Home Blog Page 946

Rakornas Kominfo 2013 : “Menuju Era Broadband Ekonomi”

0

RAPAT Koordinasi Tingkat Nasional Bidang Komunikasi dan Informatika (Rakornas Kominfo) 2013 resmi dibuka oleh Menteri Komunikasi dan Informatika, Tifatul Sembiring, di Hotel Bidakara, Jakarta, (16/9). Rakornas ini diikuti oleh jajaran Komifo Pusat dan daerah, serta Dinas-Dinas Komunikasi dan Informatika dari seluruh Indonesia.

Tifatul mengatakan, pesatnya kehadiran mobile technology merubah cara orang untuk berkomunikasi, belajar, berbisnis, mendapatkan informasi dan berkaitan denga isu-isu keamanan individual. Lebih lanjut dikemukakan bahwa menghadapi tantangan global abad ke 21 terkait kesejahteraan, kesehatan, pendidikan,persamaan gender, perubahan iklim dan perubahan populasi dunia ke generasi muda semuanya itu mengedepankan ekonomi pita lebar (broadband economy).

Pada  laporan International Telecommunication Union (ITU) tahun 2013, broadband dianggap sebagai kunci prioritas abad 21 , the research free-credits-report.com ) while allowing the rest to die a quiet death (hello, accelerated depreciation for NASCAR tracks). yang akan menjadi kekuatan transformatif dan juga enabler yang memungkinkan adanya pertumbuhan ekonomi, perbaikan kesejahteraan dan kehidupan sosial masyarakat, menjadi alat efektif untuk memberdayakan masyarakat, membuat layanan dan contetnt berbasis teknologi. Pada dekade mendatang broadband akan menjadi driver dari layanan maupun aplikasi yang semakin banyak tersedia, semakin beragam dan relevan serta terjangkau oleh masyarakat.

“Broadband memegang peran penting dalam berkontribusi pada aktivitas masyarakat secara individual untuk memperkuat dan menjaga kelangsungan pengembangan sosial dan ekonomi termasuk transformasi politik dan institusional,” jelas Tifatul.

Broadband juga mampu mengembangkan pengetahuan masyarakat terhadap empat pilar dalam kehidupan bermasyarakat, diantaranya kebebasan dalam berekspresi,pendidikan yang berkualitas, akses terhadap informasi dan pengetahuan serta penghormatan pengembangan budaya dan keberagaman linguistic.

Hal terpenting dari broadband adalah mampu mendorong pengembangan teknologi secara dinamis dan mengurangi hambatan serta mengembangkan peluang kepada small medium enterprises (SME’s) dan kewirausahaan untuk berinovasi, berkompetisi dan bertumbuh. Broadband yang dibangun dengan teknologi menstimulasi adanya inovasi-inovasi baru dan menginspirasi generasi muda untuk menjadi pengusaha digital guna menciptakan aplikasi baru, layanan dan konten pada berbagai industri. Broadband bukan hanya sebuah sarana, namun broadband adalah teknologi multi guna yang bisa merestrukturisasi sebuah ekonomi secara mendasar.

Berkaitan dengan Rakornas tersebut, diharapkan Pemerintah Daerah mulai melakukan langkah-langkah antisipasi dalam pemanfaatan dan pengembangan broadband untuk mendukung pengembangan ekonomi daerah. Dalam Rakornas tersebut Kabupaten Bantul diwakili oleh Kepala KPDT dan 2 orang staf yang selanjutnya mengikuti pelatihan pemanfaatan beberapa aplikasi yang disediakan oleh Kementerian Kominfo. •ARIE, TAUFIK (foto)

TELAH TERBIT BISKOM EDISI SEPTEMBER 2013

0

MAJALAH BISKOM kali ini menampilkan Kasajima Masami, Presiden Direktur PT Epson Indonesia (Terima kasih kepada  Indonesia PT Epson Indonesia yang turut mendukung Majalah BISKOM).

Dalam kesempatan ini, kami sekaligus menawarkan kepada seluruh pembaca untuk bekerjasama saling menguntungkan dengan Majalah BISKOM, baik berupa pengiriman artikel Teknologi Informasi (TI), mengadakan seminar, workshop dan pameran serta kegiatan-kegiatan lainnya yang berkaitan dengan dunia TI.

