BISKOM,Jakarta-Ditjen Badilag MA buka seleksi hakim tinggi untuk wakili Indonesia di ajang bergengsi Sydney Asia Pacific Judicial Dialogue 2026.

Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama (Ditjen Badilag) Mahkamah Agung RI resmi membuka kesempatan langka bagi para pimpinan dan hakim tingkat banding di seluruh Indonesia untuk berkancah di panggung internasional.

Melalui surat pengumuman resmi nomor 1611/DJA/HM1.1.1/VI/2026 yang diterbitkan pada 17 Juni 2026, Ditjen Badilag mengundang para abdi negara berprestasi untuk ikut serta dalam seleksi nominator perwakilan Mahkamah Agung RI pada ajang bergengsi Inaugural Sydney Asia Pacific Judicial Dialogue.

Langkah ini diambil sebagai tindak lanjut cepat atas Lembar Disposisi Ketua Mahkamah Agung RI yang merespons surat undangan resmi dari University of New South Wales (UNSW) Sydney, Australia.

Baca :  Anugerah Top IT & Telco 2019: Inovasi dan Transformasi Digital

Forum internasional yang akan digelar pada akhir tahun ini, tepatnya mulai hari Minggu hingga Senin, 29 sampai 30 November 2026, bertempat langsung di Kampus UNSW Sydney.

Konsep yang diusung dalam pertemuan tersebut merupakan sebuah lokakarya tertutup berskala kecil (in camera session) yang dirancang khusus sebagai wadah bertukar gagasan strategis, memperkuat jejaring antarperadilan, sekaligus mengakselerasi peningkatan penyelenggaraan keadilan di kawasan Asia Pasifik.

Mengingat sifat forum yang sangat eksklusif dan mendalam, panitia menerapkan kriteria yang cukup ketat bagi para calon peserta.

Seluruh rangkaian kegiatan dan diskusi kelompok akan dilaksanakan sepenuhnya dalam bahasa Inggris.

Oleh karena itu, para pendaftar diwajibkan memiliki kemampuan komunikasi bahasa Inggris yang aktif dan fasih agar dapat berkontribusi maksimal dalam membawa nama baik peradilan Indonesia di mata dunia.

Baca :  Area31, Data Center Lokal, Kebanggaan Indonesia

Terkait aspek akomodasi, pihak panitia penyelenggara dari UNSW Sydney akan menanggung biaya penginapan hotel selama dua hingga tiga malam serta konsumsi selama kegiatan berlangsung.

Sementara itu, komponen pembiayaan lainnya yang timbul, seperti tiket pesawat pulang-pergi, transportasi darat, pengurusan visa, hingga uang saku, akan ditanggung secara mandiri oleh masing-masing peserta yang lolos sebagai bentuk komitmen profesionalisme.

Bagi para pimpinan maupun hakim tinggi peradilan agama yang tertantang untuk mengambil peran dalam diplomasi yudisial ini, proses pendaftaran dilakukan secara digital dengan mengunggah berkas profil atau Curriculum Vitae (CV) melalui tautan resmi yang telah disediakan oleh Badilag dalam link tautan:

https://bit.ly/Pendaftaran Calon Peserta Sydney Asia Pacific JDP.

Baca :  Pidato Kenegaraan Presiden: Indonesia Berpeluang Besar Raih Indonesia Emas 2045

Mengingat pentingnya agenda ini, batas akhir pengiriman berkas ditetapkan secara berkala dan paling lambat diterima pada Jumat, 19 Juni 2026, pukul 14.00 WIB.(Surame)