Home Blog Page 988

Fujitsu Tunjuk Distributor ECS

0

foto Mou ECSFujitsu, penyedia solusi bisnis dan ICT menunjuk PT ECS Indo Jaya sebagai distributor resmi Indonesia untuk platform product Fujitsu Indonesia, antara lain: server, storage, dekstop PC, scanner, printer dan peralatan telko lainnya. Dipilihnya ECS, dianggap memiliki komitmen yang sama dan keselarasan dalam mengembangkan mitra saluran penjualan lokal, untuk meningkatkan pangsa pasar Fujitsu di Indonesia. ECS juga bagian ECS Group, perusahaan multinasional bidang distribusi di Singapura, dengan memiliki lebih dari 18 ribu mitra saluran penjualan aktif yang tersebar di Indonesia, China, Thailand, Singapura dan Filipina. ECS juga mendistribusikan produk-produk Fujitsu di Malaysia, Singapura dan Thailand, katanya.

Country Head, Platform Product, Fujitsu Indonesia Raymond Firdauzi mengatakan, produk enterprise Fujitsu memang butuh distrubutor tangguh, agresif dan menguasai bidangnya. Juga produk Fujitsu ingin merata di penjuru nusantara. Dan, penunjukkan ESC, diharapkan dapat menggairahkan produk enterprise Fujitsu yang mencakup server Primergy dan Primequest dengan peningkatan revenue sebesar 40%, storage Eternus sebesar 10%, Scanner (35%) dan client terminals seperti thin client, Zero Client, workstation sebesar 15%, dengan target pasar perusahaan kelas enterprise maupun usaha kecil menengah (UKM).

“Selama ini, distributor Fujitsu lebih banyak ditangani sendiri. Namun mulai tahun ini, Fujitsu menunjuk PT ECS Indo Jaya sebagai distributor resmi untuk Indonesia.,” ujar Achmad S.Sofwan, President Director Fujitsu Indonesia saat penandatanganan kerjasama Fujitsu, perusahaan ICT global asal Jepang dengan PT ECS Indo Jaya di Jakarta, Kamis (3/3). ECS yang merupakan bagian ECS Group, perusahaan multinasional bidang distribusi di Singapura, dengan memiliki lebih dari 18 ribu mitra saluran penjualan aktif yang tersebar di Indonesia, China, Thailand, Singapura dan Filipina. ECS juga mendistribusikan produk-produk Fujitsu di Malaysia, Singapura dan Thailand.

Tan Wee Pin, Regional Vice President, Platform Product, Fujitsu Asia mengatakan, mitra lokal berperan sangat vital bagi bisnis Fujitsu di Indonesia. “Kami berkomitmen dan berfokus untuk mendukung ekosistem mitra saluran penjualan lokal dengan menyediakan tim khusus, alih teknologi, dan infrastruktur sistem bisnis,” tambahnya.

Sementara itu, Leony Kosasih, Marketing & Business Development Director, PT ECS Indo Jaya mengakui keahlian ECS didukung cakupan distribusi luas di seluruh Indonesia, bersama dengan produk-produk TI Fujitsu, akan membentuk aliansi yang kokoh dalam meningkatkan kesadaran brand dan pangsa pasar. Langkah yang akan ECS lakukan untuk kerjasama tersebut adalah melakukan pelatihan untuk para reseller, serta melakukan roadshow produk Fujitsu di beberapa daerah. Menurut dia, produk enterprise Fujitsu sangat bagus, namun butuh kerja keras agar produk ini diterima masyarakat lebih luas lagi.

Tolak Kebijakan Impor Komputer Bekas, Pedagang Harco Tutup Toko

0

Margo - Ketua Umum APKOMLAPANPasca dikeluarkannya kebijakan larangan mengimpor monitor bekas dan limbah elektronik oleh Kementrian Lingkungan Hidup (KLH), ratusan pedagang  komputer bekas di Pusat  Komputer Harco Mangga Dua, Jakarta, terancam gulung tikar.

Kebijakan yang tertuang di dalam  Surat Kementerian Lingkungan Hidup No. B.1258/ DepIV/LH/06/2010 tanggal 8 Juni 2010 tentang Pelarangan Impor Monitor Bekas dan Limbah Elektronik dan Surat Kementerian Lingkungan Hidup dengan Nomor B9921/DepIV/LH/12/ 2010 tanggal 31 Desember tentang Impor Monitor Bekas tersebut menganggap komputer bekas sama dengan limbah (e-Waste), sehingga dilarang peredarannya di dalam negeri.

Sebagai bentuk penolakan terhadap kebijakan yang tertuang dalam surat Deputi IV KLH, para pedagang yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Komputer Layak Pakai Nasional (APKOMLAPAN) pun menggelar aksi protes dengan menutup toko di Pusat  Komputer Harco Mangga Dua dan demo di KLH pada hari ini, Kamis (3/3).

Aksi demo di KLH dilakukan pada pukul 10.00 terdiri dari pengusaha dan karyawan APKOMLAPAN serta dari Asosiasi Industri Rekondisi Komputer dan Elektronik Indonesia (AIRKEINDO) dengan jumlah massa sekitar 400 orang, bentuk aksi damai berupa orasi untuk membangun opini publik serta untuk melakukan dialog dengan KLH.

Demo Anggota APKOMLAPAN - 1Margo Tio, Ketua Umum APKOMLAPAN pada kesempatan tersebut mengatakan, keputusan yang dikeluarkan KLH  merupakan kebijakan yang salah karena telah mematikan usaha para pedagang komputer bekas dan merumahkan ratusan karyawan. “Kondisi ini membuat pedagang komputer bekas semakin terjepit, bahkan  akan segera mematikan keberadaan para pedagang komputer bekas,” ujar Margo.

Margo juga mengungkapkan saat ini ada 700 pedagang yang tergabung dalam APKOMLAPAN. “Dari pedagang tersebut satu pedagang memiliki lebih dari 2 toko bahkan 5 toko. Mereka mempekerjakan 5 hingga 7 orang. Bila ditotal, maka akan mencapai 7500 bakal menganggur,” katanya.

Menurut Margo,  rendahnya daya beli masyarakat akan komputer sudah dirasakan sejak transisi pemerintahan dari Presiden Soeharto ke Presiden BJ Habibie tahun 1998. Merosotnya nilai Rupiah terhadap Dollar AS menyebabkan harga komputer melambung tinggi.

“Kami para pedagang komputer bekas menyiasati langkanya kepemilikan komputer di masyarakat dengan menjual komputer-komputer bekas layak pakai. Upaya ini terus berjalan karena memang ada pasarnya dan dibutuhkan oleh sebagian masyarakat kita,” ungkapnya.

Ditambahkan Margo, pada tahun 2004 SK Memperindag No. 601 melarang keberadaan komputer bekas yang kemudian direvisi menjadi pembatasan akan komputer bekas beberapa tahun kemudian. “Setelah Kementerian Perdagangan memberi lampu hijau, Kementerian Lingkungan Hidup menyerang kami bahwa komputer bekas adalah limbah dengan 2 SK Pelarangan di tahun 2010. Akibatnya pasokan komputer kepada kami semakin menipis dan habis,” ujarnya.

Demo Anggota APKOMLAPAN - 2Untuk itu, lanjut Margo, APKOMLAPAN menganggap pemerintah tidak membuat survei yang layak untuk membuat suatu kebijakan yang tepat bagi kelangsungan hidup Usaha Mikro Kecil dan Menengah di bidang teknologi informasi (TI).

APKOMLAPAN  sendiri berencana  melanjutkan aksi tutup toko secara nasional . “Kami akan terus melakukan aksi demontransi sampai  surat edaran  KLH dicabut,” tegasnya.

Mengomentari hal ini, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Sofjan Wanandi berkomentar,  “Seharusnya KLH lebih concern terhadap masalah yang lebih besar, seperti kebakaran hutan di Riau dan sebagian   wilayah Sumatera  yang menyebabkan kabut asap tebal. Apalagi kabut asap yang dihasilkan bangsa ini sering menganggu lalu lintas penerbangan serta merambah ke Singapura dan Malaysia, sehingga kita dihujat oleh mereka. Kalau kita lihat data, berapa sih komputer bekas yang masuk ke Indonesia? Apakah jumlahnya mencapai jutaan?” Jadi saya berharap KLH jangan mengurusi  hal-hal kecil seperti pelarangan impor komputer  bekas.