Topik menarik Majalah BISKOM Edisi September 2013 diantaranya:

• COVER STORY: Kasajima Masami, Presiden Direktur PT Epson Indonesia: Epson Akan Perkuat Market Share

• HEADLINE:
–    Produsen Smartphone Terancam Bangkrut!

• FIGURE:
–    Amit Suxena, Senior Director & GM, Core Technology, Oracle: Oracle Database 12c Dirancang Khusus Untuk Cloud
–    Laode M. Kamaluddin, Ketua Forum  Rektor Indonesia: Mendesak, Pendidikan Berbasis TI
–    Grace Heny, Praktisi dan Konsultan Contact Center: Contact Center Dongkrak Revenue
–    Bambang Setiawan Tejasukmana: Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional: Lapan Kembangkan Teknologi Satelit Secara Mandiri

• FOCUS:
–    Kolaborasi di Era Teknologi Informasi
–    BYOD, Amankah?
–    Waspadai Ancaman di Android
–    Marak, Siaran TV Berlangganan Ilegal
–    Hakteknas: Inovasi Untuk Kemajuan Bangsa
–    Urgensi Pengaturan Institusi Litbang

• REVIEW & CELLULAR:
–    Lenovo Vibe X
–    Sony VAIO Tap 11
–    Sony PXW-Z100
–    Edimax WP-S1300
–    Advan Vandroid T 1E
–    Canon PowerShot N Facebook Ready
–    HTC Zara
–    Samsung Galaxy S II TV
–    Acer Liquid S2
–    Lenovo A3000
–    Edimax BR-6258n

• SNAP:
–    Epson Resmikan Toko L Series & Projector 3LCD Keempat
–    Q2 Technologies Berikan Solusi Anti Money Laundering
–    Tiga Produk Andal Software Terbaru, Percepat Proses Penggajian
–    Indonesia Siap Jadi Tuan Rumah IGF
–    SMR Tingkatkan Kapasitas Hard Drive Seagate
–    Indosat Sediakan Fasilitas Telekomunikasi di APEC Bali 2013
–    INAICTA 2013: Indonesia Siap Bersaing di Industri Games Internasional
–    Taiwan Excellence Care Umumkan Tiga Proposal Amal Terpilih
–    Taiwan-Indonesia Buka Pasar TIK Melalui ICT Roadshow

Dapatkan Majalah BISKOM di Toko Buku Gramedia dan Gunung Agung atau berlangganan melalui Bagian Sirkulasi Majalah BISKOM. Untuk review, ujicoba, update harga produk dan kegiatan perusahaan Anda, hubungi redaksi[at]biskom.web.id •

Indonesia Siap Jadi Tuan Rumah IGF

0

INDONESIA sebagai negara yang ditunjuk menjadi penyelenggara Internet Governance Forum (IGF) 2013 mengaku siap menggelar acara tahunan tersebut. Sejumlah aspek yang diperlukan untuk menyiapkan perhelatan forum yang akan berlangsung di Bali tersebut, termasuk ketersediaan dana penyelenggaraan, telah tuntas dipersiapkan.

Ashwin Sasongko, Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika saat press conference IGF hari ini (12/9)  di Jakarta menyatakan,“Indonesia merupakan pemimpin regional di bidang informasi dan masyarakat digital. Kami mengundang para pemimpin internet global untuk bergabung dengan kami di Bali untuk membahas isu-isu yang relevan dalam cyberspace terutama tentang etika global, untuk cyberspace yang lebih aman untuk semua.”

Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), salah satu bagian dari multi-stakeholder juga ikut terlibat dalam IGS 2013 ini. Menurut Samuel A. Pangerapan, Ketua Umum APJII,  saat ini baik dari pemerintah, sektor bisnis dan juga masyarakat sipil terus berkoordinasi dalam persiapan IGS.

“Saat ini persiapan sudah mencapai sekitar 90% dan rencananya acara ini juga akan dihadiri oleh 2500 undangan,” paparnya.

Menurut data APJII, Indonesia memiliki sekitar 63 juta pengguna internet per akhir tahun 2012. Jumlah ini tercatat sangat tinggi dibanding negara-negara di Asia Tenggara lainya. Hal tersebut yang juga mendasari terbentuknya Indonesia Internet Governance Forum (ID-IGF).

