Home Blog Page 890

Apkomindo Dukung Pemerintah Bangun Iklim Usaha Yang Sehat

0

Menyambut era pasar bebas dalam hal ini Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) serta upaya mempersiapkan diri bergabungnya Indonesia ke Trans Pacific Partnership (TPP), Apkomindo (Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia) yang turut hadir dalam acara penandatanganan nota kesepahaman antara Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, menyatakan mendukung sepenuhnya upaya pemerintah dalam membangun iklim usaha yang sehat.

Hal ini diungkapkan Ketua Umum DPP Apkomindo Soegiharto Santoso yang kerap disapa Hoky, Apkomindo sangat mendukung kesepakatan yang diambil KPPU dan Kadin dalam membangun iklim usaha yang sehat di Indonesia. “Apkomindo sebagai asosiasi pengusaha komputer Indonesia, secara jelas dan tegas mendukung hal ini, terlebih kami para pelaku langsung di bisnis teknologi informasi tentu sangat apresiatif terhadap upaya ini, Apalagi sebentar lagi ekonomi kita terintegrasi dengan MEA dan bergabung dengan TPP. Maka mau tidak mau kita harus membentengi internal dengan mewujudkan iklim usaha yang sehat,” pungkas Hoky kepada awak media. Hal tersebut disampaikan pada saat acara penandatanganan kesepakatan KPPU dengan Kadin bertempat di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (3/11). Penandatanganan nota kesepahaman tersebut dilakukan oleh Suryo Bambang Sulisto selaku Ketum KADIN dengan Muhammad Syarkawi Rauf selaku Ketua KPPU dengan disaksikan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Wakil Presiden berpesan agar jangan sampai persaingan usaha yang ada malah membunuh pengusaha kecil. “Persaingan adalah satu hal yang positif, akan tetapi bukan saling bunuh. Itulah yang disebut free and fair trade. Fair itu keseimbangan yang sehat agar suatu perusahaan besar tidak makan yang kecil, yang kecil bisa hidup bersama-sama yang besar,” jelas Jusuf Kalla.

JK panggilan akrabnya ini menambahkan terkait persaingan di dunia usaha, pemerintah sebenarnya tak mau ikut campur. Meski demikian, pelemahan ekonomi yang terjadi secara global mau tidak mau membuat pemerintah turun tangan. “Pemerintah harus aktif, memberi stimulan, memberi aturan, memfasilitasi, dan memberi dorongan agar berjalan dengan lebih baik. Itu ekonomi yang kita anut, terbuka tapi perlu peran masing-masing pihak swasta dan pemerintah untuk memberi pengawasan demi efisiensi dan memberi manfaat bagi masyarakat,” tegas JK.

Ketua Umum Kadin Indonesia, Suryo Bambang Sulisto menyampaikan, iklim usaha yang sehat dapat terwujud bila praktik monopoli dan oligopoli tidak terjadi. Dalam persaingan usaha yang makin ketat, mal praktik di bidang usaha sering terjadi. “Kami dalam hal ini Kadin merasa perlu menjalin kerja sama dengan KPPU, bertujuan agar praktik persaingan usaha yang tidak sehat dapat dicegah sedini mungkin. Kita dukung KPPU menindak pelaku usaha yang terbukti dalam suatu proses tidak fair, dan melakukan persaingan usaha tidak sehat,” jelas Suryo.

Sementara Ketua KPPU Muhammad Syarkawi Rauf pasca penandatangan nota kesepahaman ini mengatakan, KPPU tetap akan menindak para pelaku usaha yang nakal dan tidak mematuhi aturan. Beliau menginginkan lembaga yang dipimpinnya bisa seperti lembaga serupa di Jerman dan Jepang, yang menjadi panglima dalam sistem ekonomi nasional negara tersebut. Disampaikan pula bahwa “Utamakan pencegahan persaingan usaha, sehingga ke depan pertemuan dengan Kadin lebih pada sosialisasi pelaku usaha, dibanding dalam konteks penegakan hukum persaingan usaha, Selain fokus dipencegahan, teman-teman di KPPU juga akan melakukan penegakan hukum persaingan tidak sehat, namun sekali lagi mencegah lebih baik dibandingkan dengan langsung melakukan penegakan hukum,” ujar Syarkawi.

Penandatanganan kerjasama ini turut dihadiri pula oleh Menteri Perindustrian Saleh Husin, Menteri Perdagangan Thomas Lembong, Ketua OJK Muliaman Hadad, para pengurus Kadin dan tamu dan undangan lainnya serta acara diliput oleh berbagai media nasional.

Arikel terkait:
BISNIS INDONESIA:
Bola Panas Apkomindo Meledak Di Indocomtech 2011
Apkomindo Yang Tak Pernah Lepas Dari Kekisruhan
DPP Apkomindo desak percepat Munaslub
Kemelut Di Apkomindo, Salah Siapa?
Asosiasi Pengusaha Komputer Akhirnya Pecah
Apa Kata Mereka Soal Perpecahan Apkomindo
Apkomindo Dapat Nahkoda Baru
KEMELUT APKOMINDO : Caretaker tuding Munas Solo ilegal

BISKOM:
APKOMNAS, Plan B Hasil Kesepakatan Bersama
Hakim Sarankan Jalan Damai Untuk Perselisihan Apkomindo
Munas Apkomindo Resmi Digelar
Apkomindo Pilih Soegiharto Sebagai Ketum Baru
Apkomindo Lantik Pengurus DPP Masa Bhakti 2015-2018
Kisruh Apkomindo: Gugatan Penggugat Tidak Dapat Diterima
Menkominfo: Apkomindo Harus Fokus Pada Bisnis Ekosistem

Jelang MEA di Krisis Ekonomi, Apkomindo Bangun Investasi SDM TI dan Lirik e-Commerce

Apkomindo Dukung Pemerintah Bangun Iklim Usaha Yang Sehat

INDOTELKO:
Apkomindo Gandeng Dyandra untuk Bazaar 2016

DETIK:
3 Cara Pemerintah Katrol SDM di Bidang ICT

APKOMINDO:
KILAS BALIK SINGKAT TENTANG SEJARAH INDOCOMTECH
Sidang Gugatan SK Kemenkumham RI, SAKSI PENGGUGAT TIDAK MAMPU BERIKAN PENJELASAN
Sidang Gugatan SK Kemenkumham RI, Hoky Yakin Kebenaran Akan Terungkap

Video terkait:
Video-video Munas Apkomindo 2015 dan Pelantikan Pengurus DPP Apkomindo

 

Luncurkan Buku, Petrus Golose Ungkap Aktivitas Teroris di Internet

0

02. Dr. Petrus Reinhard GoloseTREN aktivitas terorisme telah berubah. Jika dulu mengandalkan cara-cara konvensional, teroris kini telah mengandalkan teknologi internet. Bahkan, mulai dari perekrutan kader hingga eksekusi target kini dilakukan dengan memanfaatkan dunia maya.

