Home Blog Page 983

Sri Safitri : Telkom IPTV Beroperasi Juni 2011

0

Sri Safitri copyBUMN telekomunikasi,  PT Telkom  Indonesia akan  mengkomersilkan siaran televisi berbasis internet atau Internet Protocol Television  (IPTV) secara penuh  pada semester kedua 2011, tepatnya pertengahan  bulan Juni.

IPTV adalah layanan televisi layaknya penyiaran biasa, namun jalurnya melalui protokol internet.  Sri Safitri, M.Eng,  Senior Manager Internal Delivery Channel & Service Alliance  PT.Telkom Indonesia  mengatakan, terhitung sejak  Juni  nanti, Telkom menargetkan sekitar 30  ribu pengguna IPTV di Jakarta. “Kami tidak menggelar langsung untuk beberapa kota lain di luar Jakarta  karena harus melihat dulu respons pasar.  Jakarta akan  jadi prioritas untuk layanan IPTV dengan kapasitas kecepatan minimal 6 Mbps,” katanya.

Sri yang lulusan  Sekolah Tinggi Teknologi (STT) Telkom-Bandung mengatakan,  layanan terbaru Telkom ini memungkinkan pengguna untuk tak cuma pasif melihat siaran yang ada, tetapi aktif memilih layanan sesuai keinginan.

Teknologi IPTV yang  memanfaatkan jaringan kabel yang sama dengan Speedy dan telepon, adalah layanan premium, sehingga  Telkom  memilih yang sesuai dengan pasarnya. Tentu saja ke depannya, diharapkan pasarnya lebih luas lagi.  “IPTV bukan kompetitor Pay TV karena memberikan pengalaman berbeda bagi pemirsa,”  tandas Sri yang sepanjang kariernya dihabiskan di PT Telkom, dimulai sebagai Business Partner Relation Officer di Divisi Multimedia, menanjak terus hingga menjadi Senior Manager Marketing sejak Oktober 2008 hingga kini.

Sri melanjutkan, meskipun IPTV secara sederhana berarti Internet Protocol Television, tetapi sesungguhnya IPTV bukanlah sekadar content televisi yang didistribusikan melalui Internet. IPTV adalah sinergi antara kekuatan interaksi Internet dan Web, dengan kekuatan media televisi.

“Layanan IPTV  kini berkembang pesat di banyak mancanegara, termasuk di Hongkong.  Kami berharap dengan hadirnya TV masa depan ini bisa memenuhi segala anxiety dan desire masyarakat,” kata Sri yang  juga mengenyam pendidikan program diploma di Cable & Wireless College – Coventry di Inggris.  Sementara Gelar master diraih dari Royal Melbourne Institute of Technology (RMIT)-Australia.

Berikut petikan wawancara BISKOM dengan Sri Safitri baru-baru ini.

Bagaimana potensi bisnis IPTV di Indonesia?
Potensi bisnisnya cukup besar karena masyarakat Indonesia sangat aware  dan melek teknologi, selain itu IPTV juga memberikan pengalaman terbaru  bagi pemirsa. Jadi, jika sebelumnya  pemirsa menonton TV sesuai dengan jadwal yang ditentukan oleh para broadcaster, namun sekarang ini pemirsa bisa menonton tayangan yang diinginkan dan dimana saja.
Telkom selaku penyedia layanan Telecommunication, Information, Multimedia and Edutainment (TIME), menerjuni bisnis IPTV sebagai bagian dari upaya untuk memperkuat bisnis multimedia. Telkom sendiri  juga  sudah punya pengalaman yang cukup dalam mengelola televisi berbayar melalui TelkomVision atau Yes TV.

Soal harga langganan, apakah akan terpaut jauh dengan TV berbayar lainnya?
Sepertinya tidak karena kami memanfaatkan  infrastruktur broadband. Selain itu, karena ini layanan premium, maka hanya bisa dinikmati oleh orang-orang yang memilki bandwith besar yakni sekitar 6 MG.

Bagaimana kesiapan infrastruktur Telkom dalam mendukung IPTV?
Infrastruktur sudah siap namun saat ini masih difokuskan di Jakarta. Ada beberapa area yang sudah kami siapkan secara infrastruktur. Saat ini, kami sedang melakukan beberapa  uji coba kepada orang-orang yang kami tunjuk dan itu sudah jalan.
Jadi, meskipun  kami fokus di Jakarta tetapi trial sudah kami lakukan di luar Jakarta seperti Bandung dan Surabaya.  Telkom optimis bisa menyelenggarakan IPTV  mengingat kami telah berupaya untuk terus memperluas infrastruktur jaringan akses pita lebar di berbagai wilayah di Indonesia.

Kapan IPTV mulai beroperasi?
Kemungkinan pada semester kedua, sekitar bulan Juni 2011. Untuk sementara di Jakarta dahulu atau daerah-daerah yang memang menurut survei kami membutuhkan layanan ini. Untuk mendukung layanan ini, Telkom terus berupaya mengembangkan kapasitas akses, yakni mengembangkan akses pita lebar dan menambah kecepatan true broadband atau akses dengan kecepatan 20 Mbps dan 100 Mbps.

Apa saja upaya yang dilakukan Telkom untuk menarik pelanggan IPTV yang masih baru ini?
Upaya-upaya yang kami lakukan banyak hal, apalagi IPTV belum komersial. Kita memberikan edukasi ke pelanggan, misalnya apa sih bedanya IPTV ini dengan yang lain. Kemudian soft launcing dengan go to market. Kemudian, kami mulai  di social media, sehingga meng-create awareness orang.. Oh, teknologi IPTV ini sudah ada loh di Indonesia dan Telkom  yang pertama kali menggunakan teknologi tersebut.

Sri Safitri_2 copyBerapa target pelanggan IPTV di Jakarta?
Untuk tahap awal, pelanggan IPTV menyasar 30 ribu pelanggan di tahun ini. Setelah itu, target akan kami naikkan setelah  layanan PTV komersial atau dikenal masyarakat. IPTV adalah layanan premium, sehingga kami memilih yang sesuai dengan pasarnya. Tentu saja ke depannya, diharapkan pasarnya lebih luas lagi. Kami tidak menggelar langsung untuk beberapa kota karena harus melihat dulu respons pasar.