ID-IGF  adalah platform terbuka untuk diskusi informal dan inklusif dalam pertukaran ide terutama pada isu-isu kebijakan publik yang terkait dengan tata kelola internet diantara pemangku kepentingan dari Indonesia.

IGF sendiri dijadwalkan pada tanggal 22-25 Oktober 2013 di Bali. Ada sekitar 154 workshop yang bisa diikuti secara terbuka, mulai dari kebebasan berekspresi, regulasi, keamanan internet dan lain-lain. Tidak ada syarat khusus untuk hadir, pengunjung hanya perlu registrasi dan tidak dipungut biaya. Selain itu, kegiatan ini juga bisa langsung diakses secara streaming dan update via web resmi IGF2013 di igf2013.or.id. •ARIE, TAUFIK (foto)

SONY VAIO TAP 11, Tablet Tipis Windows 8

0

SETELAH lama ditunggu, Sony akhirnya secara resmi meluncurkan tablet pertamanya, VAIO Tap 11.  Tablet berbasis Windows 8 ini kabarnya cukup menarik perhatian publik karena mengusung desain premium. Desainnya sendiri mirip dengan smartphone Sony dari keluarga Xperia yang berbentuk persegi dengan sudut meruncing. Desainnya yang menarik hampir setipis iPad, yakni hanya 9,9 mm.

Sebagai tablet berbasis Windows 8, VAIO Tap 11 diklaim siap untuk apa pun. Berbekal prosesor terkini dari Intel dan media penyimpanan SSD yang cepat, tablet ini siap membantu penggunanya untuk menyelesaikan tugas sehari-hari.

Layar 11.6 inci Full HD berteknologi TRILUMINOS Display pada VAIO Tap 11 bakal memanjakan penggunanya dalam berselancar di dunia maya, mengolah foto, ataupun mengeksplor aplikasi. Untuk hiburan seperti menonton film dan games diklaim bakal terlihat lebih mengesankan dengan ketajaman dan kejelasan yang indah.

Tablet ini juga akan datang dengan mengusung Intel Core i5 atau i7, RAM 4GB, plus pilihan SSD hingga 512 GB. Tak cukup sampai di situ, untuk dapat dihubungkan dengan media lainnya, tablet VAIO Tap 11 dibekali dengan port USB 3.0, slot microSD, serta microHDMI.
Sebagai tablet yang juga disiapkan untuk dapat membantu para penggunanya dalam menyelesaikan berbagai tugas, Sony melengkapi VAIO Tap 11 dengan sebuah keyboard yang bisa dilepas. Selain dapat digunakan untuk mengetik, keyboard tablet pada VAIO Tap 11 juga dapat berfungsi sebagai penutup ketika dilekatkan ke layar. Tak ketinggalan, Sony menyertai tablet barunya ini dengan stylus disertai aplikasi khusus, seperti untuk mencatat ataupun menggambar.

Tersedia dalam pilihan warna putih dan hitam, tablet yang akan menjalankan Windows 8 sebagai sistem operasinya itu bakal meluncur di Eropa pada musim gugur tahun ini. Sayang, berapa harganya belum dibocorkan ke publik. •

Tiga Produk Andal Software Terbaru, Percepat Proses Penggajian

0

ANDAL Software meluncurkan tiga aplikasi terbarunya yang mengkhususkan kepada pemprosesan penggajian pada perusahaan, yakni Andal Linkage 2014, Andal PayMaster 2014 dan Andal Kiosk 2014. Ketiga produk ini saling terintegrasi untuk mempercepat proses penggajian karyawan hingga 80% dan menekan waktu serta biaya operasional hingga 60%.

Dikatakan System Integrator Manager, PT Andal Software, Johan Sandida, peluncuran produk ini untuk menjawab permasalahan yang biasa dihadapi petugas payroll dan Human Resource (HR) dalam melakukan penghitungan gaji yang harus diterima karyawan.

“Ada tiga masalah yang sering dihadapi dalam pemrosesan gaji yakni change shift, incomplete attendance dan overtime. Ketiga hal ini yang menyebabkan petugas payroll ataupun HR harus meluangkan waktu ektra hingga harus lembur agar gaji dan klaim yang harus dibayarkan ke karyawan bisa sesuai,” ujar Johan, di Jakarta (9/9).

