namun belum diproduksi secara utuh mengingat di Indonesia belum tersedianya berbagai komponen pendukung lainnya. Sejak awal Advan hadir untuk lini komputer dan notebook, dengan adanya wancana peraturan pemerintah yang mengharuskan vendor smartphone untuk membangun pabrik di Indonesia, akhirnya kami melakukan switching dari produksi notebook menjadi produksi smartphone.

Untuk pemasaran, bisa dijelaskan mengenai trik Advan agar smartphone Advan laku di pasaran?
Berbicara mengenai trik, untuk di produk sendiri kami harus melakukan inovasi seperti menghadirkan produk terkini dengan teknologi dan desain yang mengikuti perkembangan zaman serta berbahan metal dan tipis serta kamera dan layar yang baik. Kemudian dari segi harga, kami harus menghadirkan produk dengan fitur yang menarik namun dengan harga yang masih bisa dibeli oleh semua masyarakat Indonesia. Kemudian kami melakukan inovasi pada sektor promosi, seperti menggunakan brand ambassador, dan juga bekerjasama dengan FC Barcelona.

Seperti kita tahu, produk Advan begitu laris di kota-kota Kecil di Indonesia. Lalu bagaimana dengan penjualannya di kota besar seperti Jakarta?
Pada kota-kota besar kecenderungannya mereka lebih suka membeli merek, namun kita masih memiliki angka penjualan yang baik walaupun tidak sebanyak di kabupaten dan kami masih masuk kedalam 5 besar brand dengan penjualan terbanyak di kota-kota besar.

Kerjasama dengan FC Barcelona menjadi salah satu daya tarik bagi pengguna, bisa dijelaskan mengenai penjualan dari produk dan nilai Investasi?
Produk ini tidak kami produksi secara massal, karena kami bekerjasama secara ekslusif sehingga produk berlogo Barca juga hadir dengan jumlah yang juga ekslusif. Namun untuk penjualan masih sesuai dengan target kami.

Mengenai kontrak kerjasama, kontraknya cukup besar. Kami mendapatkan bocoran, kami sudah mengeluarkan jutaan Euro untuk bekerjasama dengan FC Barcelona. Namun yang kami lihat dan kami harapkan adalah di Indonesia memiliki semangat juang yang besar seperti FC Barcelona. Semoga dengan produk berlogo Barca ini ,kita memilki semangat yang sama, kita meiliki daya juang yang tinggi dan kami ingin Advan lebih dikenal lagi di Indonesia.

Keluhan beberapa konsumen adalah setelah satu tahun menggunakan smartphone Advan maka produk tersebut akan cukup “lambat” ketika digunakan untuk multitasking, bagaimana Advan bisa mengatasi hal tersebut?
Semua produk seperti gadget, notebook dan smartphone memiliki penyakit yang sama yaitu lemot, hal ini sebenarnya berkaitan dengan storage, dan kadang tanpa disadari storage ini penuh sehingga performa pasti menurun, dan cara mengatasinya dengan rajin-rajin membersihkan smartphone dari file-file dan aplikasi yang tidak perlu atau menginstal aplikasi pembersih sistem atau datang ke service center kami di Van Care.

Persaingan di Industri smartphone Indonesia begitu besar, bisa dijelaskan inovasi-Inovasi apa saja yang dilakukan Advan agar bisa bertahan dan mungkin merajai pasar ponsel nasional?
Pertama melakukan inovasi untuk produk, kemudian kami juga sedang membangun software yang khusus untuk Advan. Kami menghadirkan IDOS (Indonesian Operating Sistem) dan juga memiliki Apps sendiri untuk pengguna yang ingin mengunduh aplikasi di produk Advan, mereka tidak perlu sign email untuk mengunduh aplikasi plug n play tanpa perlu registrasi email di IDOS.

Adakah niat Advan untuk menghadirkan smartphone 4G LTE dengan harga yang cukup terjangkau?
Kalau untuk produk, sebenarnya kami sudah siap, hanya tinggal menunggu izin dari regulasi saja. Untuk frekuensi smartphone 4G kami berjalan pada frekuensi 900 dan 1800 Mhz dengan jenis jaringan FDD. Sementara mengenai harga, smartphone 4G kami nantinya akan dihargai pada kisaran Rp. 1 juta hingga Rp. 2 juta. •ARIE

 

TELAH TERBIT BISKOM EDISI NOVEMBER 2015

0

MAJALAH BISKOM kali ini menampilkan Peter W. J Huang, Presiden dan CEO Taiwan External Trade Department Council (TAITRA).

