Home Blog Page 984

Telah Terbit BISKOM Edisi April 2011

0

Majalah BISKOM kali ini menampilkan Country Manager Intel Indonesia, Santosh Viswanathan, (Terima kasih kepada Intel Indonesia yang turut mendukung Majalah BISKOM).

Dalam kesempatan ini, kami sekaligus menawarkan kepada seluruh pembaca untuk bekerjasama saling menguntungkan dengan Majalah BISKOM, baik berupa pengiriman artikel TI, mengadakan seminar, workshop dan pameran serta kegiatan-kegiatan lainnya yang berkaitan dengan dunia TI.

Topik menarik Majalah BISKOM Edisi April 2011 diantaranya:

• COVER STORY: Country Manager Intel Indonesia, Santosh Viswanathan: Intel Siap Bersaing di Era Tablet

• FIGURE:
– Kepala Sub Direktorat Penegakan Hukum Dit Lantas Polda Metro Jaya, AKBP Yakup Dedy Karyawan:   Sistem Tilang Elektronik Siap Diberlakukan
– Senior Manager Internal Delivery Channel & Service Alliance PT.Telkom Indonesia, Sri Safitri: Telkom IPTV Beroperasi Juni 2011
– Penggiat Foretaget erbjuder aven casinona sin expertis betraffande etablering i lander med reglerade marknader. Java, Frans Thamura: Komunitas Bantu Pertumbuhan TI

• HEADLINE:
– Komunitas,Kekuatan TI Nasional

• FOCUS:
– BIN Ikut Pantau Aktivitas Jejaring Sosial
– 3D Atau Smart TV?
– 7 Pabrik Komputer Lokal Gulung Tikar

• BROWSING:
– 2011, Sony Hadirkan PSP NGP
– Windows 8 Akan Saingi iOS?
– Google Perluas Layanan Mobile Music

• INSPIRATION:
– Muhamad Jafar Elly: Ketika BIN Memantau Jejaring Sosial
– Prakoso Bhairawa Putera: Peran Penting TI dalam DMO

• REVIEW & CELLULAR:
– Viewpad 7 dan Viewpad 4
– EG Touch dan HP Touchsmart 610
– Sony Vaio VPC-CA16FG dan Lenovo Ideapad Z460
– Samsung Galaxy Tab dan Rim Playbook

Dapatkan Majalah BISKOM di Toko Buku Gramedia dan Gunung Agung atau berlangganan melalui Bagian Sirkulasi Majalah BISKOM. Untuk review, ujicoba, update harga produk dan kegiatan perusahaan Anda, hubungi redaksi[at]biskom.web.id

IMATION Kenalkan Perangkat Wireless Terbaru

0

ImationImation Corporation, perusahaan produk storage, security, elektronik dan aksesoris, menawarkan inovasi terbaru ke Indonesia belum lama ini. Berkat Imation Link Wireless A/V Extender, para presenter dapat menghubungkan komputer mereka ke proyektor tanpa bantuan kabel  (wireless). Artinya, kabel-kabel yang sering kali mengganggu kini dapat ditiadakan.

Bukan itu saja, personal computer (PC), notebook atau Mac Anda juga bisa dihubungkan ke televisi. Lagi-lagi tanpa kabel.Selain presenasi bisnis, Imation Link juga mampu menampilkan konten video dan audio berdefinisi tinggi, mulai dari Internet TV, film, foto hingga game komputer secara langsung ke sebuah televisi ataupun proyektor tanpa menggunakan kabel.

Imation Link dirancang berbeda dari wireless-sharing system lainnya karena mendukung tampilan high-definition video (hingga tampilan 720p), tampilan foto beresolusi tinggi (hingga tampilan 1080p) serta audio stereo.

“Hanya dengan Imation Link, Anda bisa menonton film favorit, streaming video secara online ataupun dari DVD. Menonton acara TV teranyar dari YouTube dan Hulu, main game favorit Anda ataupun video chat dengan teman dan keluarga di depan layar besar kini lebih menyenangkan,” ujar Jason Elles, Global Brand Manager Imation.

Jason menambahkan, “Koneksi yang ditawarkan Imation dijamin handal dan aman untuk mengalirkan audio dan video digital (ke TV atau proyektor) sehingga menjadi pilihan sempurna untuk bisnis dan rumah Anda.”

Imation Link tidak hanya dilengkapi dengan teknologi yang handal, namun juga dilengkapi dengan. Instalasi mudah dengan menggunakan input HDMI atau VGA untuk menghubungkan ke TV atau proyektor, sedangkan wireless transmitter Imation Link terhubung langsung ke USB port standard pada PC pengguna. Instalasi tidak memerlukan perangkat lunak tambahan pada PC, namun tersedia driver untuk perangkat Mac pada CD instalasi jika diperlukan.

Perangkat wireless ini didukung oleh ultra-wideband wireless USB 2.0 sehingga mampu mentransfer lebih cepat dibandingkan WiFi pada umumnya. Kecepatan dan stabilitas performa Imation Link dengan fitur antena directional dapat menjangkau hingga 9 meter. Pengguna juga dapat menambah fitur Extended Desktop Mode yang mampu menduplikasi tampilan komputer ke dalam mirror mode pada TV.

Imation Link Receiver yang didesain sederhana namun menarik dengan dominasi warna hitam dan berdimensi 27,6 x 10,1 dan 14 cm ini ditawarkan dengan harga pasaran US$ 200.

Series 9, Notebook Ringan dan Tipis Dari Samsung

0

samsungPT. Samsung Electronics Indonesia meluncurkan Samsung Series 9, notebook yang beratnya hanya 1.31 kg, ketebalan 16.33 mm dan ukuran layar 13 inci. Dimensinya ini menjadikan Samsung Series 9 sebagai sebuah notebook kelas premium yang tepat bagi konsumen yang menginginkan semua yang terbaik, entah dari segi desain, performa maupun kegunaan.

Samsung Notebook Series 9 sudah dilengkapi dengan tampilan layar tajam yang menggunakan teknologi “Super Bright Plus” (400nit) dengan 16 juta reproduksi warna. Casing dan desainnya sangat menarik karena keseluruhannya terbungkus dalam paduan logam duralumin paling canggih. Duralumin merupakan bahan ringan yang dua kali lebih kuat dibanding alumunium. Dan bahan ini biasa digunakan pada desain pesawat terbang terbaru. Notebook Series 9 sendiri memiliki tampilan yang aerodinamis dan ramping seperti mobil sport masa kini. Untuk notebook anyar ini, Samsung memliki target penjualan 500 unit per bulan.

“Ketika merancang desain untuk notebook premium, Samsung telah melewati seluruh proses tahap uji coba yang ketat untuk memastikan notebook Series 9 ini tahan lama, baik untuk penggunaan di rumah atau pun dalam perjalanan,” ujar Martin Wibisono, Kepala IT Department Samsung Electronics Indonesia kepada BISKOM di Café Palalada, Grand Indonesia, Jakarta, Selasa (5/4).

Dilengkapi dengan Microsoft Windows 7 dan Intel Core i5/i7 Processor generasi 2 dengan memori 8Gb, notebook Series 9 dapat meningkatkan kinerja dengan cara mengalokasikan tenaga secara dinamis ke tempat yang paling dibutuhkan. Samsung Series 9 juga menggunakan Intel Turbo Boost technology 2.0, sehingga pengguna dapat melakukan aktivitas secara lebih cerdas dan cepat, namun tetap menghemat energi.

Teknologi baterai 6-cell tipe lithium-polimer yang dimilikinya mampu bertahan hingga 7 jam, sementara solid state drive (SSD) 128Gb-nya dirancang sangat tipis sehingga banyak pihak yang menyamakannya dengan Macbook Air. Tak lupa, Samsung menyertakan pula memori yang cukup besar, 8Gb DDR3.

Untuk urusan koneksi, disediakan beberapa slot di bagian samping perangkat, 2 port USB, port audio dengan jack 3,5mm, port micro SD, HDMI, dan ethernet. Uniknya, port-port ini tersembunyi dalam  bodi notebook. Jika diperlukan, pengguna dapat menariknya ke bawah. Keyboard pada perangkat ini juga dirancang dengan backlit yang menarik. Untuk menghemat baterai, backlit ini pun dapat menyesuaikan kecerahannya sesuai kondisi lingkungan.

Samsung Series 9 akan tersedia di pasar dalam minggu ini seharga US$ 1,640 atau sekitar Rp. 15 jutaan.

Workshop & Lomba Foto Komodo, Pulau Komodo Berjuang Rebut New7Wonders

2

Indonesia patut bangga karena memiliki pulau bernama Pulau Komodo yang dikenal sebagai habitat asli hewan Komodo.  Pulau Komodo yang terletak di Kepulauan Nusa Tenggara Timur (NTT) ini juga memiliki kawasan Taman Nasional Komodo yang dikelola oleh Pemerintah Pusat.

Bukan hanya bagi Indonesia, hewan purba Komodo yang hidup lebih dari 60 juta tahun tersebut juga menjadi keajaiban tersendiri bagi dunia. Sejak tahun 2009, Taman Nasional Komodo bahkan telah dinobatkan menjadi finalis “New Seven Wonders of Nature” di www.new7wonders.com.

Posisi Komodo saat ini bersaing ketat dengan 28 finalis lainnya yang telah meraih suara Internasional seperti Kilimanjaro, Mud Volcanoes, Galapagos, Cliffs of Moher, Milford Sound, Black Forest, Vesuvius, El Yunque, Maldives, Great Barrier Reef, Uluru, Dead Sea, Jeita Groto, Table Mountain, Bay of Fundy, Masurian Lake District, Grand Canyon, Angel Falls, Amazon dan Yushan serta kawasan alam lainnya.

Rencananya finalis akan memperebutkan tujuh pesona keajaiban dunia yang akan diumumkan 11 November 2011 mendatang.

New7Wonders memang memiliki peran strategis meningkatkan pariwisata Indonesia. Meski demikian, masyarakat Indonesia memiliki kewajiban untuk melindungi keberlangsungan hidup dan kehidupan ekosistem  Komodo.  Salah satu upaya pelestarian itu adalah memberikan workshop bagi stakeholders tentang Komodo beserta biodiversity (keanekaragaman hayati)-nya.

Vote Komodo 1Langkah inilah yang diambil oleh Komodo Indonesiaku Foundation yang akan menyelenggarakan Workshop & Lomba Foto Komodo pada 20 – 24 Juli 2011 di Hotel Bintang Flores  Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, sebagai bagian dari rangkaian kampanye vote Komodo yang telah dilakukan selama ini.