Andal Linkage 2014 didesain berbasiskan web yang memberikan kemudahan karyawan untuk mengakses data pribadi, data kehadiran, pergantian jadwal kerja, lembur, izin, cuti, serta klaim melalui gadget. Sedangkan Andal PayMaster 2014 merupakan aplikasi yang dirancang untuk merngoptimalkan penggunaan komputer dengan memanfaatkan parallel processing,  sehingga mampu mendorong efisiensi proses penggajian hingga 80% lebih cepat dibanding versi sebelumnya

Sementara Andal Kiosk 2014 merupakan produk yang sebenarnya hampir sama dengan produk terdahulu yang pernah dibuat. Produk ini dirancang untuk pengumpulan dan pengecekan data kehadiran karyawan yang terintegrasi langsung dengan Andal PayMaster 2014.

“Ketiga produk ini merupakan evolusi piranti lunak lanjutan Andal Software yang bila diterapkan dalam satu perusahaan bisa mempercepat proses penghitungan penggajian hingga 60%,” terang Indra Sosrodjojo, Direktur Andal Software.

Ketiga produk ini kini telah tersedia di pasaran. •ANDRI

Lenovo Kenalkan Tablet PC Lenovo A1000 dan A3000

0

LENOVO telah menunjukkan keberhasilannya di pasar smartphone dunia dengan menempati posisi ketiga dan posisi dua di China. Tak puas sampai sini, Lenovo pun kini merambah pasar tablet.

Lenovo menawarkan dua tablet 7 inci terbarunya, yakni Lenovo A1000 dan Lenovo A3000.  Lenovo A1000 dikhususkan bagi pengguna pemula dan para penikmat musik. Hal ini terlihat dari dukungan teknologi audio Dolby Digital Plus dan dirancang dengan konsep dual front speaker.

Tablet PC ini hadir dengan layar berukuran 7-inci 1024 x 600 piksel, prosesor Dual Core 1.2 GHz, RAM 1 Gb dan menjalankan sistem operasi Android 4.1 Jelly Bean. Kapasitas ruang penyimpanan yang tersedia sebesar 4 Gb dan dapat diekspansi melalui slot kartu memori microSD.

Tidak hanya itu saja, Lenovo A1000 juga telah dilengkapi dengan kamera depan 0.3 megapiksel, Bluetooth dan tersedia fitur telefoni untuk melakukan panggilan dan SMS, serta mendukung akses internet pada jaringan EDGE 2.5G dan koneksi WiFi.

“Keluarga tablet Android terbaru dari Lenovo ini didesain untuk memenuhi permintaan konsumen Indonesia, khususnya pengguna dari kalangan muda aktif yang sudah mengadopsi perangkat berlayar tujuh inci untuk segala keperluan di mana saja. Dengan adanya tambahan seri baru ini dalam portofolio tablet Lenovo, kami menciptakan perangkat yang sesuai dengan kebutuhan mereka,” kata Rajesh Thadani, Country General Manager, Lenovo Indonesia di Jakarta, Kamis (29/8).

Koh Kong Meng, Vice President & General Manager Lenovo Asean menambahkan, ‘“Kami percaya bahwa keluarga tablet Lenovo Android akan menarik minat konsumen di Indonesia karena kami membangun produk kami supaya mudah dipakai dan fleksibel dalam memenuhi berbagai kebutuhan mereka.”

Sementara Lenovo A3000 ditujukan untuk pengguna yang gemar bermain game dan kerap berselancar internet. Tablet ini telah dilengkapi dengan layar IPS berukuran 7-inci dan ditenagai oleh  prosesor quad-core berkecepatan 1.2Ghz.

Besaran RAM yang dimilikinya sebesar 1 Gb dan tersedia kapasitas ruang penyimpanan internal sebesar 16 Gb dengan dukungan slot kartu memori microSD. Untuk konektivitas, selain tersedia WiFi dan Bluetooth, Lenovo A3000 juga telah didukung dengan dua slot kartu SIM yang berjalan pada jaringan 3G dan EDGE yang dapat digunakan untuk melakukan panggilan telepon dan SMS serta akses paket data untuk internetan. Untuk sistem operasi yang dijalankan, Lenovo A3000 telah menjalankan OS Android Jelly Bean 4.2.