Dalam kesempatan ini, kami sekaligus menawarkan kepada seluruh pembaca untuk bekerjasama saling menguntungkan dengan Majalah BISKOM, baik berupa pengiriman artikel Teknologi Informasi (TI), mengadakan seminar, workshop dan pameran serta kegiatan-kegiatan lainnya yang berkaitan dengan dunia TI.

Topik menarik Majalah BISKOM Edisi November 2015 diantaranya:

• COVER STORY: Peter W. J Huang, Presiden dan CEO Taiwan External Trade Department Council (TAITRA), “Indonesia Punya Potensi Untuk Jadi Negara Maju”

• HEADLINE:
– Peluang dan Tantangan Implementasi e-ASEAN

• FIGURE:
– Irjen Pol Dr. Petrus Reinhard Golose, Drs., M.M, Deputi Karja Sama Internasional pada Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT): Bahaya! Teroris Mengintai Cyberspace
– Tjandra Lianto, Marketing Director Advan Indonesia: Kunci Sukses Advan: Bertahan Dalam Kepungan Vendor Raksasa
– Sidney Jones, Analis Terorisme dari International Crisis Group (ICG): Blokir Situs Bukan Solusi Cegah Radikalisme

• FOCUS:
– Kampus Menanam, Marvell Yang Memetik
– Menagih Janji Netralitas Teknologi
– Ketika Password Biasa Dianggap Jadul
– Desember, Beli Kartu SIM Harus Tunjukkan KTP
– YouTube Kini Berbayar!
– Wajib Bela Negara di Era TI
– i-Doser, Narkoba Digital?

• REVIEW & CELLULAR:

– CANON EOS M10
– PANASONIC LUMIX GX8 & G7
– ASUS VIVOSTICK
– SONY RX1R II
– LG V10
– MICROSOFT SURFACE PRO 4
– HP SPECTRE X2
– ACER PREDATOR 15 & 17
– MSI WT72 & MSI WS60
– EPSON SURECOLOR F6270, F7270 & F9270
– WACOM BAMBOO SPARK

• SNAP:

– Oktober, Pemerintah Rampungkan Blueprint Pertahanan Cyber
– Menkominfo: Apkomindo Harus Fokus Pada Bisnis Ekosistem
– Manjakan Pelanggan di Jawa Barat, Epson Hadirkan Service Center di Cirebon
– Luncurkan Buku, Petrus Golose Ungkap Aktivitas Teroris di Internet
– 5 Ribu Peserta Padati Taitra Happy Run 2015
– Taitra Kenalkan Situs Baru di Pameran Allpack 2015
– Taitronics 2015 ke 41 dan eCommerce Expo Asia Digelar Bersamaan
– Dorong Pertumbuhan Ekonomi, Kadin Perkuat Sinergi Antar Asosiasi
– Moeldoko: Wilayah Perbatasan Perlu Penanganan Khusus
– Jelang MEA di Krisis Ekonomi, Apkomindo Bangun Investasi SDM TI dan e-Commerce
– Kinerja TNI Dibekali Keamanan Siber
– Setelah Jakarta dan Solo, E-Learning Untuk Rakyat Hadir di Bandung dan Surabaya
– Hari Jadi Ke 15, Inilah Komitmen Epson Kedepan

Dapatkan Majalah BISKOM dengan berlangganan melalui Bagian Sirkulasi Majalah BISKOM. Untuk review, ujicoba, update harga produk dan kegiatan perusahaan Anda, hubungi redaksi[at]biskom.web.id •

EPSON SURECOLOR F-SERIES, Printer Tekstil Berproduktivitas Tinggi

0

Mr. Nolly D,Ms. Lina M., Mrs. James Lim, Mr.JeffreyMASIH dalam rangkaian hari jadinya ke 15, Epson Indonesia secara resmi memperkenalkan  generasi terbaru SureColor F-Series ke pasaran tanah air. SureColor F-Series merupakan seri printer dengan sistem sublimasi-dye yang diperuntukan bagi pasar tekstil dan juga barang-barang promosi berbasis on-demand digital printing.