2011, 3 juta Pelanggan Baru

0

flekxi fotoSampai tahun 2010, total jumlah pelanggan Telkom Flexi secara nasional mencapai 16 juta pelanggan. Target 2011, diharapkan menambah 3 juta pelanggan baru flexi. Target itu optimis tercapai, mengingat Flexi terus melakukan berbagai inovasi dan promosi secara gencar. Salah satu inovasi, dengan meluncurkan HP Flexi Indah Dewi Pertiwi, yang memudahkan penggemar mendengarkan musik Indah tanpa harus melakukan download,” ungkap James R Latupeirissa, Manager Content & Partnership divisi Telkom Flexi pada acara final Hipnotis Flexi Dance Terror 2011 di Jakarta, (2/3)

James melanjutkan, sejak merilis single bertajuk Hipnotis, pada akhir November 2010 hingga Februari 2011, RBTnya mencapai 7 juta pengunduh RBT di konten Flexi dan Telkomsel. Dari jumlah 7 juta pengundung RBT sebanyak itu, 70%nya dari Telkomsel dan sisanya Flexi. “Bagi Flexi, RBT ini masuk dalam 6 besar pengunduh di TelkomFlexi sejak diluncurkan RBT Flexi tahun 2002,” ungkap James. Saat ini, jangkaun Layanan Flexi telah menjangkau lebih dari 320 kota di Indonesia, dengan jumlah base transceiver station (BTS) lebih dari 5.000 unit.
TelkomFlexi, lanjut James, akan terus menginovasi fitur layanan untuk mengaet pelanggan baru. Juga memperkuat infrastruktur jaringan layanan, menyiapkan fitur Flexi ngROOMpi, Flexi Mobile Games sehingga layanan Flexi tidak lagi sekadar layanan telepon atau voice semata. Dalam Flexi ngROOMpi memudahkan pelanggan berkomunikasi ke sesama Flexi lebih dari dua nomor, bahkan sampai seribu nomor se Indonesia secara bersamaan dengan biaya Rp49/menit. Layanan Flexi ngROOMpi merupakan fitur conference call antarsesama Flexi.

Sementara Flexi Mobile Games merupakan layanan unduh game ponsel lewat situs games.telkomflexi.com yang salah satu metode transaksinya memanfaatkan layanan uang digital FlexiCash dan i-VAS. Jejaring sosial FlexiChatting adalah salah satu produk on device portal (ODP) Flexi berupa aplikasi jejaring sosial dalam bentuk instant messaging (IM) yang ditanam langsung dalam terminal bundling Flexi. Aplikasi FlexiChatting ini memungkinkan pelanggan Flexi mengirimkan instant messaging (IM) ke sesama pengguna Flexi dengan identitas unik berupa nomor Flexi masing-masing pelanggan.

FlexiChatting memudahkan pengguna Flexi melakukan aktivitas chatting baik antar-Flexi, Yahoo Messenger maupun G-Talk, karena tersedia dalam aplikasi khusus yang telah disediakan di terminal bundling FlexChatting. Dengan tarif yang dikenakan murah dan mudah dipahami karena dihitung flat per 1 minggu pemakaian.

KLH Dihimbau Tinjau Ulang Kebijakan Larangan Impor Komputer Bekas

1

Apkomlapan RamdansyahPelarangan impor monitor bekas dan limbah elektronik  meninggalkan  permasalahan  baru bagi pedagang komputer bekas di Harco Mangga Dua.  Kebijakan Kementerian Lingkungan Hidup  (KLH) yang menganggap komputer layak pakai sebagai barang limbah, dikhawatirkan  menciptakan ratusan pengangguran baru  serta mengancam eksistensi pedagang barang bekas seperti komputer dan perangkat elektronik lainnya. Padahal, kebutuhan akan produk tersebut di Indonesia kian tinggi.

Sekretaris Eksekutif Asosiasi Pengusaha Komputer Layak Pakai Nasional (APKOMLAPAN), Ramdansyah Bakir mengatakan,  kebijakan KLH harus ditentang keras. Menurutnya, negara-negara seperti Singapura, Hongkong, Malaysia dan Filipina sudah dapat membedakan definisi “solid waste” dan “second hand” sebagai komoditas, tetapi di Indonesia justru dilarang.

Dikatakannya, lembaga yang bergerak dalam bidang lingkungan hidup Basel Action Network (BAN) menyatakan bahwa barang elektronik bekas (used electronic equipment) selama masih bisa berfungsi normal dan dapat dipergunakan tidak dapat dikategorikan sebagai sampah dan tidak dikontrol Konvensi Basel.

“Basel sendiri merupakan lembaga internasional yang mengatur dan mengawasi peredaran barang- barang kimia berbahaya. Sementara Indonesia sendiri sudah diretifikasi atau disetujui oleh Basel,” ucapnya.

Ramdansyah menuturkan, APKOMLAPAN sendiri, sudah berupaya melakukan advokasi dengan membangun opini bahwa komputer bekas bukanlah limbah. “Dengan upaya-upaya yang kami lakukan sikap pemerintah pasang surut, kadang mengendur dan saat ini mengencang dengan memberikan pembatasan total,” tuturnya.

Roy SuryoSelain itu, menurut Ramdansyah, kebijakan yang gegabah untuk menganggap barang bekas sebagai limbah dapat mematikan  ribuan pedagang komputer bekas di Indonesia.

“Ratusan ribu pengangguran akan muncul di tahun 2011 ketika ratusan toko anggota kami di seluruh Indonesia tidak sanggup lagi untuk membuka toko karena tidak ada pasokan komputer murah layak pakai,” tukasnya.

Di kesempatan terpisah, Anggota  DPR-RI , Roy Suryo menilai,  KLH  harus menilai secara komperehnsif  mengenai  usia komputer bekas. Secara objektif, rata-rata komputer yang  diproduksi sebelum tahun 2005, memang belum memenuhi syarat yang ramah lingkungan (green technology), namun komputer yang  diproduksi setelah tahun 2005 telah memenuhi syarat yang ramah lingkungan.

“Artinya komputer bekas yang produksinya di atas 2005, seharusnya tidak boleh dilarang karena  masih layak pakai. Kalau yang bekas pakainya baru dua atau tiga tahun dilarang impor, maka perlu ada negoisasi dengan KLH ,” ujar Roy.

Nanan Soekarna Dilantik Menjadi Wakapolri

0

Kapolri Jendral Timur PKomisaris Jenderal Nanan Soekarna diangkat sebagai Wakil Kepala Kepolisian RI (Wakapolri) menggantikan Komjen Yusuf Manggabarani yang memasuki masa pensiun. Upacara serah terima jabatan (Sertijab) digelar pada Selasa (1/3) dipimpin oleh Kepala Kepolisian RI, Jenderal Pol Timur Pradopo di Ruang Rapat Utama (Rupatama), Mabes Polri.

Pengangkatan tersebut berdasarkan surat telegram Kapolri nomor STR/159/II/2011 tanggal 28 Februari 2011 Tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Dalam Jabatan Baru di Lingkungan Polri.

Nanan sebelumnya menjabat sebagai Irwasum Polri, sementara Jusuf dimutasi sebagai perwira tinggi (pati) Mabes Polri dalam rangka memasuki masa pensiun.

Kapolri mengatakan sertijab yang dilaksanakan merupakan sebuah siklus regenerasi yang alamiah sebagai konsekuensi logis dari berakhirnya pengabdian panjang dari Bhayangkara terbaik yang dimiliki Polri saat ini.  “Hal itu sekaligus menandai beralihnya tongkat estafet segenap tugas dan tanggung jawab yang diamanahkannya,” kata Timur.

Kapolri mengatakan, tuntutan profesionalisme serta kompleksitas tugas ke depan semakin berat, karenanya diperlukan keselarasan dan kesinambungan dalam mengelola kinerja organisasi.

Hal tersebut sesuai dengan agenda besar yang telah dicanangkan dalam grand strategi 2005-2025. Salah satunya adalah bidang pelayanan dan pengaduan masyarakat.

“Terbukanya akses yang luas serta kemudahan dalam memberikan dan mendapatkan informasi dengan cepat dan tepat, merupakan tuntutan masyarakat terhadap pelayanan kepolisian. Oleh karena itu perlu dilakukan pembenahan dan pembangunan fasilitas pelayanan dan pengaduan masyarakat yang sesuai dengan situasi dan kemajuan teknologii informasi komunikasi,” papar Timur.

Lebih lanjut, Kapolri mengatakan, momentum sertijab ini diharapkan dapat menjadi pendorong untuk melakukan pembenahan di berbagai bidang, khususnya dalam mengimplementasikan reformasi birokrasi gelombang kedua yang bersifat nasional serta tetap fokus dalam sasaran revitalisasi Polri.

Hal tersebut dilakukan untuk mewujudkan Polri yang melayani pro aktif, transparan dan akuntabel, guna meningkatkan kepercayaan masyarakat.

Country Manager AMD HERYANTO ARIF : AMD Siapkan Fusion Untuk Tablet

0

in 1Indonesia dengan jumlah penduduk yang besar dan semakin meningkatnya kesadaran akan teknologi informasi (TI)  membuat sejumlah industri antusias menggarap pangsa pasar yang potensial ini.  Salah satunya adalah AMD.

Produsen prosesor ternama dunia yang berbasis di California, Advanced Micro Devices (AMD), terus membanjiri pasar dengan produk terbaru,  termasuk untuk kebutuhan visual. AMD menyebut teknologi visual ciptaan mereka dengan nama Vision.