Acara yang akan dibuka oleh Ibu Negara Republik Indonesia, Ani Bambang Yudhoyono ini akan menampilkan sejumlah pembicara diantaranya Zeby Febrina (Aktivis Komodo), Putra Sastrawan (Pakar Komodo), Sapta Nirwanda (Penggagas Kampanye Komodo), Colomba de la Panouse (Komodo Activist from Paris, France), Jusuf Kalla (Ketua umum PMI), Jatna Supriatna (Pakar Biodiversity), Jamaluddin Jompa (Pakar Kelautan), Thomas Ulrich (Swiss Contact), Heru (Taman Nasional Komodo), Paul Selasa (Kepala Dinas Pariwisata Manggarai Barat), Hilda Sabri S (Pengamat Pariwisata), Ahmad Doli Kurnia (Vice President WAY/ World Assembly of Youth), Frans Lebu Raya (Gubernur NTT) dan Agustinus Ch Dulla (Bupati Kab. Manggarai Barat).

Muhamad Soeharto Assegaf
, Penanggung Jawab Work Shop & Lomba Foto Komodo kepada BISKOM mengatakan, tujuan acara ini adalah memberdayakan para pelaku pariwisata, pemandu wisata, jurnalis dan masyarakat untuk lebih mempopulerkan keberadaan Pulau Komodo sebagai tujuan wisata dunia.

Selain itu, papar Assegaf, “Kami ingin melakukan sharing tentang isu penyelamatan ekosistem lingkungan, seperti  dampak global warming dan yang tak kalah penting adalah mendukung Taman Nasional Komodo sebagai salah satu dari tujuh keajaiban dunia.”

Vote Komodo 2Dalam acara ini, Lomba foto Komodo diperuntukkan bagi wartawan foto dan masyarakat umum untuk memperebutkan Piala Ibu Ani Yudhoyono. Selain itu, Ibu Negara juga akan meresmikan Perpustakaan Anak Desa Modo di Pulau Komodo.

Selama kegiatan workshop, panitia juga akan menyediakan stand khusus “vote komodo”, yang berisi informasi serta penjelasan seputar live vote komodo sebagai finalis New7Wonders melalui situs resminya.

Workshop & Lomba Foto Komodo didukung oleh sejumlah perusahaan dan media partner, termasuk BISKOM.

Soegiharto Santoso, Pimpinan Umum BISKOM mengatakan, “Karena pemilihan ini adalah murni voting secara online, masyarakat Indonesia wajib berpatisipasi mendukung Pulau Komodo agar masuk ke dalam 7 Keajaiban Dunia. Terutama bagi mereka yang kesehariannya bergelut dengan dunia teknologi informasi atau terkoneksi dengan internet, tentunya sangat mudah melakukan voting di situs New7Wonders. Ini adalah momentum bagi kita untuk kembali ambil bagian, berkompetisi dan mengharumkan nama Indonesia di tingkat Internasional.”

Mampukah Komodo masuk ke dalam tujuh keajaiban dunia yang baru? Jawabannya ada pada peran kita sendiri sebagai masyarakat Indonesia untuk mendukung keberadaan hewan purba Komodo di tingkat dunia.

Infomedia Luncurkan M-Yellow

0

foto infomediaPerkembangan  dunia digital dewasa ini menciptakan tuntutan pelanggan yang makin kritis dalam mendapatkan segala informasi penting. Informasi yang akurat  dan tepat akan memudahkan setiap individu dalam memperlancar segala aktifitasnya, baik aktifitas bisnis maupun aktifitas sosial. Seiring hal tersebut, banyak perusahaan berkompetisi untuk menjadi leading dalam penyediaan informasi kepada masyarakat. Terdorong untuk menjawab kebutuhan dunia informasi dan komunikasi dewasa ini, Infomedia meluncurkan produk dan layanan digital, yaitu M-Yellow. Layanan M-Yellow merupakan layanan Mobile Yellowpages yang dapat diakses melalui berbagai media diantaranya oleh pengguna  Blackberry.

Dunia digital memang menciptakan karakteristik individu yang memiliki keinginan untuk mendapatkan informasi serta melakukan segala aktifitas dalam bisnis dan sosial dengan cara mudah dan cepat. Kehadiran M-Yellow akan banyak membantu generasi digital yang ingin mendapatkan keinginannya dengan cara mudah. Misalkan jika mereka ingin mencari informasi tempat hang out yang nyaman, maka dalam sekejap berbagai alternatif tempat hang out yang diinginkan akan hadir. Coverage layanan M-Yellow sendiri adalah seluruh media dengan angkauan nasional.

Saat launching M-Yellow, dilakukan pula penandatanganan MoU  mengenai Penyediaan Layanan CallMyName (CMN), antara PT Infomedia dengan PT Mitra Global Komunikasi (MGK) yang bersama-sama menyediakan Layanan CallMyName (CMN). Sedangkan kerjasama lain  adalah  penyediaan layanan penjualan SMS Location Based Advertising Flexi ( SMS LBA Flexi ) PT Infomedia  dengan PT Prima Interaktif yang ditandatangani  oleh Fendy Riyanto,  Dirut PT Prima Interaktif dan  Presdir  Infomedia, Muhammad Awaluddin.

Awaluddin mengatakan, kehadiran M-Yellow akan menambah referensi masyarakat  dalam bisnis informasi dan komunikasi di Indonesia. Dengan dukungan database Telkom, Infomedia yakin M-Yellow dapat menjadi solusi utama pencarian berbagai informasi yang dibutuhkan masyarakat terkini dengan cepat, mudah dan akurat.

Sementara itu, Direktur MGK, R.Mahmur Suriadireja menambahkan, layanan CMN merupakan layanan telpon menggunakan identitas nomor akses berbasis alphabet, tidak lagi berupa deretan nomor konvensional. Layanan ini dapat digunakan  oleh user untuk mengganti nomor telepon konvensional dengan menggunakan alphabet. User dalam hal ini cukup hanya mengirimkan SMS ke operator system yang akan akan melanjutkan pengiriman konfirmasi kepada user dan terakhir, user akan tersambung ke nomor telepon yang dituju.

CMN tersebut memberikan berbagai benefit bagi pengguna, seperti  kemudahan dalam menghubungi seseorang atau suatu perusahaan,  mempromosikan nama, merk dan produk serta meningkatkan mobile advertising secara signifikan.

Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kemkominfo FREDDY H. TULUNG : Keterbukaan Informasi Ciptakan Open Goverment

1

Freddy_2Sejak bergulirnya reformasi, tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) dan pemerintahan yang terbuka (open government) mensyaratkan adanya akuntabilitas, transparansi, dan partisipasi masyarakat pada setiap proses pembuatan kebijakan publik. Dengan keterbukaan informasi publik, negara dapat mewujudkan demokratisasi dan mewujudkan penyelenggaraan negara yang baik.

Di era keterbukaan informasi, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) mempunyai jurus yang jitu untuk  menyiapkan berbagai  informasi yang bersifat edukatif sekaligus mengedepankan pencerahan  kepada   masyarakat yaitu dengan  cara  intensifikasi dan eksistensifikasi.

Apalagi kini, pemerintah tidak memiliki kewenangan mengontrol konten media terutama penyiaran karena fungsi pengawasannya ada pada Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dan Dewan Pers.

“Sebagai konsekwensi dari era demokrasi Indonesia, kita tidak mengenal lagi era sensor,  ataupun pembatasan dan juga  pembredeilan, sehingga masyarakat mau tidak mau, suka tidak suka harus menjadi masyarakat yang cerdas yaitu cerdas memilih.  Tidak fair kalau  mereka hanya disuguhkan informasi yang sifatnya komsumtif, menyesatkan dan untuk kepentingan sesaat,” kata Direktur Jenderal  Informasi dan Komunikasi Publik Kemkominfo, Freddy Tulung.

Karena itu, lanjut Freddy,  harus  terjadi  keseimbangan antara informasi yang relatif berkualitas serta informasi yang 3E+1N, yaitu konten-konten tersebut harus Enlightment (mencerahkan)  Empowering (memberdayakan) Education (mendidik) dan Nationalism.

Hanya saja, untuk menciptakan era keterbukaan informasi publik, ada beberapa kendala yang dihadapi negara. Yakni  sulit dan mahal. Hal itu, papar Freddy,  dikarenakan  informasi yang bersifat edukatif, menyejukkan, mencerdaskan dan mencerahkan bangsa membutuhkan kemasan tertentu. Sementara keterampilan dan network pemerintah sangat  terbatas.

“Sudah  saatnya kita harus lebih banyak lagi menyiapkan informasi yang edukatif sehingga masyarakat bisa cerdas memilih,” kata Freddy.

Kepada BISKOM, Freddy memaparkan beberapa pendapat dan kebijakan pemerintah mengenai keterbukaan informasi publik, baru-baru ini. Berikut petikan wawancaranya.

Freddy_1Menteri Kominfo baru saja melantik beberapa pejabat Eselon I dan mengganti beberapa Dirjen. Apa tugas yang diemban Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kemkominfo?

Di Kemkominfo, ada tiga tugas yakni pertama, communication infrastructure yaitu menyiapkan sarana komunikasi melalui telekomunikasi, communication technology yaitu menyiapkan semua kepentingan pengembangan teknologi informasi (TI) di Indonesia,  dan yang ketiga adalah communication content.

Prinsip dasarnya,  konten itu tunduk pada hukum pasar termasuk konten media. Tetapi tugas saya adalah menyiapkan konten yang terkait dengan kebijakan publik. Jadi, kalau saya sederhanakan lagi, tugas saya ada tiga yakni memenuhi hak informasi masyarakat, mengakomodasi kepentingan kebutuhan masyarakat melalui saluran yang kami miliki ke elit yang terkait,  dan ketiga adalah pencitraan lembaga negara, baik eksekutif, legislatif maupun yudikatif.

Target apa yang ingin dicapai Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kemkominfo di tahun ini?

Saat ini kami sudah menyusun suatu strategi pelayanan informasi dan komunikasi publik.  Sebenarnya informasi tidak pernah kurang  tapi kenapa masyarakat seperti terasa kurang informasi? Ada tiga permasalahan utama, yaitu  pertama informasi  yang tidak sinergis, akses informasi  yang  terbatas, dan ketiga adalah sudah terjadi penilaian negatif atau apriori sehingga konten-konten yang seharusnya menjadi hak milik masyarakat bisa disampaikan dengan tidak baik, jusru tidak tersampaikan atau salah disampaikan. Nah, tugas kami ada tiga hal, seperti yang saya sebutkan tadi.

Lantas, bagaimana caranya?

Ada enam media yang kami identifikasi sangat efektif yakni  media luar ruang, media tradisional, media cetak, media penyiaran, media tatap muka dan  media jejaring sosial sebagai media modern.

Menghadpi era yang semakin terbuka,  tidak ada pilihan bagi kami,  hanya  satu cara untuk menyiapkan  masyarakat yaitu dengan intensifikasi dan eksistensifikasi berbagai informasi yang dikaitkan dengan edukasi publik. Sebab, sebagai konsekwensi dari era demokrasi Indonesia, kita tidak lagi mengenal  sensor. Karena itu, harus  terjadi  keseimbangan antara informasi yang relatif berkualitas dengan informasi yang 3E+1N, yakni Enlightment, Empowering,  Education  dan Nationalism.