Hal ini diungkap oleh Irjen Petrus Reinhard Golose dalam buku terbarunya berjudul “Invasi Terorisme ke Cyberspace” yang diluncurkan hari ini di Hotel Bidakara, Jalan Gatot Subroto, Jakarta (20/10).

Buku setebal 213 halaman itu juga mengulas tentang berbagai aktivitas terorisme yang dikenal dengan 9P: propaganda, perekrutan, pelatihan, penyediaan logistik, pembentukan para militer secara melawan hukum, pelaksanaan serangan teror dan pendanaan, yang kesemuanya  dapat dilakukan melalui internet.

01. Prof  Richardus Eko IndrajitPetrus menjelaskan, propaganda menjadi pintu utama bagi simpatisan untuk berpartisipasi dan kaderisasi organisasi terorisme. Dengan secara strategis dan sistematis, propaganda itu mampu merekrut berbagai kalangan untuk terjerumus dan bergabug dengan kelompok teroris.

Selain menjalin komuniakasi melalui internet, lanjut Deputi Bidang Kerjasama Internasional Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) tersebut, kelompok teroris juga mengunggah gambar dan video aktifitas teror ke internet hingga menimbulkan ketakutan bagi masyarakat luas.

Yang menghawatirkan, imbuh Petrus, “Gaya cyberspace tersebut diikuti di Indonesia, sehingga moralitas bangsa semakin bergeser.”

Petrus menilai ada tiga apek yang dapat dilakukan untuk menanggulangi permasalahan terorisme di dunia maya, yaitu aspek hukum, sosial religius, dan teknis.  “Untuk aspek hukum adalah mengupayakan amendemen UU No 15 tahun 2003 junto Perppu no 1 tahun 2002 yang selama ini menjadi landasan penegakan hukum. Instrumen ini belum memuat ketentuan mengenai pemanfaatan internet untuk kepentingan terorisme,” ujarnya.

03. Peluncuran Buku Invasi Terorisme ke Cyberspace

Dari permasalahan sosial religus, lanjut Petrus, perlu dibangun koordinasi dan sinergi antar lembaga pemerintah dan kerjasama dengan masyarakat secara lebih intensif baik dalam rangka penegakan hukum maupun upaya penanggulangan terorisme dengan menggunakan ‘soft approach‘ seperti kontra radikaliasasi.

Sementara dari segi teknis, paparnya, pemerintah perlu bekerjasama dengan penyedia jasa internet, operator telekomunikasi dan penyedia muatan internet. “Perlu dibentuk sebuah Badan Cyber Nasional, agar semakin banyak kejahatan di internet termasuk terorisme dapat ditanggulangi,” katanya.

Selain itu, Petrus yang telah melakukan penelitian sejak tahun 2012 ini juga mengajak media massa agar mampu berkontribusi pada upaya penanggulangan terorisme melalui berita-berita yang harmonis.

Dalam peluncuran itu, hadir untuk memberikan sambutan, Richardus Eko Indrajit (Praktisi Teknologi Informasi), dan sejumlah panelis yakni Sidney Jones (Pangamat Terorisme), Ronny Rahman Nitibaskara (Guru Besar Universitas Indonesia) dan Solahudin (Pakar Islam Radikal di Indonesia).

04. Komjen Pol Gories Mere

Diantara tamu yang hadir diantaranya Jenderal (Purn) A.M. Hendropriyono, Komjen (Purn.) Gories Mere, Irjen (Purn) Ansyaad Mbai, Brigjen. Pol. Surya Dharma, Brigjen. Pol. Carlo Brix Tewu, Diaz Hendropriyono dan Ardi Sutedja K, serta para duta besar negara sahabat: Colombia, Jordania, Turki dan Venezuela, Pimpinan dan anggota TNI/Polri, Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas), Praktisi TIK, serta Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo) yang diwakili oleh Ketua Umum Apkomindo, Soegiharto Santoso. Acara peluncuran buku tersebut diliput oleh sejumlah media nasional. •YULIA CH/M.TAUFIK (foto)

Artikel Terkait:
BNPT mendukung PBB memerangi ancaman penyebaran Violent Extremism
Luncurkan Buku, Petrus Golose Ungkap Aktivitas Teroris di Internet
PETRUS REINHARD GOLOSE: Bahaya! Teroris Kembali Intai Cyberspace
SIDNEY JONES: Blokir Situs Bukan Solusi Cegah Radikalisme
Polri, TNI dan Kejaksaan Bersinergi Tanggulangi Terorisme
Petrus Reinhard Golose: BNPT Upayakan Indonesia Bebas Dari Terorisme

APKOMINDO Optimis Teror Bom Tak Ganggu Bisnis TI
Komjen Anang Iskandar: “4 Juta Pecandu Tanggung Jawab Saya”
Penyegaran Tugas, Polri Rotasi Sejumlah Jabatan
Nanan Soekarna Dilantik Menjadi Wakapolri
Kapolda Jawa Timur, Anton Bachrul Alam: Optimalkan TI Untuk Layani Masyarakat
Petrus Golose Raih Gelar Doktor
Kombes Rycko Raih Doktor UI Ke 7
Aris Budiman, Anggota Polri Kembali Raih Doktor UI
Benny Jozua Mamoto, E-Terrorism Butuh Penanganan Khusus
Dengan TI Polri Janjikan Pelayanan Cepat
Polda Metro Optimalkan Layanan Website
Narkoba: Menggiurkan Tapi Mematikan
Sambodo Purnomo Yogo: Dengan TI, Polisi Tingkatkan Citra dan Kinerja
Fungsi Kepolisian Dalam Penegakan HKI
Bintara Polda Metro Jaya Raih Sertifikat Komputer Forensik
Hindari Bisnis Dari Permasalahan Hukum
29 Mobil Patroli Polisi Dipasangi GPS
Polri Siap Amankan Pemilu 2009
Ketika BIN Memantau JEJARING SOSIAL
UU HAKI Tekan Kerugian Negara
Badan Cyber Nasional Siap Amankan Informasi Cyber
AKBP Yakub Dedy Karyawan: Sistem Tilang Elektronik Siap Diberlakukan
KOMPOL ERWIN HARTA DINATA: TI Bantu Pelihara Keamanan Masyarakat
BISKOM – Polri Sosialisasikan Permasalahan Hukum TI
Kuatkan Energi Digital Indonesia, Pemerintah Siapkan Sejumlah Kebijakan

JBL Audio Kenalkan 6 Speaker Nikabel Terbaru Ke Indonesia

0

JBL 1JBL, perusahan audio asal Amerika Serikat yang telah berpengalaman selama 65 tahun milik Harman, meluncurkan enam produk speaker nirkabel mereka ke Indonesia. Dengan mengkampanyekan “Amplify Life” yang berarti memperkaya gaya hidup, seluruh speaker portabel dari JBL ini dapat terhubung secara nirkabel melalui konektivitas Bluetooth. Beberapa tipe bahkan mampu menghubungkan hingga tiga perangkat sekaligus yang dapat memainkan musik secara bergiliran.