Printer terbaru Epson SureColor F6270, F7270 dan F9270 tersebut memungkinkan pengguna bisnis menghasilkan tekstil berkualitas tinggi untuk fesyen, pakaian olahraga, soft signage, ataupun foto yang dapat dicetak khusus pada material yang memiliki permukaan keras seperti logam.

James Lim, Senior Manager C&I Department Epson Singapura mengatakan, printer SureColor F-Series cocok digunakan bagi mereka yang ingin terjun ke bisnis percetakan, merchandise, dekorasi rumah dan kantor karena produtivitasnya yang tinggi. “Printer ini sanggup bekerja 24 jam non stop tanpa masalah,” ujar James.

Mr. Nolly D,Ms. Lina M., Mrs. James Lim, Mr.Jeffrey-2 Yang menyenangkan, seperti dikatakan Jeffrey Soh, Pre-Sales Epson, Regional Singapura,  “Hasil cetakan menggunakan printer dan tinta Epson ini dapat bertahan lama tanpa pudar, meski telah 300 kali dicuci.”

Dalam peluncuran yang juga menghadirkan nara sumber Lina Marliani, Product Marketing C&I Department Head Epson Indonesia dan Nolly Dhanurendra, Head of Marketing & PR Epson Indonesia ini juga disebutkan bahwa printer F-Series terbaru menggunakan tinta Epson UltraChrome DS yang kepakatan warna hitamnya begitu solid. Karenanya pengguna bisa mendapatkan intensitas warna yang dramatis dan lebih tajam. Meski demikian, UltraChrome DS mengkonsumsi tinta yang lebih sedikit sehingga  total biaya produksi akan lebih rendah, serta waktu pengeringan yang lebih cepat.

Lebih lanjut mengenai SureColor F6270,  printer ini mampu mencetak pada pakaian custom yang memiliki volume pendek, soft signage, merchandise hingga produk permukaan padat. Printer ini mampu melakukan printing hingga ukuran 44 inci dan telah dilengkapi dengan teknologi PrecisionCore serta tinta Epson UltraChrome DS. Kecepatan printer ini adalah 63,4 meter persegi per jam.

Sementara printer SureColor F7270 yang juga ditargetkan untuk melakukan pencetakan ukuran pendek hingga medium, mampu melakukan cetak sebesar  64 inci, dengan kecepatan 58,9 meter persegi per jam.

Epson-SureColor-F7270Sedangkan printer SureColor F9270 yang mampu mencetak dengan volume medium hingga besar memiliki lebar cetakan mencapai 64 inci, dan menjanjikan kecepatan cetak hingga 100,1 meter persegi per jam.

Epson mengklaim, komposisi tinta yang digunakan pada printer ini sangat aman digunakan dan tidak mengganggu kesehatan karena telah bersertifikasi resmi OEKO-TEX Standard 100 Class 1 serta lolos uji AZO Test. Bahkan anak bayi berkulit sensitif pun aman menggunakan bahan hasil produksi printer-printer ini.

Ketiga produk printer SureColor F-Series tersebut telah tersedia untuk di Indonesia, sekaligus menjadi pengganti model terdahulu F6070 serta F7170. Epson menjelaskan, Epson SureColor F6270 dipasarkan dengan harga Rp. 115 juta, F7270 seharga Rp. 255 juta, sementara seri F9270 sekitar Rp. 355 juta. •YULIA CH

Evercoss Hadirkan Smartphone 4G Harga Terjangkau

0

Jpeg

INDONESIA selangkah lagi bersiap menyambut jaringan 4G yang digadang-gadang memiliki kecepatan yang lebih unggul bila dibandingkan jaringan 4G pada beberapa waktu lalu sempat diluncurkan.Seperti diketahui, proses refarming 4G pada frekuensi 1800 Mhz akan selesai pada akhir bulan ini. Dengan tersedianya jaringan super cepat 4G, hadirnya device yang mendukung jaringan ini tentu akan sangat dibutuhkan bagi masyarakat Indonesia yang mendambakan jaringan internet cepat dan stabil.

Berkaca dari hal tersebut, Evercoss sebagai vendor smartphone lokal menghadirkan produk smartphone yang mampu berjalan di frekuensi 1800 Mhz dengan harga yang cukup terjangkau. Evercoss menghadirkan dua device 4G yang terjangkau. Kedua smartphone ini adalah Elevate Y3+ dan Winner T3.