Kedua tablet PC terbaru dari Lenovo ini juga telah mendapat fitur USB OTG (On The Go) yang memungkinkan pengguna untuk menancapkan flashdisk untuk memindahkan data.

Lenovo A1000 dan Lenovo A3000 saat ini telah tersedia di pasaran dengan harga Rp. 1.299 juta untuk Lenovo A1000 dan Rp. 2.199 juta untuk Lenovo A3000. •

Epson Resmikan Toko L Series & Projector 3LCD Keempat

0

EPSON selalu berusaha mengapresiasi dukungan masyarakat Indonesia terhadap Epson selama ini. Salah satunya dengan cara memenuhi kebutuhan masyarakat akan teknologi dan produk yang berkualitas. Dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat pula, PT Epson Indonesia meresmikan Toko Printer L Series dan Projector 3LCD yang ke-4 di Indonesia, belum lama ini.

Berlokasi di Mangga Dua Mall lantai 4 Jakarta, toko yang memiliki konsep showroom dan edukasi ini hadir sebagai pusat informasi produk Epson khususnya printer Epson L Series dan projektor Epson 3LCD. Selain itu, pengunjung bisa memahami teknologi dan fitur dari setiap produk, serta dapat melihat demonstrasi langsung pengoperasian produk secara lengkap. Sehingga, akhirnya pengunjung memperoleh solusi yang tepat sesuai kebutuhan mereka.

Sebelumnya, Epson telah hadir di Harco Mangga Dua Jakarta, kemudian di Hitech Mall Surabaya Lantai Dasar, serta di Bandung Electronic Center (BEC) Lantai 2.

M. Husni Nurdin, Deputy Country Manager PT Epson Indonesia, mengatakan, “Dengan dibukanya fasilitas ini, kami dapat mendekatkan diri kepada pelanggan dengan memberikan informasi terlengkap mengenai keunggulan produk printer Epson L Series dan projektor 3LCD. Kami berharap ke depannya Epson dapat secara kontinu meningkatkan kepuasan pelanggan terhadap produk, teknologi, dan layanan yang diberikan, sesuai kebutuhan, bahkan melebihi ekspektasi mereka,” jelas Husni.

Printer Epson L Series sendiri merupakan jajaran printer yang memiliki teknologi tangki tinta orisinal yang menawarkan volume cetak yang luar biasa pada biaya cetak per halaman yang paling rendah di dunia dibandingkan tinta asli lainnya.

Printer Epson L Series menggunakan botol tinta berkapasitas tinggi (harga Rp. 69.000 /botol) yang memungkinkan printer mencetak dokumen dalam jumlah banyak sementara pengguna tidak perlu khawatir lagi dengan harga cetak yang tinggi. Paket awal terdiri dari satu botol tinta hitam 70 ml yang dapat mencetak 4.000 halaman, dan tiga botol tinta warna masing-masing 70 ml yang dapat mencetak total 6.500 halaman berwarna.

Sebagai tambahan, printer disertai dengan tambahan dua botol tinta hitam dalam paket awal. Dengan tinta-tinta ini, Epson L Series menawarkan biaya cetak per halaman yang sangat rendah, hanya Rp. 20,- per halaman dokumen hitam dan Rp. 35,- per halaman dokumen berwarna.

Jajaran printer Epson L Series terdiri dari tipe L110, L210, L300, L350, L355, L550, dan L800 (printer foto).

Selain jajaran printer Epson L Series, Toko L Series dan Projector 3LCD juga menghadirkan jajaran projektor Epson untuk segmen bisnis, edukasi dan home theater. Projektor yang ditampilkan salah satunya adalah seri Epson EB-400 terbaru, yaitu projektor short-throw yang dilengkapi fungsi interaktif terintegrasi. Projektor ini memungkinkan pengajar dan presenter bisnis dengan mudah mengubah whiteboard biasa atau permukaan halus lainnya menjadi area pembelajaran dan presentasi interaktif.

Untuk mendapatkannya, projektor disertai pena digital infra merah yang memungkinkan pengguna untuk menulis dengan “tinta virtual” pada area projeksi, mengatur objek-objek yang terdapat pada layar interaktif, atau menggunakannya sebagai mouse komputer.

