Home Blog Page 982

SAMSUNG NF310 A01 Netbook 10 Inci

0

SamsungSamsung memperkenalkan netbook 10.1 inci belum lama ini. Netbook  dengan desain yang mewah dan kinerja yang layak ini dilengkapi dengan prosesor Intel Atom N550 1.5 Ghz dual core.

Penggunaan  prosesor dengan dual core adalah tambahan yang bagus untuk sebuah netbook, terutama bagi yang pengguna yang mencari piranti untuk melakukan multitasking. Anda dapat melakukan tugas perkantoran  seperti browsing web, mengedit dokumen, dan sejenisnya, tapi jangan berharap banyak dalam hal streaming video atau bahkan mencoba untuk bermain game pada perangkat ini. Tambahan daya multitasking ini berasal dari 1 Gb DDR3 SDRAM yang cukup mengesankan.

Sementara display pada Samsung NF310 A01  didukung oleh kartu grafis Intel MediaAccelerator 3150. Netbook ini juga dikemas dengan media penyimpanan sebesar 250Gb. Windows 7 Starter adalah sistem operasi diinstal pada netbook ini dan bekerja baik, tetapi tidak penuh dengan fitur sebagaimana Windows versi 7.

Netbook sedari awal memang ditempatkan pada semi portabilitas, sehingga Anda tidak akan menemukan DVD drive yang terintegrasi di sini. Anda akan harus membeli drive eksternal jika Anda ingin melihat DVD.

Sementara untuk urusan koneksi, NF310 A01 memiliki Bluetooth, sehingga memungkinkan Anda untuk terhubung ke perangkat lain yang kompatibel. Ia juga memiliki Wi-Fi 802.11n bila Anda ingin terhubung ke jaringan nirkabel yang cepat.  Untuk video chatting, Samsung menyediakan webcam dan mikrofon yang terintegrasi.

Dari sisi tampilan luar, Samsung A01 NF310 bukan netbook tipis atau paling portable, namun ukurannya mudah dibawa saat bepergian. Netbook dengan ukuran 10,8 inci, lebar 7,4 inci dan tebal 1,2 inci ini memiliki casing perak titanium dipadu dengan warna hitam yang cantik. Layar 10.1-inch dikelilingi oleh panel yang sangat tebal yang mungkin tidak menarik bagi beberapa pengguna. Tampaknya Samsung ingin membuat tampilan lebih besar dengan merancang beberapa panel itu. Tampilannya sendiri menawarkan grafis yang baik melalui resolusi 1.366 x 768 dengan permukaan nangyang memerangi silau dengan baik. Artinya secara keseluruhan, Samsung A01 NF310 adalah netbook yang cukup menyenangkan.

RIM PLAYBOOK Tablet Gingerbread

0

RIM PLAYBOOKTablet BlackBerry PlayBook buatan Research In Motion (RIM) akan segera hadir di pasaran. Pada tahap awal, RIM akan menawarkan tiga model tablet PC yang semuanya  menggunakan akses nirkabel WiFi. Pemesanan awal dapat dilakukan di toko-toko Best Buy dan Best Buy Mobile di Amerika Serikat serta Best Buy dan Future Shop di Kanada.

BlackBerry PlayBook hadir dengan konsep berupa perangkat untuk mengakses web dan menikmati konten multimedia secara sempurna. Selain mendukung penuh Flash dan standar webterbuka, perangkat ini bisa menjalankan video full HD 1080p. Sistem komputasinya didukung prosesor dual core 1 GHz dan memori 1 Gb RAM. Kamera depan dan belakang 3 megapiksel dan 5 megapiksel untuk video chat dan merekam video kualitas tinggi. Berlayar 7 inci, BlackBerry PlayBook juga bisa menjadi pasangan pengguna BlackBerry karena bisa dengan mudah disinkronisasi bersama kalender, task manager, dan BBM secara real time.

Selain perangkat dengan akses WiFi, RIM telah menyiapkan versi lain yang juga dilengkapi akses data kecepatan tinggi 4G (LTE), tetapi belum mengumumkan kapan produk itu akan tersedia.

Seperti rumor yang sebelumnya beredar, tablet BlackBerry PlayBook akan mendukung aplikasi Android. Meski begitu, RIM menegaskan, untuk saat ini hanya aplikasi Android 2.3 alias Gingerbread yang bisa berjalan di PlayBook.

Kendati mendukung aplikasi berbasis Android, layanan Android Market tidak akan bisa dioperasikan pada PlayBook. Pengguna hanya bisa mengakses aplikasi Android melalui BlackBerry App World. Aplikasi yang bisa berjalan di PlayBook pun masih terbatas, yakni untuk versi 2.3.

PlayBook mulai dirilis pada 19 April mendatang. Tiap model terbagi dalam kapasitas 16 Gb seharga US$ 499, 32 Gb seharga US$ 599, dan 64 Gb seharga US$ 699.

SAMSUNG GALAXY TAB Tablet Tipis Layar 10 Inci

0

SAMSUNG GALAXYSetelah memrilis tablet PC berukuran layar 7 inci, Samsung Electronic memperkenakan Galaxy Tab model terbaru yang berlayar 10,1 dan 8,9 inch yang diklaim sebagai tablet tertipis di dunia saat ini.

Seperti ditulis ZDNet, dua Galaxy Tab terbaru itu memiliki ketebalan hanya 8,6 milimeter, lebih tipis dari iPad 2 buatan Apple yang sebelumnya disebut-sebut sangat tipis dengan 8,8 milimeter. Tidak hanya itu, Galaxy Tab 10,1 inci kini juga lebih ringan 6 gram ketimbang iPad 2.

Dibading pendahulunya, ketebalan Galaxy Tab terbaru juga dikurangi 2,3 milimeter menjadi 8,6 milimeter saja. Beratnya pun berkurang menjadi hanya 595 gram.

Tablet Samsung berjalan dengan sistem operasi Android 3.0 Honeycomb. Artinya, Galaxy Tab 10.1 menjadi tablet kedua setelah Motorola Xoom menggunakan sistem operasi buatan Google tersebut. Galaxy Tab 10.1 juga menjadi tablet pertama yang mendukung aplikasi TouchWiz UX terbaru untuk tablet. TouchWiz UX merupakan sebuah panel yang bisa di-costumise oleh user dengan konten berbeda, seperti gambar, bookmarks, juga feed jejaring sosial. Terdapat pula fasilitas yang memberikan akses kepada aplikasi-aplikasi yang sering digunakan sehingga memudahkan multi-tasking.

Seperti namanya, Galaxy Tab 10.1 mengandalkan layar 10,1 inci atau sedikit lebih besar dibanding iPad yang berdimensi 9,7 inci. Kegiatan menonton video atau menjelajah dunia maya pun akan lebih terpuaskan. Spesifikasi Galaxy Tab 10.1 pun dapat dibilang selangkah lebih maju dibanding pendahulunya. Tablet ini bekerja menggunakan prosesor Tegra 2 dual core 1GHz, kamera belakang 8 megapiksel (+ autofokus dan lampu kilat) dan kamera depan 2 megapiksel, serta kapabilitas HSPA+ up to 21Mbps.

Kemampuan perekaman dan pemutaran video juga telah mencapai Full-HD. Untuk kapasitas memori, tersedia pilihan 16Gb dan 32Gb.

Sementara varian ketiga dengan layar 8,9 inci juga sama-sama menggunakan prosesor dual core 1 GHz dan platform Android 3.0 atau Honeycomb yang sudah dirancang optimal untuk tablet. Kesemuanya hadir dengan fitur WiFI, 3G, dan Bluetooth.

Kabarnya, harga tablet ini tak kalah dengan iPad 2. Galaxy Tab 10,1 inci akan hadir mulai 8 Juni 2011 dengan harga mulai US$ 499, sementara Galaxy Tab 8,9 inci hadir menyusul dengan harga mulai US$ 469.

ACER ASPIRE 4253 Notebook Pelajar

0

ACER ASPIRE 4253Tahun 2009 lalu, pasar netbook memang ramai. Namun menjelang 2010, komputer jinjing berukuran kecil ini mulai mengalami penurunan permintaan. Hal ini lah yang mendasari Acer untuk kembali merilis notebook. Semester awal 2011 ini Acer memperkenalkan Acer Aspire 4253 yang diperuntukkan bagi kalangan pelajar.

Bekerja dengan prosesor AMD,  Acer Aspire 4253 merupakan notebook pertama yang dilengkapi dengan piranti lunak asli Windows 7 Starter, Office Starter 2010 dan Learning Suite (Media Pembelajaran) yang berlaku seumur hidup.

Desain prosesor generasi terbaru AMD E-Series Accelerated Processing Unit (APU) yang digabungkan dengan teknologi multi-core CPU (x86) dan DirectX 11 capable-discrete-level graphic, memungkinkan pengguna untuk menikmati hiburan High-Definition tanpa gangguan.