AMD mengklaim, Vision yang diperkenalkan pertama kali di Indonesia pada Juli 2010 ini mampu mengomunikasikan nilai dari keseluruhan sistem dan pemrosesan gabungan untuk menghasilkan visualisasi yang optimal. “Selain untuk game, teknologi ini sangat berguna bagi pemetaan sumberdaya alam oleh perusahaan pertambangan atau bagi industri otomotif untuk visualisasi percobaan keselamatan,” kata Country Manager AMD, Heryanto Arif.

Untuk membuktikan keseriusannya dalam teknologi visual, pada pertengahan Desember 2010 lalu, AMD juga telah meluncurkan AMD Radeon  HD 6900, kartu grafis  yang paling mutakhir dari semua seri AMD Radeon  dan merupakan pilihan yang paling cerdas untuk para gamer mania.

Tentu saja, perusahaan yang mengakuisisi ATI pada 2006 ini terus berupaya menciptakan prosesor yang semakin cerdas, terutama untuk menyambut kedatangan berbagai perangkat tablet PC yang diprediksi booming di 2011 ini. AMD secara resmi telah meluncurkan generasi pertama dari prosesor jenis Accelerated Processing Units dengan kode nama Fusion.

Selain itu, “AMD saat ini juga tengah mempersiapkan serangkaian platform baru untuk menjawab kebutuhan perusahaan akan layanan komputasi awan (Cloud Computing),” tambah Heryanto, kelahiran tahun 1978 yang lulus San Diego State University, California ini.

Di pasaran global dan Indonesia, AMD bukan tanpa pesaing. Namanya sendiri selalu disandingkan dengan Intel. Meski begitu, AMD mempunyai target dan strategi jitu untuk menjadi pemimpin di banyak segmen.

Bagaimana AMD menyambut 2011 ini? Dan apa saja keunggulan prosesor Fusion? Simak petikan percakapan BISKOM dengan Heryanto yang memiliki hobi membaca buku  tentang bisnis, belum lama ini.

Bagaimana pangsa pasar  prosesor  di Indonesia pada 2011?  Apakah  akan lebih tinggi dibanding tahun lalu?

Indonesia merupakan pasar yang sangat menjanjikan untuk personal computer (PC). AMD sendiri hadir untuk memberikan solusi dan pengalaman digital yang lebih menarik bagi pengguna PC.

2011 ini akan menjadi tahun yang hebat karena AMD membawa produk AMD Fusion ke pasar untuk menghadirkan kelas baru prosesor terakselerasi yang menggabungkan kemampuan menghitung lebih cepat disbanding prosesor manapun dalam sejarah komputasi.

Berdasarkan data International Data Corporation (IDC), pasar PC di Asia Pasifik diperkirakan berada pada tingkat pertumbuhan rata-rata sebesar 20,8 persen antara 2009 dan 2014. IDC juga berpendapat bahwa Indonesia merupakan pasar notebook kedua terbesar di wilayah Asia Pasifik setelah China. Melihat kenyataan ini, kami sangat optimis terhadap pasar PC di Indonesia.

in 2bBisa diceritakan lebih terperinci mengenai Fusion?

AMD Fusion Family of Accelerated Processing Units (APU) bentuknya  kecil dan tipis, namun mampu menggabungan teknologi CPU dan GPU dalam satu chip. Dengan teknologi multicore CPU arsitektur x86, Fusion dapat meningkatkan level grafis dengan DX-11 dan memproses pencarian secara pararel.

Fitur-fitur baru yang tersedia meliputi stutter-free High Definition (HD) video playback dan kemampuan dalam daya komputasi untuk menangani aplikasi-aplikasi grafis yang rumit.  Sebagai tambahan, teknologi AMD Fusion memungkinkan baterai menyala sehari penuh, 10 jam atau lebih. Fitur baru penghemat daya ini hadir dalam desain single-chip yang memperpanjang waktu diantara plug-ins, bahkan saat menikmati konten HD sekalipun.

Kami yakin prosesor AMD Fusion, merupakan kemajuan terbesar dalam pemrosesan sejak pengenalan arsitektur x86 lebih dari 40 tahun silam.

Apa yang mendasari terciptanya Fusion?

Konten berdefinisi tinggi kini ada di mana-mana. Mulai dari video You Tube, permainan DirectX11 hingga Blu-ray. Ada berbagai cara untuk menikmati konten ini dengan layanan komputer sebagai pusatnya. Berkat mesin Vision dari AMD, visual komputasi tampak lebih hidup dan realistis dari sebelumnya.

Kebanyakan pengalaman komputasi terhubung dengan perangkat lunak, hingga kini, para pengembang  perangkat lunak terbatasi dengan situasi dimana CPU dan GPU memproses informasi secara independen. Namun, AMD Fusion APU menghapus hambatan ini dan memungkinkan para pengembang untuk mengambil keuntungan penuh atas daya pemrosesan paralel dari sebuah GPU, sehingga memberikan performa superkomputer untuk pekerjaan komputasi setiap hari. Dengan Fusion, akan lebih banyak aplikasi yang dapat dijalankan secara simultan dan bekerja lebih cepat dari sebelumnya.

Secara garis besar, teknologi Vision yang dikembangkan AMD ini terbagi dalam tiga strata, yaitu Vision Premium, Vision Ultimate dan Vision Black yang masing-masing punya peruntukannya sendiri-sendiri.

AMD Fusion APU akan tersedia pada akhir kuartal pertama 2011. Beberapa produsen PC terkemuka, seperti Acer, Toshiba dan Sony telah menggunakan AMD Fusion APU.

Apa yang dipersiapkan AMD untuk menjadikan netbook sebagai perangkat yang lebih canggih di tahun ini?

AMD baru saja membuat CPU baru untuk segmen di kelas netbook yang diberi nama Brazo. CPU ini menyatukan kartu grafis integrated dengan CPU. AMD membuat beberapa varian untuk CPU netbook kali ini yaitu dua buah CPU dual core dan dua buah CPU single core.

AMD mempunyai keunggulan di bagian kartu grafis integrated-nya. Saat ini kartu grafis integrated dari AMD yaitu HD4200 yang merupakan terbaik yang ada di pasaran. Tetapi dengan platform Brazo, AMD kembali meningkatkan kemampuan kartu grafis yaitu HD6310 dan HD6250.

Bagaimana pendapat Anda mengenai PC tablet yang diprediksi booming di tahun ini?

Terkait gencarnya produk tablet, bukan berarti bakal menggeser pasar notebook maupun netbook karena tiga produk tersebut memiliki pasar yang berbeda.  AMD sendiri akan menghadirkan salah satu APU yang ditujukan untuk pasar tablet. Dalam waktu dekat kita akan meliha tablet-tablet yang menggunakan prosesor AMD.

Selain prosesor, seperti apa kartu grafis yang dipersiapkan AMD saat ini?

AMD tengah mempersiapkan jajaran AMD FirePro, kartu Graphics Processing Unit (GPU) yang ditujukan bagi kalangan profesional seperti video editor dan animator.

Dua kartu grafis  diantaranya adalah AMD FirePro 2270 dan ATI FirePro V5800 DVI. FirePro 2270 hadir tanpa fan, dan didesain agar konsumsi daya lebih kecil dari 10 watt. Kartu grafis ini juga mendukung konektivitas display port, DVI, dan VGA.

Sementara untuk ATI FirePro V5800 DVI dapat menampilkan dual-link DVI display. Dengan kartu grafis ini, pengguna dapat melakukan stretching image ataupun aplikasi pada satu monitor, yang diperluas menjadi dua. Kartu ini pun mendukung 30-bit display pipeline. Alhasil kualitas gambar pun lebih tajam.

Karena kekuatannya serta kemampuannya menampilkan multi-display, solusi terbaru dari AMD FirePro 2270 dan ATI FirePro V5800 DVI akan memberi nilai lebih.

in 3Kabarnya, AMD baru meluncurkan kartu grafis tercepat, HD6990 yang telah lama ditunggu-tunggu. Apa kelebihan HD6990?

AMD Radeon  HD 6900 adalah kartu grafis yang paling mutakhir dari semua seri AMD Radeon dan merupakan pilihan yang paling cerdas untuk para gamer mania. AMD Radeon HD 6900 telah disempurnakan dari pendahulunya yaitu AMD Radeon  HD 5800 Series.

AMD Radeon HD 6900 dilengkapi oleh Microsoft DirectX  arsitektur 11, sebuah terobosan yang mampu untuk performa, fitur canggih kualitas gambar untuk permainan mencari yang terbaik, dan inovasi AMD PowerTune atau teknologi manajemen daya yang secara dinamis menyesuaikan konsumsi listrik secara “on the fly” untuk fleksibelitas dan menghemat biaya pemakaian listrik rumah tangga.

Bicara mengenai teknologi yang juga bakal tren di tahun ini, yakni Cloud Computing, menurut Anda seberapa besar nilai bisnis dari industri ini?

Cloud Computing penting bagi dua segmen, yakni perusahaan yang menawarkan servis dan konsumen yang menggunakan layanan tersebut. Gartner, perusahaan peneliti terkemuka, memperkirakan pada tahun 2013 investasi untuk pelayanan Cloud akan mencapai US$ 150 juta.