Inovasi ini memberikan solusi yang hemat biaya dalam presentasi dengan mengurangi kebutuhan untuk membeli dan memasang piranti keras tambahan yang diperlukan oleh whiteboard interaktif pada umumnya. •

ANDREAS KAGAWA: Besar, Dampak Sosial Virtualisasi

0

Virtualisasi telah memberikan manfaat-manfaat signifikan kepada enterprise dan keberlanjutan lingkungan. Pelanggan mendapat penghematan material dalam anggaran teknologi informasi (TI) mereka.

 

VIRTUALISASI berdampak pada penghematan energi melalui manajemen server yang lebih baik, sehingga jelas bahwa virtualisasi menjadi penyumbang positif untuk setiap model pusat data berkelanjutan. Virtualisasi server juga menjawab kebutuhan pasar yang menginginkan virtualisasi tapi saat ini masih menggunakan server platform berbeda.

“Virtualisasi membuka seluruh industri server dan menciptakan peluang-peluang baru. Akhirnya, virtualisasi telah memungkinkan penciptaan nilai baru dan membawa inovasi dan kompetisi ke dalam pasar,” kata Andreas Kagawa, Country Manager Indonesia, VMware.
Berikut petikan wawancara BISKOM dengannya.

Bisa dijelaskan bagaimana virtualisasi di pasar Asia-Pasifik saat ini?
Kawasan Asia-Pasifik adalah campuran pasar yang matang (mature) dan berkembang (emerging). Mengambil belanja TI dan tingkat kematangan sebagai kriteria, maka Jepang, Australia, Selandia Baru, Singapura, Hong Kong, Korea Selatan dan Taiwan adalah pasar yang matang. Sedangkan Cina, India, Indonesia, Thailand, Malaysia, Philipina, Vietnam dan sisanya adalah pasar yang berkembang. Pasar yang matang, yang memiliki TI ‘legacy’ lebih lama dan kaya, tumbuh lebih lamban dan memiliki proporsi yang lebih besar untuk perangkat lunak (software) dan layanan (services) di dalam belanja TI mereka (75% di tahun 2012).  Sebaliknya, pasar yang berkembang tumbuh lebih cepat dan memiliki proporsi yang lebih besar untuk perangkat keras (hardware) di dalam belanja TI mereka (52% di tahun 2012).

Sejauhmana IDC  melihat trend dalam hal adopsi teknologi di dua kategori pasar tersebut?
IDC selalu melihat tren yang berbeda dalam hal adopsi teknologi di dua kategori pasar ini dimana pasar yang matang selalu terdepan dalam adopsi teknologi dan menunjukan lebih banyak perubahan nilai dalam hal belanja TI dibandingkan dengan pasar yang berkembang. Pasar yang berkembang, dengan ‘bahan bakar’ pertumbuhan ekonomi, terus melakukan investasi lebih banyak di pembangunan skalabilitas infrastruktur yang mendukung perluasan bisnis.

Namun, masalah yang sama kerumitan yang berkembang, ruang pusat data yang mengecil, dan meningkatnya biaya telah muncul di kedua pasar ini dalam 5 tahun terakhir. Pasar yang matang mengalami mengalami tekanan yang lebih keras karena mereka ditekan untuk mengurangi belanja tapi harus membangun ketangkasan dan skalabilitas yang lebih baik, sementara pasar yang berkembang harus berusaha mengatasi tantangan membangun skalabilitas yang besar sekali dengan infrastruktur yang lebih sederhana. Masalah dan solusinya adalah meninjau ulang strategi infrastruktur, tapi keadaan yang mendesak masih belum ada.