Salah satu fitur yang digadang adalah splashproof yang memungkinkan speakertahan terhadap percikan air. Bahkan Mitchell Wong , Product Training Manager memberikan demo dengan mencelupkan salah satu perangkat ke dalam air. Perangkat tersebut tetap berfungsi dengan baik, sehingga dapat dicuci ketika kotor ataupun lainnya.

Selain itu, terdapat fitur speakerphone yang dapat meneruskan panggilan telepon ke speaker dengan kualitas sejernih Kristal dikarenakan teknologi noisedan echo cancelling. Untuk memberikan kualitas bass yang tak terkalahkan, JBL memberikan teknologi JBL Bass yang merupakan radiator pasif ekternal ganda.

Agar speaker kokoh dan tahan lama saat digunakan di luar digunakan, JBL menggunakan rangka kuat yang dirancang secara double injection agar tidak mudah lepas.

Berikut enam speaker nirkabel terbaru dari JBL yang mulai tersedia di

JBL Xtreme

JBL_XtremeJBL Xtreme merupakan speaker nirkabel protabel paling kuat di kelasnya yang menjadi kebanggaan JBL. Perangkat ini di desain untuk memungkinkan konser besar selama 15 jam.

  • Mampu terhubung hingga 3 perangkat melalui bluetooth secara bergantian
  • Baterai yang tahan hingga 15 jam
  • Terdapat 2 usb slot untuk mengisi dayasmartphone
  • Strap bahu agar mudah dibawa kemana saja
  • Harga Rp 3.499.000

JBL Pulse 2

JBL Pulse2_Silver_RainbowJBL Pulse 2 merupakan generasi kedua dari salah satu produk portabel terlaris dari JBL. Speaker satu ini dikatakan dapat mengubah pengalaman konsumen mendengarkan musik dengan fitur lightshow yang berubah dapat mengikuti ritme lagu.

  • Mampu menghubungkan hingga 3 perangkat dengan bluetooth secara bergantian
  • Baterai yang tahan hingga 10 jam
  • Lightshowyang dapat menyesuaikan dengan suasana
  • JBL Connect, sistem yang dapat menghubungkan beberapa speaker secara bersamaan
  • Sensor JBL Prism, memungkinkan untuk menambah lebih banyak warna dengan hanya menembakkan lensa pada warna yang diinginkan.
  • JBL Connect App untuk melakukan penyesuaian pada lightshowagar lebih mudah

JBL Flip 3

JBL_Flip3_Sebagai penerus seri Flip yang sangat populer, JBL Flip 3 dapat menjadi teman dimana saja dan memenuhi seluruh kebutuhan. Speaker nirkabel seri Flip sendiri telah memenangkan banyak penghargaan bergengsi.

  • Baterai yang tahan hingga 10 jam
  • Fitur JBL Connect, sistem yang dapat menghubungkan beberapa speaker secara bersamaan
  • Harga Rp 2.150.000

JBL Clip+

JBL_CLIP_PLUSJBL Clip+ ditujukan bagi pengguna yang sering melakukan kegiatan di luar ruangan. Speaker ini dapat digantungkan pada berbagai tempat untuk berbagi kenikmatan mendengarkan musik.

  • Baterai yang tahan 5 jam
  • Built incarabiner yang dapat dikaitakan di manapun
  • Terdapat kabel 3.5mm audio
  • Harga Rp 899.000

JBL Charge 2+

JBL CHARGE2JBL Charge 2+ mampu menghadirkan suasana meriah di manapun dengan menghasilkan suara yang dapat mengisi seluruh ruangan.

  • Baterai berkapasitas 6000mAh yang dapat tahan hingga 12 jam
  • Dapat jadi melakukan pengisian daya padasmartphone
  • Mampu menghubungkan hingga 3 perangkat dengan bluetooth secara bergantian
  • Harga Rp 2.990.000

JBL Go

JBL_GoJBL Go merupakan speaker nirkabel dengan harga terjangkau, namun tetap memiliki kualitas tinggi khas JBL. Speaker satu ini berukuran cukup kecil yang mengambil pendekatan minimals tanpa mengorbankan kualitas suara.

  • Baterai yang dapat tahan hingga 5 jam
  • Terdapat tali kail yang menyatu dengan perangkat
  • Terdapat konektivitas Aux In
  • Harga Rp 999.000

Selain seluruh perangkat tersebut yang telah hadir di Indonesia, nantinya juga akan menghadirkan JBL Reflect Mini di Indonesia bersamaan dengan peluncuran global. •

Bersamaan Dengan Taitronic, Taiwan Gelar eCommerce Expo Asia

0

taitronic 2015-2Taiwan untuk pertama kalinya menyelenggarakan eCommerce Expo Asia. Bersamaan dengan pameran elektronik bernama Taitronics, eCommerce Expo Asia diadakan mulai 6 hingga 9 Oktober 2015 di Taipei World Trade Center Nangang Exhibition Hall, Taiwan. Sesuai namanya, pameran ini menampilkan perkembangan terbaru dan terbesar dalam salah satu sektor yang paling cepat berkembang di seluruh dunia, yakni e-commerce.

Diselenggarakan oleh Taiwan External Trade Development Council (Taitra), eCommerce Expo Asia 2015 diikuti oleh 50 industri dari 7 negara yang menampilkan produk buatan mereka di 120 stand, termasuk PChome Online (Taiwan), Criteo (Perancis), eGENTIC (Jerman), Yandex (Rusia), Facebook dan Google (Amerika Serikat), dan Sina.com Online (China).

Selain itu, 40 seminar terjadwal selama acara 4 hari untuk menganalisis kecenderungan yang muncul dalam data besar, perdagangan lintas batas dan mobile commerce.

taitronic 2015Peter W.J. Huang, President dan CEO Taitra mengatakan, “Untuk pertama kalinya perhelatan e-commerce diadakan bersamaan dengan perayaan Taitronics ke 41 tahun. Ini adalah dua perunjukkan yang menggabungkan kekuatan Taiwan yang berupa hardware, software, produk dan layanan, bergabung dengan lintas platform e-commerce, sehingga  memberikan  one stop shop  dan platform terbaik untuk peserta pameran dan pengunjung.”

Hung Tze Jan, Chairman Taiwan Internet dan E-Commerce Association mengatakan, acara ini menggarisbawahi pengaruh Taiwan di pasar global. “E-commerce menyumbang 11 persen dari bisnis ritel secara keseluruhan pendapatan Taiwan, dan tingkat penetrasi berikutnya hanya ke Korea Selatan dan Inggris, namun di depan Amerika Serikat dan China.”

Menurut Shih Chao Cho, Deputi Menteri Kementerian Perekonomian,  pengembangan e-commerce Taiwan sangat signifikan dengan dibentuknya Lembaga Electronic Payment Processing  pada Mei lalu.  Lembaga tersebut telah mencapai revenue sebesar US$ 33.4 milyar pada tahun 2015.