Dengan Office Starter 2010, pengguna dapat membuat dan mengedit dokumen dengan fitur dasar, membuat tabel, mengetik surat, dan membuat newsletter sekolah yang berisi foto-foto serta kemudahan untuk mengirimkan ke teman mereka.

Sementara Microsoft Security Essential dikemas untuk melindungi pengguna dari serangan virus, spam dan malware saat menjelajahi dunia maya yang berlaku seumur hidup.

Notebook ini juga dilengkapi dengan memori DDR3 dengan kapasitas hingga 8 Gb. Layar berdiameter 35.5 cm (14″), dengan high-definition Acer CineCrystal LED backlit displays yang menghasilkan gambar lebih detil dan jernih karena didukung HDTV-ready output via HDMI®, versi terbaru dari standard HDMI.

Teknologi ini diharapkan membawa pengguna merasakan pengalaman High-Definition berlayar lebar, juga video berresolusi tinggi jauh di atas sistem 1080p yang saat ini tersedia.

Untuk konektivitas, antara lain tersedia Acer InviLink 802.11a/b/g/n dan Wi-Fi yang didukung teknologi nirkabel Acer SignalUp. Gigabit Ethernet-nya menyediakan komunikasi kabel yang stabil dan sangat cepat.

Acer membanderol notebook Acer Aspire 4253 ini seharga Rp 4.099.000.

TRENSCEND 18C3 SSD Super USB 3.0

0

TRENSCEND 18C3Transcend Information menghadirkan Solid State Drive Portable (SSD) 18C3. SSD portable terbaru yang menggabungkan fungsi  USB 3.0, kinerja terbaik dan  dan daya tahan teknologi solid state.

SSD18C3 USB 3.0 terbaru adalah sebuah true Solid State Drive, berdasarkan kualitas tinggi dari memori flash NAND. Setelah diinstal, SSD akan beralih ke mode Turbo, meningkatkan kecepatan transfer data secara luar biasa hingga mencapai 260MB/s ketika dikoneksikan dengan port USB 3.0.

Karena tidak adanya bagian yang bergerak, SSD internal dari SSD18C3 bekerja tanpa menimbulkan suara bising, tetap dingin, dan dapat menahan benturan berlebihan atau getaran. Untuk menambah daya tahan lebih, SSD ditempatkan di sebuah kerangka silikon luar yang menyerap getaran, sekaligus dirancang dengan desain anti slip.

SSD18C3 menawarkan berbagai fitur state-of-the-art, termasuk tombol One Touch auto backup yang sangat nyaman. Sistem satu sentuhan backup dapat diaktifkan berkat adanya software preloaded Backup Manager, yang memungkinkan pengguna untuk melakukan backup dan sinkronisasi data mereka dengan mudah.

Pengguna juga dapat men-download tools bernama Transcend’s exclusive JetFlash Elite Data Management  untuk membantu pengguna memanfaatkan SSD secara lebih produktif, seperti untuk otentifikasi website otomatis, atau memeriksa account non email berbasis web dari jarak jauh hanya dengan hubungan SSD ke setiap komputer yang memiliki akses internet.

Transcend SSD18C3 Solid State Drive terbaru kini tersedia dengan harga US$ 224 untuk model 64Gb atau sekitar  US$ 448 untuk model 128Gb.

Ketika BIN Memantau JEJARING SOSIAL

0

Jejaring sosial, seperti Facebook dan Twitter kini mendapat sorotan Badan Intelijen Negara (BIN). Belum jelas benar apakah ini ada kaitannya atau tidak, dengan berbagai teror bom dalam bentuk kiriman paket buku yang terjadi belakangan ini di sejumlah tempat di wilayah Jakarta.

Kemungkinan bahwa media jejaring sosial telah dimanfaatkan oleh sekelompok orang tertentu untuk mengganggu ketenteraman warga dan mengancam stabilitas pemerintahan bisa saja terjadi. Kepala BIN, Sutanto menyatakan bahwa sosial media pada dasarnya sarana untuk masyarakat berkomunikasi, tapi tentu mesti disikapi dengan arif, karena bisa juga dimanfaatkan pihak tertentu (detikinet.com 22/3/11). Pernyataan ini mengindikasi-kan bahwa pemerintah makin serius mengikuti aktifitas komunikasi masyarakat melalui media jejaring sosial.

Bukanlah hal yang aneh kalau badan yang khusus mengintai gerakan-gerakan makar dan subversif ini ikut mengawasi akun-akun jejaring sosial yang  dicurigai menebar teror dan membangun persepsi antipati terhadap pemerintah hingga dapat mengganggu stabilitas roda pemerintahan dan keamanan negara. Masalahnya apakah tindakan pemantauan atau pengawasan ini dapat menjamin kebebasan warga untuk mengekspresikan pendapatnya secara bebas dan terbuka?

Ada kekhawatiran bahwa upaya BIN mengintai account Facebook dan Twitter ini akan membungkam suara rakyat di dunia maya. Setidaknya ini tampak dari para aktifis hak asasi manusia yang  kontra dengan upaya pemantauan oleh BIN tersebut. Mekanisme pemantauannya juga belum jelas seperti apa sehingga makin menimbulkan tanda tanya besar bagi sebagian kalangan yang kurang setuju itu. Lantas mengapa BIN juga perlu masuk ke dalam ranah maya?  Apa karena lembaga-lembaga yang terkait dengan aktifitas dunia maya belum menjalankan fungsi kontrolnya dengan baik sehingga perlu ada pemantauan seksama dari lembaga intelijen negara? Tampaknya ini masih perlu penjelasan lebih detail sehingga masyarakat tidak salah memahami langkah apa yang akan dilakukan oleh BIN untuk mengintai para pelaku teror dan penebar kebencian di jejaring sosial.

Langkah Keamanan

Sebenarnya langkah semacam ini bukanlah hal yang baru. Pemerintah di berbagai negara sudah lebih dulu melakukan hal serupa. Contohnya adalah Amerika Serikat. Seperti dilaporkan media CBS, sebuah dokumen dari Departemen Kehakiman menunjukkan bagaimana Amerika Serikat memakai Facebook, MySpace, Linkedin sampai Twitter untuk melakukan investigasi.

Misalnya mengumpulkan bukti dan menelisik informasi personal orang-orang yang diincar pemerintah. Berbagai metode pun dilakukan, contohnya agen intelijen membuat profil online palsu sebagai upaya untuk berhubungan dengan tersangka. Beberapa petunjuk juga dikulik, misalnya mencocokkan apakah seorang tersangka sungguh berada di suatu tempat dengan melihat apakah dia menulis tweet tentang lokasinya pada saat itu.

Nah, aksi tersebut sempat dipermasalahkan oleh beberapa organisasi di negeri Paman Sam, seperti Electronic Frontier Foundation. Hal ini karena tidak jelas bagaimana pemerintah menggunakan jejaring sosial untuk kepentingannya. Tidak disebutkan pula bagaimana batas penggunaan media tersebut oleh otoritas. Terkadang, pemerintah Amerika Serikat juga minta izin untuk mengakses account seseorang. Dalam dokumen itu, disebutkan bahwa Facebook, MySpace dan Twitter kadang dihubungi untuk membuka suatu account dan biasanya mereka cukup kooperatif. Khusus Twitter dinyatakan cukup ketat sebelum mau membuka akun, misalnya meminta surat perintah. Hal yang sama juga dilakukan pemerintah di negeri kerajaan Inggris. Mereka pernah diberitakan akan membuat aturan dimana situs jejaring seperti Facebook harus memberikan beberapa detail pengguna jika diminta oleh pemerintah, dalam upaya melawan terorisme.

Upaya pemerintah Inggris itu juga mendapat protes, antara lain dari lembaga UK Open Rights Group. Pada intinya, kekhawatiran berpusat pada bagaimana privasi pengguna jejaring sosial diperlakukan oleh pemerintah yang mengawasi jejaring sosial (Detikinet.com 22/3/11).

Sejak muncul pertama kali, situs jejaring sosial memang sudah menjadi incaran orang-orang iseng yang ingin memanfaatan situs-situs tersebut untuk tujuan-tujuan negatif. Padahal sejatinya fungsi situs jejaring sosial itu adalah untuk menjalin pertemanan antar manusia di berbagai belahan dunia.

Dalam perkembangannya, situs-situs tersebut selalu disalahgunakan oleh satu atau sekelompok individu untuk meraup keuntungan atau kepentingan tertentu. Media informasi dan komunikasi yang tergolong canggih ini menjadi sarana yang efektif bagi mereka untuk menjalankan aksi-aksi kejahatan.

Banyak kejahatan yang sudah dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab itu. Sebut saja penipuan, penculikan, propaganda, menjelek-jelekkan orang lain, fitnah, membangun opini buruk, perjudian, pronografi dan sebagainya. Celakanya, para pengguna Facebook dan Twitter kurang menyadari bahwa data pribadi mereka dapat dimanfaatkan oleh pejahat dunia maya itu. Rasa aman dan nyaman menggunakan situs-situs pertemanan makin tipis hingga membuat orang berpikir ulang untuk menggunakannya. Bahkan munculnya aksi-aksi teror di berbagai belahan dunia termasuk Indonesia belakangan ini juga disinyalir dilakukan melalui media informasi elektronik ini.

