Home Blog Page 989

Nintendo 3DS Berbahaya Untuk Anak Kecil

0

BROWSING-Nintendo-3DSPerangkat baru besutan Nintendo yang mengandalkan teknologi 3D, Nintendo 3DS, sejatinya akan diluncurkan pada 26 Februari 2011. Namun sebelum resmi dipasarkan, Nintendo memberikan peringatan bahwa perangkat tersebut dapat membahayakan kesehatan anak berusia di bawah enam tahun.

Dalam situs resminya, Nintendo mengatakan jika anak-anak di usia tersebut hanya diperbolehkan bermain game dengan format 2D. Pasalnya format 3D akan membahayakan mata anak.

Kehebatan konsol game portable terbaru ini adalah tidak diperlukannya bantuan kacamata tiga dimensi. Bahkan perangkat ini diprediksi akan menjadi pusat perhatian setelah para pesaing Nintendo mengeluarkan konsol game dengan teknologi gerak.

Sebelumnya Microsoft mengeluarkan perangkat kendali gerak tambahan untuk Xbox, yaitu Kinect, dan Sony pun mengeluarkan perangkat serupa yang diberi nama Move. Keduanya mengikuti teknologi yang telah diusung Nintendo sejak lama berupa teknologi game dengan sensor gerak di Nintendo Wii.

Bukan hanya dengan Microsoft dan Sony, Nintendo juga harus menghadapi persaingan dengan Apple dan Android Google yang juga telah memasuki pasar game bergerak.

News Corp Siap Jual MySpace

0

BROWSING-MySpaceRumor mengenai penjualan MySpace sebelumnya telah sering berhembus. Akan tetapi pernyataan yang dilakukan oleh News Corp hari ini, mengindikasikan bahwa penjualan tersebut akan segera terjadi dalam waktu dekat.

Mengutip USA Today News Corp secara resmi menyatakan kepastiannya untuk menjual MySpace. Chief Operating Officer and Deputy Chairman MySpace, Chase Carey mengatakan, “Sekarang adalah waktu yang tepat untuk menempatkan situs jejaring sosial tersebut di tempat yang baru.”

Sebelumnya, MySpace telah membuat perubahan yang drastis tahun lalu, termasuk perombakan desain secara total, reposisi menjadi perusahaan media dari pada situs jejaring sosial, dan pengantian beberapa staf kepemimpinan. Meski begitu, perusahaan induk, News Corp, belum puas dengan hasilnya karena revenue iklan masih rendah dari yang sebelumnya.

“MySpace terbaru ini cukup bisa diterima dengan baik di pasar dan kami memiliki beberapa data yang mendukung. Akan tetapi rencana MySpace untuk meraih pasar, masih di bawah ekspektasi kami,” tambah Carey.

Renovasi MySpace tahun 2010 kemarin tidaklah murah. News Corp mengatakan bahwa mereka mengeluarkan cukup banyak dana untuk perbaikan MySpace tahun lalu.

Google Tambah Fitur Check-In

0

Fasilitas check-in, dimana seseorang bisa memberitahukan keberadaannya kepada orang lain saat ini berhasil dikenalkan oleh Foursquare, Facebook dan Gowalla. Tak mau kalah dari ketiganya, Google turut menyediakan fitur yang sama kepada para pengguna smartphone.

BROWSING-Google MapMelalui  Google Latitude, pengguna smartphone dapat mengupdate lokasi secara otomatis dengan fasilitas GPS. Dikutip Straits Times, Software Engineer Google, Joe LaPenna mengatakan, “Fasilitas check-in dari Google memungkinkan pengguna menambah caption ataupun foto.”

Layanan baru Latitude ini bisa juga digunakan bersama Google Maps versi 5.1. Tidak seperti layanan berbagi lokasi lainnya, Latitude bisa menggunakan positioning satelit dari handset untuk mengupdate lokasi secara otomatis.

“Ketika Anda pergi, Latitude secara otomatis melakukan check-out untuk otomatis sehingga teman-teman Anda tidak perlu mempertanyakan lagi, apakah Anda masih di sana atau tidak,” katanya.

Pengembangan KLASTER INDUSTRI dan Inovasi di Indonesia

1

Kata “klaster industri” sudah sangat sering muncul, tetapi penafsirannya beragam. Apa sebenarnya makna dari klaster industri?

Klaster industri sebenarnya merupakan kelompok industri spesifik yang dihubungkan oleh jaringan mata rantai proses penciptaan (peningkatan) nilai tambah, baik melalui hubungan bisnis maupun non bisnis. Klaster industri yang berkembang dan berdayasaing umumnya tidak “terisolasi” pada satu produk, komoditas atau sektor saja, tetapi bersifat lintas sektor dan terkait satu dengan lainnya serta berada pada suatu “wilayah geografis” tertentu. Namun demikian, “batasan” wilayah tersebut tidak selalu berhimpitan dengan batasan administratif pemerintahan.

Banyak bukti empiris menunjukkan bahwa pada tataran meso, ekonomi yang maju umumnya didukung oleh klaster-klaster industri yang berdayasaing dan terus berkembang. Itulah sebabnya banyak negara yang terus menerus berkomitmen mendorong berkembangnya klaster industri yang menjadi tumpuan pembangunan ekonominya atau peningkatan daya saing ekonominya.

Tema klaster industri itu sendiri sebenarnya bukan hal “baru” dalam ilmu ekonomi. Jika digali dalam literatur, setidaknya ada 6 teori yang melatarbelakangi klaster industri, yaitu external economies, lingkungan inovasi, persaingan atau kompetisi kooperatif (cooperative competition), persaingan antar industri (interfirm rivalry), dan path dependence, serta efisiensi kolektif (collective efficiency).

Keragaman Pandangan

Demikian banyaknya konsep dan kepentingan masing-masing pihak, termasuk berbagai kementerian, sepertinya mempengaruhi upaya pengembangan klaster industri di Indonesia. Apa yang diperlukan dan apa yang perlu dilakukan ke depan?

Pertama, pada sisi konsepsi, mengelompokkan beragam pemikiran tentang klaster industri yang berkembang sejauh ini memang tidak sederhana. Salah satu faktornya adalah keterkaitan satu konsep/teori dengan lainnya.