Ciri khas dari perkembangan e-commerce di Taiwan adalah keragaman pemain, kata Chao. “Layaknya  perusahaan e-commerce besar,  seperti Alibaba Group atau Amazon usaha kecil dan menengah Taiwan telah membantu memacu pertumbuhan yang mengesankan dan membuka jalan bagi inovasi yang berkelanjutan.”

Chao mengatakan dia mengharapkan model bisnis dan pengembangan pengalaman unik Taiwan untuk diekspor ke luar negeri, dengan perwakilan bisnis dari Kolombia, India, Malaysia, China atau negara lain yang menunjukkan minat yang besar.

“Ada banyak alasan untuk percaya bahwa kisah sukses Taiwan akan dicontoh oleh pasar global yang difasilitasi oleh acara ini,” tutupnya. • YULIA CH

Manjakan Pelanggan di Jawa Barat, Epson Hadirkan Service Center di Cirebon

0

epson cirebonPELAYANAN pelanggan memang menjadi salah satu cara untuk setiap perusahan mempertahankan bisnis mereka serta mencari konsumen baru. Hal ini yang juga di lakukan oleh Epson untuk menjangkau para pengguna mereka di seluruh Indonesia, khususnya di Pulau Jawa.

Cirebon menjadi titik selanjutnya dari penyebaran service center mereka. Pemilihan lokasi ini juga bukan tanpa alasan, pasalnya Cirebon merupakan salah satu daerah yaang ekonominya sedang berkembang di kawasan Jawa Barat. Alasan lain yang mendasari peilihan Cirebon adalah di karenakan kawasan ini merupakan kawasan yang sangat strategis mengingat kawasan ini juga menjadi perbatasan antara Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Selain diperuntukan bagi end user, service center di kota Cirebon juga menjadi solusi yang pas untuk layananpurna jual bagi pelaku bisnis yang berada di daerah terdekat dari sini. Sebagai informasi, di kota ini banyak terdapat perusahaan-perusahaan yang tentunya menggunakan produk Epson yang dikenal memiliki kualitas serta durabilitas yang tinggi.

Service center ini berlokasi di Jalan Veteran No. 5, yang tentunya juga menjadi salah satu kawasan pertokoan serta Mall yang cukup di padati oleh para pengunjung. Di Epson Service Center, penggguna akan mendapatkan layanan service untuk berbagai produk Epson seperti printer, scanner, serta projector.

Husni Nurdin, Senior General Manager PT Epson Indonesia mengungkapkan (8/10), “Dengan dibukanya fasilitas ini, kami dapat meningkatkan pelayanan kepada pelanggan dan memberikan pelayanan terbaik dalam menjaga kualitas dan performa produk Epson,” tuturnya.

Ia juga menyebutkan, kedepannya mereka berharap PT Epson Indonesia dapat secara berkesinambungan uuntuk meningkatkan kepuasan pelanggan terhadap produk, teknologi dan juga layanan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan mereka.

Hal senada juga disampaikan oleh Toshimitsu Tanaka, Head Epson Asean Countries, Iamenambahkan, “Service Center Epson akan melayani para konsumen yang ingin melakukan service pada semua produk Epson yang ada dan saat ini Epson telah memiliki 14 Service Center dan 115 Epson Authorized Service Center yang tersebar di 75 kota di Indonesia,” sambungnya.

Rencananya, Epson Service Center Cirebon juga akan mendukung beberapa Authorized Service Center di wilayah Kuningan, Indramayu, Majalengka, Brebes serta Tegal.

Seperti diketahui Epson telah memiliki total 129 lokasi service di 75 kota di Indonesia dan pada bulan Juli 2015, Epson juga telah meresmikan Epson Service Center di Jember dan Manado.

Mengenai jam opersi, Epson Service Center terbaru ini memiliki jam operasional dari hari Senin hingga Jumat pada pukul 09.00 WIB sampai dengan pukul 16.00 WIB. Sementara untuk weekend, Service Center ini bka pada hari Sabtu pada pukul 09.30 WIB hingga pukul 13.30 WIB. Kedepannya, Epson akan kembali membuka Service Center mereka di kawasan Madiun, Purwokerto, Cikarang, Bogor serta Serang untuk melengkapi coverage mereka di Pulau Jawa. •ARIE

Taitronics 2015 ke 41: Green Electronics, Smart Living

0

AuR51NuTY6tP_x14gbxtB0q21QqxwdJhn6zRu8uBsRSuPameran Taitronics  kembali digelar. Pada tahun 2105 ini, pameran industri elektronik dan listrik yang telah memasuki tahun ke 41 ini mengambil tema “Green Electronics, Smart Living”.

Terselenggara pada 6 hingga 9 Oktober 2015, Taitronics diikuti 530 peserta dengan lebih dari 1000 booth serta menargetkan 40.000 orang profesional untuk hadir di pameran kali ini.

Selama ini, Taitronics selalu mengalami pertumbuhan peserta pameran. Sejak tahun 2014, peserta bertambah 10% sehingga pada tahun lalu lahan booth bertambah hingga 38%. Yang luar biasa, lebih  dari 1500 pembeli potensial dari 26 negara telah mendaftarkan kehadirannya ke Taitronics 2015. Selain itu, Taitronics juga telah menghasilkan 500 pertemuan untuk para pembeli.

Saat pembukaan Taitronics 2015, Deputi Menteri Ekonomi Taiwan, Shih Chao Cho, mempersembahkan Technology Innovation Award untuk GW Instek, Taiwan Electric Contacts dan Hestia Power.

AtdCxOaTq3aVoxR5ToL6FI-4dKMCXGdRJSaqaD5luZ48Sementara itu, Presiden dan CEO Taiwan External Trade Development Council (TAITRA)  selaku penyelenggara Taitronics 2105, Peter Huang mengatakan, tema Green Electronics, Smart Living dipilih sebagai kepedulian akan lingkungan yang sehat dalam industri elektronik.

Selain itu, Peter Huang juga menyoroti 4 hal dalam Taitronics 2105. Pertama adalah mengenai ISO 20121 Event Sustainability Management System. Bisa dikatakan, Taitronics merupakan pameran Taiwan pertama yang menyoroti permasalahan aktiftas ekonomi, tanggung jawab terhadap lingkungan, dan perbaikan sosial serta penggunaan green energy. Salah satu cara mewujudkan hal ini, Taitronics bekerjasama dengan Sunshine Social Welfare Foundation untuk menghasilkan tas jinjing yang berasal dari daur ulang banner bekas pameran, sekaligus untuk membuka lapangan kerja bagi kaum minoritas.