Saat ini AMD tengah menyiapkan untuk memproduksi mikroprosesor keluarga baru untuk server komputasi awan yang berharga murah namun memiliki kinerja dengan skala yang lebih cepat. Jajaran Opteron 4100 ini mencakup dua prosesor enam inti, yakni Opteron 4162 EEdan 4164 EE. Keduanya hanya membutuhkan daya 32 watt. Itu adalah ambang batas daya terendah yang dapat dicapai oleh setiap generasi prosesor untuk server.

Prosesor 4162 EE berjalan pada 1.7GHz sedangkan 4164 EE berjalan pada 1.8GHz. Chip itu juga mendukung memory DDR3 yang lebih cepat dan lebih efisien daripada memori DDR2 sebelumnya.

AMD telah cukup lama dikenal untuk kinerjanya pada komputasi gaming. Kedepannya, industri ini akan  seperti apa?

Sesuai dengan pergerakan dunia, kita lihat  semakin lama orang lebih mengarah ke multimedia. Hal ini bukan karena teknologinya sudah mendukung, melainkan  secara natural  trennya memang mengarah kesana. Mulai dari sisi computing maupun edukasi.

Industri PC gaming saat ini sedang dalam kondisi cerah. Hal  ini diperlihatkan oleh tanggapan yang besar dari konsumen terhadap kartu grafis kelas atas AMD.  Karenanya kami akan terus menyelaraskan keinginan dan kebutuhan dalam industri game serta memberikan dukungan teknis dan bisnis bagi para pengembang game agar hasil karya mereka dapat menuai sukses.

Apa saja bentuk dukungan terhadap pendidikan dan riset lokal yang telah  dilakukan AMD?

Sejak 2008, kami telah menjalin kerjasama dengan beberapa kampus dalam rangka memberikan edukasi dan mendukung penelitian mahasiswa, contohnya baru-baru ini dengan kampus ITB. Kedepan kami berharap dapat menggandeng lebih banyak  perguruan tinggi dan juga sekolah-sekolah di pedesaan.

AMD memiliki  program yang namanya Fun Technology untuk anak dan pelajar ataupun mahasiswa yang ingin mendalami seluk beluk teknologi dengan cara yang fun. Selain itu, kami juga mendukung pengembangan game lokal yang ternyata berpotensi untuk diperkenalkan kepada konsumen di luar negeri karena kualitasnya yang sangat canggih baik dari sisi visual mapun fitur.

Secara pribadi, mengapa Anda tertarik dengan AMD?

Tempat kerja pertama saya adalah di Hewlett packard Indonesia sebagai IPG Presales, dan kemudian menjadi Channel Representative, dan posisi terakhir Wholesaler Account Manager. Jadi basic keahlian saya adalah di bidang bisnis dan pengembangannya.

Pertama  masuk AMD Indonesia pada 2007 sebagai Channel Manager, saat itu market AMD Indonesia masih jauh tertinggal dibadingkan negara-negara ASEAN yang lain. Akhir tahun 2008, saya dipercayakan sepenuhnya oleh AMD untuk mengembangkan market AMD di Indonesia. Dan ini adalah tantangan yang besar bagi saya.

Berkat tim yang solid, pelayanan, service center dan produk yang memang sangat berkualitas,  pada tahun 2010, Indonesia menjadi salah satu market terbesar untuk AMD di ASEAN. Saat ini kami tengah berusaha untuk terus mengembangkan market dengan berbagai inovasi baru.

TOTO TANAMAS : iPad Kini Dilindungi Asuransi

0

foto IBOXPasar industri asuransi di sektor retail akan sangat berkembang di tahun-tahun mendatang. Peningkatan jumlah pengguna gadget akan berdampak pula  pada peningkatan jumlah klaim asuransi.

iBox  yang dikenal luas sebagai  premium seller produk-produk Apple yang mencakup Macbook, Macbook Air, Macbook Pro, Mac Mini, LED Cinema Display dan iMac, beberapa waktu lalu mengumumkan kerjasamanya dengan PT Zurich Insurance Indonesia, untuk meluncurkan program perlindungan asuransi iProtectZ untuk iPad, produk komputer tablet  9,7 inch keluaran Apple.

Dengan perlindungan asuransi iProtectZ, setiap kerusakan yang terjadi pada iPad dan produk-produk Apple lainnya, seperti tersiram air, terjatuh dan kerusakan akibat bencana alam, mendapat ganti rugi dari Zurich.

“Dengan adanya kerjasama ini, pengguna iPad tak perlu khawatir terjadi sesuatu dengan komputer tablet kesayangan mereka, karena ada asuransi yang akan memperbaiki atau menggantinya dengan unit yang baru. ProtectZ for iPad ini sama   dengan iProtect for Mac,” tegas  Toto Tanamas, Direktur iBox, kepada BISKOM pertengahan Januari lalu.

Produk iPad yang  mirip komputer tablet seperti dikatahui telah diluncurkan pada Desember tahun 2009. Kekayaan fitur, kemudahan dan penampilan yang stylish seperti layaknya produk-produk keluaran Apple lainnya, menjadikan iPad sebagai produk primadona di kalangan para professional dan kaum muda di seluruh dunia.

Apple sendiri telah menetapkan standar tinggi untuk produk teknologi informasi tersebut. Produk andalannya, iPad, laris  manis. Dunia pun sepakat menobatkan komputer tablet itu sebagai Gadget of the Year 2010 lalu. Dalam sebuah acara prestisius di London, Inggris, iPad juga menyabet penghargaan sebagai Innovation of The Year. Selain itu, iPad dianggap sebagai fenomena terhebat dalam dunia teknologi.

Di Indonesia, tablet berlayar kurang dari  10 inci ini bahkan sudah lama berada di tangan konsumen sebelum resmi dijual. Padahal, iPad versi Wi-Fi maupun 3G sudah  muncul di reseller premium resmi Apple.

“Produk-produk Apple yang selalu inovatif mendorong kami menciptakan solusi inovatif antara lain program perlindungan iProtectZ. Pengguna Apple adalah mereka yang mementingkan kualitas dan penampilan.  Dengan iProtectZ, produk Apple akan benar-benar terlindungi,” tambah  Toto yang juga  Direktur Utama PT Padang Digital, distributor resmi Apple Computer di Indonesia.

Berikut petikan wawancara dengan Toto Tanamas  saat ditemui BISKOM seusai  peluncuran iProtectZ untuk iPad, di Ruang meeting PT Zurich Insurance, Sudirman Plaza Jakarta

Bisa dijelaskan tentang iBox dan iProtectZ?

iBox merupakan Apple Premium Reseller di Indonesia dengan gerai-gerai di area Jakarta dan sekitarnya. iBox menyediakan seluruh rangkaian produk Apple seperti iPad, iPhone, iPod, Mac, dan aksesoris-aksesoris dari merek ternama. Selain itu, iBox juga memberikan layanan lengkap dengan menyediakan Apple Authorised Service Center dan menjadi satu-satunya Apple Authorised Training Center di Indonesia.

Sementara iProtectZ adalah sebuah perlindungan asuransi yang diciptakan khusus untuk produk-produk Apple yang dibeli melalui jaringan outlet iBox.

Bagaimana dengan jangka waktu untuk asuransi iProtectz? Dan dibutuhkan berapa lama  proses klaimnya?

Program yang kami luncurkan dengan  Zurich ini ingin   menegaskan kepedulian iBox terhadap para pelanggannya dan membuktikan bahwa produk-produk Apple merupakan produk pilihan yang memiliki nilai spesial bagi para pecinta gadget sehingga perlu untuk dilindungi.

Melalui program ini, diharapkan iProtectZ dapat menjadi solusi perlindungan bagi pemilik iPad dan Mac yang melakukan pembelian di iBox. Konsumen  akan mendapatkan perlindungan berupa asuransi kerusakan selama 12 bulan (sejak tanggal pembelian) secara gratis dan  tidak bisa diperpanjang.  Untuk proses klaim dibutuhkan tiga hari kerja, paling lambat 7 hari kerja. Biasanya lamanya keluar klaim akan tergantung dengan adanya kelengkapan dokumen seperti invoice dan sebagainya.

Kerusakan yang kami lindungi adalah kecelakaan yang tidak disengaja seperti tersiram cairan, terjatuh dan bencana alam. Klaim yang pertama kali datang ke kami pada Februari 2010 dan berhasil kami selesaikan  kurang dari 24 jam.

Berapa total  outlet iBox saat ini?

Kami memiliki 13 outlet, tiga diantaranya Apple Premium Reseller pertama di Indonesia yang memberikan  asuransi kerusakan untu Mac dan iPad. Disamping garansi internasional dari Apple, kami juga  ditunjuk sebagai Apple authorized  training center di Indonesia.