Jadi, pemahaman yang memadai tentang klaster industri tentu sangat penting. Sayangnya memang, dialog tentang ini di banyak kalangan sering dinilai secara klise “terlampau berteori”. Tanpa maksud menggurui, saya kira peningkatan pemahaman tentang klaster industri di kalangan penentu kebijakan dan para stakeholders perlu terus dilakukan. Karena ini merupakan salah satu pangkal tolak sukses tidaknya praktik-implementasi pengembangan klaster.

Kedua, pada sisi praktik-empiris, tentu saja perkembangan ataupun langkah pengembangan klaster industri tidaklah secara kaku bersandarkan pada satu konsep saja. Modal pemahaman konseptual yang baik tentang klaster industri perlu disesesuaikan dengan konteksnya.

Ketiga, cara pandang sistem menjadi media dialog lintas stakeholders untuk membangun pemahaman bersama secara holistik tentang klaster industri tertentu, pengertian bersama tentang peran masing-masing dan peran bersama, serta membangun kolaborasi sinergis bagi pengembangan klaster industri yang bersangkutan. Dari sinilah cara kerja yang parsial, terkotak-kotak dengan ego sektoral masing-masing, sekat-sekat upaya yang terfragmentasi yang mengakibatkan inkoherensi tindakan dihapus atau setidaknya diminimumkan.

Keempat, para stakeholders harus mau menjalani proses pembelajaran kolektif (collective learning), termasuk para regulator terkait. Ini sangat penting karena pengembangan klaster industri bukanlah suatu proses revolusioner, tetapi perlu dipandang sebagi proses evolusi yang dipercepat. Banyak prakarsa klaster industri mandek atau tidak berkelanjutan atau bahkan “layu sebelum berkembang” karena dilakukan sendiri (misalnya oleh satu kementerian atau lembaga saja). Memang sering muncul anggapan bahwa bekerja sendiri bisa mempercepat aksi. Tetapi kemajuan yang diperoleh biasanya hanya menjadi “kemajuan semu” sementara saja. Langkah intervensi sulit mencapai syarat kememadaian kebijakan (adequacy of scope). Sisi sosio-kultural pada klaster industri tidak bisa begitu saja digantikan oleh intervensi besar-besaran pada segi ekonomi saja. Pembelajaran kebijakan (policy learning) sangat penting baik bagi pembuat kebijakan maupun para penerima manfaat (beneficiaries) dalam mendorong kemajuan klaster industri.

Karena itu, hal kelima yang perlu diperhatikan adalah komitmen tinggi dan konsistensi penentu kebijakan dan para stakeholders klaster industri yang bersangkutan. Inilah yang sering membedakan secara empiris berkembangnya klaster industri yang berhasil dengan klaster industri angan-angan.

Klaster Industri dan Inovasi

Banyak manfaat yang diperoleh dari pendekatan klaster industri. Klaster industri merangsang dan memungkinkan inovasi. Para stakeholders dalam suatu klaster industri biasanya akan memiliki kemampuan yang lebih baik untuk melihat peluang inovasi. Kehadiran pemasok dan lembaga yang beragam umumnya sangat membantu dalam penciptaan pengetahuan yang diperlukan oleh klaster. Sifat kolektivitas dalam klaster juga dapat mempermudah eksperimentasi dengan ketersediaan sumber daya lokal.

Banyak kasus empiris juga menunjukkan bahwa berklaster akan memfasilitasi proses komersialisasi. Dalam hal ini peluang bagi perusahaan-perusahaan baru dan lini bisnis baru bisa lebih nampak. Klaster sering menjadi tempat dimana komersialisasi gagasan lebih mudah dilakukan. Gagasan-gagasan baru dapat diperkenalkan oleh perusahaan kepada pasar tanpa harus menanggung risiko melakukan semuanya sendiri. Selain itu, dalam klaster industri, persaingan pada dasarnya juga akan meningkat akibat eksternalitas, keterkaitan dan hubungan antara perusahaan, industri, dan lembaga-lembaga terkait.

Jadi, klaster industri biasanya memberikan lingkungan dan kombinasi aset, lembaga dan pengetahuan yang cenderung menghasilkan tingkat inovasi yang lebih dari biasanya. Hal ini terjadi karena akan lebih mudah melihat peluang dan mengembangkan gagasan jika pelaku berada di tengah tindakan dengan sekelompok perusahaan terkemuka dan pemasok yang ada di sekitar (berdekatan). Karena itu juga klaster industri dapat menyuburkan kondisi mendasar yang memungkinkan inovasi terjadi. Klaster cenderung menstimulasi pertumbuhan tenaga kerja terlatih dan sophisticated, serta perkembangan pengetahuan dan teknologi dalam bidang-bidang tertentu. Akibatnya, apabila suatu klaster berkembang, ia akan cenderung bukan saja menghasilkan produk, tetapi juga modal intelektual dan teknologi.

Bagi para penentu kebijakan pun, klaster memungkinkan identifikasi dan mengatasi ketidaksempurnaan sistemik serta pengembangan bentuk baru tata kelola (new forms of governance). Pendekatan klaster merupakan suatu cara melakukan penyesuaian kebijakan inovasi dan kebijakan lainnya terhadap kebutuhan-kebutuhan klaster masing-masing, serta berguna untuk membangun dialog dan pembelajaran.

Di sisi lain, perlu dipahami bahwa inovasi merupakan proses pembelajaran sosial (social learning). Para inovator maupun adopters (pengguna) sama-sama perlu melalui proses belajar, baik menyangkut isu teknis maupun kemanfaatannya dan hal penting lain, serta membutuhkan “interaksi” yang efektif bagi keberhasilan inovasi.

Iklim persaingan yang sehat sangat diperlukan bagi berkembangnya inovasi, dan klaster industri yang berkembang baik umumnya memberikan iklim persaingan demikian. Iklim persaingan yang sehat memberikan tekanan persaingan yang efektif dalam mendorong kebutuhan akan inovasi. Keberhasilan inovasi akan semakin bergantung pada bagaimana berbagai elemen penting, baik pelaku usaha, lembaga litbang, perguruan tinggi dan pembuat kebijakan berkolaborasi.