Apa kendalanya dalam menyiapkan informasi yang 3E+1N?

Sulit dan mahal karena membutuhkan kemasan tertentu, sedangkan ketrampilan dan network pemerintah terbatas sehingga kalau dikaitkan dengan  konteks  tiga tadi (memenuhi hak tahu,  akomodasi  dan pencitraan -red), maka kita harus lebih banyak lagi menyiapkan informasi edukatif sehingga masyarakat bisa cerdas memilih.

Kami terus terang memiliki kegalauan mengingat televisi atau media lain kan hidup dari iklan. Dari data survei, kami melihat porsi iklan di media penyiaran Rp. 60 triliun di tahun 2010 dengan tingkat pertumbuhan 23 persen. Cukup signifikan tetapi kita memiliki hampir 250 stasiun televisi  dan 2500 stasiun radio.

Komposisinya dari Rp. 60 triliun, sebanyak 90 persen iklan dikuasai televisi dan 10 persen oleh radio. Tapi, dari 250 TV, hanya 20 TV yang menikmati iklan tersebut. Sementara, kompetisi semakin tinggi dan ditentukan oleh lembaga rating.

Rating sendiri merupakan market refund yaitu seks, kekerasan, mistik dan gosip. Dan yang mengerikan, jam nonton tertinggi anak-anak Indonesia yakni 4,5 jam, Malaysia 4,3 jam, dan Singapura 2,7 jam. Itu karena masyarakat di negara lain menghabiskan waktu untuk berkompetisi. Padahal, konten televisi kebanyakan menayangkan   seks, kekerasan, mistik dan gosip. Bisa dibayangkan seperti apa bangsa ini. Karena itu, kita hanya bisa mendorong dengan  intensifikasi dan eksistensifikasi, karena tayangan-tayangan seperti ini sangat sulit disensor. Untuk konten-konten yang edukatif, perlu adanya peran media cetak seperti BISKOM, misalnya. Kami sangat mengharapkan itu, karena bangsa ini membutuhkan kebersamaan.

Apa indikator keberhasilan keterbukaan informasi publik?

Keterbukaan informasi publik adalah salah satu pilar yang digunakan untuk menggiring  menuju demokrasi Indonesia. Tiga indikator demokrasi Indonesia yaitu  pertama keterbukaan. Dengan adanya keterbukaan akan memunculkan yang kedua yakni  partisipasi publik. Dan, dengan  adanya partisipasi publik akan muncul ukuran ketiga yaitu akuntabilitas.

Ada dua macam akuntabilitas yakni akutabilitas masyarakat di dalam kontibusi mereka  terhadap perumusan kebijakan publik dan yang kedua, kami sebagai pejabat publik juga dituntut akuntabel menyelenggarakan tugas dan kewenangan kami.

Freddy_3Saat ini, sudah sejauh mana kita sudah mencapai  tingkat keterbukaan?

Dari data yang kami miliki sementara, kelihatannya keterbukaan saat ini hanya untuk ‘ketelanjangan’, dan belum mengarah kepada peningkatan partisipasi. Contohnya, isu kebohongan publik. Sebenarnya kebohongan publik terjadi karena ada gap antara ekpektasi masyarakat dengan kebijakan publik yang ada.

Umumnya, kebijakan publik yang dirumuskan berdasarkan pemilihan umum (pemilu) belum sesuai dengan aspirasi.  Seharusnya pada waktu elit masuk menjadi pemenang, dia  bisa merealisir janji yang dikaitkan dengan ekpektasi publik. Dan, hal ini membutuhkan keterbukaan sehingga dengan keterbukaan masyarakat menjadi tahu dan kepentingannya terwakili sehingga bisa berpartisipasi secara aktif. Hal ini lah yang memunculkan akuntabilitas.

Jadi kalau ditanya sudah sampai sejauh mana, saya jawab kita sudah mencapai tingkat keterbukaan. Tetapi apakah keterbukaan  telah menggiring ke partisipasi publik, itu yang belum.

Apa kendala untuk mencapai hal tersebut, terutama jika dikaitkan dengan luas wilayah Indonesia yang terpisah antara pulau-pulau dan adanya kesenjangan digital?

Kalau berbicara kesenjangan digital menjadi relatif. Saya beri contoh iklan dimana orang Papua memakai koteka lagi internetan. Ini kan menarik, karena sudah mengenal teknologi. Contoh lainnya , saat ini  masing-masing orang pastinya mempunyai dua ponsel.  Dari kedua contoh ini, saya ingin mengatakan bahwa masyarakat kini telah realtime, tapi di sisi lain kita juga melakukan pemborosan dengan memiliki  dua ponsel tadi. Nah, tugas kita adalah merubah kesenjangan digital menjadi kesetaraan digital.

Sebenarnya konsep perubahan mendasar bukan karena kita mampu atau gaptek tapi merubah mindset. Itu jauh lebih sulit. Bagaimana merubah teknologi yang kita gunakan menjadi berkah bagi kehidupan bersama. Yang saya  khawatirkan dari apa yang terjadi sekarang adalah kita menjadi sangat konsumtif terhadap teknologi. Contohnya di dalam keluarga, masing-masing anggota keluarga asyik  dengan gadgetnya masing-masing. Itu artinya high-tech yang kita kenal ternyata memang membawa konsekwensi kurangnya keterikatan sosial  alias low touch. Karena itu, high-tech harus diimbangi dengan high-touch.

Terkait konten-konten negatif, apa pendapat Bapak mengenai filtering dalam akses informasi publik? Sejauh mana kita dapat memfilternya?

Sebenarnya filter terbaik adalah ukuran moral kita. Filtering teknologi memang bisa dilakukan karena setiap vaksin yang diciptakan untuk memproteksi, selalu dibarengi  dengan hacker yang menciptakan virus baru lagi.

Menurut saya, filter yang paling baik adalah berangkat dari dirimu sendiri dan yang kedua adalah peran keluarga sangat menentukan. Sementara filter terbaik ketiga dan keempat adalah ulama dan teknologi, sementara filter terbaik kelima adalah law enforcement.

Kita memiliki pilihan untuk mem-filter konten dengan kemampuan  teknologi. Terkait dengan program pemerintah, yakni Internet Sehat, sudah efektifkah program ini?

Menyangkut pornogafi, hal yang kita lakukan adalah usaha untuk mengurangi.  Program Internet Sehat  itu memang salah satu bentuk untuk mem-filter. Tapi, bagi saya, kalau hanya mengandalkan hal itu, tentu saja belum efektif.

Bagaimana perkembangan standar prosedur dan kriteria yang terkait dengan informasi dan komunikasi publik?

Kami sudah menyiapkan manajemen komunikasi publik yang di dalamnya ada strategi pelayanan dan kedua, tata kelola pelayanan informasi dan komunikasi publik.  Konsepnya sederhana sekali mesti ada dua tahap yang harus dilalui, yakni pertama penetapan  agenda setting berdasarkan perkembangan terbaru kemudian melakukan analisis dengan data-data yang ada. Ini semua untuk menghindari  pemerintah agar jangan sampai terjebak masuk kedalam agenda setting yang berkembang di masyarakat. Contohnya, ada rumor juru bicara Presiden dianggap juru bantah. Ini yang sekarang kami coba kembangkan, jadi ada mekanisme penetapan agenda setting.

Tahap  kedua adalah mekanisme desiminasi yang dilakukan melalui berbagai macam pola dengan me-link seluruh website yang ada di kalangan intansi pemerintah. Dan, masih dalam proses yakni menyusun bagaimana interface konektivitas  dengan kehumasan BUMN (144 BUMN) dan pemerintah daerah (33 provinsi dan 475 pemerintahan kota/kabupaten).

Saat ini, kami sedang mengembangkan penguatan kelembagaan informasi dan komunikasi di tingkat  Pemerintah Daerah melalui bantuan media center yang terdiri perangkat keras dan piranti lunak termasuk bimbingan teknisnya. Kemudian ini diperluas kepada lembaga kemasyarakatan strategis yang cukup kredibel seperti Pramuka, Karang Taruna, ormas dan lain sebagainya.

Selain itu, kami juga mengembangkan pola kemitraan  dengan lembaga strategis lainnya agar menjadi suatu kendaraan komunikasi. Meski belum efektif tapi minimal telah memiliki mekanisme jaringan.

JUDI HARTONO : Juniper Kenalkan Paradigma Baru di Era Cloud Computing

0

foto JuniperKinerja bisnis Juniper Networks di Indonesia dari tahun ke tahun selalu mengalami peningkatan yang   signifikan baik dari segi revenue maupun organisasi.  Hal ini sejalan dengan penambahan resources, dengan terus  memaksimalkan potensial market Indonesia.

Bukan hanya  revenue saja, Juniper juga melakukan juga pengembangan sumber daya manusia (SDM) di bidang IT Networking.  Sebagai salah satu founder di dunia networking, Juniper Networks  secepat mungkin meng-introduce solusi-solusi baru ke Indonesia. Apalagi, Juniper merupakan  leading dari IT Networking Company dengan empat area product andalannya (routing, switching, security, accelerator).

Dari ke-4  produk Juniper tersebut, yang paling tinggi berkontribusi bagi perusahaan adalah routing dan diikuti oleh switching. “Kami menyasar costumer telekomunikasi dan enterprise. Saat ini, revenue terbesar  berasal  dari telekomunikasi  karena hampir semua vendor telekomunikasi menggunakan perangkat keamanan jaringan Juniper. Selain itu,  kami  melakukan pengembangan dari sisi telekomunikasi, enterprise dan spending ke government. Tak ketinggalan adalah sektor finance,” jelas Judi Hartono, Country Manager Juniper Networks Indonesia.

Di kuartal pertama 2011,  ada dua solusi yang sudah dan akan dirilis yakni  QFabric dan konseptor core network yang baru.  QFabric adalah hasil dari  project stratus  yang merupakan sebuah inisiatif pengembangan dan riset jaringan pusat data. Bahkan, rekanan Juniper IBM, NetApp, CA Technologies dan VMware percaya bahwa produk tersebut  akan membantu mereka memenuhi kebutuhan pasar atas jaringan dan Cloud Computing pusat data.

Seiring dengan makin cepatnya perkembangan Cloud Computing dan mobile internet, lanjut pria yang pernah berkiprah di PT Motorola Indonesia (2006), permintaan atas peningkatan besar kemampuan pusat data pun makin tinggi. Dengan QFabric, Juniper mengubah nilai ekonomi pusat data dengan memperkenalkan struktur jaringan satu-satunya yang mampu mengeliminasi banyak lapisan biaya dan kerumitan.