Outlet yang pertama kami buka di area Jakarta, letaknya di Mal Kelapa Gading yang dibuka pada tahun 2006 dimana kami mulai ditunjuk sebagai Apple Premium Reseller.  Kemudian di Gandaria City pada September 2010.  Konsepnya sama dengan Kelapa Gading, tetapi lebih lapang.  Ada lagi outlet kami di  gedung Menteng Central. Di tempat ini, konsumen  akan mendapatkan iBox sebagai training center, reseller, service provider terbaik di Indonesia. Nah, jika ingin belajar produk Apple, datanglah ke  Menteng.  Sampai saat ini, sudah lebih dari 8.000 orang yang sudah di-training di Apple Center tersebut.

Begitu diluncurkan iPad langsung mencuri perhatian. Diantara varian yang ada, tipe apa yang paling laris di Indonesia?

Yang paling banyak dicari adalah iPad  versi  3G+ Wi-Fi. Saya melihat  animo masyarakat terhadap gadget tahun ini cukup besar.  Kalau ditanya soal berapa iPad yang telah terjual sampai saat ini, saya belum bisa memastikan, yang pasti lumayan banyak.

Bisa Anda lihat,  tablet Apple iPad sudah banyak beredar di pasaran.   Sejak dijual  pada  18 Desember 2010, iPad langsung jadi primadona. iPad saat ini langsung menjadi produk paling laku di antara gadget Apple yang dijual di iBox. Sepertinya konsumen Indonesia masih cukup terpesona dengan gadget layar sentuh ini.

Untuk saat ini karena masih baru, iPad masih jadi favorit dan dicari orang. Hal tersebut sejalan dengan tren di pasar global dimana iPad juga menjadi perangkat favorit di mata pembeli. Di toko Apple sendiri, ada kecenderungan produk iPad selalu lebih laris dibanding Mac dan yang lainnya.

Selain di iBox, biasanya produk IPad bisa didapatkan dimana?

Di Indonesia, Apple telah menunjuk 15 toko untuk mendistribusikan iPad. Kelima belas toko tersebut secara resmi menjual iPad, yakni  dari mitra retailer Apple. Selain di iBox,  masing-masing eMax, Emax, Infinite, Zoom, dan PCMax. Keenam toko melayani konsumen di enam kota, yakni Jakarta, Bandung, Tangerang, Surabaya, Yogyakarta, dan Bali.

iPad di toko-toko pilihan Apple dijual dengan harga yang hampir mirip dengan Apple Store, situs online Apple yang berlokasi di Amerika Serikat. iPad dijual dengan harga mulai dari Rp 4.790.000, hanya berbeda sedikit dari Apple Store yang menjual iPad Rp 4.799.000,00.

Awas Penipuan di Balik SMS Spam!

0

Hal 52-53-IlustrasiApakah Anda kerap terganggu dengan SMS dari nomor tak dikenal yang menawarkan fasilitas peminjaman uang tunai, kartu kredit atau produk baru? Jika ya, tak perlu khawatir, adukan saja hal ini kepada pihak berwajib.

Tersedianya akses internet dimana pun dan kapan pun, baik untuk browsing, email, chatting maupun terhubung dengan situs jejaring sosial, ternyata tak membuat pamor pesan singkat (SMS) menjadi tergeser.

Perusahaan riset ABI Research menyimpulkan, lebih dari tujuh triliun SMS akan dikirimkan dari hampir 4,2 miliar pelanggan mobile di seluruh dunia tahun 2011.  ABI juga memprediksi pada tahun tersebut  SMS tidak akan ditinggalkan oleh pelanggan, namun bakal lebih umum di kalangan pelanggan muda.

Terlebih, sejak jumlah operator telekomunikasi kian berkembang di Indonesia, perang hargapun tidak bisa di bendung lagi. SMS Gratis terus-menerus digemborkan oleh masing-masing operator, sehingga banyak perusaaan yang memanfaatkan fasiitas ini untuk melakukan promosi lewat SMS Gateway.

Pada prinsipnya, SMS Gateway adalah sebuah perangkat lunak yang menggunakan bantuan komputer dan memanfaatkan teknologi seluler yang diintegrasikan guna mendistribusikan pesan-pesan yang di-generate lewat sistem informasi melalui media SMS yang di-handle oleh jaringan seluler.

SMSyang dikirim secara massal tersebut dapat berfungsi untuk promosi diskon, promosi acara pemeran atau event, launching produk, kampanye dan lain sebagainya. Tentunya promosi lewat SMS seperti ini sangat efektif, murah dan cepat karena berita langsung dibaca oleh pemegang ponsel. Proses pengiriman SMS pun dilakukan dalam hitungan detik, dan biaya SMS dapat memanfaat promo SMS yang ditawarkan operator.

SMS Spam

Sayangnya, tak semua SMS yang terkirim membawa manfaat positif untuk penerima. SMS dari nomor tak dikenal mengenai tawaran produk, kartu kredit, pinjaman uang tunai atau kredit tanpa agunan (KTA) yang  marak beredar akhir-akhir ini dianggap mengganggu.

Isi pesannya kurang lebih seperti ini: “Promo KTA (pinjaman dana tunai) s/d 200 jt. Syarat fc KTP dan kartu kredit. Jika berminat hub. Wati (021) 987 22xx. Maaf jk sms ini mengganggu, thx.”

Bukan hanya SMS, terkadang telepon yang terus-menerus dalam satu hari juga sangat mengganggu. “Yang menelepon atau SMS ke nomor saya bisa sampai lima kali. Sepertinya kurang ada sistem pengaturannya. Ini sangat mengganggu karena telepon berdering saat saya meeting atau sibuk,” kata Emily, seorang pengguna layanan telekomunikasi di Jakarta.

Entah dari mana pengirim SMS itu bisa tahu nomor telepon targetnya. Pasalnya kebanyakan para pengguna telepon sangat berhati-hati dalam mempublikasikan nomor telepon mereka.

Banyak spekulasi yang beredar terkait bocornya data pelanggan seluler. Bahkan operator dituding sebagai orang yang bertanggung jawab dalam menyebarkan data tersebut. Padahal nomor ponsel merupakan data pelanggan yang harus dirahasiakan oleh operator. Data pelanggan dilindungi oleh UU Telkeomunikasi nomor 36 tahun 1999. Namun hingga saat ini belum diketahui siapa yang harus bertanggung jawab terhadap kebocoran data tersebut.

Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) dan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menemukan fakta bahwa sedikitnya 25 juta data pelanggan telekomunikasi di Indonesia sudah bocor. Angka ini mencapai 25 persen dari sekira 200 juta pelanggan telekomunikasi yang terdaftar. Sayangnya hingga saat ini belum diketahui siapa pihak yang bertanggung jawab membocorkan data tersebut. Yang jelas, SMS spam tersebut telah beredar cukup marak di kota-kota besar seperti Jakara, Surabaya, Bandung, Medan dan Makassar.

“Kami telah memanggil pihak-pihak terkait untuk mencari tahu mengenai kebocoran data tersebut.  Dari mana mereka mendapatkannya. Kami akan usut itu,” ujar Anggota BRTI, Heru Sutadi.

Pihak terkait yang dimaksud Heru di antaranya adalah produsen yang memberikan penawaran, operator telekomunikasi, dan juga Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) untuk mencari tahu siapa pihak yang bertanggung jawab dalam kebocoran data pelanggan. Heru menilai, operator punya andil dalam peningkatan peredaran SMS spam dengan berhamburannya penawaran SMS gratis lintas operator (off-net).

“Jika memang ada oknum operator yang terbukti menyebarkan, kami sangat menyayangkan. Seharusnya operator menjaga data pelanggan sesuai dengan aturan undang-undang. Tapi kami belum bisa memastikan hal itu karena saat ini masih dalam tahap penyidikan lebih lanjut,” ujar Heru.

Blokir dan Pengaduan

Menanggapi hal ini, Kementerian Komunikasi dan Informatik (Kemenkominfo) mengimbau kepada pelanggan telekomunikasi untuk melaporkan kepada pihak berwajib jika merasa terganggu dengan SMS spam penawaran KTA.

“Kami meminta kepada masyarakat, siapapun, seandainya dia merasa terusik dengan promo seperti itu, meski tidak ada unsur penipuan dan tak ada unsur pemerasan, dia bisa mengadukan kepada polisi,” ujar Kepala Informasi dan Humas Kemenkominfo, Gatot S. Dewabroto.

Regulator juga memerintahkan kepada operator agar segera memblokir nomor-nomor yang diketahui telah menyebarkan SMS spam, terutama yang menawarkan KTA.

Menurut Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia (ATSI), pemblokiran nomor tersebut bisa-bisa saja. Namun bukan berarti penyebaran SMS spam akan langsung berhenti, karena bisa saja ada nomor-nomor telepon lain yang digunakan.

Sekjen ATSI, Dian Siswarini menyatakan bahwa operator juga keberatan jika harus mengawasi nomor-nomor pelanggan satu persatu. Sebab menurut Dian, jika operator diminta memblokir agar kasus ini tak timbul lagi, berarti isi SMS pelanggan harus dibaca satu per satu pula.