Beragam fenomena inovasi juga menunjukkan bahwa inovasi sebenarnya merupakan suatu proses kreatif dan interaktif yang melibatkan lembaga-lembaga pasar dan non-pasar. Penelitian, pengembangan, dan perekayasaan (litbangyasa) sangat penting bagi perkembangan inovasi. Tetapi, inovasi membutuhkan lebih dari sekedar litbangyasa. Di lain pihak, walaupun perusahaan merupakan aktor utama dalam perkembangan inovasi, mereka tidak mungkin bertindak sendiri. Oleh karena itu, “kerumunan” yang produktif dan bersinergi diperlukan bagi perkembangan inovasi,  Hal demikian biasanya ditemui pada klaster-klaster industri yang berpotensi berkembang baik.

Peran BPPT ke Depan

Grand strategy bagi pengembangan klaster industri dan inovasi di Indonesia memang diperlukan. Ini tertuang dalam beberapa dokumen formal seperti RPJP dan Kebijakan Industri Nasional. Tetapi selain itu, saya kira sangat penting kita mendorong prakarsa-prakarsa kongkrit pengembangan klaster industri yang berbasis potensi terbaik yang kita miliki. Prakarsa tersebut tidak perlu terlampau ambisius dalam jumlah banyak. Yang paling penting adalah prakarsa tersebut didukung dengan komitmen tinggi dan diimplementasikan secara konsisten sehingga dapat berkembang sebagai kisah-kisah keberhasilan (success story). Hal demikianlah yang biasanya dapat dikembangkan selanjutnya bagi prakarsa-prakarsa lain.

Ada beberapa peran penting yang perlu dilakukan oleh Badan Pengkajian Dan Penerapan Teknologi (BPPT) dalam mendukung upaya-upaya pengembangan klaster industri dan inovasi di Indonesia. Pertama, berpartisipasi dalam mendorong berkembangnya kolaborasi sinergis untuk pengembangan klaster industri dan inovasi. Kedua, berkontribusi dalam memberikan masukan konstruktif kepada pemerintah dan para stakeholders untuk perbaikan strategi, kebijakan dan/atau program pembangunan ekonomi melalui pengembangan klaster industri prioritas dan inovasi (pada tataran nasional maupun daerah). Ketiga, berpartisipasi aktif sebagai katalis dalam pengembangan/penguatan klaster industri dan inovasi serta dalam mendukung pengembangan iklim kompetitif yang sehat bagi perkembangan klaster dan inovasi. Keempat, berpartisipasi dalam program/aktivitas litbangyasa kolektif (kolaboratif) yang sesuai dengan kebutuhan klaster prioritas tertentu dan berpotensi besar bagi perkembangan inovasi. Kelima, berpartisipasi aktif dalam mengembangkan kewirausahaan teknologi (technopreneurship), terutama yang relevan bagi perkembangan klaster industri prioritas, termasuk misalnya melalui pengembangan bisnis baru/pemula (start-up companies) yang inovatif. BPPT tentu tidak mungkin bekerja sendiri. Karena itu, ini haruslah menjadi gerakan nasional dalam peningkatan daya saing ekonomi nasional dan daerah di Indonesia.

Ditulis Oleh : Tatang A. Taufik

Penggagas Gerakan Membangun Sistem Inovasi, Daya Saing, dan Kohesi Sosial di seluruh wilayah Nusantara (Gerbang Indah Nusantara).

SDM IPTEK di Perguruan Tinggi Indonesia

0

Kebijakan nasional dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi sebagaimana tertuang dalam Undang-undang No. 18 Tahun 2002, tentang Sistem Nasional Penelitian, Pengembangan, dan Penerapan Iptek menempatkan perguruan tinggi sebagai salah satu unsur kelembagaan iptek selain lembaga litbang, badan usaha, dan lembaga penunjang.

Perguruan Tinggi sesuai pasal 7 ayat (1) dan (2) berfungsi membentuk SDM ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek). Guna menjalankan fungsi tersebut, perguruan tinggi diamanatkan untuk bertanggung jawab dalam meningkatkan kemampuan pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan serta pengabdian pada masyarakat sesuai dengan kemajuan iptek.

Tingginya tingkat kualitas SDM iptek di suatu negara menjadi penentu bagi terbentuknya negara yang bermartabat dan berkualitas. Kualitas SDM tersebut pun sangat tergantung pada mutu dari pendidikan yang dikembangkan dan dijalankan oleh negara bagi masyarakatnya.

Kemampuan melakukan riset atau penelitian merupakan prasyarat penting dalam mengukur kualitas SDM terlebih pada pendidikan tinggi. Kemampuan riset yang baik dengan bentuk luaran paten ataupun publikasi ilmiah internasional adalah ukuran yang mendapat porsi penilain cukup tinggi dalam berbagai pengelompokan suatu perguruan tinggi dianggap berkelas dunia.

Bahkan Times Higher Education menempatkan riset dan sitasi sebagai penilaian penting dalam menetapkan World University Rankings. Penilaian tersebut menggunakan 13 indikator (gambar 1) yang terbagi dalam lima lima unsur yaitu Teaching — the learning environment (30%), Research — volume, income and reputation (30 %), Citations — research influence (32,5%), Industry income — innovation (2,5%), dan International mix — staff and students (5%).

1 Sumber: http://www.timeshighereducation.co.uk/world-university-rankings/2010-2011/analysis-methodology.html, diakses 29 januari 2011

Gambar 1. Indikator Penilaian Perguruan Tinggi Berkelas Dunia versi THE

Mengapa Riset Penting?

Riset adalah program yang memiliki makna dan fungsi strategis dalam pengembangan kualitas pendidikan sebuah institusi pendidikan. Hal ini sejalan dengan fungsi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang menekankan sinergisitas kampus sebagai institut pendidik, penelitian sekaligus pengabdian kepada masyarakat. Tak jarang, reputasi sebuah perguruan tinggi dipertaruhkan melalui ajang riset ataupun lomba penelitian bidang ilmu.