Kenapa Telkom menyasar IPTV, apa karena rendahnya  penetrasi TV berbayar di Indonesia?
Saya pikir pertumbuhan TV berbayar tidak berkurang. Kalau kami lihat  justru penetrasi TV berbayar  yang dimiliki Telkom seperti Yes TV, pertumbuhannya cukup pesat. Namun, kalau Telkom beralih ke teknologi IPTV, alasannya karena memang teknologi terkini.

Di luar negeri, layanan IPTV sudah mulai  booming seperti di Eropa dan Hongkong. Sebab, kalau kita tidak masuk ke teknologi ini, tentunya ada company lain yang masuk ke layanan ini, sementara  Telkom sudah memiliki infrastruktur yang tersebar  ke sekitar  10 juta pelanggan.

Nah, infrastruktur itulah yang kami manfaatkan dengan aplikasi IPTV dan mengakibatkan kenapa kami masuk ke teknologi IPTV sehingga kami bisa meningkatkan, memberikan value lebih  bagi pelanggan telepon yang saat ini kami miliki, mengingat teknologi ini menggunakan jaringan kabel.

Apa beda TV berbayar dengan IPTV?
Teknologi IPTV  memungkinkan acara-acara favorit ditonton kapan saja dan dimana saja penonton ingin. Dengan semakin terjangkaunya biaya akses internet cepat didukung dengan gadget yang kian canggih dan murah, kini memungkinkan pengguna untuk menonton TV dimana saja dan kapan saja.

Saat menunggu busway, macet di jalan ataupun saat luang di kantor dapat dimanfaatkan untuk menonton.  Jadi, kalau  TV berbayar misalnya ada 60 channel, dari segi quality ada beberapa yang yang masih  analog, maka kalau IPTV sudah pasti  digital. Dari sisi waktu menonton, dengan IPTV bisa record, dan bisa play kapan saja.

Selain itu, fitur-fitur apa saja yang ditawarkan IPTV?
Misalnya, IPTV mendukung layanan Time Shift TV (TSTV). Fitur ini memungkin pelanggan memutar atau memainkan kembali tayangan program TV yang telah tersedia dengan basis program live TV. Adapun Layanan Video on Demand (VoD) menyediakan konten yang dan disajikan kepada pelanggan dalam bentuk katalog, sehingga pelanggan dapat memilih film yang diinginkan.

Layanan VoD dapat mendistribusikan video dengan maupun tanpa enkripsi, dengan format SDTV maupun HDTV. Menu VoD juga dapat dikontrol oleh fungsi parental control. Fitur-fitur yang disediakan saat memainkan VoD meliputi antara lain  forward winding, multiple speed forward winding and rewind, play, pause, dan jump ke bagian tertentu dari film.

Berkaca dari luar negeri, respon IPTV di sana seperti apa?
Responnya sangat bagus seperti di Eropa dan Amerika. Ketika baru dikenalkan, penggunanya hanya 10 persen dari total  orang yang menggunakan internet, sekarang penggunanya sudah makin banyak dan sudah jadi booming.

Untuk Asia, yang paling booming IPTV adalah Hongkong  Study mengenai televisi berbasis internet di beberapa negara menunjukkan minat masyarakat yang relatif baik terhadap layanan IPTV. Saat ini operator IPTV dengan pelanggan terbanyak adalah PCCW (Hong Kong) dan France Telecom (Perancis).  Operator lainnya yang sukses adalah Verizon (Amerika Serikat).
Kalau di kawasan Asia Pacific, pertumbuhan bisnis Pay TV (termasuk IPTV) memperlihatkan kecenderungan meningkat setiap tahunnya.

AKBP Yakub Dedy Karyawan: Sistem Tilang Elektronik Siap Diberlakukan

0

foto lantas (1) copyBerbagai cara ditempuh Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya untuk memperketat pelanggaran lalu lintas terutama bagi pengendara yang kerap menerobos traffic light. Salah satunyacdengan  memberlakukan sistem Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE) atau tilang eletronik.

Sistem E-TLE ini mengadopsi sistem lalu lintas di Singapura.  Di negara  tersebut,  E-TLE digunakan secara terstruktur dengan sangat rapih. Semua hal dikontrol dengan teknologi informasi (TI), menggunakan Circuit Closed Television (CCTV) di segala penjuru kota, maka tak heran apabila jarang ditemui polisi di kota ini karena pengawasan terhadap kejahatan dilakukan secara komputerisasi dan terorganisasi dengan rapi.

“Kami berharap kedepan, teknologi TI di Indonesia khususnya kota besar di Jakarta  dapat setara dengan teknologi TI di kota-kota besar seperti di  Singapura. Kami  akan memasang CCTV pada setiap lokasi perempatan yang dipasangi sensor. Namun,  untuk sementara  sistem E-TLE ini  hanya diberlakukan  di  kawasan lampu lalu lintas Sarinah, Thamrin, Jakarta.  Kedepan, tidak menutup kemungkinan akan dilakukan pemasangan pada tiap perempatan di seluruh wilayah Jakarta,” papar Kepala Sub Direktorat Penegakan Hukum (Kasubdit-Gakum) Dit Lantas  Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar  Polisi (AKBP)  Yakub Dedy Karyawan, SIK.

Mantan Kasat Lantas Polres Gresik dan Polres Sidoarjo ini menambahkan, sistem kerja E-TLE  akan menyensor kendaraan yang terdeteksi melewati alat sensor dan secara otomatis akan merekam kendaraan dalam bentuk foto. Hasil rekaman ini akan terkirim ke TMC Polda, lalu diolah dan dicetak berupa surat tilang elektronik. Penerapan di kawasan ini sengaja dilakukan untuk mempersiapkan pemberlakuan sistem Electronic Road Pricing (ERP) yang akan menggantikan sistem 3 in 1 sebagai solusi kemacetan Jakarta.

Seperti diketahui, ada dua Undang-undang yang digunakan sebagai payung hukum dalam penerapan sistem ini, yaitu UU No. 11/ 2008 tentang Informasi dan Transportasi Elektronik, pasal 5 dan pasal 272, UU No. 22 /2009 tentang Lalulintas dan Angkutan Jalan.  Dalam peraturan tersebut, denda maksimal ditetapkan Rp. 500 ribu untuk masing-masing pelanggaran, yakni menerobos lampu merah, pelanggaran marka stop line, dan pelanggaran marka yellow box junction.