“Langkah pemblokiran berdasarkan isi SMS atau isi pembicaraan seperti ini justru tidak diperbolehkan, karena  operator harus menjaga kerahasiaan isi komunikasi pelanggan. Sebab, yang boleh menyadap cuma polisi, jaksa dan KPK,” kata dia.

Sementara, Ketua Umum ATSI, Sarwoto Atmosutarno, sebelumnya juga menampik isu bahwa operator tak menjaga kerahasiaan pelanggan dan mengumbar data tersebut kepada pihak ketiga seperti institusi perbankan maupun perusahaan finansial lainnya.

ATSI, yang mewakili seluruh operator seluler di Indonesia, pun tak mau disalahkan regulator bahwa maraknya penyebaran SMS spam gara-gara penawaran SMS gratis off-net. Operator menduga, pelanggan sendiri lah yang menyebar nomor mereka lewat layanan-layanan lain dan maraknya jejaring sosial.

Di pihak lain, Kepolisian Daerah Metro Jaya meminta masyarakat berhati-hati terhadap setiap penawaran kredit tanpa agunan melalui layanan SMS.  “Pelaku menawarkan kredit kepada calon pelanggan sesuai dengan data. Data calon pelanggan itu diperoleh secara tidak benar,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Metro Jaya, Komisaris Besar Baharudin Jafar seperti dikutip Kompas (6/2).

Untuk menghubungi calon pelanggan, pelaku menggunakan nomor-nomor telepon prabayar yang tentu susah dilacak. Baharudin mengatakan, beberapa warga telah melaporkan mengalami penipuan secara lisan.

Ia menjelaskan, pengaduan terbanyak ditujukan kepada Bank Indonesia (BI). Otoritas perbankan tertinggi di Indonesia itu, kata Baharudin, sudah mempunyai Deskhelp BI yang bisa dihubungi kapan saja. “Nomor Deskhelp BI adalah 085888509797,” katanya.

Baharudin mengatakan, seseorang yang melakukan tindak pidana jual beli data nasabah atau pelanggan telepon bisa dikenai Pasal 372 KUHP.  Sementara mereka yang melakukan penipuan berkedok yang menawarkan kredit tanpa agunan (KTA) lewat SMS dikenai Pasal 378 KUHP.

Mereka yang mengambil data pribadi orang akan dikenai Pasal 30 Ayat 1 jo Pasal 45 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Ancamannya, hukuman penjara maksimal 6 tahun dan denda minimal Rp. 700 juta. Jadi, berhati-hatilah.

SOFTWARE LOKAL BERJAYA

0

Hal 48-49-50-Ilustrasi-aPerdagangan bebas Asean-China diharapkan membawa harapan positif agar produk-produk Indonesia memiliki nilai jual yang lebih tinggi di kancah global. Salah satunya adalah piranti lunak  atau software. Lalu bagaimana kiprah industri software lokal sejauh ini?

Asean China Free Trade Area (ACFTA) atau perdagangan bebas antara China dan negara-negara ASEAN, yaitu Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, dan Brunei Darussalam tak terasa telah setahun berlangsung. Jika pada masa awal pakta perdagangan ini diberlakukan banyak sekali terjadi pro kontra di media, kini kritik tajam tampak semakin redup.

Pada kenyataannya, meski beberapa industri di tanah air dikabarkan merugi, namun ACFTA tak semuanya bersisi negatif.  Di dunia teknologi informasi (TI), industri piranti lunak atau software lokal terbilang cukup berkembang dengan jumlah pemain yang  tumbuh pesat.

Menurut International Data Corporation (IDC) pada 2010 lalu, jumlah software house atau independent software vendor (ISV) di Indonesia pada 2006 tercatat sekitar 250 pebisnis. IDC memprediksi,  pelaku bisnis software  akan terus berkembang hingga mencapai 500 perusahaan hingga 2011.

Berkaca pada survei yang dilakukan sebuah situs pekerjaan online di Amerika, CareerCast.com, pelaku bisnis software ataupun pembuat software memang cukup menjanjikan. CareerCast.com melaporkan bahwa  pembuat software menduduki peringkat teratas sebagai pekerjaan terbaik di tahun 2011 karena memiliki tingkat stres yang rendah, bayaran yang bagus, dan permintaan pasar akan perangkat canggih yang terus meningkat.

Survei yang mengevaluasi 200 profesi berdasarkan data dari U.S Bureu of Labor Statistics ini juga menyebutkan ahli sistem komputer sebagai pekerjaan yang baik karena  umumnya dibayar dua kali lipat dari pekerjaan peringkat terburuk, yakni pekerja kilang minyak.

Apalagi, kualitas software produksi lokal juga terus meningkat dan tidak kalah handal dibandingkan piranti lunak buatan asing. Bahkan untuk beberapa jenis software, produk lokal lebih unggul dibandingkan buatan asing.

Direktur PT Realta Chakradarma, Wiwin Wangsa mengungkapkan, piranti lunak produk lokal tidak kalah kualitasnya dengan buatan asing, dan juga kompetitif dari sisi harga. “Pemberlakuan ACFTA awal tahun lalu terbukti bukan merupakan sebuah ancaman, karena  kualitas software produksi dalam negeri semakin meningkat dan bisa bertahan, bahkan  mampu berekspansi ke luar negeri,” katanya seperti dikutip Republika.

Karena itu, kata Wiwin, sudah sewajarnya jika perusahaan di Indonesia lebih memilih software buatan lokal.

Prospek di Indonesia

Menurut catatan asosiasi Peranti Lunak Telematika Indonesia (Aspiluki), saat ini ada sekitar 250 perusahaan yang bergerak mengembangkan peranti lunak.

“Dari data kami memang ada 250 perusahaan di bidang pengembangan software di Indonesia. Namun pengembang individu ataupun perusahaan yang termasuk sebagai perusahaan startup jauh lebih banyak dan tidak terhitung,” tukas Ketua Aspiluki, Djarot Subiantoro, di pembukaan iMulai 3.0, di Jakarta (25/1).

Ditambahkan olehnya, selama tahun 2010 lalu telah terjadi lonjakan aplikasi yang dikembangkan oleh developer lokal. Menurut Djarot, lonjakan ini disebabkan oleh aplikasi untuk perangkat mobile. Hanya saja di Indonesia sendiri, komposisi antara penjualan hardware dan ketersediaan software belum berimbang. Dia menyebutkan penjualan hardware mencapai 80 persen, sedangkan software hanya 20 persen saja.

“Ini artinya, penggunaaan komputer di Indonesia hanya sebagai pengganti mesin tik saja. Bandingkan dengan negara Eropa yang komposisinya sudah 60 persen untuk hardware dengan 40 persen untuk software,” sebutnya.

Djarot memprediksi, di tahun 2011 ini ada kemungkinan pertumbuhan 11 sampai dengan 12 persen untuk perusahaan startup teknologi informasi (TI) di tanah air. “Namun, angka ini termasuk flat dibandingkan dengan pertumbuhan tahun lalu,” tandasnya.

Di sisi lain, Donny A. Sheyoputra, perwakilan Business Software Alliance (BSA) Indonesia mengatakan, potensi bisnis software di Indonesia masih benar-benar menjanjikan. Pasalnya, jutaan perusahaan berskala kecil dan menengah hingga ratusan ribu sekolah siap menyerap berbagai produk piranti lunak ini.

M. Ismail Thalib, Presiden Direktur PT Zahir International yang juga merupakan salah satu anggota lokal BSA mengatakan, Usaha Kecil dan Menengah (UKM) adalah salah satu pangsa pasar yang menjanjikan untuk bisnis software di Indonesia. “Jumlah UKM di Indonesia itu ada 40 juta perusahaan,” ucap Ismail.

Indra Sosrodjojo, CEO PT Andal Software berpendapat, kebutuhan software di Indonesia seharusnya bisa dipenuhi oleh vendor software lokal.  “Dari 500 industri TI Indonesia yang masuk untuk jualan produk software cuma 20%,” jelasnya.

Indra menambahkan, “Sebenarnya, keunggulan software asing itu hanya di segi pengalaman membuat software saja. Sedangkan di segi kualitasnya orang Indonesia bisa mengusahakannya.”

Padahal untuk memakai software asing ini banyak kesulitan yang ditemui pengguna. Pertama, software asing itu harganya mahal, karena dibeli dengan dolar Amerika. Kedua,  bahasa programnya dengan bahasa Inggris, sehingga butuh orang yang mengerti bahasa inggris yang baik untuk memakainya. Ketiga, dibuat secara umum tidak menyentuh karakter kultur perusahaan yang ada di Indonesia.

Hal 48-49-50-Ilustrasi-bSoftware Lokal

Bicara kualitas, software produksi lokal tidak kalah handal dibandingkan piranti lunak buatan asing. Bahkan cukup banyak perusahaan asing yang menggunakan software buatan lokal.

Direktur PT Realta Chakradarma yang mengembangkan software untuk perhotelan, Wiwin Wangsa mengungkapkan, bukan hanya handal, dari sisi harga, software lokal juga lebih kompetitif dibandingkan software asing.