Bagaimana dampak dari kehadiran Cloud Computing?
Resesi keuangan tahun 2008 dalam berbagai bentuknya memberikan pukulan yang sangat dahsyat. Menghadapi anggaran yang diperketat dan tumbuhnya sifat dasar strategis TI, para CIO menyadari kebutuhan kritis untuk membangun sebuah infrastruktur yang berbeda “melakukan lebih banyak dengan lebih sedikit” (does more with less). Munculnya Cloud memperlihatkan sebuah janji kepada jajaran bisnis bahwa ada solusi TI yang dapat disediakan dan digelar dengan lebih cepat daripada yang dapat ditangani oleh internal TI. Ini memberikan tekanan lebih jauh kepada internal TI untuk berubah dan  mencari cara untuk mendapat sistem infrastruktur TI yang lebih fleksibel. Ada juga perasaan yang berkembang bahwa sumber-sumber daya TI dan terutama server sangat tidak efisien. Karena aplikasi terletak di dalam pusat data, dan server hanya ada satu, menjadi tidak efisien; dan kedua, terlalu lamanya dalam hal pembelian dan penggelaran – sehingga ada kebutuhan yang sangat mendesak untuk sebuah solusi yang dapat membantu lebih banyak dengan server yang ada dan mempercepat penyediaan (provisioning).

Bagaimana dampak atau manfaat virtualiasi server berdasarkan data IDC?
Server Economies Index yang dibuat IDC menunjukan dampak positif ekonomi di tahun 2020 dari virtualisasi server di sejumlah bidang: Pertama, virtualisasi server artinya lebih sedikit server yang akan dibeli sampai di tahun 2020 dibandingkan dengan jika tidak pernah ada virtualisasi. Dengan semakin sedikitnya server fisik yang hadir di dalam pusat data, akan ada tambahan manfaat ekonomi seperti berkurangnya ruang lantai yang diperlukan untuk menempatkan pusat data.

Aspek lainnya adalah dampak pada konsumsi daya listrik dan kebutuhan untuk pendinginan. Jelas bahwa lebih sedikit server akan berarti pengurangan konsumsi daya listrik dan sama dengan membutuhkan lebih sedikit teknologi pendinginan, sebuah komponen siginifikan dalam konsumsi daya listrik. Virtualisasi server juga memiliki dampak pada biaya administrasi; investasi yang dibutuhkan untuk mengelola server virtual berbeda dengan investasi untuk mengelola server yang tidak divirtualisasi. Dengan virtualisasi memberikan sejumlah skala penghenatan besar saat jumlah mesin virtual meningkat sampai pada satu titik. •DJUANDA

Taiwan Excellence Care Umumkan 3 Proposal Amal Terpilih

0

MEMASUKI tahun keempat, rangkaiaan kegiatan Taiwan Excellence terus digelar. Taiwan Excellence adalah program inisiatif  Biro Perdagangan Luar Negeri (BOFT) dan Taiwan External Trade Development Council (TAITRA) sebagai upaya memperkenalkan brand-brand berkualitas asal negara Taiwan.

Bukan sekedar mengimplementasikan kegiatan bisnis dan perdagangan saja, Taiwan Excellence juga memperlihatkan kepeduliannya kepada sesama dengan menggelar program amal Taiwan Excellence Cares dengan mendonasikan uang dan produk-produk Taiwan kepada organisasi amal.

Menurut Manager of Strategic Marketing Department TAITRA, Danny J.S Liao, program yang dimulai bulan Juni ini merupakan bagian dari Corporate Social Responsibility (CSR) yang dikemas khusus secara inovatif dan menarik agar dapat melibatkan masyarakat dalam pendonasiannya.

“Sebetulnya mudah saja kita memberikan secara langsung dana tersebut tanpa bersusah payah merangkai program Taiwan Excellence Cares seperti sekarang ini. Tetapi disini yang kami inginkan adalah mengajak masyarakat agar terlibat dan berempati terhadap sesamanya yang membutuhkan dengan cara mengirimkan proposal amal. Disini, keterlibatan masyarakat ikut menentukan jumlah yang akan didonasikan,” ujar Danny di Jakarta hari ini (3/9).

Kegiatan Taiwan Excellence Cares ini dirangkai melalui beberapa tahap. Tahap pertama “Rangkaian Cinta”, dimulai bulan Juni lalu dengan mengajak masyarakat Indonesia untuk beramal cukup dengan cara login di www.TaiwanExcellenceCare.com yang secara otomatis menyumbangkan US$ 1. Ditahap ini telah berhasil didonasikan US$ 6.155 kepada World Vision Indonesia.