Berikut petikan wawancara dengan AKBP  Yakub yang pernah menamatkan pendidikan kejuruan  Traffic Law Enforcement PVI Apeldoorn Nederland dan  Financial Investigation di Kuala Lumpur, Malaysia ini.

Bisa dijelaskan tentang sistem tilang elektronik?
Direktorat Lalulintas Polda Metro Jaya akan memberlakukan sistem E-TLE pada April ini. Saat ini, pembenahan peralatan dan perlengkapan sedang dilakukan. Titik pertama pemasangan alat ini adalah di perempatan lampu merah Sarinah, Jakarta Pusat. Nantinya lokasi itu akan menjadi pilot project.  Bila dalam uji coba cukup baik, maka tidak menutup kemungkinan akan dilakukan pemasangan pada tiap perempatan di seluruh wilayah Jakarta. Sudah ada sembilan CCTV dilengkapi sensor khusus. Kendaraan yang melanggar stopline akan langsung terpotret.

foto lantas (2) copyBagaimana sistem ini bekerja?
Dalam penindakan, pengendara yang melanggar akan terekam. Setelah itu, foto pelanggar akan langsung terkirim ke Traffic Management Centre (TMC) Polda Metro Jaya, yang kemudian dilanjutkan dengan membuat surat tilang dan langsung dikirim ke pemilik kendaraan. Nantinya, pemilik kendaraan akan diberi waktu selama tujuh hari untuk mengikuti persidangan atau langsung membayar denda di bank.

Apabila pelanggar tidak mengindahkan penilangan, maka akan dilakukan pemblokiran surat tanda nomor kendaraan (STNK).  Karena itu,  masyarakat yang telah menjual mobilnya diimbau segera melapor ke Samsat setempat sehingga surat tilang tidak lagi dikirim ke alamat pemilik lama. Pemilik kendaraan segera balik nama jika membeli kendaraan dari pemilik sebelumnya.

Apa perbedaan surat tilang dengan sistem elektronik dengan surat tilang biasa?
Pada surat tilang elektronik ini, disertakan dua kolom isian.  Kolom pertama, pemilik kendaraan sesuai tertera pada STNK harus menyebutkan kendaraan tersebut digunakan oleh siapa saat tertangkap kamera melakukan pelanggaran. Sedangkan, kolom kedua, harus diisi jika kendaraan itu sudah dijual, ke siapa dan cantumkan alamat pembelinya. Pada intinya, di dalam surat tilang akan langsung tercatat lengkap dengan identitas pemilik kendaraan, sesuai dengan database kepolisian ditambah foto bukti pelanggaran dan tanggal kejadian. Para pelanggar nantinya harus membayar denda melalui Bank BRI yang merupakan bank kerja sama Polda Metro Jaya.

Apa saja Jenis pelanggaran dalam tilang elektronik tersebut?
Jenis pelanggaran yang terekam kamera, antara lain menerobos lampu merah, pelanggaran marka stopline dan pelanggaran marka yellow box junction. Dari ketiga pelanggaran ini pengendara bisa dikenakan denda maksimum Rp. 1,5 juta.  Saat ini penegakkan hukum sistem elektornik masih bersifat teguran. Polisi baru akan melakukan sanksi tilang jika masyarakat telah mengetahui  ada kamera di Sarinah.  Namun, polisi akan  tetap akan melayangkan surat tilang sebagai bukti pelanggaran itu ke alamat pemilik kendaraan sesuai  STNK. Teguran itu akan dikirim saat hari kerja via pos.

Sejak alat itu dioperasikan sudah berapa banyak pelanggar yang terekam kamera?
Dari data yang  kami  miliki, setiap hari lebih dari 500 pelanggar yang terekam, sejak alat itu mulai dioperasikan pada Februari lalu. Meski tidak terjadi secara signifikan, namun jumlah pelanggar lalulintas di kawasan Sarinah mulai berkurang.
Paling banyak pelanggar yang terekam kamera adalah pengguna motor dan angkutan umum,  kemudian  mobil pribadi.

Sejak 1 April 2011 hingga 5 April 2011 Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya sudah melakukan penilangan terhadap 1.570 kendaraan bermotor lewat sistem tilang elektronik atau E-TLE. Dari 1.570 pengendara yang melanggar terdiri atas 502 mobil pribadi, 82 kendaraan umum, dan 986 sepeda motor yang terekam lewat kamera CCTV yang dipasang di perempatan Sarinah. Paling banyak adalah melanggar marka garis berhenti atau stopline.

Bagaimana dengan payung hukum pemberlakuan sistem tilang elektronik?
Penerapan E-TLE memiliki  landasan hukum yang kuat yakni UU Nomor 11 thn 2008 pasal 5, tentang transaksi elektronik dan UU Nomor 22 tahun 2009 tentang Lantas dan Angkutan Jalan.  Landasan hukum E-TLE sudah jelas, jadi kami akan langsung melakukan penindakkan.

Saat ini,  kami  pun sudah menyelenggarakan kordinasi dengan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat berkenaan dengan sidang tilang. Sedangkan, untuk database plat kendaraan,  kami sudah bekordinasi database dengan beberapa Polda wilayah lainnya.  Saat ini, sedang persiapan diri guna mengintegrasikan indentifiikasi data kendaraaan dengan Polda Bali, Jawa Barat, Jawa Timur, Yogyakarta dan Lampung, karena plat kendaraan wilayah itu paling banyak di Jakarta. Jadi nomor plat di luar Jakarta juga dipastikan kena tilang.  Selain itu, polisi pun dapat langsung menindak plat nomor curian yang tertangkap tilang elektronik, melalui penindakkan di lapangan.

Apa yang Bapak harapkan dengan penggunaan sistem tilang elektronik tersebut? Dan apa saja upaya untuk mensosialisasikannya ke masyarakat?
Rencananya, tilang elektronik dilaksanakan secara soft, yaitu dengan cara kita mengirimkan ke pelanggar berupa surat teguran, bukti tilang elektronik lengkap dengan bukti hasil rekam pelanggarannya, dan brosur sosialisasi E-TLE.

Maksud dan tujuan pengiriman dokumen, yaitu agar masyarakat mengerti sistem tilang elektronik dan bisa menumbuhkan kesadaran dalam berlalu lintas. Kami berharap, semakin banyak masyarakat yang tahu dan mengerti tentang sistem dan mekanisme E-TLE dan menumbuhkan kesadaran berlalu lintas.