Wiwin mencontohkan, software Rhapsody dan Hotelite yang dikembangkan Realta Chakradarma telah diaplikasi di 160 hotel di seluruh Indonesia di bawah grup Accor. Rhapsody digunakan untuk hotel bintang empat dan lima sedangkan Hotelite untuk hotel bintang dua dan tiga. Hotelite memiliki tiga modul utama yang terintegrasi dan lengkap yaitu Front Office (antara lain front office, point of sales, dan marketing), general ledger, dan modul logistik (cost control and inventory).

“Jadi software ini melayani dari front office hingga keperluan logistik seperti pengadaan barang. Semuanya bisa terkontrol. Bahkan hingga ke pemasukan selain kamar, seperti penjualan berbagai barang kerajinan. Sedangkan software serupa dari luar negeri biasanya hanya melayani front office saja. Sedang backoffice seperti pengadaan barang tidak termasuk dalam sistem sehingga banyak kebocoran,” imbuh Wiwin.

M. Ismail Thalib Direktur PT Zahir Internasional mengemukakan hal yang sama. Menurutnya, banyak software buatan dalam negeri kualitasnya lebih bagus dibandingkan buatan luar negeri. Sebab produk lokal lebih sesuai dengan karakter dan kebutuhan lokal. Sedangkan produk asing belum tentu sesuai dengan kebutuhan para penggunanya di dalam negeri.

“Contohnya software akuntansi yang dikembangkan Zahir dan membidik kalangan usaha kecil menengah atau UKM. Software ini dibuat sesuai dengan kebutuhan UKM di Indonesia sehingga harganya terjangkau. Di luar juga banyak software untuk UKM yang dibuat Amerika, Australia, Malaysia,dan Singapura. Tapi tidak semuanya bisa diaplikasikan di sini karena kondisinya memang berbeda,” katanya.

Menurut Ismail, potensi pengembangan piranti lunak lokal masih sangat besar. Sebab pasarnya juga sangat besar. Misalnya, dari jutaan UKM yang ada di Indonesia, baru sejumlah kecil usaha yang menggunakan TI untuk mendukung kegiatan bisnisnya. “Jadi pasar untuk software UKM masih terbuka lebar. Sebab penggunanya memang masih sedikit. Ini menjadi peluang tersendiri,” imbuh Ismail.

Pasar Luar Negeri

Selain digunakan di dalam negeri, software lokal juga sudah banyak yang berekspansi ke luar negeri. Ini membuktikan software lokal memiliki kualitas yang bia diandalkan. Salah satunya adalah software produksi PT Realta Chakradarma.

“Sejumlah hotel di Singapura sudah menjadi klien kami dan mengaplikasikan software untuk perhotelan yang kami kembangkan. Ini tentu membanggakan kami meskipun sebenarnya kami lebih fokus pada pasar dalam negeri karena masih terbuka lebar,” terang Wiwin.

Ekspasi juga dilakukan oleh PT Pesona Edukasi yang mengembangkan software PesonaEdu. Sesuai namanya, software ini ditujukan untuk dunia pendidikan. Piranti lunak ini telah diekspor ke lebih dari 23 negara di dunia. Ini membuktikan software lokal bisa berbicara di kancah global. PesonaEdu adalah piranti lunak yang membantu guru menerangkan sains, matematika dan fisika dengan lebih mudah sehingga bisa dipahami murid. Siswa belajar dengan melihat video yang membahas salah satu topik pelajaran dengan sistem simulasi interaktif. Berbagai topik terkait sains, matematika dan fisika dibahas dalam software ini. Perpaduan antara suara dan gambar animasi yang ditampilkan dengan simulasi interaktif ini diharapkan dapat membuat siswa lebih memahami sains, matematika dan fisika.

“Software ini ditujukan sebagai alat bantu guru untuk mengajar. Guru tidak bisa lagi bersikap konvensional dan harus membuka diri terhadap tren TI yang ada. Siswa pun dapat menemukan kesenangan untuk belajar sains, matematika dan fisika melalui software ini,” ungkap General Manager (GM) PT Pesona Edukasi, Simon Bone.

PesonaEdu, lanjut Simon, memiliki lebih dari 1.500 simulasi interaktif yang sudah diterapkan di lebih dari tiga ribu sekolah di Indonesia. Piranti ini ditujukan mulai dari SD, SMP, SMA dan juga SMK. Kehebatan software ini sudah diakui kehebatannya di dunia internasional, antara lain dengan meraih penghargaan terbaik ketiga di bidang software Matematika dan Sains. Pada ajang World Summit Award di Italia, November 2007, piranti lunak buatan anak negeri itu berhasil menonjol diantara pebisnis software dari 85 negara peserta.

Perusahaan pembuat software lokal yang patut diperhitungkan adalah PT. C&C (Cindy dan Chintia).   Direktur Utama PT. C&C, Widiyantono mengungkapkan,  saat ini mereka mempunyai  sekitar 15 produk yang juga telah digunakan di luar negeri, diantaranya Sistem Absensi Wajah, Sistem Absensi Wajah dan Sidik Jari, Sistem Antrian Multi Media,  Sistem Deteksi Infus dan Visitor Management.

“Produk kami memiliki tingkat kandungan dalam negeri paling tinggi yaitu 70%,” kata Widiyantono kepada BISKOM awal Januari lalu. Yang membanggakan, Inggris, Amerika, Nigeria, China dan Jepang juga sudah menggunakan software PT. C&C.

Kendala Perkembangan Software Lokal

Banyak masalah yang dihadapi oleh perusahaan TI lokal dalam mengembangkan perusahaan di pasar software. Mulai dari sistem pembayaran hingga pusat penyebaran teknologi itu sendiri. Dipaparkan Djarot Subiantoro, saat ini banyak perusahaan startup yang gagal berkembang karena masalah pembayaran sistem software yang dibeli oleh pihak tertentu.

“Dulu sistem pembelian dilakukan dengan ‘sistem putus’, dengan komposisi pembagian yang telah diatur. Namun saat ini sistem pembayaran berubah dan dilakukan secara per bulan. Ini yang membuat perusahaan startup software gagal berkembang,” terang Djarot.

Sementara itu penyebaran teknologi yang cukup terjadi jurang perbedaan antara pengguna di daerah Jawa dan di luar Jawa yang terlalu besar. Sehingga perusahaan tidak bisa mengembangkan ide bisnisnya lebih jauh lagi.

Djarot pun mempunyai beberapa solusi bagi perkembangan industri software di tanah air, diantaranya adalah fokus belajar pada negara tertentu yang sudah berkembang industri peranti lunaknya. Seperti diketahui, India kuat di bidang pengembangan software, Taiwan maju dalam industri semikonduktur dan Malaysia pun.

“Kita tidak bisa memilih ketiganya menjadi kiblat perusahaan TI. Perlu ada fokus satu negara saja yang harus dipilih,” sebutnya.

Solusi yang terakhir adalah masih diperlukannya pusat semacam inkubasi bagi ide-ide perusahaan TI untuk mulai mengembangkan aplikasi. Untuk hal ini maka diperlukan kerja sama antara perguruan tinggi, pemerintah dan perusahaan itu sendiri, meski ketiganya saat ini memiliki ego dan kepentingan masing-masing.

“Perguruan tinggi kebanyakan teori, pemerintah terlalu ribet dengan aturan-aturan sedangkan perusahaan mengejar keuntungan. Ketiganya tentu harus disatukan untuk menciptakan semacam pusat inkubasi,” tandasnya.

Masalah lain yang terus menjadi momok adalah persoalan pembajakan. Kurangnya pendidikan atau kesadaran publik dan penegakan hukum menjadi momok berlanjutnya jumlah pembajakan di Indonesia. Padahal, studi IDC yang meneliti manfaat ekonomi yang diperoleh dengan menekan pembajakan software di 42 negara di seluruh dunia meyebutkan bahwa pengurangan tingkat pembajakan software sekitar 10 persen dapat menciptakan 500.000 lapangan kerja berkualifikasi high-tech job dalam kurun waktu tiga hingga empat tahun di seluruh dunia, atau sekitar  1.884 lapangan kerja di Indonesia.

Selain itu pengurangan tingkat pembajakan software juga meningkatkan GDP sebesar US$ 2,4 miliar dan menghasilkan pemasukan pajak hampir sebesar US$ 124 juta pada 2013.

ANDY LIEM : Cloud Computing, Strategi Bisnis 2011

0

andy liem 1Cloud Computing atau komputasi awan akan menjadi batu landasan dari strategi Fujitsu secara global. Untuk mendirikan platform awan di Singapura,  Fujitsu berivestasi US$ 38 juta. Dari lokasi itu, Fujitsu akan melayani seluruh pelanggan komputasi awan di Asia. Platform awan ini adalah satu dari lima fasilitas serupa yang didirikan Fujitsu di seluruh dunia.