Kedua,  membuka area pameran untuk energi listrik. Menjawab tantangan dunia akan sumber terbaharukan energi listrik, sekaligus menumbuhkan pasar perlengkapan elektronik dan membantu pemerintah dalam kampanye hemat energy dan penggunaan produk hijau, Taitonics bekerjasama dengan Shihlin Electric dan Japanese Electronic untuk menciptakan NEC dan IIU, sebuah konsep baru dalam penghematan energi dan teknologi rendah polusi.

Aog4g7v2Wp46BqLvBupK9_uJwuVh9r3zI9eIcRG3uuozKetiga, forum dan seminar industri. Tahun ini, untuk pertama kalinya, Taitronics mengadakan Wold Electronics Forum dan Asian Electronis Forum. Lebih dari 40 seminar dalam tren industri akan digelar. Dalam seminar ini, Sekretaris Departemen Elektronics dan Teknologi InformasinIndia, Ajay Kumar, akan ambil bagian dalam India Pavilion.

Dan yang keempat, Taitronics 2015 mengetengahkan 7 rising stars dalam Internet of Things: yakni The  Smart City Pavilion, The Smart Electronics Pavilion, The Smart Home IoT Pavilion, The Taiwan Cloud and Big Data Pavilion, The Pavilion of Smart Living Certificatipengalaman yangon, The Made in Taiwan Product MIT smile mark appliance Theme Pavilion serta The Pavilion of Wearable and IoT Smart Application. Tiap-tiap pavilion menjanjikan pengalaman baru bagi para pengunjung mengenai aplikasi IoT, terutama yang dikembangkan oleh Taiwan. • YULIA CH

5 Ribu Peserta Padati Taitra Happy Run 2015

0

1. Happy Run 2015

MENGULANG sukses di tahun lalu, Taiwan External Trade Development Council (TAITRA) kembali menggelar acara lari sehat bersamayang bertajuk ‘Taiwan Excellence Happy Run’ hari ini di Plaza Barat, Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.

Jika pada tahun lalu hadir sekitar  2 ribu orang, di tahun ini tak kurang dari 5000 orang peserta mengikuti kegiatan ini. Para peserta yang mengikuti acara ini tidak dipungut biaya. Mereka berlari menempuh jarak 3 km.

Tujuan TAITRA menggelar Happy Run 2015 adalah memberikan motivasi kepada masyarakat untuk menjaga kesehatan, keceriaan dan semangat beramal ke komunitas Indonesia. Untuk tahun ini, ada tiga organisasi amal yang antusias ikut serta dan salah satunya adalah Dompet Dhuafa, sebuah organisasi amal muslim yang sudah berdiri lebih dari 22 tahun.

TAITRA juga bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI),  sebuah organisasi yang tak asing lagi di Indonesia. Mereka tidak hanya salah satu blood banks utama di Indonesia tapi juga membantu dalam situasi bencana alam.

Selain Dompet Dhuafa dan PMI, organisasi amal lain yang ikut serta adalah World Vision Indonesia. Pengembangan dan advokasi World Vision Indonesia didasarkan pada visi mereka yaitu dunia yang berkomitmen untuk kesejahteraan anak-anak. Mereka berusaha keras untuk membangun masyarakat yang terus berkembang dimana akan ada kehidupan yang damai, aman dan sejahtera.

“Taiwan Excellence tahun 2015 kembali digelar secara terintegrasi. Salah satunya, Happy Run yang ditergetkan sebanyak 5.000 partisipan. Happy Run yang disponsori brand-brand asal Taiwan pada tahun ini, memamerkan 77 brand yang diusungnya lewat kegiatan Taiwan Excellence Experiencing Zone. Sejak hadir di Indonesia pada tahun 2010, program Taiwan Excellence mendapat sambutan positif dari pasar Indonesia,” ujar Tony K. L. Lin, Direktur TAITRA.

Presiden dan CEO TAITRA, Peter W. J Huang mengatakan, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan inspirasi bagi masyakarak Indonesia untuk menjaga kesehatan. “Tahun depan kami mentargetkan 10 ribu peserta,” kata Huang disela-sela acara.

“Diorganisir oleh Bureau of Foreign Trade dan dieksekusi oleh TAITRA, program Taiwan Excellence menjadi agenda tahunan Taiwan di Indonesia melalui road show ke kota-kota besar. Indikasi keberhasilan Taiwan Excellence dapat dilihat dari jumlah produk dan brand yang dibawa ke Indonesia. Jika di awal produk yang diusung hanya belasan, maka setelah memasuki tahun kelima, jumlah produk Taiwan yang bergabung di Taiwan Excellence mencapai 80-an,” imbuhnya.

Acara amal ini disponsori oleh beberapa brand, diantaranya PX, HTC, Acer, Hono, China Airlines, Eva Air dan SYM. •

Jelang MEA di Krisis Ekonomi, Apkomindo Bangun Investasi SDM TI dan Lirik e-Commerce

0

Jakarta, BISKOM – Memasuki usia yang ke-24 Tahun, Asosiasi Pengusaha Komputer (Apkomindo) yang beranggotakan lebih dari 2000 pengusaha komputer di seluruh wilayah Indonesia, sampai saat ini masih dilanda kemelut internal. Kendati demikian, Apkomindo masih terus berupaya secara aktif dalam memajukan dunia Teknologi Informasi dan komunikasi (TIK) di Indonesia.

Dimasa krisis ekonomi seperti saat ini, Apkomindo ingin terus memberikan kontribusi terhadap bangkitnya bisnis dan industri TI dalam negeri. Upaya tersebut diantaranya dengan melaksanakan kegiatan pameran yang dilakukan di setiap DPD Apkomindo, seperti di Yogya, (NIX) 2015 di Botani Square Bogor, di Depok Town Square dan yang saat ini masih sedang berlangsung (29/9 – 11/10) yaitu di Mall BTM, Bogor.

Selain pameran yang tujuannya memberikan informasi kepada masyarakat akan produk TIK terbaru, DPP Apkomindo juga menaruh perhatian terhadap perkembangan sumber daya manusia (SDM) di bidang TIK. Belum lama ini, Apkomindo mengadakan kegiatan edukasi “” bekerjasama dengan Komunitas Guru TIK, KKPI, PT Telkom Indonesia dan Onno Center. Ini adalah roadshow yang dilaksanakan di beberapa kota: Jakarta, Solo, Bandung dan Surabaya.

Tentu saja, kondisi ekonomi yang tengah tidak menguntungkan saat ini menjadi fokus Apkomindo, mengingat pebisnis TIK yang sebagian besar merupakan distributor dan riteler produk TIK import, mengalami dampak melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar secara langsung.  Karenanya, Apkomindo melakukan lobi serta merekomendasikan agar Taiwan yang merupakan negara penghasil produk-produk TIK segera melakukan investasi untuk .

Hasilnya, Taiwan pun berjanji segera membangun pabrik di Indonesia dimana nantinya  SDM kita akan terjun di lapangan kerja yang dibuka Taiwan. Bukan itu saja, sebelumnya DPP Apkomindo  juga telah merangkul Taiwan untuk .