Pada tahap 2 saat ini yakni “Suarakan Cintamu”, panitia mengumumkan 3 proposal amal terpilih yang ditahap sebelumnya berhasil menyaring 20 proposal peserta dengan point tertinggi dan memanfaatkan produk-produk Taiwan Excellence senilai US$ 10.000 setiap proposalnya, dimana proposal tersebut juga dipromosikan melalui media sosial.

Ketiga proposal yang berhasil terpilih merupakan pengajuan dari Debora Abgreni Ginting untuk Yayasan Elsaddai Abigail sebuah sekolah anak ditempat terpencil di Batam, Ida Yuni Firmansyah untuk Rumah Pintar Ciangsana yang merupakan sebuah perpustakaan umum sebagai sarana baca anak-anak di Bandung, dan Iwan Taurus untuk PAUD Permata Hati Bogor.

Mengenai hal ini, Agni Pratistha, Duta Selebrity Taiwan Excellence berkomentar, “Saya merasa senang Taiwan Excellence Cares mempunyai kepedulian untuk menyentuh anak dan pendidikan dalam pengalokasian donasinya. Melalui ide cemerlang Taiwan Excellence diharapkan dapat membantu apa yang dibutuhkan mereka.”

Director of Economic Division, TETO, Y.C Tsai, juga memuji keberhasilan kampanye interaktif ini dalam menggelar tanggung jawab sosial perusahaan yang digelar di 5 Negara Asia, yaitu Taiwan, Daratan China, Indonesia, Vietnam dan India.

“Keberhasilan kampanye ini sangat terlihat dengan banyaknya respon positif dari masyarakat. Hanya dalam waktu dua minggu, berhasil meraup dukungan 400.000 suara dari lima negara di Asia dan Indonesia mendapatkan dukungan terbesar dengan 100.000 suara,” jelas Tsai.

Selanjutnya, akan dimulai segera Taiwan Excellence Cares Tahap 3 “Perwujudan Cinta” dengan mewujudkan ketiga proposal amal terpilih dibawah supervisi dan dukungan Taiwan Excellence. Pada bulan Oktober mendatang, ketiga peserta terpilih juga akan menghadiri konferensi pers yang diadakan di Taipei, Taiwan. •

Toshiba Kenalkan Notebook AMD A4 Quad Core Pertama di Indonesia

0

TOSHIBA meluncurkan notebook baru, yaitu Toshiba Satellite C40D. Ini merupakan notebook pertama di Indonesia yang menggunakan prosesor AMD A4 Quad-Core Accelerated Processing Unit (APU), dan telah terintegrasi dengan kartu grafis AMD Radeon HD 8330. APU baru dari AMD ini membuat Toshiba Satellite C40D mampu menjalankan aplikasi multimedia dengan baik. Dari sisi harga pun cukup terjangkau.
Penggunaan prosesor AMD A4 Quad-Core APU berdampak pada notebook yang bisa menghemat daya serta memberikan performa grafis yang baik.

Notebook Toshiba Satellite C40D hadir dengan layar TFT 14 inci WXGA HD Clear SuperView LED Backlight, dengan resolusi 1.366 x 768 piksel. Grafisnya adalah Radeon HD8000 Series. Kapasitas RAM yang disertakan yakni 2GB, dan akan menggandeng harddisk SATA 500Gb berkemampuan menyerap guncangan (shock absorber), untuk mencegah data hilang akibat terkena guncangan atau benturan.

Fitur lain yang dijejalkanToshiba ke dalam Satellite C40D yakni audio filtering dan HD accelerating, yang bisa membuat pembukaan program 60% lebih cepat. Juga, dilengkapi Bluetooth 3.0 dan 4.0.

Untuk tampilan visual yang lebih baik, Toshiba menambahkan fitur Resolution+ yang biasa ditemukan di TV Toshiba. Fitur ini akan dapat menghadirkan kualitas gambar tajam, berwarna dan lebih hidup dengan otomatis. Kemudian dari sektor audionya, hadir teknologi ‘Audio Enhancement V2’ untuk mendongkrak kualitas audio. Ada pula ‘Toshiba SmartFace Technology’, untuk mengamankan notebook Anda.

Di pasaran Toshiba Satellite C40D tersedia dalam dua pilihan warna yaitu merah dan hitam. Banderolnya relatif terjangkau, yakni sekitar US$ 439 atau sekitar Rp 4,4 juta. •