Mengkondisikan sebuah kampus agar memiliki power adalah sebuah proses dan kerja di dalamnya. Ada empat hal yang menjadi sumber energi bagi sebuah kampus, yakni; adanya selektivitas mahasiswa yang diterima menurut standar kriteria yang ditetapkan, kualitas pendidik yang dilihat dari pola rekrutmen dan sistem pengembangan karier, kualitas pengelolaan, dan kualitas hasil penelitian dan pengabdian pada masyarakat.

Prof. Sukamto pernah mengemukakan ada 4 pilar penentu reputasi perguruan tinggi; pertama, reputasi kampus ditentukan oleh kualitas mahasiswa yang diluluskan. Hal ini wajar mengingat mahasiswa-mahasiswa tersebut nantinya akan menjadi duta-duta kampus di masyarakat. Kualitas mahasiswa ditunjukkan dengan selektivitas yang tinggi dan potensi akademik tinggi. Kedua, kualitas pendidik dengan kualitas yang tinggi beserta prestasi yang diraihnya di tingkat nasional maupun internasional. Ketiga, kualitas lulusan yang berprestasi dalam kariernya di masyarakat. Masyarakat sekarang sudah sangat cerdas dan mudah menghargai keberadaan alumni sebuah institusi yang mempunyai manfaat dan kontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Keempat, reputasi sebuah perguruan tinggi sangat ditentukan dengan ada atau tidaknya kontribusi karya ilmiah dan sumbangsih nyata bagi masyarakat tingkat nasional maupun internasional.

Sebenarnya seluruh hukum, aksioma, teori hingga praktek aplikasi merupakan buah dari riset, baik disadari maupun tidak. Bayangkan, seorang Newton yang namanya populer dalam hukum fisika, menemukan salah satu hukum fisika hanya berawal dari melihat sebutir apel yang jatuh ke bumi.

Bahkan secara jelas Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia sebagai soko guru pembangunan iptek di Indonesia mengungkapkan empat hal tentang pentingnya penelitian dan pengembangan. Pertama, aktivitas riset akan menghasilkan temuan baru dalam bidang ilmu pengetahuan. Hal ini kemudian akan menunjang proses transformasi teknologi, sosial, ekonomi, dan politik dalam kehidupan berbangsa dan bernegara menuju knowledge society. Kedua, kegiatan riset yang diarahkan pada iptek dan ekonomi dapat menghasilkan inovasi berbasis iptek sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan daya saing bangsa. Ketiga, perkembangan kondisi pada tatanan nasional dan global saat ini menjadi peluang sekaligus ancaman terhadap keberlangsungan sumber daya alam, hal ini juga menentukan daya saing sehingga kemampuan dalam mengelola aset dengan berlandaskan riset-riset disegala sektor mampu menempatkan Indonesia lebih unggul dengan tidak hanya mengandalkan potensi alam saja yang kemudian diolah begitu saja tanpa diolah sendiri. Keempat, riset juga berkontribusi terhadap peningkatan nilai tambah sumber daya alam dan sumber daya manusia sehingga mampu untuk mempercepat proses bangsa ini mencapai tujuan dalam memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan mewujudkan keadilan sosial.

Kondisi Kekinian SDM Iptek di Perguruan Tinggi

Pusat Penelitian Perkembangan Iptek – LIPI kembali memberikan hasil survei penelitian dan pengembangan (litbang) sektor perguruan tinggi di tahun 2007-2008 yang dikeluarkan dalam Indikator Iptek Indonesia 2009. Hasil ini memperlihatkan kondisi tenaga litbang di perguruan tinggi negeri (termasuk politeknik) Indonesia saat ini. Tenaga litbang dan pengabdian masyarakat tersebut terbagi dalam peneliti/dosen, teknisi, dan staf pendukung). Secara keseluruhan SDM iptek yang ada di perguruan tinggi berjumlah 40.965 orang, tersebar di 265 fakultas dengan 12.748 orang, 44 lembaga penelitian sebanyak 17.629 orang, 43 lembaga pengabdian masyarakat sebanyak 9.355 orang, dan 13 politeknik memiliki 1.233 orang SDM iptek.

Sebaran tersebut sekitar 90% sudah dipenuhi oleh dosen/peneliti. Para peneliti yang menjadi SDM iptek di perguruan tinggi merupakan dosen ataupun profesional yang terlibat dalam pembuatan konsep atau penciptaan pengetahuan baru, produk, metode, dan sistem serta profesional yang terlibat dalam pengelolaan proyek penelitian.

Kegiatan riset di perguruan tinggi kita juga melibatkan tenaga asing walaupun jumlahnya sangat kecil. Masuknya tenaga asing dalam kegiatan penelitian ataupun pengabdian masyarakat di perguruan tinggi di Indonesia, dikarenakan adanya pembiayaan kegiatan yang bersumber dari luar negeri (hibah atau kerjasama litbang). Jumlah tenaga asing tersebut hanya 74 orang, sebagian besar terdapat di fakultas (56 orang), 14 orang di lemlit, dan 4 orang di lembaga pengabdian masyarakat. Perbandingan antar SDM lokal dan SDM Asing dapat dilihat pada gambar 2.

2Gambar 2. Perbandingan Proporsi SDM Lokal dan SDM Asing di Litbang Perguruan Tinggi

Porsi tenaga peneliti jika dilihat berdasarkan bidang keilmuan yang tersebar dalam kelompok fakultas sebagian besar di bidang ilmu pengetahuan sosial dan Kemanusiaan (IPSK). Dari 265 fakultas terdapat 3.651 orang tenaga peneliti di 95 Fakultas IPSK; 2.529 orang di 49 Fakultas Pertanian; 2.005 orang di 33 Fakultas MIPA; 1.598 orang di 27 Fakultas Teknik; 1.695 orang di 30 Fakultas Kedokteran/Kesehatan; dan 1.695 orang di 31 Fakultas Pendidikan. Kondisi ini cukup sebanding dilihat dari sebaran belanja litbang menurut kelompok fakultas. IPSK menghabiskan biaya penelitian sebesar 31,69%, selanjutnya pertanian dengan 27,28%, MIPA 17,90%, dan fakultas kedokteran/kesehatan, teknik dan pendidikan berbagi porsi sebesar 11,21% : 6,05% : 5,88%.