HP CP1025NW LaserJet Untuk Kalangan Bisnis

2

HP CP1025NWHewlett Packard (HP) menyasar kalangan bisnis, terutama usaha kecil menengah dan institusi pemerintah untuk  jajaran printer LaserJet berwarna terbaru mereka,  HP Color LaserJet Pro CP1025nw, HP LaserJet Pro CM1415FN dan  CM1415fnw Color MFP.
HP Color LaserJet Pro CP1025nw merupakan printer laser warna terjangkau bagi bisnis rumahan dan usaha kecil kelas menegah. Salah satu yang terkecil dan paling hemat energi di dunia. Sementara printer LaserJet Pro CM1415fn dan CM1415fnw adalah sebuah printer HP LaserJet multifungsi pertama yang mampu mencetak melalui web atau antarmuka layar sentuh 3.5 inci.
HP LaserJet Pro CM1415fn merupakan printer laser yang yang dilengkapi teknologi ePrint, teknolgi printer terbaru yang didukung oleh sistem komputasi awan. Sederhananya para pengguna bisa mencetak dokumen maupun foto hanya dengan mengirim email ke printer itu.
Printer-printer ini ditujukan bagi pelanggan bisnis kecil yang sadar bahwa warna dapat menjadi daya jual tersendiri agar produk lebih laris. Sistem inline menjadikan proses cetak lebih cepat, dan penggantian toner menjadi sangat mudah. Sementara USB port di bagian depan printer LaserJet Pro CM1415fn memungkinkan pencetakan dokumen PDF, JPEG atau scan bisa langsung melalui USB flash drive.
Sementara HP Color LaserJet Pro CP1025, meski tidak dilengkapi dengan teknologi ePrint, printer yang digadang-gadang sebagai printer laser terkecil di dunia itu lebih hemat energi dan cocok untuk digunakan oleh penggiat bisnis kecil dan menengah.
HP Color LaserJet Pro CP1025nw dijual dengan harga Rp. 2.700.000, untuk seri HP LaserJet Pro CM1415fn dijual Rp. 6.599.000, sementara CM1415fnw dijual Rp. 7.549.000.

SAMSUNG D8000 Smart TV Pertama di Indonesia

6

Samsung-TV-D8000Samsung menggebrak 2011 dengan meluncurkan tiga seri TV LED terbaru ke pasar Indonesia: D8000, D7000 dan D6600. Samsung mengklaim seri ini sebagai smart TV pertama di Tanah Air.
Samsung D8000, D7000 dan D6600 mengkombinasikan gaya elegan dan berbagai fitur dari seri sebelumnya. Dengan ketiga seri ini, Samsung berharap  bisa memberikan pengalaman hiburan baru kepada masyarakat. Seri D8000, D7000 dan D6600 tidak hanya memungkinkan penonton untuk menjelajah internet tapi juga menikmati lebih banyak pilihan hiburan yang terhubung dan dihadirkan melalui aplikasi lengkap.
Bagi Samsung, smart TV artinya bukan saja televisi yang terhubung dengan internet, tapi juga bisa menikmati berbagai konten hiburan interaktif. Selain itu smart TV juga bisa menyimpan histori dan preferensi penggunanya, seperti misalnya rekomendasi tayangan. Selain menawarkan fitur browser, rangkaian smart TV dari Samsung ini juga memungkinkan pengguna menikmati berbagai layanan dan aplikasi melalui Smart Hub.
Fitur utama yang menjadi keunggulan TV ini diantaranya adalah Search All, dimana pengguna bisa mencari konten yang diinginkan, baik pada TV maupun media yang terkoneksi. Selain itu masih ada Your Video, di mana televisi bisa menghadirkan rekomendasi tayangan berdasarkan histori tontonan mereka.
Melalui D8000, D7000 dan D6600 pengguna juga bisa mengakses berbagai aplikasi dari Samsung Apps, baik yang berbayar maupun cuma-cuma alias gratis. Peluncuran televisi pintar ini sendiri merupakan inisiatif Samsung dalam menyikapi tren dan kebutuhan masyarakat akan perangkat pintar. Bukan hanya perangkat mobile, perangkat televisipun dituntut  untuk terhubung dengan internet.
Samsung telah melepas ketiga seri smart TV ini mulai April 2010. Produsen Korea Selatan ini menawarkan banyak ukuran mulai dari 40 inci hingga 60 inci, Samsung membanderol seri smart TV mulai dari Rp. 16 juta hingga Rp. 70 juta.

LENOVO IDEAPAD Z460

0

z460Notebook Lenovo IdeaPad Z460 Series telah tersedia di pasar Indonesia. Notebook ini memiliki ukuran display 14 inci yang didesain bagi konsumen mobile yang membutuhkan fitur-fitur yang mendukung gaya hidup mereka.
Notebook IdeaPad Z460 Series tampil sebagai perangkat mewah kelas atas dengan keyboard chiclet fashionable yang sangat nyaman dan empuk digunakan untuk mengetik. Lenovo IdeaPad Z460 hadir dengan 3 pilihan warna trendi, Rose Red, Ocean Blue dan Mystic Black.
Produk ini juga memiliki motif hairline yang modern serta panel cover dengan efek metalik. Pengguna dapat menikmati tontonan film-film favorit mereka dalam Lenovo IdeaPad Z460 terbaru dengan format HD pada layar 16:9 widescreen berukuran 14 inci. Produk ini juga dilengkapi dengan Dolby Advanced Audio untuk pengalaman audio yang luar biasa. Melalui fitur OneKey Theater II, setting audio-visual dapat diaktifkan hanya dengan menekan sebuat tombol, sehingga Lenovo IdeaPad Z460 cocok digunakan untuk menikmati video dan konten multimedia terkini.
Untuk urusan grafis, Lenovo IdeaPad Z460 dilengkapi dengan grafis GeForce 310M 512 Mb sampai dengan 1 Gb yang didukung dengan teknologi NVidia Optimus. Ini merupakan teknologi terbaru dari NVidia yang memungkinkan peningkatan performa grafis dan dirancang khusus untuk menghemat baterai notebook.
Lenovo IdeaPad Z460 juga dilengkapi teknologi pengenalan wajah VeriFace dan OneKey Rescue System untuk penyelamatan data, serta sejumlah fitur unggulan lain.
Beberapa tipe Lenovo IdeaPad Z460 menggunakan sistem Windows 7 dengan Lenovo Enhanced Experience yang membuat performa Windows 7 bekerja lebih cepat.