“Teknologi komputasi dan pusat data berkembang pesat selama satu dekade terakhir ini, dan pendekatan lama terhadap jaringan tidak mampu lagi mengimbangi perkembangan itu,” ungkap  Judi  yang meraih gelar MBA dari IPMI-Monash University.

Berikut petikan wawancara dengan pria yang telah memilki pengalaman  lebih dari 15 tahun di industri teknologi informasi (TI) dan telekomunikasi ini.

Menurut Anda, sejauh mana perkembangan Cloud Computing  di Indonesia?

Menurut saya, seharusnya Cloud itu dibuat simple, karena kadang-kadang terminologinya  rumit. Kalau kita mengartikannya secara simpel, Cloud Computing adalah penempatan platform di dunia maya  dan service yang ditawarkan cuma dua yakni infrastruktur dan software.

Jadi, perusahaan sekarang tidak perlu investasi di infrastruktur,storage dan server. Secara otomotis, dengan adanya Cloud maka membutuhkan bandwidth yang besar dari sisi koneksi ke cloud-nya.

Kedua, penempatan software yang  ada letaknya di Cloud.  Kalau ditanya seberapa besar investasi untuk Cloud, yang jelas di depan Cloud selalu ada routing dan firewall. Porsi terbesar  adalah di data center-nya. Cuma, karena Cloud ini lebih ke internet, akan banyak player  asing yang akan  bermain.

Untuk menuju ke cloud ini, apakah Juniper bekerjasama dengan vendor-vendor lain?

Kami memiliki salah satu solusi virtualisasi  yang kerjasama dengan VMware dan IBM. Biasanya solusi kami sudah  jadi di dalam solusi IBM lalu dengan CA Technologies, sebagai salah satu partner untuk Coud Computing.

Rekanan Juniper IBM, NetApp, CA Technologies dan VMware percaya bahwa arsitektur QFabric yang baru kami rilis  akan membantu mereka memenuhi kebutuhan pasar atas jaringan dan cloud pusat data. QFabric adalah jalur evolusi yang akan membawa revolusi komputasi.

Kami telah merancang ulang jaringan pusat data, dan dengan QFabric kami dapat memenuhi kebutuhan atas peningkatan kecepatan, skala, keamanan dan efisiensi untuk dekade mendatang. Juniper telah berinvestasi selama tiga tahun dan lebih dari US$ 100 juta dalam riset dan pengembangan untuk mengatasai tantangan ini, dan menciptakan arsitektur baru yang akan menjadi dasar pusat data untuk dekade mendatang.

Faktor-faktor apa saja yang harus diperhatikan jika perusahaan ingin  memindahkan layanan ke Cloud?

Saat ini sepertinya kalau kita lihat penetrasi, pada umumnya perusahaan yang beralih ke solusi ini adalah yang berskala medium dan small. Dan, biasanya  untuk requirement mereka lebih simpel.  Dari sisi infrastruktur tidak terlalu butuh yang besar. Jadi,  langkah yang perlu dilakukan adalah requirement dari infrastruktur yang mereka mau. Kedua, penentuan aplikasi yang mereka inginkan. Kalau untuk perusahaan besar, tambah satu tahap lagi yakni security.

foto 2 juniperSaat ini, pelanggan 3G di Indonesia terus tumbuh, dan implikasinya akan  membuat kebutuhan operator telekomunikasi terhadap perangkat keamanan jaringan juga  meningkat. Bagaimana dengan kesiapan Juniper untuk memenuhi kebutuhan mereka?

Bagi vendor penyedia perangkat keamanan jaringan enterprise seperti Juniper, tentu hal ini merupakan peluang yang tak akan kami  sia-siakan. Kami  mengklaim, perangkat keamanan jaringan enterprise-nya laris diserbu oleh para operator telekomunikasi lokal.

Dari sebelas operator yang ada di Indonesia, hampir semua  operator telekomunikasi menggunakan perangkat keamanan jaringan kami. Kalau kita perhatikan, orang rajin sekali up date Facebook dan Blackberry. Jadi, traffic yang meningkat adalah data dan data itu harus ditunjang oleh routing platform dan data center.  Jadi, dari  pendapatan operator yang ada, adanya penurunan pendapatan di voice dan SMS tetapi data meningkat. Dan, satu-satunya yang meningkat adalah data karena voice juga dilewati data.

Sejauh mana Anda melihat keberpihakan Pemerintah melalui regulasi yang dibuat  untuk pemanfatan Cloud Computing?

Kalau  di negara seperti  China memang lebih protected karena memang policy mereka  yang disebut revolusi melati, mereka benar-benar protected yang namanya facebook dan twiter. Kalau di Indonesia,  menurut saya tidak di protect dari sisi cloud dan pemerintah hanya menekankan operator atau ISP untuk mencatatkan IP Address. Jadi, sekarang pemerintah mewajibkan dengan satu regulasi agar operator mendaftarkan IP Address tertentu dan nanti akan  di-compare untuk diblok. Dan menurut saya masih belum terlalu politik.

Kalau dari sisi Coud sendiri, pemerintah masih agak sedikit  bebas. Dari sisi government belum banyak membuat regulasi Cloud karena  BUMN-nya sendiri seperti Telkom masih meraba-raba, bisnis  Cloud seperti apa. Apakah seheboh yang dibicarakan vendor? Kalau menurut saya, masih terlalu pagi  karena infrastruktur government sendiri baru mengarah ke Cloud mungkin tahun depan padahal kalau benar-benar full Cloud bisa meminimalkan APBN yang besar karena masing-masing BUMN  selama ini  invest sendiri-sendiri.

Jadi, e-Government bisa jalan jika menggunakan Cloud?

Kalau  benar-benar di impelemtasi secara serius, saya yakin saving-nya besar sekali. Karena Cloud bisa dibikin virtualisasi. Misalnya dalam satu server bisa dibagi-bagi untuk setiap  departemen. Jadi, tidak harus punya network sendiri. Sayangnya, kita gampang sekali mengadopsi teknologi namun terkadang kita tidak memaksimalkan apa yang kita punya sebagai bangsa Indonesia. Padahal, market kita masih  dalam konteks dimanfaatkan. Jadi, Cloud bukan sekedar konsep yang kelihatan smart dan fantastis karena tujuan Cloud adalah efesiensi.  Itu yang penting.

Strategi apa yang bakal dilakukan Juniper terkait  persaingan?

Kedepan, pesaing kita tidak hanya datang dari networking company karena banyak solusi-solusi yang  akan ditawarkan dan bisa menambah pesaing. Kalau kita lihat, posisi yang paling tinggi adalah dari segi pricing. Jadi, kalau kita lihat kedepan  pasti akan ada sedikit pressure mengenai price.

Kedua, kompetitor yang merupakan akibat dari  merger dan akuisisi. Kalau kita lihat, vendor storage dan server sudah menganggap networking sebagai bagian dari bisnis mereka.  Jadi, tentunya kami akan berhadapan dengan kompetitor baru  yang juga besar.

HERMANSJAH HARYONO : Tri Targetkan Raih Pelanggan Baru

1

foto Tri (1)Sepanjang 2010, Tri (3), operator GSM milik Hutchinson CP Telecommunications mengklaim telah menjaring lebih dari 16 juta pelanggan. Angka tersebut meningkat  hampir dua kali lipat atau 10 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yakni sebesar 8 juta pelanggan.

Peningkatan tersebut terjadi  dipicu oleh aksi agresif  penjualan dan pemasaran layanan  telepon, pesan singkat (SMS), layanan data yang terjangkau, dan juga perluasan cakupan layanan  hampir ke seluruh  Indonesia  selama kurang dari empat tahun sejak beroperasi di tahun 2007 lalu.

General Marketing Product Tri, Hermansjah Haryono mengatakan, pertumbuhan yang diraih Tri  dipicu oleh pembukaan area baru, penawaran tarif yang kompetitif, dan akses data dengan kualitas tinggi. Tengok saja,  cakupan layanan Tri  telah melayani 80 persen populasi penduduk  Indonesia, dan hadir di 3.200 kecamatan  di 24 provinsi  Indonesia yang tersebar di pulau Sumatera, Jawa, Bali, Lombok, Kalimantan dan Sulawesi.

“Jaringan Tri diperkuat oleh  lebih dari 12.000 Base Transceiver Station (BTS) yang dilengkapi  dengan teknologi Enhanced Data rates for GSM Evolution (EDGE) secara nasional, dan 3G HSDPA (high speed downlink packet access) di 8 kota besar, yakni di Medan, Batam, Jabodetabek, Semarang, Yogya, Surabaya dan Bali),” katanya. Pastinya, cakupan HSDPA akan terus diperluas di kota-kota di Sumatera, Jawa, Kalimantan dan Sulawesi.

Untuk tahun 2011 ini, lanjut Hermansjah, Tri  akan tetap konsisten menghadirkan  layanan terjangkau  dan inovatif untuk layanan  suara, SMS dan data. Dikatakan,  layanan voice call tetap memegang peran penting dalam pendapatan operator.

Sesuai dengan filosofi Tri, layanan berkualitas dan terjangkau ini diberikan untuk seluruh kebutuhan pelanggan, baik itu voice, SMS maupun data. “Voice adalah kebutuhan utama dan universal. Setiap orang perlu berbicara, terutama untuk mereka yang belum bisa baca tulis tapi memiliki ponsel. Ini kebutuhan yang tidak tergantikan. Selain itu dengan kontribusi lebih dari 50%, voice masih menjadi tulang punggung revenue industri ini,“ papar  pria yang akrab disapa Iman.

Berikut petikan wawancara BISKOM dengannya dalam suatu kesempatan.

Mengapa Tri masih mengandalkan layanan voice?

Layanan voice call tetap memegang peran penting dalam pendapatan operator. Voice adalah kebutuhan utama dan universal. Setiap orang perlu berbicara, terutama untuk mereka yang belum bisa baca tulis tapi memiliki ponsel, juga  bagi pelanggan orang tua masih lebih mudah menelepon dari pada menggunakan SMS atau email. Dan, ini kebutuhan yang tidak tergantikan. Selain itu dengan kontribusi lebih dari 50%, voice masih menjadi tulang punggung revenue industri ini.

Karena itu, Tri  terus menghadirkan program tarif telepon baru ke seluruh operator. Pelanggan Tri  bisa mendapatkan tarif gratis jika melakukan panggilan selama 30 detik terlebih dulu. Namun bila melakukan panggilan lebih lama, pelanggan dikenakan tarif Rp 15 per menit untuk sesama Tri atau Rp. 199 per 30 detik ke operator lain. Meski durasi 30 detik terasa sebentar, namun dalam 30 detik pelanggan sebenarnya bisa melakukan percakapan pendek yang cukup lengkap. Apalagi, secara statistik, 40% aktivitas pelanggan setiap harinya adalah melakukan panggilan pendek di bawah 30 detik.

Apakan Anda meyakini program terbaru Tri  bisa menumbuhkan subscriber base baru?