Yang terakhir ini mungkin yang membuat lembaga intelijen negara beraksi melakukan pemantauan. Boleh jadi karena aksi menebar teror dan kebencian apalagi yang dapat mengganggu jalannya roda pemerintahan ini bisa mengarah kepada tindakan makar atau subversif. Pertanyaannya, apakah BIN akan melakukan pemantauan seperti yang dilakukan oleh pemerintah Amerika atau Inggris?  Hal yang dikhawatirkan adalah apabila pengintaian dilakukan tanpa mekanisme yang jelas, maka masyarakat akan semakin ragu untuk mengekspresikan pendapat dan aspirasi secara bebas. Ini bisa mengarah kepada upaya membungkam hak-hak rakyat untuk berdemokrasi lewat saluran media sosial elektronik tersebut. Jangankan untuk pengintaian Facebook atau Twitter, penyadapan pun belum mendapatkan lampu hijau dari DPR. Sejauh ini, penyadapan masih menjadi kewenangan lembaga pengadilan. Usulan kewenangan menyadap komunikasi oleh BIN kini sedang dibahas dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Intelijen Negara.

Dalam kaitannya dengan pengumpulan data dan informasi melalui media jejaring sosial khususnya untuk penanganan terorisme, BIN hendaknya tidak masuk dalam wilayah kewenangan kepolisian. Misalnya melakukan penangkapan atau interogasi langsung terhadap akun-akun pengguna yang dicurigai bagian dari jaringan terorisme. Hal ini agar BIN tidak keluar dari koridor Undang-Undang yang berlaku. Jejaring sosial itu adalah media terbuka dan bebas. Oleh karena itu, sah-sah saja jika BIN melakukan pengawasan di situs pertemanan tersebut sepanjang itu dilakukan masih dalam batas kewenangan, fungsi dan tanggung jawabnya.

Dalam hal ini, BIN berhak menyampaikan data dan informasi tersebut kepada lembaga-lembaga terkait, misalnya kementerian komunikasi dan informasi atau lembaga kepolisian untuk menindaklanjutinya sesuai fungsinya. Penulis hanya mewanti-wanti jangan sampai upaya pengawasan atau pengintaian oleh BIN ini mematikan opini seseorang atau membuat orang ragu untuk bersuara secara bebas dan terbuka di dunia maya. Para pengguna Facebook atau Twitter harusnya juga lebih berhati-hati untuk mengumbar data diri dan foto-foto pribadi secara terbuka karena di luar sana masih ada orang-orang iseng kalau tidak dikatakan penjahat, yang suka memanfaatkan data tersebut untuk menjalankan aksi kejahatannya.

Terlepas dari semua itu, baik dan buruknya media jejaring sosial tersebut tetap kembali pada setiap orang untuk menyikapinya dengan bijak. Semoga bermanfaat.

Ditulis Oleh :

Muhamad Jafar Elly ( Pranata Komputer Muda LIPI, Praktisi dan Pengamat Teknologi )

Peran Penting TI dalam DMO

0

Baru-baru ini pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia mengagas terobosan baru dalam tata kelola daerah tujuan wisata atau yang dikenal dengan destinasi.

Tata kelola daerah tujuan wisata yang dicanangkan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata berlabel “DMO”, merupakan kepanjangan dari Destination Management Organization. Pengelolaan DMO ini dilaksanakan di 15 destinasi yang selanjutnya disebut dengan klaster.

Kelimabelas klaster DMO tersebut meliputi Kota Tua Jakarta, Pangandaran, Danau Toba, Bunaken, Sabang, Tana Toraja, Borobudur, Rinjani, Raja Ampat, Wakatobi, Tanjung Puting, Derawan, Danau Batur-Kintamani, dan Pulau Komodo-Kelimutu-Flores serta Bromo-Tengger-Semeru. Konsep tata kelola klaster tersebut mengadopsi dari cerita sukses dari beberapa negara yang telah mengadopsi konsep ini di negaranya. DMO sesuai dengan buku Pedoman Pembentukan dan Pengembangan DMO (Kemenbudpar, 2010), diartikan sebagai tata kelola destinasi pariwisata yang terstruktur dan sinergis yang mencakup fungsi koordinasi, perencanaan, implementasi dan pengendalian organisasi destinasi secara inovatif dan sistemik melalui pemanfaatan jejaring, informasi dan teknologi yang terpimpin secara terpadu dengan peran serta masyarakat, pelaku/asosiasi, industri, akademisi dan pemerintah yang memiliki tujuan, proses dan kepentingan bersama dalam rangka meningktakan kualitas pengelolaan, volume kunjungan wisata, lama tinggal dan besaran pengeluaran wisatawan serta manfaat bagi masyarakat lokal.

Jika menterjemahkan konsep tersebut maka ada empat sistem yang setidaknya saling hubung dan bersinggungan satu dengan yang lainnya, yaitu sistem destinasi, sistem tata kelola, sistem informasi, komunikasi dan teknologi, dan sistem pemasaran. Keempat sistem tersebut senada yang diungkapkan oleh Putera (2009) pada Biskom, edisi Juli 2009 bahwa ada empat faktor yang menentukan DMO yaitu unsur pemerintah, bisnis, pariwisata, dan teknologi informasi dan komunikasi.

Putera (2009) menjelaskan bahwa unsur-unsur yang ada dalam DMO akan dapat berjalan dengan baik apabila fungsi dalam tata kelola yang meliputi perencanaan, implementasi, dan pengawasan dapat dilaksanakan dengan baik. Serta perlu adanya integrasi satu dengan yang lain, atau umumnya disebut sebagai koordinasi. Fungsi-fungsi tersebut dalam perkembangan teknologi saat ini bisa didekatkan dengan teknologi informasi. Konsep inipun sangat sesuai dengan konsep DMO yang dipaparkan oleh Kemenbudpar, bahwa fungsi-fungsi dalam tata kelola dilakukan secara inovatif dan tersistem melalui pemanfaatan jejaring, informasi dan teknologi yang terintegral diantara stakeholder yang ada.

Keterkaitan antara DMO dan TIK

Zelenka (2009) menjelaskan, kehadiran teknologi informasi  dan komunikasi (TIK) sejak tahun 1980-an telah merubah wajah pariwisata di dunia, dimana telah terjadi revolusi dalam proses distribusi produk-produk pariwisata, komunikasi dengan konsumen dan lintasan bisnis diantaranya, gambaran kewilayahan, akses informasi, daftar harga, keamanan, serta jalur-jalur alternatif. Kesemua ini merupakan dampak dari hadirnya TIK. Sementara itu Putera (2009) menyebutkan, pengembangan dalam penerapan elektronika pariwisata saat ini telah bergerak pada pemuktahiran dengan paradigma pengelolaan sistem informasi pariwisata terpadu melalui Destination Management Organization (DMO). Paradigma ini mempertimbangkan peran dan fungsi suatu daerah tujuan wisata. Pengelolaan DMO dilakukan secara terpadu oleh lembaga pemerintah, perusahaan swasta, organisasi profesi dan elemen-elemen yang berhubungan dengan kegiatan pariwisata. Kegiatan pengelolaan ini mengarah pada pencapaian pembangunan ekonomi dan keseimbangan pembangunan wilayah.

Bahkan Chang (2003) telah melakukan riset yang menghasilkan enam dasar strategi dalam penerapan sistem informasi untuk DMO, meliputi: pertama, sumber keunggulan kompetitif adalah informasi – sehingga aliran informasi merupakan kunci dalam implementasi. Siapa saja yang memberikan informasi dengan baik dan lengkap dialah pemenangnya. Konsep ini dapat dilakukan melalui e-tourism. Kedua, Sistem Informasi merupakan investasi jangka panjang. Nilai kemanfaatan yang dihasilkan dengan sistem ini baru bisa dirasakan apabila sistem yang dibentuk dilakukan secara berkelanjutan dan informasi yang diberikan secara terus menerus dilakukan up dating dan melibatkan seluruh komponen kepariwisataan yang ada. Ketiga, memperjelas resiko yang ada: setiap sistem pasti memiliki peluang terjadinya permasalahan, sehingga sebelum diimplementasikan perlu diketahui hal-hal apa saja yang akan mempengaruhi jalannya sistem, seperti resiko teknik, fungsi, internal maupun dari luar. Hal tersebut bisa dideteksi sejak awal, setiap peluang terjadinya resiko. Keempat, Diferensiasi: produk dan jasa yang unik.