Sampai Maret 2016, Fujitsu menargetkan meraih pendapatan global hingga US$ 17 miliar atau  setara dengan  Rp. 153 triliun dari seluruh bisnis komputasi awan. Pada tahun fiskal ini, Fujitsu telah menginvestasikan Rp 10 triliun atau  US$ 1,1 miliar di berbagai bidang bisnis yang terkait dengan komputasi awan dan akan melatih hingga 5.000 sumber daya manusia (SDM) spesialis secara global sampai 2012.

Andy Liem, Country Head Verticals Segment Sales Fujitsu Indonesia menjelaskan, nilai pendapatan yang ditargetkan Fujitsu datang dari seluruh jenis bisnis komputasi  awan, termasuk jasa konsultasi dan pengadaan layanan-layanan awan bernilai tambah tinggi kepada para pelanggan.

“Saat ini jasa komputasi awan mendatangkan sekitar US$ 14 juta untuk Fujitsu, terutama dari jasa infrastruktur sebagai layanan  Infrastructure-as-a-Service (IaaS). Di masa depan, sebagian besar pendapatan itu datang dari jasa konsultasi, integrasi dan model-model lain konsumsi awan,” katanya.

Dari sisi investasi, lanjut alumni Teknik Elektronika Universitas Indonesia (UI) angkatan 1987 ini, sebagian besar dialokasikan untuk data center, transformasi internal seperti pelatihan, dan restrukturisasi bisnis sehingga cocok beroperasi di pasar awan.  Selain itu, Fujitsu ikut berinvestasi di pengembangan peranti lunak sebagai layanan Software as a Service (SaaS) dengan mitra seperti Microsoft Azure.

Berikut petikan wawancara dengan pria yang memiliki pengalaman 23 tahun di industri teknologi informasi (TI), baik di bidang teknis, project, penjualan hingga layanan pelanggan di area piranti keras, piranti lunak maupun jasa.

Sejauhmana perkembangan komputasi awan di Indonesia?

Cloud computing adalah solusi TI melalui mekanisme komputasi awan yang memungkinkan kita menggunakan ataupun menyewa layanan TI. Sementara itu, pengelolaan infrastruktur, platform, maupun aplikasi IT services dilakukan oleh penyedia.

Dalam hal ini, Fujitsu memiliki visi bahwa Cloud Computing adalah teknologi yang dikonsumsi sebagai layanan. Ada empat mode konsumsi, antara lain, organisasi akan mengkonsumsi proses bisnis dan konten dari penyedia layanan melalui Cloud.  Berkat Cloud, tenaga komputasi akan tersedia secara masif, murah dan luas.

Cloud akan melakukan konvergensi semua device yang digunakan pelanggan, dan mampu memproses informasi dalam jumlah yang sangat besar. Walaupun perubahannya signifikan, Fujitsu melihat Cloud Computing sebagai sebuah evolusi bukan revolusi. Posisi kami unik karena kami bisa menyediakan full spectrum cloud services.

Kedepan, peran komputasi awan  mencakup berbagai  hal apa saja?

Ke depan, Cloud juga akan berperan besar dalam pengelolaan fasilitas publik, seperti air, energi dan lalu lintas.  Selain  itu, sistem komputasi awan akan membawa perubahan sosial. Batas antara produsen dan konsumen akan semakin kabur, sementara semua aktivitas publik dan bisnis bisa dilakukan secara lebih efisien.

Kalau dari sisi risiko, komputasi awan  ini adalah faktor yang mengubah industri TI secara total, namun ada banyak risiko baru ketika kita memindahkan layanan ke Cloud. Karenanya dibutuhkan cara baru dalam mengelola risiko yang akan menjadi tantangan besar bagi beberapa perusahaan. Pada intinya, melalui komputasi awan, pola konsumsi teknologi akan berubah menjadi sesuai permintaan (on-demand) dan berbasis langganan (subscription). Pengguna tidak lagi memikirkan secara detil kebutuhan teknologi, tetapi pada layanan yang bisa mereka dapatkan. Dengan demikian, terjadi pergeseran cara pandang dari kebutuhan teknologi menjadi hasil bisnis yang ingin diperoleh.

andy liem 2Apa saja strategi global Fujitsu untuk menerapkan komputasi awan?

Strategi global untuk menerapkan komputasi awan dilandaskan pada empat model pemakaian sumber daya komputasi: infrastruktur, aplikasi, aktivitas, dan konten.  Kami juga  menawarkan platform komputasi awan untuk model infrastruktur yang kini diperkuat dengan penerapan platform standar komputasi awan global secara luas. Platform komputasi awan global  akan menjadi pelengkap platform awan lokal, dengan tetap memenuhi kebutuhan infrastruktur TI  yang terstandardisasi secara global.

Melalui cara ini, pelanggan bisa mengadopsi layanan secara fleksibel. Hasilnya, pelanggan bisa mengurangi biaya-biaya TI, lebih tanggap terhadap kebutuhan bisnis, serta bisa menyediakan layanan  TI tanpa mengorbankan keamanan dan tingkat ketersediaan. Pelanggan pun akan memperoleh manfaat dari keahlian Fujitsu dalam bidang telekomunikasi dan jaringan.

Bagaimana dengan pertumbuhan aplikasi online atau Cloud dan hosted platform?

Dalam jangka pendek, pertumbuhan aplikasi online atau Cloud dan hosted platform (misalnya Microsoft Azure) akan menjadi saluran utama untuk menjalankan aplikasi. Akan banyak pemain baru di bidang ini. SaaS (Software as a Service) akan tumbuh pesat khususnya di aplikasi enterprise. Sementara itu packaged software appliance yang terdiri dari sistem operasi, sekuriti dan komponen managemen akan semakin banyak. Dalam jangka pendek, bahkan akan dikemas untuk platform Cloud. Implikasi terbesar dalam tren peranti lunak adalah cost of failure akan semakin kecil. Sebelumnya, perlu berbulan-bulan bahkan tahunan untuk mengimplementasikan aplikasi.

Di masa depan pengguna bisnis bebas bereksperimen dan melakukan testing secara real time sehingga siklus inovasi bisnis akan semakin cepat. Aplikasi legacy tak akan hilang dalam waktu singkat karena masih akan memberikan value. Melakukan reengineering aplikasi baru mungkin tidak bisa diterima sebagian pengguna, karenanya kami mengantisipasi revolusi aplikasi akan terjadi di dunia bisnis dengan SaaS  sebagai metode delivery utama.

Belum lama ini, Fujitsu dan Microsoft berkolaborasi  untuk menyediakan layanan komputasi awan. Apa  manfaatn yang didapatkan pelanggan enterprise?

Manfaat yang akan dirasakan pelanggan ialah kemudahan untuk menangani berbagai skenario bisnis baru yang butuh ketersediaan aplikasi dengan cepat, langsung bisa digunakan, dan bisa diprediksi.

Supaya pelanggan bisa lebih cepat beradaptasi dan bermigrasi ke layanan komputasi awan, Fujitsu akan melatih lebih dari 5.000 konsultan dan pengembang, sehingga mereka bisa bekerjasama dengan pelanggan dan ISV untuk memberikan konsultasi, pengembangan dan mengintegrasikan aplikasi baru maupun lama untuk berjalan di atas platform Windows Azure. Di bidang pemasaran, Fujitsu dan Microsoft juga akan menggelar berbagai aktivitas penjualan dan pemasaran untuk mempromosikan layanan awan ini.

Apa saja faktor pendorong TI di 2011?

Ada enam faktor pendorong TI  di 2011 ini yang akan mengubah bagaimana organisasi memanfaatkan teknologi untuk menjalankan aktivitas bisnisnya. Keenam faktor itu kita  sebut sebagai  The Six C yang terdiri dari Consolidation, Commoditisation, Collaboration, Consumerisation, Conservation dan Compliance.

Secara spesifik,  The Six C  ini akan membawa berbagai perubahan baru bagi pemanfaatan TI di area layanan terkelola, infrastruktur, virtualisasi desktop, gerakan TI Hijau, komputasi Awan, dan layanan aplikasi. Selain itu, keenam faktor pendorong ini merupakan  kekuatan pengubah bagi model bisnis sehingga organisasi mau tidak mau harus menyesuaikan cara mereka menjalankan bisnisnya jika tidak ingin kehilangan daya saing.

Bagaimana Fujitsu memanfaatkan TI Hijau yang ramah lingkungan untuk layanan Cloud?

Terkait  TI  Hijau, sudah terbukti bahwa teknologi seperti virtualisasi dan miniaturisasi piranti keras mampu meningkatkan efisiensi konsumsi daya. Pertumbuhan komputasi Awan dan sumber daya komputasi yang semakin menjadi komoditas akan mendorong efisiensi lebih tinggi lagi.

Secara global, nilai investasi riset dan pengembangan untuk teknologi yang hemat energi semakin besar. Namun di sisi lain, kebutuhan sumber daya komputasi juga semakin tinggi sehingga perlu dicari cara untuk menghemat energi secara lebih besar lagi. Industri TI kini semakin serius melihat masalah efisiensi energi ini, bukan hanya karena pelanggan ingin melestarikan bumi ini, namun juga karena pertimbangan penghematan biaya.