Hasil survei Pappiptek – LIPI (2008) ini juga mengungkapkan bahwa pembiayaan riset di perguruan tinggi kita banyak terserap pada penelitian terapan sebesar 48,39% dari total Rp 201,81 miliar sepanjang tahun 2007, sedangkan penelitian dasar dan eksperimental berbagi porsi yang hampir merata yaitu 25,23% untuk penelitian dasar dan 26,38% untuk pengembangan eksperimental.

Namun, jika dilihat berdasarkan luaran hasil riset, maka Fakultas MIPA merupakan kelompok fakultas dengan persentase terbesar dalam memublikasikan jurnal nasional yang terakreditasi tahun 2007 (terlihat pada gambar 3) yaitu sebesar 36.8%, kemudian disusul kelompok Fakultas Teknik (24,74%%) dan Pertanian (14,23%). Untuk jenisjurnal internasional, kelompok Fakultas MIPA memublikasikan sebesar 37,46%%, menyusul Fakultas Teknik 25,61%.

3Gambar 3. Sebaran Publikasi Menurut Jenis Publikasi dan Fakultas

Kondisi semacam ini memperlihatkan bahwa untuk menuju perguruan tinggi berkelas dunia, mau tidak mau harus adanya perubahan secara kontinyu dan berkesinambungan dan lebih maju di bidang pendidikan agar terwujudnya kualitas sumber daya manusia yang baik maka diperlukannya suatu Master Plan yang jelas dan terukur dan terencana hingga beberapa tahun bahkan beberapa dekade kedepan seperti halnya Malaysia tentang bagaimana pengembangan kurikulum Pendidikan Nasional yang baik. Pengembangan di bidang kurikulum itu sendiri dapat berupa pengembangan kurikulum pendidikan nasional yang multkulturalisme berbasis identitas lokal, spiritual, kepulauan dan berwawasan kebangsaan. Tidak hanya itu kerjasama penelitian lintas sektor dengan lembaga penelitian di luar perguruan tinggi atau kolaborasi riset terpadu dapat menjadi cara untuk menguatkan SDM iptek antar lembaga.

Ditulis oleh :

Prakoso Bhairawa Putera

Peneliti Muda bidang Kebijakan dan Administrasi (Kebijakan Iptek) – LIPI, dan Peserta Program Beasiswa Pascasarjana Ristek 2010 di Universitas Indonesia.

Bagaimana TV Masa Depan?

0

Hal 28-29-InspirationPak Bob,

Seperti yang pernah Anda ulas, saya setuju sekali bahwa konvergensi teknologi komunikasi dan informasi akan terus terjadi. Dahulu tidak pernah kita bayangkan bisa menonton siaran televisi dari ponsel atau mengecek email dari televisi.

Saat ini saja, kita sudah cukup terperanjat dengan teknologi yang yang membuat mimpi seolah jadi kenyataan. Lalu  apakah ada mimpi lain akan terjadi sehubungan dengan televisi?

Susviana Rianty

D3 Sekertaris

Pekanbaru – Riau

Tepat sekali, memang beberapa tahun lalu kita tidak pernah membayangkan sebuah ponsel sebagai alat komunikasi bisa berfungsi sebagai alat informasi. Bahkan ponsel-ponsel murah buatan China seharga 300 ribuan pun kini bisa berfungsi ganda sebagai alat komunikasi dan informasi. Hal ini dimungkinkan karena terjadinya “perkawinan” teknologi informasi dan komunikasi.

Sebentar lagi kita pun akan menyaksikan “perkawinan” antara web dan televisi. Lihat artikel yang saya tulis beberapa bulan lalu tentang “Internet Masuk TV”, beberapa vendor besar maupun pemain konten serta aplikasinya sudah disiapkan.

Google telah menyiapkan suatu situs baru untuk Google TV (http://www.google.com/tv/). Anda bisa melihat-lihat fiturnya sekaligus juga mitra vendornya yang akan mengisi kontennya seperti HBO, Turner broadcasting, dan NBC Universal. Tentunya dengan aplikasi pre-loaded seperti Netflix, Twitter, CNBC, Pandora, Napster, NBA Game Time, Amazon Video On Demand termasuk Android, Adobe Flash 10.1, Sony, Apple dan tentu saja browser miliknya Chrome.

Berikut ini adalah beberapa skenario yang bisa terjadi bila “perkawinan” antara teknologi web dan televisi terwujud. Nah coba Anda lihat, menurut Anda seberapa besar kemungkinan ini bakal terjadi?

1. Bisnis LokaL

Sambil nonton televisi di rumah dan untuk menghindari melihat pariwara, maka orang bisa mencari resource atau barang-barang langsung lewat televisi. Selain memanfaatkan kemampuan local targeting maka geo-targeting juga bisa dimaksimalkan.

Google tidak memerlukan banyak upaya untuk memperbesar pangsa pasar tidak seperti yang dilakukan oleh Bing yang yang menggelontorkan banyak Dolar untuk membengkakkan users-nya. Apalagi dengan dibenamkannya berbagai aplikasi bergerak, maka orang akan cenderung memilih Google untuk melakukan pencarian dan mengkonek bisnis lokal dan regional. Google TV membenamkan fitur Google Search di tempat yang sangat terlihat.

2. E-Commerce dan Pengembangan Aplikasi

Karena seluruh web ada dalam genggaman jari jemari Anda, maka saat Anda duduk di depan televisi atau dalam posisi mobile, web akan selalu tersedia untuk Anda. Bayangkan ketika Anda melihat tayangan televisi, lalu terbersit ide bisnis, maka Anda bisa langsung meluncur ke web yang menyediakan produk yang dijual. Ini penting, mengapa? Karena umumnya pada saat kita menonton, muncul banyak ide bisnis namun pada saat mematikan televisi, maka ide tersebut sudah hilang dari ingatan Anda.

Juga akan bermunculan berbagai aplikasi web yang berbasis Android dan aplikasi web lainnya untuk memudahkan transaksi dan jual-beli sambil menonton televisi.

3. Nonton Televisi dan Video Sekaligus

Berpindah pindah channel sangat mudah sekaligus menonton tayangan video di YouTube. Pilihannya bahkan bukan hanya YouTube semata.