Sistem informasi merupakan portofolio bagi pemasaran produk dan jasa yang ditawarkan dan berbeda dengan pesaing yang ada. Kelima, Co-alignment: penyelasaran antara lingkungan ekternal, pilihan strategi, struktur organisasi, dan kinerja sektor keuangan. Langkah awal dari implementasi sistem informasi adalah penilaian terhadap lingkungan ekternal dengan mengidentifikasi kekuatan pendorong, perubah, dan pengantar nilai-nilai. Variabel dalam DMO harus dioptimalkan untuk saling berhubungan dalam rangka pencapaian tujuan pemasaran destinasi. Keenam, kontinuitas: kesinambungan dari arah dan pelaksanaan sistem informasi. Tanpa adanya keberlanjutan dan dilakukan secara terus menerus sulit pencapaian tujuan dapat terwujud.

TIK adalah salah satu kunci daya saing sejauh mana wisata dan bisnis yang ada disekitarnya berfungsi dengan baik. Bahkan virtualisasi objek wisata yang terdapat dalam website dan pemesan online menuju objek tersebut menjadi isu yang saat ini sedang berkembang (Bojnec & Kribel, 2005).

DMO tidak hanya semata-mata dipandang sebagai bentuk organisasi dalam pandangan klasik yang mengharuskan adanya bentuk hierarki pembagian tugas secara tegas dengan garis wewenang dan penugasan. Tetapi DMO sejalan dengan kelahirannya di masa modern, hendaklah dipandang sebagai bentuk pengorganisasian pengelolaan destinasi dengan menggunakan pendekatan modern pula, yaitu pemanfaatan jejaring, informasi dan teknologi. Ada tiga komponen penting dalam DMO yang sering dikemukakan Presenza (2005), yaitu coordination tourism stakeholders, destination crisis management dan destination marketing.

Bangunan DMO dengan Peran TIK di dalamnya

Destination marketing, menjadi ujung tombak dalam komponen DMO. Keberhasilan DMO dalam meningkatkan kualitas pengelolaan pada akhirnya berdampak pada peningkatan volume kunjungan wisata, lama tinggal dan besarnya pengeluaran wisatawan serta membawa kemanfaatan bagi masyarakat lokal. Kesemua ini ditentukan bagaimana destination marketing dapat menarik sebanyak-banyaknya pengunjung untuk datang ke wilayah yang telah dipromosikan. Destination marketing meliputi beberapa aspek, yaitu Trade shows, Advertising, Familiarization  tours, Publication & Brochures, Events & Festivals, Cooperative Programs Direct Mail, Direct Sales,  Sales Blitzes, dan Web Marketing. Banyak persepsi yang hanya memandang destination marketing sebagai bagian terpisah dari DMO. Padahal, justru bagian ini menjadi vital dalam memberikan informasi dan menarik minat wisatawan untuk datang ke wilayah tersebut. Dengan kata lain, percuma saja telah membangun kesadaran kolektif diantara stakeholders destinasi, membangun kawasan lebih baik, tetapi informasi tentang semua itu tidak dijalankan. Ketiga komponen tersebut haruslah berjalan secara bersama, dan bahu membahu dengan saling dukung, serta saling melengkapi.

Prinsip Dasar DMO Web

Banyak kajian dan contoh-contoh sukses dalam penerapan sistem ini. Namun, pada kesempatan ini, ada lima prinsip dasar yang umum dan penting untuk dipahami dalam membangun sistem informasi terintegrasi (DMO Web). Abouttourism memberikan catatan penting sebagai berikut:

Pertama, Look Good atau dalam bahasa yang mudah dipahami adalah enak dilihat. Artinya sebuah tampilan DMO Web harusnya memenuhi unsur visual yang atraktif dan menarik, enak dibaca, mudah dalam navigasi, serta penggunaan warna dan huruf yang padupadan.

Kedua, Perhatikan Konten, konten diibaratkan sebagai jalan untuk menunjukkan tentang apa yang ada pada kawasan tersebut. Pada konten ini akan terlihat jelas bagaimana setidaknya wisatawan bisa datang ke lokasi, menghubungi stakeholder yang ada, dan pada akhirnya akan terjadi transaksi. Informasi yang disajikan harus terkini dengan beragam visual yang menarik, seperti foto, video, dan cerita-cerita wisatawan yang pernah berkunjung.

Ketiga, Jadikan audien sebagai bagian dari DMO Web, karena bagaimanapun juga wisatawan adalah tujuan market sehingga melibatkan mereka secara langsung dalam DMO Web sangat dibutuhkan. Hal ini tentu saja dapat dilakukan dengan membangun komunitas online untuk menyebarkan keunggulan kompetitif dari destinasi yang ada. Beberapa studi tentang DMO Web di Eropa menyebutkan bahwa lebih dari setengah atau 57% dari pengguna DMO Web membaca ulasan perjalanan, dan 43% mengunjungi forum dialog yang berhubungan dengan perjalanan.

Keempat, SEO atau Search Engine Optimization. Ini merupakan sesuatu yang tidak mudah, para stakeholders harus pandai-pandai memberikan kata kunci ataupun pengkategorian dari setiap informasi yang ditampilkan dalam DMO Web. Tren yang ada biasanya calon pengunjung akan melakukan pencarian informasi pada mesin-mesin pencarian sehingga hanya 10 hasil pencarian utama yang sering kali dibuka. Kelima, Mengkoversikan. Memasukkan semua element mulai dari web desain, konten, penggunaan media sosial, dan strategi SEO adalah bukan hal mudah, DMO web bukan sekedar tempat jualan hotel, tikel ataupun paket liburan secara online, tetapi ada sisi lain yang bisa diberikan kepada calon pengunjung seperti informasi agenda kegiatan di kawasan, keunikan budaya, ataupun aktivitas kepariwisataan lainnya.

Tidak kalah pentingnya DMO web merupakan wadah komunikasi antar stakeholders yang ada, serta pembangunan sistem informasi ini dapat menjadi penyedia informasi yang lengkap dan akurat bagi konsumen/turis untuk mempersiapkan liburan mereka dan dapat melakukan pemesanan terhadap produk dan layanan pariwisata yang akan dituju, selain itu juga membantu perusahaan pariwisata agar lebih baik mengintegrasikan semua layanannya melalui pengorganisasian dan promosi secara personal dan meningkatkan pengalaman pariwisata, serta sistem ini membantu semua para pemangku kepentingan di daerah dan nasional untuk bersama-sama dalam menggunakan sistem dan database pariwisata tunggal untuk meningkatkan kerjasama serta menghindari informasi yang tidak konsisten.

Pada akhirnya DMO Web menjadi alat untuk industri pariwisata nasional dan DMO untuk mempromosikan secara efektif dan hemat biaya layanan pariwisata mereka ke seluruh dunia dan menjadikannya sebagai prioritas utama aplikasi e-commerce dan e-tourism.

Ditulis Oleh :

Prakoso Bhairawa Putera ( Peneliti Muda bidang Kebijakan dan Administrasi (Kebijakan Iptek) – LIPI, dan Peserta Program Beasiswa Pascasarjana Ristek 2010 di Universitas Indonesia )

BIN Ikut Pantau Aktivitas Jejaring Sosial

0

BINMedia jejaring sosial tak luput dari pantauan Badan Intelijen Negara. Twitter dan Facebook kini ‘dimata-matai’. Bisakah?

Revolusi Mesir jadi pemicu mencuatnya wacana bagi Badan Intelijen Negara (BIN) di Indonesia untuk memantau aktivitas masyarakat di situs jejaring sosial. Facebook dan Twitter memang memiliki peran sentral dalam memobilisasi aksi massa demonstran di Mesir, yang kemudian berhasil menumbangkan Presiden Hosni Mubarak.

Di dalam negeri, kekuatan jejaring sosial juga tercatat dalam berbagai peristiwa besar, mulai dari mobilisasi dukungan terhadap Prita Mulyasari hingga gerakan pembebasan pimpinan KPK, Bibit Samad Riyanto dan Chandra M. Hamzah. Karenanya, kehebatan jejaring sosial dalam menghimpun massa dan menyampaikan pesan dalam sekejap ke jutaan orang turut mengundang keinginan intelejen untuk mengawasi masyarakat.

Media jejaring sosial akhirnya tak luput dari pantauan BIN. Bila ada sesuatu yang mengancam keamanan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, BIN akan mengkoordinasikannya dengan Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo).

“Yang membahayakan tentu kami pantau, atau yang arahnya teror dan subversif tentu kami pantau. Tapi datanya kami serahkan ke Menkominfo,” jelas Kepala BIN, Sutanto di Gedung DPR, Senayan, Jakarta (22/3).

Setelah ditemukan yang diduga subversif, lanjut Sutanto, BIN menyerahkan sepenuhnya kepada Kemenkominfo untuk mengambil langkah selanjutnya. “Kami hanya memberikan peringatan dini kepada instansi terkait. Misalnya kalau masalah hukum kita serahkan ke kepolisian, masalah penyelundupan ke Bea dan Cukai. Kita ingin memperkuat departemen terkait agar bisa berfungsi lebih kuat” kata dia. Menurut Sutanto, media jejaring sosial pada dasarnya sarana untuk masyarakat berkomunikasi, tapi tentu mesti disikapi dengan arif. “Karena bisa juga dimanfaatkan pihak tertentu,” tuturnya.