Kami meyakini program terbaru (tarif gratis telepon 30 detik)  bisa menumbuhkan subscriber base baru demi menempatkan diri sebagai satu dari empat operator terbesar di Indonesia. Dilihat dari pendapatan, mungkin Tri mendapat keuntungan lebih kecil dibandingkan operator lain, karena kami memberikan tarif lebih murah. Tapi, kami bisa menerima keadaan itu. Kami ingin menjadi satu dari empat operator terbesar di Indonesia. Tapi, untuk mewujudkannya, perjalanan kami masih panjang.

Saat ini, sudah berapa banyak pelanggan Tri?

Sepanjang 2010,  kami  telah merengkuh lebih dari 16 juta pelanggan.  Itu artinya, Tri berhasil menggandakan jumlah pelanggan mereka pada periode yang sama pada 2009. Selain itu, Tri juga menambah jaringan  dengan mendirikan lebih dari tiga ribu BTS, sehingga Tri kini memiliki lebih dari 12 ribu BTS di seluruh Indonesia. Sedangkan pelanggan Blackberry mencapai 75.000. Pada tahun ini pertumbuhan pelanggan ditargetkan double digit.

Berapa target pelanggan yang ingin diraih Tri pada  tahun 2011 ini?

Yang  pasti pelanggan yang sebanyak-banyaknya. Namun untuk menunjang layanan pelanggan, perusahaan yang berinduk di Hong Kong ini telah memperkuat jaringannya dengan mendirikan lebih dari 3000 BTS. Tri kini memiliki lebih dari 12 ribu BTS di seluruh Indonesia.  Yang pasti, dengan program pemasaran terbaru, kami  berharap bisa merebut pelanggan dari operator incumbent. Selain membidik pelanggan baru, kami berharap pelanggan yang telah menggunakan operator lain juga ikut menggunakan Tri untuk menikmati tarif layanan voice yang lebih murah ataupun jaringan yang lebih bagus.

foto tri (2)Sejak pertama kali diluncurkan, Tri selalu menawarkan layanan  inovatif dan terjangkau, lantas bagaimana dengan pendapatan Tri?

Kalau dilihat dari pendapatan, mungkin Tri mendapat keuntungan lebih kecil dibandingkan operator lain, karena kami memberikan tarif lebih murah. Tapi, kami bisa menerima keadaan itu.  Kami ingin menjadi satu dari empat operator terbesar di Indonesia. Tapi, untuk mewujudkannya, perjalanan kami masih panjang. Karena beberapa kompetitor sudah berkecimpung di industri ini selama lebih dari delapan tahun. Jadi, fokus utama kami saat ini adalah menambah jumlah pelanggan. Jika objektif itu sudah berhasil diwujudkan, barulah kami akan memikirkan cara untuk meningkatkan keuntungan. Tapi, untuk saat ini, kami tetap fokus untuk menambah jumlah pelanggan.

Bagaimana dengan layanan data dari Tri mengingat  penggunaan ponsel berbasis data di Indonesia semakin besar?

Indonesia merupakan pasar ponsel berbasis data yang besar baik di Asia maupun di dunia. Terdapat sekitar 158,4 juta ponsel berbasis data di Indonesia, dan angka ini diperkirakan akan terus bertumbuh sekira 20-40 persen di tahun depan. Namun demikian,  kami menyadari jika masyarakat Indonesia masih memerlukan akses internet bertarif murah dan berkualitas.

Dengan kondisi ini maka industri telekomunikasi Indonesia akan disemarakkan oleh penawaran mobile internet murah guna menarik pelanggan. Hal inilah yang mendorong kami untuk berinovasi menghadirkan tarif internet yang sangat terjangkau namun tetap berkualitas. Kami optimis, bonus data dan tarif internet murah dari Tri dapat membantu mendorong pertumbuhan mobile internet murah dan memperluas penetrasi pengguna internet di Indonesia. Pada umumnya masyarakat menghabiskan 2 Mb per hari untuk mengakses internet di ponsel.

Wilayah mana saja  dengan jangkauan Jaringan EDGE Tri?

Tri telah menjangkau seluruh negeri dengan jaringan EDGE yang terpercaya, didukung dengan teknologi HSDPA yang mencakup wilayah Medan, Batam, Jabodetabek, Bandung, Semarang, Yogya, Surabaya dan Bali. Ke depannya, Tri akan terus mengembangkan jaringan HSDPA untuk menjangkau kota-kota penting di Jawa dan Sumatra. Selama tiga tahun beroperasi, Tri telah menjangkau wilayah-wilayah penting di 24 provinsi dan lebih dari 3000 kecamatan di Sumatera, Jawa, Bali, Lombok, Kalimantan dan Sulawesi. Dari sisi kapasitas, bandwidth  Tri masih mampu melayani pelanggan lama maupun baru.

Tri menjadi operator pertama di Asia yang mengoperasikan BTS Hidrogen secara komersial. Bagaimana dengan tingkat efesiensinya?

Tanpa mengesampingkan pelayanan kami pada pelanggan, kami juga berkomitmen untuk membantu memperlambat dampak dari pemanasan global dengan mengoperasikan 10 BTS Hidrogen kami di Jakarta dan Surabaya sejak bulan Februari tahun 2010 lalu, dan  selanjutnya sekarang kami juga  mengoperasikan 200 menara BTS yang menggunakan tenaga Hidrogen sebagai bahan bakar yang ramah lingkungan.

Teknologi energi alternatif yang digunakan untuk menara BTS Hidrogen ini menggunakan  sel energi Hidrogen yang bersih, bebas polusi, hemat energi, dan ramah lingkungan. Sel Energi Hidrogen sendiri pertama kali digunakan oleh NASA (National Aeronautics and Space Administrasion) dan terus berkembang sampai dengan saat ini.

Sel Energi Hidrogen ini nantinya akan menggantikan generator diesel konvensional yang menimbulkan banyak asap dan berdampak pada penipisan lapisan ozon. Hasil pembuangan dari sel energi Hidrogen ini hanya menghasilkan air yang tidak berbahaya bagi lingkungan.

Facebook, Incaran Utama Malware

0

facebookFacebook dinilai lebih berbahaya bagi pengguna internet, ketimbang Twitter. Penyebabnya, situs jejaring sosial buatan Mark Zuckerberg ini menyimpan banyak informasi pribadi seorang pengguna.

Sejak tahun lalu, penjahat cyber lebih banyak menggunakan Facebook untuk menyebarkan malware disbanding media lain. Hal tersebut dikatakan juru bicara Anti Virus AV wilayah Selandia Baru dan Australia, Lloyd Borrett. Seperti dilansir PC world, Borret menyarankan, pengguna sebaiknya jangan terlalu banyak menampilkan informasi-informasi pribadi dan lebih  berhati-hati saat menge-klik link-link yang diposting di Facebook maupun Twitter.

“Pencurian identitas pribadi di Facebook sangat berbahaya, bahkan dibanding Twitter, karena Anda memiliki banyak informasi di account Facebook, dan ini berpotensi membahayakan,” kata Borret.

Informasi pribadi yang paling banyak ditulis seorang anggota  Facebook antara lain alamat email, nama dan tanggal lahir. Informasi ini bisa digunakan penjahat untuk membobol akun bank atau email pengguna sendiri.

Tak jarang, hacker menyebarkan virus dengan menggunakan alamat email Facebook. Email tersebut menyatakan bahwa Facebook sedang melakukan maintenance sehingga password Facebook yang dimiliki ter-reset secara tidak sengaja. Hal ini mengakibatkan pengguna Facebook harus melakukan konfirmasi untuk memperbaharui password. Penggunaan alamat email Facebook ini akan sangat mampu mengelabui pengguna Facebook.

Senada dengan AV, Information Systems Audit and Control Association (ISACA) juga berpendapat bahwa malware menduduki posisi pertama dari daftar lima resiko yang dialami pekerja saat membuka jejaring sosial di kantor.  Perusahaan TI ini juga berpendapat bahwa meningkatnya popularitas situs seperti Facebook dan Twitter membuktikan semakin menarik bagi penjahat cyber.

Meskipun secara umum diakui bahwa pemberian akses ke jaringan sosial di tempat kerja meningkatkan risiko pada sistem perusahaan, namun tidak sedikit yang merasakan manfaat dari Facebook sebagai tujuan bisnis. Untuk alasan ini, ISACA mendesak agar diberikan batasan keras kepada karyawan agar mampu mengontrol penggunaan jejaring sosial sebagai tujuan bisnis, saat di kantor.

“Secara historis, banyak perusahan berusaha mengendalikan risiko dengan membatasi akses ke dunia maya, tapi itu tidak akan bekerja dengan baik, karena itu adalah media sosial,” kata wakil presiden ISACA Robert Stroud, dalam sebuah pernyataan, yang dilansir Tech Central.

Apalagi menurut Stroud, kelengahan dapat menjadikan malware bisa bergerak dengan bebas untuk menjebak korbannya, dan yang paling pahit mencuri informasi sensitif.

Malware Berbahaya

Sepanjang tahun 2010 lalu, cukup banyak kasus infeksi malware di Facebook, sehingga menjadikan  situs pertemanan ini  menjadi sumber infeksi malware terbesar diantara situs-situs jejaring sosial lainnya.

Malware yang tampil dalam bentuk banner, seperti yang sebelumnya terjadi, terkait dengan restoran cepat saji, kemudian disusul dengan ajakan menyaksikan video dari seorang pesohor Amerika. Meskipun telah banyak permintaan agar facebook memberikan perhatian lebih terhadap aspek keamanan di situsnya, tetapi hingga saat ini update yang bisa dinikmati baru sebatas viewer untuk melihat foto saja. Sedangkan para user masih berada di bawah bayang-bayang ancaman berupa malware, phishing, dan cyber threat lainnya.

Baru-baru ini ThreatSense, sistem anti-threat yang ditanam disemua produk ESET Antivirus berhasil mengidentifikasi dua malware yang menyebar melalui media jejaring sosial dan Instant Message yaitu Win32/Yimfoca.AA dan Win32/Fbphotofake.

Win32/Yimfoca.AA sendiri telah beberapa minggu belakangan bertengger pada posisi 10 besar didaftar hasil deteksi ThreatSense. Dengan pola penyebaran yang masih negara-negara kawasan Eropa seperti  Austria, Italia, Czech Republik, Kroasia, dan Slovakia. Jika para pengguna facebook tidak mewaspadai hal tersebut, bukan tidak mungkin malware berbentuk worm tersebut akan melompat ke kawasan lain di dunia.

Win32/Yimfoca.AA adalah worm yang menyebar ke komputer lain dengan menggunakan program-program Instant Messaging sebagai akses masuknya. Worm tersebut mampu mengirimkan copy dirinya, yang menyamar sebagai link yang menghubungkan ke codec yang dibutuhkan untuk menyaksikan rekaman video. Pola penyebarannya melalui situs Instant Messenger seperti YM dan MSN/Live Messenger, dan Facebook.