4. Mempermudah Melihat Konten Bajakan

Yang satu ini memang tidak enak didengar, tetapi sangat mudah bagi Anda menonton konten bajakan dibandingkan sebelumnya, apalagi menontonnya lewat televisi.

5. Nonton Sambil Mendengarkan Radio

Banyak orang menyukai radio, karenanya situs web seperti Pandora, Lasf.fm, Grooveshark, dan lain sebagainya memungkinkan para penikmat musik dipuaskan karena tidak dipaksakan untuk mendengarkan pariwara-pariwara audio. Karena itu pastikan televisi Anda memiliki speaker yang bagus untuk mendengarkan radio sambil menyaksikan tayangan televisi.

Google Jadi De Facto

Bila semakin banyak orang menonton televisi, maka mau tidak mau orang harus memilih Android sebagai sistem operasinya. Publik pasti memilih perlengkapan yang memiliki banyak aplikasi yang terintegrasi dan menggunakan sistem operasi yang sama. Begitu juga dengan browser Chrome.  Mereka yang tidak terbiasa dengan Chrome, maka lambat laun karena menggunakan Google TV, orang akan terbiasa dan beralih ke browser Chrome, karena:
1. Mudah Terkoneksi Dengan Facebook

Bukan hanya Fcebook, Twitter dan kemungkinan besar “Google Me”.
Banyak orang menghabiskna banyak waktu menggunakan berbagai situs jejaring sosial, entah untuk berbagi konten, berkomunikasi dengan teman-temannya, atau berbagi updates terkini lainnya.

Coba perhatikan,  mereka melakukan hal ini entah sambil ngobrol, atau sambil menunggu atau bahkan sambil menonton acara televisi dan mendiskusikan siaran yang sedang mereka tonton di televisi. Atau jika mereka sedang tidak menonton, setidaknya televisi menyita banyak dari waktu kebanyakan orang.

Nah TV Internet akan menyatukan semuanya, sehingga sambil menonton mereka  bisa membuka Facebook atau Twiter. Apalagi berkat “Google me” maka Google mengumpulkan audiens di seluruh dunia dalam domainnya. Ini peluang bisnis besar bagi Google untuk mendorong penggunaan fitur social layer yang dibenamkan ke dalam TV internetnya.

2. Melihat News

Melalui televisi masa depan, kita dimungkinkan untuk melihat news sekaligus dapat memprogram pilihan news favorit kita. Ingat apa Google lakukan untuk print news?

3. Bermain Game

Untuk yang satu ini sepertinya sudah tidak bisa dielakkan. Game-game web akan sangat populer. Lihat saja Google telah banyak mengakuisisi konten-konten berisi games. Mesekipun televisi internet menjadi hal yang biasa-biasa saja, maka online games akan meningkat kualitasnya, tidak seperti yang sekarang kita kenal.

4. Menelepon

Seringkah Anda menonton televisi  sambil menelepon? Jika Anda memiliki account Skype, VOIPWise dan video chat lainnya, Anda bisa melakukan panggilan video calling atau audio calling dengan biaya sangat murah dan melihat lawan bicara Anda di TV secara langsung.

Bila TV Internet sudah marak, maka iklan online akan menjadi pilihan bagi industri-industri untuk membidik targeted audience. Dan otomatis persaingan di bisnis iklan bagi media cetak dan media televisi akan sangat ketat termasuk perang harga diantara keduanya, sehingga terjadi penurunan rate.

Jadi sudah siapkah Anda untuk masuk ke era ini? Menurut Anda, apakah hal ini akan terjadi?

RIM dan Nasib BLACKBERRY di Indonesia

0

Blackberry-InspirationUltimatum pemerintah  dalam hal ini Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) kepada produsen Blackberry, Research in Motion (RIM) terkait dengan ketidaktaatannya terhadap aturan main bisnis di Indonesia tampaknya membuahkan hasil. Menjelang batas ultimatum 21 Januari 2011 lalu, RIM memenuhi satu dari tujuh permintaan menteri  Tifatul Sembiring yakni memblokir stius-situs porno yang dapat diakses melalui Blackberry.

Ultimatum Kemkominfo Terhadap RIM mengandung konsekuensi penghentian bisnis layanan Blackberry di Indonesia untuk sementara waktu atau selamanya kalau pihak RIM tidak menaati hukum-hukum yang berlaku di Indonesia. Tentu saja hukum yang dimaksud adalah yang terkait dengan aturan telekomunikasi, bisnis, sosial, ekonomi keamanan dan sebagainya. Untungnya pihak RIM mau memenuhi permintaan pemerintah tersebut terutama memblokir semua situs porno yang dapat diakses dengan mudah di Blackberry.

Lalu mengapa hanya situs porno yang lantang disuarakan pemerintah untuk diblokir? Pertanyaan ini oleh sebagian pengamat teknologi informasi (TI) ditanggapi beragam. Ada yang mengatakan pornografi tidak tepat dijadikan alasan pemblokiran layanan Blackberry. Alasannya karena tidak semua pengguna mengakses situs porno melalui Blackberry.  Di samping itu, akses situs porno sampai sekarang pun masih bisa diakses melalui komputer yang terhubung ke jaringan internet. Artinya tanpa Blackberry pun situs pornografi masih tetap bisa diakses bebas.

Ada juga yang mendukung kebjiakan pemerintah tersebut karena boleh jadi layanan Blackberry yang bebas mengakses situs-situs syur itu makin membuat orang gandrung terhadap pornografi terutama anak-anak dan remaja. Tentu ini akan mengancam kerusakan akhlak generasi muda Indonesia. Padahal pemerintah sedang getol-getolnya mengkampanyekan gerakan internet sehat.  Sementara itu, pengguna Blackberry di Indonesia makin hari makin meningkat.

Bukan Hanya Pornografi

Data menunjukkan, pengguna Blackberry di Indonesia saat ini mencapai tiga juta orang. Sebanyak dua juta di antaranya pengguna resmi dan satu juta pengguna illegal (republika online 17/1/11). Bayangkanlah jika situs porno tidak diblokir, pengguna Blackberry dari berbagai kalangan itu akan semakin leluasa mengaksesnya. Oleh karena itu, amat wajar kalau Menteri Tifatul mengultimatum RIM untuk memblokir situs-situs amoral tersebut.