Meskipun Apkomindo berusaha memajukan industri TIK dengan berbagai cara, menjalin komunikasi dengan pemerintah adalah sebuah keharusan. Belum lama ini, dengan Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, untuk berdiskusi mengenai solusi yang dihadapi para pebisnis TIK. Selain itu, Apkomindo juga bekerjasama dengan KADIN serta , tidak berhenti hanya sampai disitu,  DPP Apkomindo aktif merangkul berbagai asosiasi TIK terkait lainnya di Indonesia, antara lain; AOSI, APJII, APTIKOM, ASPILUKI, FTII dan MASTEL bahkan merangkul asosiasi TIK di Mall-Mall TI di Jakarta, antara lain JaCC, HMCC dan Orion Dusit.Apkomindo juga menjalin kerjasama dengan MarkPlus Center dan menghadiri forum publik bertajuk “” karena masyarakat di daerah perbatasan juga berhak mendapatkan informasi yang sama dengan daerah lainnya di Indonesia.

Soegiharto Santoso, Ketua Umum Apkomindo pada saat kunjungan diskusi ke Jakarta Computer Center (JaCC) Mangga Dua Mall, Jakarta, mengatakan (1/10), “Apkomindo ingin menggugah setiap pihak untuk bekerjasama, terutama di bidang investasi SDM TIK. Tujuan dari semua itu adalah untuk memperkenalkan dan memanfaatkan TIK terbaru yang bermanfaat bagi masyarakat, serta mengeksplorasi hal-hal positif dari dunia TIK, sambil terus membina kerjasama dengan berbagai pihak, termasuk dengan pemerintah dan lembaga terkait, dengan vendor, principle, perbankkan dan lain sebagainya.”

Acara diskusi dengan pengusaha yang tergabung di JaCC dan berbagai pihak terkait, ditujukan agar tetap menggairahkan pasar ritel tradisional, sambil mengambil langkah secara paralel memasuki dunia online atau e-commerce. “Di tengah kesulitan besar ini, penjualan online patut dilirik. Selain biaya yang lebih murah, e-commerce menjangkau lebih banyak daerah. Infrastruktur jaringan internet yang semakin baik di seluruh Indonesia pun memungkinkan kesuksesan e-commerce,” papar Soegiharto.

Sementara itu, Muzakkir, Sekjen DPP Apkomindo mengatakan “Sebagai informasi, bahwa bisnis online saat ini sebenarnya masih belum terlalu besar tapi akan menjadi Sangat Besar,” kata Muzakkir. Ia pun membeberkan data dari eMarketer yang membuktikan hal tersebut. “Oleh karena itu sudah selayaknya secara paralel kita mencoba memasuki bisnis Online ini, apalagi banyak pihak yang telah berkenan menjalin kerjasama dengan Apkomindo, tentu saja ini akan memudahkan serta menguntungkan anggota Apkomindo, karena kami dapat secara paralel memasuki dunia online sambil dikembangkan toko tradisionalnya, khususnya untuk memenuhi persyaratan yang diberlakukan oleh LKPP, sehingga para anggota Apkomindo bisa menjadi mitra pemerintah yang telah mewajibkan pembelian produk-produk TIK-nya melalui e-katalog LKPP tersebut,” jelasnya.

Untuk mendukung hal ini, DPP Apkomindo kini juga sedang merencanakan membuat pokja eCommerce dan akan mencoba menjalin kerjasama dengan Bank Mandiri (tokone.com) ataupun dengan PT. Telkom Indonesia (blanja.com).

Pada kesempatan tersebut  Ridha Cindia Yosi dari Tokone.com dan Aulia E. Marinto dari Blanja.com memaparkan peluang-peluang kerjasama yang saling menguntungkan di bidang penjualan Online yang sangat layak untuk ditindaklanjuti bersama dengan DPP Apkomindo.

Husen Tengkono, Ketua Orion Dusit Computer Center menyatakan, “Saya beruntung dapat hadir di acara pertemuan ini dan saya akan sampaikan hasil pertemuan ini kepada para anggota kami.  Sebelumnya kami telah memilIki rencana untuk membangun portal sejenis tokone.com ataupun blanja.com, untuk mewadahi keperluan anggota masuk ke dunia online, akan tetapi sampai saat ini belum berjalan, karena ada kekhawatiran akan terjadi persaingan yang tidak sehat dan biaya pembuatannya akan menjadi mahal. Setelah pertemuan ini, kami melihat ada banyak peluang kerjasama untuk mewujudkan toko online yang ideal dan menguntungkan para pebisnis dan pembeli.”

Selaku tuan rumah, Andy Ho, pengusaha JaCC yang juga mantan Ketua Umum JaCC mengatakan, “Hari ini menjadi hari bersejarah bagi Apkomindo dan JaCC, dimana saya secara pribadi terkesan dengan acara kunjungan Pak Hoky selaku Ketum DPP Apkomindo, dan Pak Muzakkir selaku Sekjen Apkomindo, yang mirip dengan Pak Jokowi (Presiden RI –red) dengan istilah “Blusukan”-nya.  Dalam acara blusukan kali ini Asosiasi JaCC dapat mengenal lebih jauh dengan staff di Bank Mandiri dengan Tokone.com-nya serta tim dari perusahaan market place hasil kerjasama antara Telkom Indonesia dan Ebay, yaitu Blanja.com. Kedepan, kami akan mewujudkan kerjasama yang saling menguntungkan bersama pihak-pihak yang saling bertemu hari ini, sehingga hal ini membuat saya pribadi dan teman-teman optimis bahwa bisnis TIK akan kembali cerah.” ujar Andy Ho.

Acara tersebut juga dihadiri Hartono selaku Manager Pengelola Mall beserta jajarannya, yang memang mempunyai keinginan dan komitmen yang tinggi untuk bersama-sama meramaikan Mangga Dua Mall (M2M) yang merupakan lokasinya JaCC. “Kami di M2M mendukung upaya-upaya meningkatkan penjualan, sehingga siap mendukung kolaborasi Tokone.com maupun Blanja.com dengan Pengusaha TIK di M2M dan stakeholder lainnya.

Sementara Sardi Kasim, Ketua JaCC menyampaikan, “Setelah pertemuan ini, pihak pengelola mall, Asosiasi JaCC dan pihak terkait lainnya sepakat untuk bersama meningkatkan traffic pengunjung di M2M. Kami juga akan memberikan edukasi dan motivasi ke anggota JaCC dalam menghadapi era online, dimana anggota mempunyai toko secara fisik ditambah dengan online store, sehingga ini akan menjadi kelebihan kami. Kami juga akan menjamin keamanan transaksi agar pelanggan nyaman berbelanja di JaCC M2M maupun toko online anggota kami yang rencananya bekerjasama dengan Tokone.com ataupun Blanja.com.”