Menurut keterangan Marek Polesensky, seorang peneliti Malware di ESET, worm Yimfoca ini menggunakan fitur chat di Facebook untuk melakukan penyerangan. Sementara  Fbphotofake adalah worm jejaring sosial yang menyebar, sekaligus menyebarkan malware lain, melalui pesan-pesan spam di Facebook.

Polesensky juga menambahkan, “Yimfoca akan berperan sebagai backdoor yang dapat dikontrol secara remote dan bisa menyebar melalui Instant Messenger (IM) software lainnya seperti Skype, MSN atau Yahoo Messenger.” Selain itu,  Yimfoca juga bisa men-download dan mengaktifkan malware lain -seperti software antivirus palsu- yang bisa menyebar secara online, mampu merubah security settings atau mematikan firewall pada Windows.

Worm lainnya yang berhasil dideteksi oleh ThreatSense ESET adalah Win32/Fbphotofake, Trojan yang mendistribusikan spam dari Facebook ke pengguna lain. Bagi para pengguna facebook sangat dianjurkan untuk lebih berhati-hati, dan tidak begitu saja membuka banner tak dikenal, tidak membuka lampiran yang  mencurigakan, atau meng-klik link-link yang meragukan.

“Keamanan cyber, terutama saat menggunakan Facebook adalah tanggung jawab pengguna sendiri, oleh sebab itu sosialisasi tentang keamanan dalam menggunakan jejaring sosial perlu dilakukan secara berkelanjutan. ESET sendiri mengupayakan edukasi keamanan komputer termasuk bagi pengguna jejaring sosial melalui blog.eset.co.id,” kata Yudhi Kukuh, Technical Consultant PT. Prosperita – ESET Indonesia.

Masih terkait dengan serangan malware baru-baru ini, David Harley, Peneliti Senior dari ESET menyatakan bahwa Facebook messaging juga telah dimanfaatkan sebagai jalur penyebaran surat berantai dari Nigeria “Sebenarnya itu hanya permintaan palsu untuk fee yang harus dibayar dimuka, dengan kecenderungan kearah pemerasan”. Untuk itu, David Harley menyampaikan rekomendasinya “pastikan identitas pengirim pesan tersebut”.

Pada kesempatan lain, Randy Abrams, Direktur Technical Education Anti Virus menyimpulkan, “Salah satu bagian dari permasalahan besarnya adalah budaya di Facebook itu sendiri cenderung anti-security dan itu menjadi kendala yang sangat berat bagi para profesional bidang security di Facebook.”

Facebook Tingkatkan Sistem Keamanan

Facebook telah memperketat kendali privasi untuk meyakinkan keamanan member jejaring sosial itu di seluruh dunia. Pengetatan keamanan ini mulai disadari manajemen Facebook setelah fan page milik pendiri Facebook, Mark Zuckerberg, dibobol  hacker.

Dalam aksinya sang hacker meninggalkan pesan untuk Zuckerberg agar lebih memikirkan Facebook untuk tujuak sosial yang baik ketimbang keuntungan bisnis semata.

“Bagian penting dari pengendalian informasi adalah selalu melindunginya dari ancaman keamanan seperti virus, malware dan hacker,” ujar Jake Brill dari perwakilan manajemen Facebook, seperti dikutip melalui Yahoo News.

Fitur keamanan baru yang akan diluncurkan itu salah satunya adalah menyediakan password satu kali pakai yang bisa digunakan member ketika harus menggunakan shared-computer, seperti berada di kafe, bandara, hotel atau tempat umum lainnya.

Untuk mendapatkan password satu kali pakai ini, pengguna cukup mengirimkan pesan dari ponsel bertuliskan OTP dan mengirim ke nomor 32665. Untuk mendapatkan password satu kali pakai itu, nomor telepon pengguna harus terdaftar terlebih dahulu. Password tersebut hanya bisa dipakai satu kali dan akan kadaluarsa dalam kurun 20 menit. Meski demikian, layanan keamanan ini baru bisa dinikmati oleh pengguna Facebook di Amerika Serikat.

Facebook juga memungkinkan pengguna untuk memeriksa akun Facebook mereka dari mana saja dan kapan saja untuk memastikan bahwa akun mereka telah tertutup di komputer lain saat terakhir kali digunakan. Bahkan kini, Facebook memungkinkan pengguna untuk bisa sign-off secara remote.

“Jika seseorang tengah mengakses account Facebook Anda tanpa izin, Anda bisa mematikan login ilegal tersebut sebelum mengatur ulang password dan mengambil langkah-langkan lain untuk mengamankan komputer Anda,” ujar Brill.

Trend KEAMANAN INTERNET Indonesia 2011

0

keamanan internet-1Sepanjang tahun 2010 terdapat sejumlah hal penting yang berpengaruh besar terhadap terjadinya peningkatan insiden atau serangan yang menimpa infrastruktur Internet Indonesia. Diantaranya adalah pencurian identitas dan data. Bagaimana proyeksi kemanan internet di sepanjang 2011 ini?

Indonesia Security Incident Response Team On Internet Infrastructure (ID-SIRTII) mencatat, jumlah pelanggan internet pada akhir 2010 mencapai 2 juta akses broadband tetap atau menggunakan Asymmetric Digital Subscriber Line (ADSL) dan 1 juta akses tetap non broadband.

Sementara data dari Badan Regulasi Telekomuniksi Indonesia (BRTI) menunjukkan pengguna 3G dilaporkan telah mencapai 14 juta pelanggan. Sedangkan kompilasi data operator menunjukkan angka 20 juta pengguna 3G dan 45 juta pengguna akses data Internet GPRS/EDGE dan CDMA/EVDO.

Laporan operator juga menunjukkan bahwa pada akhir tahun 2010 semua BTS dari 3 operator selular GSM papan atas telah siap melayani akses data internet. Jumlah BTS Telkomsel mencapai 31,000, Indosat 29,000 dan XL 26,000 dengan jangkauan wilayah pelayanan (coverage area) telah  meliputi 99% dari 5,300 kecamatan di Indonesia. Ini tidak termasuk tambahan penetrasi layanan paket data berbasis Fixed Wireless Access (FWA) yang dikenal dengan CDMA/EVDO.

Jumlah nomor aktif yang telah terpakai mencapai 180 juta dengan perkiraan 135 juta diantaranya adalah unik (mewakili 1 orang). Walaupun tingkat churn rate (perpindahan pelanggan ke operator lain) dan wipe off (penghapusan nomor pasif) cukup tinggi namun ternyata pertumbuhan nomor baru (perdana) juga jauh lebih pesat. Ini artinya keterjangkauan telah meningkat tajam.

Kompilasi data survei pasar menunjukkan: Indonesia memiliki rasio kepemilikan perangkat akses Internet tertinggi, kenaikan jumlah gadget paling banyak dan penurunan tarif layanan (termasuk paket data Internet) paling tajam di kawasan ASEAN walau di tengah isu resesi ekonomi.

Harga perangkat komputer untuk akses Internet turun hingga di bawah US$ 400 (Rp. 4 juta) dari semula pada tahun sebelumnya berkisar di angka US$ 500 (Rp. 5 juta). Dan trend pengguna memilih jenis komputer portabel yang lebih murah seperti netbook (Rp. 3 juta) dan PDA Smartphone (dibawah Rp. 1 juta). Harga perangkat di atas itu kurang diminati.

Rata-rata tarif layanan akses data internet di bawah angka 150 ribu per bulan (flat rate). Bahkan ada yang di bawah Rp. 100 ribu. Pada tahun 2008 tarif masih di atas Rp. 300 ribu per bulan dan skemanya berbasis volume (bukan flat rate). Angka ini tidak termasuk peningkatan sangat tajam untuk layanan khusus seperti Blackberry dan perangkat wannabe-berry.

Statistik ini menunjukkan dinamika masyarakat pengguna yang sangat tinggi disertai munculnya tren budaya “always on” sebagai akibat semakin digemarinya layanan social network di Internet serta layanan fun and lifestyle lainnya seperti blog, microblogging, chatting dan games.

Pertumbuhan internet (pengguna, traffic, perangkat, aplikasi) meningkat ratusan persen apabila dibandingkan dengan kondisi 10 tahun yang lalu (1999). Sebagai contoh, pengguna Facebook di Indonesia mencapai angka 32 juta pada akhir tahun 2010. Sehingga walaupun angka Average Revenue Per Unit (ARPU) layanan dasar voice dan pesan singkat (SMS) terus menurun akan tetapi para operator tetap dapat mencatat angka keuntungan yang tinggi hasil kompensasi pendapatan di sektor aplikasi tambahan berbasis data internet seperti 3G dan Blackberry serta layanan fun and lifestyle lainnya seperti mobile banking.

Insiden dan Kasus Pidana

Sebagaimana teknologi lainnya, internet pun memiliki dua sisi yang dapat digunakan untuk maksud baik maupun jahat. Diperlukan pemberdayaan berkelanjutan untuk meningkatkan pemahaman (awareness) serta pengetahuan di bidang Keamanan Informasi dan Internet security kepada pengguna awam, perusahaan, lembaga pemerintah dan pendidikan serta kelompok lainnya.

Ancaman di Internet adalah nyata dan kerugian yang diakibatkan telah semakin meningkat. Perlu disadari bahwa upaya pengamanan harus dimulai dari tingkat pribadi (personal) hingga ke tingkat korporasi (perusahaan). Sehingga potensi ancaman dan serangan bisa berkurang.

ID-SIRTII mencatat sejumlah insiden sepanjang tahun 2010 yang dapat dikategorikan sebagai kegiatan kriminal menurut peraturan perundangan yang berlaku terutama KUHP, UU No. 11/2008 Tentang ITE, UU No. 36/1999 Tentang Telekomunikasi dan ketentuan lainnya.

Kasus pidana yang dilaporkan di sejumlah Polda antara lain: pencurian identitas dan data (sumber daya informasi) serta pembajakan akun (email, IM, social network) yang kebanyakan dilakukan untuk tujuan penipuan. Fitnah, penistaan dan pencemaran nama baik. Fraud (penipuan, black dollar, nigerian scam, love scam). Perjudian online, prostitusi dan human trafficking serta child predator. Pornografi, peredaran narkoba dan underground economy. cash out, penggelapan pajak dan money laundering. Serta cyber terorisme terutama untuk tujuan propaganda, rekrutmen dan penggalangan dana.