SONY VAIO VPC-CA16FG Notebook Dengan Prosesor Sandy Bridge

0

Sony Vaio CBSony Indonesia telah menggelontorkan VAIO C terbaru dalam 2 model: VAIO CA dengan layar 14-inch dan VAIO CB dengan layar 15.5-inch. Masing-masing model tersebut hadir dengan beberapa tipe atau varian dan menggunakan prosesor terbaru Intel Core Generasi Kedua yang diberi kode ‘Sandy Bridge’.
VAIO CA adalah pengganti model VAIO EA yang sama-sama memiliki layar 14-inch. Untuk model VAIO CA, Sony menghadirkan 2 tipe yaitu VPC-CA15FG dan VPC-CA16FG.
Ada beberapa pilihan yang tersedia, yakni hitam, putih, pink, oranye dan hijau. VAIO CA terbaru menggunakan bahan light-emitting untuk menciptakan tampilan yang mewah dan tampak berkilau. Berat VAIO CA sekitar 2.45 kg dengan kontruksi keyboard yang nyaman untuk mengetik.
Sony VAIO CA memberikan kinerja yang memuaskan dengan prosesor Intel i Core terbaru. Seri VPC-CA15FG menggunakan prosesor Intel Core i5-2410M (2.30 GHz with Turbo Boost up to 2.90 GHz) dipadu dengan Memori 4 Gb DDR3, harddisk 500b, dan sistem operasi Windows 7 Home Premium.
Sementara seri VPC-CA16FG hanya tersedia dalam dua warna, hitam dan putih. Menggunakan prosesor  Intel Core i7-2620M (2.70 GHz with Turbo Boost up to 3.40 GHz), memori 4 Gb DDR3 dan harddisk 500 Gb.
Notebook Sony terbaru ini memperkenalkan sistem Hybrid Graphics menampilkan AMD Radeon HD 6630M GPU dengan VRAM 1Gb. Sistem ini menghemat tenaga, karena secara otomatis memilih tingkat kinerja grafis yang diperlukan untuk aplikasi-aplikasi yang dijalankan.
Kedua tipe VAIO CA dilengkapi dengan HDMI Connector, Hi-Speed USB 2.0 x 3, SuperSpeed USB 3.0 x 1 dan web camera beresolusi  1.31 megapiksel.
Sementara VAIO CB yang sama-sama diperkenalkan adalah pengganti model VAIO EB yang sama-sama memiliki layar 15.5-inch. Untuk model VAIO CB, Sony Indonesia menghadirkan satu tipe yaitu VPC-CB16FG.
Notebook dengan casing hitam seberat 2.85 kg ini bekerja dengan prosesor Intel Core i5-2410M (2.30 GHz with Turbo Boost up to 2.90 GHz), sistem operasi Windows 7 Home Premium (64-bit), memori 4 Gb DDR3 dan harddisk 640 Gb.
Dengan notebook-notebook ini, pengguna dapat menikmati tontonan konten 3D Blu-ray Disc dengan menghubungkan VAIO C terbaru ke TV layar besar seperti BRAVIA.
Sony memasarkan notebook ini dengan harga kisaran mulai dari Rp. 9 juta hingga Rp. 12 jutaan.

Meresahkan, Intel di Jejaring Sosial

0

Editorial AprilRANCANGAN Undang-Undang (RUU) Intelijen Negara pernah dibahas pada 2005. Sejumlah organisasi sempat menolak RUU itu karena curiga keberadaannya hanya untuk melegalkan “polisi rahasia” yang memata-matai aktivitas masyarakat. Belum lama ini sejumlah kalangan kembali mengkritik kewenangan Badan Intelijen Negara (BIN) yang akan mengawasi account jejaring sosial seperti Twitter dan Facebook.

Alasannya, kewenangan tersebut bisa menganggu iklim demokrasi dan kebebasan berekspresi warga negara. Wacana pengawasan account jejaring sosial di internet merupakan salah satu poin yang dibicarakan dalam pembahasan Rancangan Undang- Undang Intelijen. Karena itu, RUU Intelijen seharusnya dijiwai dengan semangat anti-diktatorisme dan memperkuat penegakan hukum dalam bingkai civil society. Hal itu disampaikan anggota Komisi I DPR RI, Muhammad Syahfan Badri Sampurno.

“Kami ingin punya inteligen yang kuat dan mampu mendeteksi setiap potensi ancaman dan gangguan keutuhan negara, akan tetapi kita juga ingin itu semua dapat mewujudkan masyarakat sipil yang demokratis, terbuka, dan taat pada hukum. Jangan sampai RUU intelijen ini membatasi hak-hak sipil, melanggar HAM dan lain sebagainya” tegas Syahfan.

Lalu apa yang diperbolehkan BIN dalam konteks kasus teknologi informasi seperti maraknya jejaring sosial Facebook Twitter, atau bahkan milis komunitas dunia maya? Kepala BIN, Sutanto mengatakan, UU Intelijen penting untuk menjaga keutuhan negara. Menurut mantan Kapolri ini, Indonesia membutuhkan sebuah UU Intelijen kuat untuk menangkal semua kejahatan, baik dari dalam negeri maupun luar. Sutanto juga menepis bila BIN digunakan untuk kepentingan pemimpin.

Di sisi lain, seperti halnya di dunia nyata, di dunia mayapun telah terbentuk komunitas-komunitas yang jaringannya meluas berdasarkan minat anggotanya. Ada komunitas penggemar open source software, animasi, Java dan lain sebagainya. Dalam sebuah komunitas, anggotanya saling mengawasi, mengkritik dan mendukung kemajuan sesama anggota. Ini lah sebabnya, komunitas menjadi salah satu pilar kemajuan teknologi informasi (TI) di tanah air.

Dengan kata lain, disinilah peran strategis BIN dan komunitas dalam memberikan masukan bagi pemerintah agar pilar-pilar ekonomi dan politik nasional tetap dikuasai, dipegang oleh negara. Diperlukan kajian mendalam, strategis dan menyeluruh terhadap rencana mengawasi Facebook dan Twitter agar jangan sampai malah meresahkan masyarakat dan komunitas, khususnya pengguna jejaring sosial.