Berkaitan dengan telah diberlakukannya ketentuan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) nomer 14 Tahun 2015 yang telah ditandatangai oleh Kepala LKPP pada tgl 18 Mei 2015 yang lalu, Apkomindo menyambut baik dan sedang menjalin komunikasi agar diperoleh solusi terbaik bagi kami maupun pihak pemerintah sebagai pengguna akhir produk-produk TIK, karena Apkomindo mempunyai jaringan hampir diseluruh Indonesia, sehingga pasti dapat menjalin sinergi yang saling menguntungkan serta dapat menjaga ekosistem bisnis produk TIK yang sudah berjalan dengan baik selama ini.

Untuk menghadapai Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) pada 31 Desember 2015 nanti, Apkomindo telah mendukung dan bekerjasama dengan salah satu Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP), yaitu LSP Komputer, maka dalam waktu dekat Apkomindo dapat memberikan manfaat bagi anggota di berbagai daerah untuk menjadi perwakilan/cabang LSP Komputer, maupun menjadi Tempat Uji Kompetensi (TUK), agar dapat menjadi pelaksana asesmen di daerahnya masing-masing. Hal ini tentu dapat memberikan kemudahan layanan bagi tenaga kerja atau calon tenaga kerja diberbagai daerah yang menginginkan uji kompetensi profesinya, sehingga dapat meningkatkan produktifitas dan kualitas kerja dari para tenaga kerja, melalui standarisasi kompetensi dengan uji kompetensi, sekaligus meningkatkan citra positif tenaga kerja melalui sertifikasi kompetensinya.

Hal lain berkaitan dengan isu Cyber Security (Keamanan Siber), Apkomindo sangat mendukung , serta mendukung pembekalan singkat terkait fenomena terkini cyber space khususnya (Seskoad). Sebab sudah selayaknya semua pihak mendukung semua gerakan awareness (kesadaran) bagi semua pemangku kepentingan agar memahami bahaya kejahatan siber dan setiap pihak berkewajiban mencegah segala macam bentuk ancaman serta kejahatan siber, oleh karenanya semua instansi baik pihak TNI, Polri, Akademisi, Praktisi, Pelaku usaha bahkan masyarakat pun memang perlu untuk memahami soal kejahatan siber.

Pengusaha TIK Optimis

Diskusi Ketum dan Sekjen DPP Apkomindo dengan para pengusaha TIK sebelumnya juga telah dilakukan di Harco Mangga Dua Computer Center (HMCC), Jakarta, 17 September 2015. Pada kesempatan tersebut, para pengusaha TIK mengungkapkan tingginya penjualan ponsel tak serta-merta membuat pedagang komputer ikut latah hijrah. HMCC optimistis bisnis PC akan kembali bangkit dan memastikan pusat komputer tempatnya berjualan tak akan jadi ‘Roxy’.

SONY DSC

Lui Henry selaku Ketua Asosiasi HMCC mengatakan, jualan ponsel dan perangkat komputer segmennya berbeda. Kalau jualan ponsel lebih mengincar ke konsumen individu, berbeda jauh dengan jualan perangkat komputer yang pembelinya juga berasal dari instansi pemerintahan dan badan edukasi. “Hampir tak mungkin ada konsumen yang beli ponsel sampai 200 unit sekaligus kan. Berbeda dengan jualan perangkat komputer, banyak yang berbelanja dengan kuantitas banyak. Biasanya dari instansi pemerintah atau badan edukasi seperti sekolah,” ujar Lui Henry.

Untuk menggairahkan kembali bisnis PC, para pedagang komputer di HMCC juga mulai melirik proyek penyediaan barang di pemerintah. Namun sistem e-Catalogue yang sekarang diberlakukan pemerintah, banyak yang belum paham prosedurnya. “Harapan kami asosiasi HMCC bersama Apkomindo bisa membantu membukakan jalan ke pemerintah (terkait e-Catalogue), agar bisnis PC kembali bergairah,” harapnya.

Pada kesempatan tersebut, Taufresdian yang akrab disapa Afat, mantan Ketua Umum Harco Mangga Dua Computer Center (HMCC) mengatakan, “Blusukan Ketum DPP Apkomindo menjadi sejarah baru untuk HMCC, karena sepanjang  Apkomindo dan HMCC berdiri, belum pernah ada seorang Ketum DPP Apkomindo yang melakukan blusukan seperti yang dilakukan Pak Hoky. Bahkan bukan hanya sekedar blusukan, melainkan memberikan banyak informasi tentang peluang-peluang pasar di pemerintahan melalui LKPP. Yang lebih menarik, acara blusukan ini juga menghadirkan teman-teman media bertaraf nasional, sehingga hasil dari pertemuan tersebut bukan hanya diketahui oleh mereka yang hadir, tetapi juga bisa diketahui oleh banyak pihak serta dapat menjadi contoh oleh pengusaha TIK lainnya di seluruh Indonesia. Ini merupakan nilai tambah bagi HMCC yang telah menjadi icon penjualan produk komputer terbesar di dalam negeri bahkan di Asia Tenggara.”•

Arikel terkait:
BISNIS INDONESIA:
Bola Panas Apkomindo Meledak Di Indocomtech 2011
Apkomindo Yang Tak Pernah Lepas Dari Kekisruhan
DPP Apkomindo desak percepat Munaslub
Kemelut Di Apkomindo, Salah Siapa?
Asosiasi Pengusaha Komputer Akhirnya Pecah
Apa Kata Mereka Soal Perpecahan Apkomindo
Apkomindo Dapat Nahkoda Baru
KEMELUT APKOMINDO : Caretaker tuding Munas Solo ilegal

BISKOM:
APKOMNAS, Plan B Hasil Kesepakatan Bersama
Hakim Sarankan Jalan Damai Untuk Perselisihan Apkomindo
Munas Apkomindo Resmi Digelar
Apkomindo Pilih Soegiharto Sebagai Ketum Baru
Apkomindo Lantik Pengurus DPP Masa Bhakti 2015-2018
Kisruh Apkomindo: Gugatan Penggugat Tidak Dapat Diterima
Menkominfo: Apkomindo Harus Fokus Pada Bisnis Ekosistem

Jelang MEA di Krisis Ekonomi, Apkomindo Bangun Investasi SDM TI dan Lirik e-Commerce

Apkomindo Dukung Pemerintah Bangun Iklim Usaha Yang Sehat

INDOTELKO:
Apkomindo Gandeng Dyandra untuk Bazaar 2016

DETIK:
3 Cara Pemerintah Katrol SDM di Bidang ICT

APKOMINDO:
KILAS BALIK SINGKAT TENTANG SEJARAH INDOCOMTECH
Sidang Gugatan SK Kemenkumham RI, SAKSI PENGGUGAT TIDAK MAMPU BERIKAN PENJELASAN
Sidang Gugatan SK Kemenkumham RI, Hoky Yakin Kebenaran Akan Terungkap

Video terkait:
Video-video Munas Apkomindo 2015 dan Pelantikan Pengurus DPP Apkomindo

Taitra Kenalkan Situs Baru di Pameran Allpack 2015

0

Allpack Taitra BiskomBERTEMPAT di JIEExpo Kemayoran Jakarta, Taitra kembali berpatisipasi dalam kegiatan pameran Allpack 2015. Pada kesempatan kali ini, Taitra juga memperkenalkan situs baru mereka yakni, “Taiwantrade Indonesian Machinery Zone” (www.taiwantrade.co.tw) dan juga memperkenalkan perusahaan baru dari industri permesinan Taiwan.