Namun Kepala Pusat Informasi dan Hubungan Masyarakat Kementerian Komunikasi dan Informatika, Gatot S Dewabroto menjelaskan, proses pemantauan dan pengintaian terhadap account Facebook atau Twitter terhadap seseorang tak bisa dilakukan dengan mudah.

Gatot beralasan beberapa regulasi mengatur hal ini dengan ketat. Misalnya, Undang-Undang Telekomunikasi No 36/1999, pasal 40 dan 42, melarang adanya penyadapan informasi apapun kecuali adanya permintaan dari Jaksa Agung dan Kepala Kepolisian RI, atau pihak penyidik.

Selain itu, kata Gatot, peraturan di UU No 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), juga mengaturnya secara ketat di pasal 27-35. “Artinya, ini harus dilakukan secara rigid, hati-hati, sesuai peraturan, agar benar-benar tidak melanggar hak pribadi seseorang,” tandas Gatot.

Dia menambahkan, pemantauan terhadap jejaring sosial, secara teknis juga sangat sulit mengingat besarnya trafik pengakses situs jejaring sosial dari Indonesia. “Trafik jejaring sosial di sini per hari bisa mencapai 50-60 juta,” ujarnya.

Pengawasan bisa dilakukan bila memang sudah ada target yang jelas. Upaya itu pun dasarnya harus benar-benar kuat sehingga tidak melanggar hak asasi seseorang. Gatot mengakui, hal tersebut sudah pernah dilakukan dalam aksi pemantauan untuk pemberantasan kasus terorisme.

Dalam hal terorisme, Indonesia Security Incident Response Team on Internet Infrastructure (ID-SIRTII), lembaga pengawasan keamanan jaringan telekomunikasi berbasis protokol internet, mendapat permintaan dari Densus 88 untuk mengintai tersangka kasus terorisme. “Namun ID SIRTII hanya sebatas memberikan catatan log file trafik data yang bersangkutan,” kata Gatot.

Wakil Pimpinan DPR dari Fraksi PKS, Anis Matta, mendukung upaya pengawasan di situs jejaring sosial Twitter dan Facebook. Syaratnya, timpal Anis, pengawasan itu tidak mengganggu kebebasan masyarakat dalam bertukar informasi. “Rencana ini bagus, namun tidak harus mengganggu kebebasan masyarakat,” kata Anis.

Ia menambahkan, tak mungkin pemerintah bisa mengawasi semua akun Twitter atau Facebook, karena banyaknya pengguna kedua situs tersebut. Indonesia sendiri memiliki lebih dari 35 juta pengguna Facebook dan merupakan negara kedua terbesar pengguna Facebook setelah Amerika Serikat. Sementara di ranah Twitter, Indonesia berada di peringkat tiga terbesar setelah Amerika Serikat dan Brazil, dengan persentase tweet 14,52 persen dari seluruh tweet yang berseliweran di Twitter

Oleh karenanya, menurut Anis, sebaiknya account-account yang telah diketahui bermasalah saja yang perlu diawasi dan ditelusuri, agar tidak menimbulkan kecemasan di masyarakat.

Menanggapi keinginan BIN untuk mengawasi arus Facebook dan Twitter, Menteri Komunikasi dan Informatika, Tifatul Sembiring mengaku tidak mempermasalahkannya. “Tidak apa-apa, itu kan terbuka. Siapa saja bisa mengawasi Twitter. Saya saja diawasi terus, apalagi yang lain, masak tidak boleh diawasi?” kilah Tifatul (23/3).

Menurut Tifatul, kegiatan memantau situs jejaring sosial paling populer di dunia ini tak perlu harus  diperintah. Siapa saja instansi pemerintah yang berkepentingan juga bisa memantau situs tersebut. Terlebih jika bertujuan untuk mencegah pergerakan aksi teror yang dijalankan melalui situs jejaring sosial. “Saya pantau dari dulu Twitter, Facebook. Tidak usah diperintah, masak kita nunggu perintah, Twitter bebas-bebas saja,” tukasnya.

Tifatul tidak percaya jika Twitter dan Facebook mampu dijadikan alat untuk mengintai kegiatan politik maupun rencana teroris melakukan aksinya. Sebab menurutnya situs jejaring sosial merupakan sarana yang terbuka bagi siapa saja. “Mengintai itu bagaimana? Twitter itu terbuka. Diintai, dipelototin saja, tidak usah diintai-intai,” kata dia.

Sementara Menko Polhukam, Djoko Suyanto menyatakan dukungannya atas rencana BIN mengawasi situs jejaring sosial Facebook dan Twitter. “Kenapa tidak boleh? Yang terpentingkan caranya,” kata Djoko.

Djoko mengatakan jika BIN harus menunggu surat ijin pengadilan untuk mengawasi atau menyadap, maka tindakan kejahatan akan terjadi tanpa dicegah terlebih dahulu. “Kalau menunggu pengadilan, kejahatan keburu terjadi,” kata Djoko.

Hal senada diutarakan Roy Suryo, anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat yang menilai penyadapan atau pengawasan terhadap situs jejaring sosial sah jika ada undang-undang dan badan resmi negara yang mengawasinya. “Kalau institusinya resmi seperti BIN, tidak ada masalah. Oleh karena itu, kami sedang membuat Lawful Interception untuk mendukung BIN,” kata Roy melalui pesan tertulisnya kepada BISKOM.

Roy mengusulkan masalah RUU Intelijen ini tidak di besar-besarkan karena memang pengawasan atau penyadapan adalah ranah kerja BIN. “Itu kan memang tugasnya BIN, kalau bukan itu, lalu apa yang dikerjakannya?” ujarnya. Tapi Roy berharap BIN bertugas hanya mengumpulkan informasi, tidak untuk menangkap orang. Roy juga menyatakan tidak ada hak privasi pengguna di situs jejaring sosial.

“Memang ada privasi di dunia maya? Tidak ada,” tukasnya.

FRANCE-ILLUSTRATION-COMPUTER-FACEBOOK-FILESMasyarakat Bimbang
Atas dukungan tersebut, BIN mulai mengawasi aktivitas di dunia maya, terutama jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter. Hal ini membuat bimbang masyarakat. Terhitung sejak 24 Maret 2011, sekitar 100 pengguna Facebook menerima friend request dari BIN. Mereka pun merasa bimbang apakah harus menekan tombol Confirm atau Ignore.

Salah satunya adalah Yunus, 20, yang mengaku cukup kaget ketika membuka halaman Facebook-nya. Ia mendapati satu friend request, dan ketika ia memeriksanya ternyata permintaan dari account BIN.

“Saya bingung. Kalau saya confirm, nanti aktivitas saya diawasi. Tapi kalau saya ignore, nanti bisa dianggap melawan negara dan dituduh teroris. Bagaimana ini? Sampai saat ini saya belum memutuskan,” ucap Yunus.

Hal serupa juga dialami Kara, 22, seorang pengguna account Twitter. Ia mendapati jumlah follower-nya bertambah satu, awalnya ia sangat gembira, tapi ketika ia memeriksa pemberitahuan, ternyata dari Badan Intel Negara (@BIN) is now following your tweets (@kara#3) on Twitter.

Begitulah isi pemberitahuan yang membuat Kara kebingungan. Semula ia berniat untuk unfollow account BIN tersebut, tapi ia khawatir tindakan tersebut termasuk dalam tindakan yang melawan hukum. Apalagi ketika ia memeriksa DM (Direct Message) dan ia menemukan pesan dari @BIN yang berbunyi “Jangan lupa folback ya…”

“Saya sedang mempertimbangkan untuk menggunakan fitur mute, tapi saya takut kalau itu akan ketahuan,” ujar Kara sedih.

Melihat hal tersebut, ada baiknya BIN mempertimbangkan kembali aksi yang justru malah berpotensi meresahkan masyarakat.

3D Atau Smart TV?

0

Smart TV2 copyBanyak revolusi baru yang ditawarkan teknologi televisi (TV) tiga tahun terakhir ini. Diantaranya adalah TV yang mengemas teknologi 3D dan TV dengan konsep Smart TV. Diantara keduanya, manakah yang Anda pilih? Atau Anda ingin kedua-duanya?

Menyusul masa keemasan televisi berdefinisi tinggi, Plasma, LCD, dan LED, pertarungan sengit diantara teknologi-teknologi TV terus berlanjut. Teknologi tiga dimensi (3D) yang mulai booming di tahun lalu memang tampak surut di 2011 ini karena beberapa kekurangannya. Namun ketika pabrikan tengah menyempurnakan teknolog3D, muncul lagi istilah baru bernama Smart TV.