Salam,
REDAKSI

7 Pabrik Komputer Lokal Gulung Tikar

6

Focus 01DALAM 3 tahun terakhir, jumlah pabrik komputer di Indonesia terus menyusut. Dari semula 12 perusahaan, kini tinggal 5 perusahaan saja. Penerapan bea masuk 0% (nol persen) bagi produk komputer jadi menjadi pemicu utamanya. Pemerintah diminta meninjau ulang kebijakan tersebut. “Bagaimana tidak kolaps kalau bea masuk komputer jadi diturunkan hingga nol persen. Industri kita belum bisa bersaing. Mereka memilih menutup usaha daripada melanjutkannya dengan penjualannya sangat rendah,” ungkap Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Teknologi Informasi dan Telekomunikasi, Didie W Soewondho seperti dilansir Kompas, (15/3).

Beberapa merek lokal yang saat ini masih eksis adalah Zyrex, Advan, Byon, Axioo dan Ion. Membanjirnya produk komputer impor sekaligus komputer selundupan telah mengubah semangat industri menjadi semangat dagang. “Para pemilik usaha komputer lokal akhirnya hanya menjadi pedagang saja. Semangatnya untuk menjadi industrialis sudah padam,” kata Didie.

Menurut dia, pemerintah seharusnya membebaskan bea masuk impor untuk komponen komputer. Namun yang terjadi, pemerintah justru menerapkan bea masuk sebesar 5-10% bagi komponen komputer rakitan. Padahal, pemain komputer rakitan sangat banyak dan hampir semuanya merupakan UKM.

Di Indonesia, jumlah UKM yang bergerak di perakitan komputer berkisar 5.000 unit. Sebagian besar komputer yang digunakan masyarakat, terutama kalangan menengah ke bawah, adalah jenis rakitan. “Kalau bea masuknya saja 5-10%, bagaimana mereka bersaing dengan komputer jadi yang bea masuknya nol persen,” katanya.

Didie mengatakan, pihaknya akan segera melaporkan masalah tersebut ke menteri perekonomian. Dia berharap menteri perekonomian bisa berkoordinasi dengan kementerian yang terkait dengan kebijakan tersebut. Kebutuhan komputer di Indonesia per tahun mencapai 12 juta unit. Dari jumlah tersebut sebanyak 60% dipenuhi dari produksi dalam negeri, baik rakitan maupun komputer jadi. Sisanya dari komputer impor, terutama dari China. Dibandingkan jumlah penduduk, yang sudah menembus 230 juta, angka penetrasi komputer di Indonesia masih sangat rendah, yakni berkisar 5%. “Ke depan, pangsa komputer masih sangat terbuka lebar. Di Thailand, penetrasi komputer tiap tahun sekitar 55% dari total jumlah penduduk,” katanya.

Menurut Ketua Umum Kadin, Suryo Bambang Sulisto, sektor industri komputer harus dipersiapkan untuk menghadapi masyarakat ekonomi ASEAN tahun 2015. “Industri dalam negeri harus diperkuat. Jika tidak, pasar potensial kita akan diambil negara lain. Banyak negara yang mengincar pasar Indonesia karena potensi jumlah penduduk yang cukup banyak,” papar Suryo.

Dia menambahkan, dengan kepemimpinan Indonesia di ASEAN saat ini seharusnya Indonesia bisa lebih banyak melakukan pembenahan internal untuk menyongsong masyarakat ekonomi ASEAN. “Jadi, fokusnya jangan hanya pada regional, tetapi juga internal sendiri,” kata Suryo.

Focus 02Sulit Berkembang
Sementara itu Direktur Jenderal Industri Alat Transportasi dan Telematika Kementerian Perindustrian, Budi Darmadi mengatakan, saat ini masih cukup sulit untuk menumbuhkan industri perakitan atau asembling komputer di Indonesia. “Karena bea masuknya nol persen,” kata Budi.

Pengenaan bea masuk 0%, dilandasi kebijakan untuk menumbuhkan melek teknologi di masyarakat Indonesia. Sehingga dengan bea masuk 0% ini, orang lebih memilih untuk berdagang. Budi berharap dengan pemberlakuan pasar bebas ASEAN Cina saat ini, industri komponen akan masuk ke Indonesia, atau mereka masuk sekalian dalam industri perakitan.

Sebenarnya, sambung Budi, sudah ada sejumlah perusahaan yang berniat untuk mendirikan pabrik di Indonesia, tapi hingga kini perusahaan-perusahaan itu baru sekadar melihat-melihat potensi di Indonesia. “Masih cek dan ricek mereka,” kata dia.

Hanya saja yang jelas, pemerintah sudah berbicara dengan para prinsipal pabrikan komputer untuk mendirikan pabriknya di Indonesia. Budi mengatakan pemerintah akan memberikan bea masuk ditanggung pemerintah untuk bahan baku yang masih harus diimpor.

Menanggapi hal ini Ketua Bidang UKM Masyarakat Telematika (Mastel), Rudy Rusdiah menyatakan keheranannya kenapa barang jadi 0% sedangkan sukucadang sedang diperjuangkan menuju 0%. “Karena kita ingin jadi pedagang barang jadi. Sebab kalau mau bikin pabrik, malah kena pajak beli sukucadang. Dari sini, bukannya industri PC ingin jadi pedagang, tapi regulasinya yang membuat kita jadi pedagang. Indonesia terbalik dengan Singapura atau di Malaysia,” jelas Rudy.

Menurutnya sudah menjadi paradigma di negara kita di mana para pejabat begitu kaku membuat pelayanan publik. “Paradigmanya masih kalau bisa dipersulit kenapa harus dipermudah. Hal-hal seperti ini menghambat bisnis dan menciptakan ekonomi biaya tinggi.. Inilah yang menyebabkan tujuh perusahaan komputer itu bangkrut,” kata Rudy.

Rakit Notebook?

Tapi anehnya, di tengah pabrik komputer berguguran, dalam bursa kerja ‘Job Matching SMK’ di Jatim Expo, (4/12/ 2010) yang diikuti 102 perusahaan yang ada di Jatim, sekitar 700 siswa SMK memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) dengan merakit 4.333 unit notebook.