Pameran Allpack sendiri menyediakan perusahaan dan solusi B2B untuk teknologi proses internasional, pengemasan, otomasi, penanganan serta percetakan. Sebagai informasi, tahun ini pameran Allpack 2015 akan di langsungkan mulai tanggal 30 september sampai dengan 3 Oktober 2015.

Y.C.Tsai, Director Of Economic Division Taipei Of Economic Trade Office In Indonesia mengungkapkan, “Kami mengucapkan selamat datang di event ini, dan kami menghadirkan berbagai produk berkualitas dari Taiwan, dan kami berharap akan mendapatkan partner dari Indonesia dan semoga ini menjadi sebuah kerjasama yang menguntungkan.

Untuk tahun ini sendiri, Pavilion Taiwan rencananya menempati dua lokasi yakni di Hall A dan Hall D JIEXPO Kemayoran. Total 18 perusahaan asal Taiwan mencoba unjuk gigi pada kegiatan ini, yakni Airtac International Group Taiwan Branch (Cayman), Edelstein International, Glory Foods Processing Machinery, Long Durable Machinery, Minoga Industrial, Pack Leader Machinery, S.Shin, San Tung Machine Industry, Seal Pack Technology, Super Asia Polyblend, Taiawn Precision Gear Corp, Taiwan Yizuo, Weider Machinery, Weiyao Precision Technology, YNB Supply (ASIA) Corp, You Xiang Machine, Yung Ming Packaging Machinery, dan Xin De Jia International.

Allpack Taitra Biskom 2Perusahaan-peruahaan tersebut berjanji akan menghadirkan berbagai produk yang inovatif dan berkualitas tinggi bagi perusahaan dan juga end user tentunya. Beberapa perusahaan penyedia solusi dari Industri manufaktur pun juga hadir dalam pameran ini.

San Tug Machine Industry, misalnya, adalah salah satu perusahaan yang memiliki spesialisasi dalam memproduksi berbagai macam mesin pengemasan berkecapatn tinggi untuk industri makanan, farmasi, pembumbuan, mie instan dan industri manufaktur lainnya. Hal ini sungguh akan sangat membantu ranah manufaktur di Indonesia serta UMKM yang dewasa ini semakin emnunjukan potensi mereka.

Sebagai informasi, mesin-mesin dari San Tug sudah diekspor ke lebih dari 26 negara yang terbagi menjadi tiga yakni, kawasan Asia Tenggara, Eropa serta wilayah timur tengah. Perusahaan ini juga telah mendapatkan sertifikasi dari CE dan ISO-9002.

Selain menghadirkan banyak perusahaan asal Taiwan, pada kesempatan ini Taitra juga menghadirkan situs terbaru mereka yaitu, Taiwantrade Indonesian Machinery Zone. Situs ini dibuat tentunya untuk memberikan pengalaman yang lebih mudah dan sederhana bagi pelanggan mereka.

Taitra juga menghadirkan beberapa pilihan bahasa, termasuk bahasa Indonesia, dalam situs anyar ini untuk mereka yang kurang paham mengenai bahasa Inggris. Solusi ini diambil untuk mengatasi kesenjangan bahasa antara pembeli dari seluruh dunia dan juga supplier asal Taiwan. Dengan hadirnya inovasi ini, Taitra juga dapat melayani pelanggan dari Timur Tengah, Ameria Selatan, Russia dan Indonesia dengan lebih baik.

Beberapa bahasa lain yang disediakan di situs baru ini adalah Jepang, Rusia, Portugis serta bahasa Mandarin. Hadirnya situs baru ini juga sekaligus memperkenalkan beberepa kategori baru seperti industri onderdil mobil dan energi ramah lingkungan. •ARIE

Infinix Hot 2 Meluncur di Lazada 30 September

0

Jpeg

KERJASAMA antara Infinix dan Google Android One akhirnya menghasilkan sebuah produk yang memiliki harga terjangkau namun tetap menjaga kualitasnya.

Infinix Mobility merupakan perusahaan teknologi yang berbasis di Hongkong dan memiliki pusat penelitian dan penembangan serta idustri manufaktur di Shaghai dan Shenzen serta aris sebagai pusat desain.

Infinix Hot 2X510 ini hadir dengan pengalaman dan kualitas yang cukup baik, smartphone terbaru ini berjalan pada sistem operasi Android Lolipop 5.1 yang menawarkan desain material terbaru dari Google. Peningkatan daya tahan baterai juga terlihat dari smartphone terbaru ini.

Mengenai dapur pacu, Infinix Hot 2 x510 di tenagai oleh prosesor Quadcore pabrikan mediatek dengan kecepatan 1.3 Ghz. Dukungan RAM sebesar 2 GB tentunya akan semakin memperkaya multitasking dari smartphone ini. Bukan hanya itu, berbagai game serta aplikasi berat pun dapat berjalan di smartphone ini tanpa mengalami lagging karena smartphone ini juga didukung oleh GPU Mali 400-MP2.

Mengusung target kearah “Young People” sebenarnya smartphone ini memiliki posisi yang cukup baik mengingat harga yang di tawarkan untuk produk ini sangat kompetitif.

Sebastian Sieber, Chief Marketing Officer Lazada Indonesia mengatakan, “Saya fikir ini adalah kolaborasi yang hebat antara infinix dan google dan kami sangat bersemangat sekali memasarkan produk ini dengan harga yang sangat bersaing tentunya,”

Hal senada juga diungkapkan oleh Benjamin Jiang, CEO Infinix Mobility, “Infinix Hot 2 adalah smartphone Infinix pertama yang didukung oleh Android One. Kami juga berharap para pengguna entry level akan memiliki pengalaman yang kaya tanpa harus mengeluarkan uang yang banyak,” tuturnya. Disinggung mengenai target hingga tahun ini, Benjamin Jiang menegaskan akan berusaha menghasilkan 3 sampai 5 persen dari market share yang ada.

Sama seperti ponsel Android lainnya, smartphone ini memiliki akses lebih ke satu juta aplikasi yang memungkinkan untuk mengirim pesan ke teman, melakuka panggilan video, bersosialisasi, memeriksa berita dan cuaca serta bermain games. Beberapa aplikasi Google seperti Gmail, Google Maps, Google Search, dan Google Translate juga tersedia pada ponsel ini.

Mengenai harga, Infinix Hot 2 dibanderol dengan harga Rp. 1.299.000, dan sudah mulai bisa dipesan di Lazada pada 30 September tahun ini. •ARIE