Kehadiran Smart TV didukung oleh layanan anyar yang ditawarkan operator, yakni Internet Protocol television (IPTV). Kabar baiknya, selian teknologi 3D yang sudah hadir pada tahun lalu, Smart TV maupun IPTV, di awal 2011 ini juga mulai diperkenalkan di Indonesia.

3D, Kurang Nyaman dan Mahal
Teknologi 3D memungkinkan pemirsa menyaksikan tayangan televisi ataupun film secara lebih nyata.  Dimensi yang disuguhkan membuat pemirsa seolah-olah berada pada saat yang sama dengan objek yang ditontonnya. Sayangnya, banyak faktor yang membuat teknologi ini kurang disukai konsumen.

Awalnya, tayangan 3D dianggap terlihat sedikit gelap, namun sudah bisa diatasi sejak lama oleh produsen LG, dengan teknologi barunya yang memiliki kecerahan gambar (brightness) tinggi. Kemudian, faktor kacamata menjadi alasan lain kurang lakunya televisi 3D di pasaran. Kacamata 3D dianggap terlalu tebal dan mahal. Bahkan kacamata tersebut membutuhkan pengisian daya (charge) secara periodik, serta  membuat gambar lebih gelap dan tidak nyaman.

Belum lagi,  hasil penelitian  dari Eidhoven University, Belanda yang menyimpulkan bahwa televisi 3D bisa mengacaukan fungsi kerja otak sehingga menimbulkan ketegangan pada mata, sakit kepala, dan mual, yang membuat teknologi 3D semakin berat dipasarkan.

Vice President Digital Consumer Practice Strategy Analytics, David Mercer mengatakan, “Kampanye pemasaran televisi 3D memang berlangsung gegap-gempita. Akan tetapi, ketertarikan konsumen terhadap televisi 3D, paling tidak dalam jangka pendek, ternyata masih sangat rendah.”

Permasalahan lain juga diungkap President & Chief Executive Officer Home Entertainment Division LG Electronics, Simon Kang, seperti dikutip dari Reuters, “Permintaan televisi 3D ternyata lebih rendah daripada perkiraan. Penyebabnya, harga yang masih terlalu tinggi dan konten 3D masih sangat terbatas.”

Firma riset iSuppli mencermati, pada saat ini satu unit televisi 3D berharga rata-rata US$ 600-US$ 700 lebih mahal daripada televisi dua dimensi  (2D) yang memiliki teknologi display sekelas.

iSuppli menjelaskan, harga jual rata-rata (ASP) televisi 3D pada 2010 adalah US$ 1.768 per unit. Harga televisi 3D menjadi sangat tinggi karena para produsen belum efisien dalam memproduksi televisi 3D.  Meski begitu, seiring peningkatan efisiensi proses manufaktur televisi 3D, iSuppli meyakini harga televisi 3D akan berangsur turun.

Sementara untuk faktor kenyamanan, para produsen TV 3D menyatakan akan menyelesaikan masalah tersebut  tahun ini. Perubahan itu akan diawali dengan mulai membuat kacamata 3D yang lebih ringan, tipis dan murah, mirip dengan kacamata 3D yang ada di bioskop, sesuai dengan harapan pasar.

Para produsen utama televisi di dunia bahkan hingga kini berlomba merilis televisi 3D terbaru untuk mendongrak pertumbuhan pendapatan. Para produsen tersebut mengklaim, televisi 3D sanggup menyajikan pengalaman lebih realistis ketika digunakan untuk menonton film, pertandingan olah raga, atau pun bermain game.

Simon Kang juga optimistis masalah yang membelit pasar TV 3D  akan mereda pada 2011. Karena itu, Kang memperkirakan, volume penjualan global televisi 3D pada 2011 akan melambung menjadi sekitar sepuluh juta unit.

Smart TV, Menjanjikan
Teknologi TV bernama Smart TV mulai gencar diperkenalkan. Smart TV atau kerap disebut dengan Internet – Enabled Television (IETV) bukan saja memungkinkan TV bisa menangkap siaran stasiun televisi, tapi juga mengakses konten-konten yang ada di internet melalui sambungan interet melalui TV. Bahkan saat ini penikmat Smart TV bisa berkomunikasi secara dua arah dengan orang lain melalui internet dari televisinya. Selain itu, dalam Smart TV harus juga terkandung fasilitas yang bisa memudahkan penggunanya melakukan aktifitas lain seperti disinkronkan dengan perangkat lain seperti smartphone.

Head of Marketing CTV dan AV Samsung Indonesia, Dicky Derajat mengungkapkan, saat ini  masyarakat tidak lagi bisa dipisahkan dari internet. Sehingga ke depannya TV tidak lagi menjadi media komunikasi satu arah, melainkan perangkat interaktif yang bisa memenuhi kebutuhan masyarakat.

Sama seperti Blackberry yang penyerapan pasarnya sangat cepat, dimana dalam waktu enam bulan, penetrasinya bisa mencapai 50%, konsep Smart TV juga akan menemui momentumnya dalam waktu dekat.

Samsung sendiri telah meluncurkan seri TV LED yang mengusung konsep Smart TV bulan lalu,  yaitu D8000, D7000 dan D6600 ke pasar Indonesia. Peluncuran televisi pintar ini merupakan inisiatif Samsung dalam menyikapi tren dan kebutuhan masyarakat yang terus mengalami perkembangan. Semakin menjamurnya perangkat pintar, seperti smartphone dan tablet menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia sudah sangat siap menyambut era digital, di mana setiap orang akan terhubung dengan internet.

Sementara itu, perusahaan Korea lainnya, LG, tengah membidik pasar Indonesia dengan konsep smart TV Sejumlah produk dengan teknologi terbaru termasuk smart TV siap digelontorkan pada tahun ini.

Presiden Direktur  PT LG Electrronics Indonesia, Kim Weon Dae menuturkan, Indonesia merupakan pasar yang dan terus tumbuh. Hadirnya Smart TV di Indonesia nantinya ditunjang dengan berbagai inovasi. Tampilan menu yang ada juga disajikan dengan menarik agar penonton tak bosan.

Selain LG ataupun Samsung, vendor lain yang berencana akan meluncurkan Smart TV ini di tanah air adalah Hitachi.
Hendra Kurniawan, Product Manager Hitachi Modern Sales Indonesia menegaskan bahwa dalam kurun waktu dua tahun akan mempelajari pasar Indonesia sebelum meluncurkan Smart TV di tanah air.

Sama seperti teknologi baru lainnya, untuk memiliki Smart TV, pengguna juga harus merogoh kantong cukup dalam.

IPTV Bakal  Geser TV Kabel
Untuk mendukung keberadaan Smart TV, operator kini menawarkan layanan  yang kini berkembang pesat di banyak mancanegara, termasuk di Hongkong. Layanan tersebut memungkinkan siaran televisi berbasis internet atau  IPTV. Siaran ini  diminati pengguna televisi karena sifat-sifat layanannya yang personal, sekaligus ubiquitous, dengan kualitas gambar dan suara yang prima. Tidak heran bila IPTV diprediksi banyak kalangan menjadi masa depan bisnis layanan televisi yang juga akan merebut perhatian masyarakat Indonesia.

Keberadaan IPTV diyakini bakal menggeser dan menjadi pesaing baru dalam bisnis televisi berlangganan, khususnya televisi kabel atau satelit. Akan tetapi, untuk sementara konsumen IPTV ini masih terbatas kalangan menengah atas.  Di Asia, operator yang mampu menjadikan IPTV sebagai penyumbang pendapatan terbesar adalah PCCW Hong Kong, Telekom Malaysia, dan SingTel Singapura. Layanan ini disebut bagian dari triple play karena tersedia jasa suara, data, dan media dalam satu perangkat.

Studi mengenai televisi berbasis internet di beberapa negara menunjukkan minat masyarakat yang relatif baik terhadap layanan IPTV. Saat ini operator IPTV dengan pelanggan terbanyak adalah PCCW (Hong Kong) yang mencapai lebih dari 850.000 pelanggan, dan France Telecom (Perancis) yang mencapai 800.000 pelanggan. Operator lainnya yang sukses adalah Verizon (Amerika Serikat) dengan 600.000 pelanggan. Sementara itu, di tingkat global bisnis IPTV juga memperlihatkan pertumbuhan yang cukup pesat. Begitupun di kawasan Asia Pacific, pertumbuhan bisnis Pay TV (termasuk IPTV) memperlihatkan kecenderungan meningkat setiap tahunnya.

Menurut Manajer Pengembangan Bisnis PT Cisco Systems Indonesia, Tony Seno Hartono, TV kabel berlanggan akan mendapat pesaing baru dari pengembangan teknologi berbasis internet yang bisa mengirimkan data berbentuk video.