Atas perakitan notebook ini, Direktur Pembinaan SMK Ditjen Dikdasmen Kemendiknas, Joko Sutrisno mengungkapkan, saat ini masing-masing pemda menyediakan dana sekitar Rp 25 juta bagi lulusan SMK, khususnya yang memiliki keahlian dalam bidang perakitan notebook. Dengan keahlian yang dimilikinya, lulusan SMK bisa menyediakan lapangan pekerjaan baru. Pasalnya, gagasan cemerlang itu perlu mendapat dukungan dari perusahaan penyedia perangkat komputer. “Bila perlu perusahaan komputer menyediakan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) dengan harga murah. Sehingga notebook bisa dijual dengan harga murah,” jelasnya.

Yang menjadi pertanyaan, sementara pabrik komputer lokal rakitan berguguran, kok Kemendiknas menyatakan sedang membuat program perakitan? Bagaimana siswa SMK bisa dididik dan bekerja di bidang perakitan komputer atau notebook jika industri rakit lokal berjatuhan?

Tablet Android Dari ViewSonic Siap Dipasarkan

0

1Produsen monitor, ViewSonic, mencoba satu terobosan baru dalam dunia komputasi dengan menghadirkan tablet PC bernama ViewPad 7.

Diperkenalkan di Indonesia pada April ini, ViewPad 7 disebut sebagai  perangkat all-in-one yang menakjubkan, karena kemampuannya yang bervariasi. Bukan hanya bisa digunakan sebagai komputer, game center sampai e-Book, ViewPad 7 juga merupakan perangkat inovatif utama yang mampu melakukan pekerjaan multitasking.

Melissa Huang, Sales Director ViewSonic saat peluncuran ViewPad di Hotel Nikko Jakarta, Senin (11/4) mengatakan, “Memiliki layar berukuran kompak, 7 inci, ViewPad mudah dibawa kemanapun dibandingkan netbook, dan juga mampu bekerja lebih baik  dibandingkan ponsel cerdas lainnya.”

Soal layar, ujar Melissa, tak perlu diragukan, mengingat piranti ini lahir dari perusahaan yang memproduksi monitor. Layarnya berjenis LCD WVGA 800×480, sangat mumpuni untuk menampilkan foto-foto favorit milik Anda.

ViewPad 7 adalah perangkat Android Google Mobile Services (GMS) yang telah didukung oleh tersertifikasi Google Android terbaru 2.2 sebagai sistem operasi dan menggabungkan kemampuan prosesor Qualcomm  MSM7227 600MHz dengan teknologi 3.5G dan RAM 512Mb.

Paduan keseluruhannya memungkinkan pengguna untuk menikmati akses gratis untuk lebih dari 100.000 aplikasi tambahan, seperti Android Market, Google Maps, Voice Search, Gmail, YouTube dan banyak lagi.

Dua kamera yang terletak di depan dan belakang yang berjenis VGA 3 megapiksel  memungkinkan Anda untuk melakukan fungsi panggilan video 3G, GPS Navigasi, dual speaker stereo, resolusi tinggi hiburan AV, dan document-to-go yang membantu penggunanya untuk bisa bekerja  di mana pun. ViewPad 7 juga memastikan Anda untuk membawa semua konten multimedia favorit di manapun Anda berada.

Kelebihan lain dari tablet PC ini yakni daya tahan baterai, dimana baterainya mampu bertahan hingga 10 jam.

Selain ViewPad 7, ViewSonic juga meluncurkan  ViewPad 10 yang berukuran layar 10 inci. Seri ini hadir dalam dua versi. Memakai prosesor Atom 1.66GHz Atom,  memori SSD 16GB, RAM 1GB dan Windows 7 Home Premium, sedangkan versi lainnya  memakai sistem operasi Android.

2Layar ViewPad tampak tajam dengan resolusi 1024×600 panel LED backlit, ViewPad 10 sangat cocok untuk anda yang ingin menggunakan Windows untuk melihat konten berbasis Flash dan program kantor, dan juga perangkat Android untuk hiburan mobile.

Untuk pasar Indonesia, ViewSonic juga meluncurkan ViewPad 4 yang berukuran layar sentuh WVGA 4 inci. Tablet ini punya fungsi telepon dan memiliki kamera 5 megapiksel autofocus yang bisa merekam video HD 720p.

Dalam memasarkan tablet dan ponsel Androidnya di Indonesia, ViewPad mempercayakannya kepada PT Sistech Kharisma. “ViewSonic menunjuk Sistech untuk memasarkan ViewPad. Dengan ini after sales ViewPad bakal tersedia jaringan Sistech seluruh Indonesia,” ujar John Kurniawan, Presdir Sistech Kharisma.

Mulai bulan ini pengguna sudah bisa menikmati ViewPad 7 sebagai pasokan pertama ViewPad, dengan jumlah stok 1.000 unit dan harga di bawah Rp 4 jutaan.

Frans Thamura: Komunitas Bantu Pertumbuhan TI

0

Figure Frans 01JUG Indonesia yang semula sebagai milis lowongan pekerjaan Java, yang saat itu sulit sekali didapat, telah berubah menjadi sebuah komunitas Java yang aktif dengan lebih dari 200 perusahan yang menggunakan Java di dalamnya. Saat itu penggiat Java, Frans Thamura, berniat untuk melakukan edukasi masal, menggunakan milis Java. JUG akhirnya memilih melakukan edukasi Java yang bersifat open source.

Dalam perjalanannya, JUG Indonesia memiliki mentor langsung, yaitu Bruno Souza, pendiri JUG terbesar di Brazil, dengan anggota lebih dari 20.000. Brazil merupakan salah satu negara berkembang yang sangat solid dalam implementasikan open source. Lalu apa kegiatan JUG Indonesia saat ini? “JUG membantu industri teknologi informasi (TI) Indonesia untuk growth. We provide more real proven trusted solution,” tandas Frans kepada BISKOM, awal April lalu.

Berikut kutipan perbincangan kami dengan Frans yang juga menjabat sebagai Direktur Meruvian.

Bagaimana komunitas JUG saat ini?
JUG Indonesia sudah ada sejak April 2003 dengan lebih dari 4000 member aktif. Sedangkan di Java Education Network Indonesia (JENI) ada sekitar 15.000 member. Selain melalui forum di internet, kami juga kerap ‘kopi darat’ untuk sharing pengetahuan.