Sebagian kasus belum dapat ditindaklanjuti oleh Kepolisian karena keterbatasan sumber daya dan akses, terutama menyangkut pemeriksaan oleh penegak hukum Indonesia kepada penyelenggara layanan asing di luar negeri walaupun UU ITE telah mengaturnya. Antara lain untuk kasus penyebaran malware dan malicious code yang disisipkan di dalam file dan web site serta phising site. Spionase industri dan penyanderaan sumber daya informasi kritis. Cyber war atau saling serang karena alasan politis (ID vs MY, black campaign partai politik). Penistaan keyakinan dan penyebaran kabar bohong untuk tujuan provokasi politis maupun rekayasa ekonomi.

keamanan internet-2Profil Insiden Keamanan

Rata-rata jumlah insiden per hari pada tahun 2010 mencapai 1.1 juta insiden dan aktivitas ini cenderung akan semakin meningkat. Terutama pada situasi geopolitik tertentu seperti pemilu. 50% diantara insiden tersebut tergolong high priority alert. Sistem monitoring traffic ID-SIRTII sendiri terdiri dari 11 sensor yang meliputi hampir 60% traffic nasional, sehingga data dan informasi yang dihasilkan dapat digunakan untuk merepresentasikan profil traffic nasional.

Analisa data sistem monitoring traffic ID-SIRTII menunjukkan bahwa serangan ke infrastruktur Internet Indonesia sebagian besar disebabkan oleh kelemahan sistem dan aplikasi yang telah diketahui (common vulnerability). Penyebabnya adalah masih rendahnya kesadaran (awareness) para pengelola sistem dan pengguna aplikasi. Kemudian banyaknya penggunaan aplikasi tidak legal yang mengakibatkan tidak dilakukannya update atau patch untuk menutup kelemahan. Potensi terhadap ancaman zero day attack sangat besar karena kelalaian administrator.

Web defacing rally (vandalism) dengan teknik eksploitasi database SQL masih menempati posisi tertinggi jumlah insiden disusul oleh serangan malware/malicious code terutama virus lokal dan phising, scam serta SPAM yang juga mulai menyebar ke media selular (SMS dan MMS).

Insiden lainnya yang menjadi catatan khusus adalah malfungsi system berupa database corrupt yang menimpa sistem Domain Name Service (DNS) CCTLD-ID yaitu domain .id terutama .co.id. Insiden ini menyebabkan tidak dapat diaksesnya domain tersebut selama sehari penuh. Insiden ini juga mengingatkan kita pada kejadian serupa pada pertengahan tahun 2009 dimana domain .co.id sempat drop selama 4 hari akibat serangan DDOS. Hal ini menunjukkan adanya kelemahan yang sangat mendasar dalam sistem DNS CCTLD-ID yang sampai saat ini belum diperbaiki. Situasi ini sangat berbahaya mengingat domain .id merupakan salah satu infrastruktur Internet Indonesia yang strategis. Kegagalan sistem DNS CCTLD-ID berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi.

Ternyata juga diketahui bahwa sekitar 30% hingga 40% utilisasi traffic Internet internasional digunakan untuk akses konten negatif terutama pornografi, warez activity dan konten multimedia illegal. Dimana dampak ikutan akses konten negatif ini mengakibatkan tingginya insiden akibat malware/malicious code. Menurut data statistik forum keamanan Internet lebih dari 40% malicous code disebarkan menumpang pada material konten negatif dan sisanya melalui SPAM.

Berkat kebijakan Menteri Komunikasi dan Informatika yang meminta ISP melakukan penyaringan konten pornografi ternyata cukup efektif menurunkan tingkat penyebaran malware yang menumpang pada konten negatif. ID-SIRTII juga melakukan analisa terhadap dampak kebijakan ini menggunakan data NAWALA Project yaitu salah satu solusi content filtering berbasis DNS terbesar di Indonesia.

Namun tantangan terbesar untuk menurunkan penyebaran malware yang menumpang konten negatif lainnya masih perlu ditingkatkan dan diberikan perhatian khusus terutama penyebaran melalui saluran private seperti email dan berupa SPAM maupun melalui peer to peer network.

Penyebab insiden tertinggi lainnya adalah diakibatkan oleh kesalahan prosedur pengamanan dan kelalaian pengelola sistem. Kemudian akibat pengabaian dan ketiadaan prosedur serta pengelolaan  sistem pengamanan yang memadai. Teknik brute force attack dan password guessing menjadi trend untuk mendapatkan hak akses ilegal ke dalam sistem karena tidak adanya manajemen password yang baik (penggunaan kombinasi frasa kata kunci yang lemah, periode penggantian yang terlalu lama, penggunaan kata kunci yang sama untuk semua level hak akses).

Kasus social engineering terutama untuk mendapatkan hak akses dari para pejabat perusahaan atau operator dan pengelola sistem semakin banyak terjadi, akan tetapi sangat jarang dilaporkan karena dianggap dapat mengancam kredibilitas perusahaan apabila sampai informasi mengenai insiden akibat kecerobohan tersebut terpapar ke publik. Ini terjadi terutama di sektor keuangan.

Sebagian besar kasus social engineering memanfaatkan informasi pribadi yang terbuka di social network yang popular seperti Facebook dan Twitter melalui modus pertemanan. Sedangkan untuk modus pembajakan akun umumnya memanfaatkan celah keamanan fasilitas lupa password pada aneka layanan gratis di Internet seperti misalnya email. Kesalahan pengguna terutama karena menggunakan password yang sama untuk semua akun yang dimilikinya, terlalu mudah percaya dan terjebak ajakan pertemanan baru serta penggunaan kata kunci yang mudah ditebak.

Information gathering, termasuk teknik trashing – mencari data informasi rahasia dan sensitif melalui media bekas seperti portable external storage, CD/DVD dan kertas kerja yang tidak dihancurkan, penghapusan yang tidak sempurna dan tidak mengikuti prosedur pengamanan (secure disposal) untuk perangkat yang sudah habis masa pakainya serta kebiasaan berganti perangkat gadget tanpa mengikuti prosedur screening yang memadai. Banyak kasus kebocoran data perusahaan dan penyebaran data privacy dengan tujuan pencemaran akibat kurangnya awareness pengguna terhadap prosedur pengamanan perangkat gadget dan komputer portabel. Kasus menonjol dalam kategori ini adalah penyebaran video porno Ariel – Luna – Cut Tari.

Stuxnet, Zeus dan Wikileaks

Tahun 2010 juga menandai terjadinya revolusi di bidang malware dengan munculnya virus Stuxnet dan Zeus yang keduanya merupakan jenis tools untuk tujuan targetted attack (diarahkan untuk tujuan serangan yang sangat spesifik).

Fakta bahwa Stuxnet dirancang untuk melakukan sabotase dalam jangka panjang secara bertahap dan efek merusaknya tidak terdeteksi langsung, telah mengakibatkan kekhawatiran yang meluas bahwa virus ini merupakan petunjuk penting bahwa sejumlah Negara telah menciptakan senjata untuk kepentingan cyber war dan mereka telah mencapai tingkat keberhasilan yang diharapkan.

Demikian juga dengan virus Zeus menunjukkan adanya revolusi di bidang pembuatan Trojan horse dimana virus ini mampu menyebar melalui banyak cara dengan teknik drive by, phising melalui interaksi social network dan email sekaligus melakukan serangan lain berupa pencurian data. Zeus juga melakukan update secara periodik dan menyebar via jaringan botnet yang terdiri dari puluhan juta zombie dan kemudian berevolusi menjadi virus baru yang membobol informasi kartu kredit di bank dan kemudian disebut dengan kode Knebler.

Tahun 2010 juga mencatat peningkatan kualitas serangan jenis information leakage dan deception dengan munculnya gerakan situs Wikileaks yang dengan sengaja membuka ratusan ribu informasi rahasia pemerintah Amerika Serikat. Kebocoran secara massal semacam ini dari sudut pandang keamanan informasi berpotensi besar untuk memicu serangan besar dalam bentuk lain sebagai akibat diketahuinya sejumlah kelemahan sistem yang mungkin ada atau disebutkan di dalam dokumen yang disebarkan Wikileaks tersebut.

Atau serangan lain yang dipicu oleh aktivitas dari Wikileaks itu sendiri. Terbukti sesaat setelah situs Wikileaks diluncurkan sejumlah serangan DDOS diarahkan ke situs tersebut. Serangan balasan dari pihak pendukung Wikileaks juga terjadi dan menimpa sistem milik penyedia jasa keuangan Mastercard yang memblokir account milik pendiri Wikileaks. Serangan dengan tujuan serupa juga terjadi dalam berbagai bentuk dengan target yang berbeda.

Di dalam negeri juga terjadi peningkatan jenis serangan berbagai jenis (terutama web deface) yang dipicu oleh actual regional event pada akhir tahun disebabkan oleh perhelatan sepak bola piala AFF. Saling serang terjadi ketika partai final mempertemukan Tim Nasional Indonesia dengan Malaysia. Serangan juga terjadi sebagai bentuk protes atas terjadinya kecurangan supporter Malaysia dan juga akibat carut marut penjualan tiket pertandingan di tanah air. Ditambah lagi kampanye protes dari masyarakat yang meluas terhadap organisasi sepak bola nasional PSSI dan pemimpinnya karena manajemen yang buruk dan adanya pengaruh kepentingan politik yang sangat kuat dalam organisasi olah raga yang seharusnya independen tersebut.

Proyeksi Tahun 2011

Dengan memperhatikan perkembangan trend insiden pada tahun 2010 dan berbagai laporan dari sejumlah vendor, institusi dan komunitas keamanan Internet internasional, maka ID-SIRTII telah membuat proyeksi keamanan Internet untuk tahun 2011 khususnya di Indonesia.

Kompilasi data dari vendor keamanan komputer memperkirakan bahwa pada saat ini terjadi satu pencurian identitas dalam setiap 3 detik atau setara dengan 10 juta informasi pribadi per tahun dan terus meningkat kecepatan pertumbuhannya maupun jumlah/volumenya. Informasi identitas personal yang bersifat umum seperti jenis kelamin, umur, alamat, email dan pekerjaan serta data rahasia seperti nomor rekening bank dan data finansial adalah komoditas yang paling diminati di pasar underground. Para pemasar yang hendak melakukan market profiling membutuhkan data semacam ini yang apabila dikumpulkan melalui prosedur biasa akan memakan waktu dan biaya tidak sedikit. Sehingga penawaran dari pasar tidak resmi bisa menjadi pilihan yang rasional bagi sebagian perusahaan. Kebutuhan serupa juga berkembang terutama untuk tujuan targetted attack kepada tokoh masyarakat yang populer dan aktif di jejaring sosial. Tujuan serangan adalah fraud.

Tahun 2010 terjadi sejumlah pencurian informasi pribadi dan pembajakan akun yang berujung ke modus fraud menimpa tokoh masyarakat seperti artis, politisi dan pejabat negara. Di tahun 2011 jenis ancaman dan serangan ini akan semakin meningkat karena pengungkapan kasus selama ini hampir tidak ada karena terkendala sulitnya pelacakan secara legal formal.