Berbagai macam kelebihan yang ditawarkan IPTV ketimbang TV kabel atau satelit, salah satunya kemampuan untuk merekam atau menghentikan gambar (pause) saat tayangan tersebut disiarkan. Bahkan, tayangan itu bisa diakses secara mobile tanpa harus berada di dalam rumah. Sebab, terdapat alat yang disebut set top box, yang berfungsi seperti decoder, sehingga melalui internet, tayangan itu dapat dinikmati dari jarak jauh.

PT Telkom  yang tengah bersiap meluncurkan IPTV pada bulan Juni mendatang menilai, potensi siaran TV berbasis internet   ini cukup besar. Melalui IPTV Telkom akan menawarkan sesuatu yang baru kepada masyarakat. Optimisme tersebut didukung dengan data bahwa penjualan televisi layar lebar (LCD TV) cenderung meningkat.

“Pemilik televisi layar lebar itu dipastikan membutuhkan content yang bisa memaksimalkan penggunaan pesawat televisi mereka,” kata Sri Safitri, Senior Manager Internal Delivery Channel & Service Alliance  PT Telkom Indonesia. Dalam hal ini,  IPTV mampu menyediakannya, sebab IPTV menawarkan sesuatu yang berbeda sehingga menjadi pilihan yang menarik pada segmen layanan televisi berbayar.

Smart TV1 copyPersaingan 3D dan Smart TV
Diantara beberapa kekurangan yang timbul pada TV 3D membuat produsen TV 3D sadar bahwa film yang manarik dan enak ditonton bukanlah satu-satunya alasan konsumen untuk membeli TV 3D. Karena itu, para produsen tersebut beralih menawarkan fitur lain, yang diharapkan mampu membujuk konsumen membeli TV 3D.

Michael Inouye, Industry Analyst Allied Business Intelligence (ABI) Research mengatakan,  “Perlu diketahui,  sebagian besar TV 3D yang dirilis mulai Juni 2010 ternyata tidak lagi mengedepankan fitur 3D. Para produsen mulai menyematkan fasititas koneksi ke internet.”

Di pasar global televisi, televisi berkonektivitas internet memang jauh lebih laris daripada televisi 3D. Firma riset iSuppli Corp bahkan meyakini, Smart TV akan menjadi pendorong utama pertumbuhan volume penjualan televisi global pada 2010.

iSuppli menjelaskan, volume penjualan global Smart TV pada 2010 akan sanggup menembus angka 27,7 juta unit. Pada saat yang sama, iSuppli menegaskan, volume penjualan global televisi 3D ternyata hanya akan mencapai total 4,2 juta unit. iSuppli mengakui, televisi 3D memang berpotensi menjadi pendorong pertumbuhan jangka panjang pasar global televisi. Namun untuk jangka pendek, iSuppli menyebutkan, Smart TV adalah pendorong pertumbuhan utama.

Pada 2010, iSuppli menemukan, televisi 3D hanya dibeli oleh konsumen yang memiliki anggaran belanja nyaris tidak terbatas,dan antusias mencoba teknologi baru. Sementara itu, sebagian besar konsumen yang lain enggan membeli televisi 3D karena sejumlah kendala.

“TV 3D masih menghadapi sejumlah tantangan besar. Antara lain harga yang masih terlalu tinggi, konten yang masih sangat terbatas, serta rendahnya tingkat interoperabilitas. Sebaliknya, Smart TV tidak menghadapi kendala-kendala tersebut,” tutur Patel.

iSuppli mencermati, para produsen televisi terbesar di dunia seperti Samsung Electronics Co Ltd,LG Electronics Inc,Sony Corp, Panasonic Corp, dan Sharp Corp pada saat ini sudah menawarkan Smart TV. Produk-produk tersebut pada saat ini tersedia dengan ukuran layar mulai 24 inci hingga 65 inci.

“Dengan Smart TV, pengguna juga bisa menonton video online secara lebih nyaman, daripada di layar komputer atau smartphone yang berukuran lebih kecil,” ujar Analyst Television System Research iSuppli, Tina Tseng.

Berkat dukungan konten dan keberagaman pilihan, iSuppli memperkirakan, volume penjualan global Smart TV akan bertumbuh rata-rata 50 persen mulai 2010 hingga 2014. Khusus untuk 2010, iSuppli menyebutkan, volume penjualan global Smart TV bahkan mampu meraih pertumbuhan 124,9 persen. Karena itu, iSuppli mempercayai, volume penjualan global Smart TV pada 2014 akan menembus angka 148,3 juta unit.

Beda dengan iSuppli, Sony justru berpendapat  bahwa tingkat adopsi untuk TV 3D  dengan teknologi terbaru akan jauh lebih cepat dibandingkan HDTV. Diperkirakan TV 3D akan menjadi sangat populer di tahun 2011.

Seperti diketahui, perusahaan Jepang ini medukung teknologi 3D ke semua sumber daya, termasuk dukungan melalui konten PlayStation 3. Yang paling penting, TV set yang mendukung 3D melalui serangkaian perangkat baru Bravia.

President of Sony Computer Entertainment Europe, Andrew House, seperti dilansir Softpedia mengatakan,  “Di Inggris Anda melihat dorongan yang kuat oleh lembaga penyiaran seperti Sky, yang melihat potensi besar dalam teknologi 3D yang menyetir TV HD,” tambahnya. Selain itu, kata House, teknologi 3D akan sangat membantu pengalaman game secara keseluruhan.

Teknologi terus berubah dan berkembang. Pada saatnya nanti, bukannya tidak mungkin kita justru bisa melihat kolaborasi antara 3D dan SmartTV.

Country Manager Intel Indonesia, Santosh Viswanathan: Intel Siap Bersaing di Era Tablet

0

Insert Intel4 copyKepopuleran piranti mobile seperti tablet PC dan smartphone serta meningkatnya permintaan pasar akan notebook, membuat Intel sebagai produsen prosesor terkemuka di dunia bersiap meluncurkan sejumlah produk dan teknologi prosesor terbaru mereka di tahun ini.

Prosesor generasi kedua Intel Core ini memang telah lama ditunggu kehadirannya karena menjanjikan banyak keistimewaan baru.  Diantaranya beberapa fitur seperti prosesor grafis yang terintegrasi dalam chip prosesor, Intel QUICK SYNC Video, Intel HD Graphic, Intel Wireless Display 2.0 dan sebagainya.

Santosh Viswanathan sendiri terbilang baru dalam jajaran pimpinan Intel Indonesia. Intel menunjuk Santhosh sebagai Country Manager sejak Oktober 2010. Santosh bertanggung jawab terhadap seluruh operasional dan pengelolaan bisnis perusahaan produsen prosesor terbesar itu di tanah air.

Bagi pria berkebangsaan India ini, “Indonesia adalah pasar yang menarik, baik dilihat dari perspektif Asia Pasifik maupun secara global karena pertumbuhan pengguna internet yang sangat pesat.”

Santosh yang meraih gelar Sarjana Teknik Industri dan Manajemen serta MBA di bidang Penjualan dan Pemasaran dari India ini mengatakan, Intel akan terus berupaya meningkatkan jumlah pengguna komputer di Indonesia di segala segmen, mulai dari pemerintah, ritel, enterprise, pendidikan dan perbankan. Salah satu caranya adalah dengan menggandeng mitra operator telekomunikasi agar teknologi yang telah disediakan dapat dimanfaatkan untuk terkoneksi ke internet.

Kepada BISKOM, pada akhir Maret lalu, Santosh membagi strategi yang akan dijalankannya untuk semakin meningkatkan penjualan prosesor di pasar Indonesia. Berikut kutipannya.

Anda baru saja menjabat sebagai Country Manager di Intel Indonesia. Apa saja tanggung jawab yang diembankan kepada Anda?
Saya bertanggung jawab untuk mengelola operasi secara keseluruhan serta melakukan pertumbuhan bisnis Intel melalui saluran distribusi, original equipment manufacturer (OEM) lokal dan perusahaan multinasional di Indonesia. Langkah itu antara lain dilakukan dengan tetap menyediakan box processor untuk pasar ritel dan secara rutin memberikan pendampingan teknis kepada para produsen komputer lokal. Tidak hanya itu, Intel juga akan membantu dalam hal pemasaran melalui berbagai saluran promosi yang dapat digunakan mitra lokal.

Program saya ke depan adalah mengembangkan beberapa produk Intel di Indonesia dan fokus pada pengembangan broadband, edukasi dan kerjasama dengan perusahaan pengembang lokal. Untuk edukasi, Intel menyelenggarakan program pendidikan dengan melibatkan institusi pendidikan lokal. Bentuk investasi kami untuk edukasi adalah melalui pelatihan atau workshop kepada orang-orang agar lebih mengerti mengenai teknologi Intel.

Bagaimana Anda melihat pasar pengguna komputer dan internet di Indonesia?
Indonesia adalah pasar yang menarik dengan jumlah pemakai komputer dan internet yang terus tumbuh. Bayangkan, Indonesia merupakan negara dengan jumlah pengguna Facebook tertinggi di Asia Pasifik dan penetrasi pengguna Twitter tertinggi di dunia. Hanya saja, saat ini penetrasi personal computer (PC) di Indonesia masih sangat rendah. Data terakhir baru sekitar 5 persen.