JUG Indonesia mendapat dukungan dari Brazil, dukungan seperti apa kongkritnya?
Brazil telah memberikan banyak dukungan sehingga JUG Indonesia banyak mengimplementasikan gerakan Brazil. Brazil merupakan salah satu negara berkembang yang sangat solid dalam implementasi open source, dan telah berhasi menghubungkan lebih dari 100 juta penduduknya dengan sistem rumah sakit berbasis Java, dan mengimplementasikan sistem perpajakan online multiplatform berbasis Java. Selain itu, JUG Indonesia juga dipengaruhi oleh JUG dari Rusia. Rusia sendiri merupakan salah satu negara yang sangat maju, dengan julukan Silicon Valley di Eropa Timur.

Pengakuan lain dari mana?
Ada pengakuan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) Mesir, dimana kami mendapat dukungan dari mereka untuk menjalankan program Java Education Network Egypt (JENE). JUG itu kan center-nya kreativitas yang fokus pada result product dan proven. JUG Indonesia salah satu founder JUG Asia, dan saya dipercaya menjadi Coops pendidikan Java di Mesir, juga Korea untuk kolaborasi JUG Asia.

Kemkominfo Mesir baru menyetujui JENE di Mesir menjadi program strategis dengan pendanaan lima tahun. Bayangkan, Java di sana mendapat program kerja selama lima tahun dengan investment center lima tahun. Tapi di Indonesia, pemerintah masih enggan mendukung JUG Indonesia, meski di tingkat dunia, Indonesia termasuk yang berpengaruh. Java telah digunakan di kampus-kampus, meski mereka tidak mau mengakui materi yang kita buat. Jadi material standar laboratrium komputer univesitas diadopsi menjadi kurikulum politeknik, universitas dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Saat ini kami sedang mengajukan kurikulum nasional SMK untuk 1.800 sekolah atau sekitar 500 ribu anak SMK. Ini bisa menjadi proyek programming terbesar di dunia. Bahkan sepertinya program kita akan jadi standard di ASEAN, Afrika dan Timur Tengah.

Benefit apa sebenarnya yang bisa Anda dapatkan dari komunitas nirlaba seperti ini?
Tidak ada secara finansial. Apalagi beberapa moderatornya hengkang ke luar negeri, sehingga tidak bisa bertransformasi menjadi organisasi resmi. Tapi, saya sudah membuat organisasi resmi Java namanya Meruvian, berupa yayasan. Kalau ada orang lain mau kolaborasi dengan versi saya sendiri namanya Meruvian. Biar komunitas Java tidak merasa saya ‘hijack’.

Jadi, Meruvian ada struktur organisasinya? Lalu mau dibawa kemana ribuan komunitas JUG ini?

Struktur Meruvian dibuka untuk umum dan donatur. Di situ saya sebagai pembina. Kami ingin menjadi global player, pengusaha muda juga sebagai simbol moderinsasi Indonesia yang jujur, gentleman, kreatif dan sportif. Program utama kami adalah menghasilkan pengusaha Java dengan progam jtechnopreneur sebagai versi lanjutan JENI dimana JUG Indonesia menjadi komite. JENI merupakan program Kementerian Pendidikan Nasional untuk kurikulum dasar Java.

Figur Frans 02Apa saja yang bisa dilakukan di Meruvian?

Meruvian adalah lembaga pengembangan dan pelayanan berbasis Java dan Enterprise OpenSource pertama dan terlengkap. Meruvian merupakan tempat kolaborasi Teknologi Java dan OSS yang diciptakan berbasiskan pengalaman. Didirikan pada 28 Maret 2006, Meruvian terbentuk untuk mengurangi kesenjangan industri. Berbekal pengalaman telah menjadikan Meruvian sebagai lembaga yang memiliki hubungan dengan perusahaan-perusahaan hingga lembaga-lembaga pemerintahan di Indonesia.

Layanan-layanan yang kami sediakan adalah terdiri dari tiga. Pertama, Meruvian Education Services seperti training, workshop, seminar, magang, penyaluran tenaga kerja, dan lain sebagainya. Kedua adalah Meruvian Store, dimana kami menyediakan software berteknologi Free Open Source Software (FOSS) dengan skala business enterprice software dan juga menyediakan tenaga kerja yang handal dan siap kerja dengan kemampuan programming (OSS dan Java). Layanan
ketiga dari Meruvian adalah Support Services seperti Company Visiting (presentasi, training, installasi, dan lain sebagainya), konsultasi seputar solusi-solusi bisnis dan penyedia forum-forum diskusi JUG.

Apa peranan komunitas TI dalam perkembangan TI nasional, melihat kedahsyatan dari peranan JUG?

Kami telah jadi mind leader. Lihat e-Government atau business solution, semua memerlukan produk handal dan Java adalah salah satunya. Jadi peran komunitas kami adalah membantu industri TI Indonesia untuk growth. We provide more real proven trusted solution. Saya ingin menghasilkan modern hero.

Menurut Anda kenapa pemerintah tidak mau merangkul JUG atau JUG sendiri yang tidak mau dirangkul pemerintah?

Bukan soal mau tidak mau. Landasan kami bersih membangun bangsa, jelas bertolak belakang dengan pemerintah. Ibaratnya bagaikan air dengan minyak yang tidak bisa bersatu. Kalau pun ada, paling salah seorang membernya. Tapi pengalaman kami, member yang ke pemerintahan atau berpindah ke politik akan tertular penyakit kerja yang kurang jelas.

Kalau di Indonesia, JUG mungkin dianggap komunitas yang “menganggu” di pemerintahan. Tapi di luar negeri, JUG adalah rekanan strategis.

Apa harapan ke depan terhadap industri TI nasional?
Negara ini memerlukan pemimpin dan pemerintahan yang bersih. Sebenarnya, ada juga beberapa rekanan di lingkaran lain yang mungkin lebih baik daripada program platform inovasi, yang mungkin mendapatkan pasar lebih besar dan lebih mudah diseremonialkan dan dikembangkan, serta short term return daripada pengembangan ekosistem.

Saya melihat industri TI kita akan diekspansi asing dan saya sendiri tidak tahu bagaimana mempertahankannya, karena memang desain pemerintah sekarang adalah tidak mendukung usaha kecil menengah (UKM). Dengan pendidikan yang makin buruk lulusannya serta regulasi yang tumpang tindih, saya jamin TI Indonesia sama saja dengan industri lain yang pada umumnya sulit berkembang. Tragis, padahal TI dianggap sebagai ladang baru dan sarana pemerintah bersih,
tapi pengembangan e-Government masih asal-asalan.