Lain lagi dengan aktivitas pemasaran online dan jasa mass mailing atau sering disebut dengan Spammer. Mereka membutuhkan data pribadi sebagai sasaran penyebaran material promosinya. Sementara para cracker juga menumpang di dalam SPAM, material pornografi, multimedia dan warez untuk menyebarkan bot, trojan, malware, malicious code dan virus untuk mendapatkan akses (pintu masuk) sehingga dapat meretas ke dalam sistem korban dan menguasainya. Maka selanjutnya perangkat akses si korban akan dijadikan batu loncatan (zombie) dan penyamaran (cover up) untuk menyasar tujuan serangan yang sebenarnya.

Para penggiat cyber fraud juga ikut menyebarkan “scare mail” ataupun proposal bisnis palsu yang  sebenarnya adalah penipuan ataupun mengarahkan korban untuk menuju jebakan phising sites ataupun website yang telah terinfeksi malware/malicous code. Sehingga tanpa disadari si korban selain menjadi sasaran penipuan juga sekaligus dicuri data pribadinya untuk kemudian dijual ke pasar underground. Sekaligus komputernya dikuasai untuk dijadikan “zombie” yang juga turut menyebarkan virus, trojan, malware/malicious code bahkan Spam dan pornografi. Di luar negeri terutama di Eropa dan Amerika Serikat, telah cukup banyak korban tidak bersalah (karena tidak menyadari telah terinfeksi dan dimanfaatkan oleh cracker) tetapi harus menjadi tersangka.

Berdasarkan data tersebut maka ID-SIRTII memproyeksikan pada tahun 2011 nanti pencurian identitas akan menjadi insiden yang paling banyak terjadi diikuti dengan penyebaran malware, malicious code, trojan, bot, virus dan aktivitas Spam. Kemudian insiden akibat phising site juga akan meningkat dengan disertai cyber fraud (penipuan online).

Sejumlah kasus cyber fraud dengan modus penjualan komoditas/transaksi di tahun 2010 beralih memanfaatkan jejaring sosial sebagai media utama untuk melakukan aksinya baik secara langsung dengan membuat profil palsu maupun penyesatan dan hasil pembajakan akun.

Insiden dengan memanfaatkan common vulnerability juga masih akan tetap mendominasi jenis serangan yang akan menimpa perusahaan dan instansi pemerintah pada tahun 2010. Kejadian seperti ini akan terus berlanjut apabila paradigma pembelanjaan, praktek pengabaian, kelalaian di dalam pengelolaan sistem pengamanan informasi yang dianut oleh manajemen tidak diubah. Misalnya kebijakan manajemen yang tetap nekat menggunakan sistem operasi dan aplikasi ilegal yang tidak update dengan alasan ketiadaan pembiayaan. Karena sebenarnya ada solusi lainnya yang murah seperti misalnya memanfaatkan platform open source seperti Linux.

Sedangkan insiden klasik seperti web defacement (vandalism) serta DDOS mungkin saja akan terjadi namun tidak dapat diperkirakan jumlahnya mengingat pemicu aktivitas serangan ini amat bergantung pada actual event situasi geopolitik, ekonomi, sosial dan budaya terutama di kawasan regional ASEAN dan Asia Pasifik. Situasi dalam negeri terkadang juga turut memicu terjadinya insiden klasik semacam ini akibat adanya rivalitas di tengah masyarakat itu sendiri yang juga berimbas di lingkungan hacktivism. Terutama apabila tidak ada wadah penyaluran.

Oleh karena itu sangat penting dunia industri yang terkait bekerjasama dengan pemerintah untuk menggagas dan menyelenggarakan aktivitas penyaluran seperti kompetisi hacking dan lain-lain.

Trend perubahan modus pada online banking fraud kini semakin mengarah ke praktek money laundering yaitu dengan cara mengalihkan uang hasil fraud langsung ke bisnis sah untuk jenis komoditas yang tidak memerlukan transaksi face to face dan pengiriman barang seperti pembelian mata uang asing, koin game online terkenal seperti Poker di Facebook maupun game online lainnya yang kemudian dijual kembali. Tujuannya untuk mengaburkan pelacakan dan mengalihkan hasil kejahatan ke dalam bentuk lain. Pelibatan pihak lain yang tidak bersalah akan meningkatkan kompleksitas kasus dan ini memperlambat proses penyelidikan sehingga memberi kesempatan pelaku untuk menghilangkan jejak. Sejumlah kasus pada tahun 2010 menunjukkan gejala ini.

Analisa ID-SIRTII menunjukkan bahwa bank masih sangat lambat merespon kasus semacam ini. Kecenderungan bank untuk bersikap tertutup serta tidak kooperatif terhadap proses hukum yang dilakukan aparat dengan berlindung di balik klausul baku kerahasiaan bank dan perlindungan bank sehingga kurang berpihak kepada kepentingan konsumen. Pada akhirnya ini juga menjadi proteksi tambahan bagi para pelaku kejahatan untuk terus melakukan aksinya. Perhatian BI juga masih sangat minim karena potensi fraud ini termasuk laporan kasus yang ada secara statistik kecil dan merupakan fenomena gunung es akibat keengganan korban untuk melaporkan.

Meskipun teknik phising yang mengeksploitasi kelemahan sistem, user dan browser masih menjadi old time school strategy favorit para cracker dalam meretas online banking service, namun sejumlah kelemahan baru yang ditemukenali pada tahun 2010 seperti kelalaian pihak bank untuk memperpanjang masa berlaku CA serta masih adanya online banking yang tidak menerapkan secure akses secara penuh akan berpotensi besar dimanfaatkan oleh pelaku fraud.

Serangan Mobile Service

Trend insiden dan potensi serangan pada 2011 juga akan tumbuh di lingkungan jaringan seluler terutama yang menggunakan paket data Internet secara ekstensif. Selain serangan klasik berupa virus, trojan yang menyebar melalui celah keamanan fitur perangkat seperti bluetooth dan wifi, serangan juga akan masuk melalui akses Internet yaitu pada aplikasi email, web dan Internet messaging (IM). Dengan semakin beragamnya fitur dan platform aplikasi (Windows Mobile, Java Machine, Android, Symbian dan sejumlah platform baru) serta semakin banyaknya aplikasi serta jenis layanan termasuk fitur gadget itu sendiri dan banyaknya jumlah pengguna, maka potensi eksploitasi keamanan yang dapat menjadi serangan menjadi semakin besar.

Perangkat gadget juga akan menjadi sasaran serangan kejahatan seperti fraud (penipuan) dan pencurian data. Para cracker akan berupaya untuk ikut ambil bagian di dalam setiap transksi e-banking, phone banking, SMS banking serta layanan online store masing-masing vendor yang dilakukan dari perangkat gadget. Lebih jauh lagi mereka bisa melakukan penyadapan untuk tujuan pemerasan dan pencurian data pribadi. Pada tahun 2011 kejahatan ini akan tumbuh pesat.

Oleh karena itu pengguna gadget harus dididik untuk disiplin menerapkan prosedur self protection. Antara lain tidak mudah mempertukarkan data dengan orang lain, mengunduh atau memasang aplikasi yang tidak terpecaya atau yang tidak didapatkan dari sumber resmi yang dijamin oleh vendor dan senantiasa waspada dengan hanya menyalakan satu fungsi untuk interkoneksi jaringan pada satu saat. Misalnya memilih akses data selular, WiFi atau Bluetooth. Salah satu saja dan secara default mematikan akses lainnya manakala tidak dibutuhkan.

Cracker juga akan berupaya menjadikan perangkat gadget sebagai ghost host (batu loncatan) untuk meretas ke dalam jaringan internal perusahaan. Mengingat bahwa saat ini pemanfaatan fitur integrasi layanan perangkat gadget dengan sistem groupware dan kolaborasi perusahaan sangat diminati oleh kalangan eksekutif dan telah menjadi bagian dari gaya hidup yang baru. Para cracker dapat saja menanamkan malicious code yang secara rutin akan mencuri data perusahaan yang dapat diperdagangkan di pasar underground. Harus diterapkan prosedur pengamanan yang tepat dan ketat untuk membatasi akses perangkat gadget ke dalam jaringan perusahaan.

Secara rutin perusahaan perlu melakukan pemeriksaan keamanan dan audit terhadap perangkat gadget dan perangkat eksternal ekstra yang dipergunakan oleh karyawannya.

Targetted attack yang diduga dipicu oleh kepentingan politik dan ekonomi serta aktivitas intelejen atau spionase industri ditengah situasi krisis ekonomi dunia akan meningkat dalam bentuk praktek pencurian data dan kebocoran informasi terkait infrastruktur strategis milik negara. Menjadi sangat penting bagi suatu negara untuk meningkatkan upaya pengamanan informasi yang dimilikinya dan menyusun serta menerapkan berbagai regulasi terkait ketahanan informasi. Kegagalan upaya ini dapat mengakibatkan dikuasainya sumber daya milik negara oleh pihak lain dan turunnya daya saing serta tidak tercapainya kepentingan nasional di dalam pergaulan internasional.

Seiring dengan semakin meningkatnya kesadaran para pengguna teknologi dan meningkatnya kapasitas dan pengalaman penegak hukum serta keluarnya sejumlah regulasi baru di bidang Internet, maka ID-SIRTII memproyeksikan bahwa pada tahun 2011 pelaporan kasus akan meningkat tajam dan keberhasilan pengungkapannya juga akan semakin baik. Sementara modus baru juga akan terus tumbuh karena berbagai macam jenis tools dan eksploitasi baru yang semakin mudah digunakan akan ditemukan. Kejahatan dunia maya akan terus berkembang.

Untuk antisipasi tren potensi ancaman yang makin meningkat di tahun 2011, maka ID-SIRTII telah menyiapkan pusat pelaporan dan sejumlah fasilitas laboratorium (simulasi insiden, malware analysis, digital forensic dan pusat pelatihan pengamanan Internet), berbagai program untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan profesional di bidang keamanan Internet. Masyarakat luas dapat berpartisipasi di dalam program-program ini antara lain di dalam proyek honeynet nasional, anti SPAM project, local DNS content filtering, drill test dan Tsubame Project (kolaborasi dengan JPCERT untuk menganalisa korelasi profil insiden antar negara).

Sejumlah rancangan regulasi baru di bidang pengamanan Internet juga telah diajukan ID-SIRTII untuk mendukung upaya ini. Antara lain adalah Rancangan Peraturan Menteri tentang Sinkronisasi Waktu Perangkat Penyelenggara Telekomunikasi.

Wakil Ketua di Indonesia Security Incident Response Team On Internet Infrastructure / National Cooordination Center (ID-SIRTII), lembaga di bawah Departemen Komunikasi dan Informatika, yang bertugas mengawasi infrastruktur strategis Internet Indonesia dari kemungkinan ancaman dan potensi serangan. ID-SIRTII adalah anggota Asia Pacific Computer Emergency Response Team (APCERT)