Sebenarnya ultimatum pemerintah tidak hanya terkait soal akses bebas situs porno di Blackberry. Lebih dari itu, pemerintah melihat bahwa bisnis RIM ternyata banyak merugikan Indonesia dari sisi pendapatan dan keamanan negara. Pasalnya RIM menjalankan roda bisnis TI di Indonesia melalui kantor pusatnya di Kanada.

RIM memperoleh pendapatan Rp. 189 miliar per bulan atau sekitar Rp. 2,3 triliun per tahun. Lewat kerjasama dengan enam operator telepon seluler di Indonesia, pengguna Blackberry dikenakan Rp. 120 ribu hingga Rp. 150 ribu perbulan. Dengan uang langganan sebesar itu, RIM memperoleh untung US$ 7-8 dollar per bulan. Pendapatan itu langsung dikirim ke kantor pusat RIM di Kanada.

Menurut Menteri Kominfo Tifatul Sembiring, dengan cara itu, RIM tidak membayar pajak kepada pemerintah Indonesia.  Jelas ini sangat merugikan Indonesia.  Belum lagi dilihat dari sisi keamanan. Kebanyakan pengguna Blackberry tidak menyadari bahwa data dan informasi yang dikirimkan melalui sarana komunikasi itu terekam dalam server perusahaan RIM yang bermarkas di Toronto, Canada.

Meskipun RIM sudah membuka kantor perwakilan di Indonesia November 2010, RIM masih belum memliki server lokal. Otoritas data dan informasi ada pada pihak RIM.  Mereka tentu tidak akan sembarangan mengabulkan permintaan atau mengeluarkan data dan informasi tanpa mempertimbangkan kepentingannya. Sehingga wajar saja jika pemerintah bersikap tegas agar pihak RIM membangun server lokal untuk melayani pengguna dan terkait dengan purnajual di Indonesia. Selain itu, membangun juga pusat data lokal untuk kepentingan keamanan nasional. Salah satu tuntutan yang tak kalah pentingnya adalah membuka akses penyadapan bagi penegak hukum dan membangun Regional Network Aggregator guna menekan biaya langganan serta mempercepat pengiriman data pengguna Blackberry Indonesia. Hal yang sama pernah pula dituntut oleh sejumlah negara di Asia tahun lalu yang sempat geram dengan RIM.  India misalnya, sempat bersedia memberikan akses untuk memindahkan data yang ada di handset telepon pintar tersebut. Layanan ­e-mail dan Blackberry Messanger  diduga sangat rentan terhadap aksi-aksi kejahatan yang sangat mungkin dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Itu sebabnya kenapa India begitu ‘ngotot’ tolak layanan khusus BlackBerry, karena diduga sekelompok orang yang melakukan serangan bom di Mumbai  tahun 2008 lalu menggunakan telepon genggam tersebut.

Tunduk Pada Aturan

Suara pemerintah ini sudah dilontarkan sejak tahun 2010 lalu. Sayangnya pihak RIM selalu mengulur-ulur waktu dengan berbagai alasan yang terkesan dibuat-buat. Sikap tegas yang ditunjukkan pemerintah kepada RIM menurut hemat penulis sudah tepat.  Bagaimanapun juga RIM harus tunduk pada aturan main di Indonesia. Bukan hanya di Indonesia, di negara manapun RIM tetap harus tunduk pada aturan main yang berlaku di negara tempat RIM melebarkan sayap bisnisnya. Di Indonesia sendiri, RIM harus mentaati sejumlah aturan perundangan seperti, Undang-undang No 36/1999 tentang Telekomunikasi, UU No 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, dan UU No 44/2008 tentang Pornografi.

Tampaknya pemerintah mulai menyadari bahwa bisnis RIM membawa dampak kerugian yang besar bagi Indonesia. Sehingga tidak ada cara lain untuk membendung kerugian itu, selain mengambil sikap tegas terhadap RIM untuk mengikuti segala aturan yang berlaku di Indonesia. Agaknya sikap tegas ini membuat pihak RIM berpikir seratus kali untuk menolak tuntutan kementerian Komunikasi dan Informatika. Pasalnya RIM tidak ingin kehilangan pasar Blackberry-nya di Indonesia dengan pelanggannya yang telah mencapai lebih dari dua juta orang.  Walaupun pihak RIM telah berkomitmen untuk mematuhi hukum dan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia, komitmen itu harus tetap dipantau terus karena tidak menutup kemungkinan akan terjadi lagi pelanggaran. Terutama yang terkait dengan pemblokiran situs-stius porno di Blackberry. Bagaimanapun juga pemerintah punya kewajiban melindungi masyarakat dari penggunaan sarana TI dan komunikasi  yang tidak sepatutnya.

Selain itu, pemerintah harus jeli melihat celah-celah kecurangan bisnis  yang selalu dilakukan oleh perusahaan- perusahaan asing di Indonesia. Dengan cara itu, pihak RIM pun akan semakin berhati-hati sehingga bisnis Blackberry akan tetap bertahan di Indonesia. Apalagi pasar di Indonesia sangat menggiurkan dengan jumlah penduduk hampir  mencapai 240 juta orang. Sementara itu, prediksi  ke depan pengguna Blackberry akan terus bertambah seiring dengan peningkatan kebutuhan sarana teknologi informasi dan komunikasi yang serba cepat  dan fleksibel.

Pihak RIM tentu tidak ingin keuntungan yang menggiurkan ini akan berlalu begitu saja setelah sekian tahun dikembangkan dengan susah payah. Semua pihak berharap bisnis RIM dapat berjalan secara adil dan tidak merugikan negara tetapi juga tidak sampai merusak moral anak bangsa Indonesia. Intinya, nasib produsen Blackberry itu akan bergantung dari sejauh mana perusahaannya berkomitmen mematuhi semua aturan main yang sudah disepakati dengan pemerintah Indonesia.