Chief Marketing Officer Evercoss, Ricky Tanudibrata mengungkapkan (10/11), “Peluncuran ini akan menandai awal dari mata rantai produk Evercoss.  Evercoss adalah sebuah merek dagang lokal yang bertujuan untuk menjangkau semua masyarakat Indonesia dengan memanfaatkan jaringan 4G LTE.”

Ricky menambahkan, kedua smartphone 4G merupakan persembahan dari Evercoss bagi masyarakat Indonesia dikarenakan kedua headset ini memiliki harga yang terjangkau.

Evercoss juga bekerjasama dengan Telkomsel sebagai operator penyedia layanan 4G LTE untuk meluncurkan kedua headset ini.

Lindayanti Haryono, Vice President  LTE Commercial Telkomsel mengungkapkan, “Saat ini 4G LTE mulai di luncurkan oleh beberapa operator termasuk Telkomsel, dengan hadirnya smartphone dari Evercoss akan semakin mempercepat penetrasi 4G di Indonesia karena salah satu dari ekosistem 4G adalah device.”

Ssaat ini, paparnya,  pelanggan 4G Telkomsel telah menyentuh angka 1.7 juta pelanggan yang tersebar di 9 kota besar di Indonesia. Linda mengharapkan sampai dengan akhir tahun angka tersebut akan semakin meningkat mengingat telah hadirnya frekuensi yang lebih baik serta ketersediaan device 4G yang semakin banyak.

Kedua device ini dibanderol dengan harga yang cukup terjangkau. Elevate Y3+ dengan harga Rp.1.499.000- sementara untuk Winner T3 akan dihargai pada Rp. 999.000. Bagi pengguna yang ingin membeli kedua smartphone ini, bisa mengakses situs Lazada.co.id dan akan mendapatkan penawaran khusus dari Telkomsel. • ARIE

Epson Kenalkan Teknologi PrecisionCore

0

Epson-2PADA Perayaan Ulang Tahun ke 15 di Bali, Epson Indonesia memperkenalkan  inovasi berupa teknologi baru dalam dunia percetakan yang diberi nama PrecisionCore. PrecisionCore yang merupakan penyempurnaan dari teknologi Micro Piezo yang telah dikembangkan oleh Epson sejak 20 tahun lalu ini merupakan printhead Epson yang dihasilkan melalu metode manufaktur Micro Electromechanical System (MEMS). Teknologi ini mampu memberikan hasil maksimal dan meningkatkan efisiensi biaya dalam industri pencetakan.

Andryanto Candra Wijaya, Senior Manager Business Product Marketing PT Epson Indonesia mengatakan (7/11), “Teknologi PrecisionCore adalah teknologi Piezo yang dirancang lebih lebar dan panjang, sehingga bisa meng-cover jumlah nozzle yang lebih banyak. Teknologi MEMS sendiri memberikan tekanan dan semprotan dari tinta menjadi lebih baik.”

Produk Epson yang menggunakan teknologi tersebut sangat cocok untuk kebutuhan komersil, industri dan perkantoran. Pasalnya, teknologi PrecisionCore diklaim mampu menghasilkan kualitas dan ketahanan terbaik di berbagai bidang media.

PrecisionCore, papar Andryanto,  mampu meningkatkan kecepatan elemen Piezo menjadi 40 ribu kali tembak dalam satu detik, memiliki kepadatan  nozzle tiga kali lipat dan menggunakan kekuatan dari kristal Piezo. Salah satu printer Epson yang telah menggunakan teknologi PrecisionCore adalah L-655. Printer jenis L-series tersebut mampu mencapai kecepatan ISO cetak tinggi hingga 13,7 ipm (hitam) dan 7,3 ipm (warna).

Selain L-655, Epson juga menerapkan teknologi PrecisionCore ke produk label printer ColourWorks C7510G yang mampu mencetak label warna dengan resolusi 600dpi dengan kecepatan 300 mili meter per detik, serta produk printer untuk tekstil SureColor F-6270. •

Hari Jadi Ke 15, Inilah Komitmen Epson Kedepan

0

Mempertahankan bisnis hingga 15 tahun dalam kondisi ekonomi yang pasang surut memang tidak mudah. Namun Epson Indonesia, di usianya yang ke 15 justru telah mencatat banyak prestasi. Ke depan, perusahaan yang bergerak dalam bidang pencitraan digital dan cetak ini berkomitmen untuk mencapai  sejumlah target.