Padahal, hasil riset menunjukkan bahwa penggunaan teknologi terkait dengan pertumbuhan ekonomi. Kenaikan penetrasi komputer sebesar 10 persen akan menyumbang pertumbuhan ekonomi sebesar 1 persen. Meski begitu, potensi pasar komputer di Indonesia masih sangat tinggi dengan pertumbuhan hingga 60 persen pada tahun lalu. Meski digempur smartphone dan tablet, saya yakin pasar PC, notebook, dan netbook masih tetap tinggi karena itu merupakan produk komplementer.

Intel sendiri akan tetap mengembangkan netbook agar lebih hemat daya dan fungsional berbasis Atom generasi baru dan akan memperluas portofolio netbook, notebook, dan tablet dengan MeeGo, sistem operasi yang dikembangkan Intel bersama Nokia.
Di sisi lain, kebangkitan industri kreatif, termasuk meningkatnya penghargaan dan minat masyarakat untuk menciptakan dan menikmati konten menjadikan Indonesia menjadi satu pasar potensial bagi Intel.

Insert Intel3 copySandy Bridge adalah ‘jawara’ baru Intel tahun ini, dan telah diluncurkan di Indonesia baru-baru ini. Apa yang bisa didapat dari Sandy Bridge?
Prosesor Intel Core generasi kedua dicetak dengan menggunakan silikon murni, yang disuling dari pasir pantai. Makanya disebut sebagai Sandy Bridge. Intel menghadirkan keistimewaan pada Sandy Bridge melalui beberapa fitur anyar seperti prosesor grafis yang terintegrasi dalam chip prosesor, Intel QUICK SYNC Video, Intel HD Graphic, Intel Wireless Display 2.0 dan sebagainya.

Melalui Sandy Bridge, pengguna bisa menikmati performa prosesor yang jauh lebih cepat serta kualitas grafis yang memuaskan. Selain itu penguna juga bisa menikmati keunggulan lain Sandy Bridge berupa wireless sharing dan pengalaman tiga dimensi yang impresif.  Prosesor ini dibuat melalui proses manufaktur 32 nanometer dari Intel yang lebih hemat energi dan lebih terjangkau harganya.

Keluarga besar generasi Intel Core merupakan teknologi terbesar bagi Intel tahun ini. Kehadiran prosesor ini memungkinkan kinerja virtual yang lebih pintar dan adaptatif daripada generasi sebelumnya.

Apa target yang ingin dicapai Intel pada prosesor generasi kedua ini?
Sejumlah vendor lokal dan multinasional seperti Asus, Acer, Dell, Hewlett-Packard (HP), Lenovo, Toshiba, Samsung, C-Cube, Extron, Gateway, MSI, T-Zone, dan Zyrex sudah menyatakan siap menghadirkan prosesor ini di komputer mereka. Namun Intel tidak memasang target muluk dalam pengapalan Intel Core di Indonesia tahun ini. Tahun lalu, pengapalan prosesor Intel untuk PC di Indonesia mencapai pertumbuhan 30 persen. Kami berharap setidaknya tahun ini bisa mencapai angka yang sama.

Insert Intel2 copySecara umum, teknologi apakah yang bakal trend di tahun ini, dan apa strategi Intel untuk ikut berperan dalam teknologi baru ini?

Teknologi yang kita lihat di 2011 akan lebih cerdas, lebih kuat dan lebih berguna. Beberapa prediksi  Intel untuk beberapa teknologi yang trend di tahun ini dimana Intel turut berpartisipasi di dalamnya mencakup 4 hal. Pertama Tablet Mania, “Hybrid-ization”. Komputasi Tablet, dalam berbagai  faktor bentuk dan sistem operasi akan membanjiri pasar.  Kami berharap dapat melihat perangkat hybrid baru yang memberikan kombinasi yang terbaik dari netbook dengan yang terbaik dari tablet, seperti prototipe Dell berbasis Intel yang diperkenalkan pada Intel Developer Forum atau Macbook Air 11 inci baru.

Kedua adalah menguatnya penjualan notebook akibat dari berkembangnya berbagai harddisk baru, grafis yang lebih nyata dan akses internet nirkabel untuk konten ke TV. Peningkatan ekonomi juga mendukung penjualan notebook di tahun ini. Hal ketiga adalah inovasi  baru dan teknik manufaktur akan terus menentang skeptis yang mengatakan Hukum Moore sudah mati. Ini berarti bahwa dalam tahun-tahun mendatang, berbagai miliaran perangkat baru akan memperoleh kemampuan komputasi dan konektivitas internet, memiliki lebih banyak fitur yang tertanam dalam silikon, dan juga secara dramatis melakukan pemotongan konsumsi daya baterai.

Dan yang keempat adalah meningkatnya penggunaan perangkat konsumen dan perangkat perusahaan untuk meningkatkan produktivitas menyebabkan tumbuhnya solusi virtualisasi, teknologi anti pencurian dan keamanan.

Saat ini, cukup banyak vendor prosesor yang ada di pasaran, bagaimana Intel memandang sebuah persaingan?
Kami tetap berkomitmen dalam upaya kami untuk memperkuat posisi Intel sebagai pemimpin pasar prosesor di Indonesia serta memberikan produk kualitas terbaik untuk semua lapisan masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Kami tidak dapat berkomentar atas nama pesaing kami sehingga Anda harus meminta mereka untuk memberikan respon mereka terhadap kami.

Insert Intel1 copyApa komentar Anda mengenai maraknya tablet PC, apakah tablet PC akan menggantikan notebook nantinya? Dan apakah ini mempengaruhi penjualan prosesor komputer, khususnya di Indonesia?
Intel yakin perkembangan pesat perangkat mobile di dunia tidak mempengaruhi penjualan prosesor komputer dan notebook di Indonesia. Sebuah perangkat tidak menggantikan perangkat yang lain. Hadirnya perangkat mobile seperti telepon selular pintar dan komputer tablet akan saling melengkapi dengan notebook atau komputer konvensional.

Ketika Anda ingin mengakses sosial media atau kegiatan ringan lainnya di Internet Anda mungkin akan menggunakan ponsel atau tablet tetapi ketika akan menciptakan sesuatu atau melibatkan konten yang besar Anda harus menggunakan komputer.

Kapankah Intel memulai debut prosesor Z670 untuk perangkat mobile?
Dalam waktu tak lama lagi. Prosesor Z670 yang sebelumnya diberi kode Oak Trail diciptakan sebagai chip di berbagai tablet dan perangkat hibrida lainnya.  Oak Trail menawarkan perbaikan untuk pemutaran video (1080p/HDMI), browsing Internet lebih cepat dan umur baterai yang lebih lama, semua tanpa mengorbankan kinerja.

Oak Trail juga menawarkan dukungan untuk sistem operasi, termasuk Android, MeeGo dan Windows.  Kelebihan lainnya, Z670 membantu memberikan perangkat efisien yang lebih kecil, lebih tipis dan tampil dengan kemasan grafis terintegrasi dan memory controller langsung ke prosesor.

Lalu bagaimana Intel mempersiapkan kemampuan Atom terbaru di tengah persaingan tablet PC saat ini?

Intel tengah mempersiapkan kehadiran prosesor Atom N570 terbaru yang merupakan prosesor dengan dual core. Prosesor ini mempunyai kinerja 1.66 GHZ dan 1MB dari L2. Sementara itu kemampuan menyerap konsumsi listrik, prosesor ini hanya sebesar 8.5 watt. Kemampuan lain dari Atom N570 ini adalah mendukung memori dengan format DDR3. Jadi meskipun Anda membuka aplikasi yang menuntut tenaga pemroses yang tinggi, seperti grafik definisi tinggi,  netbook tidak lantas menguras baterai dengan cepat.

Bagaimana cara Intel ikut berperan dalam mengembangkan broadband di tanah air sekaligus mengurangi kesenjangan akses internet?
Visi kami adalah menghubungkan suatu bangsa dengn akses internet. Broadband adalah jembatan yang penting untuk meningkatkan daya saing dan mempercepat pertumbuhan ekonomi suatu negara. Intel berkomitmen untuk memainkan peran integral untuk membantu mempercepat adopsi broadband dan PC di Indonesia.

Menurut Anda apakah produsen notebook lokal bisa maju di tengah gempuran produk dari seluruh dunia?
Produksi notebook dalam negeri masih akan tumbuh. Pasalnya, kini vendor lokal juga sudah menggunakan prosesor Intel sehingga konsumen dalam negeri bisa lebih percaya menggunakan produk tersebut.

Intel juga akan meneruskan kerjasama dengan para pengembang lokal. Saya yakin industri notebook dalam negeri bakal mencapai sukses ditunjang harga dan kualitas yang baik. Vendor lokal berkembang dengan teknologi Intel.