Ditulis Oleh : Muhamad Jafar Elly

Pranata Komputer Muda LIPI, Praktisi dan Pengamat Teknologi Informas

SONY VAIO YB-15AG Kualitas Grafis Maksimal

0

Sony-VAIO-YBSony Indonesia resmi memperkenal kan notebook seri Y terbaru, VAIO YB-15AG. Notebook yang termasuk dalam seri lifestyle ini mengedepankan teknologi New Vision dari AMD.

Meski secara fisik komputer jinjing ini mirip dengan netbook, namun piranti ini bukanlah netbook yang banyak dijajakan di pasaran. Hadir dengan beberapa pilihan warna: hijau, pink dan silver, VAIO YB-15AG memiliki layar 11.6 inci (1366×768 piksel) dengan bobot hanya 1.46 kg yang membuatnya mudah dibawa kemanapun.

Jika pendahulunya, VAIO Seri Y dilengkapi dengan prosesor Intel Core i3-380UM, maka VAIO Seri Y terbaru ini diperkuat oleh prosesor E-350 AMD Dual Core, ditambah AMD Radeon HD 6310 Discrete-Class Graphics.

Artinya, VAIO YB-15AG memiliki performa grafis yang lebih maksimal. Paduan antara prosesor E-350 AMD Dual Core dengan AMD Radeon HD 6310 Discrete-Class Graphics juga dapat menampilkan playback konten High Definition (HD) yang lebih halus dan tidak terputus-putus.

Dengan notebook ini, pengguna dapat membuka gambar, video atau musik yang kualitasnya lebih mulus dan lebih nyaman untuk dinikmati. Konten HD ini juga bisa dinikmati di layar besar melalui output HDMI yang sudah tersedia.

Bicara akses internet, notebook ini telah didukung oleh teknologi yang mempercepat proses browsing atau posting. Juga dilengkapi fitur khusus, seperti VIAO Care yang memudahkan penggunaaan untuk troubleshooting dan gesture control untuk mengoperasikan musik, video, dan foto.

Saat ini, notebook dengan berkonsep mobile casual ini sudah tersedia di pasaran lokal dengan bandrol sekitar Rp 4.999.000. Notebook yang menjangkau segmen pemula ini cocok digunakan untuk kebutuhan office, browsing, dan juga photo editing.

LG OPTIMUS ME P350 Untuk Jiwa Muda

0

lg-optimus-me-p350LG kembali memperkaya jajaran ponsel pintar Android-nya untuk segala segmen. Optimus Me P350 yang baru saja diperkenalkan tampaknya diposisikan sebagai salah satu smartphone murah.

Ponsel ini didesain sederhana dan elegan, dan bisa dibilang lebih bernuansa remaja, sesuai target yang dituju. Kabarnya, Optimus Me P350 akan tampil dengan bermacam pilihan warna.

Dimensi  Optimus Me P350 adalah 11,35 x 5,9 x 1,33 cm dengan berat 130 gram. Sayang, pihak LG tak menyebutkan diagonal layar TFT  capasitive touchscreen yang dipakai Optimus Me P350, meski resolusi layarnya sudah disebutkan HVGA (320×480 piksel) dan mendukung 262.144 warna. Begitu pula dengan kecepatan prosesor dan RAM, tak diinformasikan.

Optimus Me hadir dengan sistem operasi Android v2.2 Froyo, yang didukung oleh fasilitas koneksi lengkap. Sebutlah 3G, Wi-Fi dan GPS. Juga ada port microUSB dan Bluetooth. Sementara kamera Optimus Me sebatas mengandalkan resolusi 3,15 megapiksel dengan kemampuan menangkap gambar bergerak.

Sejumlah aplikasi bawaan dari Google telah tersemat di ponsel ini, diantaranya Google Search, Maps, Gmail dan Gtalk. Kemampuan lain yang tak kalah menarik adalah digital compass, YouTube, pemutar musik dan video, radio FM stereo (RDS), jack audio 3,5mm, viewer document, organizer dan voice memo.

SAMSUNG D8000 Teknologi 3D TV LED

0

Samsung P8000Dalam Consumer Electronics Show (CES) di Las Vegas beberapa waktu lalu, Samsung Electronics. Lebih dari 40 model televisi diluncurkan Samsung, mulai dari ukuran layar 19 inci hingga 65 inci. Kesemuanya tampil dengan bingkai TV yang dipangkas hingga 80 persen lebih tipis sehingga memberikan sentuhan elegan, simpel, dan mewah sesuai interior sekitarnya.
Diantara semua seri Samsung LED yang diluncurkan, salah satu unggulan Samsung yakni D8000, hadir dengan refresh rate 240Hz, 2 milidetik motion picture response time (MPRT) dan lampu LED yang disempurnakan. Pada D8000, pengguna penerima dapat menggunakan pengalaman dua dimensi (2D), 3D, dan gambar HD yang lebih nyata dan jernih. Untuk Ultra Clear Panel, TV ini merupakan yang pertama menawarkan teknologi Micro Dimming Plus untuk menampilkan gambar lebih nyata dan warna online casino hitam yang pekat dan putih yang jernih.
Seri D8000 hadir dengan kacamata 3D terbaru dengan konektivitas Bluetooth dan remote TV. Selain itu, piranti ini juga sudah memiliki koneksi WiFi yang dapat dimaksimalkan dengan Smart Hub Samsung. Misalnya terhubung ke perangkat lain menggunakan DLNA atau teknologi One Foot Connection milik Samsung.
Disamping D8000, Samsung juga meluncurkan seri lainnya, yakni Samsung LED D7000 yang memiliki bentuk desain yang minimalis. Bingkai layar TV berukuran 0,2 inci transparan menggunakan teknologi dual cetakan Touch of Color untuk menampilkan bayangan warna merah pada pinggiran bingkai kristal.
Dengan Auto 3D Format Setup, TV secara otomatis mendeteksi format yang sesuai pada saat menampilkan konten 3D. Penonton dapat duduk lebih jauh dan membiarkan Smart TV mereka menentukan konten untuk pengalaman menonton terbaik.
LED D7000 juga mampu menampilkan teknologi backlight scanning serta Auto Motion Plus, yakni penyisipan gambar menggunakan algoritma milik Samsung untuk menciptakan gambar 2D dan 3D yang lebih tajam dan perpindahan gambar yang halus.