epson-1

MERAYAKAN ulang tahunnya yang ke 15 pada 1 Oktober 2015 lalu, PT Epson Indonesia telah mengadakan banyak kegiatan positif. Pertama, Epson Solution Day (ESD) untuk perusahaan-perusahaan pada April 2015 lalu dengan target 15 kota di Indonesia, diantaranya Surabaya, Yogyakarta, Semarang, Bandung, Cikarang, Medan, Pekanbaru, Palembang, Pontianak, Balikpapan, Padang, Samarinda, Makassar, Manado dan Bali. Disusul kemudian kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) yang dimulai pada 24 September 2015 dengan memberikan qurban di beberapa mesjid dan panti asuhan di Jakarta, Yogyakarta, dan Medan.

Donor darah juga diselenggarakan Epson pada 1 Oktober 2015.  Selain itu, Epson mengadakan family gathering, kegiatan “Epson Goes To School” yang melibatkan 90 sekolah serta Epson Color Imaging Contest yang berlangsung dari 15 November 2015 hingga 9 Januari 2016 mendatang.

Puncak perayaan ulang tahun Epson diadakan di Nusa Dua, 6 November 2015 yang dihadiri 50 wartawan dan mitra bisnis Epson dari berbagai kota. Acara yang semarak ini menghadirkan penyanyi Andre Hehanusa dan Kikan, mantan vokalis Band Cokelat.

Pada kesempatan tersebut, Toshimitsu Tanaka, Direktur PT Epson Indonesia menyampaikan terima kasih dan penghargaan untuk para partner dan channel bisnis, korporat dan consumer,  tim CSR dan pers yang selama ini selalu mendukung Epson Indonesia.

Penghargaan diberikan Epson dalam beberapa kategori, diantaranya Top Product Sales Achiever, Top Sales Contributor, Lifetime Achievement Award Master Dealer, Lifetime Achievement Award Distributor, The Best Overall Performer Award, The Highest Loyalty Award, Best Epson Goes To School CSR Activity, serta Appreciation Award yang diberikan kepada sebagian besar channel, korporat, CSR, consumer, serta pers.

Pertumbuhan Bisnis

M. Husni Nurdin, Senior General Manager Epson Indonesia mengatakan, “Epson Indonesia saat ini memiliki 146 karyawan dengan omzet antara Rp. 1 triliun dan Rp. 2 triliun per tahun sejak 2013. Sejumlah lonjakan telah dicapai Epson, diantaranya pertumbuhan revenue tahun ke-15 sebesar 22 kali lipat dibandingkan tahun pertama untuk segmen printer inkjet. Karenanya, Epson Indonesia pun berani menargetkan untuk menjadi market leader pada tahun ini di segmen inkjet dengan pangsa pasar 45%.”

Sementara untuk segmen printer format besar, Epson mencatat pertumbuhan revenue 84 kali lipat, dengan target menjadi pemimpin pasar dan penguasaan pangsa 40%. Di segmen printer laser, Epson hanya mencatat pertumbuhan 1,5 kali lipat dengan target posisi pasar nomor lima dan penguasaan pangsa 4%. Pada segmen dot matrix, Epson meraih peningkatan 1,9 kali lipat dengan posisi sebagai pemimpin pasar dan pangsa 96%.

Epson yang unggul di bidang pencitraan digital juga mencatat pertumbuhan yang fenomenal, sebanyak  91 kali lipat dibandingkan 15 tahun yang lalu. Di segmen ini, Epson pun menargetkan posisi pemimpin pasar dengan pangsa hingga 30% tahun ini.

Selain itu, tambah Husni, Epson akan terus menciptakan berbagai jenis produk untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, seperti halnya printer Inkjet L-Series, printer yang diprakarasi di Indonesia tahun 2010, yang sekarang telah sukses dipasarkan di lebih dari 140 negara di dunia. Tak heran jika Epson mengusung tagline ‘Dari Indonesia Untuk Dunia”.

Tak ketinggalan, untuk meningkatkan pelayanan terhadap konsumen, Epson akan menambah jumlah service center di sejumlah daerah. Saat ini, Epson sudah memiliki 14 service center. Mereka berencana untuk menambah 8 service center lagi sehingga total akan ada 22.

Epson mengakui, selama ini konsentrasi pasar mereka ada di Pulau Jawa, sehingga tahun depan mereka akan merambah pasar luar Jawa, termasuk Papua. • YULIA CH